Semua tulisan dari Hastin Pratiwi

Kontributor di media online & penulis buku antologi. Pembelajar sejati yang menulis untuk berbagi. Kontak saya via email di hastinpratiwi@gmail.com.

Berbuka Puasa dengan Kurma, yuk, Bukan Sekadar dengan yang Manis

Air rendaman kurma (nabidz). Image : Pictame.com

Alhamdulillah, Ramadan telah tiba. Sudah masuk hari ke-4 bahkan, Guys! Dan seperti biasa, perjumpaan membahagiakan dengan si Ramadan selalu diiringi dengan naiknya harga berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti telur, sayuran, bumbu-bumbu. Yahhh…. you know this so well lah, yaaa….

Yup, orang Indonesia tidak pernah bisa lepas dari yang namanya budaya makan ๐Ÿ˜€ Budaya makan di Indonesia ini, mau enggak mau, suka enggak suka, memang telah menjadi tradisi peninggalan nenek moyang kita. Kamu enggak percaya? Coba perhatikan, Lebaran pasti heboh dengan opor ayam, rendang, gulai, dan aneka makanan bersantan dan berbumbu rempah yang menggugah selera. Satu bulan menuju Ramadan, tepatnya di bulan Sya’ban, di pulau Jawa terdapat tradisi yang dinamakan Ruwahan. Ruwahan alias nyekar, adalah aktivitas berziarah ke makam keluarga besar dan nenek moyang kita. Apakah hanya berziarah saja? Ohh, tentu tidak.

Nyekar di Jawa merupakan sarana berkumpul seluruh keluarga besar. Bahkan keluarga besar yang jauh pun kadang ikut datang di acara kumpul keluarga ini. Justru saat Lebaran tak semuanya dapat datang berkumpul karena kesibukan memiliki acara keluarga masing-masing. Nah, momen Ruwahan ini juga tak dapat dipisahkan dari yang namanya makanan ๐Ÿ˜€ Untungnya, saya tipikal orang yang biasa aja dengan aktivitas makan memakan ini hehehhee… Maklum, perut tak seberapa kuat untuk makan banyak, jadi ya sama aja. Mau banyak makanan ataupun tidak, teteuppp aja perutnya cuma muat segitu aja ๐Ÿ™‚

Seiring dengan tibanya bulan Ramadan, di sekitar rumah sudah berjejer banyakkkkk penjual aneka minuman dan makanan untuk berbuka. Es campur, kolak, es teler, bubur sum-sum, es cincau, sampai ke minuman khas daerah lain, macam es pisang ijo dan es palu butung dari Sulawesi ada semua di sini. Duhhh…. pantessss aja banyak orang yang ngakunya puasa sebulan penuh, tapi nyatanya tambah gendats, yak! Padahal harusnya faktanya kan tidak demikian, ya ๐Ÿ˜‰

Dulunya, saya juga termasuk salah satu penggemar aneka minuman warna-warni dan bersantan ketika tiba waktunya berbuka. Meskipun selalu mengawali dengan minuman hangat, setelah salat magrib biasanya mulai minum atau makan aneka jajanan tadi, semacam kolak, es campur, dll. Beruntungnya, badan teteupp segini aja. Berat justru cenderung turun saat bulan puasa, karena memang makannya pun sangat berkurang.

Sejak satu tahun yang lalu, sepulang umroh, Alhamdulillah, pola berbuka saya sedikit mengalami perubahan. Iya, saya mulai mengenal dan bersahabat baik dengan yang namanya buah kurma ๐Ÿ˜€ Deuhhh… ngapain aja baru bersahabat sekarang, emang dari dulu ke mana aja ya? kwkwkwk

Begitulah manusia, termasuk saya. Kalau belum dapat hidayah, meskipun itu hanya hidayah tentang sebiji kurma, meskipun sudah sering baca manfaatnya, tetap enggak tertarik untuk mengonsumsi jangka panjang. Nah, ceritanya, sejak saya mengenal yang namanya kurma jenis Sukari di Madinah, mulailah saya suka dengan buah ini. Dagingnya lembut, rasa manisnya juga enggak eneg. Padahal yang biasa saya temui di toko-toko dekat rumah belum mampu membuat saya betah mengonsumsinya.

Ketertarikan saya berbuka puasa dengan kurma juga semakin termotivasi setelah mendengar obrolan teman-teman di Geng Salihah Menulis tentang manfaaat berbuka dengan kurma, terutama yang direndam dengan air minum selama semalaman (8-12 jam). Setelah membaca banyak referensi, baru paham bahwa Rasulullah Saw juga menyukai minuman sirup rendaman buah (nabidz/naqi’), atau bahasa kerennya infused water. Selain airnya dapat diminum, buahnya pun menjadi lebih lembut dan lembek, sehingga enak untuk dimakan.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah r.a, โ€œKami biasa membuat perasan untuk Rasulullah Saw di dalam air minum yang bertali di atasnya. Kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari.โ€ (H.R. Muslim)

Terus, manfaat apa saja yang terasa setelah minum air rendaman kurma ini?

Yang paling terasa untuk saya adalah pencernaan menjadi nyaman dan lancar. Yup, Guys, kurma itu kandungan seratnya tinggi, lho. Kalau selama ini saya enggak doyan makan langsung dalam bentuk buahnya, salah satu alasannya karena berserat. Nah, dengan direndam beberapa jam, kurmanya jadi lembut. Saat dikonsumsi lumer aja di mulut seperti makan cokelat ๐Ÿ™‚

Cuma itu saja? Jangan salah, masih banyak manfaat lainnya.

Dari segi kesehatan, kurma sangat baik untuk menjaga stabilnya energi dan kekuatan daya ingat. Itulah kenapa, para penghafal Alquran dianjurkan mengonsumsi kurma agar hafalannya tetap terjaga. Berkaitan dengan energi, pasti kamu sudah sering mendengar bagaimana kuatnya fisik junjungan kita Rasulullah Saw yang jarang sakit dalam menjalani proses perjuangan dakwahnya.

Selain untuk menjaga energi dan kecerdasan (daya ingat), kurma juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan menjaga stabilnya kadar kolesterol. Kamu yang mulai panik dan takut dengan aneka penyakit zaman now yang diakibatkan oleh kacaunya pola makan dan gaya hidup, yuk, mulai beralih ke pengobatan secara alami ini, salah satunya dengan rutin mengonsumsi kurma.

Manfaat sirup nabidz ini juga pernah dikatakan oleh Abu Abdillah Al Maqdisi, yang hidup pada masa Rasulullah Saw. Jika air dingin dicampur dengan sesuatu yang bisa membuatnya menjadi manis, maka kandungan air tersebut dapat mengantarkan makanan (nutrisi) ke seluruh tubuh, menghangatkannya, menyebarkan panas alami, dan memperbaiki pencernaan. Ternyata, infused water yang dikenal di dunia pengobatan moderen sekarang, aslinya sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah dahulu kala. Luar biasa, ya!

Syaikh Ali Al Halabi dan Syaikh Salim Al Hilali juga mengatakan bahwa kurma memiliki banyak keberkahan yang memengaruhi hati dan pikiran. Manfaat ini tidak diketahui kecuali oleh orang-orang yang menjalankan sunah Nabi. Masya Allah.

Puasa tahun ini, Alhamdulillah, kebiasaan berbuka dengan air rendaman kurma ini mulai saya terapkan ke Lubna, my little girl yang sangat kritis dalam merespon sesuatu ๐Ÿ˜€ Apakah dia mau? Boro-boro heheeehee…. Jangankan minum air kurma, lha wong minum madu aja harus dipaksa-paksa ๐Ÿ™ Kenapa bisa begitu? Iya, Lubna adalah anak yang penciumannya tajam. Seenak apa pun makanan atau vitamin, kalau dia sudah tidak nyaman dengan aromanya, agak susah memintanya untuk mengonsumsi. Dari berbagai macam jenis vitamin, yang berhasil masuk dan masih rutin dikonsumsi sampai sekarang cuma madu. Itu pun pilih-pilih madunya ๐Ÿ˜€ Makanya, ketika mengenalkan air rendaman kurma ini, saya campur juga dengan madu, sambil disuguhkan pakai sedotan agar minumnya tidak harus membaui aromanya. Sekali minum saat berbuka puasa, dia baru mampu minum setengah gelas kecil aja. Oke, enggak papa, yang penting rutin sudah 3 hari ini dilakukan ๐Ÿ™‚

Kalau teman-teman sendiri bagaimana? Masih asyik buka puasa dengan aneka minuman bersantan yang tinggi gula dan lemak? Sebelum diteruskan, ada baiknya kita baca hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud ini,

โ€œBiasanya Rasulullah Saw berbuka puasa dengan ruthab sebelum salat (Magrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air”. (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Ternyata Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma. Kalau enggak ada kurma, beliau minum beberapa teguk air. Jadi kalau ada yang bilang “Berbukalah dengan yang manis”, ternyata yang bilang adalah iklan sirup di televisi, ya ๐Ÿ˜€ Branding-nya kerennn banget sirup itu, bertahun-tahun tetap menggema. Jadi pengen kenalan sama tim pembuat iklannya ๐Ÿ™‚ *ehh… out of topic jadinya….

Baiklah, Guys, hidup itu memang pilihan. Pasti kita semua butuh waktu dan proses menuju kepada detoksifikasi diri dan tubuh yang sebenarnya. Yang penting, kamu jangan pernah menyerah menuju perbaikan diri yang sesungguhnya ya, termasuk saya juga. Self reminder banget ini, karena bumi juga bertambah tua dan lapuk, bukan hanya kita aja yang makin menua…. *hiksss :'( Kenapa obrolannya jadi ke sana ๐Ÿ™

Semoga kita semua Allah karuniakan kondisi fisik dan psikis yang selalu sehat wal’afiat, ya. Lancar dan fokus ibadahnya di bulan ini.

Aamiin Yaa Robb….



Momentum #AyoHijrah bersama Bank Muamalat, Ketika Komitmen Menjauhi Riba Allah Buktikan dengan Nyata

.
Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata “Hijrah”?

Kata ini sering sekali kita dengar dan baca akhir-akhir ini. Alhamdulillah, begitu banyak mereka yang mulai sadar dan perlahan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik, meninggalkan hiruk pikuk kehidupan dunia yang semakin lama makin tak jelas dan abu-abu batasnya.

Dilihat dari arti katanya, hijrah berarti melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Meninggalkan kondisi sebelumnya yang kurang nyaman dan dikhawatirkan dapat memengaruhi keadaan menjadi lebih buruk. Pada zaman Rasulullah Saw dahulu kala, makna hijrah ditandai saat Rasulullah memutuskan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah untuk menghindari tekanan dari kaum kafir Quraisy.

Untuk saya pribadi, makna kata hijrah mulai terasa selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Alhamdulillah, begitu banyak momentum hijrah yang Allah ajarkan kepada saya.

Dahulu, saya sering tidak percaya setiap mendengar cerita danย  nasihat seorang ustaz di televisi yang terkenal dengan metode sedekah dan shalawat-nya untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Ketidakyakinan yang dipicu oleh kurangnya ilmu agama dan masih tertutupnya diri ini dari hidayah-Nya.

Saat mendengar testimoni dari sang ustaz mengenai terkabulnya banyak hajat (keinginan) dalam hidupnya, termasuk keinginan putri beliau untuk memiliki laptop dengan perantaraan shalawat dan sedekah, hati kecil saya masih bertanya-tanya, “Apa iya bisa begitu caranya?”

Hemmm… sungguh, terasa di luar logika. Saya bahkan lupa bahwa tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berketetapan akan terjadinya sesuatu.

Keyakinan saya akan kekuatan sedekah mulai berangsur menjadi 100% setelah membaca banyak testimoni, salah satunya di grup Facebook milik Saptuari Sugiharto, seorang pengusaha muslim asal Yogyakarta dan Dewa Eka Prayoga, pengusaha muda asal Bandung.

Allah kemudian membuka mata saya lebih lebar lagi lewat seorang teman yang meminjamkan sebuah buku motivasi berjudul “Moslem Millionaire”, karya motivator nasional Ippho Santosa.ย  Tak berapa lama setelah itu, keajaiban pun mulai terjadi. Allah izinkan saya bertemu dengan Ippho Santosa dengan mudahnya, lewat salah satu seminar beliau yang diadakan di Yogyakarta. Seminar singkat itu sungguh membawa banyak perubahan dalam cara pandang saya tentang arti sedekah dan cara mewujudkan impian.

Seminar “100 Juta Pertama” Ippho Santosa, bulan Maret 2017 di Jogja Expo Centre

.
Seiring perjalanan saya mencari ilmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik,ย  ternyata bukan hanya ilmu tentang sedekah saja yang saya dapat.ย  Allah menunjukkan saya ilmu lainnya yang tak kalah pentingnya, yaitu tentang anjuran menghindari riba.ย  Masya Allah.

Riba, secara kaidah bahasa dapat diartikan sebagai “tumbuh dan membesar”. Secara umum, dalam hal jual beli dan utang piutang, riba adalah keharusan untuk memberi kelebihan pengembalian saat kita membayar pinjaman kepada si pemberi utang. Adapun apabila kelebihan itu kita berikan atas keinginan kita sendiri, tanpa paksaan dari si peminjam, maka itu bukan riba, dan diperbolehkan.

Misalnya, saya meminjam uang sebesar Rp900.000,- dari seorang sahabat. Kemudian saat pengembalian, saya melebihkan uangnya menjadi Rp1.000.000,- dengan alasan, sisa Rp100.000,- nya biarlah digunakan untuk membeli boneka bagi anak sahabat saya tadi. Maka ini bukan riba dan hukumnya diperbolehkan.

Yang dilarang adalah, apabila sahabat saya berkata saat saya meminjam uangnya, “Besok saat pengembalian pinjaman, kamu harus mengembalikan uangnya menjadi Rp1.000.000,- ya, bukan hanya Rp900.000,-”ย Ini dalam agama Islam termasuk riba, dan tentu saja hukumnya haram.

Imam Muslim rahimahullah pernah meriwayatkan suatu hadis Rasulullah dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu:

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba, yang memberi riba, penulisnya, dan dua saksinya,โ€ dan beliau bersabda, โ€œmereka semua sama.โ€

Dalam praktiknya, jujur saja, jangankan menerapkan praktik riba dalam kehidupan sehari-hari. Untuk masalah utang piutang, saya termasuk orang yang sangat takut mencicil barang atau meminjam uang kepada orang lain.ย 

Kalau membeli barang yang saya inginkan harus dengan mencicil atau berutang, sebisa mungkin saya hindari hal itu dan jauhi keinginan hati untuk memiliki barang tersebut ๐Ÿ™‚ Intinya, saya takut dan tak cukup bernyali besar dengan masalah cicilan dan pinjam-meminjam ini.ย 

Ada satu kisah yang ingin saya bagikan ke teman-teman. Kisah nyata ini sudah pernah saya ceritakan ke beberapa orang teman, tapi belum pernah saya tulis di blog. Bukan sebagai ajang untuk eksis, tapi insya Allah bisa digunakan sebagai motivasi dan buktiย  bahwa kecintaan serta ke-istiqomah-an kita di jalan Allah suatu saat pasti akan berbuah manis pada akhirnya.

Pada bulan Januari 2017, saya ingat, waktu itu ibu saya ingin membeli sebuah sepeda motor baru dengan cara mencicil. Saat itu kondisi sepeda motor yang biasa kami gunakan memang sedang butuh banyak perbaikan. Maklum, itu adalah kendaraan lama, keluaran tahun 1997. Meskipun mesinnya masih halus dan enak dipakai, sepeda motor itu mulai sering macet, apalagi dalam kondisi hujan lebat.

Ibu merencanakan membeli lewat salah satu dealer motor yang sering menyebarkan flyer promosinya di halaman rumah kami.

ย Apa yang ada di benak saya saat itu?

Mendadak saya ingat satu hadis yang pernah saya baca, yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dan Al Baihaqi:

โ€œRiba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya…โ€

Na’udzubilahiminzalik….ย 

Buru-buru saya melarang ibu meneruskan niatnya. Saya yakinkan beliau, jika kita tidak sanggup membeli secara tunai dan harus mencicil secara kredit yang ada tambahan bunga dalam pembayarannya, lebih baik tinggalkan. Tetap bertahanlah dengan sepeda motor yang lama, sambil terus berdoa dan giat sedekah, terutama membagikan nasi bungkus pada hari Jumat dengan motor lama tersebut, meskipun mungkin penampilan kami tak sekeren pengguna jalan lainnya.ย  Dan akhirnya, ibu pun pasrah dan menurut pada anjuran saya.

Teman-teman tahu apa yang kemudian terjadi? Masya Allah, Allahu Akbar!!
.

Sepeda motor gratis, Masya Allah!

.
Tak perlu menunggu waktu lama. Di bulan Mei 2017, Allah buktikan semuanya.ย 

Saat itu instansi tempat almarhum bapak dulu bekerja menyelenggarakan perayaan ulang tahunnya. Seperti biasa, seluruh pensiunan instansi tersebut dan keluarga/ahli waris yang masih hidup diundang untuk menghadiri dan meramaikan perayaan tersebut. Dan seperti biasanya pula, banyak doorprize disediakan saat acara berlangsung. Salah satu hadiah utama saat itu berupa sepeda motor matic terbaru keluaran sebuahย brandย ternama.ย 

Qadarallah, seperti sudah tertulis dalam skenario-Nya, nomor doorprize milik ibu menjadi pemenang hadiah utama itu. Saya yang tak ikut hadir dalam acara tersebut hanya mampu termangu tak percaya saat ibu bercerita di rumah, betapa ia gemetarrrr mendengar nomornya dipanggil sebagai penerima hadiah sepeda motor itu.

Begitulah, Allah Swt sungguh menunjukkan kuasa-Nya. Sepeda motor yang kami impikan dan inginkan beberapa bulan terakhir ternyata hadir dengan sendirinya, tanpa kami harus mengeluarkan biaya sepeser pun, Masya Allah. Hingga saat ini, setiap kali mengingat hal itu, kami semakin yakin dan percaya bahwa janji Allah itu PASTI.

Hingga saat ini, sepeda motor hadiah tersebut masih tetap kami gunakan untuk membagikan sedekah nasi bungkus setiap hari Jumat, menggantikan motor lama yang masih terawat baik di rumah. Bahkan, lambat laun, banyak teman-teman lain yang juga ikut menitipkan rezekinya untuk kami salurkan kepada para tukang becak dan pemulung yang ada di Yogyakarta dalam bentuk sedekah nasi bungkus ini . Masya Allah. Terima kasih teman-teman semua.
.

Alhamdulillah, ibu yang berusia 70 tahun tetap bugar & selalu diberi kesehatan mendampingi saya membagikan nasi bungkus Jumat ๐Ÿ™‚

ย 

Terima kasih ya titipan rezekinya, teman-teman. Semoga Allah balas dengan rezeki berlimpah dan barokah. Aamiin.

.
Mudah-mudahan sedikit cerita di atas dapat meyakinkan diri kita untuk terus istiqomah di jalan-Nya. Tidak penting orang percaya atau tidak akan pengalaman dan keajaiban hidup yang kamu alami, yang penting kamu sendiri harus bertambah yakin dan percaya bahwa ada kekuatan besar yang mengatur kehidupanmu di dunia ini.ย 

Mencari jalan kebaikan menuju perubahan itu memang tak semulus kulit wajah yang kinclong bersinar hasil menggunakan krim instan, sehingga lalat pun terpeleset dibuatnya ๐Ÿ™‚ Mencari jalan hijrah itu butuh keberanian dan selalu diawali dengan banyaknya kerikil tajam, serta jalanan yang berliku, penuh tebing curam dan menakutkan. Tapi ketika kamu berhasil mencapai puncak dan menaklukkannya, kamu dapat tersenyum sesudahnya.

Momentum #AyoHijrah bersama Bank Muamalat Indonesia

Teman-teman, kisah nyata perbaikan diri yang penuh kekurangan ini menuju kehidupan yang lebih baik dan berkah ternyata senada dengan program #AyoHijrah yang diluncurkan oleh Bank Muamalat Indonesia.

Sebagai bank syariah pertama yang ada di Indonesia sejak 1 November 1991, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk mendapat dukungan penuh dari pemerintah karena digagas oleh para pengusaha muslim, termasuk MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Berbagai inovasi produk telah diluncurkan sejak tanggal 1 Mei 1992, seperti:
– Asuransi Syariah (Asuransi Takaful)
– Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat)
–ย  Multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia.ย 

Bahkan produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia”. Alhamdulillah, mantap nianย perjalanan Bank Muamalat Indonesia ini, ya.

Nah, sejak bulan Oktober 2018 lalu, Bank Muamalat Indonesia kian gencar mengajak masyarakat untuk berhijrah, khususnya dalam hal layanan perbankan.ย 

Peluncuran program #AyoHijrah Bank Muamalat Indonesia (Foto: Bankmuamalat.co.id)

.
Chief Executive Officer
(CEO) Bank Muamalat Indonesia, Achmad K. Permana mengatakan, konsep berhijrah sendiri meliputi 3 hal penting, yakni:
– memulai
– melengkapi, dan
– menyempurnakan (kaffah)

Ketiganya sebenarnyaย  dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, lho. Tidak hanya berhijrah untuk tujuan ibadah saja, melainkan juga dalam penggunaan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat Islam.

Untuk mendukung program #AyoHijrah ini, Bank Muamalat Indonesia juga telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain:
– Seminar / edukasi tentang perbankan syariahย 
– Pembukaan booth/stand di pusat kegiatan masyarakat
– Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
– Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah

Produk tabungan Bank Muamalat Indonesia pun turut diberikan nama baru dengan kata “Hijrah”, sebagai bentuk ikhtiar agar layanan kepada nasabah semakin berkah, seperti:ย 

  • Tabungan iB Hijrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah, dan masih banyak lagi produk unggulan lainnya

Kenapa Kamu Harus Memilih Bank Muamalat Indonesia?

Selain karena adanya program #AyoHijrah tadi, ada banyak alasan kenapa kamu sebaiknya menjadikan Bank Muamalat sebagai sarana yang barokah dan terpercaya dalam layanan finansialmu.

  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariahnya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas, seperti Mobile Banking, Internet Banking,ย jaringan ATM, serta Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

Nah, dengan strategi bisnis yang terarah ini, Bank Muamalat Indonesia diharapkan akan terus melaju mewujudkan visinya menjadi โ€œThe Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presenceโ€ (Bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui di tingkat regional).

Kamu sendiri, kapan momentum hijrah terbesar dalam hidupmu? Yuk, segerakan momen #AyoHijrah-mu bersama Bank Muamalat Indonesia, ya!

Segera datangi Kantor Cabang Bank Muamalat terdekat di kotamu, atau ikuti akun media sosialnya di bawah ini:

Facebook : Bank Muamalat
Instagram : @BankMuamalat
Twitter : @BankMuamalat
Website : www.bankmuamalat.co.id

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Bank Muamalat Indonesia bertema “#AyoHijrah Berani Lebih Baik”.

5 Tips Jitu Mencapai Impian, Praktikkan, yuk!

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Istanbul

20 April 2018, satu tahun yang lalu, adalah tanggal keramat dalam kehidupan saya. Wewww… apaan sih pakai keramat-keramatan segala ๐Ÿ˜€ Hehhee… maksudnya, tanggal yang enggak bakalan terlupa seumur hidup, insya Allah.

Hari itu adalah momen di saat Allah mengabulkan impian dan cita-cita yang terpendam sejak SD dulu. Apaan tuh? He em, saya pengennn banget bisa menginjak tanah lain selain tanah air tercinta Indonesia. Sebegitu pengennya, dulu waktu SMA sempat pengen daftar pertukaran pelajar dan beasiswa ke luar negeri, tapi qadarallah selalu ketinggalan info, jadi enggak pernah terwujud terus hingga dewasa *hiksss…

Setelah bekerja, keinginan ke luar negeri mulai beralih bukan sekadar untuk jalan-jalan semata, tapi mulai terfokus ingin sekali bisa melihat Ka’bah dan mengunjungi Rumah-Nya. Entah bagaimana caranya, saya enggak tahu. Kalau dihitung-hitung, duit enggak pernah bisa terkumpul sejumlah biaya yang dibutuhkan. Sedih, ya ๐Ÿ™ Pernah dapat kiriman surat undian berhadiah 60 juta juga. Waktu itu udah ngerasa seneng dan happy aja, rencana buat naik haji. Eeehhh… ternyata penipuan. Hiksss….

Terus, apakah saya ngambek dan enggak pengen ke luar negeri lagi? Alhamdulillah Guys, saya bukan tipe ngambekan gitu. Sebaliknya, saya sangat baik hati dan tidak sombong kwkwk… *nggak nyambung

Selain pengen ke Baitullah, keinginan ke luar negeri berlanjut pengen ke Jepang. Waktu itu sampai bela-belain kursus bahasa Jepang segala demiiii cita-cita yang sudah ada sejak SD ini.

Setelah cita-cita ke Jepang belum terwujud juga, mendadak ada kesempatan nonton bareng film “99 Cahaya di Langit Eropa” bersama penulis novelnya, Hanum Rais. Nah, dari situ deh fokus saya mulai mengembara ke Eropa, terutama Turki dan Spanyol, negara tempat sejarah peradaban Islam banyak terukir. Coba kamu perhatikan, betapa saya begitu banyak maunya, ya ๐Ÿ™‚ Jadi ingat lagu Doraemon, “Aku ingn begini, aku ingin begitu….”

Bersamaan dengan keinginan ke Eropa, di televisi mulai sering ditayangkan serial Turki. Pemain-pemainnya tahu sendirilah ya, cakep-cakep semua, terlihat begitu sempurna. Saat melihat aliran sungai-sungai di kota Istanbul dalam serial televisi itulah, keinginan ke sana muncul kembali lebih kuat, meskipun saya enggak tahu gimana caranya.

Pemahaman tentang cara mewujudkan mimpi mulai saya dapatkan setelah mengikuti seminar motivasi dari si mas motivator Ippho Santosa pada bulan Maret 2017 dan mengikuti kelas online dari seorang coach bernama Mutya Dita di bulan Juli 2017. Waktu itu saya ikuti saja semua yang diajarkan, tanpa banyak komentar. Soal terwujud atau tidak, wallahu a’lam, kita hanya manusia biasa. Ada Allah Yang Maha Pengatur di atas segalanya.

Kamu penasaran bagaimana metode dan caranya? Sebenarnya sederhana aja kok, saya yakin, teman-teman juga sudah melakukan beberapa hal di bawah ini, bukan?

1. Berdoa

Aktivitas satu ini merupakan kewajiban kita setiap hari. Ada ataupun tak ada impian yang ingin diwujudkan, berdoa dan beribadah adalah bentuk rasa syukur kita terhadap kuasa-Nya yang masih memberikan nafas untuk hidup sampai hari ini. Bahkan Allah pun pernah berkata di dalam Alquran,

“Berdoalah, niscaya akan Aku kabulkan….”

Dari kalimat ini saja sebenarnya kita harus YAKIN dengan janji Allah. Kalau pengen sesuatu, bilang ke Dia, mohon dan menangislah seperti seorang bayi yang menangis merengek-rengek minta makanan kepada orang tuanya.

2. Tulis Impianmu Secara Berulang (Repetisi)

Dari dulu saya sering baca cara satu ini, tapi enggak pernah percaya ๐Ÿ˜€ jadi ya gitu deh, enggak pernah dilakukan. Mulai nurut dipraktikkan setelah ikut kelas online.

Ternyata, menulis apa yang kita inginkan erat sekali hubungannya dengan penyimpanan memori di pikiran bawah sadar. Tapi menulisnya harus di kertas lho, ya, secara manual, bukan di hp atau laptop, karena setiap coretan tangan kita merupakan guratan dari otak dan isi pikiran kita. Itu sebabnya kenapa ada ilmu Grafologi (membaca karakter seseorang dari tulisan tangannya) ๐Ÿ™‚

Di kertas, kamu boleh sepuasnya menulis impianmu secara detil mumpung enggak ada yang baca. Lebih baik lagi kalau nulisnya saat pikiran terasa rileks, misalnya menjelang tidur malam, atau sesaat setelah bangun tidur.

Lakukan penulisan impian ini berulang-ulang setiap hari. Untuk kamu yang baru pertama kali melakukan, sebaiknya menulislah minimal 21 hari tanpa terputus. Terus, kalau belum 21 hari udah terputus gimana? Lupa enggak nulis sehari misalnya. Ya terpaksa hitungannya diulang lagi dari hari ke-1 lagi sampai hari ke-21 tanpa terputus ๐Ÿ˜€

Ampunnn, ribet amat ya, mungkin kamu akan berpikir begitu hihii.. Udah deh, just do it, ya, enggak pakai protes kwkwk…

3. Feel It

Feel your dreams… aliasss rasakan impianmu. Dapetin feel-nya.

Kamu pengen ke Baitullah? Bayangin kamu lagi berdoa sambil sesenggukan di depan Ka’bah. Atau bikin paspor dulu, seolah-olah kamu sudah siap berangkat ke sana.

Kamu pengen beli mobil Honda BRV? Tempel gambarnya. Kalau perlu datangi tempat persewaan mobil. Sewa mobil itu beberapa jam biar kamu bisa tahu kayak apa duduk di dalamnya, seperti apa joknya, dashboard-nya, rem, dan gasnya.

Eitss…. tapi ini enggak berlaku kalau kamu cari pasangan halal ya. Jangan sampai deh ada sewa-menyewa begitu sebelum waktunya *hikss… Kalau belum halal jangan dekat-dekat, apalagi disentuh ๐Ÿ™‚ Cukup kamu kagumi aja dari jauh. Datangi rumahnya hanya jika kamu sudah mantap ingin meminangnya ๐Ÿ˜€

4. Memantaskan Diri

Kata-kata ini sering ditulis Ippho Santosa dalam tulisan-tulisannya. Kalau ingin impianmu tercapai, pantaskan diri kita terlebih dahulu. Ingin menjadi seorang ibu, sudah siapkah diri kita menerima amanah berupa seorang anak? Ingin menjadi seorang suami, sudah siapkah kita menjadi seorang imam dan ayah yang baik? Hampir mirip dengan poin nomor 3 tadi ya, rasakan energinya dan tanyakan apakah kamu pantas untuk menerima impian itu.

5. Bersedekah

Sedekah adalah penolak bala dan penarik rezeki. Untuk bersedekah tak perlu menunggu kaya dan banyak duit. Justru setelah kita bersedekah, Allah akan menambah dan memperbanyak rezeki kita.

Bolehlah kamu tak percaya, karena saya pun dulu pernah berada di posisi tak percaya tentang keajaiban sedekah. Ternyata ketidakpercayaan itu Allah balas dengan berbagai bukti nyata yang membuat saya merasa malu dan insyaf. Semoga enggak ada lagi di antara teman-teman yang mengalami ketidakpercayaan dahsyatnya sedekah seperti saya ini, ya…. ๐Ÿ™

Satu ilmu yang saya dapat dari Ippho Santosa adalah, jika kamu punya IMPIAN BESAR, sedekahnya juga harus BESAR, di luar kebiasaan. Beliau mengibaratkan, jika ada seorang pria ingin dapat jodoh wanita yang cantik, putih, dan salihah, tak cukup hanya sedekah 10ribu saja. Boneka Barbie di toko aja harganya ratusan ribu, apalagi pengen dapetin manusia asli, sedekahnya jangan main-main, begitu…. ๐Ÿ˜€

Memang, tak semua orang suka bermimpi. Bahkan ada saja yang menertawakan impian kita. Tapi tak mengapa, karena sebenarnya kita hanya butuh Dia untuk mendampingi, bukan siapa-siapa.

Petinju legendaris Muhammad Ali pernah berkata,

“โ€ฆThe men who has no imagination has no wingsโ€ฆโ€

Orang yang tidak memiliki imajinasi ibarat orang yang tidak memiliki sayap. Mereka tak bisa terbang ke mana-mana. Padahal sejatinya, manusia sering diibaratkan sebagai seorang musafir, alias orang yang terus melakukan perjalanan tiada henti.

Artinya, hidup haruslah terus kita isi dengan pembelajaran baru yang hanya akan berakhir saat kita telah menutup mata, kembali kepada-Nya.

Barakallahu fiikum…

Baca juga

#SETIP_Day13
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity



5 Kuliner Khas Lombok Favorit Saya

Salah satu hal yang paling berkesan dan bikin betah kalau lagi di Lombok buat saya adalah makanan khasnya. Yup, mungkin karena saya lahir dan besar di sana, jadi lidah dan otot syaraf indera pengecap di dalam mulut sudah terlalu biasa dengan rasa pedas dari kuliner khas pulau ini.

Selain menggunakan terasi sebagai bumbu wajibnya, kuliner Lombok identik dengan sambal yang dibuat dari sebiye bideng (cabe merah keriting yang dijemur sampai kering dan kehitaman). Bahan khas ini yang bikin rasa pedasnya berbeda dengan daerah lain.

Kamu penasaran enggak apa saja kuliner khas Lombok yang menjadi favorit saya dan bikin pengen nambah terus meskipun makannya sambil kepedasan? 5 di antaranya ada di bawah ini, Guys! Eitsss… tapi bacanya jangan sambil nelen ludah, yak…. ๐Ÿ˜€

1. Pelecing Kangkung

Image : Senggigitour.com

Pelecing kangkung. Kuliner Lombok yang satu ini seolah menjadi ikon kuliner pulau seribu masjid ini. Bahan dasarnya adalah kangkung asli Lombok yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin. Untuk campurannya, ada sambal terasi, parutan bumbu kelapa yang dibakar, taoge, kacang goreng, dan kucuran jeruk limau yang menjadi ciri khas kuliner masyarakat Sasak, penduduk asli pulau Lombok.

Oiya, kangkung asli Lombok ini batangnya besar-besar dan segar, berbeda dengan kangkung dari daerah lain yang mudah layu saat direbus. Ini yang membuat sensasi kangkung Lombok lebih renyah saat digigit. Di beberapa daerah, seperti Yogyakarta tempat domisili saya sekarang, kangkung Lombok kadang dijual di supermarket atau swalayan besar. Tapi tentu saja harganya sedikit lebih tinggi daripada kangkung biasa.

 2. Ayam Taliwang

Image : Cookpad.com

Kuliner ayam taliwang ini biasanya disajikan bersama dengan pelecing kangkung. Ayam taliwang adalah ayam bakar khas Lombok, berbahan dasar ayam kampung yang masih muda. Sebelum dibakar, ayam taliwang dibumbui dulu dengan cabe merah kering yang dijemur (sebiye bideng), terasi, bawang putih, bawang merah, kencur, gula merah, santan, dan jeruk limau. Untuk kamu yang enggak suka pedas, tak perlu khawatir. Ada, kok, rumah makan ayam taliwang yang menyajikan ayam taliwang dengan menu ayam madu.


3. Sate Pusut

Image : Cookpad.com

Kalau kamu suka makan olahan sate, cobain, deh, sate yang satu ini. Bahan utamanya adalah kelapa parut yang dibumbui pedas dengan cabai, bawang merah, bawang putih, dan tentu saja terasi tak pernah ketinggalan. Setelah semua bahan tercampur, baru dibakar. Untuk variasi, kamu juga bisa menambahkan bahan daging atau ikan pada campuran kelapa parut. Rasa satenya akan lebih padat dan lebih tinggi protein.

4. Beberuq

Image : cookpad.com

Beberuq ini bikinnya simpel banget, karena merupakan olahan sambal yang berbahan dasar terong ungu bulat segar dan masih muda. Jika tak ada terong ungu, kamu bisa ganti dengan terong hijau. Tapi, di Lombok, terong yang dipakai umumnya memang terong ungu. Seperti biasa, bahan utama sambal di Lombok adalah terasi Lombok yang sangat khas, tomat, cabe merah, bawang merah, dan jeruk limau.Potong terong berbentuk dadu kecil-kecil, campur dengan sambal terasi, lalu kucuri dengan minyak panas. Hmm โ€ฆ aromanya dijamin bikin kamu ngiler dan langsung mengambil sepiring nasi hangat.

 5. Nasi Balap

Image : Senggigitour.com

Nah, kalau ini kuliner khusus buat kamu yang suka makan nasi sambil balapan.ย What??ย Hehe โ€ฆ

Nasi balap terkenal juga dengan sebutan nasi puyung, karena berasal dari desa Puyung, sebuah desa di kawasan Lombok Tengah. Lauknya sebenarnya sangat sederhana, cuma irisan daging ayam berbumbu pedas khas Lombok (ayam pelalah), kering kentang, kedelai goreng, dan kadang disertai irisan telur dadar. Nyam โ€ฆ nyam โ€ฆ meskipun sederhana, tapi lezatnya jangan ditanya. Sensari gurih dan pedas dari nasi balap yang nendang bikin jantungmu berdetak lebih kencang karena kepedasan, dan kamu bakal ketagihan untuk nambah dan nambah lagi. Wah, tambah kurus dong saya.. ^^

Untungnya, di Yogyakarta sekarang banyak yang membuka usaha kuliner dengan menu khas Lombok ini. Ada yang memang pemiliknya orang Lombok asli, tapi ada juga yang pemiliknya warga Yogya dan dahulu pernah tinggal lama di pulau Lombok. Terutama untuk menu Nasi Balap, di beberapa bagian daerah kampus banyak tersebar penjual nasi ini dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar Rp8.000,- sampai Rp10.000,- per bungkus.

Jadi, kamu pilih yang mana dari 5 makanan di atas? Kalau ngerasa takut berat badan nambah, sepertinya kamu lebih baik pilih aja pelecing kangkung, ya, jangan yang lain… *pissss ๐Ÿ˜€

Baca juga

#SETIP_Day12 #SemingguTigaPostingan #EstrilookCommunity

Bakso Tiga Roda Yogyakarta, Rajanya Bakso Urat untuk Kamu yang Hobi Mengerat

Bakso urat Tiga Roda

.

Siapa yang tidak kenal kuliner satu ini? Yup! Bakso, merupakan kuliner populer yang hampir dapat ditemui di setiap daerah di Indonesia. Gumpalan daging halus berbentuk bola yang dicampur dengan bumbu dan dikucuri kuah kaldu, disertai mi putih atau mi kuning, plus taburan daun bawang dan bawang goreng….. hemmm…. yummy…. sungguh menggugah selera.

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang kuliner baksonya mengalami perkembangan sangat pesat. Di kota ini kamu dapat memilih aneka varian bakso dengan nama yang unik, seperti bakso bola tenis, bakso raksasa, bakso Jepang, bakso granat, bakso kerikil, dan masih banyak lagi. Harga semangkuk bakso di kota ini pun beragam, mulai dari Rp5.000 untuk bakso kerikil dengan 20-an biji bakso yang imut bak kelereng, sampai di harga Rp30.000-an untuk bakso raksasa yang dapat kamu santap beramai-ramai.

Banyaknya pedagang bakso, terutama di sekitar rumah, membuat saya dan keluarga termasuk salah satu orang yang kerap menikmati sajian satu ini. Apalagi menu bakso biasanya selalu bersanding dengan mi ayam. Enggak heran kalau little princess Lubna yang kurang suka makan daging itu lebih memilih makan mi ayam daripada bakso. Jadi, kami kalau makan bisa saling berbagi. Lubna makan mi-nya aja karena enggak suka daging, sementara saya makan dagingnya aja, karena mi-nya biasanya sudah dimakan Lubna qiqiqiqi….

Meski di sekitar rumah sudah banyak pedagang bakso, rupanya tidak menyurutkan keinginan pedagang bakso lainnya untuk juga membuka usaha bakso di sekitar kami. Mungkin karena lokasinya yang strategis, merupakan jalan raya penghubung berbagai kelurahan di Kecamatan Kalasan, sehingga berbagai usaha retail dan kuliner sangat berkembang di sepanjang jalan penghubung ini. Bakso Urat Tiga Roda merupakan salah satu usaha bakso yang membuka cabangnya di seberang rumah (tepatnya di depan rumah) sejak Desember 2018 lalu. Warung bakso ini adalah cabang dari warung bakso Tiga Roda di lokasi lain yang berjarak sekitar 5 kilometer dari sini dan sudah lebih dulu beroperasi, kurang lebih sekitar 5 tahun.

Awalnya saya berpikir, apa sih yang menarik dari bakso ini dibanding bakso lainnya? Adakah ciri khas yang membedakannya? Kamu juga penasaran, kan? Ayo, kita bedah bareng-bareng!

Abang Tukang Baksonya Berseragam

.

Owner bakso Tiga Roda (kiri) dan karyawannya

.

Nah, ini yang jarang saya lihat di Yogyakarta. Untuk warung bakso yang sudah besar dan berada di kota, melihat para pelayannya berseragam mungkin sudah biasa. Tetapi untuk warung bakso biasa yang berada di ruko kecil dan berlokasi di wilayah yang masih termasuk pedesaan juga (bukan kota), penampilan 2 orang pemuda yang mirip anak kuliahan ini cukup menarik perhatian. Meski berpakaian casual (tshirt dan celana jeans), namun penampilan mereka rapi dan warna kaosnya seragam. Enak aja dilihat. Kadang hijau, ungu, merah, hitam. Rata-rata pedagang bakso di sekitar rumah belum ada yang memerhatikan detil soal penampilan seperti ini. Padahal kalau kamu punya usaha kuliner, penampilan yang rapi dan bersih itu penting, lho, Guys! Pembeli akan nyaman dibuatnya.

Tempatnya Bersih dan Rapi

.

Tempatnya bersih dan rapi

.

Warung bakso Tiga Roda ini berlokasi di sebuah ruko yang tidak terlalu luas. Ada tempat salat dan kursi duduk untuk kamu yang suka duduk di atas, plus lesehan untuk kamu yang suka duduk di bawah. Pelayanannya dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 malam, setiap hari.ย 

Baksonya Buatan Sendiri

Apa yang membedakan citarasa bakso Tiga Roda ini dengan bakso lainnya? Secara sekilas mungkin sama saja ya penampilannya, tidak ada yang beda jauh. Tapi setelah dicicipi, menurut saya, ada khasnya. Mi ayamnya enak, tidak membuat eneg. Kalau kuahnya dipisah dari mi-nya, kuahnya tampak bening dan tidak keruh. Bahkan teman-teman Lubna yang sering main ke rumah kalau disuguhi mi ayam Tiga Roda ini suka banget minum kuahnya. Kata mereka gurih seperti kuah sup ๐Ÿ˜€

Mi ayamnya gurih dan enggak eneg

.

Untuk pentol baksonya, dari hasil obrolan dengan si juragan bakso, dia bercerita bahwa Ayahnya sendiri yang meracik pentol bakso dan bumbunya. Ada 2 pilihan untuk menu bakso, yaitu bakso urat dan bakso halus. Untuk kamu yang hobi mengerat urat, tulang, dan segala yang teksturnya kasar, cocok banget makan bakso uratnya. Sementara kamu yang doyan daging halus seperti saya, pilihan terbaik adalah bakso halus.

Untuk harga, semangkuk bakso di sini bisa kamu santap dengan harga Rp10.000,- dan semangkuk mi ayam yang gurih dan lezat cukup kamu nikmati dengan merogok kocek Rp7.000,- saja. Sajian minuman teh dan jeruk harganya juga standar, sekitar Rp3.000,- an sudah dapat mengobati dahagamu.

Dari hasil perbincangan santai beberapa kali dengan si pemuda berusia sekitar 25 tahunan yang merupakan owner bakso Tiga Roda ini, dia banyak bercerita tentang proses usaha baksonya. Cabang bakso yang baru 4 bulan berjalanย  ini dikelola olehnya dan seorang karyawan yang juga masih muda, sebaya dengannya. Sementara warung bakso Tiga Roda pusat yang dikelola Ayahnya sudah berjalan 5 tahun dan memiliki beberapa orang karyawan.ย 

Usaha bakso Tiga Roda ini merupakan usaha bakso keluarga yang berawal dari daerah Bekasi, Jawa Barat. Ada pamannya yang sejak tahun 2000 membuka warung bakso Tiga Roda di Bekasi dan saat ini telah memiliki 5 cabang di daerah Bekasi dan sekitarnya. Kemudian sejak 5 tahun lalu, Ayahnya pindah ke Yogyakarta dan membuka bakso Tiga Roda untuk wilayah Yogyakarta. Kemudian akhir tahun 2018 lalu diputuskan untuk membuka cabang baru yang berlokasi di depan rumah ini.

“Di keluarga kami enggak ada yang cari kerja. Semuanya wiraswasta dan buka usaha,” kata si owner.

ย Oya, saya juga pernah bertanya, kenapa dia tidak menggunakan jasa Go Food dalam usaha baksonya? Padahal hampir semua usaha kuliner di sekitar rumah sudah memasang logo Go Food dalam usaha makanannya. Begini jawabannya,

“Saya enggak tega kalau harus menaikkan harga lagi. Kasihan para langganan. Kalau saya pakai Go Food, harga harus naik lagi sekitar Rp2.500,- dari harga normal…”

Saya pun manggut-manggut mendengar penjelasannya. Apa pun keputusannya, semua kembali kepada kebijakan masing-masing. Yang jelas, yang namanya berbisnis dan menjalankan usaha itu memang tidak bisa dilihat hasilnya hanya dalam 1-2 tahun. Butuh 5-10 tahun berjalan dulu baru terlihat efeknya.

Jadi gimana, nih? Kamu mau ikutan buka usaha juga? Atau mau datang ke Yogya dan ikutan makan bakso Tiga Roda? ๐Ÿ˜€

Baca juga

#SETIP_Day11
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity

ย 

Manfaat Minyak Zaitun, Bukan Sekadar Isapan Jempol Belaka

Pilih minyak zaitun yang ada tulisannya “extra virgin” ya, tanpa campuran apa pun

Minyak zaitun, pasti teman-teman sudah sering dengar, kan? Minyak zaitun ini dihasilkan dari buah zaitun (Olea europaea)ย yang banyak tumbuh di daerah Mediterania. Begitu besar manfaatnya, sampai Allah menyebutnya di dalam Alquran, pada ayat pertama Surat At Tiin.

Lucunya, meski sudah sering mendengar namanya, saya dulu tidak pernah tertarik membeli minyak zaitun untuk digunakan sendiri. Selain karena harganya yang lebih tinggi dari minyak biasa, waktu itu saya beranggapan bahwa minyak zaitun hanya dibutuhkan oleh mereka yang sedang memiliki penyakit tertentu, seperti kolesterol tinggi, jantung, dan diabetes. Ibu saya sendiri yang memang kadar kolesterolnya sering naik turun, pernah mencoba membeli minyak ini untuk digunakan menggoreng. Memang sih, minyak ini berbeda dengan minyak biasa. Hasil gorengan lebih kesat dan kering, enggak lonyoh atau basah seperti gorengan pada umumnya.

Setelah teman-teman GSM (Geng Salihah Menulis) membahas tentang manfaat zaitun ini, barulah saya mulai tertarik meliriknya. Ternyata bukan cuma untuk kolesterol, lho. Pegal-pegal, sakit sendi, penyumbatan pembuluh darah (stroke), antioksidan, antikanker dan untuk perawatan kecantikan, adalah begitu banyak manfaat yang dimiliki oleh minyak ini. Bahkan, ada yang mengonsumsinya dengan cara diminum pakai sendok. Hiiiii…… Saya langsung begidik gimanaaa gitu bayanginnya. Apa enak, ya? Entahlah…. saya rasanya enggak pengen sama sekali. Lebih baik minum yang bentuk kapsul.

Sampailah pada beberapa hari yang lalu, waktu saya bertamu ke rumah seorang teman yang merupakan agen produk-produk herbal, beliau memberi saya sebotol mungil minyak zaitun (makasih yaa, mbak Anzilta ๐Ÿ˜€ ).

Awalnya jujur, enggak yakin mau minum minyak itu. Tapi saya pikir, nanti deh gampang, mau dipakai masak atau sebagai pelembab wajah kan bisa juga, enggak harus diminum. Dicoba aja dulu.

Ternyataa…. sampai di rumah, saya jadi penasaran, kayak apa sih rasanya? Mosok iya, minum jamu daun pepaya yang pahit aja saya lakoni, cuma minum sesendok makan minyak zaitun + air hangat aja takut? kwkwkwk… Akhirnya, siapin air hangat segelas, lalu tuangkan minyak zaitun ke sendok makan. Buka mulut, masukkan sendok, langsung telan, glekkkk!!! Buru-buru minum air hangat agar minyak segera larut. Udah. Enggak perlu bayangin dan mikir macam-macam. Suksesss deh ๐Ÿ˜€ Oalahhhh, sesimpel itu ternyata, Guys!

Nah, untuk kamu yang ingin mengonsumsinya juga dengan cara diminum, sebaiknya minumnya pagi hari, ya, saat perut masih kosong, atau malam hari menjelang tidur. Coba deh rutinkan aja, pasti ada manfaatnya. Terutama untuk kamu yang usianya sudah di atas 35 tahun, bagus banget untuk mencegah berbagai penyakit yang mulai datang “bersahabat” di rentang usia tersebut.

Setelah kepo rasanya minum minyak zaitun, hari ini saya penasaran mencoba minyak zaitun untuk manfaat lainnya, yaitu perawatan kulit. Habis mandi pagi, saya coba oleskan minyak zaitun pada beberapa titik kulit wajah dan memijatnya dengan gerakan memutar ke atas perlahan-lahan. Lakukan merata di seluruh bagian wajah dan lehermu, ya, termasuk area sekitar mata. Wihh takjub dehhh, minyaknya langsung meresap dan kulit pun terasa halus dan kenyal. Ealahhh….. ke mana aja saya selama ini, baru nyoba minyak zaitun sekarang.

Gimana, kamu berniat nyoba juga? Ternyata, bahan-bahan alami yang Allah sebutkan di Alquran, seperti kurma, buah tin, buah zaitun, dan madu, benar-benar memiliki khasiat nyata. Pantas saja mereka yang hidup di negara-negara Mediterania seperti Turki, Italia, Spanyol, Pakistan jarang sekali dilaporkan menderita penyakit berat semacam kanker, jantung, dan semacamnya.

Nah, kamu enggak perlu bingung lagi ya sekarang, karena semua yang ada di alam memang Allah sediakan untuk kelangsungan hidup manusia. Tapi kita sendiri yang terkadang lupa untuk menyadarinya. Betul, kan? ๐Ÿ™‚

Barakallahu fiikum….

#SETIP_Day10 #SemingguTigaPostingan #EstrilookCommunity

Semua Penyakit Berasal dari Pikiran, Percayakah Kamu?

Image : Slideshare.net

.

Siapa sih yang tidak mau hidup sehat, bahagia dan selalu terbebas dari kondisi tubuh yang kurang nyaman? Tubuh yang bermasalah sudah pasti akan sangat mengganggu aktivitas kita, bahkan dapat menghambat produktivitas dan performa kerja. Apalagi kalau kamu seorang ibu rumah tangga, yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setahun tidak pernah berhenti bekerja alias tak ada cuti maupun tanggal merah. Ye kan? ๐Ÿ™‚

Saya sendiri punya penyakit lumayan banyak *ngaku ๐Ÿ˜€ Tapi masya Allah, beberapa tahun terakhir ini qodarulloh, Allah selalu memberi kesehatan dan kondisi fisik yang cukup baik kepada saya. Bukannn…. bukan berarti saya enggak pernah sakit dan sehat terus. Tetap adakalanya lelah dan cenut-cenut, tapi Alhamdulillah sakitnya ya berkisar penyakit ringan, semacam flu, sakit kepala, atau pegal-pegal. Itu pun enggak lama dan biasanya sembuh sendiri. Padahal, sebenarnya saya punya penyakit maag dan iritasi lambung yang kalau sudah kambuh membuat diri tak berdaya, hanya bisa tiduran aja. Tapi Alhamdulillah, tidak pernah kambuh lagi beberapa tahun belakangan ini.

By the way busway, saya termasuk orang yang malas ke dokter kalau sakit *maaf ya untuk teman-teman yang berprofesi sebagai dokter ๐Ÿ™‚ Bukan masalah enggak suka minum obat, cuma enggak begitu suka aja dengan efek samping obat yang diminum. Kadang ada rasa kantuk, atau jantung berdebar, pikiran melayang dan tubuh menjadi lemas. Makanya kalau enggak terpaksa banget, saya jarang sekali minum obat.

Nah, ceritanya, selama satu bulan ini saya mengikuti kelas online bertajuk The Healing Code dari mbak Mutya Dita, seorang Hipnoterapis dan Grafolog yang selama ini sering saya ikuti kelasnya. Kelas pembelajaran di WA grup ini berisi tentang ilmu penyembuhan diri dari berbagai macam penyakit medis secara alami. Pesertanya cukup banyak dan dari berbagai macam latar belakang profesi, termasuk dokter dan perawat pun ada di kelas ini. Wow… kalau dokter saja tetap semangat untuk belajar, apalagi saya yang awam dan sangat kurang ilmunya ini, harusnya lebih semangat lagi, kan?

Kelas The Healing Code batch 1

.

Di jadwal, tertulis kelas ini hanya berlangsung selama 3 hari, mulai 22-25 Januari 2019. Tapi nyatanya, seperti kelas-kelas sebelumnya, selalu lebih panjang durasinya. Dan ternyata The Healing Code baru selesai di akhir Februari 2019. Kalau ikut kelas online dan durasinya diperpanjang senang enggak, pemirsa? Kalau saya pasti senanglah… Itu berarti ilmu yang diajarkan juga bertambah, bukan hanya sekadarnya saja.

Darimana Penyakitmu Berasal?

Apakah teman-teman percaya bahwa 90% penyakit yang kita derita sebenarnya berasal dari PIKIRAN? Kalau enggak percaya juga tak apelah ๐Ÿ™‚ Saya sendiri baru sadar kenapa penyakit maag yang dulunya cukup mengganggu mulai berkurang, bahkan tidak pernah kambuh lagi.

Dalam tabel penyakit yang diberikan di kelas pembelajaran, tertulis bahwa penyakit maag disebabkan karena adanya rasa stres dan khawatir yang berlebihan. Jika kita tidak ingin penyakit itu muncul lagi, artinya kita harus mampu melatih kontrol diri agar lebih tenang, rileks, dan nyaman.

Ada lagi, penyakit alergi, misalnya. Alergi terjadi karena adanya penolakan terhadap kemampuan diri. Atau penyakit yang semakin banyak penderitanya saat ini, yaitu kanker, lebih disebabkan karena penderitanya mengalami tekanan perasaan yang disembunyikan dan tak mampu diungkapkan selama bertahun-tahun ๐Ÿ™

Tidak semua orang percaya dengan pernyataan di atas. Dan saya pun tak hendak mengajak orang lain untuk 100% percaya. Hanya sekadar berbagi, bahwa apa yang kita alami pada tubuh, sebenarnya ada andil dari pikiran yang tidak benar alias pikiran negatif di situ.

Secara pikiran sadar, pasti banyak yang mengelak dan protes,
“Ahh… enggak kok, aku enggak pernah berpikiran aneh-aneh. Aku selalu percaya diri…”

Hihiii…. iya, itu kan secara pikiran sadar.
Tapi di sini, yang menjadi penyebabnya adalah secara pikiran BAWAH SADAR.
Pikiran bawah sadar ini terbentuknya sudah lama, berpuluh-puluh tahun, sejak kita lahir, bukan hanya saat ini saja. Terkadang kita bahkan tidak menyadari pola yang sudah terbentuk sejak kecil itu.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Kenali dahulu masalah apa yang mengganggumu

Bohong kalau orang hidup tak punya masalah ๐Ÿ™‚ Masalah ini bisa dilihat dari 2 sisi, sebagai bencana, atau justru kita syukuri sebagai berkah. Bersyukur kala ditimpa masalah bukan sesuatu yang mudah, keleussss ๐Ÿ˜€ *pasti pada ngomong gitu, kan? Justru itu, step by step memang harus dilatih. Sebagai orang beragama semua sudah ada panduannya, bahwa setiap detik, jam dan waktu yang kita syukuri selalu berbeda hasilnya dengan mereka yang hidup dengan penuh keluhan dan kemarahan.

  • Ucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepada dirimu

Yang belum pernah melakukan ini pasti mikir, “Ngapain sih pakai acara beginian segala?” ๐Ÿ™‚ Ini sebenarnya hampir sama dengan ketika kita selesai salat, kemudian melakukan istighfar, mohon ampun dan keikhlasan untuk menerima semua yang telah terjadi.ย  Jangan lupa, bahwa seluruh anggota tubuh kita ini sangat berharga. Ketika salah satu dari mereka rusak, atau butuh perbaikan, artinya kita tidak bisa 100% beraktivitas dengan benar. Maka lakukanlah pemeliharaan dari dalam, salah satunya dengan ucapan terima kasih dan permintaan maaf, betapa tubuh kita ini sangat berharga.

  • Ucapkan dan tuliskan apa hal positif yang kamu inginkan (selftalk)

Misalnya, “Bismillah, aku selalu sehat, segar, bahagia…” Ucapan selftalk ini sama dengan DOA yang kita panjatkan berulang-ulang setiap hari. Harus berulang-ulang? Pasti! Ibarat menyusun batu-bata, setiap doa yang kita panjatkan akan terus bertambah tinggi mencapai langit ๐Ÿ™‚

  • Lakukan secara rutin (repetisi)

Tidak ada hasil baik yang didapat dari usaha secara instan. Hasil yang baik pasti memerlukan suatu PROSES. Mi instan aja harus dimasak, kan? Setiap hari selalu banyak peristiwa atau kejadian yang kita alami, baik yang bahagia, atau sebaliknya, menyedihkan dan tidak menyenangkan. Setiap hari, racun dalam tubuh dan pikiran kita terus bertambah. Itu kenapa, langkah pembersihan atau bahasa gaulnya “detoksifikasi” harus terus dilakukan.

Udah, ya, segini dulu curhatnya. Saya ambil poin-poinnya aja dari kelas The Healing Code batch 1. Hayuu…. mulai praktik sedikit demi sedikit agar kita dapat meminimalisir sekecil apapun penyakit yang mengganggu setiap bagian dari organ tubuh.

Kelas The Healing Code batch 2

.

Oiya, akhir Maret ini ada lagi kelas lanjutannya,ย The Healing Code batch 2 (28 Maret-10 April 2019).ย  Jangan khawatir, biayanya amat sangat terjangkau, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Kalau kamu berminat, boleh hubungi saya, ya, nanti saya bantu teruskan ke tim Healing Code.

Semoga tulisan ini bermanfaat, barakallahu fiikum…

Baca juga

.

#SETIP_Day9 #SemingguTigaPostingan #Estrilook Community

Tes Sidik Jari dan Analisa Tulisan Tangan, 2 Cara Mudah Menemukan Potensi Dirimu

Ini lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang tes sidik jari (fingerprint analysis). Kalau sebelumnya membahas tentang hasil tes Lubna, sekarang giliran membahas tentang ibu Lubna yang imut ini ๐Ÿ˜€ *mau bilang amit kok nggak tega

Baca tulisan sebelumnya tentang hasil tes sidik jari Lubna di sini

Mungkin sebagian teman-teman bertanya, kenapa dan apa pentingnya saya ikutan tes macam begini? Sudah lewat umur pula dan terasa nggak begitu penting lagi menganalisa diri sendiri. Nah, ini mungkin perbedaan kita qiqiiiiiqiii…

Saya sukaa banget sama hal-hal berbau kepribadian orang. Pernah belajar tentang ilmu analisa tulisan tangan (Grafologi), meskipun hanya secara basic. Dan tulisan tanganku pernah dianalisa oleh coach Mutya Dita, seorang Grafolog sekaligus Hipnoterapis, yang merupakan guru mindset-ku selama ini. Beliau sering membuka kelas online pemberdayaan diri dengan biaya yang tergolong murah meriah untuk para wanita dan emak rempong yang memiliki niat memperbaiki diri, terutama dari segi mental dan pemikiran (mindset).

Dari analisa tulisan tangan tahun 2017, diketahui salah satunya bahwa saya ada kecocokan di bidang pekerjaan yang membutuhkan koordinasi 3 hal : mata, tangan, dan jari.

Entah kenapa, setelah itu, aktivitas saya mulai mengerucut dengan sendirinya di bidang tulis-menulis, khususnya penulisan artikel. Padahal sebelumnya, saya fokus di bisnis online brand kosmetik Eropa yang setiap hari mengharuskan berkomunikasi dan memotivasi banyak manusia dengan aneka karakter. Meski 90%-nya dilakukan secara online dari rumah, saya belajar banyak hal dari bisnis ini. Tentang internet marketing, blogging, personal branding, teknik iklan berbayar, pengembangan diri, dll. Step by step, potensi dan kemampuan saya lambat laun mulai muncul.

Setelah jalan sebagai seorang penulis artikel terbuka dengan mudahnya, Alhamdulillah, saya memutuskan untuk fokus di salah satu bidang saja, karena jika menjalankan keduanya, bisnis online dan menulis, ternyata saya tidak sanggup ๐Ÿ™‚ Rindu itu terlalu berattttt, Dilan *ehh apa sihh heheee…

Berkaca dari hasil analisa tulisan tangan, saya mulai fokus ke penulisan artikel. Menjadi kontributor di beberapa media online dan ghost writer alias penulis hantu ๐Ÿ˜€ (menulis untuk nama orang lain) perlahan saya jalani. Kemudian terbukalah kesempatan menulis buku bersama Geng Salihah Menulis, komunitas menulis yang beranggotakan 9 orang perempuan. Karena setiap hari bergaul secara online dengan mereka yang masih muda, fresh dan aktif secara ide dan pemikiran, akhirnya saya jadi lupa usia kwkwkwk *payah dong…

Setelah salah satu teman di GSM mendirikan media (platform) online sendiri bernama Estrilook.com, saya diminta bantuannya menyunting setiap artikel yang masuk untuk ditayangkan di Estrilook. Apakah semua aktivitas ini sudah sesuai dengan konsep 3 hal : mata, tangan, dan jari sesuai hasil analisa tulisan tangan? Silakan teman-teman nilai sendiri ๐Ÿ™‚

Oke, kita balik lagi ke cerita di paragraf pertama tentang tes sidik jari (fingerprint analysis).

Setelah Lubna melakukan tes, beberapa hari kemudian saya ikut tes sidik jari juga. Sekadar ingin tahu dan membandingkan dengan hasil analisa tulisan tangan di tahun 2017. Meskipun secara prinsip berbeda, tes sidik jari adalah analisa secara fisik, sedangkan tulisan tangan mencakup analisa kondisi mental/psikis juga, tapi saya yakin, kalau memang keduanya 80% akurat, pasti ada kesamaan hasil antara keduanya. Kalau tidak ada kesamaan hasil, berarti ada salah satu yang meragukan.

Lalu hasilnya gimana? *nah, kita lanjutkan setelah jeda iklan berikut, yak… hahaayy… ๐Ÿ˜€

Sedang semuanya. Kurang cerdaskah daku? ๐Ÿ™‚

Hasilnya, tarraaaa…. Kalau Lubna menonjol di hampir semua kecerdasan majemuk (logika matematika, bahasa, visual, dll) tidak demikian halnya dengan saya. Ibu Lubna ini justru sedang-sedang saja di semua bidang kecerdasan. Wow, apakah saya kurang cerdas? *tutup muka…

Hemmmm…. ternyata si mas yang ngetes menjelaskan, justru di situlah letak kekuatan saya. Sedang-sedang saja di semua bidang, artinya saya orang yang mudah beradaptasi dengan semua respon lingkungan. Macam bunglon dong ya… Orang yang ramah, sungkan alias nggak enakan sama orang ๐Ÿ˜€ Lembut, sederhana, jujur…. aaihhh GR banget deh saya pokoknya. Yang kenal saya secara pribadi silakan protes kalau merasa analisa di atas enggak sesuai dengan faktanya yess, kwkwkwk

Kekurangannya apa? Ada jugalah pasti. Salah satunya, saya tipikal menolak masa depan, alias enggak hobi bikin target. Kebalikan banget dengan Lubna, yang sejak lulus TK sudah punya visi memilih SD-nya sendiri. Lulus SD 3 tahun lagi insya Allah dia berencana lanjut ke ponpes Gontor (aamiin), dan 12 tahun lagi sudah berencana ingin menikah di tahun 2031. Masya Allah, detil sekali planning-nya… ๐Ÿ˜€

Sebaliknya bagi saya, membuat target dan rencana merupakan masalah terbesar sejak dulu. Sadarrrr banget. Dulu waktu ikut kelas online pemberdayaan diri saya pernah pusing berhari-hari waktu diminta bikin target 1 tahun dan 5 tahun ke depan. Sampai segitunya, ya. Coach saya saat itu sampai menegaskan, “Bagaimana Anda ingin mewujudkan cita-cita/keinginan kalau apa yang dituju saja tidak paham?” Jlebbbb…. Gara-gara dipaksa waktu itu barulah saya “bangun”.

Oiya, kira-kira apa potensi yang saya miliki dari hasil tes sidik jari? Ternyata, enggak jauh beda dengan hasil analisa tulisan tangan. Potensi saya ada di bidang yang melibatkan 3 hal : mata (visual), pendengaran (audio), dan sentuhan/gerak/praktik (kinestetik). Beberapa bidang yang cocok adalah yang berhubungan dengan orang banyak (sosial), semacam komunikasi (humas, iklan, pemasaran), perhotelan, kesehatan (fisioterapi).

Cukup nyambung ternyata, karena dulu saya memang diterima kuliah di jurusan Komunikasi dan Perhotelan. Tapi akhirnya mantap memilih jurusan Komunikasi sebagai bidang perkuliahan yang fokus untuk ditekuni.

Dari curhat saya tadi, mudah-mudahan bermanfaat untuk teman-teman yang membaca. Meskipun mungkin tidak semua orang setuju dan sepemahaman dengan saya mengenai berbagai tes analisa yang selama ini bertebaran, kita kembalikan kepada opini masing-masing, ya. Untuk saya sendiri, melakukan tes analisa terhadap diri sendiri enggak ada salahnya kita lakukan. Siapa lagi sih yang akan memotivasi diri kita kalau bukan kita sendiri. Ye, kan? ๐Ÿ™‚

#SETIP_Day8
#SemingguTigaPostingan
#Estrilook

Ghratama Pustaka Yogyakarta, Sarana Melihat Jendela Dunia

Little princess Lubna, girl wanna be…

“Buku adalah jendela dunia…”

Ungkapan ini saya baca pertama kali sejak masih duduk di bangku SD. Melalui buku, kamu dapat berpetualang keliling dunia tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak dan memikirkan urusan transportasi, akomodasi, dan ittinerary, alias jadwal perjalanan plus anggarannya… ๐Ÿ™‚

Saya masih ingat jelas, punya cita-cita dan impian pengen ke Jepang, setelah membaca sebuah buku tentang budaya dan kebiasaan masyarakat di negeri Sakura itu saat duduk di kelas 6 SD. Keinginan itu sempat muncul kembali setelah selesai kuliah, yang kemudian mendorong saya untuk belajar bahasa Jepang demi cita-cita bekerja di sana. Nah, loh… sampai segitunya, ya ๐Ÿ˜€

Sekarang sudah tercapaikah impian ke Jepangnya? Jawabannya, belommm… *ihhiksss…

Sekarang, impian ke Jepang sudah bergeser dan tertutup oleh keinginan berkunjung ke negeri asal muasal bunga Tulip, alias Turki, demiiiiii…. Demi apa coba? Demikian hehheee… Apalagi kalau bukan demi meihat indahnya sejarah Islam di Eropa, melalui kokohnya arsitektur Hagia Sophia dan syahdunya penampakan Blue Mosque tercinta. Lagi-lagi, keinginan kuat ke Turki ini juga muncul setelah melihat film dan membaca novel populer 99 Cahaya di Langit Eropa-nya Hanum Rais.

Tanpa saya sadari, kebiasaan masa kecil membaca buku tentang indahnya dunia, mulai menurun kepada Lubna, little princess yang mulai beranjak ABG. Hobi membacanya mulai muncul sejak satu tahun yang lalu, saat Lubna duduk di kelas 2 SD. Kesukaannya membaca ini mengalami perkembangan yang cukup dahsyat menurut ibunya, karena di kelas 3 SD ini dia sudah PD bilang bahwa membaca adalah “makanan” baginya. Dengan kata lain, kalau enggak baca artinya sama aja dengan enggak makan. Badan jadi lemes dan uring-uringan ๐Ÿ˜€

Alhamdulillah, sekarang Lubna sudah jarang banget ke mall. Setiap akhir minggu sudah ada tempat favorit dan asyik untuk dia refreshing, namanya Ghratama Pustaka. Dari namanya sudah bisa ditebak bahwa tempat ini berhubungan dengan buku, ye, kan?

Yup, enggak salah. Ghratama Pustaka ini dulu nama lainnya adalah Perpustakaan Daerah Yogyakarta. Zaman saya masih kuliah, perpusda ini terletak di area dekat Malioboro. Sesekali dulu saya sempat juga meminjam buku di sana.

Sejak 21 Desember 2015, perpusda Yogyakarta menempati gedung baru yang megah dan berpindah lokasi ke Jalan Janti, Banguntapan, Bantul. Lokasinya bersebelahan persis dengan gedung ekspo terbesar di Yogya, yaitu JEC alias Jogja Expo Centre. Sri Sultan Hamengkubuwono X yang meresmikan perpusda ini kemudian memberi nama baru,ย Ghratama Pustaka. Ghratama berarti rumah, Pustaka berarti buku.

Gedung yang megah dengan 4 menara yang memiliki filosofi tersendiri.
(Image : twitter.com/infojogja)

Perpustakaan megah, nyaman, dan mirip arena bermain ini dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar.ย Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, lho. Ada ruang bioskop 6D, ruang anak-anak, ruang musik, ruang bermain, berbagai akses untuk koleksi digital, dan pastinya free hotspot.

Kamu tahu pembangunan gedung baru ini menghabiskan biaya berapa? Enggak tanggung-tanggung, Guys, anggarannya mencapai Rp 72,5 miliar. Hemmmm….. pantesss nyaman banget ๐Ÿ™‚

Kalau ke Ghratama, Lubna paling suka ke ruang baca anak dan nonton bioskop 6D. Oya, kalau mau pinjam buku, kamu harus membuat Kartu Anggota dulu ya. Biayanya berapa? Gratissss, kok, untuk semua usia. Syarat bikinnya cukup menunjukkan KTP (untuk umum) dan Kartu Pelajar atau Kartu Keluarga (untuk anak-anak). Setelah mengisi data diri, kamu akan dipersilakan ke ruang foto untuk langsung difoto seperti kalau kita membuat KTP.

Ruang Baca Anak

.

Interior ruang baca anak yang menarik, penuh warna

Ruang baca ini berada di lantai 1. Selain Ruang Baca Anak, ada juga beberapa ruang untuk anak di lantai ini, seperti Ruang Musik, Ruang Bermain, Ruang Mendongeng, dan Ruang Bioskop 6D.ย 

Interiornya nyaman, penuh warna, dan, disediakan kursi-kursi kecil warna-warni plus meja bundar besar untuk tempat anak-anak membaca. Terdapat beberapa sofa santai juga di dalam ruangan. Pokoknya cozy banget, deh. Apalagi buat orang tua, bisa istirahat sekaligus wifi-an di sini hihiii…

Senangnya melihat anak-anak kita mencintai buku sejak kecil

Koleksi buku anaknya cukup lengkap, mulai dari buku pengetahuan, novel, komik, sampai buku untuk anak-anak balita semua ada di Ruang Baca Anak ini. Recommended banget untuk sarana melatih anak cinta buku.

Ruang Biokop 6D

.

Tiket nonton sinema 6D-nya murah, kan? ๐Ÿ™‚

Kalau kamu lelah membaca, jangan lupa melipir alias ngungsi ke Ruang Bioskop 6D ini ya. Cukup dengan tiket seharga Rp10.000 saja per orang, kita akan dimanjakan dengan keseruan melihat tayangan sinema 6 dimensi sambil berteriak-teriak histeris sepuasnya.

Banyak genre film yang bisa dipilih, mulai dari petualangan, sampai tema horor

Sensasinya bak naik roller coaster, karena kursi sinemanya bisa bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti alur pergerakan di film. Ada kacamata khusus yang harus kamu gunakan agar apa yang tampil di layar seolah nyata kita alami ๐Ÿ™‚ Seru deh, pokoknya. Bukan cuma untuk anak, lho, ya. Yang dewasa juga boleh banget, karena tema filmya bermacam-macam.

Jadwal Buka Perpustakaan

Banyak yang mengira Ghratama Pustaka tutup.pada hari Minggu. Padahal sebenarnya tetap buka. Jadwalnya di bawah ini ya:

Senin s/d Jumat : pukul 08.00 – 22.00 WIB.
Sabtu & Minggu : pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Fasilitas Lainnya

Gedung megah Ghratama Pustaka terdiri atas 3 lantai.
Kalau tadi di Lantai 1 khusus untuk koleksi anak, di Lantai 2 merupakan ruang layanan untuk Koleksi Umum, Koleksi Braille, Ruang Pameran, dan ada Auditorium. Kemudian di Lantai 3 ada ruang layanan Koleksi Digital, layanan Majalah dan Surat Kabar, layanan Skripsi, Peraturan Perundangan, dan ada pula Ruang Audio Visual.

Oya, di halaman depan Ghratama yang sejuk dan hijau ini juga ada pendopo luas untuk duduk-duduk atau diskusi bareng teman-temanmu. Bisa juga menjadi ajang foto karena rumputnya yang begitu asri dan tertata rapi. Ruang tunggu pengunjung di teras perpustakaan ini juga sangat nyaman dan bersih. Yang jelas, gedung ini bisa menjadi alternatif refreshing kamu dan keluarga, selain ke mall atau kebun binatang.

Jangan lupa mampir ke sini kalau pas liburan ke Yogya, ya! ๐Ÿ™‚

#SETIP_Day7
#SemingguTigaPostingan
#Estrilook

Tes Sidik Jari (Fingerprint Analysis), Akuratkah?

Wah, ternyata sudah lamaaaa banget enggak nulis tentang parenting di blog ini. Biasanya saya lebih suka cerita di media sosial untuk topik semacam ini, jarang banget pindahin curhatnya ke blog ๐Ÿ™‚

Teman-teman tercinta, semua pasti sepakat bahwa buah hati adalah anugerah bagi orang tua, sekaligus amanah yang harus kita jaga.
Saking sayangnya dengan anak, kita bahkan terkadang lupa bahwa sebenarnya orang tua hanya dititipi, tapi tidak berhak memaksa mereka memilih apa yang kita mau.

Tugas orang tua adalah mengarahkan, membimbing, memberikan batasan-batasan sesuai norma agama dan masyarakat yang berlaku. Sisanya, terus berdoa dan berharap mereka selalu berada di jalan yang benar.

Sebegitu pentingnya peran kita sebagai orang tua dalam membimbing mereka, membuat saya selalu kepo dan bersemangat setiap kali mempelajari segala hal yang berhubungan dengan potensi dan bakat anak. Bukan apa-apa, saya hanya takut jika terlalu egois memaksa anak mengikuti arus yang saya mau. Menuntut Lubna untuk begini, begitu, dan begono, tanpa paham apa sebenarnya keinginannya dan seberapa besar kemampuannya. Apalagi lingkungan di sekitar kita saat ini cenderung memberi keleluasaan ke arah situ ๐Ÿ™‚

Zaman sekarang, banyak orang yang bekerja hanya berdasarkan tujuan mencari penghasilan semata. Mengejar materi, tanpa mampu menikmati rutinitas yang mereka lakukan setiap hari. Akibatnya, banyak yang merasa bosan dan tidak puas dengan diri dan lingkungannya.ย  Benar, bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan mungkin tidak terlalu dibutuhkan yang namanya bakat. Yang penting ada kemauan dan usaha. Tapi lambat laun, jika pekerjaan itu dilakukan atas dasar rasa terpaksa, pasti akan menimbulkan kelelahan psikis dan fisik yang tidak terkira. Akibatnya, rawan terjadi stres, rasa tertekan, emosi yang terpendam, dsb.

Tentunya berbeda jika kita melakukan sesuatu atas dasar bakat dan minat yang disukai,ย  hasilnya lebih maksimal, karena ada rasa SUKA dan CINTA di dalamnya. Tidak ada rasa terpaksa.

Sama juga dengan bakat dan potensi pada anak. Jika bakat dan minat anak dapat kita temukan sedini mungkin, pastinya akan lebih baik. Kelak untuk ke depannya, orang tua tinggal menyelaraskan antara bakat yang sudah terdeteksi dengan minat dan keinginan yang buah hati kita sukai.

Tes bakat pertama yang dilakukan Lubna adalah tes sidik jari pada tahun 2016 lalu, saat menjelang lulus dari TKIT tempatnya belajar. Dilakukan kolektif di sekolah, tes ini belum terlalu lengkap. Hanya sekilas memberi gambaran bagian otak mana yang memiliki kecenderungan dalam diri seorang anak, kiri atau kanan. Plus sedikit informasi mengenai kecenderungannya belajar, apakah audio (pendengaran), kinestetik (bergerak, sentuhan), atau visual (gambar, penglihatan).

Hasil tes sidik jari saat TK

Sewaktu masih TK, bakatnya belum terlalu tampak. Suka mewarnai seperti pada umumnya anak seumurnya, tapi itu pun enggak rapi banget. Kemampuan membaca juga masih sedang, belum terlalu lancar. Saya sendiri tidak terpikir sama sekali untuk memasukkan dia ke tempat les atau penunjang bakat anak pada umumnya, karena sekolahnya sudah full day. Biarlah dia istirahat di rumah setelah seharian eksplorasi di sekolah.

Perkembangannya mulai mengerucut dan makin terlihat setelah duduk di bangku SD. Mulai suka menggambar, tapi sudah tidak hobi mewarnai lagi. Gambarnya cenderung animasi dan polos, tanpa warna.

Kelas 2 SD, seiring perjalanan ibunya yang mulai menekuni dunia menulis di akhir tahun 2017, minat bacanya pun mulai tumbuh. Tergila-gila pada komik dan semua majalah/buku bergambar. Dari yang tadinya suka bermain game di smartphone, Alhamdulillah mulai berkurang dan beralih ke buku bacaan dan corat-corat. Tak terhitung borosnya kertas, buku tulis, dan bolpoin yang sudah habis dia gunakan. Ibunya kadang tak habis pikir dan sempat ngomel berkali-kali melihat keajaiban pemborosan kertas, buku tulis dan bolpoin ini *maklummm emak-emak ๐Ÿ˜€

Aku tak bisa hidup tanpa menggambar, bu…” kata Lubna ๐Ÿ™‚

Tak bisa hidup tanpa menggambar, begitulah motto Lubna.

Tapi sejujurnya, ada satu kebingungan saya saat itu. Dia hobi menggambar dan cenderung berimajinasi tinggi secara visual, suka menulis dan bikin cerita. Bukankah itu otak kanan? Lalu mengapa saat tes sidik jari waktu TK terdeteksinya justru cenderung otak kiri? Apakah ada kesalahan?

Nah, pertanyaan ini saya simpan dulu.

Selanjutnya di hari-hari berikutnya, saya mulai intens ikut kelas online tentang parenting, mindsetย dan self development,ย baik berbayar maupun free di tahun 2017. Saya bahkan tertarik mempelajari ilmu tentang analisa tulisan tangan (Grafologi) juga untuk menganalisa diri sendiri dan bakat anak, meskipun masih tahap basic banget. Dan akhirnya memutuskan enggak lanjut ke tahap berikutnya karena ilmu ini membutuhkan ketelitian dan ketekunan yang sangat luarrr byasakkkkkk ๐Ÿ˜€

Pernah suatu kali sehabis diminta mendeteksi tulisan beberapa orang teman, kepala saya langsung cenut-cenut karena memang butuh energi untuk memeriksanya. Rasanya lelahh banget menganalisa tulisan demi tulian. Mungkin karena saya belum terbiasa, ya, atau ilmunya belum tinggi hihihiii… Tapi memang benar bahwa metode analisa tulisan tangan alias Grafologi ini sangat akurat untuk mengetahui kondisi dan kepribadian seseorang. Bukan hanya dari segi fisik dan potensi yang terbaca. Bahkan dalam hal kondisi psikis, apakah sedang bahagia atau ada masalah kejiwaan yang membuat tertekan, dan penyakit apa yang sedang diderita, semua akan terlihat melalui tulisan tangan kita.

Balik lagi ya ke topik tes sidik jari….

Beberapa hari yang lalu, ada penawaran dari bimbingan belajar tempat Lubna les (by the way busway,ย akhirnya Lubna mau juga ikut les karena dia kurang paham dengan pelajaran matematika di sekolah. Kalau di tempat les katanya jadi paham karena mentor-nya enak kwkwkwk… makanya dia minta dileskan ๐Ÿ˜€ ).

Bimbel tersebut menawarkan tes sidik jari (fingerprint analysis) bagi siswa yang berminat mengetahui potensi, jurusan, dan bidang kerja yang setidaknya tepat dengan bakatnya. Duh, lagi-lagi,… saya mulai kepo dan ingin membandingkan hasil tes saat Lubna TK dulu dengan hasil tes setelah Lubna duduk di kelas 3 SD ini. Apakah sama, atau ada perbedaan? Ya udah, dengan mantap, Lubna tes sidik jari lagi untuk kedua kalinya dengan pemaparan yang lebih detil dari sebelumnya. Hasilnya?

Hasil tes kelas 3 SD

Alhamdulillah, terjawab sudah semuanya. Sejauh ini hasilnya 90% akurat dengan fakta yang tersirat *uhhuk

Yup, ternyata Lubna memang dominan di hampir semua kecerdasan majemuk. Bukan hanya logika matematika dan bahasanya yang menonjol, tapi dalam hal imajinasi dan visual juga ternyata sangat menonjol. Ada keseimbangan antara otak kanan dan kiri di situ. Saat TK dulu, yang terbaca otak kirinya. Dalam perkembangannya, otak kanan juga menonjol, saling bersinergis membentuk potensi yang cukup unik. Logika dan idealismenya yang tinggi membuatnya hobi ngeyel, kepo dan berdebat dengan orang tuanya. Dan ini sudah jadi makanan sehari-hari saya sebagai ibunya ๐Ÿ™‚ Hemmm… jadi geli sendiri setelah membaca hasilnya. Keinginannya memang keukeuh, kuat dan sangat butuh dihormati *halahhh, ndukkk….

Saya ingat ketika dia lulus TK dan akan masuk SD, Lubna ngotot memilih sendiri ingin sekolah di SDIT pilihannya. Enggak mau ke sekolah lainnya ๐Ÿ™‚ Akhirnya dituruti, dengan janji, dia harus semangat dan konsekuen dengan pilihannya. Entah dia paham atau tidak saat itu karena usianya baru 7 tahun, yang jelas, Alhamdulillah, hingga saat ini dia tetap ceria dan bahagia bersekolah. Masya Allah tabarakallah ya, nak…

Lanjutkan membaca Tes Sidik Jari (Fingerprint Analysis), Akuratkah?