Arsip Kategori: Review

Review Buku Hijrah Journey, Kala Cahaya Hijrah Menyapa

Buku Hijrah Journey, kerjasama antara IIDN, Indscript Writing dan penerbit Najmu Books

Entah sudah berapa lama saya bergabung dalam grup Facebook “Ibu-Ibu Doyan Nulis” alias IIDN. Mungkin sejak tahun 2016 kalau tidak salah. Atau 2015? Entahlah….

Yang pasti, saya hanyalah sebagai seorang silent reader saja di grup itu, tanpa pernah ada keberanian mengirimkan tulisan atau kisah apa pun. Padahal, banyak anggota grup lainnya yang tentunya lebih senior, sering membagikan karya mereka di situ.

Saya mulai bangun dari “tidur” yang lama, ketika kemudian ada informasi lowongan penulis artikel untuk sebuah platform online (UC News) yang diumumkan di grup Facebook IIDN. Merasa punya basic menulis naskah berita, akhirnya saya pun mendaftar, dimasukkan ke dalam grup WA khusus, kemudian akhirnya berlanjut menulis di platform UC News sejak November 2017.

Berawal dari situ, Allah mempertemukan dengan banyak jalan rezeki baru yang seolah menahan saya untuk tetap berada di jalur ini, enggak lagi menoleh ke mana-mana, hahhaaahaa…. Yup, passion lama yang terpendam sejak zaman SD mungkin, kemudian terasah saat kuliah di jurusan Komunikasi, akhirnya sekarang muncul lagi. Lebih tepatnya “dimunculkan” oleh Allah Swt. Masya Allah…. ๐Ÿ™‚

Setelah menjadi penulis artikel di media online, Allah memberikan jalan yang lebih lebar lagi melalui ajakan seorang teman penulis di UC News untuk berkolaborasi membuat buku. Kami yang berjumlah sembilan orang kemudian memutuskan membuat komunitas kecil dengan nama GSM (Geng Salihah Menulis). Berawal dari beberapa kali melahirkan buku antologi bersama GSM inilah saya mulai berani mengirimkan tulisan ke grup IIDN yang saat itu sedang mencari naskah untuk penerbitan buku tentang kisah perjalanan hijrah.

Seingat saya, waktu itu di bulan Februari 2019 dan saya baru menulis naskah sekitar 2 jam sebelum deadline ditutup. Ada drama koneksi internet hilang pula karena hujan deras heheheee… Tapi qadarallah, tepat jam 21.00 saya pun berhasil mengirimkan email ke admin penerbit yang bekerjasama dengan IIDN. Setelah menunggu beberapa minggu, Alhamdulillah, tulisan saya termasuk dalam daftar naskah yang akan dibuat menjadi buku antologi tentang hijrah.

Sekitar bulan Mei, saat bulan Ramadan, buku berjudul Hijrah Journeyย ini mulai memasuki masa PO (pre order) cetakan pertamanya. Seperti 3 buku sebelumnya yang juga terbit lewat penerbit indie, saya sebagai penulis memang harus mau mempromosikan buku sendiri agar pembaca tahu bahwa ada buku bagus yang harus mereka baca *eeeaaa….

Alhamdulillah, sambutan cukup baik banyak didapat dari teman-teman di dunia maya. Beberapa pembeli dari luar Jawa, seperti Palembang dan Lombok ikut memesan buku ini, termasuk juga teman-teman yang ada di Yogya dan Jawa Tengah. Pengiriman buku dari penerbit Najmu Books di Bandung pun sangat fast respon dan diterima tepat waktu oleh para pembeli.

Kamu pasti kepo kan, apa sih isi buku Hijrah Journey ini? Kenapa pembeli dari luar Jawa sampai memesan bukunya, padahal ongkos kirimnya kan lumayan, tuh ๐Ÿ™‚

Cover Hijrah Journey

Sumber: Facebook.com/LaleSriMulya

Pertama kali lihat desain cover-nya, woww… saya dan 25 penulis lain dalam buku ini langsung jatuh cinta. Sosok wanita berhijab yang terkesan sedang merenung dalam jingganya temaram senja. Fix, kami semua mengakui betapa syahdunya cover buku berwarna cokelat ini, cocok dengan temanya.

Isi Hijrah Journey

Buku inspirasi ini memiliki tebal 183 halaman. Ada 26 kisah nyata tentang hijrah yang ditulis oleh 26 orang perempuan yang tergabung dalam Komunitas IIDN. Berbagai macam gaya cerita dan kepenulisan sesuai ciri khas masing-masing penulisnya dapat kamu baca dalam buku ini. Betapa momentum hijrah adalah goresan sejarah yang tidak akan pernah terlupa dalam perjalanan hidup kita. Bila cahaya hidayah menyapa, seseorang seolah terlahir kembali dari rahim ibundanya.

Benarkah Allah itu ada? Benarkah Tuhan yang layak disembah dan satu-satunya itu Allah?

Pikiranku melayang jauh dengan banyak sekali pertanyaan yang berputar di kepala. Entah siapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu hingga mampu memuaskan akalku…

Aku pernah bertanya pada mereka yang aku anggap lebih layak menjawab ini. Lalu apa jawabnya?

“Keyakinan itu untuk diyakini, bukan untuk dipertanyakan…..”

(Lelly Fitriana, “Perjalanan Mencari Kebenaran”)

Bahasa yang mengalir, lembut, dan sesekali cukup menghunjam kesadaran diri, membuat siapa pun yang membaca berbagai kisah hijrah dalam buku ini menjadi merenung dan introspeksi diri kembali apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya di dunia ini.

Testimoni dari seorang pembaca di Palembang, mbak SE. Winarni
Testimoni dari pembaca di Lombok

Testimoni dari beberapa pembaca yang membeli buku Hijrah Journey juga sangat melegakan, membuat saya khususnya, semakin termotivasi untuk terus menuliskan kisah-kisah inspirasi yang menggugah motivasi.

Cetakan Kedua Hijrah Journey

Cover belakang Hijrah Journey

Setelah sukses dengan banyaknya pesanan buku ini pada cetakan pertama di bulan Juni lalu, bulan September ini pihak IIDN dan Najmu Books kembali membuka sesi PO cetakan kedua, mulai tanggal 4 sampai 25 September 2019. Alhamdulillah, sudah ada beberapa sahabat yang memesan pada cetakan kedua ini.

Kalau kamu juga ingin memesan buku Hijrah Journey ini, ada promo diskon lo dari harga normal Rp75.000,- menjadi HANYA Rp60.000,- selama PO berlangsung. Harganya memang tak seberapa, tapi insya Allah banyak kisah dalam buku ini yang akan menggugah kegersangan jiwa kita. Silakan hubungi saya jika ingin melakukan pemesanan bukunya, ya!

Semoga Allah memberkahi dan menuntun kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya. Karena istiqomah itu butuh pengingat, dan buku ini dapat menjadi salah satu reminder-nya… Insya Allah…

Baca juga


#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Review si Mungil British Propolis, Lebih dari Sekadar Propolis Biasa

Image: Beepropolis.web.id

Siapa yang tidak kenal dengan hewan kecil imut bernama lebah? Sepintas, lebah terkesan menakutkan karena sengatannya terasa begitu panas dan menyakitkan. Saya baru satu kali tersengat lebah, dan itu pun rasanya sudah cukup, enggak mau deh nambah lagi.

Tapi di balik sengatannya yang menyakitkan, ternyata begitu besar manfaat hewan kecil ini bagi manusia. Allah Swt bahkan mengkhususkan pembahasan tentang ini di dalam Surat An Nahl yang juga berarti “lebah”.

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan…” (QS. An Nahl:69)

By the way busway, sebagian dari kita mungkin mengira kalau lebah hanya menghasilkan madu sebagai obat herbal alami yang bermanfaat. Padahal, ada lo bahan alam berkhasiat lainnya yang juga dihasilkan oleh lebah, yaitu royal jelly, bee pollen dan propolis. Sudah pernah dengar kan? Yuk, kita bahas sedikit satu demi satu, ya…

Royal Jelly

Dulu saya pernah mengonsumsi royal jelly ini. Bentuknya berupa cairan, tapi agak padat, seperti jelly atau krim. Royal jelly merupakan hasil sekresi dari bahan baku madu dan bee pollen (serbuk sari bunga yang diambil oleh lebah pekerja). Royal jelly ini digunakan sebagai bahan makanan khusus bagi larva calon ratu lebah. Fungsi royal jelly yang terdiri atas karbohidrat, protein dan beberapa macam mineral adalah membantu proses perbaikan jaringan tubuh dan bagus banget untuk fungsi reproduksi.

Bee Pollen

Kalau bee pollen ini sepertinya saya belum pernah konsumsi, deh. Atau sudah ya? Lupakkk euyy… ๐Ÿ˜€ Pollen ini merupakan serbuk sari dari bunga. Serbuk ini diambil oleh lebah pekerja dan disimpan pada kaki lebah (pollen basket). Pollen sering digunakan lebah sebagai sumber protein. Manfaatnya juga sangat banyak, antara lain untuk antioksidan, anti bakteri, anti virus, mengurangi tekanan stres, kelelahan fisik dan meningkatkan vitalitas tubuh.

Propolis

Nah, kalau propolis ini beda banget rasanya dengan royal jelly. Seingat saya, royal jelly rasanya ada manisnya, sementara propolis cenderung pahit. Teksturnya agak kental dan berwarna hitam pekat. Ternyata oh ternyata, propolis ini berasal dari getah kulit pohon yang bercampur dengan air liur lebah. Pantesss aja rasanya pahit dan agak sepat.

Berdasar informasi dari mbah Google, propolis digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah. Fungsinya untuk menjaga agar sarang lebah senantiasa steril dan terbebas dari serangan virus dan aneka bakteri. Waww…. Masya Allah, keren ya!

Jadi rasanya enggak perlu heran, ya, kalau manfaat propolis ini juga luar biasa bagi tubuh manusia. Meningkatkan sistem imun, sebagai antioksidan dan sekaligus pembersih tubuh dari aneka penyakit adalah fungsi propolis yang banyak dirasakan oleh mereka yang pernah mengonsumsinya.

Beberapa bulan yang lalu Allah memberi kesempatan saya bertemu dengan teman semasa SMA yang sekarang berdomisili di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Teman saya ini bernama Husniyati. Zaman SMA di Yogya, beliau ini selalu menjadi bintang kelas. Sampai saat kami bertemu beberapa bulan lalu di rumah orang tuanya di Yogyakarta, tak ada yang berubah. Dia tetap sederhana, rendah hati dan apa adanya. Padahal mungkin kalau dia mau sombong di depan saya sih bisa aja ya, hehehee… Maklumm, beliau adalah seorang pengusaha, dokter hewan, sekaligus PNS di Sulawesi Tenggara. Pendidikan S2-nya didapatkan melalui beasiswa pula karena kecerdasannya, Masya Allah. Tapi ya gitu deh, enggak ada yang berubah pada dirinya. Ciri khasnya masih tetap seperti dulu, selalu bersemangat dan berapi-api kalau bicara ๐Ÿ™‚

British Propolis

Dokter hewan Husniyati (kiri) bersama Ippho Santosa (image: Facebook.com/HusniYutakana)

Meskipun seorang PNS, ternyata dokter Husni lebih menyukai aktivitasnya sebagai seorang pengusaha di bidang kesehatan, yaitu sebagai distributor British Propolis. Ada yang pernah dengar?

British Propolis ini sudah lama saya ketahui karena merupakan produk yang didistribusikan langsung dari negara asalnya, Inggris, oleh Ippho Santosa, salah satu motivator nasional yang pernah saya baca bukunya dan ikuti seminarnya.

Waktu bertemu dengan Husni, saya diberi satu botol British Propolis berukuran 6 ml. Kecil memang, tapi satu botol itu bisa untuk sekitar 110 kali tetes. Cukup hemat, bukan?

Botolnya terbuat dari bahan kaca, berwarna coklat gelap, lengkap dengan pipet tetesnya. Cairan propolis di dalamnya agak kental, berwarna kehitaman. Botol kaca ini masih dibungkus lagi dengan kotak kardus kecil berwarna merah, menggambarkan bendera negara Inggris.

Lalu, cara minumnya bagaimana?

Cukup teteskan dalam segelas air hangat, lalu diaduk menggunakan sendok (hindari sendok logam ya, gunakan sendok plastik atau yang lainnya, asalkan bukan berbahan logam). Setiap 10 kilogram berat badan cukup 1 tetes saja. Jadi, misalnya berat badan kita 40 kilogram, cukup konsumsi 4 tetes dalam segelas air hangat.

Apa sih Manfaat dan Kelebihannya?

British Propolis adalah propolis yang dihasilkan oleh lebah yang hidup di Inggris. Berbeda dengan propolis merek lain, British Propolis dihasilkan oleh lebah Inggris yang hidup dalam kondisi alam yang cukup ekstrem. Saat musim dingin mencapai suhu minus 10 dan saat kondisi panas mencapai 30 derajat, sehingga lebah Inggris sangat kuat dalam beradaptasi dengan alam.

Tahukah kamu? Untuk menghasilkan 1 botol kecil berukuran 6 ml saja diperlukan sekitar 6000 lebah yang bekerja dalam 1 tahun. Selain itu, kandungan bioflavonoid dalam British Propolis ini 3x lebih kuat daripada propolis biasa, sehingga dikategorikan sebagai propolis premium.

Lalu, senyawa flavonoid yang terkandung dalam British Propolis itu apa sih? Kenapa begitu penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita? Hemmm… ternyata manfaatnya banyak, euyy, saya juga baru tahu ๐Ÿ™‚

Manfaat Senyawa Flavonoid

  1. Mencegah penuaan dini
  2. Sebagai antioksidan, anti virus dan anti bakteri
  3. Mencegah aneka penyakit mematikan (jantung, stroke, tumor, dll)
  4. Mencegah berbagai penyakit alergi
  5. Melawan radikal bebas dan aneka racun dalam tubuh, dan masih banyak lagi.

Kalau senyawa flavonoid di dalam British Propolis saja sudah sedemikian banyak manfaatnya, apalagi manfaat British Propolis sendiri sudah tidak diragukan lagi khasiatnya.

Testimoni Saya

Biasanya manfaat British Propolis di tubuh kita sudah langsung terasa kurang dari 21 hari setelah pemakaian. Saya sendiri karena ingin menaikkan berat badan, dianjurkan untuk mengonsumsinya setelah makan.

Apa yang saya rasakan saat pertama kali mengonsumsinya? Alhamdulillah, perut yang terasa kembung karena masuk angin, langsung lega beberapa menit setelah minum tetesan British Propolis dalam setengah gelas air hangat Beberapa waktu kemudian saya sadari juga, ternyata British Propolis menyamankan kondisi tubuh saat PMS (pre menstruation syndrome). Yang biasanya 1 minggu sebelum kedatangan “tamu tak diundang” area kepala dan di atas mata terasa cenut-cenut, so far setelah minum British Propolis terasa berkurang sakitnya.

Bagaimana, kamu mau coba juga? Kesehatan memang mahal harganya, jadi jangan sampai mengabaikannya, ya, karena sesal kemudian tak berguna.

Baca juga

#ODOP #EstrilookCommunity #Day3

Bakso Tiga Roda Yogyakarta, Rajanya Bakso Urat untuk Kamu yang Hobi Mengerat

Bakso urat Tiga Roda

.

Siapa yang tidak kenal kuliner satu ini? Yup! Bakso, merupakan kuliner populer yang hampir dapat ditemui di setiap daerah di Indonesia. Gumpalan daging halus berbentuk bola yang dicampur dengan bumbu dan dikucuri kuah kaldu, disertai mi putih atau mi kuning, plus taburan daun bawang dan bawang goreng….. hemmm…. yummy…. sungguh menggugah selera.

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang kuliner baksonya mengalami perkembangan sangat pesat. Di kota ini kamu dapat memilih aneka varian bakso dengan nama yang unik, seperti bakso bola tenis, bakso raksasa, bakso Jepang, bakso granat, bakso kerikil, dan masih banyak lagi. Harga semangkuk bakso di kota ini pun beragam, mulai dari Rp5.000 untuk bakso kerikil dengan 20-an biji bakso yang imut bak kelereng, sampai di harga Rp30.000-an untuk bakso raksasa yang dapat kamu santap beramai-ramai.

Banyaknya pedagang bakso, terutama di sekitar rumah, membuat saya dan keluarga termasuk salah satu orang yang kerap menikmati sajian satu ini. Apalagi menu bakso biasanya selalu bersanding dengan mi ayam. Enggak heran kalau little princess Lubna yang kurang suka makan daging itu lebih memilih makan mi ayam daripada bakso. Jadi, kami kalau makan bisa saling berbagi. Lubna makan mi-nya aja karena enggak suka daging, sementara saya makan dagingnya aja, karena mi-nya biasanya sudah dimakan Lubna qiqiqiqi….

Meski di sekitar rumah sudah banyak pedagang bakso, rupanya tidak menyurutkan keinginan pedagang bakso lainnya untuk juga membuka usaha bakso di sekitar kami. Mungkin karena lokasinya yang strategis, merupakan jalan raya penghubung berbagai kelurahan di Kecamatan Kalasan, sehingga berbagai usaha retail dan kuliner sangat berkembang di sepanjang jalan penghubung ini. Bakso Urat Tiga Roda merupakan salah satu usaha bakso yang membuka cabangnya di seberang rumah (tepatnya di depan rumah) sejak Desember 2018 lalu. Warung bakso ini adalah cabang dari warung bakso Tiga Roda di lokasi lain yang berjarak sekitar 5 kilometer dari sini dan sudah lebih dulu beroperasi, kurang lebih sekitar 5 tahun.

Awalnya saya berpikir, apa sih yang menarik dari bakso ini dibanding bakso lainnya? Adakah ciri khas yang membedakannya? Kamu juga penasaran, kan? Ayo, kita bedah bareng-bareng!

Abang Tukang Baksonya Berseragam

.

Owner bakso Tiga Roda (kiri) dan karyawannya

.

Nah, ini yang jarang saya lihat di Yogyakarta. Untuk warung bakso yang sudah besar dan berada di kota, melihat para pelayannya berseragam mungkin sudah biasa. Tetapi untuk warung bakso biasa yang berada di ruko kecil dan berlokasi di wilayah yang masih termasuk pedesaan juga (bukan kota), penampilan 2 orang pemuda yang mirip anak kuliahan ini cukup menarik perhatian. Meski berpakaian casual (tshirt dan celana jeans), namun penampilan mereka rapi dan warna kaosnya seragam. Enak aja dilihat. Kadang hijau, ungu, merah, hitam. Rata-rata pedagang bakso di sekitar rumah belum ada yang memerhatikan detil soal penampilan seperti ini. Padahal kalau kamu punya usaha kuliner, penampilan yang rapi dan bersih itu penting, lho, Guys! Pembeli akan nyaman dibuatnya.

Tempatnya Bersih dan Rapi

.

Tempatnya bersih dan rapi

.

Warung bakso Tiga Roda ini berlokasi di sebuah ruko yang tidak terlalu luas di Jl. Raya Sambiroto, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Ada tempat salat dan kursi duduk untuk kamu yang suka duduk di atas, plus lesehan untuk kamu yang suka duduk di bawah. Pelayanannya dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 malam, setiap hari.ย 

Baksonya Buatan Sendiri

Apa yang membedakan citarasa bakso Tiga Roda ini dengan bakso lainnya? Secara sekilas mungkin sama saja ya penampilannya, tidak ada yang beda jauh. Tapi setelah dicicipi, menurut saya, ada khasnya. Mi ayamnya enak, tidak membuat eneg. Kalau kuahnya dipisah dari mi-nya, kuahnya tampak bening dan tidak keruh. Bahkan teman-teman Lubna yang sering main ke rumah kalau disuguhi mi ayam Tiga Roda ini suka banget minum kuahnya. Kata mereka gurih seperti kuah sup ๐Ÿ˜€

Mi ayamnya gurih dan enggak eneg

.

Untuk pentol baksonya, dari hasil obrolan dengan si juragan bakso, dia bercerita bahwa ayahnya sendiri yang meracik pentol bakso dan bumbunya. Ada 2 pilihan untuk menu bakso, yaitu bakso urat dan bakso halus. Untuk kamu yang hobi mengerat urat, tulang, dan segala yang teksturnya kasar, cocok banget makan bakso uratnya. Sementara kamu yang doyan daging halus seperti saya, pilihan terbaik adalah bakso halus.

Untuk harga, semangkuk bakso di sini bisa kamu santap dengan harga Rp10.000,- dan semangkuk mi ayam yang gurih dan lezat cukup kamu nikmati dengan merogok kocek Rp7.000,- saja. Sajian minuman teh dan jeruk harganya juga standar, sekitar Rp3.000,- an sudah dapat mengobati dahagamu.

Dari hasil perbincangan santai beberapa kali dengan pemuda berusia sekitar 20 tahunan yang merupakan owner bakso Tiga Roda ini, dia banyak bercerita tentang proses usaha baksonya. Cabang bakso yang baru 4 bulan berjalanย  ini dikelola olehnya dan seorang karyawan yang juga masih muda, sebaya dengannya. Sementara warung bakso Tiga Roda pusat yang dikelola ayahnya sudah berjalan 5 tahun dan memiliki beberapa orang karyawan.ย 

Usaha bakso Tiga Roda ini merupakan usaha bakso keluarga yang berawal dari daerah Bekasi, Jawa Barat. Ada pamannya yang sejak tahun 2000 membuka warung bakso Tiga Roda di Bekasi dan saat ini telah memiliki beberapa cabang di daerah Bekasi dan sekitarnya. Kemudian sejak sekitar 5 tahun lalu, ayahnya pindah ke Yogya dan membuka bakso Tiga Roda untuk wilayah Yogyakarta. Kemudian akhir tahun 2018 lalu diputuskan untuk membuka cabang baru yang berlokasi di depan rumah ini.

“Di keluarga kami enggak ada yang cari kerja. Semuanya wiraswasta dan buka usaha,” kata si owner.

ย Oya, saya juga pernah bertanya, kenapa dia tidak menggunakan jasa perusahaan layanan makanan online dalam usaha baksonya? Padahal hampir semua usaha kuliner di sekitar rumah sudah memasang logo salah satu perusahaan penyedia jasa online tersebut dalam usaha makanannya. Begini jawabannya,

“Saya enggak tega kalau harus menaikkan harga lagi. Kasihan para langganan. Kalau saya pakai layanan online, harga harus naik lagi sekitar Rp2.500,- dari harga normal…”

Saya pun manggut-manggut mendengar penjelasannya. Apa pun itu, semua kembali kepada kebijakan masing-masing pengusaha, karena baik buruknya pasti sudah dipertimbangkan. Yang jelas, yang namanya berbisnis dan menjalankan usaha itu memang tidak bisa dilihat hasilnya hanya dalam 1 atau 2 tahun saja. Butuh waktu minimal 5-10 tahun berjalan dulu baru terlihat hasilnya. Ini bisa jadi penyemangat kita juga kalau buka usaha, ya. Jangan buru-buru putus asa dulu dan banting setir kalau masih dalam tahap 1-2 tahun pertama ๐Ÿ™‚

Jadi gimana, nih? Kamu mau ikutan buka usaha juga? Atau mau datang ke Yogya dan ikutan makan bakso Tiga Roda? ๐Ÿ˜€

Baca juga

#SETIP_Day11
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity

ย 

Manfaat Minyak Zaitun, Bukan Sekadar Isapan Jempol Belaka

Pilih minyak zaitun yang ada tulisannya “extra virgin” ya, tanpa campuran apa pun

Minyak zaitun, pasti teman-teman sudah sering dengar, kan? Minyak zaitun ini dihasilkan dari buah zaitun (Olea europaea) yang banyak tumbuh di daerah Mediterania. Begitu besar manfaatnya, sampai Allah menyebutnya di dalam Alquran, pada ayat pertama Surat At Tiin.

Lucunya, meski sudah sering mendengar namanya, saya dulu tidak pernah tertarik membeli minyak zaitun untuk digunakan sendiri. Selain karena harganya yang lebih tinggi dari minyak biasa, waktu itu saya beranggapan bahwa minyak zaitun hanya dibutuhkan oleh mereka yang sedang memiliki penyakit tertentu, seperti kolesterol tinggi, jantung, dan diabetes. Ibu saya sendiri yang memang kadar kolesterolnya sering naik turun, pernah mencoba membeli minyak ini untuk digunakan menggoreng. Memang sih, minyak ini berbeda dengan minyak biasa. Hasil gorengan lebih kesat dan kering, enggak lonyoh atau basah seperti gorengan pada umumnya.

Setelah teman-teman GSM (Geng Salihah Menulis) membahas tentang manfaat zaitun ini, barulah saya mulai tertarik meliriknya. Ternyata bukan cuma untuk kolesterol, lho. Pegal-pegal, sakit sendi, penyumbatan pembuluh darah (stroke), antioksidan, antikanker dan untuk perawatan kecantikan, adalah begitu banyak manfaat yang dimiliki oleh minyak ini. Bahkan, ada yang mengonsumsinya dengan cara diminum pakai sendok. Hiiiii…… Saya langsung begidik gimanaaa gitu bayanginnya. Apa enak, ya? Entahlah…. saya rasanya enggak pengen sama sekali. Lebih baik minum yang bentuk kapsul.

Sampailah pada beberapa hari yang lalu, waktu saya bertamu ke rumah seorang teman yang merupakan agen produk-produk herbal, beliau memberi saya sebotol mungil minyak zaitun (makasih yaa, mbak Anzilta ๐Ÿ˜€ ).

Awalnya jujur, enggak yakin mau minum minyak itu. Tapi saya pikir, nanti deh gampang, mau dipakai masak atau sebagai pelembab wajah kan bisa juga, enggak harus diminum. Dicoba aja dulu.

Ternyataa…. sampai di rumah, saya jadi penasaran, kayak apa sih rasanya? Mosok iya, minum jamu daun pepaya yang pahit aja saya lakoni, cuma minum sesendok makan minyak zaitun + air hangat aja takut? kwkwkwk… Akhirnya, siapin air hangat segelas, lalu tuangkan minyak zaitun ke sendok makan. Buka mulut, masukkan sendok, langsung telan, glekkkk!!! Buru-buru minum air hangat agar minyak segera larut. Udah. Enggak perlu bayangin dan mikir macam-macam. Suksesss deh ๐Ÿ˜€ Oalahhhh, sesimpel itu ternyata, Guys!

Nah, untuk kamu yang ingin mengonsumsinya juga dengan cara diminum, sebaiknya minumnya pagi hari, ya, saat perut masih kosong, atau malam hari menjelang tidur. Coba deh rutinkan aja, pasti ada manfaatnya. Terutama untuk kamu yang usianya sudah di atas 35 tahun, bagus banget untuk mencegah berbagai penyakit yang mulai datang “bersahabat” di rentang usia tersebut.

Setelah kepo rasanya minum minyak zaitun, hari ini saya penasaran mencoba minyak zaitun untuk manfaat lainnya, yaitu perawatan kulit. Habis mandi pagi, saya coba oleskan minyak zaitun pada beberapa titik kulit wajah dan memijatnya dengan gerakan memutar ke atas perlahan-lahan. Lakukan merata di seluruh bagian wajah dan lehermu, ya, termasuk area sekitar mata. Wihh takjub dehhh, minyaknya langsung meresap dan kulit pun terasa halus dan kenyal. Ealahhh….. ke mana aja saya selama ini, baru nyoba minyak zaitun sekarang.

Gimana, kamu berniat nyoba juga? Ternyata, bahan-bahan alami yang Allah sebutkan di Alquran, seperti kurma, buah tin, buah zaitun, dan madu, benar-benar memiliki khasiat nyata. Pantas saja mereka yang hidup di negara-negara Mediterania seperti Turki, Italia, Spanyol, Pakistan jarang sekali dilaporkan menderita penyakit berat semacam kanker, jantung, dan semacamnya.

Nah, kamu enggak perlu bingung lagi ya sekarang, karena semua yang ada di alam memang Allah sediakan untuk kelangsungan hidup manusia. Tapi kita sendiri yang terkadang lupa untuk menyadarinya. Betul, kan? ๐Ÿ™‚

Barakallahu fiikum….

#SETIP_Day10 #SemingguTigaPostingan #EstrilookCommunity

Grhatama Pustaka Yogyakarta, Sarana Melihat Jendela Dunia

Little princess Lubna, girl wanna be…

“Buku adalah jendela dunia…”

Ungkapan ini saya baca pertama kali sejak masih duduk di bangku SD. Melalui buku, kamu dapat berpetualang keliling dunia tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak dan memikirkan urusan transportasi, akomodasi, dan ittinerary, alias jadwal perjalanan plus anggarannya… ๐Ÿ™‚

Saya masih ingat jelas, punya cita-cita dan impian pengen ke Jepang, setelah membaca sebuah buku tentang budaya dan kebiasaan masyarakat di negeri Sakura itu saat duduk di kelas 6 SD. Keinginan itu sempat muncul kembali setelah selesai kuliah, yang kemudian mendorong saya untuk belajar bahasa Jepang demi cita-cita bekerja di sana. Nah, loh… sampai segitunya, ya ๐Ÿ˜€

Sekarang sudah tercapaikah impian ke Jepangnya? Jawabannya, belommm… *ihhiksss…

Sekarang, impian ke Jepang sudah bergeser dan tertutup oleh keinginan berkunjung ke negeri asal muasal bunga Tulip, alias Turki, demiiiiii…. Demi apa coba? Demikian hehheee… Apalagi kalau bukan demi meihat indahnya sejarah Islam di Eropa, melalui kokohnya arsitektur Hagia Sophia dan syahdunya penampakan Blue Mosque tercinta. Lagi-lagi, keinginan kuat ke Turki ini juga muncul setelah melihat film dan membaca novel populer 99 Cahaya di Langit Eropa-nya Hanum Rais.

Tanpa saya sadari, kebiasaan masa kecil membaca buku tentang indahnya dunia, mulai menurun kepada Lubna, little princess yang mulai beranjak ABG. Hobi membacanya mulai muncul sejak satu tahun yang lalu, saat Lubna duduk di kelas 2 SD. Kesukaannya membaca ini mengalami perkembangan yang cukup dahsyat menurut ibunya, karena di kelas 3 SD ini dia sudah PD bilang bahwa membaca adalah “makanan” baginya. Dengan kata lain, kalau enggak baca artinya sama aja dengan enggak makan. Badan jadi lemes dan uring-uringan ๐Ÿ˜€

Alhamdulillah, sekarang Lubna sudah jarang banget ke mall. Setiap akhir minggu sudah ada tempat favorit dan asyik untuk dia refreshing, namanya Ghratama Pustaka. Dari namanya sudah bisa ditebak bahwa tempat ini berhubungan dengan buku, ye, kan?

Yup, enggak salah. Ghratama Pustaka ini dulu nama lainnya adalah Perpustakaan Daerah Yogyakarta. Zaman saya masih kuliah, perpusda ini terletak di area dekat Malioboro. Sesekali dulu saya sempat juga meminjam buku di sana.

Sejak 21 Desember 2015, perpusda Yogyakarta menempati gedung baru yang megah dan berpindah lokasi ke Jalan Janti, Banguntapan, Bantul. Lokasinya bersebelahan persis dengan gedung ekspo terbesar di Yogya, yaitu JEC alias Jogja Expo Centre. Sri Sultan Hamengkubuwono X yang meresmikan perpusda ini kemudian memberi nama baru, Ghratama Pustaka. Ghratama berarti rumah, Pustaka berarti buku.

Gedung yang megah dengan 4 menara yang memiliki filosofi tersendiri.
(Image : twitter.com/infojogja)

Perpustakaan megah, nyaman, dan mirip arena bermain ini dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar. Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, lho. Ada ruang bioskop 6D, ruang anak-anak, ruang musik, ruang bermain, berbagai akses untuk koleksi digital, dan pastinya free hotspot.

Kamu tahu pembangunan gedung baru ini menghabiskan biaya berapa? Enggak tanggung-tanggung, Guys, anggarannya mencapai Rp 72,5 miliar. Hemmmm….. pantesss nyaman banget ๐Ÿ™‚

Kalau ke Ghratama, Lubna paling suka ke ruang baca anak dan nonton bioskop 6D. Oya, kalau mau pinjam buku, kamu harus membuat Kartu Anggota dulu ya. Biayanya berapa? Gratissss, kok, untuk semua usia. Syarat bikinnya cukup menunjukkan KTP (untuk umum) dan Kartu Pelajar atau Kartu Keluarga (untuk anak-anak). Setelah mengisi data diri, kamu akan dipersilakan ke ruang foto untuk langsung difoto seperti kalau kita membuat KTP.

Ruang Baca Anak

.

Interior ruang baca anak yang menarik, penuh warna

Ruang baca ini berada di lantai 1. Selain Ruang Baca Anak, ada juga beberapa ruang untuk anak di lantai ini, seperti Ruang Musik, Ruang Bermain, Ruang Mendongeng, dan Ruang Bioskop 6D. 

Interiornya nyaman, penuh warna, dan, disediakan kursi-kursi kecil warna-warni plus meja bundar besar untuk tempat anak-anak membaca. Terdapat beberapa sofa santai juga di dalam ruangan. Pokoknya cozy banget, deh. Apalagi buat orang tua, bisa istirahat sekaligus wifi-an di sini hihiii…

Senangnya melihat anak-anak kita mencintai buku sejak kecil

Koleksi buku anaknya cukup lengkap, mulai dari buku pengetahuan, novel, komik, sampai buku untuk anak-anak balita semua ada di Ruang Baca Anak ini. Recommended banget untuk sarana melatih anak cinta buku.

Ruang Biokop 6D

.

Tiket nonton sinema 6D-nya murah, kan? ๐Ÿ™‚

Kalau kamu lelah membaca, jangan lupa melipir alias ngungsi ke Ruang Bioskop 6D ini ya. Cukup dengan tiket seharga Rp10.000 saja per orang, kita akan dimanjakan dengan keseruan melihat tayangan sinema 6 dimensi sambil berteriak-teriak histeris sepuasnya.

Banyak genre film yang bisa dipilih, mulai dari petualangan, sampai tema horor

Sensasinya bak naik roller coaster, karena kursi sinemanya bisa bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti alur pergerakan di film. Ada kacamata khusus yang harus kamu gunakan agar apa yang tampil di layar seolah nyata kita alami ๐Ÿ™‚ Seru deh, pokoknya. Bukan cuma untuk anak, lho, ya. Yang dewasa juga boleh banget, karena tema filmya bermacam-macam.

Jadwal Buka Perpustakaan

Banyak yang mengira Grhatama Pustaka tutup.pada hari Minggu. Padahal sebenarnya tetap buka. Jadwalnya di bawah ini ya:

Senin s/d Jumat : pukul 08.00 – 22.00 WIB.
Sabtu & Minggu : pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Fasilitas Lainnya

Gedung megah Grhatama Pustaka terdiri atas 3 lantai.
Kalau tadi di Lantai 1 khusus untuk koleksi anak, di Lantai 2 merupakan ruang layanan untuk Koleksi Umum, Koleksi Braille, Ruang Pameran, dan ada Auditorium. Kemudian di Lantai 3 ada ruang layanan Koleksi Digital, layanan Majalah dan Surat Kabar, layanan Skripsi, Peraturan Perundangan, dan ada pula Ruang Audio Visual.

Oya, di halaman depan Grhatama yang sejuk dan hijau ini juga ada pendopo luas untuk duduk-duduk atau diskusi bareng teman-temanmu. Bisa juga menjadi ajang foto karena rumputnya yang begitu asri dan tertata rapi. Ruang tunggu pengunjung di teras perpustakaan ini juga sangat nyaman dan bersih. Yang jelas, gedung ini bisa menjadi alternatif refreshing kamu dan keluarga, selain ke mall atau kebun binatang.

Jangan lupa mampir ke sini kalau pas liburan ke Yogya, ya! ๐Ÿ™‚

#SETIP_Day7
#SemingguTigaPostingan
#Estrilook

3 Cita Rasa Kuliner yang Berpadu Menjadi Satu di GH Corner Yogyakarta

Ada satu makanan khas Timur Tengah yang masih menimbulkan rasa penasaran di hati saya sejak Allah mengizinkan saya bertamu ke Rumah-Nya beberapa bulan yang lalu.

Saat di Mekkah, di sebelah hotel tempat menginap ada penjual aneka kuliner khas Arab, seperti Roti Maryam, Kebab, Nasi Briyani, dan makanan khas lainnya. Setiap lewat di depannya, aroma sedap rempah-rempah langsung tercium harum semerbak, bikin perut kami yang sedang berjalan kaki menuju Masjidil Haram mendadak berbunyi nyaring minta diperhatikan isinya hehhehee…

Saat itu, entah kenapa, yang menarik hati saya untuk dibeli hanyalah kuliner Kebab dengan berbagai variasinya. Saya belum tertarik untuk mencoba Nasi Briyani, meskipun mulai kepo dengan olahan nasi yang tekstur berasnya panjang-panjang dan besar, persis seperti tekstur nasi yang ada di Turki dan sempat saya cicipi sebelum menuju Madinah. Bedanya, saat makan di Turki selera makan saya hilang sama sekali, karena kulinernya terasa hambar dan kurang gurih. Serasa makan tanpa garam ๐Ÿ˜€ Tapi kalau makanan Arab, qodarulloh, lidahnya langsung nyambung, Guys! Tahu enggak, kenapa? Pastinya karena kita orang Indonesia ini terbiasa dengan segala masakan berbumbu dan kaya dengan rempah-rempah. Jadi begitu bertemu makanan yang cita rasanya senada, perut pun langsung mengamini ๐Ÿ™‚

Nah, kekepoan saya terhadap Nasi Briyani ternyata terbawa hingga Indonesia kwkwkwk… Entahlah, sampai 10 bulan setelahnya ternyata masih ada rasa kangen ingin sekali mencobanya.

GH Corner Yogyakarta, resto dengan 3 cita rasa kuliner yang unik

Bukan kebetulan pula rasanya, mungkin Allah sudah atur, ya. 2 hari lalu enggak sengaja lewat di sekitar daerah Babarsari, Yogyakarta, sepulang dari mengantar Lubna ke Grhatama Pustaka (Perpustakaan Daerah) untuk pinjam novel anak kesukaannya. Padahal lewat daerah Babarsari ini juga cukup sering, meskipun enggak sering banget. Tapi selama ini sama sekali enggak tahu kalau di daerah situ ternyata ada tempat makan yang menyediakan menu Timur Tengah. Awalnya agak ragu masuk ke dalamnya, karena di parkiran yang ada mobil semua, sementara saya kan jadi tukang ojek karena bawa motor hahhaaha ๐Ÿ˜€ Ini tempat makan jangan-jangan harganya ekslusif nih, pikir saya. Sayang duitnya kannn kalau makan ratusan ribu cuma buat perut *hadehhh pikiran emak-emak hemat ya begini ini. Tapi yo wes, ra popo, dicoba aja, enggak tiap hari ini. Akhirnya hati saya memenangkan pertarungan pikiran ini ๐Ÿ˜€

Saya pun memarkir motor di depan resto tersebut. Nama restonya catet ya, GH CORNER.

Begitu masuk ke dalamnya, wow, enggak salah kalau dibilang resto, secara tempatnya cozy dan nyaman banget. Yang makan ada, tapi enggak banyak, cuma ada sekitar 4-5 orang di salah satu sudut ruangan. Penataan meja juga cantik, karena ada vas bunganya. Jadi ingat suasana makan di rumah sendiri. Terdapat tulisan besar di salah satu sudutnya, “Ingat Makan, Ingat Tuhan”. Hemmm… saya pikir bagus juga ini tagline. Bukankah kita kalau lagi makan dan sudah menyangkut urusan perut biasanya suka lupa dengan Sang Maha Pemberi? ๐Ÿ™‚

Bersamaan dengan kami duduk di meja, datanglah seorang pria mengantarkan menu makanan kepada kami. Yang pertama saya lihat apa, sudah tahu, kannn? Yup, tentu saja harganya! Enggak usah gengsi. Kalau kamu mau makan kudu tahu pasti dong, ya, kisaran harga makanannya berapa. Middle atau high price. Standar atau termasuk resto eksklusif. Kamu penasaran harga makanannya berapaan? Nih, lihat di foto bawah ini, ya ๐Ÿ™‚

Aneka menu Timur Tengah
Aneka menu Melayu

Gimana, udah lihat harganya, kan? Mahal enggak? Hehheee… Alhamdulillah, Guys, ternyata harganya termasuk standar untuk resto sekelas GH Corner yang tempatnya nyaman ini. Setelah membolak balik daftar menu sejenak, ternyata pilihan saya tetap jatuh kepada Nasi Briyani. Ala makkk, saya belum bisa pindah ke lain hati ternyata *uhhuk ihhir. Kalau Lubna enggak di mana-mana makannya, tetepppp aja pilihannya Chicken Katsu. Ibunya jadi geli sendiri, ini anak cinta mati sama menu satu ini.

Oya, yang bikin saya agak surprise, ternyata GH Corner ini menyajikan 3 cita rasa kuliner dalam menu restonya. Selain kuliner Timur Tengah, ada juga kuliner Melayu dan Western. Jadi lengkap banget kalau kita makan bersama keluarga atau teman, dan ada salah satu yang enggak suka masakan Timur Tengah misalnya, mereka dapat memesan masakan dengan cita rasa berbeda. One stop eating place ya kalau mau diistilahkan dalam bahasa Jawanya qiqiqiii…

Aneka menu Western
Lengkap menu dessertnya

Enggak pakai lama, hidangan yang saya tunggu-tunggu selama 10 bulan ini – *setia banget sikk saya sama kamu, Nasi Briyani, – akhirnya muncul juga di depan saya. Aroma Nasi Briyani langsung semerbak, bikin Lubna jadi kepo.

“Kok aromanya enak, sih, Bu? Aku jadi pengen nyoba..”

“Ya udah, cobain aja,” jawab saya.

Nasi Briyani yang udah ditunggu 10 bulan lamanya hehhee…

Setelah dicoba, ternyata dia kurang doyan, karena ada aroma kunyit pada nasinya. Justru Lubna suka dengan bumbu karinya yang gurih dan cenderung asin. Jadi Nasi Briyani ini disajikan dengan taburan bawang goreng, bersama dengan bumbu kari dalam mangkuk kecil. Kemudian ada daging ayam yang sudah dibumbu kari juga. Aroma rempahnya kental, seperti masakan padang. Kalau kamu kurang suka dengan bau rempah mungkin akan sedikit terganggu saat memakannya. Saya sendiri karena memang sudah lama ngidam Nasi Briyani dan dalam kondisi lafarrr habis jadi tukang ojek oke-oke aja dengan rasanya. Mirip dengan nasi kuning sebenarnya, tapi ini ada tambahan bumbu rempah lainnya selain kunyit.

Chicken Katsu favorit Lubna

Bagaimana dengan Chicken Katsunya? Alhamdulillah, enak, kata Lubna sambil senyum-senyum. Dengan harga Rp25.000 untuk satu piring Chicken Katsu + free secangkir teh manis, recommended banget untuk harga para mahasiswa. Letak resto ini memang tak jauh dari komplek beberapa perguruan tinggi dan sekolah di sekitarnya. Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Proklamasi, STIE YKPN, SMAN 2 Babarsari, ada di daerah sekitar GH Corner ini. Dekat pula dengan Rumah Sakit Bersalin “Semar” dan instansi pemerintah. Strategis deh lokasinya.

Kalau kamu sedang menyantap hidangan dan terdengar suara adzan, jangan khawatir, di lantai 2 ada mushola. Kata Lubna ada area memanah juga di lantai 2, tapi saya enggak naik ke atas, cuma Lubna yang jalan-jalan ke lantai 2 ๐Ÿ™‚

Di meja depan kasir tersedia beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ada roti beraneka rasa, ada botol kecil yang saya enggak baca apa isinya, tapi bentuknya seperti botol kecap, dan ada pula cemilan Cistick alias kue bawang. Dan itu semua kata mbak Kasirnya adalah produksi sendiri di bawah label Ikhwan Bakery. Mantap ya, pembeli tentu lebih terdorong untuk mencoba kalau itu adalah produksi sendiri karena sudah tahu kualitas makanannya. Lubna minta dibelikan Cistick yang dikemas cukup eksklusif dan dibandrol seharga Rp. 13.000 per bungkus.

Sampai di rumah, saya coba cicipin Cisticknya. Wah, ternyata enak juga kue bawangnya. Enggak terlalu gurih, kok, sedang aja asinnya. Tapi di gigitan terakhir sangat terasa kalau ada cita rasa menteganya. Unik jika dibandingkan dengan kue bawang lain yang biasa saya makan.

Ssttt… Lubna kelihatannya happy banget habis saya ajak ke sana. Di rumah cerita terus sama Eyangnya tentang resto ini ๐Ÿ™‚ Dia mah memang selalu antusias dan bahagia setiap diajak ke tempat baru yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Next time jadi pengen ajak Eyangnya Lubna ke sini ah, dan ajak teman lain juga buat ngerumpi positif di tempat ini. Secara tempatnya nyaman banget. Kamu yang lagi liburan ke Yogya kalau cari kuliner Timur Tengah datang aja ke sini. Harganya standar, tempatnya nyaman, dan pastinya HALAL..

#SETIP_Day5 #SemingguTigaPostingan #Estrilook

Review Jogja Bay Waterpark, Destinasi Wisata Air Terbesar di Yogyakarta

Jangan bosan, ya, kalau saya banyak cerita tentang Yogyakarta, kota yang saat ini saya tinggali, di blog pribadi ini. Tak akan pernah habis kata untuk menceritakan segala sesuatu tentang kota ini, entah dari segi kulinernya, wisatanya, masyarakatnya, dan budayanya. Kali ini kita akan berpetualang ke dunia air, dengan mengeliling destinasi wisata air terbesar di Yogyakarta, yaitu Jogja Bay Waterpark.

Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark pertamakali diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada bulan Desember 2015 dengan mengusung tema bajak laut. Desain bangunan pun disesuaikan dengan tema dunia bajak laut, lengkap dengan kapalnya. Destinasi ini sengaja diresmikan menjelang liburan akhir tahun, untuk memancing antusiasme masyarakat bermain air di lokasi wisata ini.

Jogja Bay merupakan wahana wisata air terbesar di Kota Gudeg dan merupakan salah satu wisata air terbesar di Asia Tenggara. Pembangunannya melibatkan banyak infrastruktur dan mayoritas SDM-nya merupakan penduduk yang tinggal di sekitar lokasi, yaitu di daerah Maguwarjo, Depok, Sleman. Kalau kamu adalah fans sepakbola yang sering nonton pertandingan bola di Stadion Maguwohajo, pasti sudah akrab banget dengan Jogja Bay karena lokasi ini berada di sebelah utara persis dari Stadion Maguwoharjo.

Harga Tiket Masuknya Berapa, sih?

Sebagai destinasi wisata air terbesar di Yogyakarta, jangan heran jika harga tiket masuk Jogja Bay di atas rata-rata wisata air lainnya di Daerah Istimewa Yoyakarta. Tapi kamu tetap harus bersyukur, jika dibandingkan dengan harga tiket masuk wisata lainnya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, harga tiket Jogja Bay Waterpark masih dapat dikatakan normal. Wajar saja rasanya jika kebanyakan pengunjungnya berasal dari luar kota. Biasanya mereka datang berombongan, karena ada harga khusus jika kita datang bersama rombongan.

Ticket box Jogja Bay Waterpark

Memangnya berapa sih harga tiketnya?

Saat awal diresmikan, harga tiket Jogja Bay dipatok Rp90.000,- untuk dewasa dan Rp60.000,- untuk anak-anak. Tapi sejak bulan September 2018 kemarin, harga tiket regular diseragamkan menjadi Rp90.000,- baik untuk orang dewasa maupun anak. Harga tiket regular ini tidak berlaku untuk dewasa yang lanjut usia (manula), karena ada harga khusus yang diberikan. Demikian pula untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, dapat masuk dengan harga tiket free alias gratis. Asyik, kan? Ayoo yang punya baduta (bayi di bawah dua tahun), buruan datang ke Yogya, ya, kwkwkwkโ€ฆ.

By the way busway, itu harga tiket regular lho, ya. Masih ada lagi harga tiket paket yang sudah termasuk fasilitas snack dan makan besar. Oya, kalau masuk Jogja Bay kamu enggak boleh bawa makanan atau minuman. Harus beli di area wisata air dengan harga yang sudah pasti lumayan selisihnya dengan di luar. Yah, konsep bisnisnya memang hebring sih, ini heheheeโ€ฆ Karena itulah pihak Jogja Bay menyediakan harga tiket paketan sebesar Rp125.000,- per orang untuk mereka yang ingin mendapatkan fasilitas snack dan makan besar. Snacknya seharga Rp20.000,- sudah lumayan kok, bikin kenyang. Kemudian makan besarnya berupa voucher senilai Rp25.000,- yang dapat kamu gunakan untuk memilih menu sesuai selera di resto yang telah ditentukan.

Kalau kamu datang dengan rombongan lebih dari 20 orang, ada lagi potongan harga tiket paketannya menjadi hanya Rp90.000-an per orang, sudah termasuk snack dan makan besar. Makanya kalau ke Jogja Bay jangan sendirian, ya! Rugi! Ajakin keluarga, saudara, tetangga biar ramai dan seru liburannya ๐Ÿ˜

Wahananya Apa Aja?

Mumpung sudah masuk Jogja Bay, jangan buru-buru pulang. Di sini ada lebih dari 10 wahana permainan air yang dapat memuaskan keinginanmu bermain air sepuasnya.

Kolam renang keluarga yang dilengkapi dengan Mini Bar di bagian tengah kolam untuk kamu yang ingin berenang sambil menikmati minuman.

Selain wahana kolam untuk berenang seperti umumnya kolam renang biasa, Jogja Bay terkenal dengan berbagai wahana airnya yang bikin jantungmu mau copot kalau enggak kuat nahan deg-degannya.

Wahana Memo Racer. Kamu bisa balapan berseluncur bersama teman lain di 8 papan luncur yang berdampingan.
“Meluncur di Memo Racer? Siapa takut?” kata Lubna (kanan) bersama sahabatnya, Khansa ๐Ÿ˜

Ada wahana Memo Racer untuk balapan luncur bareng teman-temanmu, ada Brando Boomeranggo yang membuatmu meluncur dan terpental dari ketinggian 24 meter, ada juga South Beach yang membuatmu kaget dengan datangnya deburan ombak tsunaminya. Yang terbaru adalah wahana Museum Air dengan tiket masuk tersendiri seharga Rp25.000,-

Wahana Ziggy dengan arena luncur yang tidak terlalu tinggi. Cocok untuk anak-anak.
Wahana Brando Boomeranggo dengan ketinggian seluncur 24 meter. Ibu hamil dan penderita jantung dilarang naik ini, ya โ˜บ
Image : dok. Jogjabay.com

Saya sendiri sudah coba yang mana? Hehheeeheeโ€ฆ dasar nekat, Alhamdulillah, saya lulus uji kelayakan karena berhasil menaklukkan ketakutan diri dengan berseluncur di wahana Brando Boomeranggo setinggi 24 meter sambil teriak-teriak ketakutan, secara saya kan enggak bisa renang hadehhh. Tapiiii pada akhirnya suenennggg dan legaaa sekali masya Allah. Ternyata begini, ya, rasanya berhasil menaklukkan tantangan terhadap diri sendiri. Nagih deh, habis itu pengen ngulang lagi hehheeeheeโ€ฆ

Fasilitasnya Lengkap Enggak?

Sebagai destinasi wisata air terbesar di Yogyakarta pasti dong fasilitasnya lengkap dan bersih. Ada musholla, toilet, ruang ganti bilas, aneka resto, mini bar dan coffee shop, gazebo, taman, Jogja Bay store yang menjual aneka suvenir, fasilitas wifi gratis, dan ada pula panggung teater untuk pertunjukan pada waktu-waktu tertentu.

Ada taman yang nyaman untuk duduk-duduk bersantai
Toko suvenir ada di pintu masuk, ada juga di pintu keluar.
The Harbour Theater, panggung pertunjukan yang dapat digunakan untuk berbagai acara. Saat itu digunakan untuk Lomba Angklung SD se-DIY.
Image : dok. Rini Hartati

Oya, jangan lupa ya, Jogja Bay hanya buka sampai jam 17.00 WIB. Jadi semua kegiatan akan dihentikan pada jam tersebut. Seluruh mesin yang dioperasikan pada ombak dan air akan dihentikan dan wahana seluncur ditutup. Tapi kamu masih boleh kok duduk-duduk dan foto-foto di taman sambil melihat matahari sore, menunggu petugas Jogja Bay mengusirmu dari situ qiqiqiiiโ€ฆ Kalau saya mumpung sudah sepi langsung manfaatkan untuk memotret beberapa wahana yang ada. Secara pas lagi ramai agak syusyah mengambil angle foto yang bagus, kan, ya.

Nahโ€ฆ gimana cerita saya tentang Jogja Bay, udah lengkap belom??

Udah ah, buruan datang ke sini biar puas lihat sendiri. Sekalian aja habis dari Jogja Bay kamu masih bisa ke destinasi lainnya yang dekat dari situ, seperti Candi Prambanan, Hartono Mall, Ambarrukmo Plaza, Malioboroโ€ฆ Atau mau ke Hutan Pinus Imogiri? Lumayan jauh sih kalau ini, tapi recommended juga sihh. Makanya nginepnya yang lama, yak.. hehheeeโ€ฆ. endorse Yogya banget saya mah… ๐Ÿ˜

Baca juga ๐Ÿ‘‰ 4 Destinasi Bulan Madu di Yogyakarta, Kamu Wajib Baca!

๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’œ

#SETIP_Day3
#Seminggu Tiga Postingan
#Estrilook


Senandung Sakinah, Buku Ke-2 dari Geng Salihah Menulis untuk Para Single Lillah Agar Istiqomah di Jalan Allah

Geng Salihah Menulis?? Siapa sih mereka? Adakah teman-teman pernah mendengarnya? ๐Ÿ™‚

Yup, Geng Salihah Menulis, atau lebih sering kami sebut dengan akronim GSM, adalah sekumpulan penulis muslimah muda belia yang berbakat (hahhh…. muda belia? Enggak salah?) hehheheeee…. Enggak muda-muda banget siiihhh, bahkan ada yang ketuaan macam saya hahhaa… ๐Ÿค

Jadi… kita kenalan dulu ya, para hadirin. GSM ini terdiri dari 9 orang penulis, termasuk saya, yang domisilinya berpencar dari Sabang sampai Merauke, bahkan ada yang di luar sono. Ada yang tinggal di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogya, Kaltim, dan Malaysia. Lucunya, saya sama sekali belum pernah bertemu, lho, dengan mereka. Kami hanya berkomunikasi secara online lewat WA grup dan saya pun belum pernah sekalipun menelepon mereka. Whattt?? ^^

Anehnya, meski belum pernah bertemu, hati kami terasa sungguh dekat. Geng yang sudah seperti adik kakak ini mulai terbentuk tanggal 22 Desember 2017. Saat itu saya baru 2 bulan menekuni dunia kepenulisan artikel. Nah, gegara sama-sama nyemplung dalam satu grup WA penulis artikel UC News, akhirnya saya diajak untuk membuat satu buku antologi bersama 8 penulis lainnya. Ini merupakan ide dari ibu Ketua GSM yang juga founder platform Estrilook, bernama Milea.. *ehh… bukan, Dears, salah ternyataaa… Namanya Muyassaroh ๐Ÿคฃ

Mbak Muyass yang masih muda dan imut inilah yang sering menjadi inspirasi saya dalam menulis, karena tenaganya seolah tak pernah ada habisnya. Nulis bisa, pintar masak, jago gambar, hobi nyuci dan seterika, pintar jadi bos untuk karyawan dan komunitasnya di Estrilook, semua dibabatnya ๐Ÿ˜ Udahh, ahhh, enggak usah cerita terlalu banyak tentang dia ya, ntar dia kesenengan.. ๐Ÿ™„

Buku Pertama GSM

.

Perempuan Pemetik Cahaya (PPC) merupakan buku antologi pertama kami. Buku ini terbit pada bulan Agustus 2018 dengan mengambil tema non fiksi. Isinya tentang 9 orang perempuan muslimah inspiratif dari dalam dan luar negeri yang berkarya dengan passion mereka masing-masing.

Ada kisah tentang Hakim Agung wanita di New York, peraih Nobel Perdamaian Termuda, perancang busana muslim Swedia, dan beberapa tokoh muslimah inspiratif dalam negeri. Buku ini ingin memberikan semacam suntikan semangat, khususnya bagi kaum wanita, bahwa perempuan itu selalu dapat menginspirasi di manapun berada, meski dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Buku Kedua GSM

.

Setelah PPC, buku antologi berikutnya Alhamdulillah terbit pada bulan November 2018. Judulnya, Senandung Sakinah (Perjuangan Cinta Single Lillah Menggapai Jodoh)

Sedikit berbeda dari PPC, buku ke-2 ini mengusung kisah semi fiksi. Buku SS berisi 9 cerita pendek tentang penantian jodoh secara syar’i, beserta aneka tips dan motivasi untuk kamu yang sedang sendiri. Hampir semua ceritanya berdasarkan kisah nyata, jadi recommended banget untuk kamu yang masih sendiri, ataupun untuk kado pernikahan, karena ceritanya dikemas sederhana dan apa adanya.

.

Alhamdulillah, banyak pembaca yang merespon positif kisah dalam buku tersebut. Pemesan datang dari berbagai pulau, seperti Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Lombok. Masya Allah, semoga bukunya bermanfaat, ya ๐Ÿ™‚

Terusss, buku ke-3 dan ke-4 ada tak?

Jangan khawatir man-teman, insya Allah buku ke-3 dan ke-4 juga sudah jadi, lho, naskahnya. Tinggal masuk ke penerbit. Waahhh, pasti pada mikir, kok produktif banget, sih, GSM?? Iyesss…. karena kita kan masih muda belia, banyak ide dan kreativitas menggelora #uhhukkkk wkwk ๐Ÿ˜‚

Eh, enggak terasa udah dini hari aja, nih, kebanyakan cerita ๐Ÿ˜ Udahan dulu, ya, besok kita sambung lagi. Doakan saja kami ber-9 senantiasa sehat, bahagia, dan selalu akurrrrr terus, enggak berantem dari anak sulung sampai anak bungsu hehheee ๐Ÿ˜…

Aamiin… ๐Ÿ’•

๐Ÿ’œ๐Ÿ’™๐Ÿ’š

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Ayam Geprek Susu (Preksu) Yogyakarta, Bukan Sekadar Warung Makan Biasa

Warung makan Preksu tetap ramai sampai malam tiba

Kamu yang tinggal di Yogya atau yang pernah liburan ke kota Gudeg ini adakah yang sudah pernah kulineran di warung makan Ayam Geprek Susu alias Preksu? Jujur aja, meski sudah lama berdomisili di Yogyakarta, saya baru satu kali ini, lho, ke warung makan ini wkwkwkwk…

Terus, gimana ceritanya sampai saya menjadi tertarik mampir ke warung makan yang menunya sebenarnya biasa saja itu? Toh, masih banyak warung makan serupa di Yogya yang berbau ayam geprek, susu, dan keju?

Jadi gini, Dears, beberapa hari sebelumnya, sudah menjadi tugas rutin saya melakukan proses editing artikel para kontributor di platform wanita Estrilook.com. Salah satu artikel yang saya edit adalah tentang usaha rumah makan berbasis sedekah milik seorang pengusaha di Yogyakarta. Warung makan ini di beri nama Preksu alias Ayam Geprek Susu. Kalau penasaran dengan artikel di Estrilook tersebut silakan baca di sini, ya.

Nah, dari mengedit dan membaca artikel itu, entah kenapa saya menjadi salut dan kagum dengan konsep bisnis warung kuliner ini. Terutama tentang kewajiban melakukan salat di masjid bagi para karyawan pria apabila waktu salat telah tiba.

Lalu saya share artikel ini di sosial media dan beberapa grup WA yang saya ikuti. Ternyata, ada salah seorang teman umroh saya dulu, yang adalah seorang ustadz, mengatakan bahwa dia sering mengisi ceramah untuk para karyawan di warung makan Preksu ini. Berawal dari sinilah saya menjadi kepo ingin mencoba membuktikan, benarkah apa yang ada di artikel Estrilook tersebut?

Kewajiban Salat di Masjid bagi Karyawan Pria

Entah kebetulan atau tidak, saya memutuskan mampir ke warung makan ini pada sore hari, setelah mencari cabang terdekat dari rumah lewat bantuan Google Maps. Ada 5 cabang yang tertera di mbah Google. Dan saya memilih cabang Condong Catur yang berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah.

Sampai di lokasi Preksu Concat pas banget waktu salat maghrib tiba. Benarlah seperti apa yang saya baca, suasana agak sepi. Hanya ada seorang gadis dan pria muda yang melayani di meja kasir.

Pengunjung dipersilakan mengambil sendiri nasi, ayam dan lauk pauk lain yang diinginkan, seperti mendoan, telur dadar, terong dan jamur krispi, untuk kemudian diserahkan ke meja kasir dan ditanya lagi lebih detil apa menu tambahan lain yang diinginkan. Setelah selesai salat maghrib, sekitar 3 karyawan pria mulai berdatangan dari masjid untuk menggantikan 2 orang karyawan lainnya yang tadi berada di meja kasir. Terjawab sudah rasa penasaran saya. Ternyata benar seperti apa yang saya baca, bahwa para karyawan pria diwajibkan salat berjamaah di masjid. Masyaa Allah.

Menu yang Tersedia

Ayam geprek tabur keju
Jamur krispi

Selain menyediakan menu-menu di atas beserta topping yang diinginkan, seperti geprek tabur keju parut, geprek tabur bawang goreng, dan geprek saus keju, ternyata ada menu lain yang bisa kamu pesan di sini, lho.

Ada gurame geprek, ayam kremes geprek, dan ayam goreng biasa (tanpa tepung) yang biasanya disantap menggunakan tahu, tempe goreng, sambal, dan lalapan. Oya, ada menu capcay juga untuk pengunjung yang menginginkan variasi sayur selain lalapan. Wahh… lumayan lengkap juga, ya, menunya. Bahkan menu aneka sambal pun dapat kamu pilih, seperti sambal terasi, sambal bawang, sambal ijo, dan sambal tomat. Ada yang ngiler nggak, nih? qiqiqiii….

Tambah Minuman? Gratissss

Ini lemon tea jumbo, bukan ukuran normal
Susu segar stroberi

Ada satu hal yang membuat kaget.

Waktu itu saya memesan lemon tea hangat dan anak saya Lubna memesan susu segar rasa stroberi. Kagetnya adalah, ternyata lemon tea-nya gelasnya jumbo, bo’. Padahal harganya normal aja, cuma 4.500,- perak. Beuhh… murah bangett, kann??

Tapi masalahnya, porsi perut saya kecil, jadi lihat minuman segitu besarnya sudah ngerasa eneg duluan. Akhirnya saya bilang ke Lubna, “Lemon tea-nya kita minum berdua, ya. Susunya nanti dibawa pulang aja, jangan diminum di sini…” Dan Lubna pun setuju hehhheehee…

Nah, untuk kamu yang hobi minum, atau kepedasan, jangan khawatir, ya, Dears! Di sini bebas lho tambah minuman teh manis. Kamu bisa ambil sendiri di dispenser besar yang disediakan. Es batunya pun boleh kamu ambil sendiri sepuasnya. Gimana nggak puas ya, makan di sini… mantapppp bener!!

Makan Gratis di Hari Jumat

Makan minum gratis di hari Jumat setelah baca surat Al Kahfi

Mau makan gratis di hari Jumat? Tersedia 50 paket makan dan minum gratis mulai jam 13.00 – 15.00 WIB. Syaratnya ada nggak? Ada dong, tapi cukup sederhana, kok! Kamu harus sudah membaca surat Al Kahfi terlebih dahulu dan melakukan pendaftaran secara online. Baca suratnya nggak perlu di warung Preksu ya, yang penting adalah kejujuran bahwa kamu memang sudah baca surat itu.

Sekali lagi saya mengakui, apa yang saya baca di artikel tentang warung makan Ayam Geprek Susu alias Preksu ini ternyata benar adanya. Alhamdulillah, pantas saja tempat makan ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Disamping karena harganya memang terjangkau, saya yakin, konsep sedekah dan ajaran agama yang dipegang teguh merupakan kunci barokahnya bisnis ini.

Semoga kita semua bisa meneladaninya, bahwa konsep sedekah justru tidak mengurangi harta, melainkan sebaliknya, menambah dan melimpahkan rezeki. Barakallah…

Kulit Cerah dan Sehat Secara Alami dengan Zalfa Miracle Lightening Active Body Serum

Halo, Dears, pakabar? ๐Ÿ˜

Menjadi cantik dan menarikย adalah idaman setiap wanita, meskipun tentu saja, kecantikan fisik bukanlah segalanya. Memiliki kulit yang bersih, cerah dan bercahaya sepertinya merupakan anugerah terindah yang harus dimiliki.ย  Terutama untuk kamu, wanita yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.ย 

Meskipun untuk menjadi cantik tak selalu harus berkulit cerah, tapi entahlah, nyatanya banyak dari kita seperti tak peduli dan bahkan berlomba-lomba menggunakan berbagai cara untuk membuat kulit menjadi lebih cerah.

Sayangnya, saat ini kamu harus lebih berhati-hati dalam memilih produk pencerah kulit, karena tidak semua produk aman digunakan. Terutama apabila produk tersebut bersifat instan dan menawarkan proses memutihkan atau mencerahkan hanya dalam waktu singkat. 

Lhoo… bukannya bagus, ya, bisa cerah hanya dalam hitungan 2-3 hari? Eitsss, nanti dulu. Kalau kamu pernah menggunakan produk seperti itu, cari tahu dulu dengan cermat apa komposisi bahannya.

Bisa jadi produk tersebut mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri dan hidrokuinon.

Wewww…. apa sih itu?ย 

Merkuri

Merkuri atau air raksa ini sebenarnya adalah logam yang berbentuk cairan. Kamu tahu dampaknya untuk kulit apa? Hemmm seremmm… Bahan ini menyebabkan pengelupasan pada lapisan epidermis kulit dan bisa merusak ginjalmu. Dampak lainnya? Lebih ngeri lagi, karena berpotensi menimbulkan kanker. 

Hidrokuinon

Hidrokuinon merupakan bahan kimia yang digunakan dalam proses cuci cetak foto, Dears. Sering juga dipakai sebagai zat penstabil dalam minyak dan bahan bakar. Nah, dengar ini aja udah serem, kan? Efeknya bagi kulit lebih ngeri lagi, bikin kulitmu mengalami hiperpigmentasi, alias perubahan warna kulit menjadi gelap dan kebiruan.ย 

Jadi kalau kamu ingin tampil cantik, hindari produk-produk yang menawarkan hasil secara instan, ya. Sekarang banyak, kok, produk perawatan wajah dan tubuh lokal yang alami dan mengandung bahan-bahan berkhasiat. Salah satu yang wajib kamu coba adalah rangkaian produk perawatan dari Zalfa Cosmetics.

Khusus untuk kamu yang menginginkan kulit tubuh menjadi lebih cerah, Zalfa punya produk bagus nih, namanya Zalfa Miracle Lightening Active Body Serum.

Beuuhh…. panjang ya namanya hehhee…

Yup! Dari namanya aja sudah ketahuan kalau itu adalah sejenis serum. Serum ini kerjanya lebih dalam lagi daripada pelembab, karena dapat meresap dan memperbaiki lapisan kulit terdalam.

Serum tubuh dari Zalfa Cosmetics ini fungsinya bukan hanya mencerahkan, lho, Dears, tapi juga mengandung Antioksidan dan Anti Aging yang melindungi kulit tubuhmu dari pengaruh radikal bebas dan penuaan dini. Masalah selulit dan stretch mark yang sering bikin panik wanita juga dapat kamu atasi dengan serum tubuh ini.

Kalau kamu tuangkan ke telapak tangan, serum dari Zalfa Cosmetics ini teksturnya lembut dan lembabbbb banget. Digunakan sedikittt saja sudah terasa basah di kulit, lho. Jadi pakainya nggak perlu banyak-banyak, ya!

Satu lagi, karena produknya alami, untuk mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan kamu harus menggunakannya minimal selama 2 minggu terlebih dahulu.

Mau tahu hasilnya ngefek enggak dalam 2 minggu? Lihat aja foto cantik tangan saya ini… *hahhaaa… muji diri sendiri boleh, lah, ya sekali-kali ๐Ÿ˜„ ๐Ÿ™ˆ

Fokus ke perubahan warnanya ya, bukan ke tangan saya yang kurang perawatan ๐Ÿคย  Alhamdulillah ada produk dari Zalfa,ย  insya Allah pasti rutin saya gunakan untuk mengatasi kekeringan dan tanda penuaan yang mulai tampak.

Kalau dilihat sekilas mungkin enggak kelihatan bedanya. Ternyata setelah dibuat kolase fotonya baru kelihatan perubahan warnanya, kan? Ini aja baru pemakaian 2 minggu, lho, apalagi kalau kamu rutin menggunakannya setiap malam sebelum tidur.

Kok bisa bikin cerah gitu, sih? Memangnya kandungannya apa?

Nah, awalnya jujur, saya juga tidak begitu percaya, karena Zalfa Cosmetics ini baru ada sejak tahun 2013. Takutnya ada bahan-bahan berbahaya yang digunakan. Ternyata Alhamdulillah, kandungannya sangat alami, Dears. Untuk produk serum pencerah tubuh ini Zalfa menggunakan ekstrak dari Kakadu Plum, yang fungsinya sudah ditulis di atas tadi, sebagai Antionksidan dan Anti Aging.

Bahan lainnya ada lagi kah? Ada dong.

Bahan pendukung lainnya ada Olive Oil alias minyak zaitun, yang fungsinya sudah tidak diragukan lagi sebagai tumbuhan yang melembabkan sekaligus mengencangkan kulit tubuh. Plus ada bahan Niacinamide, yang menjaga agar kulit tetap kencang dan merevitalisasi (memperbaiki) tekstur kulit menjadi lebih sehat.

Oya, satu lagi, karena produk ini termasuk dalam produk Night Skin Essence, jadi pakainya cukup di malam hari aja ya, sebelum tidur. Zalfa Miracle Lightening Active Body Serum ini akan bekerja memperbaiki tekstur kulit tubuh kita saat kita tidur.

Terus, kalau mau pesan caranya gimana dong? Simpel banget ternyata. Kamu cukup klik link ini Konsultasiย Zalfa Cosmetics untuk langsung terhubung ke WA admin Zalfa, ya. Gunakan kode voucher diskon 10% ini : INBR 1018 untuk pembelanjaan produk Zalfa Cosmetics yang kamu inginkan.

Info produk lebih lanjut bisa kamu lihat juga di web Zalfa Cosmetics dan akun Instagram Zalfa Miracle.

Masih ragu? Dicoba yuk!

Saya aja yang awalnya ragu, ternyata baru pakai 2 minggu sudah yakin dan percaya karena terbukti ada hasilnya. Dannn… pastinya AMAN dan HALAL karena sudah ada notifikasi dari BPOM dan Majelis Ulama Indonesia.ย 

Zalfa Miracle Natural Skin Care, sahabat terbaik cantik alami kulit sehatmu… ๐Ÿ’•

๐Ÿ’œ๐Ÿ’›๐Ÿ’š

#zalfacosmetics #zalfamiracle #skincareibuhamil #skincareamanuntukibuhamil #skincarehalal #skincarebpom #solusijerawat #solusikeriput #reviewzalfa