Semua tulisan dari Hastin Pratiwi

Kontributor di media online & penulis buku antologi. Pembelajar sejati yang menulis untuk berbagi. Kontak saya via email di hastinpratiwi@gmail.com.

Menjadi Sahabat Anak Lewat Inner Strength Biskuat Academy 2022

“Anak-anak adalah pesan hidup yang kita kirimkan menuju waktu yang tidak akan kita lihat.” 

— John F. Kennedy

Inner Strength
Setiap anak memiliki inner strength yang harus kita dukung dan optimalkan.

Saya mengarahkan setang sepeda motor agar berbelok ke arah kiri. Di jok belakang, Lubna, gadis “baru gede” tercinta yang tahun ini masuk SMP masih asyik bercerita tentang situasi kelas dan teman-temannya hari ini.

“Ibu tahu enggak? Tadi di sekolah, aku kesel banget sama temanku yang cowok itu!”

“Memangnya dia kenapa?” tanya saya sambil tetap fokus mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Seperti biasa, waktu di jalan adalah momen terbaik Lubna bercerita kepada ibunya tentang apa yang dialaminya hari itu.

Meski harus membagi fokus antara mengendarai sepeda motor dan mendengarkan ceritanya, saya sangat menikmati momen kebersamaan di jalan ini sejak ia masih di taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga tahun ini menjadi pelajar di sekolah menengah pertama.

“Temanku itu orangnya lebay, Bu! Masak sih, kalau digodain sama teman-teman, dia langsung marah dan ngamuk-ngamuk?!” kata Lubna lagi.

“Lo … kalian juga, sih, aneh. Godain teman itu ‘kan enggak bener. Kasihan dia! Ngapain diteruskan?” tanya saya, gemas.

“Bukan, Bu! Godainnya ‘kan cuma bercanda gitu, lo! Misalnya, ada temanku yang nyembunyiin penghapus atau pensil si cowok tadi, nah, dia bisa langsung ngamuk. Kursi di kelas sampai diangkat dan dilempar ke arah teman-teman, padahal kita cuma bercanda. ‘Kan kasihan kalau ada teman yang kena lemparan kursinya?” Lubna terlihat geram.

Waduh … saya mulai khawatir juga. Zaman sekarang, berita kekerasan yang dilakukan anak-anak di bawah umur sudah bukan hoaks lagi. Semua nyata, ada di depan mata. Saya sungguh prihatin dengan fenomena ini.

“Hemm … berarti temanmu belum punya kontrol emosi yang baik, Nak. Ketahanan dirinya perlu diperbaiki.”

“Iya, Bu. Kalau Pak Guru marah, dia malah ganti mencak-mencak dan ngamuk ke Pak Guru. Enggak sopan banget, ‘kan? Kita semua sebel ngeliatnya!” jawab Lubna lagi.     

Saya menarik napas panjang. Sebenarnya, kondisi yang dihadapi anak-anak sekarang memang lebih berat daripada dulu waktu saya masih seumuran Lubna di usia 13 tahun. Imbas dari globalisasi informasi lewat internet yang bebas diakses dengan mudah dari mana saja, beratnya mata pelajaran di sekolah dengan kurikulum yang selalu berganti, plus kondisi tak menentu akibat perubahan lingkungan–seperti adanya pandemi, resesi ekonomi, dan masalah kehidupan lainnya, nyatanya berdampak juga kepada anak-anak kita.

Bohong rasanya kalau kita bilang,

“Ah … itu ‘kan masalah orang tua! Anak-anak mana tahu soal sulitnya hidup dan semacamnya?!”

Ya … kalau tingkat ekonomi kita masih di level menengah ke atas mungkin tidak terlalu bermasalah, ya, tetapi bagi mereka yang strata ekonominya berada di bawah, kesulitan yang ada akan berdampak terhadap kehidupan seluruh keluarga–termasuk anak-anak–apabila orang tua tidak pernah memberdayakan ketahanan diri (resilience) yang dimilikinya dan mengajarkan anak-anaknya mengenai pentingnya ketahanan ini.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai orang tua?

Mengenal Kekuatan Baik dari Dalam Diri (Inner Strength)

Tahukah, Teman-Teman? Setiap manusia dikaruniai harta karun yang sangat berharga, yaitu “pikiran”. Dikutip dari buku Pikiran Adalah Kunci karya Meuthia Z. Rizki, bagaimana kondisi kehidupan kita saat ini adalah gambaran dari pikiran masing-masing.

Melalui pikiran, setiap manusia sebenarnya memiliki kemampuan memunculkan kekuatan terbaik dari dalam dirinya (inner strength). Sayangnya, kita cenderung mengabaikan dan menganggap diri ini terlalu lemah. Kelemahan ini yang seringnya–secara tidak sengaja–kita ajarkan kepada buah hati kita.

Apa Itu Inner Strength Sebenarnya? 

Dilansir dari laman Psychology Today, inner strength ibarat perbekalan makanan yang selalu tersedia saat kita mendaki gunung sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan, ia mampu mengembalikan kekuatan diri.

Dengan kata lain, inner strength adalah POTENSI dan KEKUATAN POSITIF yang berasal dari dalam diri setiap individu. Ia mungkin tidak langsung tampak dari luar, ya, Bestie. Karena itu, perlu terus dilatih agar dapat berkembang memengaruhi karakter individu, termasuk anak-anak kita. Rasa percaya diri, pemberani, tangguh, dan baik hati adalah beberapa contoh inner strength yang perlu terus ditumbuhkan dalam diri anak.   

Mengoptimalkan inner strength tentunya tidak dapat dilakukan seperti main sulap, yang sekali baca mantra, langsung, deh, kejadian. Butuh proses, pembiasaan, dan repetisi atau pengulangan agar inner strength ini menetap di pikiran bawah sadar dan muncul otomatis sewaktu-waktu dibutuhkan.

Karena itu, saya sangat percaya, dukungan kita sebagai orang terdekat bagi anak sangat berpengaruh terhadap sifat, karakter, dan kekuatan diri yang ia miliki.

Peran Orang Tua Mendukung Inner Strength Anak

Orang tua adalah teladan dan guru terbaik untuk anak-anak. Bisa dibayangkan, bagaimana karakter buah hati apabila sebagai orang tua, kita tidak memiliki ketahanan mental yang baik, bukan?

Sebagai seorang single mom, saya sungguh merasakan, enggak mudah memang mendidik anak seorang diri di era serba instan ini. Namun, bukan berarti saya menyerah dengan keadaan dan hanya diam berpangku tangan. Di tengah kelelahan yang mendera, menjadi ibu yang bahagia—menurut saya—adalah modal utama tersampaikannya semua nasihat dan ilmu kepada anak.

Ngomong-ngomong … ada enggak, sih, cara untuk mendukung agar inner strength anak dapat bertumbuh sehingga menghasilkan prestasi, baik dalam hal akademik maupun non-akademik? Di bawah ini ada beberapa langkah sederhana yang biasanya saya lakukan sebagai orang tua, meski tentu saja, masih jauh dari kata sempurna. 

Tips optimalkan inner strength anak
Tips optimalkan inner strength anak ala Ibu Lubna

1. Menjadi Sahabat Sekaligus Teladan bagi Anak

Harus diakui, kita sering meminta anak untuk belajar hal baru, tetapi kita sebagai orang tua justru malas untuk belajar dan melakukan transformasi diri. Saya pun kadang masih berada di level ini, padahal anak sangat membutuhkan orang tua yang bisa menjadi sahabat tempat curhat dan bertanya tentang segala hal.

Kalau kita sebagai orang tua rajin belajar tentang segala hal dan mau terus meng-upgrade diri, insya Allah, anak-anak juga akan suka ngobrol dan curhat apa pun tentang hubungan dan pergaulannya dengan lingkungan sekitar. Ia tidak akan mencari sosok lain di luar keluarga untuk menumpahkan unek-uneknya karena telah menemukan “tempat penampungan” yang nyaman di dalam keluarga.

2. Memberikan Apresiasi Sekecil Apa pun Pencapaian Anak

Apresiasi untuk anak tidak harus dalam bentuk barang yang mewah. Setiap anak berhasil melakukan sesuatu melebihi ekspektasi yang diharapkan, saya sering memeluk dan memberikan pujian, sekaligus mengucap rasa syukur di hadapan anak. Ini sebagai pembelajaran juga untuknya, bahwa dalam setiap keberhasilan yang kita capai, selalu ada campur tangan Allah Swt. di dalamnya. 

Dilansir dari laman Detik.com, apresiasi untuk anak ini–menurut psikolog anak Kak Seto–dapat memberikan dorongan semangat dan menumbuhkan rasa percaya diri untuk mencapai sesuatu yang lebih baik lagi.

3. Melatih Anak Mengambil Keputusan

Jujur, sih … sebagai ibu, kadang saya pengin semuanya serba perfect, sesuai aturan, dan anak selalu nurut dengan orang tua. Namun, pada akhirnya saya sadar, setiap anak memiliki karakter yang berbeda dan tidak boleh disamakan antara satu dengan lainnya.

Inilah yang membuat saya kemudian mengajarkan Lubna untuk belajar mengambil keputusan sedini mungkin, sejak usianya masih 3 tahun. Mulai dari hal kecil, seperti memilih pakaian yang ingin dipakai, sampai keputusan yang agak besar, seperti memilih sekolah yang ingin dimasuki, dia boleh ikut berdiskusi dan mengemukakan pendapatnya sendiri.

Enggak heran kalau akhirnya, Lubna jadi sering berdebat apabila ada hal-hal yang tidak ia setujui dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga. 😀

4. Mendukung Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu

Meski terkesan sering ngeyel dan berdebat, kebiasaan melibatkan Lubna dalam pengambilan keputusan sejak dini ternyata membuat inner strength-nya ikut bertumbuh. Sejak umur 4 tahun, ia sudah menjadi anak yang kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Mau tidak mau, sebagai orang tua, saya harus rajin mencari informasi tentang banyak hal dan memutar otak, bagaimana menjelaskan sesuatu kepada anak dengan bahasa sederhana yang ia pahami. 😀 Kalau belum menemukan jawaban yang memuaskan, Lubna akan tetap bertanya. Daripada menyarankan untuk mencari sendiri di Google, saya cenderung mengarahkan Lubna untuk bertanya kepada saya agar saya bisa sekalian memberinya nasihat.

Apakah ini mudah? Ohhh … tentu tidak, Esmeralda!!

Bahkan, saat duduk di kelas 2 SD, Lubna pernah mendapat piala sebagai “Anak Paling Kritis (Paling Kepo) di Kelas”. Dari sini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa keinginan anak untuk mengetahui banyak hal sebaiknya memang kita dukung, asal masih tetap dalam batas yang wajar dan disesuaikan dengan batasan usianya.

5. Mendukung Anak Rutin Beraktivitas Fisik, Terutama Olahraga

Ah … masa iya ada hubungan antara olahraga dengan inner strength anak, ya? Saya juga sempat berpikir seperti itu, lo. Ternyata, laman Hello Sehat melansir, ada banyak sekali manfaat olahraga bagi anak, baik dari sisi pertumbuhan fisik maupun psikologis.

Manfaat olahraga
Mengajak anak berolahraga ternyata dapat mengoptimalkan inner strength-nya.

Dari segi fisik, tidak diragukan lagi, olahraga berfungsi menguatkan tulang dan membantu fisik anak tumbuh dengan optimal. Nah .. bagaimana kalau dilihat dari sisi psikologis? Ternyata, olahraga juga memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan sosial anak dalam berinteraksi dengan teman-temannya.
  • Membangun karakter diri agar anak menjadi tangguh dan memiliki disiplin tinggi.
  • Menghilangkan rasa cemas dan depresi pada anak karena kualitas tidurnya meningkat.

Terbukti, bukan? Olahraga berperan penting dalam pembentukan inner strength dan psikologis anak karena saat berolahraga, anak menjadi bahagia dan mampu melepaskan hormon endorfin alias hormon penyebab rasa sakit.

Sepak Bola sebagai Olahraga yang Memunculkan Inner Strength Anak

Kalau ditanya, olahraga apa, sih, yang paling populer di Indonesia dan dunia? Semua pasti menjawab, sepak bola. Saya tidak akan pernah lupa memori masa kecil hingga remaja, ketika Almarhum Bapak sering mengajak saya menonton pertandingan sepak bola di televisi, terutama setiap ada event Piala Dunia. Gegap gempita cahaya lampu di stadion bola, bercampur dengan riuh teriakan suporternya, membuat semangat dan sportivitas kian membuncah.

Sepak bola merupakan olahraga pemersatu semua bangsa dan berbagai karakter manusia karena membutuhkan kerja sama, saling dukung, dan fokus yang tinggi di antara para pemainnya. 

Sebab itu, sepak bola memiliki potensi besar dalam menumbuhkembangkan inner strength anak karena di dalamnya terkandung unsur-unsur, seperti: kedisiplinan, kejujuran, keberanian, ketangguhan, rasa percaya diri, dan tentu saja, kebaikan.

Sepak bola dan inner strength anak
Hubungan antara olahraga sepak bola dan inner strength anak.

Agar dapat menjadi seorang pemain bola yang andal, ternyata tidak hanya dibutuhkan skill atau keterampilan menggiring dan menendang bola saja. Karakter diri yang kuat dan positif dalam diri anak juga dibutuhkan karena mereka akan bermain dalam tim dengan banyak pemain lainnya. Ini membutuhkan interaksi yang baik agar tercipta keselarasan di dalam satu tim.

Kalau Teman-Teman atau Ayah Bunda memiliki buah hati, anggota keluarga, tetangga, dan sahabat yang putra-putrinya tertarik dengan olahraga sepak bola, bisa banget disalurkan potensinya dengan mengikuti Sekolah Bola Online Biskuat Academy 2022 untuk mengembangkan inner strength yang dimiliki.

Apa Itu Biskuat Academy 2022?

Biskuat Academy 2022 adalah sekolah bola yang diadakan oleh Biskuat sejak tahun 2019 dalam rangka melahirkan #GenerasiTiger. Yang dimaksud #GenerasiTiger adalah anak-anak yang memiliki kekuatan baik (inner strength) di dalam dirinya sehingga memiliki mental dan karakter yang positif.

Kegiatan ini juga sangat didukung oleh beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Biskuat Academy 2022
Biskuat cokelat, rasanya enggak bikin enek meskipun mengandung susu.

Bukan rahasia lagi kalau Biskuat dengan produk biskuitnya yang dibuat dari bahan dasar gandum dan susu memiliki kandungan 9 macam vitamin (Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, D, dan E), plus 6 mineral (kalsium, magnesium, besi, fosfor, seng, dan yodium) yang sangat bermanfaat membantu kekuatan anak dari dalam. Biskuat juga hadir dalam dua varian rasa yang enak dan enggak bikin enek, yaitu original dan cokelat.

Lalu, apa manfaat anak-anak mengikuti sekolah bola Biskuat Academy?

  • Anak-anak dapat mewujudkan impiannya bertemu dengan para pemain sepak bola profesional dari Tim Nasional Indonesia.
  • Peserta pelatihan akan belajar bersama pelatih berlisensi UEFA A, Coach Timo Scheunemann, dan juga Coach Aji sebagai pelatih inspirasional Indonesia yang telah berpengalaman melatih pemain selama 35 tahun.

Tahun ini, Biskuat Academy juga mengadakan workshop untuk para guru olahraga sebagai bntuk penghargaan kepada para pendidik, serta memberikan hadiah luar biasa kepada pemenang pelatihan berupa tur ke stadion bola di Eropa dan ratusan hadiah lainnya.

Seluruh peserta pelatihan akan mendapat sertifikat elektronik, sedangkan para finalis juga mendapat sertifikat fisik yang ditandatangani oleh Kemenpora dan Kemendikbud.

Perjalanan sekolah bola Biskuat Academy sejak 2019 hingga saat ini. (Image: Capture PDF Biskuat Academy)

Yuk, … ajak buah hati kita mengikuti Sekolah Bola Online Biskuat Academy 2022 ini! Ada tujuh kelas yang bisa diikuti untuk periode ini, ya:

  • Tanggal 25 September 2022
  • Tanggal 9 Oktober 2022
  • Tanggal 23 Oktober 2022
  • Tanggal 9 November 2022
  • Tanggal 20 November 2022
  • Tanggal 11 Desember 2022, dan
  • Tanggal 18 Desember 2022

Selanjutnya, untuk Grand Final Sekolah Bola Online Biskuat Academy 2022 akan diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2023.

Penasaran bagaimana cara mengikuti rangkaian kegiatan Biskuat Academy 2022? Simak langkah-langkahnya di bawah, yuk!          

Cara Mengikuti Biskuat Academy 2022

  • Membeli produk Biskuat kemasan khusus yang bertuliskan “Biskuat Academy” (kemasan jumbo 1 bungkus; kemasan B5000 1 bungkus; kemasan B500 2 bungkus; kemasan B1000 2 bungkus).
  • Mengirimkan kode yang terdapat di kemasan ke nomor WhatsApp Official Biskuat di 0812-1222-5919.
  • Setelah itu, peserta akan mendapat akses menonton sekolah bola online bersama para bintang Garuda dan pelatih profesional di website Biskuat Academy (www.biskuatacademy.com).
  • Upload teknik bermain bola yang dipelajari di Sekolah Bola Online Biskuat Academy ke media sosial Instagram.
  • Jika lolos, peserta akan masuk ke babak Grand Final dan berkesempatan memenangkan tur ke stadion bola internasional di Eropa.

Wow … hadiahnya luar biasa, ya! Anak-anak pasti makin termotivasi mencapai impiannya menjadi pemain bola profesional. Yuk, dukung mereka agar terus berprestasi dan bermimpi seperti video inspirasi dari Biskuat Academy 2022 berikut ini.

Kesimpulan

Adakalanya kita sebagai orang tua tidak memberi ruang leluasa bagi buah hati untuk bermimpi, entah karena keterbatasan, atau memang karena ketidakpedulian kita terhadap impian mereka—padahal mimpi yang besar selalu diawali dari penghargaan terhadap hal-hal yang kecil.

Video Biskuat Academy di atas seolah ingin mengingatkan kepada kita untuk senantiasa memupuk impian anak setinggi mungkin. Jika takmampu menggapainya sendiri, kita bisa bekerja sama dan saling bahu-membahu demi masa depan yang lebih baik.

Satu orang seperti Coach Aji saja bisa membantu anak-anak mewujudkan impiannya, apalagi jika banyak pihak saling bersinergi dan memberikan dukungan optimal untuk mencapai tujuan yang sama.

Dengan kekuatan dari dalam, generasi muda akan memiliki ketahanan mental menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehingga lahirlah keberanian yang positif, ketangguhan, rasa percaya diri, dan kebaikan hati ketika berinteraksi dengan orang lain, baik yang umurnya sebaya, maupun saat berinteraksi dengan orang yang lebih tua .

Bersama Biskuat Academy 2022, memunculkan inner strength anak sedini mungkin bukan lagi sekadar impian, apalagi khayalan. Mungkin ini tidak mudah, tetapi kalau dilakukan bersama, segala sesuatu akan terasa lebih ringan. Teman-Teman setuju, bukan? Semua demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.

Referensi

  • hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/manfaat-olahraga-untuk-anak-psikologis/ (diakses 18 November 2022)
  • Press Release Biscuat Academy 2022
  • Rizki, Meuthia Z. 2019. Pikiran Adalah Kunci: Solusi Hidup Lebih Mudah, Tenang, dan Penuh Keberuntungan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  • Tentang Biskuat Academy — PDF
  • www.bolatimes.com/bolaindonesia/2021/06/25/173000/sejarah-sepak-bola-indonesia-yang-mungkin-jarang-diketahui-orang (diakses 18 November 2022)
  • www.halodoc.com/artikel/ini-6-manfaat-sepak-bola-bagi-kesehatan-tubuh (diakses 18 November 2022)
  • www.psychologytoday.com/us/blog/your-wise-brain/201410/grow-inner-strengths (diakses 18 November 2022)