Arsip Kategori: Sharing & Motivasi

Menulis Blog, Sekadar Menaikkan DA/PA-kah?

Image: Unsplash.com

Menulis blog sekadar untuk menaikkan DA/PA-kah? Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan untuk saya sendiri, bukan untuk siapa-siapa πŸ™‚ Buat teman-teman pembaca yang belum tahu apa itu DA/PA, nanti kita bahas sedikit, ya.

Saya ingat, tahun 2013 adalah awal dan pertama kalinya saya belajar membuat blog . Saya yang gaptek dan enggak punya komputer ini rela menghabiskan waktu 6 jam di warnet demi membuat sebuah blog yang saat ini teman-teman baca. Apakah saat itu terpikir untuk menjadi seorang blogger dan mendapat penghasilan dari blog? Boro-boro!! Wong nulis di blog aja jarang, kok πŸ™

Menulis di blog secara serius mulai saya lakukan di tahun 2018 ketika sudah menekuni rutinitas menjadi penulis artikel di beberapa media online. Setelah tulisan saya muncul di media milik orang lain, barulah saya mulai percaya diri mengisi blog pribadi lagi dengan tulisan yang mulai terarah dan fokus, enggak lebay seperti awal menulis blog di tahun 2013-2017 kwkwkwk… Kalau enggak percaya, cek aja deh gimana lebaynya kalimat yang saya gunakan waktu masa-masa awal ngeblog itu πŸ˜€

Nah, seiring seriusnya saya mengisi blog, ternyata banyak sekali hal-hal teknis sebagai seorang blogger yang harus saya pelajari. Bisa bayangkan dong bagaimana saya yang tahun 2018 itu masih belum punya laptop ini harus belajar tentang hal teknis dan ngutak-atik blog hanya melalui smartphone aja.

Ngeluh? Heheheeee…. Alhamdulillah enggak. Jangankan cuma nulis di blog, nulis naskah buku untuk diterbitkan yang jumlahnya berlembar-lembar aja sanggup saya lakukan hanya dari smartphone. Intinya, terima saja dulu kondisi yang ada. Mereka yang saat ini berhasil di berbagai bidang yang ditekuni banyak yang memulainya dengan tetesan keringat kesedihan, kekurangan dan berbagai -an lainnya πŸ˜€ Justru itu yang semakin memacu kita untuk melaju, bukan? Kamu pasti setuju πŸ™‚

DA/PA Blog

Setelah mengikuti beberapa komunitas menulis (enggak banyak kok, saya cuma ngikutin 2-3 aja. Takut bingung soalnya heheheee…), saya banyak mendapatkan ilmu gratis. Salah satunya berkenalan dengan banyak blogger yang sering berdiskusi bersama tentang perkembangan blog mereka. Dari sinilah saya baru tahu bahwa menjadi seorang blogger itu ternyata enggak cuma nulissss dan nulissss aja πŸ˜€

Iya sih, menulis dan mengisi blog menjadi hal yang utama. Tapi, mau enggak mau kita juga harus belajar bagaimana caranya agar blog atau rumah yang kita miliki selalu bersih, terawat, sehingga dapat terbaca di mesin pencari Google. Kalau blog kita sudah terbaca oleh Google, otomatis banyak pengunjung yang membaca tulisan kita. Selain menaikkan nilai DA (Domain Authority) blog, banyaknya pembaca yang berkunjung ke blog juga dapat membawa keuntungan lain, misalnya, penawaran kerja sama dari perusahaan tertentu yang memasang link perusahaan mereka di blog kita, beserta artikel tentang bisnisnya. Tentu saja, dengan pembayaran kompensasi yang telah disepakati bersama.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority)?

Salah satu cara mengecek DA/PA (image: NezzSEO.com)

Domain Authority (DA) adalah tolok ukur kekuatan sebuah domain (nama blog/situs) di mesin pencari internet (Google, Yahoo atau Bing). Angka relevansinya mulai dari 1-100. Semakin tinggi angka DA, berarti nilai keseluruhan blog/situs tersebut semakin baik.

Sedangkan Page Authority (PA) adalah tolok ukur kekuatan satu halaman saja dari blog/situs kita yang sering muncul di mesin pencari.

Kalau diibaratkan, DA adalah rumahnya, sementara PA adalah kamarnya. Bisa jadi nilai DA rendah, tapi nilai PA tinggi. Biasanya yang dijadikan tolok ukur utama untuk mendapatkan penawaran kerjasama adalah DA, yang merupakan nilai keseluruhan blog/situs tersebut. Semakin tinggi nilai DA, maka nilai bayarannya pun menjadi semakin tinggi.

Cara Meningkatkan DA

Owww…. terus bagaimana cara meningkatkan nilai DA supaya bisa dapat bayaran tinggi? *ehhh qiqiqiiii…. Ini saya rangkum singkat aja ya, berdasarkan pengalaman dan informasi yang saya baca. Kalau teman-teman mau menambahkan di kolom komentar, silakan. Bisa jadi tambahan ilmu juga buat saya.

1.  Perbanyak tulisan di blog

Kalau ini memang sudah seharusnya dilakukan. Ibaratnya, kalau ingin naik level atau naik jabatan dalam suatu pekerjaan, ya mau enggak mau harus berusaha kerja yang bener kan, ya? Dalam hal ini dengan memperbanyak konten artikel di blog, terutama artikel organik, bukan hanya berbayar. Semakin banyak artikel bermanfaat yang kita tulis, semakin banyak pembaca yang mencarinya dan semakin sering artikel tersebut muncul di mesin pencari. Poin nomor 1 ini sekaligus merupakan keplakan bagi saya yang masih sesuka hati dan belum rutin menulis konten di blog sendiri *uhhuk πŸ˜€

2. Perbanyak baclink dan internal link berkualitas pada blog

Backlink adalah alamat situs (link/URL) dari situs luar yang diletakkan di blog kita. Backlink dari situs luar ini juga dapat menaikkan nilai DA blog, dengan catatan, link tersebut berasal dari situs web yang baik kredibilitasnya atau populer di mesin pencari Google.

Selain backlink, jangan lupa untuk menautkan internal link atau link artikel blog kita sendiri di dalam setiap tulisan yang kita terbitkan. Dengan cara ini, artikel sebelumnya yang mungkin belum terbaca oleh pengunjung blog mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi.

3. Usia domain juga memengaruhi

Usia domain? Iya. Jadi seperti blog saya ini, domain berbayar dengan nama Hastinpratiwi.com baru saya beli pada bulan Desember 2018. Jadi jika dicek, usia domain berbayarnya sampai tulisan ini diketik baru 1 tahun 42 hari. Sebelumnya, blog saya masih menggunakan domain gratisan dengan nama Hastinpratiwi.wordpress.com (puanjangg, ya…).

Ketika saya mengganti domain dari gratisan menjadi berbayar, maka nilai DA blog saat masih gratisan sudah tidak dianggap lagi. Penghitungan DA-nya dimulai lagi dari angka 0 sejak saya membeli domain berbayar. Agak nyesek sih karena harus memulai DA dari awal lagi. Tapi begitulah yang namanya dunia, selalu harus ada usaha, bukan? Alhamdulillah, sekarang DA blog mulai naik secara perlahan, meskipun masih recehan πŸ˜€

Apa Tujuan Menulis Blog?

Pertanyaan ini sejatinya harus dikembalikan kepada diri masing-masing. Apa tujuan menulis blog tidak dapat disamaratakan satu dengan yang lain. Saya sendiri menulis blog belum terlalu konsisten. Selain untuk memberi informasi kepada pembaca, tak dapat dimungkiri, apabila ada penawaran kerja sama dari pihak luar dan mendapat bayaran, tentu saja hati menjadi senang. Ada tujuan komersialnya juga, meskipun itu bukanlah hal yang utama.

Beda lagi pastinya dengan para blogger profesional yang memang membuat blog dengan tujuan komersial. Mereka biasanya memiliki bisnis peternakan blog. Hahh?? Hihihiii…. iyaa… blognya banyak, bukan cuma satu saja. Dengan punya banyak blog yang aktif, mereka dapat mengumpulkan pundi-pundi penghasilan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Kamu mau pilih yang mana? Sebagai peternak blog, atau sekadar mengisi blog sesekali seperti saya? Sekali lagi, itu semua adalah pilihan. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah kalau kita ingin mendapat penghasilan, tapi enggak pernah ngapa-ngapain. Diemmm aja…. Bener enggak?

Mendapat Tawaran Menulis Naskah dari Penerbit

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat e-mail dari seorang editor penerbitan. Isinya, jujur, hampir bikin saya pingsan… hahahaaa…. Beliau mengaku telah membaca tulisan-tulisan saya di blog ini dan sangat tertarik mengajak bekerja sama dalam penulisan buku pengayaan untuk dibaca oleh anak usia sekolah.

Masya Allah… selama ini sama sekali tidak ada niat dalam hati saya untuk menulis naskah cerita atau buku yang ditujukan untuk segmen anak, meskipun banyak teman sesama penulis yang melakukan hal itu. Saya terlalu fokus pada segmen dewasa, terutama yang berhubungan dengan tema inspirasi, motivasi, gaya hidup, termasuk traveling.

Awalnya saya sempat bingung, terima atau tidak? Tetapi setelah melihat respon dari mas editor yang sangat terbuka dan bersedia membimbing apabila saya menemui kesulitan dalam penulisan naskah tersebut, luluhlah hati ini. Mungkin ini waktunya ke luar dari zona nyaman. Betapa saya harus bersyukur, di saat banyak penulis harus melamar ke penerbit agar naskahnya diterima, saya justru dilamar oleh penerbit begitu saja.

Pengalaman ini semakin menguatkan saya bahwa menulis blog itu bukan sekadar untuk mengejar kenaikan DA dan PA saja. Naiknya DA anggap saja sebagai bonus dari kekonsistenan kita. Tapi seandainya turun pun seperti kejadian massal penurunan DA beberapa waktu lalu yang membuat para blogger mendadak sesak napas :D, rasanya tak ada yang perlu disesali.

Teruslah menulis di blogmu. Bukan hanya untuk menaikkan angka DA/PA saja. Lebih dari itu, niatkan berbagi inspirasi, memotivasi, sekaligus memberi informasi. Percaya saja, jalan rezeki tak mungkin pergi….

Baca Juga

Tetap Cerdas dan Produktif dari Rumah, Wanita Harus Lakukan Ini

“…Jangan biarkan siapapun mengatakan tentang apa yang bisa kau lakukan dan apa yang tidak bisa kau lakukan. Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan dan jadilah sosok yang kau inginkan…”

~ Emma Watson (Aktris) ~

Dari beberapa artikel yang saya baca, usia produktif bekerja bagi seorang wanita dikatakan terlalu singkat. Menikah dan memiliki anak sering dianggap sebagai kiamatnya produktivitas wanita. Padahal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), usia produktif dimulai sejak seseorang memasuki usia 15 tahun hingga mencapai usia 64 tahun. Sungguh rentang waktu yang sangat lama untuk kita dapat terus berprestasi dan berkarya, bukan?

Seandainya kamu tahu, bahwa menikah dan memiliki anak sebenarnya bukanlah hal yang menakutkan dalam kaitannya dengan produktivitas wanita. Mungkin sebagian besar beranggapan, untuk menjadi produktif artinya harus selalu bekerja di luar rumah. Jika ini yang ada di dalam pikiranmu, sebaiknya kamu segera browsing dan mencari data sebanyak-banyaknya bahwa bekerja dan menghasilkan sesuatu saat ini bisa dilakukan dari mana saja.

Jika kamu adalah seorang wanita karier dan bisa tetap melanjutkan profesi di kantor setelah menikah dan memiliki anak, bersyukurlah. Tetapi untuk wanita lain yang karena satu dan lain hal harus resign demi kepentingan keluarga, tak perlu juga dijadikan sebagai masalah. Banyak profesi lain yang dapat kamu lakukan dari rumah di zaman serba online ini. Menjadi seorang pebisnis, baik sebagai produsen ataupun reseller, bisa menjadi salah satu pilihan. Menjadi penulis, blogger, ataupun influencer juga tak kalah asyiknya.

Apabila kamu sudah terbiasa bekerja di kantor dengan pekerjaan yang telah ditarget dengan rapi dan sedemikian rupa, mungkin sedikit butuh perjuangan untuk membiasakan diri bekerja dari rumah. Ingatan masa lalu saat masih bekerja, terutama pada saat jam kantor, pasti sesekali akan muncul di kepala. Tapi kamu tak boleh membiarkannya. Siapa bilang produktivitas hanya bisa dilakukan dari luar rumah? Yuk, segera lakukan 5 hal ini agar kamu tetap menjadi wanita cerdas dan produktif, meski hanya dari rumah!

Miliki Tujuan yang Jelas

Apa yang ingin kamu lakukan? Buatlah daftar keinginan yang muncul di benakmu dengan cara menulisnya di kertas. Tampung dahulu semua ide yang muncul di kepala. Setelah semuanya kamu tuliskan, mulai pilih dan beri prioritas pada beberapa aktivitas yang sesuai dengan passion-mu dan paling ingin kamu lakukan.

Kenali Potensimu

Pernah dengar ungkapan “The Right Man on The Right Place”? Ini adalah sebuah ungkapan untuk menunjukkan betapa pentingnya kita bekerja pada bidang yang tepat, sesuai dengan bakat dan potensi yang kita miliki. Penggalian potensi diri bisa kamu lakukan dengan cara seperti poin satu di atas, yaitu menuliskan semua yang kamu inginkan di kertas dan kemudian memilih mana yang paling kamu sukai untuk dilakukan. Bisa juga dengan cara lain yang lebih akurat, seperti tes sidik jari atau analisa tulisan tangan untuk pemaparan lebih detail.

Tapi jika saat ini kamu telah berhasil pada satu bidang tertentu yang sebenarnya tidak sesuai dengan bakatmu, tak masalah. Bukan berarti kamu harus banting setir menggantinya dengan bidang lain. Kamu cukup menambahkan aktivitas yang kamu sukai sebagai penyeimbang rutinitas harianmu. Mana tahu aktivitas atau hobi yang kamu sukai ini juga bisa berkembang seperti pekerjaan lain yang telah lebih dulu kamu geluti.

Membuat To Do List dan Target Aktivitas

Bekerja dari rumah memang lebih fleksibel dalam segi waktu dan pekerjaan yang dilakukan. Tapi ini bukan berarti kamu bisa seenaknya mengerjakan sesuatu tanpa membuat target atau to do list yang jelas. Jika kamu adalah seorang pebisnis misalnya, di mana kamu adalah bosnya dan tak ada atasan yang memerintah dan memeriksa hasil kerjamu seperti di kantor, membuat target yang ingin dicapai merupakan suatu keharusan jika ingin bisnismu terus berkembang.

Membaca Buku

Buku adalah jendela dunia. Raga mungkin boleh tertahan di rumah, tapi pikiran tak boleh demikian. Dengan membaca buku, baik buku fisik maupun bacaan digital yang saat ini tersedia dalam berbagai bentuk aplikasi, imajinasi kita akan terus berkembang dan menuntun diri pada suatu pencapaian. Salah satu kelemahan masyarakat Indonesia adalah lemahnya keinginan mereka dalam membaca, sehingga kemampuan memahami sesuatu menjadi hanya separuhnya saja. Ini berakibat seringnya terjadi kesalahpahaman dan perdebatan di berbagai media sosial apabila muncul topik yang sedang trending. Sungguh sangat disayangkan.

Berkumpul dengan Komunitas

Manusia adalah makhluk sosial yang ditakdirkan untuk saling membutuhkan satu sama lain. Bukan berarti menjadi saling ketergantungan. Bersosialisasi dengan orang lain, terutama dalam komunitas yang positif dan sesuai dengan visi dan misi hidup, dapat menjadi jalan rezeki dan motivasi agar kita selalu lebih baik dari sebelumnya. Dari berbagai komunitas positif, baik secara online atau offline inilah kita dapat menggali lebih banyak ilmu bisnis, agama, pengembangan diri, dan ilmu lain yang sesuai dengan passion masing-masing. Lambat laun, rasa percaya diri akan semakin meningkat dan kolaborasi dalam berbisnis pun dapat terbentuk dengan banyaknya relasi yang kita temui dalam komunitas yang diikuti.

Sampai di sini, apakah kamu masih ragu untuk memulai produktivitasmu dari rumah? πŸ™‚ Sesungguhnya, menjadi produktif itu bukan tentang seberapa besar materi yang dapat kamu hasilkan, melainkan seberapa jauh kamu dapat memengaruhi dan menjadi inspirasi untuk orang-orang di sekelilingmu.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

Baca Juga

Workshop ALT (Alpha Life Transformation): Pikiran adalah Kunci Kehidupan

Suasana workshop ALT by Meuthia Z Rizki

Serasa masih merinding nulis ini πŸ™‚

Yup, lagi-lagi, ini impian besar ke sekian yang Allah kabulkan dalam kurun 2 tahun terakhir sejak saya mulai sedikit demi sedikit belajar tentang ilmu mindset dan pemberdayaan diri.

Sahabat dan teman-teman FB yang sering baca postingan di medsos pasti sudah baca beberapa keajaiban yang saya alami sejak tahun 2017. Mulai dari dapat doorprize sepeda motor, bisa pergi umroh + ketemu bunga tulip di negara impian Turki. Habis itu akhirnya kesampaian beli laptop. terus enggak nyangka 9 bulan terakhir ini akhirnya bisa bikin rumah. Dan di bulan Juli ini, 2 hari setelah tanggal kelahiran saya, terwujud deh impian pengen ikut workshop Alpha Life Transformation (ALT) pada tanggal 27 Juli 2019.

Kenapa cuma ikutan workshop begini aja jadi impian sih? Apa pentingnya? heheee…..

Jadi gini, ini berkaitan dengan pengalaman dan pelajaran hidup yang belasan tahun terakhir Allah kasih ke saya. Mungkin dari luar orang melihat saya fine-fine aja. Banyak senyum, jarang ngeluh, status di medsos baik-baik saja πŸ™‚ Alhamdulillah, mungkin itu karena tipikal saya memang introvert, lebih suka menyimpan sendiri kalau ada masalah dan curhatnya terbatas hanya kepada Allah saja. Kalau pun harus curhat ke orang lain, saya sangat hati-hati memilih orang yang diajak curhat. Bukan apa-apa, sebenarnya ini untuk menghindari adanya kebingungan ketika harus mengambil keputusan. Semakin banyak opini dan nasihat kalau buat saya justru semakin membuat bingung. Makanya lebih aman dan nyaman curhatnya cuma ke Allah aja πŸ™‚ Lahh…. maafkeun, kenapa ini malah jadi curhat di blog, ya, hehehee

Begitulah, banyak ujian hidup yang Allah berikan sejak lulus kuliah sampai belasan tahun kemudian. Alhamdulillah, saya bisa tetap istiqomah dan tak pernah sedikit pun berburuk sangka kepada-Nya. Entah kenapa, yakinnn aja, ada sesuatu yang “besar” di balik semua ujian itu.

Qadarullah, Allah mulai banyak memberi ilmu dan keajaiban di tahun 2017. Berawal dari menemukan grup dan komunitas online tentang sedekah, pemberdayaan diri, bisnis online, parenting, hingga akhirnya merembet sering ikut kelas online tentang mindset dan pikiran.

Kenapa tertariknya ke masalah mindset? Karena saya enggak mau berbagai masalah dan ujian di masa lalu membuat saya menjadi stres dan depresi. Kalau sampai itu terjadi, yang kasihan dan terkena imbasnya siapa lagi kalau bukan si buah hati?

Jangan lupa bahwa kita ini adalah seorang ibu. Jika ingin memiliki anak yang bahagia, kita sebagai ibu adalah orang pertama yang harus setting pikiran dulu supaya bahagia. Berawal dari bahagia itulah kita bisa menyusun apa langkah-langkah selanjutnya yang ingin dicapai dalam hidup.

Kebayang kan, apa jadinya kalau seorang anak punya ibu yang tiap hari bawaannya baper dan nangis mulu? Nah, saya ingin memperbaiki itu semua agar hidup bisa lebih nyaman, mendidik anak lebih baik, mendampingi ibu saya di masa tuanya dengan lebih sabar, bisa berbagi ilmu kepada orang lain, dan masih banyak lagi manfaat yang ingin saya capai melalui perubahan diri. Dan salah satu jalannya adalah dengan cara mempelajari segala hal yang berhubungan dengan pikiran, karena dia adalah kunci kehidupan. Kita mau baper, mau melow, atau sebaliknya, mau tertawa bahagia dan selalu berkecukupan, itu adalah pilihan kita masing-masing. Pikiran adalah salah satu kunci mewujudkan ketenangan hati yang kita inginkan.

Pikiran Bawah Sadar

Sebenarnya apa yang membedakan diri kita dengan hewan atau binatang? Bukankah sama-sama punya otak juga? Iya, bener. Kita dan hewan sama-sama punya otak, tapi hewan kan enggak punya akal dan pikiran? Padahal Allah Swt menjadikan manusia sebagai makhluk paling tinggi karena dikaruniai akal dan pikiran ini untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. Bukan rahasia lagi kan kalau di zaman now orang semakin lupa diri. Berantem di medsos, jelek-jelekin orang lain, disenggol dikit langsung bacok, hiiihhh seremmmm πŸ™ Kalau kita enggak mampu memfilter pikiran dari hal-hal seperti itu yang sering dilihat setiap hari, bahayaa, gaesss…. Diam-diam bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita.

Pikiran itu kalau dianalogikan seperti segelas air putih. Kalau kita beri gula, rasanya akan manis, sebaliknya, kalau dimasukkan kopi rasanya jadi pahit. Jadi sebenarnya kita ini adalah MAJIKAN atau BOS untuk jalan pikiran kita. Tapi lucunya, yang terjadi justu sebaliknya kan? Kita yang sering dikendalikan oleh pikiran πŸ˜€ Bener apa bener?

By the way busway, menurut bapak psikologi analisis Sigmund Freud, pada dasarnya pikiran terbagi menjadi 3, yaitu pikiran sadar, pikiran prasadar, dan pikiran bawah sadar. Jika digambarkan, bentuknya seperti gunung es, yang bagian bawahnya terendam ke dalam air, sementara ujung atasnya hanya tampak sedikit di atas air. Bagian bawah gunung es yang terendam dalam air inilah yang diibaratkan seperti pikiran bawah sadar dan menguasai hampir 88% isi memori kita.

  1. Pikiran sadar –>> sifat ingatannya hanya sementara (jangka pendek). Ingatan yang muncul sudah disaring oleh sistem stimulus, sehingga sifatnya ringan dan mengalir (tidak menimbulkan sensitivitas mendalam).
  2. Pikiran prasadar –>> batas antara pikiran sadar dan bawah sadar. Peristiwa yang terjadi di sini merupakan gabungan antara keduanya. Bisa muncul dalam bentuk mimpi ketika tidur, atau salah ucap ketika bicara.
  3. Pikiran bawah sadar –>> semua pengalaman sejak lahir hingga dewasa, mulai dari pola pengasuhan orang tua, lingkungan sekitar kita, hingga efek mendengar lagu dan membaca buku, bisa masuk secara tidak sadar ke dalam pikiran ini. Memori inilah yang memengaruhi hampir sebagian besar cara pandang kita terhadap nilai-nilai kehidupan.

Sifat Pikiran Bawah Sadar

  • Bekerja 24 jam nonstop
  • Sangat penurut jika diperintah
  • Bekerja dalam keadaan kita sedang yakin ataupun tidak. Jadi, memang benar bahwa kita harus hati-hati ketika berbicara, karena bisa jadi, apa yang kita ucapkan dan dianggap guyonan ternyata betul-betul terjadi. Ini karena sifat PBS memang demikian, tidak dapat memfilter data yang masuk. Kita sendiri yang harus memastikan data yang masuk hanya yang baik-baik saja.
  • Jika dianalogikan, seperti layaknya handphone. Selama batreinya belum low bat dan ada manusia yang mengendalikannya, dia akan tetap on terus
  • Tidak dapat menghapus data masa lalu (makanya, kamu bisa aja suatu saat inget mantan karena memorinya memang enggak bisa dihapus πŸ™‚ Tapi, kita bisa kok membuat rasanya menjadi biasa saja dengan cara menetralisir rasa itu). Coba ngakuuu, siapa yang kesulitan move on dari mantan? Boleh konsultasi sama saya, ya, cara biar cepet move on dari masa lalu πŸ˜€
  • Tidak mengenal kata negatif (tidak, jangan), akan, semoga, mudah-mudahan, karena PBS bersifat pasti

Cara Kerja Pikiran Bawah Sadar

1. Bekerja saat kita sedang rileks

Dulu, waktu belum paham cara PBS bekerja, setiap kali anak saya Lubna main game atau nonton televisi, saya sering memarahi dan memintanya untuk belajar. Apa yang salah dari peristiwa di atas? Bukankah memang seharusnya dia belajar, bukannya sekadar main dan lihat TV? Iyaaa…. sepintas tak ada yang salah dengan omelan saya. Tapi, cara saya memintanya belajar itu yang salah πŸ™ Kalau saya omelin dia saat sedang asyik melakukan sesuatu, berarti yang masuk ke PBS-nya adalah omelan saya, bukan perintah belajar.

Ternyata, PBS bekerja pada saat seseorang sedang rileks atau menikmati sesuatu. Itu sebabnya kenapa kalau kita nonton film di bioskop kita tetap ingat jalan ceritanya meskipun sudah lewat bertahun-tahun lamanya, sementara pelajaran SMP atau SMA kita bahkan sudah lupa dan tak ingat lagi. Bisa jadi, kita jadi lupa pelajaran sekolah karena saat itu sedang dalam keadaan sadar, tegang dan tidak menikmati sama sekali.

Nah, setelah paham cara PBS bekerja, ketika menasihati Lubna, saya memilih melakukannya sambil bercerita, bukan lagi dengan omelan πŸ˜€ Entah saat dia sedang asyik menggambar, saat kami sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ke rumah, atau saat dia sedang membaca buku, nonton televisi, dan kegiatan santai lainnya.

Saya sendiri sejak akhir tahun 2017 mulai menuliskan semua impian yang diinginkan di sebuah buku tulis, setiap malam menjelang tidur. Saat kondisi rileks dan setengah mengantuk itu juga merupakan salah satu waktu yang tepat gelombang PBS (alfa dan teta) mulai bekerja. Dan ajaibnya, Masya Allah, ketika tahun 2019 ini saya baca ulang, satu per satu impian itu sudah Allah kabulkan, termasuk impian ikut workshop ALT yang baru bisa terwujud tahun ini karena dulu tahun 2017 belum ada rezeki terkumpul untuk mengikutinya.

Ada satu cerita unik lagi, yaitu tentang ketidaksukaan saya terhadap pakaian dan barang-barang berwarna merah πŸ™‚

Sejak lahir hingga dewasa, di rumah saya memang jarang ada anggota keluarga yang menggunakan pakaian berwarna merah. Jadi wajar jika saya tak pernah suka dengan warna ini, karena tidak ada datanya di memori saya. Tapi lucunya, sejak 3 tahun terakhir, saya berusaha menyukai warna merah setelah ada seorang teman yang berkata, “Coba deh sesekali pakai baju warna merah biar kelihatan fresh dan percaya diri..” Oke, saya coba menghilangkan kebencian terhadap si merah. Hasilnya? Hemm… ternyata berhasil dan jadi keterusan pakai warna merah πŸ˜€ Asalkan kita pakainya tahu tempat dan waktu, ya, untuk acara-acara yang memang pantas menggunakan warna merah, bukan saat mengunjungi teman yang sedang sedih atau kesusahan.

Meskipun bukan orang yang sangat percaya diri, tapi kalau pakai warna merah memang jadinya terlihat lebih PD aja…
2. Lakukan repetisi (pengulangan)

Selain bekerja dalam keadaan rileks, kita juga harus rajin melakukan repetisi (pengulangan) terhadap si PBS agar apa yang ingin ditanamkan semakin menetap ke dalam PBS. Terapi PBS ini bermanfaat sekali digunakan dalam berbagai hal, seperti parenting yang saya contohkan tadi. Bisa juga untuk program kesehatan (mengurangi berat badan, tambah berat badan), kecantikan, kepercayaan diri, finansial, bisnis dan masih banyak lagi. Kalau kata trainer-nya, Meuthia Z Rizki, gini,

“Udah deh, enggak usah nyari-nyari dukun atau ilmu macem-macem lagi untuk bisa memperbaiki hidup, karena Allah Swt sudah memberikan kita kekuatan dari dalam diri sendiri yang bisa dioptimalkan….” πŸ™‚

Mba Meuthia Z Rizki (kanan) bersama asistennya (ngareppp) wkwkwk :p
3. Gunakan kalimat yang jelas dan tegas,Β hindariΒ kataΒ negatif

Saat membuat kalimat perintah untuk pemrograman PBS, gunakan kalimat yang jelas, tegas dan to the point. Misalnya, “Mulai hari ini dan seterusnya, saya adalah wanita yang sehat, kuat dan bahagia…”

Tuliskan kalimat perintah di kertas/buku dan baca berulang-ulang setiap hari. Setelah 21 hari, tingkatkan lagi menjadi 90 hari sampai kita merasa kalimat tersebut bener-bener nyantol di pikiran. Hindari menggunakan kata negatif seperti: jangan, tidak. Hindari pula kata akan, atau, mudah-mudahan, semoga. Semakin detail apa yang kamu tulis, maka semakin baik agar PBS menangkap jelas apa yang menjadi perintah kita.

4. Visualisasikan

Gambarkan, bayangkan dan rasakan apa yang kita inginkan seolah-olah sudah terjadi. Contoh: saya dulu setiap selesai salat selalu membayangkan sedang ada di depan Ka’bah, menangis sesenggukan sambil khusyuk berdoa. Alhamdulillah, terwujud atas izin Allah seperti apa yang saya bayangkan. Begitu juga waktu pengen ke Turki, dalam bayangan, saya sedang menikmati indahnya Hagia Sophia, Blue Mosque dan ada di tengah kota Istanbul menikmati pemandangan aliran air seperti yang ada di serial Turki di televisi πŸ˜€ Terkesan lebay mungkin ya, tapi yang terpenting kan tercapai πŸ™‚

5. Setelah melakukan program di PBS, lupakan dan lepaskan

Ini yang kadang tidak mudah. Setelah melakukan perintah dan pemrograman kepada PBS berulangkali, lupakan dan sibukkan diri kita agar perintah itu terlupakan sejenak. Kalau dianalogikan, ibarat kita melepaskan busur anak panah ke sasarannya. Jika anak panah kita tarik terus-menerus tanpa dilepas, anak panah tersebut tak akan mampu melesat ke sasaran yang diinginkan.

6. Ikuti saja jalannya, meski mungkin terkesan di luar logika

PBS punya cara sendiri untuk menuruti apa yang kita perintahkan. Entah bagaimana caranya, terima saja.

Saya ingat dulu saat punya keinginan membeli laptop. Enggak tahu kenapa, rezeki belum juga bisa terkumpul sejumlah harga laptop πŸ™‚ Lha… kalau laptop aja enggak kebeli, apalagi mau umroh, gimana caranya? Nah, ternyata Allah memberi jalannya justru terbalik. Allah justru dahulukan impian umroh terwujud daripada membeli laptop. 8 bulan setelah saya umroh, barulah ada seorang sahabat yang tiba-tiba menawarkan laptopnya untuk saya beli, karena dia sayang kalau laptop itu jatuh ke tangan orang lain. Sahabat saya bilang, “Udah mba Tiwi, bawa aja dulu laptop ini. Bayarnya boleh dicicil sesukanya, kok. Harganya searching aja di Google, terserah mba Tiwi…”

Wow, takjub, kan? Terkesan di luar logika, tapi begitulah kalau Allah sudah berkehendak, semuanya mudahhhh aja, termasuk saat impian ikut workshop ALT ini terwujud.

Terus, kalau sudah ikhtiar dan usaha semampunya tapi keinginan kita belum terwujud juga bagaimana? Tidak apa-apa, di situlah Allah meminta kita untuk tawakal dan rida akan ketetapan-Nya. Yang penting kita sudah berusaha maksimal.

Dan Rabbmu berfirman: β€œBerdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu…”Β (AlΒ Mu’minΒ 40 : 60)

Hati-Hati dengan Kata-Kata

Saat workshop kemarin, mba Meuthia Rizki berkata kepada para peserta, “Coba tuliskan apa arti HIDUP di kertas yang ada di hadapan Anda. Saya beri waktu 15 detik!”

Spontan, saya menulis, HIDUP adalah “Bahagia, berlimpah, dan bermanfaat..” Setelah selesai dan dilakukan pembahasan kepada para peserta satu demi satu, ternyata ada yang kurang tepat dari pemahaman saya tentang hidup tadi πŸ™‚ Mau tahu di mana? Yup, ternyata kata BERMANFAAT yang kurang tepat.

Anda mau selamanya dimanfaatkan?” tanya beliau. Dan ingatan saya pun menyisir perlahan menembus jalan kehidupan beberapa tahun terakhir. Ahhh iyaa…. pantes aja, ada yang kurang tepat dengan program yang nyantol dan terdoktrin di pikiran saya selama beberapa tahun ini. Dan akibatnya juga tak main-main, saya yang akhirnya kelimpungan sendiri.

Ada banyak peserta workshop lain yang definisi kehidupannya mirip seperti saya juga. Ada yang bilang, hidup adalah pengabdian. Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah pengorbanan. Ya jangan salahkan jika akhirnya yang terjadi adalah seperti apa yang kita programkan kepada pikiran πŸ™ Jadi memang harus hati-hati sekali dengan setiap perkataan atau pemahaman yang tertanam di memori kita. Bisa jadi bahasanya terlihat positif dan tinggi, tapi maknanya negatif. Parahnya, diyakini atau tidak, jika kata-kata dan pemahaman negatif itu sudah nyantol di PBS, bisa saja langsung terwujud dan kita tak pernah menyadarinya.

Gitu ya, man-teman, sedikit rangkuman yang saya dapat dari workshop tanggal 27 Juli lalu. Kalau mau ditulis semua bakalan panjanngggg banget, jadi saya ringkas poin-poinnya aja, yang penting kita sudah paham caranya.

Oya, memerintah pikiran sama sekali bukan sulap, apalagi sihir. Sama seperti aktivitas lainnya, semua butuh latihan dan pembiasaan. Coba aja dulu lakukan perintah dari hal-hal yang kecil, baru bertambah kepada keinginan-keinginan yang besar.

Selamat belajar, ya dan teruslah mencoba karena setiap manusia punya kekuatan dari dalam diri yang Allah karuniakan kepada kita. Tak perlu mencari kekuatan dari luar dan percayalah pada diri sendiri. Yuk, ah, praktikkan!

Baca juga:

SETIP, Seminggu Tiga Postingan bersama Estrilook

Dulu, aktivitas menulis mungkin hanya milik segelintir orang. Tapi saat ini, seiring dengan munculnya media sosial yang memungkinkan (baca : mengharuskan) pemiliknya untuk mengisinya dengan permainan kata-kata, menulis telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam keseharian para warganet. Apalagi ditunjang dengan munculnya banyak platform berita online yang semakin memudahkan kita ikut berpartisipasi sebagai seorang kontributor di dalamnya.

Selain adanya media sosial yang seolah menuntut pemilik akunnya untuk selalu menulis dan berbagi, aktivitas menulis itu sendiri memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai TERAPI dan ajang MENGELOLA EMOSI.

Jika kamu sedang memiliki masalah psikologis dan kadar emosi yang kurang stabil, cobalah untuk MENULISKAN apapun yang kamu rasakan.

Lebih baik lagi jika kamu menuliskannya di atas kertas secara langsung menggunakan tangan dan alat tulis. Setelah itu, jika ingin mengabadikannya dalam media online, kamu dapat mulai menuliskannya kembali. Bukan tidak mungkin dari curhat pribadi ini kemudian kamu akhirnya terbiasa menulis dan merangkai kata menjadi suatu artikel atau cerita yang dapat menghasilkan sesuatu secara finansial.

Salah satu platform online yang saat ini sedang berkembang dan mulai mengepakkan sayapnya di dunia bisnis start up adalah Estrilook.com. Mengusung visi sebagai media informasi wanita, Estrilook berusaha menyajikan informasi seputar dunia kewanitaan secara moderen dan elegan bagi para penikmatnya (makanan kalikk, nikmat) qiqiiii…. Serius amat yess tulisan saya kali ini.

Untuk menjaga konsistensi dan semangat para kontributornya, Estrilook tidak lupa membentuk komunitas bernama Estrilook Community. Ternyata dalam perjalanannya, komunitas ini semakin berkembang, di mana para blogger dan penulis senior pun banyak bergabung dalam komunitas ini. Estrilook Community bukan komunitas yang pelit ilmu. Banyak sudah ilmu kepenulisan dan blogging hadir dalam diskusi seru antar anggotanya. Tentu saja, semuanya gratis, tanpa bayar. Beberapa event pun telah berhasil dibuat, antara lain, One Day One Post bersama Estrilook Community, Blog Walking, Kelas Online Panduan Menulis Artikel dan Self Editing. Dan kali ini adalah event SETIP alias Seminggu Tiga Postingan.

Event SETIP ini terbuka untuk umum, siapapun boleh ikut asalkan memiliki keinginan kuat untuk menulis di blog pribadinya 3 kali dalam satu minggu. Di antara kamu adakah yang tertarik juga? Kalau iya, perhatikan ketentuan berikut ini ya!

1. Share tentang SETIP di Social Media kamu yaitu IG, FB, Twitter atau media sosial lainnya yang kamu punya. Jika hanya punya salah satu tak apa, yang penting posting mengenai SETIP supaya lebih banyak orang yang bisa ikutan.

2. Share gambar SETIP serta syaratnya dan mention juga minimal 2 teman kamu yang belum bergabung di Grup FB Estrilook.

3. Follow akun Estrilook Community di Instagram. Like Fanpage Estrilook dan bergabung di Grup FB Estrilook Community
https://www.facebook.com/groups/234318230607581/?ref=br_tf&epa=SEARCH_BOX

4. Posting mengenai SETIP di blog kamu dan alasan kenapa kamu mau ikut SETIP. Jangan lupa sertakan juga link estrilook.com di postinganmu, ya.

5. Konsisten untuk ikut SETIP dan tak mundur di tengah jalan.

6. Jika ada yang tertinggal dalam event SETIP ini, boleh merapelnya.

7. Akan diberikan waktu hanya satu minggu ketika event SETIP selesai untuk mengejar ketertinggalan.

8. SETIP akan berlangsung selama 3 bulan, mulai Februari hingga April 2019. Tetap amanah dan tak banyak alasan ketika mengikuti event ini.

9. Jangan lupa setor link postingan kamu di grup FB Estrilook Community pada postingan yang telah disediakan oleh admin.

10. Postingan di blog masing-masing dan disetorkan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Untuk saya pribadi, event semacam SETIP ini bisa menjadi ajang memupuk semangat menulis, terutama di blog pribadi. Secara saya agak malas menulis di blog, karena cenderung terbiasa menulis di media sosial. Padahal sebenarnya sama aja, sih, cuma feel-nya mungkin yang beda, ya. Kalau sudah bicara masalah RASA ini mah agak repot yess, karena tiap orang pasti beda-beda.

Yuk, ah, untuk kamu yang belum ikutan di Estrilook Community tidak ada salahnya mencoba ikut SETIP. Tidak ada sangsi apa pun kok kalau enggak berhasil mengikuti sampai tuntas. Ini hanya kembali kepada masalah konsistensi masing-masing. Okehh?? Good luck, yakk!!

#SETIP_Day1
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity

Ilmu Melepaskan Agar Anak Panah Melesat ke Sasaran (Sebuah Pelajaran untukmu Wahai Pemimpi)

My little princess…

Hampir semua manusia pasti pernah merasakan ujian di dalam kehidupannya. Apapun bentuknya, setiap ujian itu memiliki kadar beratnya masing-masing yang hanya dapat dirasakan oleh setiap individu yang sedang mengalaminya. Apa yang terasa berat bagi saya misalnya, belum tentu terasa berat bagi orang lain yang melihatnya. Sebaliknya, ujian yang mungkin begitu berat untuk orang lain mungkin ringan saja bagi kita. Yup, hanya kamu dan kita sendiri yang dapat memilah, apakah ujian itu berat atau ringan.

Lalu, kemudian muncul pertanyaan, kenapa bisa berbeda pemahaman akan arti berat dan ringan dalam suatu ujian? ☺ Faktor apakah gerangan yang menentukan?

Yesss…. PIKIRAN adalah kuncinya. Yahh, kok pikiran lagi sikkk??!! Enggak bosannn apa nulis pikiran mulu?

Wait!!! Saya memang hobi nulis tema yang satu ini. Soalnya, dalam hampir seluruh bagian hidup saya, pikiran ini selalu menemani dengan setianya kemana pun saya pergi. Yang bisa bikin saya bahagia dan tetap waras sampai saat ini ya pikiran ini πŸ˜† Tentu saja, atas ridho terbaik dari Yang Maha Memberi pikiran, Allah Swt.

Tapi tunggu dulu, Dears! PIKIRAN ini sebenarnya ibarat pisau bermata 2, lho! Bisa membuatmu bahagia, atau sebaliknya, membuatmu lemah tak berdaya bak katak di dalam tempurung. Jadi pandai-pandailah mengelola pikiran, ya! Apalagi buat orang-orang dengan karakter diri Melankolis macam saya. Ada tuntutan dan keinginan untuk selalu sempurna, sempurna, dan sempurna. Dan saya sadar banget, ini bahaya untuk diri dan orang di sekitar saya kalau dibiarkan terus. Mau enggak mau sayanya yang kudu berubah menyesuaikan pikiran agar tetap enjoy, happy, dan menikmati setiap langkah dalam kehidupan, meskipun ada saat di mana perjalanan hidup terasa begitu melelahkan. *tarik napas dulu

Saya kutip dari ebook Arif RH, seorang pakar Ilmu Vibrasi yang pernah saya baca, kehidupan dan tujuan/targetnya itu ibarat sebuah ANAK PANAH dan BUSURnya.

Kamu boleh punya target, impian, cita-cita, dll. Boleh mengejarnya dengan doa dan usaha sampai titik darah penghabisan. Tapi di satu titik ketika semua itu telah dilakukan, agar si anak panah dapat melesat menuju sasaran, kamu harus melakukan suatu cara, yaitu MELEPASNYA. Kalau kamu enggak melepas anak panahnya, hanya menarikkkk terus, pasti panahnya enggak sampai ke target kan? Ilmu melepas ini sama dengan ilmu IKHLAS dan TAWAKAL.

Nah, ilmu ini terlihat sangat simpel dan sederhana, tapi tidak mudah untuk dipraktikkan *ngaku πŸ˜…

Setelah saya perhatikan pola dalam hidup saya, baru sadar, ohh iyaa, ternyata hampir semua impian saya akhirnya terwujud justru pada saat saya sudah melepasnya, dan bahkan hampir melupakannya. Ada yang terwujudnya lamaaaa, 26 tahun kemudian (kebangetan ya kalau ini. Tapi yang penting TERWUJUD πŸ˜†). Ada yang hanya selang 1-2 tahun. Ada pula yang 10-15 tahun.Β 

Setiap orang memliki POLA yang berbeda. Teman-teman mungkin ada yang sama dengan saya, ada pula yang berbeda.

Kemudian pertanyaannya, melepaskan keinginan itu kan enggak gampang? Butuh waktu, proses, dan melibatkan emosi yang campur aduk enggak karuan? Nah, di sinilah kita dapat melihat sejauh mana KEYAKINAN kita terhadap kekuatan lain yang mengatur diri dan seluruh alam semesta ini. Hubungan kita dengan Allah Swt diuji di tahap ini. Bukankah ada Dia yang lebih paham bagaimana cara mendapatkan impian itu? Ada Dia yang udah ngatur, ini loh, waktu yang tepat buat impianmu terwujud.

“Besok ya, 26 tahun lagi kamu baru bisa ketemu penyanyi jadul idolamu, Tommy Page” 🀣 *dan terjadilah, meski ketemunya udah tua hehhee… (Baca di sini : May 24th 2016).

Atau, ketika Allah bilang, “Sabar yaa, 15 tahun lagi kamu baru boleh bertamu ke Rumah-Ku…” 😍 (Baca : Ketika Impian Menjadi Nyata).

Nah, betapa hanya Allah yang Maha Tahu kapan saat yang tepat buat kita. Memaksa Allah boleh, tapi habis itu kita lanjutkan dengan ikhlas, tawakal, perbanyak istighfar, dan tentu saja, banyakin sedekah. Saya sendiri masih terus belajar ya, man-teman, doakan semoga selalu istiqomah dan makin baik jadinya diri ini dari hari ke hari.

Sampai di sini ada pertanyaan? πŸ˜…
Kalau belum ada, kuliahnya sampai sini dulu ya.

Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan PIKIRAN. Berawal dari pikiran, kemudian akan menjadi KATA-KATA, dan akhirnya secara tak sadar berwujud menjadi DOA.

Masih dari ebook yang sama, DOA itu adalah apa yang ada di hati kita, bukan sekadar apa yang kita baca setelah selesai sholat. Kebanyakan orang berpikir, doa adalah apa yang kita ucap saat sholat. Padahal, setiap detik apa yang ada di hati inilah yang disebut DOA. Syukur-syukur, antara apa yang ada di pikiran dan hati isinya sama, insya Allah doanya jadi terfokus. Yang repot, kalau pikiran bilang A, tapi hati bilang B, seringkali yang terwujud juga jadi tidak sesuai. Dan ini juga pernah saya alami ☺

Kamu punya pengalaman apa dengan si PIKIRAN? Kalau ada yang menarik, bisa cerita di komen, ya, biar kita jadi sama-sama belajar 😍

Semoga Allah memberkahi… πŸ’•

Tulisan Ini Akan Membuatmu Sadar Betapa Pentingnya Memotivasi Diri

Menurutmu, perlukah kita memberi sugesti positif untuk memotivasi diri sendiri?

Saya sendiri, setelah mengalami banyak nikmat ujian dan masa-masa sulit yang Allah berikan belasan tahun terakhir ini, sangat menyadari bahwa memotivasi diri sendiri merupakan langkah awal agar kita dapat berpikir secara sehat. Motivasi atau dorongan dari dalam diri adalah kekuatan bagi setiap orang untuk dapat merubah dirinya sendiri menjadi lebih baik.

Jika kita dapat mendorong diri untuk menjadi lebih menarik, lebih percaya diri, lebih kuat, dan lebih lebih yang lainnya, bukan tidak mungkin kita juga dapat mendorong dan memotivasi orang lain agar menghargai keadaan diri dan potensi yang dimilikinya.

Menarik di sini bukan berarti harus secara fisik, ya, karena fisik itu bisa menua, berkurang, dan berkerut. Tapi menarik secara batin justru sebaliknya. Meskipun usia dan fisik kita sudah menua, daya tarik dari dalam akan tetap terlihat dan membuat orang lain betah bersama kita.

Mengapa demikian? Kok bisa? Ya, karena kematangan pola pikir akan mempengaruhi tampilan luarmu. Memancarkan kharisma pada orang-orang di sekelilingmu. Kalau untuk wanita, bahasa ilmiahnya inner beauty ☺

Mungkin kamu nggak cantik secara fisik, biasa saja. Tapi anehnya, banyak orang nyaman bersamamu, suka mendengar ceritamu, sering curhat padamu. Karena kamu punya “nilai”. Tahu kan, sebongkah intan akan tetap bersinar meski berada di hitamnya tumpukan pasir?

Image : medcom.id

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan daya tarik dari dalam diri sendiri secara positif dan dengan cara yang baik?

Pertama, dengan menambah ilmu

Coba deh, perhatikan! Botol berisi air putih tentunya berbeda dengan botol berisi madu. Harganya lebih tinggi madu, bukan? Demikian pula dengan orang berilmu. Iqro’ atau bacalah. Semakin banyak kita mencari ilmu, semakin sadar bahwa ilmu kita selalu kurang dan kurang dan kurang.

Kedua, ambillah pelajaran berharga dari setiap perjalanan hidup yang kita lalui

Jika kita mau sedikit saja mengevaluasi diri, setiap proses perjalanan hidup yang Allah berikan pasti terdapat pelajaran berharga di dalamnya. Saat kehidupan sedang naik ataupun turun, selalu ada hikmah dan pesan yang Ia berikan. Namun seringkali kita terlena dan mengabaikan pesan tersebut.

Disinilah sebenarnya letak ujian manusia. Pada saat kita sedang berada di atas, selalulah melihat ke bawah. Sebaliknya, pada saat sedang terpuruk, lihatlah ke atas. Banyak mereka yang saat ini berhasil justru karena sebelumnya sering mengalami kegagalan demi kegagalan dalam menjalani kehidupannya. Allah Swt sendiri telah menjanjikan di dalam Alquran, surat Al Insyiroh,

“Sesungguhnya setelah kesulitan selalu ada kemudahan…”

Ketiga, lakukan sugesti positif secara teratur untuk memperbaiki karakter diri

Selain berusaha untuk ikhlas menjalani kehidupan ini, menanamkan kalimat positif dalam pikiran bawah sadar juga sangat membantu mengatasi perasaan down dan menurunnya rasa percaya diri. Kita dapat memilih sendiri sugesti bagaimana yang ingin ditanamkan. “Aku adalah orang yang bahagia. Aku memilih untuk sehat dan berlimpah rezeki. Aku menarik, cantik, dan percaya diri.” Itu adalah beberapa sugesti yang bisa mulai kita ucapkan setiap hari secara rutin dalam kondisi rileks.

Untuk bisa mencapai kondisi rileks, tempatkan dirimu dalam posisi yang nyaman. Misalnya dengan berbaring. Kemudian tarik nafas dan hembuskan perlahan-lahan, sampai semua otot tubuh terasa nyaman. Ucapkan kalimat sugesti secara berulang-ulang. Jika kamu baru pertama kali melakukannya, ulangi setiap hari minimal selama 21 hari tanpa terputus, agar kalimat itu terekam dalam pikiran bawah sadarmu.

Berdasarkan beberapa ilmu mindset dari kelas online yang pernah saya ikuti, kondisi rileks ini banyak waktunya. Dalam keadaan mengantuk, saat bangun tidur, saat sedang fokus mengerjakan sesuatu, misalnya melihat smartphone, atau fokus menonton televisi. Saat seperti itulah kondisi gelombang otak sangat mudah dimasukkan kalimat sugesti. Karena itu, kalau kamu bangun tidur, sebaiknya hindari langsung pegang handphone, ya! Iya kalau yang dibaca yang baik-baik, nggak masalah. Tapi kalau pas ada pesan atau hal buruk yang kamu baca saat itu juga, bisa jadi, tuh, masuk ke pikiran bawah sadar tanpa kita sadari. Akibatnya, pagi-pagi udah uring-uringan sendiri. Lihat rumah berantakan, anak nggak mau bangun, dll hal-hal sederhana bisa bikin emosi jiwa πŸ˜… *pengalaman pribadi mah kalau ini wkwkwk

Well, dari tulisan ini cukup jelas, ya, bahwa sugesti positif sangat penting untuk memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri. Terus berproses, belajar, dan tidak mudah berpuas diri adalah kunci perbaikan kualitas diri.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi apapun profesi dan latar belakangmu, siapapun kamu, berapapun usiamu, selalu ada cara untuk mengajak orang lain berhijrah dalam kebaikan. Insya Allah… πŸ’•

πŸ’™πŸ’œπŸ’š

#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Yang Diinginkan Wanita dari Seorang Pria

Pria dan wanita adalah dua insan yang sudah pasti berbeda. Bagaikan bumi dan langit, siang dan malam, dan tentunya seperti matahari dan bulan yang tiada pernah dapat terbit bersamaan. Namun mereka semua dapatΒ seiring sejalan, dan tetap setia beredar sesuai ketentuannya.

Kamu pasti tahu banget, dibanding pria, wanita cenderung lebih tertutup dan enggan mengungkapkan perasaannya. Mereka sering menggunakan simbol atau kiasan tertentu untuk mengatakan isi hatinya. Inilah yang tampaknya perlu dipelajari oleh pria, mengingat kaum prialah yang menjadi ujung tombak rumah tangga dalam suatu hubungan keluarga.

Apa saja sebenarnya yang wanita inginkan dari karakter seorang pria? Ehemmm….

Teman bicara yang baik

Wanita adalah makhluk yang pada dasarnya hobi bercerita. Nationalgeographic.co.id (14/6/2015) melansir, wanita bicara tiga kali lebih banyak dari pria. Pantesss ya… πŸ˜„ Meski ada beberapa wanita yang tampak sedikit tertutup, ternyataaa bicara merupakan hal penting bagi wanita. Jika ingin mendekati atau mengambil hatinya, cobalah ajak wanita bicara dan bercerita. Dijamin ia akan mulai memperhatikan pria yang berani mengajaknya berbicara.

Berkata tegas, namun lembut

Sekeras apapun karakter seorang pria, tak ada wanita yang suka dibentak. Mungkin ada tipikal wanita yang tomboy dan terkesan cuek, namun tetap saja pada dasarnya wanita telah diberikan naluri keibuan yang menyebabkan hati mereka lebih sensitif daripada pria.

Mencintai dan menyayangi wanita dengan tulus, bukan sekadar nafsu

Jika banyak pria tertarik pada wanita melalui ketertarikan secara fisik, sebaliknya, wanita lebih menghargai pria yang tulus menyayanginya meskipun si pria secara fisik tampak biasa saja. Perasaan selalu ingin dicintai ini adalah hal paling naluriah dari seorang wanita. Jadi gak perlu heran kalau kita sering menemukan pasangan yang istrinya cantik, sementara sang suami biasa-biasa saja. Itu artinya, si pria tersebut telah berhasil menyentuh hati pasangannya ☺

Perhatikan hal-hal kecil, misalnya tanggal lahir atau hari jadi pernikahan

Wanita selalu suka apabila pasangannya mengingat hari lahir atau hari pernikahan. Tidak selalu harus romantis atau memberi kado. Sekadar memberi ucapan selamat dan pelukan sayang, dijamin mampu meluluhlantakkan hati wanita.

Image : herworld.com

Setia, tidak tebar pesona

Sifat utama yang wanita inginkan dari pria adalah setia dan tidak perlu tebar pesona kemana-mana apabila telah berani membuat komitmen dengannya. Segala kebaikan dan kasih sayang dari seorang pria akan hilang tak berarti seketika, apabila si pria tak mampu menjaga hatinya hanya untuk satu wanita saja. Bukankah pria pun demikian adanya, selalu ingin pasangan wanitanya menjaga hati untuk dirinya saja?


Apakah pasanganmu telah memiliki beberapa karakter idaman diatas? Jika ya, berbahagialah ☺ Kalau belum? Berjuanglah dan komunikasikan dengan pasangan. Pasangan yang baik pasti mau mengerti, kok, apa yang diharapkan oleh belahan jiwanya… ☺

Baca juga : Kenapa Perempuan Harus Bahagia?

πŸ’™πŸ’œπŸ’š

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6

Kenapa Perempuan Harus Bahagia??

Beberapa hari terakhir ini, begitu viral di media sosial topik tentang Sekolah Ibu bagi perempuan. Dengan tujuan untuk menghindari terjadinya perpisahan dalam rumah tangga, topik ini menjadi menarik dibahas di era kesetaraan gender saat ini. Banyak pro dan kontra muncul dari tulisan sang pejabat yang dulunya adalah seorang artis sinetron tersebut di akun Instagramnya.

Tapi, saya tak hendak berkomentar tentang hal itu. Dalam setiap perencanaan kebijakan, pasti akan ada yang namanya pro dan kontra. Dan kamu pasti tahu, masyarakat kita juaranya kalau soal adu argumentasi seperti itu.
Karena saya adalah seorang perempuan, maka saya ingin menyoroti dari kacamata sebagai seorang perempuan pula.

Semua orang tahu bahwa kehadiran seorang perempuan atau ibu dalam sebuah rumah tangga, bak lentera dalam kegelapan. Begitu kelam dan sunyi rasanya apabila rumah tangga kehilangan sentuhan kaum hawa.Β 

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana rasanya jika ibu yang sangat kita sayangi sedang dalam kondisi sakit? Rumah yang biasanya ramai oleh rentetan suara tawa dan omelan ibu, mendadak sepi. Bisa jadi berantakan pula, karena tak ada tangan lembut namun kokoh yang biasanya menata dan membersihkannya. Dunia serasa kehilangan mataharinya.

Dari kondisi di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa keberadaan seorang perempuan dalam rumah tangga amat sangat penting sekali (luberrrr banget nih, kalimatnya hehhee…).

Bukan berarti keberadaan laki-laki nggak penting, lho, ya. Justru, laki-laki sebagai kepala keluarga adalah tonggak dan tiangnya sebuah rumah tangga. Maka, sebagai seorang nakhoda dari kapal yang sedang berlayar, ia harus sangat berhati-hati membawa kapal dan penumpangnya mengarungi lautan lepas. Agar apa? Agar saat muncul badai di lautan, kapalnya tidak menjadi karam.

Caranya bagaimana? Bekerjasamalah dengan pasangan hidupmu mencari jalan dan solusi terbaik agar kapal itu tidak karam di lautan. Seorang nakhoda tetap butuh saran dan nasihat, sementara penumpang juga butuh orang yang pintar untuk mengendalikan kapalnya.

Sebenarnya, perempuan itu mudah, lho, diambil hatinya. Buatlah ia BAHAGIA secara hati atau batin terlebih dahulu. Kalau perempuan sudah tersentuh hatinya, apapun yang diminta laki-laki pasti ia ikhlaskan. Jangankan cuma hatinya, harta dan dirinya pun akan ia ikhlaskan untuk pria yang dicintainya.Β 

Masih ingat kisah Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu anha? Betapa beliau yang adalah seorang wanita kaya dan terpandang Quraisy rela menikah dan menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah, karena jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Muhammad.

Apa sesungguhnya yang membuat Ummul Mukminin Khadijah r.a menolak lamaran para pemuka masyarakat Arab saat itu, dan justru menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh pemuda yatim piatu yang diriwayatkan lebih muda 15 tahun dari dirinya tersebut? Tidak lain dan tidak bukan karena KELUHURAN AKHLAK Muhammad. Betapa luhur dan baiknya akhlak seorang suami terhadap istrinya merupakan salah satu cara agar perempuan sampai pada level BAHAGIA dalam menjalani kehidupannya.

Kalau hati perempuan atau seorang ibu sudah ada pada level BAHAGIA tadi, dijamin, insya Allah, kehidupan rumah tangga dan anak-anakmu juga bahagia.

“…Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku…” (Hadits Riwayat At-Thirmidzi)

Nah, sekarang kita bikin list, yuk, kenapa seorang perempuan itu harus dan wajib BAHAGIA?

Perempuan adalah Seorang Istri

Keceriaan dalam rumah tangga ada pada bahagianya seorang istri. Istri yang bahagia akan membuat hati suaminya bahagia, rezeki suami barokah, dan hati suami pun menjadi tenang.

Perempuan adalah Seorang Ibu

Kebahagiaan seorang perempuan akan menular pada anak-anaknya. Perempuan yang bahagia akan mampu mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anaknya secara bahagia pula. Jangan lupa bahwa naluri ibu dan anak itu sering terhubung. Apabila ibunya stres, uring-uringan, tertekan, dan dalam kondisi yang tidak bahagia, anak pun dapat tertular kondisi demikian.

Jadi sebagai kepala keluarga, sangat penting bagi seorang suami untuk menjaga perasaan istrinya, karena itu juga berarti menjaga kebahagiaan anak-anaknya.

Perempuan adalah Makhluk Perasa, Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok

Tipikal perempuan sebenarnya mudah memaafkan. Walaupun terlihat lebih emosional dibandingkan laki-laki, tapi setelah kondisi mereda biasanya hati mereka pun cepat luluh kembali. Dan ini memang sudah diatur dari sananya.

Betapa kita tak pernah tahu maksud dari Allah Swt menciptakan perempuan dengan segala keunikan karakternya. Kaum pria harus ekstra hati-hati meluruskan tulang rusuk yang bengkok ini, karena kalau salah cara, tulangnya jadi patah, gelasnya pun jadi pecah. Gawat, deh… ☺

Keunikan lainnya, meski sekilas tampak rapuh, bukan rahasia lagi jika sebenarnya ketahanan perempuan justru lebih besar berkali-kali lipat daripada laki-laki. Itulah kenapa, lebih banyak kasus perselingkuhan dilakukan oleh pria daripada wanita, karena wanita sebenarnya lebih tahan banting kala menghadapi banyak tekanan dalam kehidupannya.

Meski demikian, tak ada satupun pembenaran, ya, bahwa adanya konflik dalam rumah tangga kemudian menjadikan bolehnya menjual kesetiaan. Ohh… tidakkk!! Kau tak boleh melakukan itu…!! *kata Sponge Bob

Bukan bermaksud untuk subyektif beropini karena saya adalah perempuan. Tapi memang suatu fakta bahwa perempuan yang BAHAGIA adalah kunci dari bersinarnya rumah tangga. Rasanya tak perlu jauh-jauh mengikuti Sekolah Ibu untuk mengurangi konflik dalam rumah tangga bagi perempuan, jika saja seorang kepala keluarga mampu menjadi guru dan pemimpin terbaik bagi istrinya.

Intinya, dalam suatu rumah tangga harus ada keinginan untuk sama-sama terus belajar dan saling memperbaiki diri dari keduanya, bukan hanya salah satu pihak saja ☺ Wallahu a’lam… πŸ’•

πŸ’™πŸ’šπŸ’œ

#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Kalimat Motivasi Ini untukmu yang Merasa “I Am Nothing”

Manusia diberikan nikmat lebih tinggi daripada makhluk hidup lainnya dalam hal karunia akal dan pikiran. Hal inilah yang mampu mengontrol kehidupan kita dan sejatinya menghindarkan kita dari keadaan mendzolimi diri sendiri.

Apakah kau tahu arti mendzolimi diri? Ya, segala hal yang berkaitan dengan penurunan nilai-nilai positif kualitas diri termasuk dalam kategori ini. 

Menganggap diri tak berguna dan tidak memiliki kelebihan sama sekali. Selalu pesimis dan tak tahu bagaimana caranya menggali potensi agar menumbuhkan rasa percaya diri. Dan sederet rasa I am nothing lainnya.

Apa saja yang dapat kau lakukan untuk meminimalisir rasa tersebut?

Benahi bagian “dalam” terlebih dahulu

Perbaikan kualitas diri hendaknya dilakukan dari dalam ke luar, Maksudnya, lakukan perbaikan dari pola hidupmu sendiri terlebih dahulu, seperti pola makan, pola istirahat, waktu untuk beribadah, bekerja, belajar, dan sebagainya.

Kurangi kegiatan tidak penting yang dapat mempengaruhi menumpuknya sampah pada pikiranmu, salah satunya seperti penggunaan gadget yang berlebihan (untuk hal yang tidak perlu). Kecuali pekerjaan atau bisnismu memang menuntutmu untuk harus selalu menggunakan gadget.

Jangan pernah berhenti belajar dan mengisi “gelasmu” dengan air yang baru. Kehidupan adalah sekolah yang tiada pernah usai. Selalu kosongkan gelasmu dan rendahkan hatimu agar dapat terus menerima ilmu baru tanpa pernah merasa digurui.

Move on dari masa lalu

Setiap orang pasti memiliki kenangan masa lalu, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Apabila tak berhati-hati mengelolanya, engkau akan terperangkap dalam ikatan penyesalan, atau sebaliknya, dalam euforia kebahagiaan masa lalu yang tak berkesudahan. Padahal kita hidup di masa sekarang dan masa depan, bukan pada masa lalu. Perlu mulai memastikan target untuk masa depan, bukan hanya terjebak pada zona nyaman masa lalu.

Fokus pada kelebihanmu

Tak perlu ragu. Percayalah, kita semua pasti punya kelebihan. Jika belum merasakan hal itu, bisa jadi karena engkau belum menemukan potensimu sebenarnya. Coba tanyakan 2 hal ini pada dirimu :

  • Apa kegiatan/hobi yang kau sukai dan rela tak dibayar sekalipun saat mengerjakannya?
  • Apakah engkau lebih nyaman dalam keramaian, atau sebaliknya, menyukai kesendirian dan jauh dari publisitas?

Dua pertanyaan diatas cukup mampu membantumu menemukan kelebihan dirimu. Dari kelebihan ini engkau dapat mengembangkannya lagi menjadi aktivitas yang menghasilkan. Apabila kelak sudah berjalan pada jalurnya, kita dapat memfokuskan lagi bidang khusus apa yang ingin dipelajari dan ditekuni lebih dalam.

“Saya tidak takut kepada orang yang mempelajari 10.000 jurus sekaligus. Saya hanya takut kepada orang yang berlatih 1 jurus selama 10.000 kali…” (Bruce Lee)

Selamat berlatih dan menggenapkan 1 jurus dalam 10.000 jam terbang., karena hanya engkau yang bisa menemukan dan mengembangkan potensi dirimu. Orang lain hanya mampu memotivasi… πŸ’•

πŸ’™πŸ’›πŸ’š

#ODOP #EstrilookCommunity #Day1

Perbaiki Hidupmu dengan Cara Memperbaiki Pikiranmu

Sumber : brainwave.co.id

“Berhati-hatilah dengan pikiranmu..”

Pernah mendengar atau membaca kalimat ini?

Ya, tahukah engkau bahwa pikiran kita dapat menjadi SAHABAT atau sebaliknya, menjadi MUSUH bagi kita. Pikiran mungkin terlihat begitu sederhana, tak tampak dan terdefinisi oleh mata, namun ia dapat meluluhlantakkan kehidupan apabila engkau tak kuasa mengontrolnya.

Dikutip dari buku Unleash Your Inner Power with Zen : 50 Kisah Zen untuk Memaksimalkan Potensi Diri, tertulis kalimat berikut

“Berhati-hatilah dengan pikiranmu, karena ia akan menjadi ucapanmu; Berhati-hatilah dengan ucapanmu karena ia akan menjadi tindakanmu; Berhati-hatilah dengan tindakanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu; Berhati-hatilah dengan kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu dan; Berhati-hatilah dengan karaktermu karena ia akan menjadi takdirmu..”

Jelaslah bahwa berawal dari pikiran dapat menjelma menjadi sebuah keniscayaan. Menjadi ucapan, tindakan, kebiasaan, karakter, dan akhirnya menjadi sebuah takdir. Sungguh luar biasa, bukan?

Sayangnya, banyak yang belum menyadari bahwa begitu penting untuk membangun sebuah kesadaran dan kekuatan diri yang berasal dari pikiran. Begitu banyak orang yang mengejar sesuatu di luar yang tampak sebagai sebuah materi riil dan dapat digenggam, namun mereka melupakan pembentukan kekuatan yang justru berasal dari dalam diri masing-masing.

Membiasakan diri untuk berpikir BISA, MAMPU, NYAMAN, BERLIMPAH, dan aneka pikiran positif lainnya memang tidak mudah. Perlu proses dan waktu tak sebentar untuk membentuknya. Ibarat seorang bayi, sejak lahir tidak dapat berjalan, sampai akhirnya ia dapat merangkak, berdiri dan kemudian berlari. Apakah engkau pernah lihat si bayi bosan untuk belajar berjalan? Tidak.

Mungkin ia akan menangis sebentar saat terjatuh. Tapi lihatlah, ia akan bangkit kembali dan mengulangi targetnya agar dapat segera berjalan dan berlari. Karena dengan kemampuan berjalan dan berlari ia dapat mandiri menjalani hari-hari bermainnya sendiri. Tanpa tergantung pada orang tua. Tanpa tergantung pada tuntunan orang lain, karena hidup ini sepenuhnya miliknya dan milik Sang Pencipta tentu saja.

Jadi, masihkah enggan memperbaharui pola pikir kita? Masihkah enggan mengisi energi batin kita? Padahal kenyamanan batinmu akan memancarkan seberkas sinar bagi orang-orang di sekelilingmu. Mari bantu dan biarkan mereka tertular oleh virus bahagiamu… πŸ’•

πŸ’œπŸ’›πŸ’š