Arsip Tag: Perempuan

Perjalanan Inspiratif ke Lombok bersama BTPN Syariah

Suasana pantai Senggigi dari halaman belakang Sheraton Senggigi Beach Resort

Memori masa kecil tentang Lombok tak akan pernah hilang dari ingatan. Pulau ini adalah tanah kelahiran yang banyak merekam jejak historis masa kecil dan pra remaja seorang Hastin Pratiwi. Meski darah yang mengalir di tubuh saya adalah darah asli Ngayogyokarto Hadiningrat, tapi jangan heran jika beberapa bagian diri, termasuk indera pengecap dan aksen bicara masih sering bercampur baur dengan segala sesuatu yang berbau suku Sasak di Lombok 🙂 Makanan masih suka yang asin dan pedas, logat bicara pun sama sekali tak mencerminkan layaknya seorang putri Kraton yang lemah lembut dan gemulai 😀

By the way, pulau Lombok ini terakhir saya kunjungi sekitar 3 tahun yang lalu, pada pertengahan tahun 2016, saat gempa dahsyat belum sempat mengguncang. Maka ketika 4 hari yang lalu saya mendapat tugas mendadak dari BTPN Syariah untuk berkunjung ke pulau ini, speechless sekali rasanya. Ini seperti impian dan passion yang terwujud, bisa ke Lombok lagi untuk sesuatu yang inspiratif, setelah adanya musibah gempa tahun 2018 lalu. Terus, bagaimana kisah seru (atau syahdu?) perjalanan berharga yang hanya satu hari ini? Yukk… baca terus, deh… Insya Allah kamu enggak bakalan bosan, apalagi bete, karena banyak pembelajaran yang akan kita dapatkan.

Ada Apa dengan BTPN Syariah dan Gempa Lombok 2018?

Mungkin belum banyak teman-teman yang tahu tentang visi dan misi PT. Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah, Tbk alias BTPN Syariah. Saya pun awalnya mengira bank ini sama saja dengan bank lainnya, terutama dalam hal pembiayaan bagi nasabahnya. Tapi ternyata tidak demikian. Perjalanan inspiratif ini membuat saya tersadar, “Oooohh…. ada juga ya bank yang seperti ini…

Jadi, BTPN Syariah ini sejak tahun 2010 ternyata menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang fokus menggalang dana dari keluarga sejahtera untuk disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif, khususnya dengan tujuan pemberdayaan kaum perempuan.

Kenapa harus perempuan yang diberdayakan oleh BTPN Syariah? Iyappp… karena perempuan dianggap sebagai individu yang sangat berpengaruh dalam sebuah keluarga, terutama dalam hal pendidikan anak dan pengelolaan keuangan keluarga.

Nah, pentingnya pendidikan anak melalui pembangunan sekolah yang berbasis pendidikan akhlak dan karakter inilah yang dibidik oleh BTPN Syariah agar angka probabilitas kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat. Salah satu perwujudannya adalah dengan melakukan renovasi gedung sekolah TK dan SD Aisyiah yang terletak di kota kecamatan Ampenan dan mengalami kerusakan parah akibat musibah gempa tahun lalu. Masya Allah, flashback banget jadinya, karena kota pelabuhan tua ini adalah kota kelahiran saya.

Menurut Kepala Sekolah SD Aisyiah 2 ibu Sri Rahmatiah, gedung SD Aisyiah ini sebelumnya kondisinya sangat memprihatinkan karena tak terjamah bantuan dari luar. Atapnya hanya ditutupi jerami dan sekat dindingnya hanya menggunakan triplek. Terkadang, bahkan ada ayam yang masuk ke dalam ruangan kelas untuk ikut “belajar” *hiksss…

Pihak BTPN Syariah kemudian memilih sekolah ini dari beberapa sekolah lainnya untuk dilakukan renovasi dan pembangunan aula baru dari hasil pengumpulan dana bantuan gempa para #BankirPemberdaya, yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 12 November 2019 ini.

Gedung sekolah baru SD Aisyiah 2 Ampenan, Kota Mataram

 

Gedung aula baru hasil donasi gempa karyawan BTPN Syariah

 

Ruang kelas baru di SD Aisyiah 2

Diungkapkan oleh Ainul Yaqin selaku Communication Head BTPN Syariah, untuk ke depannya BTPN Syariah akan terus mengembangkan visinya. Bukan hanya sekadar melakukan pembangunan infrastruktur saja, tetapi terdapat tujuan lain yang berkelanjutan dari renovasi gedung sekolah dan pembangunan aula ini. Bukan hanya para siswa yang bertumbuh, tapi juga guru serta masyarakat sekitarnya juga harus dapat berkembang. Salah satu caranya adalah memanfaatkan aula sekolah untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, tips pola hidup yang baik, pengasuhan anak, dan lain sebagainya. Intinya, ada niat baik yang ingin diwujudkan bagi kebaikan sesama.

Kunjungan ke Tempat Nasabah Inspiratif

Kunjungan saya ke pulau pedas ini memang cuma satu hari saja, tapi Alhamdulillah, banyak sekali ilmu dan pengalaman baru yang saya dapatkan. 

Hari Kamis tanggal 7 November saya berangkat dari Yogyakarta dengan pesawat jam 06.00 pagi. Transit dahulu di Surabaya selama 2 jam, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke  Bandara Internasional Lombok yang waktu tempuhnya sekitar 1 jam dari Surabaya. Sekitar jam 12.00 siang pesawat landing di Bandara Lombok dan saya sudah dijemput oleh driver dari tim BTPN Syariah.  Kemudian kami langsung menuju lokasi sekolah bantuan gempa di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Sampai di sekolah tersebut saya bertemu dengan banyak teman-teman media lainnya, baik dari wilayah NTB maupun dari Jakarta. Sebagian besar mereka adalah wartawan khusus bidang Ekonomi yang ditugaskan mewakili medianya masing-masing.

Usai acara liputan di TK dan SD Aisyiah Ampenan, kami makan siang sejenak di sebuah resto dengan arsitektur rumah Belanda kuno. Namanya “Roemah Langko“. Ini kali kedua saya mengunjungi resto ini, karena 3 tahun yang lalu juga pernah datang ke sini. Jadi tugas ke Lombok ini benar-benar seperti flashback 3 tahun yang lalu… 🙂

Selesai acara makan siang, perjalanan liputan dilanjutkan ke Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Ada seorang nasabah BTPN Syariah yang sangat inspiratif di kecamatan ini, namanya ibu Rehani. Beliau adalah seorang pengepul rajungan yang berhasil menjadi perempuan pemberdaya di desanya.

Ibu Rehani, perempuan pengepul rajungan di Kec. Lembar, Lombok Barat

Berawal dari modal pinjaman ke BTPN Syariah sebesar Rp 3 juta saja, ibu Rehani yang telah ditinggal wafat suaminya dan hidup bersama 2 orang anaknya, dalam waktu 4 tahun terakhir berhasil memfasilitasi para nelayan di daerahnya dengan membelikan alat bubu (jaring) agar para nelayan dapat menangkap rajungan dan menyetorkan hasilnya kepada ibu Rehani. Bukan itu saja. Ibu Rehani juga berhasil memberdayakan para istri nelayan untuk bekerja membantu pengolahan daging rajungan di rumahnya.

Rajungan yang sudah dimasak dan diletakkan di dalam es agar tetap segar. Penyimpanan menggunakan es lebih awet daripada cooler.

 

Rajungan yang sudah diambil dagingnya

Setiap hari ia membeli 1 kuintal rajungan dan melakukan pengiriman rajungan ke beberapa pemasok besar di Surabaya, untuk kemudian diekspor ke luar negeri. Siapa sangka, dengan wajah dan tutur kata beliau yang polos dan penuturan bahasa Indonesia yang agak tercampur dengan bahasa Sasak, beliau sudah sering berhubungan bisnis dengan para pemasok dan distributor besar. Dalam 1 bulan ibu Rehani biasa melakukan 6x pengiriman, di mana setiap 1x pengiriman rajungan keuntungannya sekitar Rp 3juta. Jadi silakan hitung saja sendiri ya, berapa omsetnya dalam 1 bulan. Luarrrr byasakkk, bukan? Lucunya, ibu Rehani ini aslinya buta huruf dan tidak dapat membaca, lo. Beliau justru menjadi paham tulis-menulis setelah menekuni bisnis rajungan ini. 

Bertemu dengan Community Officer Inspiratif

Waktu menunjukkan hampir pukul 17.00 WITA saat kami ke luar dari rumah ibu Rehani. Rencananya perjalanan akan langsung dilanjutkan menuju “Menega“, sebuah tempat makan di pinggir pantai untuk menyaksikan indahnya view matahari terbenam di area pantai Senggigi. Ada 2 mobil yang terpisah saat itu. Saya bersama mas Sofyan (seorang teman wartawan dari Bima) dan bapak Ainul Yaqin, (Communication Head BTPN Syariah) di mobil yang lebih kecil. Sementara rombongan wartawan lain berada di mobil yang lebih besar. Mobil yang lebih kecil memutuskan check in ke hotel terlebih dahulu, sementara mobil satunya langsung menuju ke Menega. 

Halaman belakang Sheraton Senggigi Beach Resort

Syukurlah, kesempatan singgah di hotel ini saya gunakan untuk memercikkan air ke badan dulu sejenak, berhubung badan sudah terasa lengket karena sejak berangkat dari Yogyakarta jam 4 pagi tadi belum bersih-bersih lagi. Kami semua diberi kehormatan oleh BTPN Syariah menginap di Sheraton Senggigi Beach Resort, salah satu hotel berbentuk resort bintang 5 di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Sebenarnya begitu masuk kamar dan melihat tempat tidur putih bersih rasanya sih pengen langsung ndlosoran kwkwkwk….. tapi apa daya acara berikutnya sudah menunggu. Saya hanya sempat mengambil dokumentasi video senja hari di halaman belakang hotel sejenak, kemudian mandi. Setelah itu berusaha menyemangati mata yang mulai berat… “Ayoooo…. kalau cuma mau tidur ngapain jauh-jauh ke Lombok?” heheheee….

Jam 19.30 WITA kami menuju Menega dan bertemu dengan teman-teman lain yang sudah menunggu di sana. Satu meja panjang di tepi pantai sudah digelar. Ada sekitar 10-12 orang saat itu. Di sekelilingnya banyak pedagang suvenir menggelar dagangan mereka, dari mulai aksesoris khas mutiara, kaos, kain, dan barang-barang tradisional lainnya.  Harganya pun ternyata lebih murah, lo, dibandingkan membeli di pusat kerajinannya langsung.  Sayangnya, saya lupa untuk mengabadikan momen indah di Menega ini. Entahlah apa yang merasukiku sehingga melupakanmu… *tsahhh

Nah, di Menega ini, kami diberikan kesempatan bertemu dengan seorang Community Officer (C.O) BTPN Syariah. CO ini bahasa bisnisnya kalau di dunia pemasaran adalah seorang Account Officer (marketer) yang merupakan lini terdepan bank untuk bertemu dengan para nasabah.  Uniknya, tim CO BTPN Syariah ini dinamakan Melati Putih Bangsa. Mereka adalah para lulusan SMA/SMK yang dididik untuk dapat memotivasi dan memberikan ilmu kepada nasabah prasejahtera, baik tentang kesehatan, manajemen keuangan, kedisipinan, dll.

Di sinilah letak perbedaan antara #BankirPemberdaya BTPN Syariah dengan bankir dari institusi perbankan yang lain. #BankirPemberdaya BTPNS diharapkan dapat menjadi teladan bagi para nasabah prasejahtera mereka dalam hal kedisiplinan, motivasi, percaya diri, dan berbagai hal positif lainnya. Bukan hanya saya yang salut dengan cara kerja bisnis pembiayaan dari BTPN Syariah ini, teman-teman wartawan lain pun merasa kagum dan baru kali ini menemui hal seperti ini. 

Tim CO inspiratif yang bertemu dengan kami malam itu adalah seorang gadis manis bernama Nining (Ni Wayan Suryaningsih). Gadis asli Bali yang telah 4 tahun menjadi CO ini menjelaskan perjuangannya menjalani profesi yang dicintainya. Meskipun bukan seorang muslimah, tidak menjadi penghalang baginya untuk bekerja di bank yang menggunakan sistem syariah. Bahkan ada beberapa nasabahnya yang juga bukan seorang muslim. Dan mereka juga tidak masalah dengan adanya sistem syariah yang digunakan oleh BTPNS.

Dari mbak Nining ini saya belajar banyak tentang BTPN Syariah. Betapa bank ini sangat memerhatikan karyawannya, mulai dari lini terbawah sekalipun. Para CO yang seluruhnya perempuan ini disediakan wisma khusus di daerah yang dekat dengan lokasi nasabah prasejahtera mereka. Kendaraan pun khusus kendaraan manual, tidak boleh menggunakan kendaraan matic, karena medan yang dihadapi cukup berat, harus masuk ke berbagai pelosok desa.

Community Officer bertemu dengan nasabah prasejahtera (Foto: BTPNSyariah.com)

Ketika ditanya, apa yang membuat para nasabah prasejahtera tertarik menabung dan melakukan pinjaman di BTPN Syariah? Dijawab oleh mbak Nining, karena para CO fokus kepada pelayanan terbaik bagi nasabah prasejahteranya. Bukan hanya menarik uang sja, tetapi lebih dari itu, para nasabah juga diberikan tips khusus, seperti tips cara mengatur keuangan, tips kesehatan, bahkan ada yang meminta diberitahu tips tentang rambut beruban 🙂 Intinya, para CO ini seperti tempat curhat dan menjadi seorang guru/leader bagi para nasabahnya.

Nining juga bercerita, dari 4 tahun menjalani profesi CO ini ia sudah berhasil mencicil rumah untuk kedua orang tuanya dan membiayai kuliah adiknya. Saat ini ia sedang dalam masa promosi untuk menjadi seorang SCO (Senior Community Officer), jabatan yang lebih tinggi lagi di atas CO. Kita doakan bersama ya, mbak Nining dapat terus berprestasi dalam profesinya ini.

Malam itu saya kembali ke hotel dengan membawa banyak memori berharga. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saya sudah bertemu dengan aneka karakter manusia dan profesi mereka masing-masing. Dan semuanya sungguh inspiratif sekali. Dari mereka semua saya banyak belajar bahwa perjuangan hidup saya belumlah seberapa dan tak ada apa-apanya dibanding mereka.

Saya (no. 2 dari kiri) bersama teman media dan tim BTPN Syariah. Terima kasih BTPNS… (Foto; dok. Rony/Harian Nusa)

Terima kasih BTPN Syariah atas kesempatan yang diberikan. Saya belajar banyak hal tentang sisi lain perbankan syariah dari institusi ini. Bukan sekadar berfokus pada pembangunan yang bersifat materi saja, tapi jauh di balik itu ada tanggung jawab moral mengubah mental dan karakter para nasabah prasejahtera dan keluarganya menjadi lebih berdaya guna.  Luar biasa….

Baca Juga

3 Cara Menghindari Fitnah sebagai Seorang Wanita, Sudah Siapkah Kamu?

Image: Google.com

.
Siapa pun tahu bahwa saat ini peran dan aktivitas wanita begitu besar di tengah masyarakat. Hampir semua tugas pria yang tadinya begitu mustahil dilakukan wanita, saat ini menjadi mungkin dikerjakan oleh kaum hawa. Arsitek, petugas keamanan, supir, sampai kepada pekerja bangunan, wanita tetap bisa ambil bagian. Seolah tak ada pekerjaan yang tak mampu kami kerjakan.
.
Namun di balik itu, jangan lupa, bahwa ada kehati-hatian yang harus tetap kita jaga sebagai seorang wanita, terutama bila kita adalah seorang muslimah. Baik sebagai muslimah yang singlelillah, maupun yang telah memiliki pasangan. Akan ada banyak fitnah dan kerusakan yang timbul apabila seorang wanita tidak dapat menjaga diri dan adab dirinya, termasuk rasa malunya.
.
Hal ini telah dikatakan oleh Rasulullah Saw sejak dahulu kala, bahwa di antara fitnah harta, dunia, dan anak-anak, fitnah wanitalah yang paling berbahaya bagi kaum pria.
.
“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)
.
Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir adanya fitnah terhadap diri pribadi seorang wanita, khususnya bagi para muslimah. Ini sekaligus sebagai pengingat juga untuk saya, karena sungguh, godaan bagi wanita di akhir zaman ini sangat berat dan tipis sekali batasannya antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi jika kita tidak mau mempelajari lebih dalam lagi.
.
Perbaiki Adab dan Akhlakmu
.
Bukan rahasia lagi bahwa seorang wanita adalah calon ibu dari anak-anaknya. Sekolah pertama bagi buah hatinya. Dan perhiasan terindah bagi suaminya. Maka mutlak diperlukan keindahan akhlak dan adab untuk diwariskan, terutama bagi generasi penerusnya kelak. Tentunya semua butuh waktu dan proses, tidak bisa langsung instan mengubah diri secara sempurna. Maka, belajar dan terus menimba ilmu rasanya menjadi sebuah kewajiban bagi seorang ibu. Bukankah saat ini belajar dapat dilakukan dari mana saja? Kuliah WA, ceramah di FB, kajian live di IG? Masya Allah, semuanya Allah permudah tanpa kita harus keluar rumah.
.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah…”
(HR. Muslim no 1467)
.
Tutuplah Auratmu
.
Seorang muslimah diwajibkan menutup auratnya agar ia lebih terjaga dari gangguan dan sebagai identitas untuk dirinya. Batasan aurat bagi wanita telah disebutkan di dalam hadis dan beberapa ayat Alquran, yaitu seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan wanita.
.
“Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (Rasulullah berkata seraya menunjuk muka dan telapak tangannya…” (HR. Abu Dawud)
 .
Dalam suatu kajian pernah disebutkan bahwa seorang pria jika diibaratkan adalah seperti kucing yang selalu merindukan ikan asin 🙁
Apabila ia mencium bau ikan asin dari kejauhan, ia akan terus mencari dan mendekati ikan asin itu. Apabila ikan asin dibiarkan terbuka dan sama sekali tidak terjaga, tentunya kucing tersebut akan mudah menemukan dan menyantap ikan tadi. Namun, apabila ikan asinnya dalam keadaan tertutup dalam wadah yang rapat dan terlindungi, kucing tak akan mampu menemukan dan mengoyaknya begitu saja.
.
Begitu pula analogi antara pria sebagai kucing, dan wanita sebagai ikan asin. Sederhana, tetapi cukup masuk di akal. Bahwa hijab kita sebagai penutup aurat setidaknya akan mampu membendung syahwat dari para lawan jenis.
.
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang….” [QS. Al Ahzab : 59].
.
Di sini jelas disebutkan, “Mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka…” Berarti jilbab yang disyariatkan memang sudah tertulis secara detail ya, man-teman 🙂 Harus panjang dan menutupi seluruh tubuh. Hanya saja kita, *termasuk saya pastinya yang masih jauhhh dari sempurna, kadang sering tergoda menggunakan beragam gaya 🙁 Padahal jilbab yang baik adalah yang sederhana dan tak mengundang banyak lirikan mata.
.
Jagalah Hatimu dan Miliki Rasa Malu
.
Hati adalah cerminan seluruh tubuh. Kebaikan hatimu akan tercermin dalam pikiranmu. Pikiranmu akan muncul dalam lisanmu. Lisanmu akan menampilkan karakter dirimu. Maka pandai-pandailah kita menjaga hati dan mengontrol diri.
.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati…” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Satu lagi yang mulai terkikis di zaman ini adalah mulai hilangnya perasaan malu. Padahal sesungguhnya, Allah Maha Pemalu, seperti sabda yang Rasulullah Saw ucapkan,

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup aib, dan mencintai rasa malu dan sikap suka menutup aib…” (HR Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani).

Bahkan yang bikin hati sedikit miris, sempat baca sebaris nasihat di media sosial, bahwa wanita di akhir zaman ini lebih mementingkan kecantikan dan permasalahan jodohnya, daripada menyibukkan diri untuk memperbaiki ilmu agamanya.

Tulisan ini merupakan selfreminder juga buat saya. Semoga kita sebagai muslimah senantiasa Allah jaga dari fitnah dan segala keburukan dunia yang mengakibatkan kehormatan diri menjadi tak berarti lagi.
.
Na’udzubillahimindzalik.
.
#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

BTPN Syariah, Fokus pada Pemberdayaan Keluarga Prasejahtera dan Kaum Perempuan Melalui #BankirPemberdaya

 
Kondisi ini menjadi salah satu dasar dari PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah, Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan BTPN Syariah untuk kemudian seratus persen memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif dan pemberdayaan kaum perempuan di Indonesia.
Untuk teman-teman  ketahui, BTPN Syariah resmi dibentuk pada 14 Juli 2014. Tapi beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada bulan Maret 2008, BTPN Syariah telah memiliki kantor cabang syariah pertamanya di Bandung dengan 49 orang karyawan. Peresmian kantor cabang pertama di tahun 2008 itu dilakukan setelah membentuk beberapa Unit Usaha Syariah yang bertujuan memenuhi kebutuhan perbankan syariah, mendanai UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) dan menyediakan fasilitas gadai bagi nasabahnya.

Bagi BTPN Syariah, melayani segmen keluarga prasejahtera produktif yang sering disebut dengan istilah “unbankable”  tentunya bukan hal yang mudah. Ini merupakan tantangan, tapi sekaligus juga peluang. Karenanya, BTPN Syariah berusaha menciptakan produk dan memberi layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.

Salah satu lini terdepan yang berperan penting dalam pemberian motivasi kepada para nasabah yang mayoritas adalah kaum perempuan dari keluarga prasejahtera produktif, adalah tim Community Officer BTPN Syariah. CO BTPN Syariah yang terdiri dari para lulusan SMA dan disebut dengan Melati Putih Bangsa ini menjadi role model bagi para nasabah BTPN Syariah agar memiliki sikap Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS).

By the way, BTPN Syariah saat ini memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia dan 41 Kantor fungsional operasional. Ada sekitar 12.000 Community Officer yang siap mendatangi langsung ke sentra-sentra nasabah di hampir 70% total kecamatan di Indonesia. Tentunya nasabah yang berada di pedesaan sangat terbantu, ya, dengan adanya sistem jemput bola seperti ini.

Dan satu lagi, sebagai bank yang juga menghimpun dana, saat ini ada sekitar 20.000 orang nasabah sejahtera yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nah, hampir 100% dana yang berasal dari nasabah sejahtera tersebut kemudian disalurkan lagi kepada keluarga prasejahtera produktif yang saat ini jumlahnya mencapai 3,6 juta orang nasabah aktif.

Tidak mengherankan jika pada semester pertama tahun 2019 ini BTPN Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang sehat sebesar 24%, yaitu dari Rp 6,87 triliun menjadi Rp 8,54 triliun pada periode yang sama di tahun 2018.

Pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan ini tentunya merupakan buah dari konsistensi perusahaan untuk terus memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif sejak tahun 2010.

Saya bersama Ainul Yaqin, Communication Head BTPN Syariah (tengah) dan drg. Decky (kanan). “Do Good Do Well” membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.

Seperti disampaikan oleh Ainul Yaqin, Corporate Communication Head BTPN Syariah, prinsip kemanfaatan dan pemberdayaan benar-benar dikedepankan oleh BTPN Syariah, sesuai visi dan misi untuk bersama-sama menciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti, sekaligus menjadi bank syariah terbaik untuk membantu mengubah hidup jutaan rakyat Indonesia.

Keyakinan untuk ‘Do Good Do Well’ (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata) inilah, yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.

Ayo… kamu juga bisa lo, berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan dengan segenap potensi dan passion yang kamu miliki! Dengan mengikuti berbagai komunitas yang sesuai dengan passion-mu, baik online maupun offline, dan melakukan banyak hal bermanfaat, insya Allah kita semua bisa benkontribusi demi perbaikan kehidupan yang lebih baik lagi. Setuju?

Senandung Sakinah, Buku Ke-2 dari Geng Salihah Menulis untuk Para Single Lillah Agar Istiqomah di Jalan Allah

Geng Salihah Menulis?? Siapa sih mereka? Adakah teman-teman pernah mendengarnya? 🙂

Yup, Geng Salihah Menulis, atau lebih sering kami sebut dengan akronim GSM, adalah sekumpulan penulis muslimah muda belia yang berbakat (hahhh…. muda belia? Enggak salah?) hehheheeee…. Enggak muda-muda banget siiihhh, bahkan ada yang ketuaan macam saya hahhaa… 🤐

Jadi… kita kenalan dulu ya, para hadirin. GSM ini terdiri dari 9 orang penulis, termasuk saya, yang domisilinya berpencar dari Sabang sampai Merauke, bahkan ada yang di luar sono. Ada yang tinggal di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogya, Kaltim, dan Malaysia. Lucunya, saya sama sekali belum pernah bertemu, lho, dengan mereka. Kami hanya berkomunikasi secara online lewat WA grup dan saya pun belum pernah sekalipun menelepon mereka. Whattt?? ^^

Anehnya, meski belum pernah bertemu, hati kami terasa sungguh dekat. Geng yang sudah seperti adik kakak ini mulai terbentuk tanggal 22 Desember 2017. Saat itu saya baru 2 bulan menekuni dunia kepenulisan artikel. Nah, gegara sama-sama nyemplung dalam satu grup WA penulis artikel UC News, akhirnya saya diajak untuk membuat satu buku antologi bersama 8 penulis lainnya. Ini merupakan ide dari ibu Ketua GSM yang juga founder platform Estrilook, bernama Milea.. *ehh… bukan, Dears, salah ternyataaa… Namanya Muyassaroh 🤣

Mbak Muyass yang masih muda dan imut inilah yang sering menjadi inspirasi saya dalam menulis, karena tenaganya seolah tak pernah ada habisnya. Nulis bisa, pintar masak, jago gambar, hobi nyuci dan seterika, pintar jadi bos untuk karyawan dan komunitasnya di Estrilook, semua dibabatnya 😁 Udahh, ahhh, enggak usah cerita terlalu banyak tentang dia ya, ntar dia kesenengan.. 🙄

Buku Pertama GSM

.

Perempuan Pemetik Cahaya (PPC) merupakan buku antologi pertama kami. Buku ini terbit pada bulan Agustus 2018 dengan mengambil tema non fiksi. Isinya tentang 9 orang perempuan muslimah inspiratif dari dalam dan luar negeri yang berkarya dengan passion mereka masing-masing.

Ada kisah tentang Hakim Agung wanita di New York, peraih Nobel Perdamaian Termuda, perancang busana muslim Swedia, dan beberapa tokoh muslimah inspiratif dalam negeri. Buku ini ingin memberikan semacam suntikan semangat, khususnya bagi kaum wanita, bahwa perempuan itu selalu dapat menginspirasi di manapun berada, meski dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Buku Kedua GSM

.

Setelah PPC, buku antologi berikutnya Alhamdulillah terbit pada bulan November 2018. Judulnya, Senandung Sakinah (Perjuangan Cinta Single Lillah Menggapai Jodoh)

Sedikit berbeda dari PPC, buku ke-2 ini mengusung kisah semi fiksi. Buku SS berisi 9 cerita pendek tentang penantian jodoh secara syar’i, beserta aneka tips dan motivasi untuk kamu yang sedang sendiri. Hampir semua ceritanya berdasarkan kisah nyata, jadi recommended banget untuk kamu yang masih sendiri, ataupun untuk kado pernikahan, karena ceritanya dikemas sederhana dan apa adanya.

.

Alhamdulillah, banyak pembaca yang merespon positif kisah dalam buku tersebut. Pemesan datang dari berbagai pulau, seperti Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Lombok. Masya Allah, semoga bukunya bermanfaat, ya 🙂

Terusss, buku ke-3 dan ke-4 ada tak?

Jangan khawatir man-teman, insya Allah buku ke-3 dan ke-4 juga sudah jadi, lho, naskahnya. Tinggal masuk ke penerbit. Waahhh, pasti pada mikir, kok produktif banget, sih, GSM?? Iyesss…. karena kita kan masih muda belia, banyak ide dan kreativitas menggelora #uhhukkkk wkwk 😂

Eh, enggak terasa udah dini hari aja, nih, kebanyakan cerita 😍 Udahan dulu, ya, besok kita sambung lagi. Doakan saja kami ber-9 senantiasa sehat, bahagia, dan selalu akurrrrr terus, enggak berantem dari anak sulung sampai anak bungsu hehheee 😅

Aamiin… 💕

💜💙💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Yang Diinginkan Wanita dari Seorang Pria

Pria dan wanita adalah dua insan yang sudah pasti berbeda. Bagaikan bumi dan langit, siang dan malam, dan tentunya seperti matahari dan bulan yang tiada pernah dapat terbit bersamaan. Namun mereka semua dapat seiring sejalan, dan tetap setia beredar sesuai ketentuannya.

Kamu pasti tahu banget, dibanding pria, wanita cenderung lebih tertutup dan enggan mengungkapkan perasaannya. Mereka sering menggunakan simbol atau kiasan tertentu untuk mengatakan isi hatinya. Inilah yang tampaknya perlu dipelajari oleh pria, mengingat kaum prialah yang menjadi ujung tombak rumah tangga dalam suatu hubungan keluarga.

Apa saja sebenarnya yang wanita inginkan dari karakter seorang pria? Ehemmm….

Teman bicara yang baik

Wanita adalah makhluk yang pada dasarnya hobi bercerita. Nationalgeographic.co.id (14/6/2015) melansir, wanita bicara tiga kali lebih banyak dari pria. Pantesss ya… 😄 Meski ada beberapa wanita yang tampak sedikit tertutup, ternyataaa bicara merupakan hal penting bagi wanita. Jika ingin mendekati atau mengambil hatinya, cobalah ajak wanita bicara dan bercerita. Dijamin ia akan mulai memperhatikan pria yang berani mengajaknya berbicara.

Berkata tegas, namun lembut

Sekeras apapun karakter seorang pria, tak ada wanita yang suka dibentak. Mungkin ada tipikal wanita yang tomboy dan terkesan cuek, namun tetap saja pada dasarnya wanita telah diberikan naluri keibuan yang menyebabkan hati mereka lebih sensitif daripada pria.

Mencintai dan menyayangi wanita dengan tulus, bukan sekadar nafsu

Jika banyak pria tertarik pada wanita melalui ketertarikan secara fisik, sebaliknya, wanita lebih menghargai pria yang tulus menyayanginya meskipun si pria secara fisik tampak biasa saja. Perasaan selalu ingin dicintai ini adalah hal paling naluriah dari seorang wanita. Jadi gak perlu heran kalau kita sering menemukan pasangan yang istrinya cantik, sementara sang suami biasa-biasa saja. Itu artinya, si pria tersebut telah berhasil menyentuh hati pasangannya ☺

Perhatikan hal-hal kecil, misalnya tanggal lahir atau hari jadi pernikahan

Wanita selalu suka apabila pasangannya mengingat hari lahir atau hari pernikahan. Tidak selalu harus romantis atau memberi kado. Sekadar memberi ucapan selamat dan pelukan sayang, dijamin mampu meluluhlantakkan hati wanita.

Image : herworld.com

Setia, tidak tebar pesona

Sifat utama yang wanita inginkan dari pria adalah setia dan tidak perlu tebar pesona kemana-mana apabila telah berani membuat komitmen dengannya. Segala kebaikan dan kasih sayang dari seorang pria akan hilang tak berarti seketika, apabila si pria tak mampu menjaga hatinya hanya untuk satu wanita saja. Bukankah pria pun demikian adanya, selalu ingin pasangan wanitanya menjaga hati untuk dirinya saja?


Apakah pasanganmu telah memiliki beberapa karakter idaman diatas? Jika ya, berbahagialah ☺ Kalau belum? Berjuanglah dan komunikasikan dengan pasangan. Pasangan yang baik pasti mau mengerti, kok, apa yang diharapkan oleh belahan jiwanya… ☺

Baca juga : Kenapa Perempuan Harus Bahagia?

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6

Kenapa Perempuan Harus Bahagia??

Beberapa hari terakhir ini, begitu viral di media sosial topik tentang Sekolah Ibu bagi perempuan. Dengan tujuan untuk menghindari terjadinya perpisahan dalam rumah tangga, topik ini menjadi menarik dibahas di era kesetaraan gender saat ini. Banyak pro dan kontra muncul dari tulisan sang pejabat yang dulunya adalah seorang artis sinetron tersebut di akun Instagramnya.

Tapi, saya tak hendak berkomentar tentang hal itu. Dalam setiap perencanaan kebijakan, pasti akan ada yang namanya pro dan kontra. Dan kamu pasti tahu, masyarakat kita juaranya kalau soal adu argumentasi seperti itu.
Karena saya adalah seorang perempuan, maka saya ingin menyoroti dari kacamata sebagai seorang perempuan pula.

Semua orang tahu bahwa kehadiran seorang perempuan atau ibu dalam sebuah rumah tangga, bak lentera dalam kegelapan. Begitu kelam dan sunyi rasanya apabila rumah tangga kehilangan sentuhan kaum hawa. 

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana rasanya jika ibu yang sangat kita sayangi sedang dalam kondisi sakit? Rumah yang biasanya ramai oleh rentetan suara tawa dan omelan ibu, mendadak sepi. Bisa jadi berantakan pula, karena tak ada tangan lembut namun kokoh yang biasanya menata dan membersihkannya. Dunia serasa kehilangan mataharinya.

Dari kondisi di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa keberadaan seorang perempuan dalam rumah tangga amat sangat penting sekali (luberrrr banget nih, kalimatnya hehhee…).

Bukan berarti keberadaan laki-laki nggak penting, lho, ya. Justru, laki-laki sebagai kepala keluarga adalah tonggak dan tiangnya sebuah rumah tangga. Maka, sebagai seorang nakhoda dari kapal yang sedang berlayar, ia harus sangat berhati-hati membawa kapal dan penumpangnya mengarungi lautan lepas. Agar apa? Agar saat muncul badai di lautan, kapalnya tidak menjadi karam.

Caranya bagaimana? Bekerjasamalah dengan pasangan hidupmu mencari jalan dan solusi terbaik agar kapal itu tidak karam di lautan. Seorang nakhoda tetap butuh saran dan nasihat, sementara penumpang juga butuh orang yang pintar untuk mengendalikan kapalnya.

Sebenarnya, perempuan itu mudah, lho, diambil hatinya. Buatlah ia BAHAGIA secara hati atau batin terlebih dahulu. Kalau perempuan sudah tersentuh hatinya, apapun yang diminta laki-laki pasti ia ikhlaskan. Jangankan cuma hatinya, harta dan dirinya pun akan ia ikhlaskan untuk pria yang dicintainya. 

Masih ingat kisah Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu anha? Betapa beliau yang adalah seorang wanita kaya dan terpandang Quraisy rela menikah dan menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah, karena jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Muhammad.

Apa sesungguhnya yang membuat Ummul Mukminin Khadijah r.a menolak lamaran para pemuka masyarakat Arab saat itu, dan justru menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh pemuda yatim piatu yang diriwayatkan lebih muda 15 tahun dari dirinya tersebut? Tidak lain dan tidak bukan karena KELUHURAN AKHLAK Muhammad. Betapa luhur dan baiknya akhlak seorang suami terhadap istrinya merupakan salah satu cara agar perempuan sampai pada level BAHAGIA dalam menjalani kehidupannya.

Kalau hati perempuan atau seorang ibu sudah ada pada level BAHAGIA tadi, dijamin, insya Allah, kehidupan rumah tangga dan anak-anakmu juga bahagia.

“…Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku…” (Hadits Riwayat At-Thirmidzi)

Nah, sekarang kita bikin list, yuk, kenapa seorang perempuan itu harus dan wajib BAHAGIA?

Perempuan adalah Seorang Istri

Keceriaan dalam rumah tangga ada pada bahagianya seorang istri. Istri yang bahagia akan membuat hati suaminya bahagia, rezeki suami barokah, dan hati suami pun menjadi tenang.

Perempuan adalah Seorang Ibu

Kebahagiaan seorang perempuan akan menular pada anak-anaknya. Perempuan yang bahagia akan mampu mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anaknya secara bahagia pula. Jangan lupa bahwa naluri ibu dan anak itu sering terhubung. Apabila ibunya stres, uring-uringan, tertekan, dan dalam kondisi yang tidak bahagia, anak pun dapat tertular kondisi demikian.

Jadi sebagai kepala keluarga, sangat penting bagi seorang suami untuk menjaga perasaan istrinya, karena itu juga berarti menjaga kebahagiaan anak-anaknya.

Perempuan adalah Makhluk Perasa, Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok

Tipikal perempuan sebenarnya mudah memaafkan. Walaupun terlihat lebih emosional dibandingkan laki-laki, tapi setelah kondisi mereda biasanya hati mereka pun cepat luluh kembali. Dan ini memang sudah diatur dari sananya.

Betapa kita tak pernah tahu maksud dari Allah Swt menciptakan perempuan dengan segala keunikan karakternya. Kaum pria harus ekstra hati-hati meluruskan tulang rusuk yang bengkok ini, karena kalau salah cara, tulangnya jadi patah, gelasnya pun jadi pecah. Gawat, deh… ☺

Keunikan lainnya, meski sekilas tampak rapuh, bukan rahasia lagi jika sebenarnya ketahanan perempuan justru lebih besar berkali-kali lipat daripada laki-laki. Itulah kenapa, lebih banyak kasus perselingkuhan dilakukan oleh pria daripada wanita, karena wanita sebenarnya lebih tahan banting kala menghadapi banyak tekanan dalam kehidupannya.

Meski demikian, tak ada satupun pembenaran, ya, bahwa adanya konflik dalam rumah tangga kemudian menjadikan bolehnya menjual kesetiaan. Ohh… tidakkk!! Kau tak boleh melakukan itu…!! *kata Sponge Bob

Bukan bermaksud untuk subyektif beropini karena saya adalah perempuan. Tapi memang suatu fakta bahwa perempuan yang BAHAGIA adalah kunci dari bersinarnya rumah tangga. Rasanya tak perlu jauh-jauh mengikuti Sekolah Ibu untuk mengurangi konflik dalam rumah tangga bagi perempuan, jika saja seorang kepala keluarga mampu menjadi guru dan pemimpin terbaik bagi istrinya.

Intinya, dalam suatu rumah tangga harus ada keinginan untuk sama-sama terus belajar dan saling memperbaiki diri dari keduanya, bukan hanya salah satu pihak saja ☺ Wallahu a’lam… 💕

💙💚💜

#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Skin Care Oriflame, Alami kah..?

Royal Velvet & Ecollagen Whitening
Royal Velvet & Ecollagen Whitening

Kalau ada yang tanya, produk Oriflame apa yang jadi favorit saya, rasa-rasanya hampir semua produknya, mulai dari body care (sabun, body cream, deodoran, dll) sampe skin care rasanya aman-aman dan enak-enak aja..

Ga ada masalah, bahkan untuk kulit saya yang sensitif dan alergian sejak lahir ini.

Tapi memang dari semua produk yang ada, yang harus melewati perjalanan panjang adalah dalam pemilihan produk skin care (perawatan wajah).

Dulu saya pernah pake krim dokter dari salah satu klinik terkenal di Indonesia. Betul, 2 hari kulit wajah langsung mulus dan bebas jerawat.. 🙂

Tapi ketika akhirnya suatu hari saya tidak sengaja terlalu banyak mengaplikasikannya di wajah dan langsung gatal-gatal, sadarlah saya ada yang tidak beres dengan krim tersebut.

Beralihlah saya ke skin care merek lain yang juga enak dipakai.

Sampai suatu hari skin care itu habis dan saya belum sempat beli. Ajaib, jerawat langsung muncul dimana-mana. Kulit jadi berubah teksturnya.

Ketauan lagi kan, ada yang ga beres dengan produk yang ini juga..

Singkat cerita, saat bergabung di Oriflame, saya memutuskan untuk menggunakan skin care Ecolagen untuk mengatasi tanda penuaan dini.

Karena kulit saya bermasalah, butuh waktu 8 bulan baru ngefek, wooowww..!!

Pasti pada mikir, lama banget ya?? ^_^

Iya, sekali lagi karena kulit wajah saya memang bermasalah.

Dan harap diketahui bahwa produk Oriflame pun bukan produk dengan hasil instant. Minimal 4 minggu baru terlihat hasilnya, dengan catatan, pada kulit yang sehat, bukan kulit yang bermasalah.

Untuk kulit yang bermasalah, skin care Oriflame butuh waktu untuk mendetoksifikasi bahan-bahan dari skin care yang sebelumnya.

Dalam waktu yang bersamaan dengan pemakaian Ecollagen di siang hari, saya menggunakan skin care Royal Velvet untuk perawatan di malam hari.

Pasti ada pertanyaan, kok pakenya 2 macem?? Ga salah??

Nah ini dia.. 🙂

Di Oriflame kita bisa mengkombinasikan day dan night cream dari jenis yg berbeda untuk mencari formula yg paling tepat utk kulit wajah kita, karena hanya kita sendiri yg paling tau apa yg dibutuhkan kulit wajah masing2.

Dan bulan Maret ini Oriflame meluncurkan produk skin care terbaru dengan nama True Perfection.30872_2

Sesuai namanya, “Kesempurnaan Sejati”, ini adalah rangkaian perawatan dari ekstrak Persian Silk Tree untuk kaum wanita yang dinamis & menginginkan kulit lebih bercahaya, bebas kusam, akibat limpahan polusi udara, stress dan gaya hidup yang tidak teratur.

Mau pilih yang mana silakan saja ya teman-teman, asalkan sesuaikan selalu dengan jenis kulit wajah, apakah berminyak, kering atau kombinasi.

Tidak perlu kuatir akan keamanan produk, karena sebelum mengeluarkan suatu produk, pihak Oriflame sudah melakukan penelitian selama bertahun-tahun demi kenyamanan konsumennya.

Tunggu apa lagi??

Masih ragu dengan kealamian & kenyamanan produknya????

Boleh hubungi saya untuk konsultasi yaa.. 🙂