Arsip Kategori: Inspirasi

Momentum #AyoHijrah bersama Bank Muamalat, Ketika Komitmen Menjauhi Riba Allah Buktikan dengan Nyata

.
Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata “Hijrah”?

Kata ini sering sekali kita dengar dan baca akhir-akhir ini. Alhamdulillah, begitu banyak mereka yang mulai sadar dan perlahan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik, meninggalkan hiruk pikuk kehidupan dunia yang semakin lama makin tak jelas dan abu-abu batasnya.

Dilihat dari arti katanya, hijrah berarti melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Meninggalkan kondisi sebelumnya yang kurang nyaman dan dikhawatirkan dapat memengaruhi keadaan menjadi lebih buruk. Pada zaman Rasulullah Saw dahulu kala, makna hijrah ditandai saat Rasulullah memutuskan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah untuk menghindari tekanan dari kaum kafir Quraisy.

Untuk saya pribadi, makna kata hijrah mulai terasa selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Alhamdulillah, begitu banyak momentum hijrah yang Allah ajarkan kepada saya.

Dahulu, saya sering tidak percaya setiap mendengar cerita dan  nasihat seorang ustaz di televisi yang terkenal dengan metode sedekah dan shalawat-nya untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Ketidakyakinan yang dipicu oleh kurangnya ilmu agama dan masih tertutupnya diri ini dari hidayah-Nya.

Saat mendengar testimoni dari sang ustaz mengenai terkabulnya banyak hajat (keinginan) dalam hidupnya, termasuk keinginan putri beliau untuk memiliki laptop dengan perantaraan shalawat dan sedekah, hati kecil saya masih bertanya-tanya, “Apa iya bisa begitu caranya?”

Hemmm… sungguh, terasa di luar logika. Saya bahkan lupa bahwa tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berketetapan akan terjadinya sesuatu.

Keyakinan saya akan kekuatan sedekah mulai berangsur menjadi 100% setelah membaca banyak testimoni, salah satunya di grup Facebook milik Saptuari Sugiharto, seorang pengusaha muslim asal Yogyakarta dan Dewa Eka Prayoga, pengusaha muda asal Bandung.

Allah kemudian membuka mata saya lebih lebar lagi lewat seorang teman yang meminjamkan sebuah buku motivasi berjudul “Moslem Millionaire”, karya motivator nasional Ippho Santosa.  Tak berapa lama setelah itu, keajaiban pun mulai terjadi. Allah izinkan saya bertemu dengan Ippho Santosa dengan mudahnya, lewat salah satu seminar beliau yang diadakan di Yogyakarta. Seminar singkat itu sungguh membawa banyak perubahan dalam cara pandang saya tentang arti sedekah dan cara mewujudkan impian.

Seminar “100 Juta Pertama” Ippho Santosa, bulan Maret 2017 di Jogja Expo Centre

.
Seiring perjalanan saya mencari ilmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik,  ternyata bukan hanya ilmu tentang sedekah saja yang saya dapat.  Allah menunjukkan saya ilmu lainnya yang tak kalah pentingnya, yaitu tentang anjuran menghindari riba.  Masya Allah.

Riba, secara kaidah bahasa dapat diartikan sebagai “tumbuh dan membesar”. Secara umum, dalam hal jual beli dan utang piutang, riba adalah keharusan untuk memberi kelebihan pengembalian saat kita membayar pinjaman kepada si pemberi utang. Adapun apabila kelebihan itu kita berikan atas keinginan kita sendiri, tanpa paksaan dari si peminjam, maka itu bukan riba, dan diperbolehkan.

Misalnya, saya meminjam uang sebesar Rp900.000,- dari seorang sahabat. Kemudian saat pengembalian, saya melebihkan uangnya menjadi Rp1.000.000,- dengan alasan, sisa Rp100.000,- nya biarlah digunakan untuk membeli boneka bagi anak sahabat saya tadi. Maka ini bukan riba dan hukumnya diperbolehkan.

Yang dilarang adalah, apabila sahabat saya berkata saat saya meminjam uangnya, “Besok saat pengembalian pinjaman, kamu harus mengembalikan uangnya menjadi Rp1.000.000,- ya, bukan hanya Rp900.000,-” Ini dalam agama Islam termasuk riba, dan tentu saja hukumnya haram.

Imam Muslim rahimahullah pernah meriwayatkan suatu hadis Rasulullah dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba, yang memberi riba, penulisnya, dan dua saksinya,” dan beliau bersabda, “mereka semua sama.”

Dalam praktiknya, jujur saja, jangankan menerapkan praktik riba dalam kehidupan sehari-hari. Untuk masalah utang piutang, saya termasuk orang yang sangat takut mencicil barang atau meminjam uang kepada orang lain. 

Kalau membeli barang yang saya inginkan harus dengan mencicil atau berutang, sebisa mungkin saya hindari hal itu dan jauhi keinginan hati untuk memiliki barang tersebut 🙂 Intinya, saya takut dan tak cukup bernyali besar dengan masalah cicilan dan pinjam-meminjam ini. 

Ada satu kisah yang ingin saya bagikan ke teman-teman. Kisah nyata ini sudah pernah saya ceritakan ke beberapa orang teman, tapi belum pernah saya tulis di blog. Bukan sebagai ajang untuk eksis, tapi insya Allah bisa digunakan sebagai motivasi dan bukti  bahwa kecintaan serta ke-istiqomah-an kita di jalan Allah suatu saat pasti akan berbuah manis pada akhirnya.

Pada bulan Januari 2017, saya ingat, waktu itu ibu saya ingin membeli sebuah sepeda motor baru dengan cara mencicil. Saat itu kondisi sepeda motor yang biasa kami gunakan memang sedang butuh banyak perbaikan. Maklum, itu adalah kendaraan lama, keluaran tahun 1997. Meskipun mesinnya masih halus dan enak dipakai, sepeda motor itu mulai sering macet, apalagi dalam kondisi hujan lebat.

Ibu merencanakan membeli lewat salah satu dealer motor yang sering menyebarkan flyer promosinya di halaman rumah kami.

 Apa yang ada di benak saya saat itu?

Mendadak saya ingat satu hadis yang pernah saya baca, yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dan Al Baihaqi:

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya…”

Na’udzubilahiminzalik…. 

Buru-buru saya melarang ibu meneruskan niatnya. Saya yakinkan beliau, jika kita tidak sanggup membeli secara tunai dan harus mencicil secara kredit yang ada tambahan bunga dalam pembayarannya, lebih baik tinggalkan. Tetap bertahanlah dengan sepeda motor yang lama, sambil terus berdoa dan giat sedekah, terutama membagikan nasi bungkus pada hari Jumat dengan motor lama tersebut, meskipun mungkin penampilan kami tak sekeren pengguna jalan lainnya.  Dan akhirnya, ibu pun pasrah dan menurut pada anjuran saya.

Teman-teman tahu apa yang kemudian terjadi? Masya Allah, Allahu Akbar!!
.

Sepeda motor gratis, Masya Allah!

.
Tak perlu menunggu waktu lama. Di bulan Mei 2017, Allah buktikan semuanya. 

Saat itu instansi tempat almarhum bapak dulu bekerja menyelenggarakan perayaan ulang tahunnya. Seperti biasa, seluruh pensiunan instansi tersebut dan keluarga/ahli waris yang masih hidup diundang untuk menghadiri dan meramaikan perayaan tersebut. Dan seperti biasanya pula, banyak doorprize disediakan saat acara berlangsung. Salah satu hadiah utama saat itu berupa sepeda motor matic terbaru keluaran sebuah brand ternama. 

Qadarallah, seperti sudah tertulis dalam skenario-Nya, nomor doorprize milik ibu menjadi pemenang hadiah utama itu. Saya yang tak ikut hadir dalam acara tersebut hanya mampu termangu tak percaya saat ibu bercerita di rumah, betapa ia gemetarrrr mendengar nomornya dipanggil sebagai penerima hadiah sepeda motor itu.

Begitulah, Allah Swt sungguh menunjukkan kuasa-Nya. Sepeda motor yang kami impikan dan inginkan beberapa bulan terakhir ternyata hadir dengan sendirinya, tanpa kami harus mengeluarkan biaya sepeser pun, Masya Allah. Hingga saat ini, setiap kali mengingat hal itu, kami semakin yakin dan percaya bahwa janji Allah itu PASTI.

Hingga saat ini, sepeda motor hadiah tersebut masih tetap kami gunakan untuk membagikan sedekah nasi bungkus setiap hari Jumat, menggantikan motor lama yang masih terawat baik di rumah. Bahkan, lambat laun, banyak teman-teman lain yang juga ikut menitipkan rezekinya untuk kami salurkan kepada para tukang becak dan pemulung yang ada di Yogyakarta dalam bentuk sedekah nasi bungkus ini . Masya Allah. Terima kasih teman-teman semua.
.

Alhamdulillah, ibu yang berusia 70 tahun tetap bugar & selalu diberi kesehatan mendampingi saya membagikan nasi bungkus Jumat 🙂

 

Terima kasih ya titipan rezekinya, teman-teman. Semoga Allah balas dengan rezeki berlimpah dan barokah. Aamiin.

.
Mudah-mudahan sedikit cerita di atas dapat meyakinkan diri kita untuk terus istiqomah di jalan-Nya. Tidak penting orang percaya atau tidak akan pengalaman dan keajaiban hidup yang kamu alami, yang penting kamu sendiri harus bertambah yakin dan percaya bahwa ada kekuatan besar yang mengatur kehidupanmu di dunia ini. 

Mencari jalan kebaikan menuju perubahan itu memang tak semulus kulit wajah yang kinclong bersinar hasil menggunakan krim instan, sehingga lalat pun terpeleset dibuatnya 🙂 Mencari jalan hijrah itu butuh keberanian dan selalu diawali dengan banyaknya kerikil tajam, serta jalanan yang berliku, penuh tebing curam dan menakutkan. Tapi ketika kamu berhasil mencapai puncak dan menaklukkannya, kamu dapat tersenyum sesudahnya.

Momentum #AyoHijrah bersama Bank Muamalat Indonesia

Teman-teman, kisah nyata perbaikan diri yang penuh kekurangan ini menuju kehidupan yang lebih baik dan berkah ternyata senada dengan program #AyoHijrah yang diluncurkan oleh Bank Muamalat Indonesia.

Sebagai bank syariah pertama yang ada di Indonesia sejak 1 November 1991, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk mendapat dukungan penuh dari pemerintah karena digagas oleh para pengusaha muslim, termasuk MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Berbagai inovasi produk telah diluncurkan sejak tanggal 1 Mei 1992, seperti:
– Asuransi Syariah (Asuransi Takaful)
– Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat)
–  Multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia. 

Bahkan produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia”. Alhamdulillah, mantap nian perjalanan Bank Muamalat Indonesia ini, ya.

Nah, sejak bulan Oktober 2018 lalu, Bank Muamalat Indonesia kian gencar mengajak masyarakat untuk berhijrah, khususnya dalam hal layanan perbankan. 

Peluncuran program #AyoHijrah Bank Muamalat Indonesia (Foto: Bankmuamalat.co.id)

.
Chief Executive Officer
(CEO) Bank Muamalat Indonesia, Achmad K. Permana mengatakan, konsep berhijrah sendiri meliputi 3 hal penting, yakni:
– memulai
– melengkapi, dan
– menyempurnakan (kaffah)

Ketiganya sebenarnya  dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, lho. Tidak hanya berhijrah untuk tujuan ibadah saja, melainkan juga dalam penggunaan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat Islam.

Untuk mendukung program #AyoHijrah ini, Bank Muamalat Indonesia juga telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain:
– Seminar / edukasi tentang perbankan syariah 
– Pembukaan booth/stand di pusat kegiatan masyarakat
– Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
– Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah

Produk tabungan Bank Muamalat Indonesia pun turut diberikan nama baru dengan kata “Hijrah”, sebagai bentuk ikhtiar agar layanan kepada nasabah semakin berkah, seperti: 

  • Tabungan iB Hijrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah, dan masih banyak lagi produk unggulan lainnya

Kenapa Kamu Harus Memilih Bank Muamalat Indonesia?

Selain karena adanya program #AyoHijrah tadi, ada banyak alasan kenapa kamu sebaiknya menjadikan Bank Muamalat sebagai sarana yang barokah dan terpercaya dalam layanan finansialmu.

  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariahnya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas, seperti Mobile Banking, Internet Banking, jaringan ATM, serta Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

Nah, dengan strategi bisnis yang terarah ini, Bank Muamalat Indonesia diharapkan akan terus melaju mewujudkan visinya menjadi The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence” (Bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui di tingkat regional).

Kamu sendiri, kapan momentum hijrah terbesar dalam hidupmu? Yuk, segerakan momen #AyoHijrah-mu bersama Bank Muamalat Indonesia, ya!

Segera datangi Kantor Cabang Bank Muamalat terdekat di kotamu, atau ikuti akun media sosialnya di bawah ini:

Facebook : Bank Muamalat
Instagram : @BankMuamalat
Twitter : @BankMuamalat
Website : www.bankmuamalat.co.id

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Bank Muamalat Indonesia bertema “#AyoHijrah Berani Lebih Baik”.

5 Tips Jitu Mencapai Impian, Praktikkan, yuk!

Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Istanbul

20 April 2018, satu tahun yang lalu, adalah tanggal keramat dalam kehidupan saya. Wewww… apaan sih pakai keramat-keramatan segala 😀 Hehhee… maksudnya, tanggal yang enggak bakalan terlupa seumur hidup, insya Allah.

Hari itu adalah momen di saat Allah mengabulkan impian dan cita-cita yang terpendam sejak SD dulu. Apaan tuh? He em, saya pengennn banget bisa menginjak tanah lain selain tanah air tercinta Indonesia. Sebegitu pengennya, dulu waktu SMA sempat pengen daftar pertukaran pelajar dan beasiswa ke luar negeri, tapi qadarallah selalu ketinggalan info, jadi enggak pernah terwujud terus hingga dewasa *hiksss…

Setelah bekerja, keinginan ke luar negeri mulai beralih bukan sekadar untuk jalan-jalan semata, tapi mulai terfokus ingin sekali bisa melihat Ka’bah dan mengunjungi Rumah-Nya. Entah bagaimana caranya, saya enggak tahu. Kalau dihitung-hitung, duit enggak pernah bisa terkumpul sejumlah biaya yang dibutuhkan. Sedih, ya 🙁 Pernah dapat kiriman surat undian berhadiah 60 juta juga. Waktu itu udah ngerasa seneng dan happy aja, rencana buat naik haji. Eeehhh… ternyata penipuan. Hiksss….

Terus, apakah saya ngambek dan enggak pengen ke luar negeri lagi? Alhamdulillah Guys, saya bukan tipe ngambekan gitu. Sebaliknya, saya sangat baik hati dan tidak sombong kwkwk… *nggak nyambung

Selain pengen ke Baitullah, keinginan ke luar negeri berlanjut pengen ke Jepang. Waktu itu sampai bela-belain kursus bahasa Jepang segala demiiii cita-cita yang sudah ada sejak SD ini.

Setelah cita-cita ke Jepang belum terwujud juga, mendadak ada kesempatan nonton bareng film “99 Cahaya di Langit Eropa” bersama penulis novelnya, Hanum Rais. Nah, dari situ deh fokus saya mulai mengembara ke Eropa, terutama Turki dan Spanyol, negara tempat sejarah peradaban Islam banyak terukir. Coba kamu perhatikan, betapa saya begitu banyak maunya, ya 🙂 Jadi ingat lagu Doraemon, “Aku ingn begini, aku ingin begitu….”

Bersamaan dengan keinginan ke Eropa, di televisi mulai sering ditayangkan serial Turki. Pemain-pemainnya tahu sendirilah ya, cakep-cakep semua, terlihat begitu sempurna. Saat melihat aliran sungai-sungai di kota Istanbul dalam serial televisi itulah, keinginan ke sana muncul kembali lebih kuat, meskipun saya enggak tahu gimana caranya.

Pemahaman tentang cara mewujudkan mimpi mulai saya dapatkan setelah mengikuti seminar motivasi dari si mas motivator Ippho Santosa pada bulan Maret 2017 dan mengikuti kelas online dari seorang coach bernama Mutya Dita di bulan Juli 2017. Waktu itu saya ikuti saja semua yang diajarkan, tanpa banyak komentar. Soal terwujud atau tidak, wallahu a’lam, kita hanya manusia biasa. Ada Allah Yang Maha Pengatur di atas segalanya.

Kamu penasaran bagaimana metode dan caranya? Sebenarnya sederhana aja kok, saya yakin, teman-teman juga sudah melakukan beberapa hal di bawah ini, bukan?

1. Berdoa

Aktivitas satu ini merupakan kewajiban kita setiap hari. Ada ataupun tak ada impian yang ingin diwujudkan, berdoa dan beribadah adalah bentuk rasa syukur kita terhadap kuasa-Nya yang masih memberikan nafas untuk hidup sampai hari ini. Bahkan Allah pun pernah berkata di dalam Alquran,

“Berdoalah, niscaya akan Aku kabulkan….”

Dari kalimat ini saja sebenarnya kita harus YAKIN dengan janji Allah. Kalau pengen sesuatu, bilang ke Dia, mohon dan menangislah seperti seorang bayi yang menangis merengek-rengek minta makanan kepada orang tuanya.

2. Tulis Impianmu Secara Berulang (Repetisi)

Dari dulu saya sering baca cara satu ini, tapi enggak pernah percaya 😀 jadi ya gitu deh, enggak pernah dilakukan. Mulai nurut dipraktikkan setelah ikut kelas online.

Ternyata, menulis apa yang kita inginkan erat sekali hubungannya dengan penyimpanan memori di pikiran bawah sadar. Tapi menulisnya harus di kertas lho, ya, secara manual, bukan di hp atau laptop, karena setiap coretan tangan kita merupakan guratan dari otak dan isi pikiran kita. Itu sebabnya kenapa ada ilmu Grafologi (membaca karakter seseorang dari tulisan tangannya) 🙂

Di kertas, kamu boleh sepuasnya menulis impianmu secara detil mumpung enggak ada yang baca. Lebih baik lagi kalau nulisnya saat pikiran terasa rileks, misalnya menjelang tidur malam, atau sesaat setelah bangun tidur.

Lakukan penulisan impian ini berulang-ulang setiap hari. Untuk kamu yang baru pertama kali melakukan, sebaiknya menulislah minimal 21 hari tanpa terputus. Terus, kalau belum 21 hari udah terputus gimana? Lupa enggak nulis sehari misalnya. Ya terpaksa hitungannya diulang lagi dari hari ke-1 lagi sampai hari ke-21 tanpa terputus 😀

Ampunnn, ribet amat ya, mungkin kamu akan berpikir begitu hihii.. Udah deh, just do it, ya, enggak pakai protes kwkwk…

3. Feel It

Feel your dreams… aliasss rasakan impianmu. Dapetin feel-nya.

Kamu pengen ke Baitullah? Bayangin kamu lagi berdoa sambil sesenggukan di depan Ka’bah. Atau bikin paspor dulu, seolah-olah kamu sudah siap berangkat ke sana.

Kamu pengen beli mobil Honda BRV? Tempel gambarnya. Kalau perlu datangi tempat persewaan mobil. Sewa mobil itu beberapa jam biar kamu bisa tahu kayak apa duduk di dalamnya, seperti apa joknya, dashboard-nya, rem, dan gasnya.

Eitss…. tapi ini enggak berlaku kalau kamu cari pasangan halal ya. Jangan sampai deh ada sewa-menyewa begitu sebelum waktunya *hikss… Kalau belum halal jangan dekat-dekat, apalagi disentuh 🙂 Cukup kamu kagumi aja dari jauh. Datangi rumahnya hanya jika kamu sudah mantap ingin meminangnya 😀

4. Memantaskan Diri

Kata-kata ini sering ditulis Ippho Santosa dalam tulisan-tulisannya. Kalau ingin impianmu tercapai, pantaskan diri kita terlebih dahulu. Ingin menjadi seorang ibu, sudah siapkah diri kita menerima amanah berupa seorang anak? Ingin menjadi seorang suami, sudah siapkah kita menjadi seorang imam dan ayah yang baik? Hampir mirip dengan poin nomor 3 tadi ya, rasakan energinya dan tanyakan apakah kamu pantas untuk menerima impian itu.

5. Bersedekah

Sedekah adalah penolak bala dan penarik rezeki. Untuk bersedekah tak perlu menunggu kaya dan banyak duit. Justru setelah kita bersedekah, Allah akan menambah dan memperbanyak rezeki kita.

Bolehlah kamu tak percaya, karena saya pun dulu pernah berada di posisi tak percaya tentang keajaiban sedekah. Ternyata ketidakpercayaan itu Allah balas dengan berbagai bukti nyata yang membuat saya merasa malu dan insyaf. Semoga enggak ada lagi di antara teman-teman yang mengalami ketidakpercayaan dahsyatnya sedekah seperti saya ini, ya…. 🙁

Satu ilmu yang saya dapat dari Ippho Santosa adalah, jika kamu punya IMPIAN BESAR, sedekahnya juga harus BESAR, di luar kebiasaan. Beliau mengibaratkan, jika ada seorang pria ingin dapat jodoh wanita yang cantik, putih, dan salihah, tak cukup hanya sedekah 10ribu saja. Boneka Barbie di toko aja harganya ratusan ribu, apalagi pengen dapetin manusia asli, sedekahnya jangan main-main, begitu…. 😀

Memang, tak semua orang suka bermimpi. Bahkan ada saja yang menertawakan impian kita. Tapi tak mengapa, karena sebenarnya kita hanya butuh Dia untuk mendampingi, bukan siapa-siapa.

Petinju legendaris Muhammad Ali pernah berkata,

“…The men who has no imagination has no wings…”

Orang yang tidak memiliki imajinasi ibarat orang yang tidak memiliki sayap. Mereka tak bisa terbang ke mana-mana. Padahal sejatinya, manusia sering diibaratkan sebagai seorang musafir, alias orang yang terus melakukan perjalanan tiada henti.

Artinya, hidup haruslah terus kita isi dengan pembelajaran baru yang hanya akan berakhir saat kita telah menutup mata, kembali kepada-Nya.

Barakallahu fiikum…

Baca juga

#SETIP_Day13
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity



Bersyukur, Bagaimana Caranya?

Bersyukur adalah satu kata yang seringkali kita baca dan dengar di sekitar kita. Bahkan begitu seringnya, terkadang kita justru kerap lupa untuk mengucapkan rasa syukur dari dalam diri sendiri.

Sebenarnya, rasa syukur tak perlu jauh-jauh kita cari. Masih dapat bernapas dan melihat indahnya matahari pagi dengan tubuh yang sehat saja sudah merupakan karunia tak terhingga yang Allah berikan setiap hari kepada kita. Melihat orang lain melakukan aktivitas dengan naik sepeda, sementara kita tinggal duduk di atas kendaraan pribadi, itu juga dapat menjadi pengingat rasa syukur yang seharusnya tiada pernah berhenti. Atau yang sederhana dan simpel, bisa bekerja dari rumah, merangkai untaian kata menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca, tak perlu harus ke luar rumah, itu juga bagi saya menjadi sebuah karunia yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberi kemudahan untuk melakukannya.

Masya Allah, ternyata begitu banyak, ya, hal-hal kecil yang dapat menjadi tolok ukur rasa syukur kita kepada-Nya. Hanya saja, terkadang manusia lupa mengingatnya. Contoh kecil : sedang makan, tapi sambil pegang smartphone. Dijamin, setiap suapan yang kita makan tak pernah ada rasanya, semua menghilang begitu cepat tanpa kita sempat mensyukurinya. Atau saat sedang mandi tapi pikiran terbang ke mana-mana. Padahal jika kita mau menikmati guyuran air yang jatuh ke tubuh kita, nikmatnya sesungguhnya luar biasa.

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana sebenarnya cara bersyukur yang benar? Apakah cukup di dalam hati saja, atau adakah amalan lain yang harus dilakukan?

Allah Swt pernah berfirman dalam QS. Asy-Syura: 23,

“Sesungguhnya Allah itu Ghafur (Maha Pengampun) dan Syakur (Maha Pembalas Kebaikan)…”

Setiap kebaikan yang telah kita lakukan akan dibalas Allah dengan berpuluh-puluh kali lipat kebaikan. Begitu pula dengan rasa syukur. Semakin kita mensyukuri nikmat, semakin banyak pula nikmat dan Rahmat yang Ia berikan.

Melalui Hati

Bersyukur melalui hati dicerminkan dari rasa qona’ah (selalu merasa cukup) atas semua karunia yang Allah berikan. Tak dapat dimungkiri, kadang sebagai manusia biasa, pasti selalu ada rasa kurang dalam setiap rezeki yang kita terima. Justru di sinilah sebenarnya letak ujiannya. Sejauh mana kita mampu menerima dengan ikhlas setiap nikmat yang Allah berikan.

“Jadilah orang yang wara’ (saleh), maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah (selalu merasa cukup), maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur..”

(HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).


Melalui Lisan

Ucapan Alhamdulillah, Masya Allah, Jazakallahu Khoyron, kalimat-kalimat Dzikrulloh dan segala bentuk istighfar dapat menjadi salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah secara lisan. Semakin banyak kita memuji Allah, maka semakin banyak pula nikmat yang kita terima, insya Allah. Jika dianalogikan, seumpama kita memberi sesuatu kepada orang lain, kemudian orang yang kita beri itu sangat bahagia dan sering memuji diri kita sebagai pemberi, bagaimana perasaanmu? Pasti merasa ingin selalu memberi lagi dan lagi kepada orang yang sama, bukan?

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih..”

(QS. Ibrahim: 7).


Melalui Perbuatan

Sujud syukur, bersedekah, dan senantiasa menaati perintah-Nya merupakan cara bersyukur yang bisa kita lakukan melalui perbuatan.

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar..” 

(QS. Al Baqarah: 152)

Ternyata begitu banyak cara bersyukur yang dapat kita lakukan. Mulai dari hal yang sederhana terlebih dahulu, setiap bangun pagi mengucap doa bangun tidur, baru kemudian naik levelnya insya Allah, bersyukur dengan cara mengingat Allah di setiap kesempatan, baik secara hati, lisan, maupun perbuatan. Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa.

Jika kita bisa menempatkan orang-orang tersayang di sudut hati terdalam, seharusnya kita pun mampu menempatkan nama Allah di setiap relung hati kita.

💙💜💚

#SETIP_Day2
#Seminggu Tiga Postingan
#EstrilookCommunity

Tulisan Ini Akan Membuatmu Sadar Betapa Pentingnya Memotivasi Diri

Menurutmu, perlukah kita memberi sugesti positif untuk memotivasi diri sendiri?

Saya sendiri, setelah mengalami banyak nikmat ujian dan masa-masa sulit yang Allah berikan belasan tahun terakhir ini, sangat menyadari bahwa memotivasi diri sendiri merupakan langkah awal agar kita dapat berpikir secara sehat. Motivasi atau dorongan dari dalam diri adalah kekuatan bagi setiap orang untuk dapat merubah dirinya sendiri menjadi lebih baik.

Jika kita dapat mendorong diri untuk menjadi lebih menarik, lebih percaya diri, lebih kuat, dan lebih lebih yang lainnya, bukan tidak mungkin kita juga dapat mendorong dan memotivasi orang lain agar menghargai keadaan diri dan potensi yang dimilikinya.

Menarik di sini bukan berarti harus secara fisik, ya, karena fisik itu bisa menua, berkurang, dan berkerut. Tapi menarik secara batin justru sebaliknya. Meskipun usia dan fisik kita sudah menua, daya tarik dari dalam akan tetap terlihat dan membuat orang lain betah bersama kita.

Mengapa demikian? Kok bisa? Ya, karena kematangan pola pikir akan mempengaruhi tampilan luarmu. Memancarkan kharisma pada orang-orang di sekelilingmu. Kalau untuk wanita, bahasa ilmiahnya inner beauty

Mungkin kamu nggak cantik secara fisik, biasa saja. Tapi anehnya, banyak orang nyaman bersamamu, suka mendengar ceritamu, sering curhat padamu. Karena kamu punya “nilai”. Tahu kan, sebongkah intan akan tetap bersinar meski berada di hitamnya tumpukan pasir?

Image : medcom.id

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan daya tarik dari dalam diri sendiri secara positif dan dengan cara yang baik?

Pertama, dengan menambah ilmu

Coba deh, perhatikan! Botol berisi air putih tentunya berbeda dengan botol berisi madu. Harganya lebih tinggi madu, bukan? Demikian pula dengan orang berilmu. Iqro’ atau bacalah. Semakin banyak kita mencari ilmu, semakin sadar bahwa ilmu kita selalu kurang dan kurang dan kurang.

Kedua, ambillah pelajaran berharga dari setiap perjalanan hidup yang kita lalui

Jika kita mau sedikit saja mengevaluasi diri, setiap proses perjalanan hidup yang Allah berikan pasti terdapat pelajaran berharga di dalamnya. Saat kehidupan sedang naik ataupun turun, selalu ada hikmah dan pesan yang Ia berikan. Namun seringkali kita terlena dan mengabaikan pesan tersebut.

Disinilah sebenarnya letak ujian manusia. Pada saat kita sedang berada di atas, selalulah melihat ke bawah. Sebaliknya, pada saat sedang terpuruk, lihatlah ke atas. Banyak mereka yang saat ini berhasil justru karena sebelumnya sering mengalami kegagalan demi kegagalan dalam menjalani kehidupannya. Allah Swt sendiri telah menjanjikan di dalam Alquran, surat Al Insyiroh,

“Sesungguhnya setelah kesulitan selalu ada kemudahan…”

Ketiga, lakukan sugesti positif secara teratur untuk memperbaiki karakter diri

Selain berusaha untuk ikhlas menjalani kehidupan ini, menanamkan kalimat positif dalam pikiran bawah sadar juga sangat membantu mengatasi perasaan down dan menurunnya rasa percaya diri. Kita dapat memilih sendiri sugesti bagaimana yang ingin ditanamkan. “Aku adalah orang yang bahagia. Aku memilih untuk sehat dan berlimpah rezeki. Aku menarik, cantik, dan percaya diri.” Itu adalah beberapa sugesti yang bisa mulai kita ucapkan setiap hari secara rutin dalam kondisi rileks.

Untuk bisa mencapai kondisi rileks, tempatkan dirimu dalam posisi yang nyaman. Misalnya dengan berbaring. Kemudian tarik nafas dan hembuskan perlahan-lahan, sampai semua otot tubuh terasa nyaman. Ucapkan kalimat sugesti secara berulang-ulang. Jika kamu baru pertama kali melakukannya, ulangi setiap hari minimal selama 21 hari tanpa terputus, agar kalimat itu terekam dalam pikiran bawah sadarmu.

Berdasarkan beberapa ilmu mindset dari kelas online yang pernah saya ikuti, kondisi rileks ini banyak waktunya. Dalam keadaan mengantuk, saat bangun tidur, saat sedang fokus mengerjakan sesuatu, misalnya melihat smartphone, atau fokus menonton televisi. Saat seperti itulah kondisi gelombang otak sangat mudah dimasukkan kalimat sugesti. Karena itu, kalau kamu bangun tidur, sebaiknya hindari langsung pegang handphone, ya! Iya kalau yang dibaca yang baik-baik, nggak masalah. Tapi kalau pas ada pesan atau hal buruk yang kamu baca saat itu juga, bisa jadi, tuh, masuk ke pikiran bawah sadar tanpa kita sadari. Akibatnya, pagi-pagi udah uring-uringan sendiri. Lihat rumah berantakan, anak nggak mau bangun, dll hal-hal sederhana bisa bikin emosi jiwa 😅 *pengalaman pribadi mah kalau ini wkwkwk

Well, dari tulisan ini cukup jelas, ya, bahwa sugesti positif sangat penting untuk memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri. Terus berproses, belajar, dan tidak mudah berpuas diri adalah kunci perbaikan kualitas diri.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi apapun profesi dan latar belakangmu, siapapun kamu, berapapun usiamu, selalu ada cara untuk mengajak orang lain berhijrah dalam kebaikan. Insya Allah… 💕

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Yang Diinginkan Wanita dari Seorang Pria

Pria dan wanita adalah dua insan yang sudah pasti berbeda. Bagaikan bumi dan langit, siang dan malam, dan tentunya seperti matahari dan bulan yang tiada pernah dapat terbit bersamaan. Namun mereka semua dapat seiring sejalan, dan tetap setia beredar sesuai ketentuannya.

Kamu pasti tahu banget, dibanding pria, wanita cenderung lebih tertutup dan enggan mengungkapkan perasaannya. Mereka sering menggunakan simbol atau kiasan tertentu untuk mengatakan isi hatinya. Inilah yang tampaknya perlu dipelajari oleh pria, mengingat kaum prialah yang menjadi ujung tombak rumah tangga dalam suatu hubungan keluarga.

Apa saja sebenarnya yang wanita inginkan dari karakter seorang pria? Ehemmm….

Teman bicara yang baik

Wanita adalah makhluk yang pada dasarnya hobi bercerita. Nationalgeographic.co.id (14/6/2015) melansir, wanita bicara tiga kali lebih banyak dari pria. Pantesss ya… 😄 Meski ada beberapa wanita yang tampak sedikit tertutup, ternyataaa bicara merupakan hal penting bagi wanita. Jika ingin mendekati atau mengambil hatinya, cobalah ajak wanita bicara dan bercerita. Dijamin ia akan mulai memperhatikan pria yang berani mengajaknya berbicara.

Berkata tegas, namun lembut

Sekeras apapun karakter seorang pria, tak ada wanita yang suka dibentak. Mungkin ada tipikal wanita yang tomboy dan terkesan cuek, namun tetap saja pada dasarnya wanita telah diberikan naluri keibuan yang menyebabkan hati mereka lebih sensitif daripada pria.

Mencintai dan menyayangi wanita dengan tulus, bukan sekadar nafsu

Jika banyak pria tertarik pada wanita melalui ketertarikan secara fisik, sebaliknya, wanita lebih menghargai pria yang tulus menyayanginya meskipun si pria secara fisik tampak biasa saja. Perasaan selalu ingin dicintai ini adalah hal paling naluriah dari seorang wanita. Jadi gak perlu heran kalau kita sering menemukan pasangan yang istrinya cantik, sementara sang suami biasa-biasa saja. Itu artinya, si pria tersebut telah berhasil menyentuh hati pasangannya ☺

Perhatikan hal-hal kecil, misalnya tanggal lahir atau hari jadi pernikahan

Wanita selalu suka apabila pasangannya mengingat hari lahir atau hari pernikahan. Tidak selalu harus romantis atau memberi kado. Sekadar memberi ucapan selamat dan pelukan sayang, dijamin mampu meluluhlantakkan hati wanita.

Image : herworld.com

Setia, tidak tebar pesona

Sifat utama yang wanita inginkan dari pria adalah setia dan tidak perlu tebar pesona kemana-mana apabila telah berani membuat komitmen dengannya. Segala kebaikan dan kasih sayang dari seorang pria akan hilang tak berarti seketika, apabila si pria tak mampu menjaga hatinya hanya untuk satu wanita saja. Bukankah pria pun demikian adanya, selalu ingin pasangan wanitanya menjaga hati untuk dirinya saja?


Apakah pasanganmu telah memiliki beberapa karakter idaman diatas? Jika ya, berbahagialah ☺ Kalau belum? Berjuanglah dan komunikasikan dengan pasangan. Pasangan yang baik pasti mau mengerti, kok, apa yang diharapkan oleh belahan jiwanya… ☺

Baca juga : Kenapa Perempuan Harus Bahagia?

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6

Inilah Hamba Allah yang Doanya Mudah Dikabulkan

Setiap manusia pasti menginginkan doanya terkabul. Namun tidak semua langsung dikabulkan oleh Allah Swt saat itu juga, mengingat apa yang kita inginkan dan impikan belum tentu sesuai pula dengan apa yang kita butuhkan. 

Adakalanya doa yang kita panjatkan ditunda oleh Allah Swt, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik, karena hanya Allah sajalah satu-satunya Dzat yang mengerti kebaikan apa saja yang harus kita terima.

Meski demikian, ternyata ada diantara hamba-hamba yang bermunajat kepada-Nya yang Allah berikan “keistimewaan” agar doanya cepat terkabul. 

Siapa sajakah mereka? Apakah engkau termasuk di dalamnya?

.

.

1. Doa orang yang terdzolimi

Orang yang terdzalimi dan tersakiti adalah mereka yang jaraknya sangat dekat dengan Allah. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Serta takutlah kepada doa orang yang terdzalimi, sesungguhnya tak ada hijab antara do’anya dengan Allah (doanya terkabul)”

Karena itu di dalam pergaulan dan hubungan dengan manusia berhati-hatilah. Kita tak akan pernah mungkin ada doa dari orang lain yang pernah kita sakiti, baik sengaja mau pun tidak, yang akan dikabulkan oleh-Nya.

2. Doa orang yang terkena musibah

Orang yang sangat membutuhkan dan dalam kesulitan menjadi hamba yang Allah janjikan dimudahkan tercapai doanya. Janji itu termuat dalam QS. An Naml ayat 62,

“…Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)”

3. Doa orang tua terhadap anaknya

Jika engkau masih memiliki orang tua, berbaik-baiklah dengan mereka. Tidak ada satu pun rasa kehilangan yang lebih menyedihkan selain kehilangan sosok orang tua yang amat kita sayangi. Doa orang tua adalah salah satu doa yang Allah janjikan sangat mustajab, terutama doa seorang ibu. 

Rasulullah Saw pernah bersabda dalam hadist riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, dari Abu Hurairah, 

“Tiga doa yang dikabulkan, tidak diragukan pengabulannya; doanya orangtua (maksudnya untuk anaknya), doanya seorang musafir, dan doanya orang yang terdzalimi.”

4. Doa orang yang berpuasa

Apabila engkau sedang berpuasa, baik saum wajib maupun sunnah, jangan lupa untuk bermunajat secara khusyuk, karena doa orang yang sedang berpuasa adalah salah satu doa yang mudah dikabulkan. Waktu utama bermunajat yang sangat dianjurkan adalah ketika kita dalam keadaan menjelang berbuka.

Dari Imam Tirmidzi diriwayatkan, 

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat…”

5. Doa orang yang berbuat kebaikan

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, 

“Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkan apa-apa yang dimintanya atau mencegah darinya keburukan yang akan menimpanya dan setara dengan apa yang dimintanya, selama dia tidak meminta untuk suatu perbuatan dosa atau memutus silaturrahim…”

Karena doa orang yang berbuat kebaikan merupakan salah satu doa yang mudah dikabulkan Allah, jangan pernah lelah untuk terus menebar kebaikan. Percayalah, ada pahala yang akan terus mengalir di sisi-Nya apabila kita dapat menjadi insan yang selalu menebar manfaat, terutama menularkan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki kepada orang banyak.

Semoga Allah Swt senantiasa menjaga dan melindungi kita dari keburukan dan godaan syaitan. Menjadikan kita sebagai hamba yang istiqomah dan memiliki kekuatan iman untuk tetap berdiri tegak di jalan-Nya.

💙💛💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day5

Diakah Jodohmu?

Pembahasan tentang jodoh akan selalu menarik dan tak pernah lekang oleh waktu. Meski jodoh adalah sesuatu yang bersifat misteri seperti halnya rezeki dan kematian, tetapi sesungguhnya Allah Swt telah menjanjikan hal itu di dalam Alquran. Bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula.

Jika engkau pernah bertemu dengan seseorang, atau saat ini sedang dalam proses ta’aruf (perkenalan), untaian kalimat di bawah ini dapat membantumu mengenali bahwa bisa jadi dia adalah jodohmu.

Ada ketenangan hati saat kamu mengingatnya, menyebut namanya, atau secara tak sengaja menatap wajahnya

Percayakah kamu? Antara dua orang yang saling tertarik akan muncul frekuensi dan getaran yang sama? Terkadang muncul perasaan berdebar yang kamu sendiri tak tahu apa penyebabnya.

Hati kecilmu berkata bahwa dia adalah jodohmu dan kamu siap menerima dia dengan segala masa lalunya

.

.

Jika ada istilah “Love is blind..” (cinta itu buta), bisa jadi memang demikian. Yang tampak dari dia hanya yang baik-baik saja. Tapi kamu dapat merubah definisi cinta itu buta menjadi hal yang positif. Buta di sini artinya kita siap menerima masa lalunya dan semangat untuk terus belajar dan berhijrah bersama menjadi lebih baik. 

Ada perasaan seolah telah lama mengenalnya dan pernah bertemu dengannya di masa yang lampau (dejavu)

Hal ini cukup unik dan bisa saja terjadi akibat adanya ikatan batin yang cukup kuat, meskipun sebenarnya kamu dan dia baru pertama kali bertemu.

Bertemu di saat yang tepat

Jika kalian bertemu dalam keadaan sama-sama sedang sendiri dan sedang mencari belahan jiwa, artinya Allah Swt memang sedang memberimu jalan untuk lebih mengenalnya.

Ada tanda dan petunjuk khusus yang Allah berikan kepadamu sehingga membuatmu bertambah yakin bahwa dia adalah jodoh yang tepat

Jika poin 1-4 sebelumnya masih membuatmu ragu untuk meyakini bahwa dia adalah jodohmu, carilah petunjuk melalui sholat istikharah dan berdoalah kepada-Nya memohon petunjuk terbaik. Kalau kamu detil memperhatikan, biasanya ada tanda-tanda yang Allah berikan dari peristiwa di sekelilingmu.


Jodoh memang tak bisa ditebak. Tapi adakalanya dapat kamu rasakan kehadirannya di dalam hatimu. Semoga engkau yang masih berikhtiar Allah berikan kemudahan dan kelancaran menemukan separuh jiwamu untuk menyempurnakan agamamu… 💕

💙💚💜

#ODOP #EstrilookCommunity #Day4

Rasulullah, Suri Teladan Yang Memikat Hati Semua Orang

Rasulullah Saw adalah sebaik-baiknya panutan dan teladan bagi umat muslim. Akhlaknya, perilakunya, ucapannya, dan semua yang ada pada dirinya merupakan hal terbaik yang ada pada diri manusia.Tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba ingin memiliki karakter selembut Rasulullah.

Dari al-Bara’ bin Azib RA berkata, “Rasulullah Saw adalah orang yang paling bagus wajahnya, paling baik akhlaknya, tidak terlalu tinggi dan tidak pendek..” (HR. Bukhari).

Penampakan postur tubuh beliau sedang, dengan bahu yang bidang, dan potongan rambut yang sepanjang telinga.

Dari Abu Ishak, Sabi’I berkata, ada seseorang yang bertanya kepada al-Bara’ bin Azib, “Adakah wajah Rasulullah Saw seperti pedang?” Beliau berkata, “Tidak, akan tetapi seperti bulan,” (HR. Bukhari).

Selain beberapa ciri di atas, ada lagi sifat Rasulullah yang sungguh menarik, yaitu bahwa beliau ternyata seorang yang sangat pemalu.

 Abu Said Al Khudri pernah berkata tentang beliau, “Rasulullah Saw lebih pemalu daripada gadis pingitan, apabila beliau melihat sesuatu yaHng tidak beliau sukai, maka kami bisa melihat dari raut wajahnya,..” (HR. Bukhari).

Rasulullah juga merupakan manusia yang sangat peduli dan berempati kepada orang lain. Kecintaannya kepada anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang lemah merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang hendaknya kita ikuti.

Meskipun beliau sangat benci kepada orang kafir, namun beliau tidak pernah membenci individunya, melainkan hanya membenci perbuatannya. 

Dalam hal berbisnis dan networking pun Rasulullah merupakan sumber teladan untuk kita. Kesempurnaan karakternya sangat menarik di mata semua orang.

Kisah Sandal Rasulullah


Sebegitu mulianya diri Rasulullah, sehingga ada satu kisah tentang sandal beliau saat mengalami peristiwa agung, Isra Miraj. Malam itu Malaikat Jibril datang menghampiri beliau Rasulullah, tetapi bukan untuk menyampaikan wahyu seperti biasanya, melainkan untuk mengajak Rasulullah melakukan sebuah perjalanan suci atas perintah Allah Swt.

Malaikat Jibril menjelaskan, perjalanan agung ini bukan sekadar melintasi alam dunia ke Masjid Al-Aqso. Lebih dari itu, akan melintasi alam malakut dan berakhir di alam a’laa untuk menerima perintah salat secara langsung dari Allah Swt. Allah sendiri telah menyiapkan Buraq sebagai kendaraan khusus dan istimewa bagi Rasulullah Saw.

Mendengar penjelasan Malaikat Jibril tentang kesucian dan agungnya perjalanan ini, Rasulullah kemudian melepas sandalnya saat menghampiri Buraq. Saat itu Rasululullah teringat kisah Nabi Musa (QuranSurat Toha ayat 12) yang melepas sandalnya ketika memasuki gua suci untuk mendengarkan kalam Allah secara langsung.

Malaikat Jibril pun menegur Rasulullah,

“Ya Rasul, dahulu Nabi Musa melepas sandalnya karena memang perintah Allah. Adapun sekarang tidak ada perintah Allah kepadaku agar engkau melepaskan sandalmu itu wahai Rasul. Karena itu pakailah kembali sandal tersebut”

Rasul pun memakai kembali sandalnya. Beliau lalu melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqso, kemudian menuju ke langit, bahkan sampai ke Arsy, dan sandal tersebut tetap ikut dengan beliau.

Dari kisah sandal ini tercermin bagaimana tingginya kedudukan beliau jika dibandingkan dengan seluruh makhluk. Sandal beliau saja begitu mulia dan terhormat, apalagi diri pribadi Rasulullah Saw.

Betapa banyak suri teladan yang dapat kita ambil dari beliau Rasulullah Saw. Seyogyanya kita sebagai umat kesayangannya dapat menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang telah beliau contohkan sejak zaman kenabian dahulu.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad…

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kebaikan dan keimanan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Baca juga : Kisah Cinta Pertama sang Nabi

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day3



Kenapa Perempuan Harus Bahagia??

Beberapa hari terakhir ini, begitu viral di media sosial topik tentang Sekolah Ibu bagi perempuan. Dengan tujuan untuk menghindari terjadinya perpisahan dalam rumah tangga, topik ini menjadi menarik dibahas di era kesetaraan gender saat ini. Banyak pro dan kontra muncul dari tulisan sang pejabat yang dulunya adalah seorang artis sinetron tersebut di akun Instagramnya.

Tapi, saya tak hendak berkomentar tentang hal itu. Dalam setiap perencanaan kebijakan, pasti akan ada yang namanya pro dan kontra. Dan kamu pasti tahu, masyarakat kita juaranya kalau soal adu argumentasi seperti itu.
Karena saya adalah seorang perempuan, maka saya ingin menyoroti dari kacamata sebagai seorang perempuan pula.

Semua orang tahu bahwa kehadiran seorang perempuan atau ibu dalam sebuah rumah tangga, bak lentera dalam kegelapan. Begitu kelam dan sunyi rasanya apabila rumah tangga kehilangan sentuhan kaum hawa. 

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana rasanya jika ibu yang sangat kita sayangi sedang dalam kondisi sakit? Rumah yang biasanya ramai oleh rentetan suara tawa dan omelan ibu, mendadak sepi. Bisa jadi berantakan pula, karena tak ada tangan lembut namun kokoh yang biasanya menata dan membersihkannya. Dunia serasa kehilangan mataharinya.

Dari kondisi di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa keberadaan seorang perempuan dalam rumah tangga amat sangat penting sekali (luberrrr banget nih, kalimatnya hehhee…).

Bukan berarti keberadaan laki-laki nggak penting, lho, ya. Justru, laki-laki sebagai kepala keluarga adalah tonggak dan tiangnya sebuah rumah tangga. Maka, sebagai seorang nakhoda dari kapal yang sedang berlayar, ia harus sangat berhati-hati membawa kapal dan penumpangnya mengarungi lautan lepas. Agar apa? Agar saat muncul badai di lautan, kapalnya tidak menjadi karam.

Caranya bagaimana? Bekerjasamalah dengan pasangan hidupmu mencari jalan dan solusi terbaik agar kapal itu tidak karam di lautan. Seorang nakhoda tetap butuh saran dan nasihat, sementara penumpang juga butuh orang yang pintar untuk mengendalikan kapalnya.

Sebenarnya, perempuan itu mudah, lho, diambil hatinya. Buatlah ia BAHAGIA secara hati atau batin terlebih dahulu. Kalau perempuan sudah tersentuh hatinya, apapun yang diminta laki-laki pasti ia ikhlaskan. Jangankan cuma hatinya, harta dan dirinya pun akan ia ikhlaskan untuk pria yang dicintainya. 

Masih ingat kisah Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu anha? Betapa beliau yang adalah seorang wanita kaya dan terpandang Quraisy rela menikah dan menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah, karena jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Muhammad.

Apa sesungguhnya yang membuat Ummul Mukminin Khadijah r.a menolak lamaran para pemuka masyarakat Arab saat itu, dan justru menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh pemuda yatim piatu yang diriwayatkan lebih muda 15 tahun dari dirinya tersebut? Tidak lain dan tidak bukan karena KELUHURAN AKHLAK Muhammad. Betapa luhur dan baiknya akhlak seorang suami terhadap istrinya merupakan salah satu cara agar perempuan sampai pada level BAHAGIA dalam menjalani kehidupannya.

Kalau hati perempuan atau seorang ibu sudah ada pada level BAHAGIA tadi, dijamin, insya Allah, kehidupan rumah tangga dan anak-anakmu juga bahagia.

“…Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku…” (Hadits Riwayat At-Thirmidzi)

Nah, sekarang kita bikin list, yuk, kenapa seorang perempuan itu harus dan wajib BAHAGIA?

Perempuan adalah Seorang Istri

Keceriaan dalam rumah tangga ada pada bahagianya seorang istri. Istri yang bahagia akan membuat hati suaminya bahagia, rezeki suami barokah, dan hati suami pun menjadi tenang.

Perempuan adalah Seorang Ibu

Kebahagiaan seorang perempuan akan menular pada anak-anaknya. Perempuan yang bahagia akan mampu mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anaknya secara bahagia pula. Jangan lupa bahwa naluri ibu dan anak itu sering terhubung. Apabila ibunya stres, uring-uringan, tertekan, dan dalam kondisi yang tidak bahagia, anak pun dapat tertular kondisi demikian.

Jadi sebagai kepala keluarga, sangat penting bagi seorang suami untuk menjaga perasaan istrinya, karena itu juga berarti menjaga kebahagiaan anak-anaknya.

Perempuan adalah Makhluk Perasa, Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok

Tipikal perempuan sebenarnya mudah memaafkan. Walaupun terlihat lebih emosional dibandingkan laki-laki, tapi setelah kondisi mereda biasanya hati mereka pun cepat luluh kembali. Dan ini memang sudah diatur dari sananya.

Betapa kita tak pernah tahu maksud dari Allah Swt menciptakan perempuan dengan segala keunikan karakternya. Kaum pria harus ekstra hati-hati meluruskan tulang rusuk yang bengkok ini, karena kalau salah cara, tulangnya jadi patah, gelasnya pun jadi pecah. Gawat, deh… ☺

Keunikan lainnya, meski sekilas tampak rapuh, bukan rahasia lagi jika sebenarnya ketahanan perempuan justru lebih besar berkali-kali lipat daripada laki-laki. Itulah kenapa, lebih banyak kasus perselingkuhan dilakukan oleh pria daripada wanita, karena wanita sebenarnya lebih tahan banting kala menghadapi banyak tekanan dalam kehidupannya.

Meski demikian, tak ada satupun pembenaran, ya, bahwa adanya konflik dalam rumah tangga kemudian menjadikan bolehnya menjual kesetiaan. Ohh… tidakkk!! Kau tak boleh melakukan itu…!! *kata Sponge Bob

Bukan bermaksud untuk subyektif beropini karena saya adalah perempuan. Tapi memang suatu fakta bahwa perempuan yang BAHAGIA adalah kunci dari bersinarnya rumah tangga. Rasanya tak perlu jauh-jauh mengikuti Sekolah Ibu untuk mengurangi konflik dalam rumah tangga bagi perempuan, jika saja seorang kepala keluarga mampu menjadi guru dan pemimpin terbaik bagi istrinya.

Intinya, dalam suatu rumah tangga harus ada keinginan untuk sama-sama terus belajar dan saling memperbaiki diri dari keduanya, bukan hanya salah satu pihak saja ☺ Wallahu a’lam… 💕

💙💚💜

#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Kalimat Motivasi Ini untukmu yang Merasa “I Am Nothing”

Manusia diberikan nikmat lebih tinggi daripada makhluk hidup lainnya dalam hal karunia akal dan pikiran. Hal inilah yang mampu mengontrol kehidupan kita dan sejatinya menghindarkan kita dari keadaan mendzolimi diri sendiri.

Apakah kau tahu arti mendzolimi diri? Ya, segala hal yang berkaitan dengan penurunan nilai-nilai positif kualitas diri termasuk dalam kategori ini. 

Menganggap diri tak berguna dan tidak memiliki kelebihan sama sekali. Selalu pesimis dan tak tahu bagaimana caranya menggali potensi agar menumbuhkan rasa percaya diri. Dan sederet rasa I am nothing lainnya.

Apa saja yang dapat kau lakukan untuk meminimalisir rasa tersebut?

Benahi bagian “dalam” terlebih dahulu

Perbaikan kualitas diri hendaknya dilakukan dari dalam ke luar, Maksudnya, lakukan perbaikan dari pola hidupmu sendiri terlebih dahulu, seperti pola makan, pola istirahat, waktu untuk beribadah, bekerja, belajar, dan sebagainya.

Kurangi kegiatan tidak penting yang dapat mempengaruhi menumpuknya sampah pada pikiranmu, salah satunya seperti penggunaan gadget yang berlebihan (untuk hal yang tidak perlu). Kecuali pekerjaan atau bisnismu memang menuntutmu untuk harus selalu menggunakan gadget.

Jangan pernah berhenti belajar dan mengisi “gelasmu” dengan air yang baru. Kehidupan adalah sekolah yang tiada pernah usai. Selalu kosongkan gelasmu dan rendahkan hatimu agar dapat terus menerima ilmu baru tanpa pernah merasa digurui.

Move on dari masa lalu

Setiap orang pasti memiliki kenangan masa lalu, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Apabila tak berhati-hati mengelolanya, engkau akan terperangkap dalam ikatan penyesalan, atau sebaliknya, dalam euforia kebahagiaan masa lalu yang tak berkesudahan. Padahal kita hidup di masa sekarang dan masa depan, bukan pada masa lalu. Perlu mulai memastikan target untuk masa depan, bukan hanya terjebak pada zona nyaman masa lalu.

Fokus pada kelebihanmu

Tak perlu ragu. Percayalah, kita semua pasti punya kelebihan. Jika belum merasakan hal itu, bisa jadi karena engkau belum menemukan potensimu sebenarnya. Coba tanyakan 2 hal ini pada dirimu :

  • Apa kegiatan/hobi yang kau sukai dan rela tak dibayar sekalipun saat mengerjakannya?
  • Apakah engkau lebih nyaman dalam keramaian, atau sebaliknya, menyukai kesendirian dan jauh dari publisitas?

Dua pertanyaan diatas cukup mampu membantumu menemukan kelebihan dirimu. Dari kelebihan ini engkau dapat mengembangkannya lagi menjadi aktivitas yang menghasilkan. Apabila kelak sudah berjalan pada jalurnya, kita dapat memfokuskan lagi bidang khusus apa yang ingin dipelajari dan ditekuni lebih dalam.

“Saya tidak takut kepada orang yang mempelajari 10.000 jurus sekaligus. Saya hanya takut kepada orang yang berlatih 1 jurus selama 10.000 kali…” (Bruce Lee)

Selamat berlatih dan menggenapkan 1 jurus dalam 10.000 jam terbang., karena hanya engkau yang bisa menemukan dan mengembangkan potensi dirimu. Orang lain hanya mampu memotivasi… 💕

💙💛💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day1