Arsip Kategori: Sharing & Motivasi

Seminar 100 Juta Pertama Ippho Santosa

Cukup lama tidak menulis di blog 🙂
Dan kali ini temanya hampir sama dengan tulisan saya May 24th, 2016

Yess, apalagi kalau bukan tentang IMPIAN??

Berawal dari buku motivasi Moslem Millionaire karya Ippho Santosa yang dipinjamkan oleh seorang teman kepada saya. (Catet ya : dipinjamkan oleh teman, bukan saya yang minjem dengan sadar) #hikss.. 😂

Awalnya biasa aja sihhh lihat buku itu, meskipun saya tau nama Ippho Santosa dan kualitas buku yang dihasilkan sudah tidak diragukan lagi.
Setelah bolak balik lembarannya dan baca isinya, ohhh iya… ternyata ringan banget ya bahasanya. Mudah dicerna, ada sisi-sisi humorisnya, dan paling penting adalah sisi spiritual modernnya, ngenaaa banget…

Tidak terasa satu tahun berlalu dari peminjaman buku tersebut. Bukunya belum saya kembalikan ke teman saya (hehhehee…) karena memang belum semua sempat saya baca isinya, hanya beberapa bagian saja. Tapi jujur, mulai ada keinginan sedikittt di dalam hati ingin ikut langsung dalam seminar beliau. Seperti apa sih isi seminarnya, apa saja poin-poin penting yang akan mas Ippho sampaikan, dan sebagainya, saya mulai merasa kepo 😄

Mungkin karena kepikiran terus ya, sampai akhirnya suatu malam saya bermimpi. Jrenggg jrenggggg….. mimpi yang menurut saya aneh sekali….

Ippho Santosa ada di dalam mimpi saya. Dia memarahi saya di depan orang banyak. Ahhh, apa-apaan ini, pikir saya? Kenal juga enggak, pakai acara marah-marahin orang seenaknya hahhaahaa..
Sedemikian marahnya beliau, sampai saya menangis jengkel dalam mimpi itu.
Saat terjaga dari mimpi, waktu menunjukkan pukul 3 dini hari, dan beneran, saya sedang menangis saat terbangun. Kok bisa ya kayak gitu? Saya heran…

Jawabannya ternyata ada di 5 hari kemudian. Mendadak saya membaca di facebook, besok siang ada seminar Ippho Santosa untuk wilayah Yogyakarta & Solo. Ya ampun bisa pas bangettttt, bacanya cuma kurang sehari sebelum acara dimulai. Kontribusinya pun sangat murah untuk ukuran motivator nasional seperti seorang Ippho, hanya 90ribu saja per orang. Bahkan jika datang berdua, cukup bayar 140ribu untuk 2 orang. 

Masya Allah…. speechless, tidak berhenti saya bersyukur dan mengucap hamdalah berkali-kali. Saya yang tadinya tidak terpikir sama sekali untuk menghadiri seminar berbayar semacam ini, seperti sengaja di sediakan “karpet merah” oleh Allah untuk bertemu langsung dengan Ippho. Begitu mudah dan murah jalannya. 

IMG_20170311_140348

Alhamdulillah, semua ilmu bisnis, leadership dan spiritualnya saya lahap habis. Diluar dugaan, menumbuhkan perubahan dan kesadaran besar dari dalam diri, terutama yang berkaitan dengan sisi spiritualitas, bisnis & hidup yang lebih berkualitas.

Gimana, kamu masih ga percaya dengan IMPIAN ?? Kejar terus ya mimpi-mimpimu. Mana tau bisa jadi MANFAAT untuk orang banyak. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling BERMANFAAT untuk sesamanya? 😉

Menemukan Sisi Spiritualitas lewat Alam Semesta

sunset-1414501_640
Foto : pixabay.com

Pengalaman luar biasa ini saya alami 2 hari lalu.

Apakah ini termasuk pengalaman spiritual? Entahlah…. karena sebenarnya sudah sering saya alami. Tapi kali ini terasa sangat berkesan dan menimbulkan getaran yang berbeda.

Saat itu saya sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Lombok menggunakan pesawat udara.
Pesawat take off dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta sekitar pukul 18.00 WIB dalam keadaan langit Yogya sudah mulai gelap.

Beberapa menit kemudian sang burung raksasa sudah menjelajah awan.
Saya melihat bagian dunia lain masih terang benderang, cahaya matahari masih bersinar. Dan pesawat berada di atas awan.
Saat itu saya refleks mengucap Subhanallah dan kalimat pujian lainnya. Bersyukur sekali bisa melihat pemandangan indah ini meskipun tidak sempat mengabadikannya dengan kamera.

Pesawat terus berjalan, dan mulai tampak bulan sabit muncul samar-samar.

Ada satu hal yang berbeda dari biasanya. Kalau biasanya saya selalu melihat bulan berada diatas, maka kali ini bulan berada dibawah saya. Dengan kata lain, posisi saya berada lebih tinggi dari bulan. Subhanallah…
Karena saya bukan ahli astronomi tentunya tidak paham kenapa hal itu bisa terjadi.

Yang keluar dari bibir saya hanyalah ucapan Subhanallah, Masya Allah, Alhamdulillah, dan perasaan kagum, kecil, takut, karena ternyata alam semesta ini sungguh luar biasa.

Setelah beberapa pemandangan luar biasa tadi, ternyata ada pemandangan berikutnya yang membuat saya meneteskan air mata 😥
Hiksss…. ini kenapa jadi baper..???

Saya bingung sendiri, ada apa dengan diri ini? Mata menjadi berkaca-kaca, dan butiran air perlahan menetes tanpa dapat terbendung lagi. Seperti ada kekuatan dari dalam diri yang besar dan mendorong hati untuk menangis.

Saya melihat garis horizon memanjang horisontal. Horizon adalah kaki langit, yaitu garis yang memisahkan antara permukaan bumi dan langit.
Pendaran cahaya matahari yang hampir tenggelam tampak cantik di garis kaki langit tersebut. Rasanya seperti berada di belahan bumi lain.

Mungkin saya terlalu lebay??
Atau memang sedang “diingatkan” oleh Yang Diatas??

Betapa perasaan begitu campur aduk dan rasa kagum begitu membuncah, hati pun terasa bergetar.
Seperti ada yang berbisik,
“Lihatlah… betapa luar biasa kekuatan Tuhanmu. Dia menciptakan alam semesta dan isinya hanya dalam satu perkataan, Kun Fa Yakun… (Jika Aku berkata jadi, maka jadilah)..”

“…Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam..”
(QS. Al A’raaf : 54)

“…Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ´Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu…”
(QS. Ar Ra’d : 2)

Ternyata…, pengalaman akan spiritualitas itu bisa dari mana saja.
Tidak selalu saat berdiri dan duduk menjalankan sholat, atau saat berdoa meneteskan air mata.
Justru kalau kita selalu ingat akan keberadaan Allah Swt, kehadiran-Nya akan muncul dimana saja dalam keseharian kita.

Mari kita terus mencari dan membenahi keyakinan diri akan hadirnya Zat yang begitu luar biasa kekuatannya. Zat yang tidak lekang oleh waktu, dan tidak ada yang mendahuluinya barang sesuatu pun karena Dia adalah Yang Terdahulu.

Subhanallah walhamdulillah wa laa illahaillallah wallahu ‘akbar….

May 24th, 2016

Today is 24th of May

Hari ini adalah hari lahir Tommy Page, penyanyi pop legendaris tahun 90-an yang 26 tahun lalu sempat saya idolakan dan pengennn banget bisa saya temui.

Hahhh, 26 tahun laluuu?? 🙈 Iyess, itu masa ABG, baru lulus SD kalau nggak salah. Masa di mana saya masih alay bin lebay 😉 Waktu itu ngehits banget yang  namanya Whitney Houston, NKOTB, Tommy Page, Michael Learns To Rock, Debbie Gibson, dll mereka yang mengusung lagu-lagu balada manis, bikin para ABG sering berteriak histeris 😁

IMG_20160418_172800

Terus.. apa pentingnya saya ingat-ingat hari lahir Tommy Page? Kan udah kelamaan ngefansnya dari 26 tahun lalu. Emang penting, gitu??

Jawabannya, ADA kepentingannya, dong!
Ini adalah tentang impian 😍

Tommy Page ini adalah salah satu MOTIVATOR saya untuk rajin belajar Bahasa Inggris. Satu-satunya alasan kenapa saya suka pelajaran Bahasa Inggris di SMP adalah karena pengen kirim surat ke dia ☺ Sederhana, bukan? Saya bela-belain ikut les Bahasa Inggris, dan jadi peserta Ebtanas Bahasa Inggris No 2 Terbaik di sekolah dengan tujuan supaya bisa kirim surat ke TP. Meski akhirnya belum jadi kirim surat, tapi setidaknya motivasi itu telah cukup melahirkan prestasi, saat itu.

Kamu punya IMPIAN kan?? Please ya.. jangan sepelekan..!!

Jikalau memang Allah menghendaki, tidak mustahil impian itu akan datang, meskipun butuh waktu bertahun-tahun kemudian.

Insya Allah dalam 1 minggu ke depan, impian masa ABG saya di tahun 90 itu akan mendatangi saya. Yess.. TP akan mengadakan konser di Solo Baru yang hanya berjarak sekitar 1 jam dari Yogyakarta, kota tempat tinggal saya. Bukan kebetulan pasti, karena yakinnn banget, Allah telah mengatur semuanya. Bukan kebetulan pula jika promotor penyelenggara konser itu adalah seorang sahabat saya yang merupakan teman dekat TP.

Sebenarnya, saya sudah lama sekali melupakan impian bertemu Tommy Page ini. Terutama sejak memutuskan lanjut sekolah ke Yogyakarta setelah lulus SMP di Lombok Tengah. Kemudian sampai kuliah dan bekerja, tak ada satu pun yang bisa mengingatkan saya tentang sosok TP.  Benar-benar sudah lupa.

Tapi mungkin sudah jalannya, ya, di tahun 2014 mendadak ada info di media online bahwa Tommy Page akan datang mengadakan konser di Jakarta, menemui para penggemar lamanya. Dari situlah secara tidak sengaja, impian yang sudah terpendam oleh bebatuan karang di dasar pikiran paling bawah, mulai perlahan muncul lagi, seperti ada yang mengingatkan ☺  Saya menemukan akun resmi TP di Twitter, dan secara tidak sengaja dari sinilah awal saya berkenalan dengan seorang wanita Indonesia, yang ternyata adalah teman dekat TP.

Setelah sering berkomunikasi secara intens via sosmed dan telepon, hubungan saya dan sahabat wanita ini menjadi seperti keluarga sendiri. Yang saya kagum, sahabat saya ini sangat baik dan nggak ada sama sekali rasa tinggi hati meskipun hubungannya sangat dekat dengan TP. Saya sendiri juga berusaha menjaga banget agar tidak terkesan aji mumpung , mentang-mentang bersahabat dengan dia ☺ Waktu itu saya cuma minta tolong dia untuk memintakan tanda tangan TP buat saya saat keduanya bertemu di Singapura, dan sahabat saya itu membantu saya dengan senang hati. Sama sekali nggak terpikir bahwa saya akan bisa bertemu TP pada akhirnya nanti.

Beberapa bulan kemudian di tahun 2015, sahabat saya ini kembali mendatangkan dan menggelar konser TP di Jakarta. Waktu itu Masya Allah, dia siapkan tiket gratis untuk saya, asalkan mau datang ke Jakarta. Sayangnya, qodarullah, saya tidak bisa datang karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Apakah saya kecewa? Pasti!! ☺ Impian bertemu yang sejak lama saya inginkan belum bisa terwujud. Tapiii…. saat itu saya IKHLAS. Mau gimana lagi? Memang nggak bisa ke Jakarta karena ada acara berbarengan di Yogya waktu itu, ya sudah, saya lepaskan keinginan bertemu itu.

Tapi lagi-lagi betapa Allah sungguh Maha Besar. Masya Allah, ternyata dibalik itu Allah punya kehendak lain. Teman saya tampaknya masih penasaran dan inginnnn sekali saya dapat bertemu langsung dengan TP. Jadilah dia bilang berniat menggelar konser TP di area Yogyakarta dan sekitar Jawa Tengah agar saya bisa datang dan bertemu dengan Tommy Page 😍

Terima kasih, Ya Allah. Alhamdulillah wa syukurilah, begitu mudah bagi Allah untuk mewujudkan semuanya, bukan?

Lisa TP 20160408_113512
Masukkan keterangan

Yup, KEAJAIBAN memang tidak datang dengan sendirinya. Ia datang setelah melewati perjuangan yang panjaaang, doa yang tak kenal lelah, dan ketekunan yang tiada henti.

IMPIAN butuh harga yang mahal untuk diperjuangkan. Dan KEAJAIBAN akan selalu menyertai setiap IMPIAN yang kita PERJUANGKAN.

Ya, nikmat mana lagi yang engkau dustakan? IMPIAN itu telah mendekati saya dengan sendirinya 💙💜💚

So, apakah kamu masih PERCAYA dengan impianmu?… 😉

Perpanjangan STNK & Ganti Plat

Biasanya tahun-tahun sebelumnya kalau perpanjangan STNK & ganti plat selalu saya lakukan lewat biro jasa langganan. Tapi tahun ini kok pengen nyoba langsung ke Samsat Pembantu di seputaran Jl. Solo, Maguwoharjo, Yogyakarta (sebelah barat hotel Sheraton).

Habis cek fisik kendaraan & wara wiri ke beberapa loket ambil formulir, lalu bayar, dan antri sebentar, Alhamdulillah langsung jadi STNKnya hari itu juga.

Saya : Habis ini ke loket mana lagi, pak??

Petugas : Sudah bu, kan STNK sudah jadi.

Saya : Lho platnya kan belum pak??

Petugas : Oohh.. platnya diambil 6 bulan lagi bu..

Saya : *kaget*.. 6 bulan lagi pak..???

Petugas : *senyum2*.. iya bu, maaf, kami kehabisan plat.

#OMG hahhaahaa…

Kekagetan saya ternyata direspon biasa oleh beberapa teman di dunia maya saat menulis status tersebut di sosial media.

“Hihiii… baru tau ya..??” kata teman saya.

“Punyaku udah 2 tahun ga kuambil, belum jadi mulu..” kata yang lainnya 😀

Ahhh… mudah-mudahan 6 bulan lagi saya masih inget untuk kesana ambil plat barunya ya.. ^^

Tapi lumayanlah, at least sekarang kalau perpanjangan ga usah jauh-jauh lagi ke Samsat Polres Sleman yang jaraknya lebih dari 10 kilometer dari tempat tinggal saya. Alhamdulillah sudah ada Samsat Pembantu di jalan raya Jogja-Solo, Maguwoharjo, Depok, Sleman. 🙂

Me & My Story

Belajar itu bisa dari mana saja 🙂
Seperti kata pepatah, “Experience is The Best Teacher”..

Hal ini amat sangat saya percaya, karena kedewasaan & kematangan berpikir yang tumbuh dalam diri saya sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup yang menurut saya tidak mudah, tapi Alhamdulillah bisa saya & keluarga lalui 🙂

Saya tumbuh dalam keluarga yang Alhamdulillah berkecukupan, meski tidak sangat berlebihan.

Menurut cerita ibu, kehidupan keluarga mulai membaik setelah saya mulai lahir.
Sebagai anak bungsu dari 2 bersaudara (kakak saya laki-laki), masa kecil adalah masa yang menyenangkan karena anak bungsu selalu disayang *katanyaaa* 😀 meski tidak sepenuhnya benar..
Buktinya, kalo nakal tetep aja saya dimarahin hehehe 😉

Saya tumbuh sebagai anak yang sedikit pemalu, karena masa kecil saya selalu berpindah-pindah mengikuti tugas Almarhum ayah yang kebetulan selalu dipindahkan ke beberapa kota kabupaten kecil di propinsi NTB.
Kabupaten Bima, Lombok Tengah, Lombok Barat adalah wilayah yang pernah menjadi nostalgia masa kecil saya 🙂

Selain pemalu, saya juga tumbuh menjadi anak yang keras kepala dan Alhamdulillah, menjadi sangat tegar menjalani sisi pahit kehidupan ini 🙂

Saat ayah sakit stroke di masa-masa akhir kuliah saya, dan sempat membuat Laporan Magang sebagai syarat kelulusan saya terbengkalai, akhirnya bisa saya lewati.

Saat cita-cita menjadi seorang Jurnalis di media elektronik ibukota yang sudah sangat matang direncanakan harus saya kubur dalam-dalam karena sakit ayah saya tsb, akhirnya juga bisa saya maklumi.

Dan saat akhirnya saya memutuskan berhenti bekerja untuk merawat ayah saya di rumah dalam kelumpuhannya di 3 tahun terakhir penyakitnya, Alhamdulillah, saya sendiri yang memutuskannya..

Dan ketika akhirnya beliau harus dipanggil menghadap Sang Khalik di tahun ke-6 masa sakitnya, tak ada penyesalan tersisa, karena saya tau saya sudah memutuskan yg terbaik untuk diri saya & juga untuk kebahagiaan ayah tercinta.

So.. tak kan pernah ada yg sia2 selama kita mampu menjalani sesuatu yg kita yakini 😉

Me & My Story

Belajar itu bisa dari mana saja 🙂
Seperti kata pepatah, “Experience is The Best Teacher”..

Hal ini amat sangat saya percaya, karena kedewasaan & kematangan berpikir yang tumbuh dalam diri saya sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup yang menurut saya tidak mudah, tapi Alhamdulillah bisa saya & keluarga lalui 🙂

Saya tumbuh dalam keluarga yang Alhamdulillah berkecukupan, meski tidak sangat berlebihan.

Menurut cerita ibu, kehidupan keluarga mulai membaik setelah saya mulai lahir.
Sebagai anak bungsu dari 2 bersaudara (kakak saya laki-laki), masa kecil adalah masa yang menyenangkan karena anak bungsu selalu disayang *katanyaaa* 😀 meski tidak sepenuhnya benar..
Buktinya, kalo nakal tetep aja saya dimarahin hehehe 😉

Saya tumbuh sebagai anak yang sedikit pemalu, karena masa kecil saya selalu berpindah-pindah mengikuti tugas Almarhum ayah yang kebetulan selalu dipindahkan ke beberapa kota kabupaten kecil di propinsi NTB.
Kabupaten Bima, Lombok Tengah, Lombok Barat adalah wilayah yang pernah menjadi nostalgia masa kecil saya 🙂

Selain pemalu, saya juga tumbuh menjadi anak yang keras kepala dan Alhamdulillah, menjadi sangat tegar menjalani sisi pahit kehidupan ini 🙂

Saat ayah sakit stroke di masa-masa akhir kuliah saya, dan sempat membuat Laporan Magang sebagai syarat kelulusan saya terbengkalai, akhirnya bisa saya lewati.

Saat cita-cita menjadi seorang Jurnalis di media elektronik ibukota yang sudah sangat matang direncanakan harus saya kubur dalam-dalam karena sakit ayah saya tsb, akhirnya juga bisa saya maklumi.

Dan saat akhirnya saya memutuskan berhenti bekerja untuk merawat ayah saya di rumah dalam kelumpuhannya di 3 tahun terakhir penyakitnya, Alhamdulillah, saya sendiri yang memutuskannya..

Dan ketika akhirnya beliau harus dipanggil menghadap Sang Khalik di tahun ke-6 masa sakitnya, tak ada penyesalan tersisa, karena saya tau saya sudah memutuskan yg terbaik untuk diri saya & juga untuk kebahagiaan ayah tercinta.

So.. tak kan pernah ada yg sia2 selama kita mampu menjalani sesuatu yg kita yakini 😉

Kisah Perpanjangan SIM A & C :)

Ceritanya, tanggal 25 Juli 2014 ini SIM A & C saya akan memasuki masa pensiun 🙂
Setelah ditimbang-timbang, ada baiknya saya mengurus perpanjangan sebelum tanggal 25 Juli itu. Hmmm… kenapa?? Yess!! Berhubung tanggal 28 Juli ini adalah Hari Raya Idul Fitri, jadi bisa dibayangkan betapa sibuknya kegiatan menjelang Hari Raya tersebut. Takutnya soal SIM tidak lagi saya ingat menjelang tanggal tersebut 😀

Akhirnya diputuskan untuk melakukan perpanjangan seminggu sebelumnya, kalo bukan tanggal 14 Juli, ya tanggal 15 Juli.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah sibuk tuh browsing di internet mengenai tarif resmi perpanjangan SIM A & C di internet. Alhamdulillah dapet tarif resmi dari akun Divisi Humas Mabes Polri, yaitu :
– Perpanjangan SIM A : Rp. 80.000,-
– Perpanjangan SIM C : Rp. 75.000,-

Penting untuk saya mengetahui taif resmi ini karena sekarang banyak banget tarif-tarif yang tidak sesuai dengan aslinya. Biasanya beda kota beda tarif. Padahal tarif resmi itu kan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia kan?? Alangkah kasihan saudara-saudara kita di daerah yang beberapa tulisanmereka di blog pernah saya baca dan dikenai biaya lebih besar dari tarif aslinya.

Saya udah rencana mau perpanjangan di SIM Corner Ambarrukmo Plaza yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, dibandingkan harus ke Polres Sleman, Yogyakarta, yang ampuuun deh jaraknya, sekitar 15 km ada deh kalo diitung-itung..

Nah, pas tanggal 15 Juli 2014 langsung deh dengan PD dan penuh keyakinan saya melaju ke Ambarrukmo Plaza 🙂
Kebetulan ada Satpam di pintu masuk, saya tanya sambil basa-basi sebentar, dilantai mana pelayanan SIM Corner. Daaaann.. waduuh.. jantung saya serasa berhenti berdetak!!
Ternyata eehh.. ternyata.. pelayanan SIM Corner udah ga ada lagi sejak bulan Juli ini huhuhu 🙁 Saya dianjurkan utk ke SIM Corner di Ramai Mall.
Huhuhu… pusing kepala saya, karena Ramai Mall itu ada di kawasan Malioboro yang jaraknya cukup jauh dari Ambarrukmo Plaza.

Sebelumnya saya juga sempet browsing kalo ada mobil SIM Keliling di Gembiraloka yang tidak terlalu jauh dari Ambarukmo Plaza.
Akhirnya cobalah saya kesana sebelum ke Ramai Mall, siapa tau berjodoh dengan SIM Keliling .. Ternyataaa ditolak jugaa.., karena SIM Keliling itu cuma utk penduduk Kodya, bukan utk penduduk Sleman seperti saya #uhhuk..

Kadung udah keluar rumah, meski sudah tengah hari lanjut deh perjalanan ke Ramai Mall Malioboro. Lha daripada saya balik pulang kerumah & kembali lagi besok, tentunya akan menghabiskan waktu lagi kan??
Hmmmm.. ternyata sampai disana tetep antri meskipun bulan Ramadhan 🙂 & loket baru baru buka lagi jam 13.30 setelah istirahat 1,5 jam..

Baiklah, akhirnya, hidup itu memang butuh perjuangan 😀
Yg diperlukan adalah sabar, tabah & tetep ikhtiar..
Akhirnya.. jadi juga 2 SIM itu menjelang jam 3 sore.. 🙂
Alhamdulillah, meski harus keliling kota seharian di bulan Ramadhan plus kena guyuran hujan berkali-kali,  anggap saja itu adalah perjuangan 😉 Dan mudah-mudahan Allah Swt. menerima amal ibadah puasa kita, amiinnnn..

MENEMUKAN PENCERAHAN LEWAT FILM (DAN NOVEL)

Pencerahan lewat film??

Ehhmm.. sejujurnya.. saya bukanlah seorang “film mania”..
Saya menonton film selama ini semata-mata karena hiburan dan tidak pernah sama sekali ngotot harus mengejar  tiket atau melihat sebuah film tertentu, meskipun mungkin sekali saya ingin melihatnya karena gencarnya promosi film tersebut di media..

Karena bukan film mania, saya termasuk orang yang pilih-pilih kalau diajak melihat suatu tontonan..
Cuma segelintir film yang saya suka, semisal Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Ada Apa dengan Cinta??, Ketika Cinta Bertasbih, dan untuk film luar saya suka Speed, G.I. Jane dan ehhmm… apalagi yaa.. ga terlalu banyak kok yang saya suka sebenarnya..

 

Tapi sekitar akhir tahun lalu, kalau tidak salah beberapa hari terakhir menjelang  awal tahun 2014, kebetulan upline saya di Oriflame, mbak Tasniem Fauzia Rais yang kebetulan anak dari tokoh politik Indonesia H.M. Amien Rais, mengadakan farewell party atau acara perpisahan dengan rekan-rekan jaringan Oriflame-nya sehubungan kepindahannya ke Belanda selama 3 tahun untuk mengikuti suaminya yang sedang melanjutkan pendidikan di sana.

 

Gambar

 

Dalam acara tersebut ga lupa diselipkan sesi Nonton Bareng alias nobar film “99 Cahaya di Langit Eropa”.
Awalnya saya biasa aja, ga tertarik (he..he..).. karena belum baca novelnya mungkin ya??..

Film 99 Cahaya di Langit Eropa adalah film yang diangkat dari novel pengalaman Hanum Salsabiela Rais (kakak dari Tasniem Fauzia) yang menemukan pencerahan dan jejak peradaban Islam di Eropa selama beliau mengikuti suaminya menempuh pendidikan di  Austria.
Awal melihat film tersebut sudah sangat menarik bagi saya yang belum pernah ke luar negeri, apalagi ke Eropa (hahhaha.. :D).. Dengan latar belakang pemandangan alam dan suasana kota yang nyaman di beberapa negara Eropa seperti Austria dan Prancis, benar-benar membuat saya merasa sedang berada di sana..

 

 

Tapi dibalik ituuu semuaa… ternyata masih ada kesan yang tersisa di hati saya..
Pulang sambil membawa novel yang sudah ditandatangani mbak Hanum Salsabiela dan sampai sekarang belum habis saya baca, rasa-rasanya banyaaakk sekali pelajaran yang saya dapat dari film dan novel tersebut..
“Jadilah AGEN MUSLIM yang baik”.. itu inti yang saya dapat dari cerita film, dan sebaris kalimat pendek yang ditulis mbak Hanum bersamaan dengan coretan tanda tangan beliau di novel yang saya punya.
Simpel.. tidak aneh-aneh, tapi mengandung banyak makna.. dan mulai saya terapkan dalam kehidupan saya sehari-hari..

Lhooo.. kalau gitu dari dulu belum jadi “Muslim yang Baik” dong??  heheehe..
Manusia itu kan selalu berubah.. kalau sebelumnya selalu baik, tidak pernah keluar jalur, bisa saja jalan selanjutnya banyak kerikil dan godaan yang sewaktu-waktu akan menjerumuskan.. Itulah manfaatnya kita selalu belajar, memperbaiki diri dan tentu saja tidak lupa mohon ampun atas segala kekhilafan dan ketidaksempurnaan sebagai manusia.. *stoopp ceramahnya..*  Lanjuuttt….

 

Lewat film “99 Cahaya di Langit Eropa”, Hanum sepertinya ingin bercerita bahwa peradaban Islam di Eropa dahulu kala sangat berjaya dan duduk berdampingan dengan peradaban lain yang ada di sana.
Fakta-fakta yang ditampilkan dalam film seolah-olah membuka mata saya – dan tentunya penonton semua- bahwa semua itu nyata dan apa adanya…
Kenapa sekarang terasa begitu jauh antara Islam dengan dunia Barat, tentunya karena banyak faktor dan banyak oknum yang terlibat..
Dalam film ini seolah-olah penulis ingin mengajak,  “Kita bisa kok berdakwah dengan cara yang santun.. dengan cara yang manis.. tanpa harus mengedepankan kekerasan.. tanpa menomorsatukan peperangan..”
Berdakwalah dengan elegan, dengan memahami prinsip-prinsip kemanusiaan dan selalu menjaga Unity in Diversity..

Bukan tidak mungkin kan, dengan modal ilmu pengetahuan dan pemahaman, peradaban Islam di dunia barat yang belakangan mengalami kemunduran dan tidak berkuasa atas teknologi bisa saja berkembang dan mengulang kejayaan seperti yang terjadi di Eropa beberapa abad silam..

 

“Saat memandang matahari tenggelam di Menara Eiffel Paris, Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al-Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, saya bersimpuh. Matahari tenggelam yang saya lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun yang lalu.
Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih saying dan semangat toleransi antarumat beragama….”
.

 

Temukan HOT BUTTON Kita

 

Teman-teman pernah mendengar Hot Button..?? Apakah itu?? 🙂

Hot Button kalo tidak salah (pasti bener donk ya.. he3..) adalah kata lain untuk menggambarkan KEINGINAN TERBESAR alias MOTIVASI kita dalam hidup ini.

Bentuknya bisa bermacam-macam, karena setiap orang yang hidup itu pasti punya MOTIVASI.
Entah motivasi untuk sekolah, motivasi untuk bekerja, bahkan saat ingin tidur pun kita pasti punya motivasi. Apa motivasinya?? Biar badan segar, fisik tidak kelelahan, dsb.

Saya ingat waktu masih usia ABG dan duduk dibangku SMP ngefaaaanns buangett sama penyanyi luar yang namanya Tommy Page.

Gambar

Dipikiran saya waktu itu, Tommy Page alias TP (Tipi) adalah sosok sempurna.. Suaranya lembut, lagunya romantis dan… wajahnyaa.. ehhmmm.. pastinya cakep pula..

Saking ngefansnya niih, saya sampe punya cita-cita.. pengeeeenn bangat kirim surat ke dia ..
Alamat Fans Clubnya pun udah saya kantongi waktu itu, tinggal sisanya saya berjanji akan belajar Bahasa Inggris sebaik mungkin supaya bisa korespondensi dengannya..

Singkat cerita, karena motivasi itulah saya menjadikan Bahasa Inggris sebagai pelajaran favorit & selalu ditunggu-tunggu..
Inget banget, waktu itu sebagian besar teman sekelas pada benci dengan pelajaran Bahasa Inggris (kebetulan gurunya juga agak “killer.. he3..), tapi saya sangat menikmati, bahkan sepulang sekolah masih bela-belain ikut kursus Bahasa Inggris di tempat kursus swasta..

Alhamdulillah… tidak sia-sia..

Meski saya belum jadi kirim surat ke Tommy Page sampe sekarang, tapi ada satu peristiwa yang tak mungkin saya lupakan..
Menjelang kelulusan SMP saya mendapat hadiah dari guru Bahasa Inggris, karena terpilih sebagai Juara Ke-2 Peserta Ebtanas SMP Bidang Studi Bahasa Inggris Terbaik .. Hasil Ebtanas Bahasa Inggris saya cuma salah 2 waktu itu..

 

Ehhmm.. saya masih punya cerita kedua.. (maaf cerita lagi.. ) 😀

Kalo jaman ABG ngefans sama Tommy Page, lain lagi jaman kuliah… saya ngefans bangat dengan pengamat Politik dan Ekonomi asal Northwestern University, Amerika Serikat, yang bernama Jeffrey Winters..
Kekaguman saya disebabkan karena  saya & bapak (sekarang sudah Alm.) waktu itu sering banget nonton acara interview Jeffrey Winters di program berita televisi yang mengemukakan pandangan-pandangannya tentang krisis moneter dan situasi ekonomi politik Indonesia yang saat itu sedang “down’..
Entah kenapa saya sukaaa sekali dengan pandangan-pandangan politik dan caranya berbicara.. sampe pas baca surat kabar ada berita tentang dia saya jadi sedikit berkhayal, “Kapan yaa.. aku bisa ketemu Jeffrey Winters??”

Gambar

Sampai satu tahun kemudian setelah peristiwa baca koran itu…

Menjelang kelulusan kuliah, saya harus melakukan Praktek Kerja Lapangan alias Magang ditempat yang sesuai dengan jurusan yang saya pilih waktu itu, yaitu Komunikasi.
Daan.. entah kenapa, hati saya menuntun untuk menjatuhkan pilihan Magang sebagai Jurnalis di TVRI Jakarta..
Berbekal keberanian dan nekat, saya layangkan surat ke instansi tersebut, dan ga pake lama Alhamdulillah permohonan Magang saya diterima..

Hari-hari saya lewati dengan belajar mengejar nara sumber dan menulis berita dari wartawan-wartawan disana.. hingga akhirnya saya melihat di Jadwal Liputan Harian akan ada liputan tentang pemeriksaan Jeffrey Winters di Mabes Polri..

Huwwaaaa…. AKU HARUSSS IKUUTTT…. tekad saya saat itu 😀

Subhanallah… Allah mendengar doa saya..
Betapa tidak terbayangkan sebelumnya saya bisa berdiri di hadapan pengamat politik idola saya itu, bisa bertemu dengan orang yang selama ini cuma saya lihat dari televisi dan surat kabar..

Perasaan saya campur aduk ga karuan..  pengen nangis, tapi terharu dan bahagia karena Allah mengabulkan doa saya..
Dan inget banget, pulang dari liputan itu saya langsung sholat di kos-kosan sambil nangis terharu..  :p
Lebaaayy?? Ga papa, orang lain boleh menertawakan, tapi saya menganggapnya benar-benar sebagai anugerah….

 

Naahh.. terbukti kan, dari kisah nyata kehidupan saya di atas yang namanya Hot Button alias Motivasi itu ternyata penting sekali..

Bahkan jika kita bisa memasukkan Hot Button itu ke alam bawah sadar kita, rasa-rasanya segala tindakan yang kita lakukan dalam hidup ini bisa saja mengarah kesana..