Arsip Kategori: Kesehatan

Pengalaman Ruqyah di BRH Centre, Yogyakarta

pengalaman ruqyah BRH Centre Yogyakarta

Beberapa tahun yang lalu, saya ingat sekali, metode penyembuhan dengan cara ruqyah atau di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut dengan rukiah, menjadi metode penyembuhan yang cukup populer. 

Begitu populernya metode ini sehingga stasiun televisi swasta banyak yang menayangkan proses penyembuhan lewat terapi ruqyah sebagai program rutin mingguan yang peminatnya terus meningkat. Biasanya, ruqyah untuk tayangan program televisi ini dilakukan secara masal di dalam satu ruangan dengan banyak orang sekaligus. Terdapat beberapa ustaz dan ustazah yang membantu mengawasi jalannya ruqyah, sekaligus menenangkan para pasien yang di-ruqyah.

Lalu, kesan pertama apa yang nyantol di kepala saya saat itu?

Yup … kesan pertama adalah, ruqyah hanya diperuntukkan bagi penyakit-penyakit nonmedis saja, seperti gangguan jin, guna-guna, dan gangguan tak kasat mata lainnya yang berhubungan dengan sesuatu yang gaib.

Kedua, proses penyembuhan yang terjadi saat pasien di-ruqyah cukup bikin saya gemetar dan merinding. Kalau enggak teriak-teriak, guling-guling, mual, muntah, sampai kepada proses yang menurut saya cukup ekstrem, yaitu tak sadarkan diri.

Sampai di sini, itu dua kesan pertama yang saya rasakan gara-gara dulu sering melihat program ruqyah di televisi. Benarkah faktanya memang demikian? Apakah proses penyembuhan pasien ruqyah harus selalu ekstrem seperti itu? Yuk, baca cerita saya selanjutnya!

Manfaat Ayat Al-Qur’an

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. ”

(QS. Al-Isra’: 82)

Sekitar tahun 2012, saya pernah mengantar Ibu ke salah satu klinik pengobatan thibbun nabawi atau metode pengobatan Islam yang disunahkan Rasulullah saw., yaitu melalui ruqyah dan bekam (al hijamah). Jika ruqyah adalah pengobatan hati dan psikis melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, bekam adalah metode pengobatan secara fisik dengan cara menyedot darah kotor dari dalam tubuh agar penyumbatan darah tidak terjadi. Istilah kerennya, bekam adalah proses detoksifikasi yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit dalam tubuh kita.

Saat itu, ibu saya mengalami batuk berkelanjutan yang akhirnya membuat napas beliau menjadi sesak dan cepat lelah. Efek lainnya, batuknya sudah mulai bercampur darah. Ini cukup mengkhawatirkan. Selain melakukan pengobatan ke dokter, atas saran keluarga, Ibu juga berobat ke salah satu klinik ruqyah dan bekam sebagai pengobatan alternatif selain pengobatan medis. Inilah pertama kalinya saya punya pengalaman mengantar Ibu melakukan penyembuhan dengan cara ruqyah.

Metodenya sama dengan yang saya saksikan di program tayangan televisi beberapa tahun sebelumnya, dengan cara pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Ustaz yang menerapi Ibu. Bedanya, ruqyah dilakukan di dalam ruangan tersendiri, seperti ruang klinik di rumah sakit modern.

Saya yang ikut masuk ke dalam ruangan klinik mendadak terdiam dan menunggu dengan deg-degan saat Ustaz yang menerapi melantunkan ayat suci dengan bacaan yang sangat indah. Apakah Ibu juga akan mengalami mual, muntah, atau efek lain seperti yang saya lihat di televisi? Alhamdulillah, ternyata tidak, Gaesss …. Ibu terlihat khusyuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an sampai selesai. Setelahnya, Ustaz bertanya, apa yang Ibu rasakan? Kata Ibu, dia merasakan aliran hangat di bagian punggung atas.

Terapi ruqyah terhadap Ibu ini dilakukan beberapa kali dalam waktu 2 atau 3 bulan bersamaan dengan terapi bekam sekaligus, sampai akhirnya kondisi Ibu membaik dan pernapasannya kembali lega. Masya Allah.

Dari pengalaman ini, kesan saya bahwa terapi ruqyah hanya diperuntukkan bagi mereka yang terkena penyakit nonmedis menjadi sirna seketika. Ternyata kekuatan ayat Al-Qur’an memang luar biasa sebagai penyembuh bagi segala macam penyakit.

Oya, teman-teman pernah membaca artikel tentang hasil penelitian ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto belum? Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Masaru Emoto melakukan penelitian adanya hubungan antara kekuatan doa dan perubahan bentuk molekul air. Molekul air yang dibacakan kalimat doa memiliki bentuk yang indah dan teratur, sementara air yang diberi kata hujatan atau kebencian memiliki bentuk molekul tak teratur, pecah, dan berantakan.

terapi penyembuhan ruqyah
Foto molekul air sesuai kalimat yang diucapkan. (Image: Pinterest.com/beforeitsnews)

Kalau air yang benda mati saja mampu berubah strukturnya menjadi lebih baik setelah dibacakan doa, apalagi kita yang dikaruniai miliaran sel otak sebagai makhluk hidup terbaik ciptaan-Nya.

Dari hasil penelitian ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa air yang telah dibacakan ayat Al-Qur’an dapat digunakan sebagai sarana terapi bagi siapa pun yang sedang sakit. Bukankah 75℅ tubuh kita terdiri atas cairan?

Ini bukanlah hal yang berbau syirik atau terlarang, asal tidak dicampur dengan metode lainnya, seperti mantra, pengobatan menggunakan hewan, memindahkan penyakit ke makhluk hidup lain, dan perbuatan sejenis yang dilarang agama.

Pengalaman kedua berhubungan dengan ruqyah kembali saya alami saat mengantar anak saya yang saat itu berusia 3 tahun untuk melakukan ruqyah. Wah, kok dari dulu tugas saya cuma mengantar aja, ya? Kapan nyobain ruqyah sekalian? Ya mau gimana lagi, wong yang sakit bukan saya, kok. Alhamdulillah, saya merasa sehat-sehat aja secara lahir dan batin. Malah saya baru tahu saat itu bahwa anak saya ternyata memang agak “sensitif” dengan hal-hal yang enggak kelihatan. Jadilah, salah satu terapi yang harus dilakukan adalah dengan cara ruqyah.

Pengalaman Pertama Ruqyah secara Syar’i

Siapa sangka … tahun 2021 ini ternyata Allah mengizinkan saya untuk melakukan ruqyah, meski di klinik yang berbeda dengan klinik terdahulu. Sebenarnya keinginan ruqyah ini sudah tebersit sejak tahun 2018 lalu. Entah kenapa, rasanya pengen aja membersihkan diri. Namun, keinginan ini tidak pernah terwujud. Saya selalu merasa ragu-ragu. Apa boleh kalau orang yang enggak sakit minta di-ruqyah? Berdosa enggak? Berbagai macam pikiran berkecamuk di benak saya.

Saya pernah membaca status di media sosial tentang pengalaman seorang pebisnis perempuan dan internet marketer yang melakukan terapi ruqyah karena ingin mencoba sekaligus membersihkan dirinya. Saat di-ruqyah, dia merasa tenang dan khusyuk mendengar ayat-ayat yang dibacakan. Tidak ada masalah apa pun dalam dirinya. Namun tetap saja, setelah membaca postingan tersebut, saya masih tetap ragu, apakah diperbolehkan melakukan ruqyah tanpa ada penyakit apa pun?

Sebenarnya tahun 2018 lalu, ada seorang sahabat yang bilang ke saya, “Mbak, kok aku merasa antara aku dan kamu tuh kayak dipisahkan ‘tembok’, ya? Aku enggak bisa merasakan apa yang kamu pikirkan.” Waktu itu, saya dan dia memang sedang duduk bersisian. Saya cuma bengong. Apa maksudnya? Teman saya juga cuma diam. Tampaknya, dia masih menerka perasaannya.

Saya enggak kaget dengan sahabat satu ini. Dia memang punya indra yang “sensitif”. Dia ingin sekali menghilangkan indranya ini dengan berbagai cara karena sering merasa tersiksa–katanya. Namun, qadarallah, kemampuannya ini belum hilang juga, malah tambah peka seiring usia.

Saya sebagai sahabatnya kadang kasihan juga, tetapi hanya bisa mendoakan, semoga Allah Swt. selalu memberikan kesabaran dan perlindungan terbaik kepadanya. Saya bilang, kalau memang sudah sering ruqyah, tetapi kemampuannya belum hilang juga, terima saja. Yang penting tidak merembet menjadi hal yang dilarang sebagai seorang muslim, seperti jadi peramal kayak Roy Kiyoshi, misalnya. 😀

Singkat cerita, teman saya bilang, dia seperti melihat ada “tembok” yang memisahkan antara dia dan saya. Waktu saya tanya lebih detail, dia enggak tahu itu tembok apaan. Baiklah, saya pun akhirnya mengabaikannya. Sebenarnya sudah ada dorongan untuk ruqyah, tetapi saya ragu karena teman saya juga tidak menyarankan apa-apa.

Setelah 3 tahun berlalu, qadarallah, Allah memberi jalan dan solusi lewat seorang tetangga yang bertamu ke rumah saya. Tetangga ini berkunjung sambil membawa cucunya yang masih kelas 5 SD. Sepulang dari rumah kami, esoknya si Nenek bercerita bahwa cucunya yang punya indra sensitif itu ternyata melihat ada pagar tak kasat mata yang mengelilingi saya. Yaa Robb … kok bisa sama ya dengan apa yang dilihat sahabat saya tahun 2018 lalu? Saya yang enggak paham soal aneh-aneh begini cuma bisa istigfar, sekaligus bersyukur.

Alhamdulillah, ada banyak sekali orang baik yang ditunjuk Allah untuk selalu membantu dan menyayangi saya. Ya, meskipun yang enggak suka juga pasti ada, tetapi tidak perlulah kita fokus ke hal tersebut, ya. Bukankah tugas kita sebagai manusia adalah berbuat kebaikan semaksimal mungkin dan selalu memohon tetap istikamah di jalan-Nya? Menjadi sempurna tentulah tak mungkin. Pasti sesekali ada khilaf yang kita lakukan sebagai manusia.

Akhirnya, saya disarankan ruqyah oleh si anak kecil yang masih kelas 5 SD itu untuk membersihkan halangan-halangan yang tak terlihat. Jadilah, saya kemudian googling tempat ruqyah di Yogyakarta. Dari banyak klinik ruqyah yang ada di Yogyakarta, akhirnya pilihan jatuh pada Baitul Ruqyah wal Hijamah (BRH) Centre yang ada di Jl. Nyi Pembayun No. 14, Kotagede, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 14 kilometer dari rumah. Lumayan jauh, sih, tetapi saya mantap memilih klinik itu.

klinik bekam ruqyah BRH Centre Yogyakarta
Klinik Ruqyah BRH Centre, Yogyakarta. (dok. pribadi)

Saat saya tiba di BRH Centre, klinik dengan bangunan sederhana ini tampak sepi, tidak ada antrean seperti testimoni yang saya baca di Google Maps. Mungkin karena masih masa pandemi juga, ya. Saya bersyukur langsung dilayani oleh seorang Ukhti di bagian pendaftaran dan disuruh menunggu sebentar karena ustaznya sedang keluar. Saat saya mengantre, datang lagi pasien baru hendak mendaftar. Seorang ibu muda yang tampak enerjik ingin mendaftarkan anaknya yang autis untuk di-ruqyah. Masya Allah, terbukti, ternyata ayat-ayat Allah memang penyembuh dari berbagai macam penyakit, batin saya.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, Pak Ustaz akhirnya datang. Saya diminta berwudu terlebih dahulu oleh Ukhti yang melayani pendaftaran, kemudian mengenakan mukena, dan diminta masuk ke ruangan kecil untuk ruqyah. Ruangan ini terbuka dan bisa dilihat dari luar. Pak Ustaz meminta saya duduk menghadap kiblat. Entah kenapa, hati saya mulai dag dig dug duerrrrr …. Haduh, apa yang akan terjadi dengan saya selanjutnya? Bagaimana kalau nanti saya mual, jatuh, atau pingsan? Lebay deh pokoknya kalau ingat waktu itu.

Saat Ustaz mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, bibir saya juga komat-kamit mengikuti bacaan tersebut tanpa bersuara. Meski bibir ikut mengaji, tetapi tak dapat dibohongi, hati saya masih deg-degan. Saya berusaha menenangkan diri dan meyakinkan bahwa saya sadar secara penuh dan baik-baik saja.

Pandangan saya mulai fokus pada satu kotak tisu dan ember kecil yang diberi kantung plastik bersih di depan saya. Kalau seumpama mual, berarti saya harus langsung mengambil ember itu, pikir saya. Tentu saja, masih dengan pikiran yang tidak karuan.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya saya mulai tenang dan enggak mikir aneh-aneh lagi. Kenapa sih saya harus takut dengan prosesnya? Bukankah ini untuk kebaikan? Mual, muntah, dan sejenisnya yang saya lihat di televisi mungkin tergantung kekuatan tubuh masing-masing orang. Ibu dan anak saya saja dulu waktu di-ruqyah baik-baik saja, enggak sampai ekstrem seperti itu. Lagian, bukankah efek itu menandakan adanya proses detoksifikasi dan pembersihan tubuh? Saya berusaha meyakinkan diri sendiri.

Sekitar 20 menit mungkin proses ruqyah dilakukan. Sampai akhir ayat dibacakan, saya masih duduk diam dan dalam keadaan sadar, tanpa ada ketakutan seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya. Saya ingat, Ustaz sempat memegang ubun-ubun dan menepuk-nepuk punggung saya ketika membaca ayat Al-Qur’an tadi. Hati saya pun menjadi lega. Alhamdulillah. Terima kasih, Ya Allah, saya sudah berhasil melawan ketakutan saya sendiri.

Oiya, saat memegang kepala dan menepuk punggung saya, Ustaz menggunakan sarung tangan berbahan kulit tebal sehingga kita tak perlu merasa khawatir bersentuhan dengan yang bukan mahram. Prosesnya syar’i, insya Allah.

Setelah selesai, saya diberi minum segelas ramuan herbal seperti jamu. Beliau kemudian menanyakan, apa yang saya rasakan, dan sudah berapa lama merasa badan enggak beres. Saya pun menceritakan semua yang saya alami dengan penuh kepolosan. Iya, saya polos banget kalau soal yang aneh-aneh begini. 🙂

Beliau bilang, memang ada sedikit gangguan, tetapi tidak perlu dibahas gangguan itu asalnya dari mana. Ustaz juga bertanya, apakah saya sering mimpi buruk? Karena adanya gangguan juga bisa ditandai dari mimpi buruk.

Pokoknya, kalau ada rasa enggak nyaman di tubuh kita, segera cari obat dan solusinya, itu lebih baik, pesan beliau. Tidak perlu memikirkan masalahnya dari mana, yang penting fokus ke solusinya. Masya Allah, adem sekali hati saya mendengar nasihat Ustaz yang sudah paruh baya dengan jenggot putih di bawah dagu.

Sepulang dari sana, Ustaz membawakan sebotol air putih yang sudah dibacakan doa. Beliau juga berpesan agar kita sering melakukan ruqyah mandiri di rumah dengan segelas atau sebotol air yang dibacakan ayat Kursi, surah An Naas, dan Al Ikhlas sehabis salat Magrib.

Apa yang Dirasakan Setelah Ruqyah?

Sesampai di rumah, saya kembali googling tentang Klinik Ruqyah BRH Centre. Kalau besok ada saudara atau teman di Yogyakarta yang sakit, pasti saya akan merekomendasikan klinik ruqyah ini karena penyembuhannya sesuai dengan syariat. Memangnya ada, ya, ruqyah yang tidak syar’i? Berdasarkan referensi yang saya baca, kalau metode penyembuhan ruqyah-nya dicampur dengan metode lain yang tidak ada panduannya, seperti tenaga dalam, atau menggunakan penerawangan, dan semacamnya, dianggap tidak sejalan dengan syariat. (Hidayatullah.com, 16/4/2014)

Saya juga baru tahu kalau BRH Centre merupakan klinik ruqyah pertama yang ada di Yogyakarta sejak tahun 2009. Pemiliknya Ustaz Fadhlan Adham Hasyim, Lc. , yang merupakan perintis sekaligus Ketua ARSYI (Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah Indonesia). Masya Allah, bersyukurnya saya bisa diterapi oleh beliau.

Lalu, apa yang saya rasakan setelah di-ruqyah?

Yang pertama, lega. Alhamdulillah.

Yang kedua, seperti merasa lahir kembali. Bingung enggak, lahir kembali itu rasanya kayak apa? 😀 Hmmm … gimana jelasinnya, ya?

Yang ketiga, sampai satu minggu setelah selesai ruqyah, badan terasa ringan, melayang-layang. Ini seperti kalau kamu habis pijat, badannya jadi enak dan lemas.

Yang keempat ini agak susah kalau kamu lagi banyak kerjaan. 😀 Iya, karena badan terasa enak, jadinya malah ngantuk terus. Akhirnya saya menggunakan kesempatan itu untuk lebih banyak beristirahat. Kerja online tetap, tetapi saya kurangi porsinya. Lebih mengikuti maunya tubuh aja gimana.

Jika ingat pengalaman ruqyah beberapa minggu lalu, tak henti-hentinya saya mengucap syukur kepada Allah Swt. Betapa Dia Yang Mahakuasa sudah begitu baik kepada saya yang fakir ilmu dan banyak dosa ini. 🥺 Tak terhitung lagi betapa banyak limpahan rahmat dan karunia-Nya. Hikss … jadi terharu ….

Teman-teman yang membaca tulisan ini, apakah ada yang pernah punya pengalaman ruqyah juga? Kalau iya, apa yang teman-teman rasakan setelahnya? 🙂

Baca Juga

pengalaman ruqyah yogyakarta

Pengajuan Asuransi Kesehatan secara Online

“Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya ….”

asuransi kesehatan secara online

Ungkapan tersebut sering saya dengar sejak kecil dahulu, tetapi kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Yup, betapa perencanaan terhadap kesehatan masih sangat minim dilakukan, meski kita tahu bahwa asuransi kesehatan penting untuk masa depan. Bukan hanya diri sendiri, melainkan juga untuk kebutuhan perawatan seluruh anggota keluarga.

Tahukah teman-teman bahwa meningkatnya pengguna internet di Indonesia dari tahun 2019 yang berjumlah 171 juta pengguna menjadi 196,7 juta jiwa di tahun 2020 memunculkan banyak layanan digital yang semakin memudahkan masyarakat mengakses segala sesuatu secara online. Salah satu pelopor marketplace di bidang layanan finansial, asuransi, dan investasi yang banyak membantu penggunanya adalah CekAja.com.

CekAja yang didirikan pada bulan April 2014 di bawah perusahaan C88 Financial Technologies Pte. Ltd ini menyediakan banyak layanan finansial secara online, antara lain dalam bentuk pemberian kredit tanpa agunan (KTA), pinjaman untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), asuransi, hingga investasi.

Dengan karyawan berjumlah sekitar 185 orang, situs CekAja.com mengalami peningkatan kunjungan menjadi 28 juta pengguna pada tahun 2017 atau meningkat sebesar 65% dari tahun 2016. Ini membuktikan bahwa CekAja sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena kemudahan, keamanan, dan kualitas yang ditawarkan.

Berbeda dengan layanan sejenis lainnya, CekAja tidak hanya menjual produk saja, tetapi juga menyediakan layanan perbandingan antara produk satu dengan lainnya sehingga pengguna bebas memilih sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, untuk layanan asuransi kesehatan, CekAja bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi, seperti Cigna, Ciputra Life, dan PFI Mega Life. Pengguna bisa memilih dan membandingkan jenis asuransi yang ditawarkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, baik dari jumlah uang pertanggungan, premi yang harus dibayar, sampai keuntungan lain dari masing-masing perusahaan asuransi tersebut. Membantu sekali pastinya.

Kita sama-sama tahu ‘kan bahwa pengguna asuransi kesehatan setahun terakhir ini memang mengalami peningkatan pesat. Pandemi COVID-19 membuat banyak masyarakat kian sadar, betapa pentingnya mempersiapkan dana cadangan agar kondisi keuangan tetap stabil saat ada anggota keluarga yang sakit. Asuransi kesehatan juga membantu penggunanya lebih disiplin mengelola keuangan untuk hal yang bermanfaat.

Pengajuan Asuransi Kesehatan Online Melalui CekAja

Lalu, bagaimana cara pengajuan asurasi kesehatan melalui situs CekAja? Perhatikan langkah berikut ini, ya!

  1. Kamu tinggal membuka situs CekAja.com dan memilih menu Asuransi Kesehatan di halaman utama.
asuransi kesehatan online
Langkah 1

2. Pilih asuransi yang diinginkan, lalu klik tombol biru Cek Aja di Sini.

asuransi kesehatan online
Langkah 2

3. Pilih tombol biru Permintaan Penawaran .

asuransi kesehatan online
Langkah 3

4. Silakan isi formulir kelengkapan data diri dan ikuti panduan selanjutnya.

asuransi kesehatan online
Langkah 4

Setelah formulir pengajuan asuransi kesehatan online diisi secara lengkap, jangan lupa menyertakan beberapa dokumen lain yang dibutuhkan, yaitu:

  1. Fotocopy/scan KTP
  2. Akta Kelahiran
  3. Kartu Keluarga, dan
  4. Bukti pembayaran premi pertama

Nah, bagaimana? Proses pengajuannya sangat mudah, bukan?

Keuntungannya Apa Saja, sih?

“Lo, ‘kan sudah ikut asuransi BPJS dari pemerintah? Kenapa harus ikut asuransi kesehatan lainnya?” Pertanyaan ini mungkin ada dalam benak sebagian orang.

Perlu kamu ketahui, asuransi kesehatan swasta memiliki beberapa fasilitas layanan yang dapat dijadikan nilai plus. Kerja sama dengan banyak rumah sakit, pelayanan yang lebih cepat, memperoleh uang santunan (uang pertanggungan) adalah kelebihan dari asuransi swasta. Jadi, jika memungkinkan, ada baiknya kamu juga menjadi peserta asuransi kesehatan swasta disamping sebgai peserta jaminan kesehatan dari pemerintah. Apalagi pengajuan dokumen sebagai peserta asuransi kini sangat mudah dilakukan.

Melalui asuransi kesehatan online yang difasilitasi oleh CekAja.com, kamu tidak perlu datang langsung ke perusahaan asuransi yang bersangkutan karena semuanya dapat dilakukan dengan bantuan internet. Pembayaran premi asuransi dan pengajuan klaim pun dilakukan secara online setelah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Manfaat lainnya, asuransi kesehatan setidaknya dapat memperkecil kesulitan keuangan yang terjadi akibat sakitnya salah satu anggota keluarga. Biasanya kita baru sadar akan pentingnya asuransi setelah mengalami sesuatu yang tidak diinginkan sehingga pengeluaran tak terduga menjadi bertambah.

Bagaimanapun, doa terbaik senantiasa terpanjat untuk teman-teman semua, semoga diberikan kesehatan dan kehidupan yang berkah. Untuk informasi tentang asuransi kesehatan secara online lainnya, kamu bisa baca di https://www.cekaja.com/asuransi-kesehatan ya. Salam sehat selalu dari saya. 🙂

Baca Juga

asuransi kesehatan secara online

Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan, Sungguh di Luar Dugaan

Setiap musim durian tiba, saya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat cara para penggemar buah ini menyantap buahnya. Rasanya kok nikmaaattt sekali, ya? Maklum, saya enggak pernah suka buah ini. *hiksss. Sejak kecil, saya hanya suka dengan aromanya. Kadang dalam bentuk permen, atau sebagai esens aroma untuk kue kering yang dibuat oleh Ibu. Sampai pada akhirnya, saya menemukan potongan artikel tentang manfaat buah durian di salah satu surat kabar.

manfaat buah durian
Manfaat buah durian ternyata luar biasa bagi tubuh kita. (Sumber: Pexels.com/TomFisk)

Buah durian yang memiliki nama latin Durio zibethinus ini merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara dan sering disebut dengan King of Fruit, alias rajanya buah. Di Indonesia sendiri, daerah penghasil durian terbesar ada di Pulau Kalimantan.

Dengan ciri khas kulit yang berduri, daging bertekstur krim, serta aroma yang menyengat, buah ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah durian juga memiliki kandungan nutrisi berupa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Kamu kepo enggak, apa saja manfaat buah durian untuk kesehatan? Yuk, kita baca bareng-bareng, ya!

1. Melancarkan Pencernaan

Manfaat buah durian yang pertama adalah melancarkan pencernaan. Durian mengandung serat yang tinggi sehingga dapat mengatasi sembelit dan meningkatkan kekuatan pencernaan. Wah, bagus dong untuk kamu yang sehari-hari kurang serat.

Selain itu, durian juga mengandung thiamin dan niasin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Berarti saya seharusnya mengonsumsi buah ini, dong, agar nafsu makan lebih stabil dan terjaga. Maklum, saya sering lupa kalau sudah tiba waktu makan. Kadang juga merasa cepat kenyang, padahal makanan yang dikonsumsi belum seberapa dan berat badan juga di bawah berat ideal.

2. Mencegah Depresi 

Poin kedua ini jujur, bikin saya tercengang. Manfaat buah durian selanjutnya adalah sebagai anti-depresi alami. Tahukah kamu bahwa durian kaya akan vitamin B-6 yang sangat penting untuk memproduksi serotononin? Serotonin adalah hormon yang berperan dalam memunculkan rasa bahagia dan mencegah depresi. Kadar serotonin yang rendah tentunya bisa memicu depresi. Nah, dengan mengonsumsi buah durian, kadar serotonin dalam tubuh kita akan meningkat sehingga dapat mengatasi depresi. 

Selain itu, buah durian juga mengandung triptofan, yaitu asam amino yang dibutuhkan dalam pertumbuhan. Saat triptofan memasuki otak, akan dikonversi menjadi serotonin yang dapat memacu perasaan relaksasi dan kebahagiaan. Kelebihan serotonin ini kemudian akan dilepas dalam bentuk hormon melatonin ke dalam aliran darah yang bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks. Luar biasa, bukan?

3. Menguatkan Tulang

Manfaat buah durian lainnya yang tidak pernah saya duga adalah untuk menguatkan tulang. Hal ini disebabkan buah durian kaya akan kandungan kalsium, kalium, dan vitamin B. Semua kandungan tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang. Kamu pasti tahu bahwa kalsium sangat penting untuk perkembangan, pertumbuhan, dan pemeliharaan tulang. 

Menurut penelitian, mereka yang kurang mengonsumsi kalsium sebelum usia 20-25 tahun akan memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena osteoporosis (kerapuhan tulang) di kemudian hari.

4. Sumber Energi

Tahukah kamu bahwa dalam setiap 100 gram buah durian terkandung sekitar 21 persen kebutuhan karbohidrat harian yang kita perlukan? Buah durian ini kaya akan sumber karbohidrat sehingga dapat membantu mengisi kembali tingkat energi dalam tubuh.

Karbohidrat sendiri sangat bemanfaat sebagai sumber energi untuk aktivitas sehari-hari, termasuk olahraga, sehingga durian sangat cocok dijadikan camilan sebelum berolahraga. Dengan mengonsumsi buah durian, kamu akan lebih kuat selama melakukan aktivitas menyehatkan ini.

5. Mencegah Penuaan Dini

Waduh, kalau manfaat buah durian yang satu ini perlu banget diketahui, terutama oleh kaum wanita. 😀 Yup, seperti buah nangka, ternyata buah durian juga kaya akan vitamin C. Sudah tahu ‘kan bahwa vitamin C merupakan sumber antioksidan dan sangat efektif untuk membantu menjaga tingkat stres oksidatif yang ditimbulkan akibat radikal bebas. Jadi, semakin rendah tingkat stres oksidatif, semakin lambat pula terjadi proses penuaan. Masih nolak nih, makan durian? 🙁

6. Membuat Gula Darah Menjadi Stabil

Manfaat buah durian yang terakhir ini juga enggak kalah penting, Guys, yaitu menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. Buah durian ini memiliki indeks glikemik (Glycemic Index = GI) yang lebih rendah dibandingkan buah tropis lainnya. Jadi, semakin kecil angka indeks glikemik, makin sedikit pula dampak makanan tersebut terhadap kondisi gula darah.

Selain itu, durian juga mengandung mangan yang cukup untuk membantu pengaturan serta pemeliharaan kadar gula di dalam tubuh kita. 

Daging buah durian ini dapat dikonsumsi secara langsung maupun dicampur dalam variasi kuliner lainnya, seperti cake durian, kue kering, es teler, dll. untuk mendapatkan manfaatnya. (Sumber: Pixabay.com/SpencerWing)

Sungguh di luar dugaan saya, ternyata manfaat buah durian untuk kesehatan sangat banyak, ya? Kalau sudah begini, masihkah saya kukuh enggak mau makan buah ini? wkwkwkwk …. Hemmm, harus dicoba sedikit-sedikit nih pastinya. Berawal dari es durian aja dulu deh untuk membiasakan, baru perlahan beralih ke buahnya. 😀

Kamu sendiri tim apa, nih? Baru belajar makan buah durian seperti saya, atau sebaliknya, tim fanatik durian yang kalau makan durian juga sambil dicampur nasi? Heheheee …. Apa pun itu, semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca Juga

Vaksin Virus Corona Moderna, Ketahui Efektivitas dan Efek Sampingnya

Saya mengembuskan napas dan membuka mata perlahan. Tidak terasa, sudah memasuki hari ke-70 rutinitas meditasi ini saya lakukan. Yup, saya memang masih belajar. Namun, sungguh di luar dugaan, aktivitas sederhana ini mampu membuat pikiran lebih tenang, terutama di masa pandemi yang tak berkesudahan. Lo, bukannya sudah ada vaksin virus Corona, ya? Kenapa harus khawatir? Pasti pada bilang gitu, kan? 😀

Teman-teman tahu enggak, beberapa hari ini saya menemukan artikel mengenai hubungan antara pandemi virus Corona dengan delirium. Apakah itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), delirium adalah kondisi gangguan mental yang ditandai dengan adanya halusinasi, ketegangan otak, atau kelelahan fisik. Tanda-tanda ini mulai banyak ditemukan pada pasien Corona, terutama mereka yang telah berusia lanjut. (Sumber: Kompas.com 12/12/2020)

Ngeri-ngeri sedap enggak, sih, dengar berita seperti ini?

vaksin virus corona
Menjaga kesehatan mental adalah salah satu upaya pencegahan terpapar virus Corona. (Sumber gambar: Pexels.com/cottonbro)

Masa pandemi yang telah berlangsung selama 9 bulan ini saja sudah cukup membuat banyak masyarakat di berbagai belahan dunia nyaris depresi karena tak bisa bebas pergi ke mana-mana seperti dulu. Apalagi ditambah kondisi kesehatan mental akut seperti delirium tadi, siapa yang mau? Jadi, enggak heran kalau saya tetap rutin melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti di bawah ini:

1. Menjaga protokol kesehatan 3M 

Seperti yang dianjurkan oleh pemerintah, 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan) selalu saya terapkan dalam aktivitas sehari-hari.

2. Menjaga kondisi fisik tetap fit

Olahraga sederhana seperti jalan kaki dan menjaga asupan nutrisi menjadi pilihan saya untuk poin nomor 2 ini, meskipun jujur, ritme mengonsumsi makanan sering kelupaan dan cenderung belum teratur. *hadehh, jangan ditiru, ya 🙁

3. Menjaga kondisi psikis dan pikiran agar tetap sehat dan bahagia

Hemmm… nomor 3 ini enggak gampang, Guys! Pengen makan HP aja rasanya, wkwkwk. Eh, sebentar … enggak gampang bukan berarti enggak bisa, ya! Selain makin rajin berdoa dan bersedekah untuk menolak musibah, saya mulai belajar meditasi sederhana seperti yang saya tulis di awal paragraf tadi. Berdiam diri sejenak selama 10-15 menit sambil memfokuskan pikiran pada napas yang masuk dan keluar dari hidung ternyata sangat efektif, lo, untuk menstabilkan emosi, memperkuat rasa syukur, dan membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Enggak percaya? Enggak apa-apa, tapi kamu harus coba. 😀 Meditasi itu semacam tafakur alias berdiam diri sejenak untuk introspeksi, mengingat Allah, dan merilekskan pikiran serta anggota tubuh.

4. Berkonsultasi pada dokter apabila dirasa ada keluhan

Sudah melakukan poin nomor 1 sampai 3, tetapi kondisi tubuh tetap gelisah dan tidak nyaman? Ada baiknya kamu segera konsultasi ke dokter terdekat. Duh, lagi pandemi gini males banget pergi ke dokter. Ada yang berpikir begitu?

HaloDoc, Solusi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Teman-teman sudah punya aplikasi HaloDoc?

Sekadar info, aplikasi ini didirikan pada tahun 2016 lalu di bawah naungan perusahaan kesehatan MHealth Tech yang telah banyak membantu masyarakat (pasien) mendapat akses layanan kesehatan secara mudah melalui HP. 

vaksin virus corona
Aplikasi HaloDoc memudahkan pasien terhubung dengan layanan kesehatan di mana pun berada. (Sumber gambar: Halodoc.com)

Beberapa fitur yang tersedia dalam aplikasi HaloDoc antara lain:

1. Chat Dokter 

Ada lebih dari 16.000 dokter dari seluruh Indonesia yang siap menerima keluhanmu melalui fitur ini.

2. Buat Janji dengan Dokter

Jika dirasa keluhan kita membutuhkan tindakan lebih lanjut, tentunya diperlukan pemeriksaan langsung secara tatap muka oleh dokter. Enggak usah khawatir, bahkan untuk bikin janji dengan dokter pun dapat kamu lakukan secara online melalui aplikasi ini, tanpa perlu antre. Sangat membantu pastinya, ya!

3. Beli Obat

Pembelian obat-obatan dan vitamin yang tersedia di apotek juga dapat dilakukan melalui HaloDoc, tanpa harus datang langsung ke apotek. Obat akan diantar ke rumah dalam kondisi rapi oleh kurir yang bekerja sama dengan HaloDoc.

4. Informasi Kesehatan Terkini

Untuk kamu yang hobi membaca aneka tips dan artikel kesehatan, HaloDoc juga punya kanal khusus yang menyajikan informasi seputar kesehatan terkini. Pastinya, artikel di sini bebas hoaks, lo, karena ditinjau oleh dokter dan tim redaksional yang kompeten.

Sampai di sini, menurut teman-teman, ada lagikah tindakan pencegahan Corona yang efektif dilakukan selain beberapa hal di atas? Vaksin virus Corona mungkin bisa menjadi jawabannya, ya.

Vaksin Virus Corona Moderna, Salah Satu Tindakan Pencegahan yang Efektif

“Vaksin Corona telah tiba di Indonesia.” Judul berita ini mulai menjadi perbincangan hangat dan sering saya lihat di berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun media online. Banyak pertanyaan terkait vaksin virus Corona ini, mulai dari diberikan kepada siapa saja, harganya berapa, apakah diberikan secara gratis ataukah harus mengeluarkan biaya, sampai kepada efek samping yang ditimbulkan.

Untuk kamu ketahui, ada enam jenis vaksin virus Corona yang ditetapkan penggunaannya di Indonesia oleh pemerintah, yaitu:

  1. Vaksin dari Bio Farma

2. Vaksin Astra Zeneca

3. Vaksin Sinopharm

4. Vaksin Moderna

5. Vaksin Pfizer Inc and BioNTech

6. Vaksin Sinovac

Meski demikian, pemberian vaksin virus Corona baru bisa dilakukan apabila sudah ada izin edar atau persetujuan penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi, menurut saya, sekarang hilangkan dulu deh semua pertanyaan dan kekhawatiran yang mendera di kepala. 🙂

vaksin virus corona
Moderna, salah satu vaksin virus Corona produksi Moderna Inc, Amerika. (Sumber gambar: Usatoday.com)

Di antara enam daftar vaksin virus Corona di atas, vaksin Moderna merupakan salah satu vaksin yang diklaim memiliki efektivitas 94,5 persen. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Amerika, Moderna Inc dan direncanakan akan mendapatkan izin resmi penggunaan di Amerika dalam beberapa hari mendatang.

Wow, dengan efektivitas 94,5 persen itu adakah efek samping yang ditimbulkan?

Dari beberapa sumber referensi yang saya baca, efek samping yang dapat terjadi antara lain nyeri pada bagian yang disuntik, sakit kepala, ruam kemerahan pada area penyuntikan, hingga rasa lelah pada sekujur tubuh.

Ngeri enggak sih menurut kamu? 😀

Eitsss… nanti dulu. Pihak Moderna Inc meyakinkan bahwa efek samping yang ditimbulkan ini bersifat ringan karena akan segera membaik dalam waktu kurang dari 12 jam. Kalau saya ingat-ingat, hampir setiap proses vaksinasi yang dilakukan, entah itu vaksin virus Corona atau bukan, biasanya memang terjadi efek yang berbeda pada setiap orang bukan? Saya sendiri pernah mengalami efek pegal dan sedikit kram pada lengan setelah melakukan vaksinasi Meningitis sekitar 2 tahun lalu, tetapi tidak sampai 12 jam, kondisi lengan segera membaik kembali.

Nah, setelah membaca tulisan ini, apakah kamu masih tetap khawatir dengan efek samping vaksin virus Corona ini? Mungkin teman-teman bisa sharing di kolom komentar apa harapan dan keinginan dengan hadirnya proses vaksinasi ini? Satu doa dan harapan dari saya, semoga kita semua selalu sehat, ya! Aamiin.

Baca Juga

Manfaat Nangka Matang yang Tak Terduga, Nomor 2 Bikin Wanita Bahagia

Siapa lagi yang mau dikasih nangka ini, ya? pikir saya.

manfaat nangka matang
Nangka hasil kebun belakang ini teksturnya padat dan kesat.

Dua gelondong nangka besar tergeletak tak berdaya di depan saya …. Yang satu masih agak mentah, satu lagi sudah berwarna kuning tua agak gelap, menandakan kalau itu adalah buah nangka matang yang sudah siap disantap dan dirasakan manfaatnya.

“Kita ini harusnya bersyukur. Apa-apa tinggal makan, enggak usah beli. Orang lain mau makan nangka aja harus beli,” kata ibu saya sambil memindahkan beberapa buah nangka yang sudah dibelah dari kulitnya ke dalam wadah plastik untuk dimasukkan kulkas.

Hihiiiii … benar juga kata beliau. Saya yang dianugerahi banyak nangka begini dari hasil kebun belakang rumah malah enggak terlalu suka makan buah beraroma wangi ini. Apalagi kalau sudah jadi nangka matang yang agak lembek dan terlalu manis. Padahal jenis nangka di kebun belakang ini termasuk bagus lo kualitasnya, kesat dan tetap kencang meski dalam keadaan matang pohon. Tidak seperti nangka lain yang dijual di pasaran.

“Enakkk banget, manis. Langsung habis kami makan sekeluarga, sekalian dibuat puding,” kata seorang teman yang beberapa kali sering saya kasih nangka ini.

“Wah, sudah langsung kumakan sama keponakan, Bun. Enggak sempat bikin es buah segala,” kata teman lainnya yang juga sempat mencicipi.

Duhhh, apa cuma saya dan anak saya Lubna yang enggak doyan nangka, ya? Hemmm …. Kalau Lubna, sih, hampir semua buah memang dia enggak suka. Maunya cuma jeruk, stroberi, dan jambu biji. Itu pun harus dijus, enggak mau dimakan langsung. Rempong juga punya anak enggak doyan buah utuh, ya?

Sebenarnya saya enggak anti banget kok, sama nangka. Dulu pernah saya blender nangkanya karena lagi panen juga dan banyak yang matang, terus dibikin jadi puding nangka halus. Cuma, yang doyan makan puding begitu ya cuma saya *hiks. Lubna kalau dibikinin puding maunya yang polos aja, tanpa campuran apa pun.

Nah, sekarang kejadian lagi. Pas waktunya berbuah barengan gini jadi lumayan banyak ‘kan? Tetangga dan teman sudah dikasih juga, tetapi masih ada saja nangka yang matang pohon. Supaya enggak keburu busuk, biasanya nangka dipetik dulu dari pohon sebelum matang, lalu disimpan beberapa hari sampai berbau wangi, yang menandakan sudah siap dikonsumsi.

Saya pun akhirnya membuat puding nangka lagi karena enggak suka kalau makan nangka dalam keadaan utuh begitu aja. Yang suka mengonsumsi nangka utuh di rumah memang cuma Ibu seorang. Itu pun juga beliau makan sekadarnya saja.

Kali ini nangka untuk campuran pudingnya enggak saya blender, cuma dipotong kecil-kecil dan dimasak bersama larutan agar-agar dan sedikit susu/krim kental manis. Taraaaa … lumayan cantik ‘kan tampilannya? Besok-besok saya jadi terpikir pengen coba bikin cake atau keripik nangka, ah! *kalau lagi mood pastinya 😀

manfaat nangka matang
Puding nangka buatan sendiri

Lama-kelamaan, saya jadi kepo sendiri akhirnya, apa sih sebenarnya manfaat nangka?

Ibu saya mendapat info dari teman beliau sesama manula bahwa nangka adalah obat yang paling enak untuk mengendalikan laju kenaikan kolesterol. Saya masih belum percaya begitu aja, sih …. Selama ini tahunya nangka itu buah yang mengandung gas dan tidak terlalu direkomendasikan untuk penderita mag seperti saya. Apalagi kalau sudah terlalu matang, saya tambah tidak suka dengan rasa manis berlebihnya.

Kamu kepo juga enggak, sih? Ayo deh, kita ulik bareng-bareng, ya!

Manfaat Nangka yang Tak Terduga

1. Mencegah kanker
 Kenapa saya tulis manfaat nangka yang tak terduga? Yup, karena dilansir dari situs Alo Dokter, manfaat nangka ini bisa untuk pencegahan penyakit kanker. Ke mana aja, ya, saya selama ini, kok baru tahu sekarang? Ternyata buah ini memilik kandungan antioksidan yang tinggi untuk mencegah radikal bebas bersemayam dalam tubuh kita.
.
Zaman sekarang yang namanya radikal bebas itu banyak sumbernya, lo, bukan hanya dari lingkungan sekitar saja. Proses alami dalam tubuh pun bisa menghasilkan sel-sel rusak alias radikal bebas ini. Salah satu pencegahannya adalah dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan vitamin C dan antioksidan, ya termasuk si kuning manis ini.
2. Menjadikan kulit lebih kenyal dan kencang
Wahh, kalau ini pasti bikin kaum saya tersenyum bahagia. Bisa lumayan ngirit skincare, nih … 😀 Mendadak saya jadi senang nangka kalau begini, ah, wkwkwkwk.
.
Yup, kandungan vitamin C yang tinggi pada buah nangka membuat tubuh kita mampu menghasilkan kolagen yang bermanfaat menjadikan kulit lebih kenyal, kencang, dan mencegah penuaan dini. Kalau kamu masih berpikir untuk cantik butuh biaya mahal, sepertinya harus mencoba konsumsi buah ini secara rutin, ya, karena sebenarnya urusan cantik itu bukan melulu dari luar saja, melainkan juga butuh asupan nutrisi yang cukup dari dalam.
3. Menjaga berat badan
Ini juga biasanya jadi momok kaum wanita, kecuali untuk saya yang justru pengennya naikin berat badan, heheheee ….
.
Tingginya kandungan serat dan protein pada buah nangka membuat siapa pun yang mengonsumsinya merasakan efek kenyang lebih lama. Nah, tentunya ini membuat keinginan makan jadi berkurang dan berat badan cenderung lebih stabil. Cusss ah, berani coba enggak?
4. Mencegah sembelit
Masih berhubungan juga dengan poin nomor 3, kandungan seratnya yang tinggi membuat buah yang manis ini dapat membantu lancarnya proses pencernaan dan mencegah sembelit. Ini hal sederhana yang jarang terpikirkan, tetapi sebenarnya lancarnya proses pencernaan menandakan tubuh kita dalam kondisi sehat.
.
Sudah perhatikan frekuensi BAB-mu selama ini? Kalau belum, yuk mulai perhatikan, ya!
.
5. Mencegah penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular itu apa, sih? Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kardiovaskular artinya berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Jantung dan strok termasuk dalam penyakit kardiovaskular ini. Menurut badan kesehatan dunia WHO, 17,6 juta penduduk mengalami kematian setiap tahunnya akibat penyakit kardiovaskular. Bapak saya rahimahullah adalah salah satu penderita strok yang wafat karena penyumbatan pada pembuluh darah di otak akibat tekanan darah yang tidak stabil.
.
Berarti apa yang disampaikan oleh ibu saya di awal tulisan tadi, bahwa buah nangka adalah salah satu obat paling enak untuk menurunkan kadar kolesterol memang benar adanya. Kandungan serat, antioksidan, dan kalium pada nangka berperan penting dalam mencegah penyumbatan pembuluh darah dan membuat tekanan darah menjadi lebih stabil.
.
Lagi-lagi, saya masih tercengang dengan segudang manfaat nangka (matang) ini. Tiba-tiba, ada sebentuk janji hati yang dibuat sendiri, yaitu ingin memaksa diri untuk menyukai buah nangka lebih dalam lagi. *tsahhh 😀
Oya, sebelum lanjut mengonsumsi nangka, saya jadi bertanya-tanya, apakah semua orang boleh mengonsumsi buah ini, mengingat kandungan gulanya yang tinggi dan termasuk dalam buah yang mengandung gas? Apalagi untuk penderita mag seperti saya?

Yuk, Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Buah Nangka!

Karena rasanya yang manis, buah nangka memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Semakin matang, semakin tinggi pula kadar gulanya.
.
Penderita diabetes disarankan mengonsumsi hanya 2-3 porsi saja per hari. Begitu juga dengan penderita mag seperti saya yang ternyata harus membatasi kosumsi buah ini. Kandungan gas pada nangka faktanya dapat membuat perut menjadi kembung, dan tingkat keasaman (pH) yang 5,8 dapat memicu naiknya asam lambung.
.
Oh … baiklah, tetapi bukan berarti enggak boleh makan, dong? Makanlah apa saja yang baik bagimu, asal secukupnya, jangan berlebih-lebihan. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah Saw., “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah baginya memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
.
Masya Allah. Jelaslah sudah manfaat buah nangka ini. Tak ada sesuatu yang sempurna, bukan? Jika ada kelebihannya, pasti juga ada batasan dan warning-nya. Yang paham kondisi tubuh kita adalah kita sendiri, maka kita pula yang harus tahu batas maksimal saat mengonsumsi sesuatu.
.
Semoga kita semua diberi kesehatan, ya, dan jangan lupa selalu tingkatkan imunitas diri di masa yang masih tetap dikategorikan sebagai masa pandemi ini.

Baca Juga

Pien Tze Huang Bisa Menyembuhkan Berbagai Macam Penyakit? Benarkah?

Kamu pasti tahu ‘kan bahwa obat Cina sangat manjur dan terkenal mantap khasiatnya. Selain karena bahan pembuatannya yang berasal dari alam, juga karena obat Cina diwariskan secara turun-temurun dari generasi terdahulu dan masih tetap bertahan hingga sekarang. Nah, Pien Tze Huang merupakan salah satu ramuan asal Cina yang sudah ada sejak lama di pasaran obat Indonesia.

Sebagai salah satu obat berbahan alami dengan bermacam khasiat yang luar biasa, menjadikan Pien Tze Huang dipercaya oleh banyak konsumen dan pasien yang merasa sangat terbantu dengan kinerja obat ini. 

Asal kamu tahu, obat ini bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, lo, seperti lever, tifus dan juga luka yang timbul pasca-operasi. Beberapa khasiatnya antara lain:

  • Memelihara fungsi hati
  • Mengobati hepatitis, baik akut maupun virus
  • Mempercepat penyembuhan luka pasca-operasi, akibat senjata tajam, dan luka lainnya.
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menyembuhkan radang tengorokan dan sariawan
  • Melawan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, dll.

Apakah obat ini benar-benar manjur dan efektif untuk menyembuhkan penyakit kronis seperti lever atau hepatitis? Sebenarnya enggak ada yang tahu persis gimana reaksi obat saat digunakan menyembuhkan beberapa penyakit kronis di atas. Tapi banyak, kok, respons positif dari mereka yang sudah pernah menggunakan ramuan ini dan terbukti bisa sembuh dari penyakit tadi.

Pien Tze Huang sendiri merupakan obat tradisional asli Cina yang telah melegenda lebih dari 500 tahun lalu. Waktu telah membuktikan bahwa keampuhan dan khasiatnya tetap terjaga sampai hari ini. Banyak masyarakat Cina yang berhasil sembuh dari berbagai macam penyakit setelah mengonsumsinya. Tetapi kalau kamu masih ragu, ada baiknya langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis yang biasa menangani penyakitmu, apakah boleh menggunakan Pien Tze Huang ini atau tidak.

By the way … kamu bisa mendapatkan obat ini di toko-toko resmi obat Cina, ya! Jangan sampai asal membeli di toko obat biasa karena ada kemungkinan mendapatkan Pien Tze Huang palsu yang harganya lebih murah atau di bawah harga standar.

Terus, ada satu hal lagi yang penting dan perlu menjadi perhatian. Obat Pien Tze Huang yang asli sudah memiliki izin edar resmi dari BPOM Indonesia dengan No. POM TI 164 250 351. Untuk lebih mudahnya, kamu bisa membelinya secara langsung di PT Saras Subur Abadi yang merupakan agen resmi dari obat berkhasiat ini.

Tetap jaga kesehatan, jaga pikiran dan jaga kewarasan, ya, terutama di masa pandemi COVID-19 ini . Salam sehat selalu! 🙂

Baca Juga

Virus Corona Masuk ke Indonesia, Sudah Tahu Mitos dan Faktanya?

Image: Pexels.com

Kamu merasa enggak sih, beberapa bulan terakhir ini di negara kita banyak sekali ujian dan kejadian yang membuat masyarakat panik dan seolah tak mampu berkutik? Sejak kejadian banjir di awal tahun 2020 lalu, berbagai peristiwa memprihatinkan mulai muncul satu demi satu. Belum usai topik tentang datangnya banjir kembali di Jakarta dan sekitarnya (meskipun tak separah di awal Januari), beberapa hari lalu 2 orang perempuan Indonesia diketahui positif mengidap infeksi Covid-19 atau lebih dikenal dengan virus Corona.

Berita ini sungguh mengagetkan, sehingga begitu banyak masyarakat yang merasa dunia seakan nyaris kiamat. Menimbun masker dan hand sanitizer kemudian menjadi pelampiasannya. Tak ketinggalan, bahan kebutuhan pokok seperti beras dan mi instan pun menjadi ikut diborong karena warga masyarakat diimbau untuk tidak terlalu sering ke luar rumah dan menjauhi keramaian.

Benarkah sebegitu berbahayanya virus Corona ini bagi tubuh manusia? Bahkan negara Arab Saudi sampai mengeluarkan larangan masuk bagi jamaah umroh yang berasal dari beberapa negara, termasuk Indonesia, jauh-jauh hari sebelum negara kita diketahui positif terkena infeksinya. Pemerintah Italia pun resmi menunda pertandingan sepakbola Liga Italia demi keselamatan masyarakat dan para atletnya. Sungguh luar biasa dampak yang ditimbulkan virus yang telah menginfeksi 90.000 orang di berbagai belahan dunia ini.

Corona, Virus Baru

Dari berbagai sumber yang saya baca, virus Corona yang menyerang saluran pernapasan ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir tahun 2019. Sudah tahu ‘kan ya betapa wabah ini begitu cepat menyebar sehingga beberapa negara seperti Korea Selatan dan Singapura begitu sigap mengantisipasi penyebaran virus ini di negara mereka. Korea Selatan bahkan melakukan jemput bola pemeriksaan dari rumah ke rumah dan menyediakan fasilitas pemeriksaan drive-thru untuk mengantisipasi bertambahnya penderita.

Awalnya, virus ini ditemukan pada hewan dan menulari hewan lain, seperti kelelawar, kera, burung, hingga ular. Di kemudian hari ternyata infeksi Covid-19 mulai menular ke manusia dan dikatakan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut hingga gagal ginjal. Beberapa gejala awal yang dirasakan mirip saat kita terserang flu, seperti:

  • tenggorokan kering
  • demam
  • lemah, letih, lesu
  • batuk-batuk

Jika saat ini kamu sedang mengalami salah satu gejala di atas dan tak kunjung sembuh selama beberapa hari, terutama dalam hal demam tinggi berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter, ya, agar penanganan terbaik secepatnya didapatkan.

Mitos dan Fakta Virus Corona

Di tengah situasi yang cukup memprihatinkan dan membuat was-was, kemudian muncul pertanyaan, apakah ada penderita infeksi Covid-19 yang dapat sembuh seperti sedia kala? Jawabannya ternyata, ADA!

Yup! Washington Post (2/3/2020) melansir, salah satu warga Korea Selatan bernama Kim Seung-hwan (47 tahun) telah dinyatakan sembuh total dari infeksi ini. Kim mendapat perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit selama 8 hari, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang dan berkumpul bersama keluarga setelah kondisi paru-parunya normal kembali dan demamnya berangsur menurun.

Nah, sebelum kamu dan saya ikut-ikutan panik seperti warga +62 lainnya yang hobi menimbun masker dan aneka kebutuhan pokok 🙁 , yuk, cari tahu dulu apa sebenarnya mitos dan fakta tentang virus Corona ini.

Mitos

  • Virus Corona ditularkan melalui udara terbuka
  • Buah impor dari negara epidemi menyebabkan penularan
  • Masker adalah penangkal utama agar dapat terhindar dari wabah ini
  • Hindari kiriman barang apa pun dari Cina dan negara epidemi lainnya
  • Virus dapat menular melalui sinyal telepon
  • Virus dapat menular lewat tatapan mata (*hemmm … virus cinta mah iya kalau ini 😀 )
  • Penderita infeksi Covid-19 dipastikan meninggal dunia

Fakta

  • Virus Corona menular melalui tetesan/percikan dahak, batuk atau bersin dari si penderita yang menempel pada permukaan tubuh atau barang-barang kita, bukan melalui udara terbuka
  • Hindari bepergian ke negara-negara yang mengalami epidemi Covid-19 ini
  • Hindari berdekatan dan melakukan kontak langsung dengan penderita
  • Mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer sesering mungkin adalah pencegahan utama yang paling mudah
  • Infeksi Covid-19 dapat menyerang semua umur, dari bayi hingga lanjut usia
  • Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah infeksi menyerang
  • Masaklah daging hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi
  • Penderita infeksi ini dapat sembuh secara total
  • Tidak semua penderita meninggal dunia. Hanya yang sudah lanjut usia dan memiliki komplikasi beberapa penyakit lain sebelumnya, seperti jantung, diabetes, yang mengalami kondisi ini (sekitar 2,3% dari mereka yang terinfeksi)

Setelah membaca sekilas tulisan di atas semoga kepanikan berjamaah kita dapat sedikit berkurang, ya, teman-teman. Minimal kita bisa membantu menenangkan keluarga sendiri dan orang-orang terdekat lebih dulu, sebelum kemudian menenangkan orang lain. Mengedukasi diri sendiri memang perlu agar kita tidak menjadi sasaran para penyebar hoaks yang akhirnya juga berdampak pada kekhawatiran berlebihan pada diri sendiri

Siapa sih yang ingin terinfeksi wabah penyakit menular? Pasti semua ingin sehat, kuat, bahagia dan bisa jalan-jalan ke mana-mana. Ternyata kuncinya memang ada pada diri sendiri. Senantiasa menjaga kebersihan — terutama area tangan — dan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup serta pola makan yang baik dapat menjadi cara terbaik mencegah virus Corona ini mendekati kita. Kamu punya tips lainnya?

Baca Juga

5 Manfaat Tidur, Me Time Mudah dan Murah Ala Saya

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menulis tema ini dalam 9 Cara Me Time Mudah Ala Saya. Tak dapat dimungkiri bahwa aktivitas me time (memberikan waktu untuk diri sendiri melakukan sesuatu yang menyenangkan) merupakan salah satu hal penting untuk menjaga kewarasan hati dan pikiran. Apalagi untuk seorang ibu yang hari-harinya telah dipenuhi jadwal padat merayap sejak bangun pagi hingga tidur lagi, menyediakan waktu khusus untuk membahagiakan diri sendiri rasanya memang perlu dilakukan.

Image: Pexels.com

Dari beberapa aktivitas untuk menyenangkan diri sendiri yang saya pilih, mulai dari tidur, jalan-jalan, menikmati makanan kesukaan, olahraga, browsing, main game, atau pijat, aktivitas tidur merupakan me time yang paling mudah dan murah menurut saya. Meskipun sangat mudah dilakukan karena tak perlu mengeluarkan biaya, kegiatan istirahat ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat berharga bagi tubuh dan pikiran kita. Terkadang kita kerap mengabaikan aktivitas satu ini dan menganggapnya hanya sebagai rutinitas istirahat biasa, bukan? Padahal, kamu perlu juga, lo, sesekali menyediakan waktu khusus agar dapat beristirahat dengan tenang lebih lama daripada biasanya.

Apa saja sih manfaat tidur sebenarnya?

Menjaga Kulit Tetap Awet Muda

Mana nih yang ngakunya pengen selalu awet muda? 😀 Tahukah kamu, pada saat kita tidur, produksi kolagen di dalam tubuh mengalami peningkatan. Kolagen adalah zat yang membantu mempertahankan elastisitas kulit . Kolagen ini dapat bekerja maksimal pada saat tubuh kita dalam keadaan rileks dan sangat santai. Elastisitas yang dihasilkan kolagen membuat kulit terasa lebih kenyal, lebih tebal dan tingkat kendur menjadi berkurang. Jadi kalau ada yang mengaku pengen awet muda tapi istirahatnya kurang, ada baiknya mulai memasukkan aktivitas tidur lebih lama dari biasanya sebagai salah satu pilihan me time.

Mengurangi Risiko Terserang Berbagai Penyakit

Jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi dan ginjal adalah beberapa penyakit berat yang rawan timbul apabila tubuh kita kurang beristirahat. Salah satu hormon yang mengalami peningkatan saat tubuh kurang tidur adalah hormon insulin. Hormon ini memproduksi gula darah yang kadarnya akan meningkat apabila tubuh kamu kurang istirahat. Nah, enggak mau kan terkena risiko penyakit diabetes? Meskipun ada keluarga nenek moyang yang sudah memiliki riwayat diabetes sebelumnya, bukan berarti kamu kemudian pasrah dan tak mau berusaha memperbaiki dirimu. Karena hidup adalah pilihan. Begitu juga dengan kesehatan.

Meningkatkan Mood

Merasa uring-uringan, cepat marah, kurang fokus dan konsentrasi bisa jadi diakibatkan tubuh yang kurang beristirahat. Coba deh perbaiki kualitas tidurmu. Jika kondisi kurang memungkinkan karena memiliki balita yang tidak dapat ditinggal istirahat lama, mintalah bantuan pasangan atau keluarga untuk menjaga buah hati sejenak agar kamu dapat tidur untuk memulihkan energi dan mood.

Mengurangi Berat Badan

Ahaa… ini pasti banyak yang suka heheheee…. Ternyata tidur yang cukup itu bermanfaat pada stabilnya hormon yang membuat kita lapar dan kenyang menjadi tetap seimbang. Kalau tidurmu kurang, hormon yang membuat lapar akan naik kadarnya, sementara hormon yang membuat kenyang menjadi turun, sehingga timbullah rasa lapar dan ingin makan 🙂 Boleh dicoba, ya…

Menghindari Pikun

Duhh… Enggak nyangka ya cukup tidur ternyata membuat ingatan kita lebih tajam dan menghindari pikun. Berbagai peristiwa yang terjadi ternyata dapat lebih lama tersimpan di otak jika kita dalam keadaan tidur. Jika kurang tidur, memori yang ada tak sempat terekam lama dan akhirnya mudah hilang begitu saja. Kamu enggak mau kan masih muda usianya tapi sudah banyak lupa dan harus lelah mengingat-ingat sesuatu yang ingin kamu pikirkan kembali?

Dengan adanya 5 manfaat penting di atas rasanya tak berlebihan jika saya memasukkan aktivitas tidur sebagai salah atu me time mudah dan murah ala saya. Sederhana, tapi ternyata manfaatnya sungguh luar biasa.

Kalau kamu bagaimana? Apa me time favoritmu?

*Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

Baca Juga


Waspada Baby Blues, Sindrom Usai melahirkan yang Menguras Pikiran dan Sisi Emosional Wanita

Image: Pixabay.com

Siapa pun tahu bahwa menjadi seorang ibu adalah impian setiap wanita. Tak mengherankan ketika gelar sebagai pengantin baru masih terasa, banyak pasangan yang langsung berencana memiliki momongan tanpa perlu ditunda lagi. Tapi tahukah kamu, untuk menjadi seorang ibu, banyak sekali hal yang harus dipersiapkan. Bukan sekadar kesiapan fisik selama masa kehamilan saja, kesiapan mental dan pengetahuan usai melahirkan ternyata lebih membutuhkan energi dan fokus bagi seorang wanita, termasuk pengetahuan tentang sindrom yang dikenal dengan istilah baby blues.

Hemmm…. ingatan saya langsung melayang pada kenangan masa kehamilan 10 tahun yang lalu. Tak dimungkiri, saya pun sempat merasakan sindrom ini setelah melahirkan Lubna. Waktu itu pengetahuan saya tentang berbagai hal usai melahirkan memang sangat kurang sekali.

Selama masa kehamilan, yang saya pelajari lebih banyak berkisar tentang persiapan kelahiran, bagaimana cara menyusui yang baik dan benar, tentang pengasuhan bayi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan diri si bayi. Nah, saking fokusnya hanya pada bayi, saya pun melupakan perhatian pada diri sendiri, termasuk soal baby blues ini. Lalu, seperti apa, sih, sebenarnya gejala sindrom ini?

Gejala Baby Blues

Agar tak kaget saat mengalami hal ini, kamu dan pasangan harus mengenali beberapa gejala tak biasa yang muncul pascamelahirkan. Kenapa pasangan juga harus tahu? Yup, apalagi kalau bukan untuk membantu memulihkan kondisi kejiwaan sang istri saat sindrom ini menghampiri.

1. Mudah stres, letih dan lesu

Kebahagiaan usai melahirkan buah hati, terutama bagi ibu baru, bisa saja berubah menjadi perasaan lelah, bosan dan tak bergairah lagi menjalani rutinitas harian sebagai seorang ibu. Hal ini dapat disebabkan adanya faktor perubahan hormon, dari hormon kehamilan menjadi hormon menyusui. Tak hanya itu, faktor lingkungan juga ternyata sangat memengaruhi terjadinya baby blues ini. Berbagai komentar dari keluarga dan orang-orang terdekat tentang kondisi bayi yang baru saja lahir bisa saja mengakibatkan sensitivitas tertentu pada diri si ibu . Apabila tak segera disadari, perasaan baper ini dapat berkembang menjadi perasaan bosan, stres, mudah lelah, dan memunculkan penyakit baru, yaitu depresi yang berbahaya bagi kondisi kejiwaannya.

2. Ingin marah dan kerap emosi

Tidak hanya perasaan stres dan lelah yang akan menghampiri penderita baby blues. Emosi yang kadang tak terkontrol, mudah menangis, dan sebaliknya juga mudah marah, menjadi hal yang sangat membingungkan apabila orang-orang terdekat tidak memahaminya, terutama pasangan hidupnya. Dibutuhkan komunikasi yang baik antara pasangan suami isteri saat momen tak nyaman ini berlangsung. Apalagi jika masih tinggal satu rumah dengan orang tua atau mertua, peran serta keluarga besar sangat berarti untuk mengembalikan stabilnya kondisi emosi seorang ibu.

3. Merasa tertekan dan tak percaya diri

Perasaan ragu apakah dapat menjadi ibu yang baik bagi bayinya juga dapat menjadi pemicu munculnya perasaan tertekan dan tak percaya diri. Kondisi ini tak boleh dibiarkan karena berakibat si ibu tidak memiliki motivasi lagi untuk merawat bayi yang baru dilahirkan. Sering melamun, memikirkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak begitu penting dan justru akan menambah beban pikiran sebisa mungkin harus dihindari. Suami dan orang-orang terdekat memiliki tanggung jawab untuk ikut menemani dan menghibur agar rasa percaya diri kembali muncul dan ibu makin bersemangat menjalani hari-harinya.

Cara Mengatasi Baby Blues

Tugas dan tanggung jawab seorang wanita memang semakin berlipat dan bertambah dengan kelahiran si buah hati. Ada kalanya kesibukan mengurus bayi dan rutinitas sehari-hari membuat seorang ibu begitu lelah dan lupa melakukan me time yang menyenangkan bagi dirinya sendiri. Baby blues perlu diwaspadai agar tak mengarah pada kondisi kejiwaan yang semakin berat, seperti depresi, misalnya.

Karena tumbuh kembang bayi sangat dipengaruhi oleh kondisi ibunya, menjadi tanggung jawab bersama bagi suami dan seluruh keluarga untuk selalu mendukung dan menciptakan suasana yang nyaman bagi ibu dan si bayi.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah saling menguatkan pola komunikasi antar pasangan, sehingga istri tak segan berterus terang kepada suami tentang hal terburuk sekalipun yang ia rasakan. Suami juga sebaiknya lebih aktif memperhatikan perasaan dan perubahan sikap istri. Jika ada yang terasa janggal, tanyakan secara baik-baik apa yang istri rasakan. Nyamankah ia?

Selain dukungan suami, jangan lupa bahwa dukungan keluarga lain seperti orang tua dan mertua juga sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan baby blues ini. Beri pengertian kepada keluarga bahwa seorang wanita yang baru saja melahirkan akan mengalami perubahan hormon yang mungkin dapat sedikit mengubah karakter atau sisi emosionalnya. Mohon pengertian dari orang-orang terdekatnya apabila ada yang tak seperti biasanya. Dengan semangat dan dorongan dari lingkungan sekitar, insya Allah ibu akan menjadi bahagia dan sedikit berkurang beban emosionalnya. Percayalah, ibu yang bahagia juga akan melahirkan generasi yang bahagia 🙂

*Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’.

Baca Juga

Berat Badan Ideal, Pentingkah?

Apa pentingnya sih berat badan ideal? Ideal naik apa turun nih, maksudnya? 🙂

Di saat banyak orang, terutama kaum hawa sibuk menurunkan berat badan alias BB-nya, saya sangat bersyukur karena termasuk orang yang memiliki berat badan stabil sejak remaja hingga saat ini, remaja plus plus plus (+++) 😀 Semua pakaian masa remaja masih bisa saya pakai. Celana jeans belel masa kuliah pun masih tetap fit dikenakan. Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Tapi sayangnya, belakangan ini saya agak khawatir. Ternyata berat badan mulai turun lagi. Ya enggak ekstrem banget sih, cuma saya jadi khawatir kalau kecenderungan BB turun ini bisa jadi berkelanjutan kalau enggak segera dibenerin pola hidupnya. Terutama kalau dengerin komentar ibu setiap hari, “Duhhhh…. makanmu itu porsinya kurang, cuma sedikit. Ditambah porsinya yang bener biar kelihatan berisi dan segar badannya…”

Awalnya, seperti biasa, saya anggap biasa komentar itu karena sudah sering dikomentari setiap hari hehehehee…. Lagian porsi makan saya memang enggak bisa banyak karena kapasitas perutnya kecil. Tapi setelah teman-teman lain yang bertemu saya selalu tanya, “Kok tambah kecil, sih?…” Antara happy karena mereka pengen punya badan langsing seperti saya, tapi juga khawatir karena angka timbangan hampir enggak pernah naik, akhirnya saya mulai memerhatikan masalah ini. Eeeaaa… kenapa jadi dianggap masalah sih?

Nah, setelah ikut workshop ilmu pikiran ALT (Alpha Life Transformation) sekitar 2 bulan lalu, saya mulai menerapkannya untuk mencari solusi kenaikan berat badan ini. Setiap malam selalu saya tulis di buku dan perintahkan kepada pikiran kalau saya ingin menaikkan berat badan sekitar 5-6 kilogram lagi. Enggak pakai lama, bulan ini mendadak ada teman yang WA dan menawarkan free coaching untuk membantu terwujudnya apa yang menjadi keinginan dalam kehidupan saya. (makasih ya, Bunda Dayana )

Teman saya ini memiliki kenalan seorang psikolog yang sedang mengambil sertifikasi dan membutuhkan beberapa coachee (orang yang mau di-coaching/dibimbing) untuk melancarkan proses sertifikasinya. Saya oke aja dan bersedia menjadi coachee beliau. By the way busway, psikolog bernama mbak Nurhidayah alias mbak Nurdin ini masih muda, lo, dan orangnya juga lucu. Jadi hilang deh kesan bahwa sesi konsultasi dengan psikolog itu harus selalu serius 🙂

Awalnya saya bingung mau coaching tentang apa, secara sebelumnya sudah beberapa kali ikut kelas online berbayar tentang pengembangan diri, baik soal parenting, membuat target dan planning untuk masa depan, dll. Setelah saya timbang-timbang, akhirnya mantaplah minta di-coaching untuk menaikkan berat badan ke berat ideal.

Oya, untuk proses coaching sendiri sedikit berbeda dengan mentoring dan konsultasi. Kalau dalam mentoring dan konsultasi, pembimbing ikut terlibat memecahkan masalah. Sementara dalam proses coaching, kita sebagai coachee (orang yang dibimbing) dipersilahkan memilih sendiri cara apa saja yang akan digunakan dalam mencari solusi terbaik atas apa yang kita hadapi. Pembimbing dalam proses coaching hanya mengawasi apakah semua sudah berjalan sesuai rencana dan ada perbaikan atau tidak terhadap masalah yang kita alami.

Untuk program menaikkan berat badan ini, saya memunculkan 4 solusi yang nyaman menurut saya. Kenapa harus nyaman? Agar kita yang menjalani juga semangat dan tidak dalam keadaan terpaksa. Apa saja solusi yang saya ambil?

Infused water… segerrrr…
  1. Tetap olahraga teratur 3x seminggu
  2. Teruskan minum infused water
  3. Makan cukup, minimal 3x sehari (boleh lebih, tapi kurang jangan)
  4. Tidur maksimal jam 23.00 (:D duhh… ujian banget ini)

Mbak Nurdin bilang, lakukan pola yang saya buat di atas selama 30 hari dulu. Nanti dilihat lagi ada perkembangan atau tidak. Kalau tidak, berarti harus ada yang diubah. Oya, saya juga mulai sering searching di mbah Google apa saja yang harus saya makan agar kalori bisa bertambah, tapi tetap sesuai dengan usia, aktivitas dan tinggi badan.

Setiap hari saya harus melaporkan ke mbak Nurdin apakah 4 cara di atas berhasil saya lakukan dengan konsisten atau tidak kwkwkwk…. *alamakkk

Tolong doakan saya ya, pemirsa, secara saya adalah orang yang suka mengubah jadwal dan kadang mengikuti mood. Kelemahan yang harus banget diubah mah kalau ini 😀 Saya beri target 3 bulan untuk program ini, mudah-mudahan berjalan lancar deh ya, aamiin.. *doain diri sendiri dulu qiqiiiii….

Intinya, nikmati dan ikuti aja, Bismillah. Saya percaya, ini jalan dan cara yang Allah beri untuk mencapai salah satu goal dalam hidup saya, sebelum beralih ke impian selanjutnya…

Teman-teman ada yang mau sharing juga? Bolehhh…. tulis aja di kolom komentar ya 😀

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8