Arsip Kategori: Sosial

Pentingnya Personal Branding untuk Kamu yang Bekerja di Ranah Online

Image: Unsplash.com

Di tulisan kali ini saya ingin mengakui dengan sejujurnya bahwa sebenarnya saya ini dulunya adalah seorang perempuan yang gaptek dan enggak paham kalau sudah berurusan dengan media sosial 🙂

Lo… memangnya ada apa sih kok mendadak bikin pengakuan jujur begini? kwkwk…

Iya, saya pengennya siapa aja perempuan yang hari ini masih mengaku gaptek, semakin menyadari bahwa kegaptekan itu ternyata bisa dipelajari, sama seperti ketidakbisaan lainnya 😀

Sejak tahun 2013, ketika saya memberanikan diri untuk menekuni bisnis penjualan langsung (direct selling) salah satu produk kosmetika dan perawatan tubuh alami dari Swedia, banyakkkk sekali ilmu yang saya pelajari dari bisnis itu. Yang utama dan hingga kini masih saya gunakan adalah tentang pentingnya personal branding di media sosial.

Yup! Bisnis yang saya jalankan waktu itu 80% kerjanya adalah online. Kerja dari rumah, training-training pun dari rumah. Ini suatu kemudahan untuk para perempuan dan ibu rumah tangga yang tidak bisa terlalu sering meninggalkan rumah karena masih memiliki tanggungan, punya anak bayi atau balita, dan sederet kesibukan lainnya.

Waktu itu modal saya cuma HP. Itu pun belum punya smartphone canggih layar sentuh macam sekarang. Zamannya BBM masih ngehits, tapi sayangnya, saya pun tak punya Blackberry. Tapi itu sama sekali bukan halangan kalau kita punya alasan dan tujuan jelas kenapa dan demi apa kita harus mengerjakan sesuatu. Ye kan?

Laptop pun waktu itu saya enggak punya. Komputer ada, tapi sudah rusak, dan teknisinya sudah nyerah memperbaiki. Katanya, mending beli baru aja, mbak… *wah bikin nangis ini, hikssss

Terus, saya nyerah dan mundurkah? Alhamdulillah, enggak! Gini-gini, meski dari luar terlihat kalem alias kalempit-lempit, saya orangnya ternyata keras kepala, lo. Be careful ya, hati-hati kalau ketemu… hahhaa…

Dulu, saya rajin sekali ke warnet, lo. Hampir setiap pagi setelah anak berangkat sekolah, saya usahakan untuk ke warnet, meskipun hanya sebentar. Mengulang aneka training online yang sudah diberikan, kemudian mempraktikkannya langsung melalui komputer yang ada di warnet. Salah satu training yang saya praktikkan di warnet adalah cara membuat blog.

Tahukah kamu, blog ini adalah blog pertama yang saya buat di warnet selama 6 jam lamanya. Apaaa??!! 6 jam? Hehehee… Niat amat, ya! Sampai keringetan waktu itu karena merasa gagal paham utak-atik sendiri 😀

Makanya saya sungguh tak menyangka, blog ini masih bertahan hingga sekarang dan justru semakin bervariasi isinya. Bahkan di bulan Desember 2018 lalu, saya memberanikan diri membeli hosting dan domain dengan nama sendiri, Hastinpratiwi.com. Ternyata saya yang gaptek ini bisa ngerti juga sedikit demi sedikit dengan urusan yang beginian, yang awalnya enggak terpikir sama sekali.

Sampai sekarang, setiap hati sedang malas atau lelah mengerjakan sesuatu, saya selalu mencoba mengingat masa-masa tak mudah itu. Saat harus bolak-balik ke warnet hanya demi upload foto di media sosial, demi sebuah branding bisnis yang saya jalankan. Itu semua saya jalankan dengan rida, karena punya tujuan yang jelas untuk apa saya menjalankannya.

Nah, kalau sekarang tinggal pencet smartphone di teras, atau tinggal buka lappy sambil selonjoran, alangkah malunya saya ketika masih harus mengeluh. Allah sudah memberikan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Yah, sekali-sekali lelah dan bosan itu wajar, tak apa. Tapi tak perlulah mengeluh. Syukuri saja… Senyumin aja… Masih banyak orang yang lebih prihatin hidupnya daripada kita.

Ini sebetulnya saya mau nulis apa sih? 😀
Topik utamanya tadi sebenarnya tentang personal branding kan, ya? Tapi kenapa jadi ngalor ngidul enggak karuan, sih. Buruan simak lanjutannya kalau gitu, yuk!

Personal Branding

Image: Unsplash.com

Hampir semua teman-teman yang saya kenal saat ini menjalankan bisnis online. Mereka punya produk untuk dipasarkan secara online. Jualan baju, tas, produk kecantikan, makanan, kerajinan, ataupun yang bergerak di bidang jasa semacam saya, penulis, influencer/buzzer, motivator, pembuat iklan, illustrator, dan masih banyak lagi. Kita semua memerlukan yang namanya personal branding, yaitu nilai-nilai seperti apa yang ingin kita tampilkan kepada para netizen di dunia maya.

Sepenting itukah? Iyess… begitulah….

Mau enggak mau, suka enggak suka, kalau kamu punya target untuk mencapai hasil tertentu dalam pekerjaan yang kamu jalankan, netizen di dunia maya adalah pangsa pasarmu. Karena mereka adalah pangsa pasarmu, penting untuk memperkenalkan diri kepada mereka “Who are you?” Siapa kamu, dan seperti apa kamu ingin dikenal oleh mereka?

Tukul Arwana, Syahrini, Deddy Corbuzier dan Master Limbad adalah sederet nama artis yang sukses dengan personal branding mereka. Syahrini belum tentu bakal populer seperti sekarang kalau gaya bicaranya enggak dibuat menjadi “manjah syantik” seperti saat ini. Master Limbad pun mungkin sama saja seperti yang lain kalau ciri khasnya diam seribu bahasa tidak ia pertahankan dulu di awal karirnya. Jadi, ada satu nilai penting yang harus kita perhatikan dalam menerapkan personal branding di media sosial, yaitu nilai konsisten. 

Apa Saja yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Personal Branding?

1. Perhatikan media sosialmu

Media sosial adalah jendela terdepan para netizen melihat keseluruhan dirimu. Kalau kamu sudah memutuskan menggunakan media sosial baik Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, dll sebagai sarana bisnismu atau media untuk mem-branding diri, mulailah dengan memperbaiki terlebih dahulu bagian nama dan biodata.

Tulis nama asli dan profesi atau bidang usaha yang kamu tekuni dengan jelas di bagian biodata ini. Jangan lupa, gunakan kalimat yang baik dan menggambarkan dirimu secara jujur, namun tetap profesional.

Mau dong dikasih contoh.. *kata netizen, hihiiii… Beklah

Contoh: Di bagian biodata media sosial Facebook, kamu bisa menulis info data diri seperti ini,

“Owner di Renata Boutique Muslimah. Seorang ibu rumah tangga yang suka belajar dan ingin selalu menginspirasi melalui desain pakaian muslim yang simpel, namun elegan..”

Informasinya cukup singkat, kan? Tapi insya Allah dari info itu netizen sudah paham tentang diri kita.

Setelah itu lanjutkan dengan sering membuat status yang positif dan bermanfaat bagi pembaca, sesuai dengan minatmu. Sesekali posting jualan atau bisnismu tak apa, tapi jangan terus-terusan agar netizen enggak bosan. Selingi dengan postingan lainnya. Kalau saya sendiri lebih suka posting tentang tulisan motivasi dan inspirasi, yang sebenarnya juga menjadi pengingat untuk diri sendiri.

2. Kenali karakteristik setiap media sosial

Yang tidak kalah penting kita pelajari adalah tentang karakteristik masing-masing media sosial. Instagram misalnya, cenderung lebih fokus kepada gambar atau video. Caption yang terlalu panjang seperti di Facebook tak terlalu dibutuhkan. Yang dibutuhkan di Instagram adalah tagar sesuai isi atau pesan yang ingin kamu sampaikan dalam setiap postinganmu.

Berbeda lagi dengan Twitter, yang lebih fokus kepada tulisan-tulisan pendek, sekadar menyampaikan sekilas informasi atau curhatan singkat dari pemiliknya. Meskipun, saat ini banyak juga yang menuliskan kisah bersambungnya di Twitter dan menjadi viral, serta dibukukan. Hal ini wajar, karena pengguna Twitter memang didominasi oleh para netizen milenial.

3. Kembangkan networking melalui media sosial

Dunia maya memang memungkinkan siapa pun dan di mana pun mereka berada untuk bersosialisasi dan terhubung tanpa ada batasan jarak dan waktu. Kamu bisa menggunakan momen ini sebagai sarana mengembangkan bisnismu.

Salah satu kuncinya adalah rajin berinteraksi dengan teman-teman di media sosial. Rajin memberi komentar dan nge-like postingan mereka dapat menjadi salah satu cara mengembangkan jaringan di media sosial. Yah, kadang memang lelah sih, tapi ini penting jika kamu ingin mendapatkan interaksi yang sama dari para netizen.

Bergabung dengan banyak komunitas yang sesuai dengan minat kita juga dapat menjadi solusi terbaik mengembangkan relasi ini. Jika kamu tak memiliki cukup waktu untuk stalking status teman di media sosial, saat ini banyak program untuk saling like dan saling komen untuk meningkatkan engagement rate (nilai interaksi antara kita dengan netizen).

Biasanya grup-grup seperti ini banyak di Instagram, termasuk juga komunitas untuk menambah follower. Penambahan jumlah follower ini diperlukan untuk mencari tawaran pekerjaan di beberapa profesi, misalnya jika kamu adalah seorang blogger dan buzzer/influencer, di mana pihak klien membutuhkan interaksi yang banyak antara kita dengan netizen agar produk yang mereka promosikan melalui kita banyak dilihat oleh konsumen.

Bekerja di dunia online itu sepintas memang seperti pengangguran ya? 😀 Terkesan tak ada kerjaan karena bekerjanya nyaris tidak kelihatan. Tapi sebenarnya banyak sekali yang harus kita pelajari dari dunia internet marketing ini. Apalagi yang namanya dunia maya cepat sekali berubah dan mengalami perkembangan. Nah, tinggal kitanya aja nih, sanggup beradaptasi enggak?

Hanya kamu sendirilah yang tahu mana yang terbaik untuk dirimu….

Kuyyy, tetap semangkaaaa!!! 😉

#ODOP #EstrilookCommunity #Day4

Kenapa Perempuan Harus Bahagia??

Beberapa hari terakhir ini, begitu viral di media sosial topik tentang Sekolah Ibu bagi perempuan. Dengan tujuan untuk menghindari terjadinya perpisahan dalam rumah tangga, topik ini menjadi menarik dibahas di era kesetaraan gender saat ini. Banyak pro dan kontra muncul dari tulisan sang pejabat yang dulunya adalah seorang artis sinetron tersebut di akun Instagramnya.

Tapi, saya tak hendak berkomentar tentang hal itu. Dalam setiap perencanaan kebijakan, pasti akan ada yang namanya pro dan kontra. Dan kamu pasti tahu, masyarakat kita juaranya kalau soal adu argumentasi seperti itu.
Karena saya adalah seorang perempuan, maka saya ingin menyoroti dari kacamata sebagai seorang perempuan pula.

Semua orang tahu bahwa kehadiran seorang perempuan atau ibu dalam sebuah rumah tangga, bak lentera dalam kegelapan. Begitu kelam dan sunyi rasanya apabila rumah tangga kehilangan sentuhan kaum hawa. 

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana rasanya jika ibu yang sangat kita sayangi sedang dalam kondisi sakit? Rumah yang biasanya ramai oleh rentetan suara tawa dan omelan ibu, mendadak sepi. Bisa jadi berantakan pula, karena tak ada tangan lembut namun kokoh yang biasanya menata dan membersihkannya. Dunia serasa kehilangan mataharinya.

Dari kondisi di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa keberadaan seorang perempuan dalam rumah tangga amat sangat penting sekali (luberrrr banget nih, kalimatnya hehhee…).

Bukan berarti keberadaan laki-laki nggak penting, lho, ya. Justru, laki-laki sebagai kepala keluarga adalah tonggak dan tiangnya sebuah rumah tangga. Maka, sebagai seorang nakhoda dari kapal yang sedang berlayar, ia harus sangat berhati-hati membawa kapal dan penumpangnya mengarungi lautan lepas. Agar apa? Agar saat muncul badai di lautan, kapalnya tidak menjadi karam.

Caranya bagaimana? Bekerjasamalah dengan pasangan hidupmu mencari jalan dan solusi terbaik agar kapal itu tidak karam di lautan. Seorang nakhoda tetap butuh saran dan nasihat, sementara penumpang juga butuh orang yang pintar untuk mengendalikan kapalnya.

Sebenarnya, perempuan itu mudah, lho, diambil hatinya. Buatlah ia BAHAGIA secara hati atau batin terlebih dahulu. Kalau perempuan sudah tersentuh hatinya, apapun yang diminta laki-laki pasti ia ikhlaskan. Jangankan cuma hatinya, harta dan dirinya pun akan ia ikhlaskan untuk pria yang dicintainya. 

Masih ingat kisah Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu anha? Betapa beliau yang adalah seorang wanita kaya dan terpandang Quraisy rela menikah dan menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah, karena jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Muhammad.

Apa sesungguhnya yang membuat Ummul Mukminin Khadijah r.a menolak lamaran para pemuka masyarakat Arab saat itu, dan justru menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh pemuda yatim piatu yang diriwayatkan lebih muda 15 tahun dari dirinya tersebut? Tidak lain dan tidak bukan karena KELUHURAN AKHLAK Muhammad. Betapa luhur dan baiknya akhlak seorang suami terhadap istrinya merupakan salah satu cara agar perempuan sampai pada level BAHAGIA dalam menjalani kehidupannya.

Kalau hati perempuan atau seorang ibu sudah ada pada level BAHAGIA tadi, dijamin, insya Allah, kehidupan rumah tangga dan anak-anakmu juga bahagia.

“…Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku…” (Hadits Riwayat At-Thirmidzi)

Nah, sekarang kita bikin list, yuk, kenapa seorang perempuan itu harus dan wajib BAHAGIA?

Perempuan adalah Seorang Istri

Keceriaan dalam rumah tangga ada pada bahagianya seorang istri. Istri yang bahagia akan membuat hati suaminya bahagia, rezeki suami barokah, dan hati suami pun menjadi tenang.

Perempuan adalah Seorang Ibu

Kebahagiaan seorang perempuan akan menular pada anak-anaknya. Perempuan yang bahagia akan mampu mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anaknya secara bahagia pula. Jangan lupa bahwa naluri ibu dan anak itu sering terhubung. Apabila ibunya stres, uring-uringan, tertekan, dan dalam kondisi yang tidak bahagia, anak pun dapat tertular kondisi demikian.

Jadi sebagai kepala keluarga, sangat penting bagi seorang suami untuk menjaga perasaan istrinya, karena itu juga berarti menjaga kebahagiaan anak-anaknya.

Perempuan adalah Makhluk Perasa, Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok

Tipikal perempuan sebenarnya mudah memaafkan. Walaupun terlihat lebih emosional dibandingkan laki-laki, tapi setelah kondisi mereda biasanya hati mereka pun cepat luluh kembali. Dan ini memang sudah diatur dari sananya.

Betapa kita tak pernah tahu maksud dari Allah Swt menciptakan perempuan dengan segala keunikan karakternya. Kaum pria harus ekstra hati-hati meluruskan tulang rusuk yang bengkok ini, karena kalau salah cara, tulangnya jadi patah, gelasnya pun jadi pecah. Gawat, deh… ☺

Keunikan lainnya, meski sekilas tampak rapuh, bukan rahasia lagi jika sebenarnya ketahanan perempuan justru lebih besar berkali-kali lipat daripada laki-laki. Itulah kenapa, lebih banyak kasus perselingkuhan dilakukan oleh pria daripada wanita, karena wanita sebenarnya lebih tahan banting kala menghadapi banyak tekanan dalam kehidupannya.

Meski demikian, tak ada satupun pembenaran, ya, bahwa adanya konflik dalam rumah tangga kemudian menjadikan bolehnya menjual kesetiaan. Ohh… tidakkk!! Kau tak boleh melakukan itu…!! *kata Sponge Bob

Bukan bermaksud untuk subyektif beropini karena saya adalah perempuan. Tapi memang suatu fakta bahwa perempuan yang BAHAGIA adalah kunci dari bersinarnya rumah tangga. Rasanya tak perlu jauh-jauh mengikuti Sekolah Ibu untuk mengurangi konflik dalam rumah tangga bagi perempuan, jika saja seorang kepala keluarga mampu menjadi guru dan pemimpin terbaik bagi istrinya.

Intinya, dalam suatu rumah tangga harus ada keinginan untuk sama-sama terus belajar dan saling memperbaiki diri dari keduanya, bukan hanya salah satu pihak saja ☺ Wallahu a’lam… 💕

💙💚💜

#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Tetap Stylish dan Syar’i, Perhatikan Do’s n Dont’s Ini Saat Mengikuti Tren Busana Muslim Kekinian

Tumbennn bahas fashion, euyy 😁

Yup, udah tahu kan ya, perkembangan dalam dunia fashion muslim beberapa tahun terakhir ini memunculkan banyak desain busana muslim yang trendi dan kekinian. Hal ini menyiratkan bahwa busana muslim ternyataaa Alhamdulillah, kian digemari oleh masyarakat kita, khususnya para wanita. Aneka model hijab, gamis, dan variasi motifnya menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pemakainya.

.

images (3)
Image : eramuslim.com

.

Dikutip dari laman Hijab Yuk, pengertian hijab sebenarnya adalah penutup atau penghalang yang menutup sesuatu, sehingga tidak boleh dilihat orang lain. Penghalang itu bisa berupa tirai, tembok, atau pintu jika di rumah. Sedangkan jilbab merupakan bagian dari hijab. Jilbab adalah hijab yang menutupi tubuh.

Biar gak bingung, ringkasnya, jilbab adalah hijab (penutup) bagi wanita. Sedangkan hijab banyak ragamnya, termasuk salah satunya adalah jilbab.

Lalu bagaimanakah sebenarnya hijab (pakaian penutup) yang sesuai dengan syari’at dan tuntunan di dalam Al Qur’an? Berikut penulis kutip 3 diantaranya.
.
.
🍁 Menutupi Seluruh Tubuh

Allah telah menjelaskan secara detil di dalam QS. Al Ahzab 59 :

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..”

Sesuai hadist Rasulullah Saw, aurat pada wanita muslim adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan. Adapun cadar adalah sunnah dan lebih baik jika memang ingin menggunakannya.
.
.
🍁 Tidak Memperlihatkan Bentuk Tubuh

Termasuk dalam poin ini adalah pakaian yang ketat, tipis, dan kerudung yang membentuk gulungan rambut di bagian belakang kepala seperti punuk unta.

.

images (17)
Image : ayoberjilbab.com

.

Asma binti Abu Bakar telah menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Rasulullah bersabda,

Wahai Asma, sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan (menampakkan) anggota badannya kecuali pergelangan tangan dan wajah saja…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist lainnya Rasulullah Saw berkata,

Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Suatu kaum yang memiliki cemeti seperti ekor lembu untuk memecut manusia. dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, Berlenggak lenggok, kepala mereka seperti bonggol unta yang bergoyang-goyang. Wanita yang seperti itu tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau wangi surga dapat tercium keharumannya dalam jarak yang sangat panjang dan jauh..” (HR. Muslim)

.

🍁 Tidak Menyerupai Pakaian Laki-laki

Ibnu ‘Abbas r.a berkata :

“Rasulullah Saw melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5885, 6834)

.

images (5)
Image : picmog.com

.

Dalam masalah laki-laki menyerupai wanita ini, Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan laki-laki dan perempuan di mana masing-masingnya Dia berikan keistimewaan. Laki-laki berbeda dengan wanita dalam penciptaan, watak, kekuatan, agama dan selainnya. Wanita demikian pula berbeda dengan laki-laki. Siapa yang berusaha menjadikan laki-laki seperti wanita atau wanita seperti laki-laki, berarti ia telah menentang Allah dalam qudrah dan syariat-Nya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki hikmah dalam apa yang diciptakan dan disyariatkan-Nya…”

Semoga bermanfaat ya, Dears informasi diatas. Saya pun hingga saat ini masih terus belajar dan belajar lagi, jauhhh dari kata sempurna.

Yuk, kita sama-sama terus upgrade diri, dan jangan lupa untuk mohon kekuatan agar tetap istiqomah di jalan-Nya. 💕

💜💛💚

 

Tragedi Lion Air JT-610, Antara Cinta, Cita dan Keprihatinan

Satu minggu terakhir….
.
Pemberitaan media begitu sarat dengan tragedi kecelakaan si burung besi Lion Air JT 610 tujuan Jakarta – Pangkal Pinang, yang jatuh di perairan Karawang pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu.
.
Pemberitaan ini bahkan mengalahkan berita utama di negeri ini, tentang musibah besar gempa dan tsunami Palu dan Donggala, yang lagi-lagi menjadi musibah ke sekian setelah peristiwa gempa Lombok sekitar 3 bulan yang lalu.
.
Ah, negeriku…
Ada apa dengan dirimu??
.
Bahkan seribu satu pro dan kontra di sosial media takkan mampu mencari tahu apa sebenarnya yang Dia rencanakan di balik semua kejadian ini.
.
.
20181105_011458_0001~01~01~01
.
Kembali pada tragedi jatuhnya pesawat Lion Air…
.
Ingatanku seolah melayang pada masa puluhan tahun silam…
Pada masa kecil dimana naik pesawat masih menjadi sesuatu yang eksklusif, dan beruntungnya, aku telah diberi kenikmatan untuk merasakannya.
.
Bouraq, Merpati, dan tentu saja sang pelopor penerbangan Garuda Indonesia,  adalah sederet nama maskapai yang sangat berjaya pada masa itu.
.
Tiga maskapai tersebut memberikan pelayanan yang istimewa dan sungguh memuaskan. Pilihan makanan dan minuman tersaji lengkap beserta kemasannya yang tampil ekslusif bak suvenir pernikahan. Ah, kenapa tak ada satu pun yang sempat aku dokumentasikan, ya? Betapa sesal kemudian serasa tak berguna.
.
Harga tiket pesawat pada era 80-90an itu mungkin tak ada yang diobral seperti zaman now. Tak ada istilah tiket promo, atau rebutan kursi promo.
.
Bahkan aku ingat, saat berusia 6 tahun, almarhum Bapak pernah mengatakan usiaku masih 5 tahun kepada petugas saat membeli tiket di loket. Tidak lain tidak bukan agar aku boleh duduk di pangkuan Bapak, tanpa harus membeli kursi sendiri. Lumayan bisa menghemat satu orang kan? ^^ Hemm…. ide yang cerdas…
.
Di masa itu jarang sekali ku dengar ada kecelakaan pesawat. Maka ketika tiket pesawat di masa kini semakin banyak diobral, seiring munculnya begitu banyak maskapai baru, dan impian naik pesawat telah menjadi kisah nyata milik semua orang, kenapa justru begitu banyak tragedi kecelakaan mengiringinya?
Bukankah seharusnya segalanya menjadi lebih baik?
.
Alat, sistem, fasilitas, kinerja, dan SDM seharusnya menjadi lebih rapi dan teratur seiring berkembangnya segala kemudahan yang ada.
.
Ahh…. teori dan asal bicara memang terlalu mudah diucapkan, ya Dears 😁
Siapa lah aku yang hanya seorang penumpang, yang saat ini hanya mampu menekan keypad di smartphone untuk sekadar menuliskan sepenggal opini berbasis masa lalu ini.
.
Kalau diizinkan bicara, aku hanya ingin mengatakan bahwa sesungguhnya aku mencintai langit, pesawat, dan segala hal berbau angkasa.
.
Cita-citaku dulu ingin menjadi seorang Pramugari dan Astronot. Entah apakah aku cukup cantik atau tidak saat itu heehhee…. tapi terlalu sering melihat mbak-mbak cantik itu di pesawat membuatku ingin menjadi seperti mereka. Sedangkan pilihan menjadi Astonot terpatri di dalam hati, lantaran saat itu sedang booming pemberitaan tentang calon Astronot pertama Indonesia bernama Dr. Pratiwi Sudharmono.
.
Bukankah nama kami sama-sama Pratiwi? Siapa tahu keberuntungan juga memihakku? 😅
.
.
Namun, ketika akhirnya masa remaja tiba dan tinggi badan tak memadai dalam persyaratan menjadi seorang Pramugari, cita-citaku seketika berubah ingin menjadi seorang Diplomat dan Penyiar Televisi. *cukup pilih salah satu, Diplomat atau Penyiar ya, jangan kau duakan cintamu #eeaaa #upss
.
Selanjutnya, aku sudah cukup puas melihat mbak-mbak Pramugari cantik itu setiap kali naik pesawat dan memperhatikan seragam mereka. Sesungguhnya ada sebersit rasa syukur di dalam hati, karena salah satu persyaratan tes menjadi Pramugari yang pernah kubaca adalah harus mengenakan rok di atas lutut. Ah, bukan aku banget itu. Aku terlalu sopan dan pemalu melakukan itu ☺ Tampaknya Dia Yang Maha Mengetahui sudah sangat pas mengatur segalanya, dengan tidak mengizinkanku menjadi seorang cabin crew.
.
Kini ku tahu, tak selamanya sesuatu yang terlihat menyenangkan dan wah selalu indah seperti yang kubayangkan.
Apalagi setelah beberapa hari lalu menyaksikan tayangan di sebuah televisi swasta, tentang wawancara bersama seorang Pramugari yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan maskapai singa terbang ini beberapa tahun yang lalu. Ia bercerita harus menjalani berkali-kali operasi untuk memperbaiki anggota tubuh dan tekstur wajahnya akibat kecelakaan itu, tanpa ada bantuan dari pihak perusahaan. Ia pun menuturkan ketidakjelasan sistem kontrak yang diterapkan, karena ia dan rekan sejawatnya masih terlalu muda saat itu. Bisa diterima sebagai Pramugari dan berkeliling Indonesia dengan pesawat saja sudah merupakan suatu kebanggaan baginya dan teman-teman, tanpa terpikir hal lain terkait perjanjian kerja dan sejenisnya.
.
Miris memang, sekaligus prihatin mendengarnya.
Tapi sekali lagi…
Siapalah aku?
Yang hanya mampu menautkan beberapa rangkai kalimat dalam kenangan akan cita-cita masa lalu.
.
Tapi tak perlu khawatir, aku masih tetap penggemarmu yang dulu.
.
Masih tetap cinta langit, pesawat, dan segala hal yang berbau angkasa… 💕
💜💛💚

Ta’aruf, Sosial Media, dan Kejujuran

Ta’aruf
.
Hemmmm…. istilah itu akhir-akhir ini sering berseliweran dimana-mana. Menjadi topik curhatan hati para single lillah, alias single fisabilillah (orang yang sedang berjuang di jalan Allah dalam kesendiriannya) yang belum Allah izinkan bertemu dengan jodoh terbaiknya.
.
.

20181013_231205_0001
Foto : canva.com

.
Saya pun yang tadinya sangat awam dengan istilah tersebut (maklummm, ilmu agama masih sangat cethek alias gak ada apa-apanya), mulai memaksa diri untuk belajar dan paham apa makna istilah itu.
.
Bukannya tidak pernah mendengar sama sekali sebenarnya. Dulu zaman masih gadis tahu sih apa itu ta’aruf. Tapi ya sebatas tahu aja. Sama sekali gak paham bagaimana proses ta’aruf yang sebenarnya, yang sesuai dengan syariat, yang sesuai dengan manhaj salaf alias kaidah-kaidah terdahulu yang dilakukan Rasulullah Saw dan para pengikut beliau.
.
Sekarang baru paham, bahwa ta’aruf secara syari itu benar-benar harus melibatkan orang ketiga. Tidak boleh berkhalwat (bercanda/bergurau) hanya berdua saja. Walaupun di zaman now istilah ta’aruf ini juga mulai banyak diplesetkan oleh mereka, adik-adik kita yang masih muda dan bergejolak. Menggunakan istilah tersebut, tapi dengan gaya mereka sendiri, yang bikin kita sering geleng-geleng kepala.
.
Nah, kembali lagi ke masalah istilah di paragraf pertama.
.
Jadi Masya Allah, sebenarnya agama Islam telah sangat ketat sekali memberikan batasan-batasan tata cara pergaulan yang baik antara ikhwan dan akhwat (pria dan wanita). Semua lengkap ada aturannya. Kamu yang masih single dan belum punya pasangan saja dilarang untuk berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrommu. Apalagi kamu yang telah berkeluarga dan memiliki pasangan, tentunya larangannya lebih ketat lagi.
.
Parahnya, saat ini dunia maya memungkinkan semua orang dari berbagai belahan dunia, dengan berbagai karakter dan budaya, terhubung menjadi satu. Sosial media bak dua sisi mata uang bagi kita. Banyak positifnya, dan banyak pula negatifnya.
.
Berbisnis dan menghasilkan uang, menjalin pertemanan, bertemu dengan teman-teman lama, ajang belajar dan menambah ilmu secara online, adalah sederet hasil positif dari adanya sosial media.
.
Negatifnya? Banyak juga hehhee..
.
Ajang selfie, promosi diri secara fisik (maaf ya ☺), ajang debat dan adu opini, bahkan bisa saja menjadi sarana berseminya cinta yang baru, maupun kembalinya cinta lama, adalah keuntungan sosial media dari kaca mata negatif.
.
Lalu, bagaimana sebaiknya? Tidak perlu bersosmed ria kah apabila telah memiliki pasangan? Hemmm… terlalu naif juga ya sepertinya.
.
Saya yakin, setiap keluarga dan pasangan pasti memiliki kebijakan masing-masing. Ada baiknya saling berdiskusi bagaimana sebaiknya.
.
Apalagi jika kamu adalah seorang pria. Godaan di sosmed semakin banyak. Wanita cantik dengan kulit wajah yang halus mulus selalu hadir setiap waktu dan tiap detik di timeline kamu. Yakinnn, kamu kuat melihatnya? ☺ Nahhh.. itulah kenapa ada pesan begini “jagalah selalu hati dan pandanganmu”,  karena godaan syaithan memang selalu berawal dari ” pandangan”.
.
Seorang ibu teman anak saya pernah curhat, dia sengaja tidak punya akun Facebook untuk menghindari berbagai godaan. Dan saya pun mengakui hal tersebut.
.
Sebagai pengguna Facebook sejak tahun 2009 untuk kepentingan berbisnis, bukan 1-2 kali godaan muncul lewat inboks dan telepon. Sering malah. Awalnya pasti takut dan kesal. Tapi seiring berjalannya waktu, telah terbentuk pola dan cara menghadapinya. Jika sudah keterlaluan biasanya saya blokir saja. Jika tidak ingin ambil resiko dapat inboks dari pria tak dikenal, bertemanlah hanya dengan para wanita. Itu pun harus hati-hati juga, karena banyak akun yang foto serta namanya wanita, tapi kenyataannya adalah seorang pria.
.
Satu hal penting, menurut saya, untuk meminimalisir godaan dalam kualitas hubungan dengan pasangan di zaman now adalah mutlak adanya KEJUJURAN.
Yesss, jujur pada pasangan bahwa dirimu telah digoda pria lain misalnya. Atau engkau para pria, pernah mengalami dikejar-kejar wanita lain.
.
Mungkinnn… awal kejujuran memang sangat tidak nyaman. Bisa jadi ribut sejenak karena adanya rasa cemburu. Tapi kejujuran sangat efektif untuk mengalihkan dan menyadarkan dirimu, bahwa kamu masih memiliki pasangan sah di rumah. Bahwa kamu masih punya anak-anak yang mengidolakan karakter dan perilakumu sebagai orang tua. Jika orang tua sering tidak jujur, jangan heran bila si kecil pun piawai ngeles dan merangkai kata-kata.
.
Dahsyatnya nilai kejujuran, menurut saya, dapat melawan jahatnya godaan syaithan dari lingkungan di sekeliling kita. Karena yakin aja, syaithan juga memiliki tingkatan ilmu yang disesuaikan dengan kekuatan iman manusia. Semakin tinggi iman kita, syaithan penggodanya juga sudah berada di level 10, memiliki cara yang sangat halus untuk menjerumuskan manusia.
.
Hemmm…. tulisan campur aduk ini sebagai pengingat juga buat saya, seorang ibu dengan anak perempuan yang beberapa tahun lagi mulai memasuki masa puber. Harus mulai menyiapkan diri kita sebagai orang tua, disamping persiapkan pula anak kita, karena godaan syaithan saat ini ada dimana-mana, bukan hanya di dalam hati dan pikiran, bahkan ada di dalam gadgetmu… ❤
.
.
💜💛💚
.
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

Sungguh, Tanda-tanda Kiamat Ini Akan Membuat Relung Hatimu Bergetar

20180929_133925_0001
Gambar : pribadi

 

“…Tahukah kamu apakah hari Al Qaari’ah (hari kiamat) itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan…” (QS. Al Qaari’ah : 3-5)

 

Untukmu yang menyadari akan besarnya kekuasaan Allah, kutipan ayat di atas sejenak akan membuat nurani kita merasa bergetar. Ayat di atas menceritakan tentang dahsyatnya hari kiamat, di mana manusia bak anai-anai (binatang kecil serupa laron) yang bertebaran.

Tak perlu menunggu terjadinya kiamat, pemandangan menyedihkan dan menusuk relung hati terdalam baru saja terjadi beberapa hari lalu dalam musibah gempa dan tsunami 7, 7 Skala Richter di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Belasan video viral beredar, penuh dengan teriakan, jeritan histeris, dan tangisan. Hanya dalam 2 hari jumlah korban terus bertambah menjadi hampir ribuan orang. Listrik mati, bahan bakar langka, masyarakat kekurangan bahan makanan, dan tempat tinggal pun harus berubah menjadi di bawah naungan terpal dan tenda.

 

images (11)
Gambar : idntimes.com

 

Disadari atau tidak, gempa bertubi-tubi yang melanda negeri ini, adalah salah satu tanda-tanda kiamat kecil yang mulai terlihat.

Munculnya banyak fitnah, pembunuhan, perjudian, perzinahan, dan bangganya orang melakukan perbuatan tercela menjadi tanda yang menyedihkan. Sehingga, orang yang berpegang teguh pada agamanya di masa kini bagaikan orang yang menggenggam bara api. Panas dan menyakitkan.

Sudahkah kita mempersiapkan diri menyambutnya? Minimal dengan mulai bercermin, melihat siapakah diri kita.

Sudah benar-benar luruskah kita di jalan-Nya? Sudah malukah kita kepada-Nya karena belum pantas menjadi umat terbaik-Nya?

 

Gambar : kajianislam.com

Masih ada waktu untuk membenahi diri, sebelum waktu setahun berasa seperti satu jam. Dan sebelum waktu berubah semakin cepat dan singkat sebagai akibat tanda-tanda dekatnya hari pembalasan.

Sebelum matahari terbit dari barat dan terbenam di timur. Sebelum Dajjal muncul di bumi, dan turunnya Nabi Isa menyelamatkan manusia dari ancaman Dajjal… ❤

3 Fakta Menyedihkan Tentang Kondisi Palestina Saat Ini

images (16)
Sumber : mencarimisteri.com

Konflik antara Israel dengan Palestina sebenarnya bukanlah hal baru. Ditinjau dari sejarahnya, hal ini telah berlangsung sejak awal abad ke-20.
.
Konflik mulai muncul ketika gagasan pendirian tanah air (homeland) Yahudi muncul di kalangan tokoh Zionis. Tokoh paling berpengaruh dalam Zionisme selama abad ke-19 adalah Theodor Herzl (1860-1904). Menurut Herzl, satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah Yahudi di Eropa adalah dengan menciptakan “homeland” bagi para Yahudi.
.
Organisasi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) mendapat fakta baru bahwa blokade 10 tahun oleh Israel terhadap jalur Gaza, membuat penduduk Palestina sulit membangun ekonomi mereka.
.
Dikutip dari laman VOA Indonesia, PBB mengingatkan, wilayah Jalur Gaza di Palestina bisa jadi tidak tidak layak dihuni manusia tahun 2020 jika keadaan sekarang tidak diatasi.
.
Berikut 3 fakta terkini tentang kondisi Palestina, Dears :
.
.
1. Negara dengan angka pengangguran tertinggi di dunia
.
Laporan menyebutkan bahwa pengangguran di wilayah Palestina mencapai 27% atau tetinggi di dunia. Yang paling terdampak adalah kelompok perempuan dan anak muda.
.
.
2. Sektor pertanian menurun
.
Pertanian merupakan sektor yang paling terpukul oleh situasi ekonomi di Palestina. Larangan perjalanan yang diberlakukan Israel nyaris meluluhlantakkan harapan akan pertumbuhan di Gaza dan Tepi Barat.
.
.
3. Krisis tenaga listrik dan air
.
Tahukah kamu, Dears, bahwa setiap rumah tangga di Palestina mendapat aliran listrik hanya dua jam per hari. Dan hanya 10 persen penduduk yang punya akses air bersih yang cukup. Sungguh memprihatinkan dan menggugah kepekaan nurani kita sebagai sesama muslim.
.
.
Hanyalah doa yang dapat kami panjatkan agar Allah Swt selalu melindungi kalian, saudara-saudara kami disana. Allah pasti memiliki rencana yang lebih indah dan.tak terjangkau oleh kita.
.
.
💜💛💚
.
#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#KondisiTerkiniPalestina