Arsip Kategori: Sharing & Motivasi

Tips Memilih Jurusan Kuliah

tips memilih jurusan kuliah
Tips memilih jurusan kuliah memang membutuhkan usaha yang tak kenal lelah. (Image: Unsplash.com)

“Bu … ada enggak, sih, SMP yang jurusannya kuliner? Aku sudah enggak sabar pengen sekolah sesuai jurusan kesukaan!”

Suara anak perempuan kesayangan yang masih ABG bikin ibunya tergelak dan senyum-senyum sendiri.

“Ya Allah … sabar kenapa, sihhh? Baru juga lulus SD sudah pengen masuk SMK,” saya masih tertawa. “Tunggu, yaa … cuma 3 tahun, kok, di SMP.”

“Pokoknya aku pengen lanjut ke SMK tata boga,” katanya lagi.

“Iyaa … iyaa …. Besok, deh, kita lihat, ya. Aamiin dulu pokoknya. Kalau enggak tata boga ya jurusan desain visual karena kamu ‘kan suka gambar dan ngedit video,’ timpal saya.

Duuhhh … pasti teman-teman pada mikir, ‘kan? Kenapa, sih, anak baru kelas 1 SMP aja sudah sibuk mikirin mau lanjut ke SMK mana? 😀 Sekalian aja mikir mau kuliah di mana, hehehee ….

Yup … benar sekali! Meski anak baru kelas 1 SMP, saya sudah mulai memikirkan nanti selepas SMK dia mau kuliah di mana, lo. Kenapa demikian? Karena saya dulu asalnya dari SMA, bukan SMK. Kalau dari SMA, gampang saja memilih jurusan kuliah yang ingin dimasuki. Nah, bagaimana untuk lulusan SMK? Adakah tips memilih jurusan kuliah secara khusus yang harus diperhatikan?

Kenali Bakat dan Minat Kita

Kebingungan memilih jurusan sebenarnya sudah sering terjadi sejak dulu. Kakak saya pun sempat mengalami kebingungan sekitar 20-an tahun lalu waktu baru lulus SMA. Orang tua akhirnya meminta Kakak melakukan tes psikologi untuk mengenali minat dan bakatnya. Gimana enggak bingung? Kakak saya hobinya otomotif, tetapi psikolog menyarankan untuk memilih jurusan Ekonomi.  

Ini sedikit berbeda dengan saya. Sejak kelas 2 SMA, saya sudah sibuk memilih dan mencari tahu sendiri tentang jurusan kuliah yang ingin dimasuki. Sempat tertarik dengan jurusan Hubungan Internasional karena pengen jadi diplomat, akhirnya saya memantapkan diri memilih jurusan Komunikasi karena pesona para pembaca berita di TV waktu itu sungguh menggoda hati, hihihii ….

Intinya, kenali dulu, deh, bakat dan minat kita dengan baik sebelum memilih jurusan kuliah. Pengenalan bakat dan minat ini bisa kamu lakukan dengan berbagai cara. Yang pernah saya lakukan adalah tes analisis sidik jari dan tes grafologi alias tulisan tangan. Hasilnya apakah sama? Alhamdulillah, iya!

Meski metode tesnya berbeda, pada dasarnya hasilnya juga sama, kok. Kekuatan saya ada pada koordinasi antara mata, jari, dan tangan. Apakah terbukti? Sepertinya demikian karena akhirnya saya menekuni bidang yang berhubungan dengan tulisan, bukan? Jadi, enggak ada salahnya kamu melakukan tes minat dan bakat jika memang masih ragu dengan passion-mu.

Cara mengenali minat dan bakat
Kenali dahulu bakat dan minatmu. (Image: Unsplash.com)

Tips Memilih Jurusan Kuliah untuk Anak SMK

Balik lagi ke pertanyaan, bagaimana dengan lulusan SMK yang jurusannya sudah lebih fokus? Adakah tips memilih jurusan kuliah untuk siswa SMK? Bagaimana kalau jurusan di kuliah tidak sesuai dengan jurusan saat SMK?

Idealnya, jurusan yang dipilih saat kuliah sebaiknya sejalan atau sama dengan jurusan saat SMK. Kalau memang kamu ingin masuk ke jurusan kuliah yang berbeda dari jurusan SMK, artinya kamu sudah harus siap untuk belajar hal baru lagi dan memulai dari awal.  

Lalu, seberapa besar potensi diterimanya lulusan SMK di perguruan tinggi negeri? Nah, kalau ini, ada baiknya kamu meminta data dan sebaran kelulusan kepada guru pembimbing di SMK asal. Dari semua data tersebut, kamu bisa memilih perguruan tinggi mana yang banyak menerima alumni dari sekolahmu.

Ini berlaku untuk kamu yang ingin masuk kuliah tanpa tes atau istilahnya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ya (zaman saya dulu namanya PBUD). Kalau reputasi SMK-mu bagus dan nilai rapor serta prestasi akademikmu selama SMK memenuhi persyaratan. bisa jadi kamu sukses masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes.

Hemmm … tapi kalau enggak lulus jalur undangan alias SNMPTN ini gimana, dong? Ya … kan masih ada seleksi jalur mandiri, seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tahu enggak? Ada keponakan saya yang tahun 2022 ini akhirnya berhasil masuk perguruan tinggi negeri idamannya melalui tes mandiri (SBMPTN) setelah sebelumnya tidak lolos di jalur undangan (SNMPTN).

Yang penting sebenarnya adalah ikhtiar, Guys! Dari awal pun, kita sebaiknya sudah memahami apa kelebihan dan kekurangan diri. Jangan sampai, deh, masuk kuliah hanya karena ikut-ikutan teman tanpa paham apa tujuan ke depan. Oleh sebab itu, penting mengetahui tips memilih jurusan kuliah sebelum memutuskan masuk ke satu program studi di perguruan tinggi. Setuju?

Baca Juga