Arsip Kategori: Kesehatan

Manfaat Minyak Zaitun, Bukan Sekadar Isapan Jempol Belaka

Pilih minyak zaitun yang ada tulisannya “extra virgin” ya, tanpa campuran apa pun

Minyak zaitun, pasti teman-teman sudah sering dengar, kan? Minyak zaitun ini dihasilkan dari buah zaitun (Olea europaea) yang banyak tumbuh di daerah Mediterania. Begitu besar manfaatnya, sampai Allah menyebutnya di dalam Alquran, pada ayat pertama Surat At Tiin.

Lucunya, meski sudah sering mendengar namanya, saya dulu tidak pernah tertarik membeli minyak zaitun untuk digunakan sendiri. Selain karena harganya yang lebih tinggi dari minyak biasa, waktu itu saya beranggapan bahwa minyak zaitun hanya dibutuhkan oleh mereka yang sedang memiliki penyakit tertentu, seperti kolesterol tinggi, jantung, dan diabetes. Ibu saya sendiri yang memang kadar kolesterolnya sering naik turun, pernah mencoba membeli minyak ini untuk digunakan menggoreng. Memang sih, minyak ini berbeda dengan minyak biasa. Hasil gorengan lebih kesat dan kering, enggak lonyoh atau basah seperti gorengan pada umumnya.

Setelah teman-teman GSM (Geng Salihah Menulis) membahas tentang manfaat zaitun ini, barulah saya mulai tertarik meliriknya. Ternyata bukan cuma untuk kolesterol, lho. Pegal-pegal, sakit sendi, penyumbatan pembuluh darah (stroke), antioksidan, antikanker dan untuk perawatan kecantikan, adalah begitu banyak manfaat yang dimiliki oleh minyak ini. Bahkan, ada yang mengonsumsinya dengan cara diminum pakai sendok. Hiiiii…… Saya langsung begidik gimanaaa gitu bayanginnya. Apa enak, ya? Entahlah…. saya rasanya enggak pengen sama sekali. Lebih baik minum yang bentuk kapsul.

Sampailah pada beberapa hari yang lalu, waktu saya bertamu ke rumah seorang teman yang merupakan agen produk-produk herbal, beliau memberi saya sebotol mungil minyak zaitun (makasih yaa, mbak Anzilta 😀 ).

Awalnya jujur, enggak yakin mau minum minyak itu. Tapi saya pikir, nanti deh gampang, mau dipakai masak atau sebagai pelembab wajah kan bisa juga, enggak harus diminum. Dicoba aja dulu.

Ternyataa…. sampai di rumah, saya jadi penasaran, kayak apa sih rasanya? Mosok iya, minum jamu daun pepaya yang pahit aja saya lakoni, cuma minum sesendok makan minyak zaitun + air hangat aja takut? kwkwkwk… Akhirnya, siapin air hangat segelas, lalu tuangkan minyak zaitun ke sendok makan. Buka mulut, masukkan sendok, langsung telan, glekkkk!!! Buru-buru minum air hangat agar minyak segera larut. Udah. Enggak perlu bayangin dan mikir macam-macam. Suksesss deh 😀 Oalahhhh, sesimpel itu ternyata, Guys!

Nah, untuk kamu yang ingin mengonsumsinya juga dengan cara diminum, sebaiknya minumnya pagi hari, ya, saat perut masih kosong, atau malam hari menjelang tidur. Coba deh rutinkan aja, pasti ada manfaatnya. Terutama untuk kamu yang usianya sudah di atas 35 tahun, bagus banget untuk mencegah berbagai penyakit yang mulai datang “bersahabat” di rentang usia tersebut.

Setelah kepo rasanya minum minyak zaitun, hari ini saya penasaran mencoba minyak zaitun untuk manfaat lainnya, yaitu perawatan kulit. Habis mandi pagi, saya coba oleskan minyak zaitun pada beberapa titik kulit wajah dan memijatnya dengan gerakan memutar ke atas perlahan-lahan. Lakukan merata di seluruh bagian wajah dan lehermu, ya, termasuk area sekitar mata. Wihh takjub dehhh, minyaknya langsung meresap dan kulit pun terasa halus dan kenyal. Ealahhh….. ke mana aja saya selama ini, baru nyoba minyak zaitun sekarang.

Gimana, kamu berniat nyoba juga? Ternyata, bahan-bahan alami yang Allah sebutkan di Alquran, seperti kurma, buah tin, buah zaitun, dan madu, benar-benar memiliki khasiat nyata. Pantas saja mereka yang hidup di negara-negara Mediterania seperti Turki, Italia, Spanyol, Pakistan jarang sekali dilaporkan menderita penyakit berat semacam kanker, jantung, dan semacamnya.

Nah, kamu enggak perlu bingung lagi ya sekarang, karena semua yang ada di alam memang Allah sediakan untuk kelangsungan hidup manusia. Tapi kita sendiri yang terkadang lupa untuk menyadarinya. Betul, kan? 🙂

Barakallahu fiikum….

#SETIP_Day10 #SemingguTigaPostingan #EstrilookCommunity

Semua Penyakit Berasal dari Pikiran, Percayakah Kamu?

Image : Slideshare.net

.

Siapa sih yang tidak mau hidup sehat, bahagia dan selalu terbebas dari kondisi tubuh yang kurang nyaman? Tubuh yang bermasalah sudah pasti akan sangat mengganggu aktivitas kita, bahkan dapat menghambat produktivitas dan performa kerja. Apalagi kalau kamu seorang ibu rumah tangga, yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setahun tidak pernah berhenti bekerja alias tak ada cuti maupun tanggal merah. Ye kan? 🙂

Saya sendiri punya penyakit lumayan banyak *ngaku 😀 Tapi masya Allah, beberapa tahun terakhir ini qodarulloh, Allah selalu memberi kesehatan dan kondisi fisik yang cukup baik kepada saya. Bukannn…. bukan berarti saya enggak pernah sakit dan sehat terus. Tetap adakalanya lelah dan cenut-cenut, tapi Alhamdulillah sakitnya ya berkisar penyakit ringan, semacam flu, sakit kepala, atau pegal-pegal. Itu pun enggak lama dan biasanya sembuh sendiri. Padahal, sebenarnya saya punya penyakit maag dan iritasi lambung yang kalau sudah kambuh membuat diri tak berdaya, hanya bisa tiduran aja. Tapi Alhamdulillah, tidak pernah kambuh lagi beberapa tahun belakangan ini.

By the way busway, saya termasuk orang yang malas ke dokter kalau sakit *maaf ya untuk teman-teman yang berprofesi sebagai dokter 🙂 Bukan masalah enggak suka minum obat, cuma enggak begitu suka aja dengan efek samping obat yang diminum. Kadang ada rasa kantuk, atau jantung berdebar, pikiran melayang dan tubuh menjadi lemas. Makanya kalau enggak terpaksa banget, saya jarang sekali minum obat.

Nah, ceritanya, selama satu bulan ini saya mengikuti kelas online bertajuk The Healing Code dari mbak Mutya Dita, seorang Hipnoterapis dan Grafolog yang selama ini sering saya ikuti kelasnya. Kelas pembelajaran di WA grup ini berisi tentang ilmu penyembuhan diri dari berbagai macam penyakit medis secara alami. Pesertanya cukup banyak dan dari berbagai macam latar belakang profesi, termasuk dokter dan perawat pun ada di kelas ini. Wow… kalau dokter saja tetap semangat untuk belajar, apalagi saya yang awam dan sangat kurang ilmunya ini, harusnya lebih semangat lagi, kan?

Kelas The Healing Code batch 1

.

Di jadwal, tertulis kelas ini hanya berlangsung selama 3 hari, mulai 22-25 Januari 2019. Tapi nyatanya, seperti kelas-kelas sebelumnya, selalu lebih panjang durasinya. Dan ternyata The Healing Code baru selesai di akhir Februari 2019. Kalau ikut kelas online dan durasinya diperpanjang senang enggak, pemirsa? Kalau saya pasti senanglah… Itu berarti ilmu yang diajarkan juga bertambah, bukan hanya sekadarnya saja.

Darimana Penyakitmu Berasal?

Apakah teman-teman percaya bahwa 90% penyakit yang kita derita sebenarnya berasal dari PIKIRAN? Kalau enggak percaya juga tak apelah 🙂 Saya sendiri baru sadar kenapa penyakit maag yang dulunya cukup mengganggu mulai berkurang, bahkan tidak pernah kambuh lagi.

Dalam tabel penyakit yang diberikan di kelas pembelajaran, tertulis bahwa penyakit maag disebabkan karena adanya rasa stres dan khawatir yang berlebihan. Jika kita tidak ingin penyakit itu muncul lagi, artinya kita harus mampu melatih kontrol diri agar lebih tenang, rileks, dan nyaman.

Ada lagi, penyakit alergi, misalnya. Alergi terjadi karena adanya penolakan terhadap kemampuan diri. Atau penyakit yang semakin banyak penderitanya saat ini, yaitu kanker, lebih disebabkan karena penderitanya mengalami tekanan perasaan yang disembunyikan dan tak mampu diungkapkan selama bertahun-tahun 🙁

Tidak semua orang percaya dengan pernyataan di atas. Dan saya pun tak hendak mengajak orang lain untuk 100% percaya. Hanya sekadar berbagi, bahwa apa yang kita alami pada tubuh, sebenarnya ada andil dari pikiran yang tidak benar alias pikiran negatif di situ.

Secara pikiran sadar, pasti banyak yang mengelak dan protes,
“Ahh… enggak kok, aku enggak pernah berpikiran aneh-aneh. Aku selalu percaya diri…”

Hihiii…. iya, itu kan secara pikiran sadar.
Tapi di sini, yang menjadi penyebabnya adalah secara pikiran BAWAH SADAR.
Pikiran bawah sadar ini terbentuknya sudah lama, berpuluh-puluh tahun, sejak kita lahir, bukan hanya saat ini saja. Terkadang kita bahkan tidak menyadari pola yang sudah terbentuk sejak kecil itu.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Kenali dahulu masalah apa yang mengganggumu

Bohong kalau orang hidup tak punya masalah 🙂 Masalah ini bisa dilihat dari 2 sisi, sebagai bencana, atau justru kita syukuri sebagai berkah. Bersyukur kala ditimpa masalah bukan sesuatu yang mudah, keleussss 😀 *pasti pada ngomong gitu, kan? Justru itu, step by step memang harus dilatih. Sebagai orang beragama semua sudah ada panduannya, bahwa setiap detik, jam dan waktu yang kita syukuri selalu berbeda hasilnya dengan mereka yang hidup dengan penuh keluhan dan kemarahan.

  • Ucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepada dirimu

Yang belum pernah melakukan ini pasti mikir, “Ngapain sih pakai acara beginian segala?” 🙂 Ini sebenarnya hampir sama dengan ketika kita selesai salat, kemudian melakukan istighfar, mohon ampun dan keikhlasan untuk menerima semua yang telah terjadi.  Jangan lupa, bahwa seluruh anggota tubuh kita ini sangat berharga. Ketika salah satu dari mereka rusak, atau butuh perbaikan, artinya kita tidak bisa 100% beraktivitas dengan benar. Maka lakukanlah pemeliharaan dari dalam, salah satunya dengan ucapan terima kasih dan permintaan maaf, betapa tubuh kita ini sangat berharga.

  • Ucapkan dan tuliskan apa hal positif yang kamu inginkan (selftalk)

Misalnya, “Bismillah, aku selalu sehat, segar, bahagia…” Ucapan selftalk ini sama dengan DOA yang kita panjatkan berulang-ulang setiap hari. Harus berulang-ulang? Pasti! Ibarat menyusun batu-bata, setiap doa yang kita panjatkan akan terus bertambah tinggi mencapai langit 🙂

  • Lakukan secara rutin (repetisi)

Tidak ada hasil baik yang didapat dari usaha secara instan. Hasil yang baik pasti memerlukan suatu PROSES. Mi instan aja harus dimasak, kan? Setiap hari selalu banyak peristiwa atau kejadian yang kita alami, baik yang bahagia, atau sebaliknya, menyedihkan dan tidak menyenangkan. Setiap hari, racun dalam tubuh dan pikiran kita terus bertambah. Itu kenapa, langkah pembersihan atau bahasa gaulnya “detoksifikasi” harus terus dilakukan.

Udah, ya, segini dulu curhatnya. Saya ambil poin-poinnya aja dari kelas The Healing Code batch 1. Hayuu…. mulai praktik sedikit demi sedikit agar kita dapat meminimalisir sekecil apapun penyakit yang mengganggu setiap bagian dari organ tubuh.

Kelas The Healing Code batch 2

.

Oiya, akhir Maret ini ada lagi kelas lanjutannya, The Healing Code batch 2 (28 Maret-10 April 2019).  Jangan khawatir, biayanya amat sangat terjangkau, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Kalau kamu berminat, boleh hubungi saya, ya, nanti saya bantu teruskan ke tim Healing Code.

Semoga tulisan ini bermanfaat, barakallahu fiikum…

Baca juga

.

#SETIP_Day9 #SemingguTigaPostingan #Estrilook Community

Hadits Rasulullah Tentang Lalat Ini Akan Membuatmu Terkejut

Lalat…! Siapa sih yang nggak kenal binatang kecil satu ini?

Sumber : Tribunnews.com

Sedari kecil dahulu saya selalu ingat, hampir semua orang dewasa di sekitar saya, baik orang tua maupun guru sekolah, semuanya selalu mengingatkan agar menutup makanan dan minuman di meja agar tidak dihinggapi lalat.

Teman-teman yang membaca tulisan ini pun saya yakin, pasti merasa tidak nyaman dengan binatang kecil bersayap yang bernama lalat ini. Alih-alih memegangnya, ketika hewan insecta ini hinggap di tubuh kita, atau nemplok di makanan atau minuman, kita pasti langsung mengusirnya.

Tapi, pandangan dan pemikiran saya tentang lalat mulai berubah sejak sekitar 3 tahun lalu. Saat itu saya sedang mengantarkan ibu berobat ke klinik seorang Ustadz yang membuka pengobatan thibbun nabawi (pengobatan sunnah Nabi), yaitu dengan cara bekam dan ruqyah. Kalau nggak salah ingat namanya Ustadz Narotama.

Di ruang tunggu yang cukup nyaman, kami disediakan sebuah TV lumayan besar. Saya perhatikan, klinik pengobatan ini cukup modern karena berada di lokasi perumahan tempat tinggal sang Ustadz beserta keluarganya. Untuk pasien wanita, bekam dilakukan oleh istri beliau. Sedangkan proses ruqyah tetap dilakukan oleh Ustadz Narotama sendiri.

Setiap kali menunggu antrian pasien, di ruang tunggu selalu diputarkan video tentang hadits-hadits Nabi. Di situlah saya mulai banyak belajar berbagai hal tentang hadits, yang selama ini pemahaman saya amat sangat kurang sekali. (Bayangkan ya, sudah “amat sangat”, masih ditambah “kurang sekali”… Macam mana pula kurangnya ilmu saya kalau begitu #hikss).

Nah, salah satu hadits yang sangat berkesan buat saya adalah hadits tentang masalah ” Lalat” ini. Saya ingatttt terus sampai sekarang.

Jadi, kalau ada lalat masuk ke dalam gelas minuman, jangan buang air minumnya. Cukup lalatnya saja yang dibuang. Lha, terus airnya diapakan?? Ya diminum dongg… 😱

Whatt?? Nggak salahh??!! Pasti pada asem kann raut wajahnya baca ini? 😁

Yuk, baca lagi lanjutannya, ya…!

Imam Bukhari pernah meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah Saw sebagai berikut,

“Apabila ada lalat yang menghinggapi tempat minum kalian maka celupkanlah seluruh bagian/tubuh lalat tersebut (terlebih dahulu), (baru) kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya mengandung obat dan pada sayap yang lain mengandung penyakit” (HR. Bukhari)

Boleh percaya boleh tidak, kualitas hadits tersebut dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yaitu sahih (kuat), dan dalam kitab selain keduanya adalah hasan (baik). Jadi sebenarnya TIDAK ADA KERAGUAN lagi bahwa di dalam tubuh lalat yang selama ini kita anggap binatang kotor itu ternyata mengandung obat.

Saya kutip sedikit tulisan dari laman Islami.co, bahwa Dr. Reham Muhammed Atta dari Fakultas Kedokteran, Universitas Kairo telah melakukan penelitian dengan mengambil ekstrak sayap kanan lalat dan sayap kiri lalat. Kedua sayap ini diinkubasi dan dilihat di bawah mikroskop. Kesimpulan dari penelitian beliau adalah pada sayap kanan lalat tidak ditemukan mikroorganisme patogen (bakteri dan fungi), sedangkan pada sayap kiri lalat ditemukan bakteri dan fungi yang berkembang.

Terbukti kan, bahwa dalam salah satu sayap lalat terdapat obat atau penawar dari penyakit yang disebabkan oleh sayap satunya lagi. Para ulama terdahulu juga menjelaskan, hal ini sebenarnya dimaksudkan sebagai simbol agar kita senantiasa rendah hati dan tidak merasa takabur/sombong atas rasa jijik yang dirasakan apabila bersentuhan dengan lalat.

Masya Allah, sampai segitu detilnya, ya, agama Islam mengajarkan umatnya melalui perantaraan perkataan Rasulullah. Kalau sudah bicara tentang agama, apalagi berkaitan dengan Alquran dan Hadits, sudahlah, lupakan segala sesuatu yang bernama LOGIKA ☺ Ikuti saja petunjuk yang ada, insya Allah kita nggak bakalan tersesat, apalagi sampai merugi. Percaya saja, janji Allah itu PASTI 😍

Jadi gimana, masih enggan berdekatan dengan lalat? Yang penting kita sudah tahu adabnya, saat minuman dimasuki lalat, celupkan lalatnya, lalu tetap  minum airnya, karena ternyata terdapat obat pada salah satu sayapnya. 💕

💜💛💚

3 Fakta Penting Tentang PMS, Pria Wajib Baca, Guys!

Pasti bingung kan, kenapa saya kasih judul “Pria wajib baca?” Padahal kita lagi ngomongin PMS alias Pre Menstrual Syndrome (sindrom sebelum menstruasi), lho… 😄 Yup! Tidak lain dan tidak bukan karena wanita yang sedang mengalami PMS kerap membuat bingung orang-orang terdekatnya.

Mudah marah, mendadak sedih, dan bisa berlanjut menjadi depresi serta uring-uringan jika tidak dikontrol, nyeri di kepala dan area sekitar mata, sakit punggung, dan aneka gejala fisik maupun psikis lainnya campur aduk menjadi satu.

Jika kamu bertemu dengan wanita yang sedang PMS, satu hal yang harus dilakukan adalah sabar dan banyak mengalah 😅  Tidak ada gunanya melawan mereka karena bisa jadi moodnya bertambah buruk. Istilah keren premannya, “Senggol bacok!” Artinya, kesenggol dikit aja emosi mereka bisa membludak. Wihh, syeremm amattt 🤐

gambar-lucu-p-m-s-perempuan-menjadi-singa-berhati-hatilah-d-1356018
Sumber : me.me

Berikut ini penulis rangkum 3 fakta tentang PMS yang wajibbb banget kaum pria ketahui, agar dapat membantu pasanganmu melewati momen PMS ini dengan bahagia. Kalau istrimu bahagia, pastinya hari-harimu juga bakal bahagia, kan, Guys? 😁

1. Gejala mulai terasa 1 sampai 2 minggu menjelang haid

Gejala PMS biasanya sudah terlihat sejak 1-2 minggu sebelum datangnya haid pertama. Yang dapat mengenali adalah si wanita sendiri. Saran saya sih, sebaiknya kita berterus terang kepada pasangan dan keluarga terdekat bahwa sedang mengalami PMS. Kejujuran ini untuk meminimalisir salah paham.yang tidak diinginkan.

2. Penyebab PMS

Dikutip dari laman Hellodokter.com, PMS salah satunya disebabkan oleh perubahan kadar hormon dalam tubuh. Ketika masa haid berlangsung, jumlah hormon estrogen dan progesteron (hormon seks wanita) akan mengalami peningkatan. Padahal, satu minggu sebelum periode haid dimulai, kedua hormon tadi justru mengalami penurunan secara drastis. Nahhh… perubahan hormon dari turun menjadi naik inilah yang menjadi penyebab terjadinya kegelisahan saat PMS sedang berlangsung.

3. Cara mengatasi PMS

Sebenarnya PMS adalah kondisi yang sangat normal bagi wanita. Sayangnya, tidak semuanya dapat diatasi sendiri. Jika memang gejala PMS dirasa sangat mengganggu aktivitas, baiknya konsul ke dokter aja, ya, biar kamu tidak salah ambil tindakan penanganan.

Jika kondisimu masih dalam batas wajar, mengatur pola makan yang baik menjadi salah satu cara termudah mengatasi PMS. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan, kurangi makanan cepat saji, dan kurangi pula asupan garam. Yang terpenting, perbanyak minum air dan istirahat yang cukup, ya!

Sekarang masih galaw lagi dengan gejala jelang datangnya “tamu tak diundang” ini? Semoga tidak yess! Sambutlah “tamu tak diundang” mu dengan bahagia, agar ia pun bahagia saat datang dan pergi darimu… 😍 💖

💜💚💛

#OneDayOnePost

#EstrilookCommunity

Resep MPASI yang Kaya Gizi dan Nutrisi Ini Cocok Banget Lho, Dears, Untuk Bayi Usia 9 Bulan ke Atas

Halo Dears,

Memiliki bayi yang sehat dan tercukupi nutrisinya adalah idaman setiap ibu. Selain melalui pemberian ASI Eksklusif di 6 bulan pertama pertumbuhannya, nutrisi lanjutan dalam bentuk pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) setelahnya juga perlu diperhatikan.

Dikutip dari situs Hello Sehat, selain untuk fungsi memenuhi nutrisi bayi, MPASI juga berfungsi untuk melatih kemampuan otot oromotor (otot-otot di mulut) dan kemampuan motorik bayi.

Sejalan dengan perkembangan usianya, kamu dapat membuat sendiri aneka resep MPASI menggunakan bahan-bahan sederhana. Tidak perlu harus mahal, Dears. Yang utama adalah makanan tersebut dapat diterima baik oleh indra pengecap bayi.

Berikut ini adalah resep MPASI Macaroni Schotel untuk bayi mulai usia 9 bulan ke atas yang penulis ambil dari akun instagram @herleenda.

 

076a67caf1cee52e7e242da815163bf5
Sumber : instagram.com/herleenda

 

MACARONI SCHOTEL
.
Bahan :
✅ Karbohidrat : segenggam macaroni
✅ Protein hewani : 2 telur ayam, 50gr daging sapi
✅ Protein nabati : Tempe parut
✅ Sayuran: 1/2bh wortel parut
.
Bumbu untuk aroma :
✅ 2 siung Bawang putih
✅ Bawang bombay
✅ Keju parut
✅ Lada bubuk
✅ Seledri
✅ Minyak goreng
 ✅Margarin untuk olesan
.
Cara membuat :
↪️Rebus daging, sisihkan kaldunya. Daging bisa dicincang kasar/parut.
↪️Tumis bawang putih + bawang bombay dengan minyak. Masukkan daging, tempe, wortel beri, kaldu daging hingga berubah warna.
↪️Campurkan tumisan dengan macaroni, keju parut, kocokan telur, lada bubuk. Aduk hingga tercampur sempurna.
↪️Olesi cetakan aluminium foil dengan margarin. Tata adonan sampai habis, taburi seledri dan keju parut.
↪️Kukus kurang lebih 20-25 menit. Cek kematangan dengan tusukan.
.
Nyammm nyamm…. yummyyy…. simpel tapi sangat bergizi, bukan? 
 
Jangan lupa ya, Dears, ajarkan si kecil berdoa sebelum makan dan suapi buah hati dengan penuh cinta dan kasih sayang. Karena cinta adalah nutrisi terbesar yang juga ia butuhkan hingga dewasa nanti. 
 
Big hug ya buat kamu, ibu-ibu hebat 💕
 
💜💛💚
 
#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#ResepMPASI

Tanda Tumbuhnya Gigi pada Bayi

Bunda punya anak bayi.??

Sudah mulai tumbuhkah giginya..??

Nah, untuk mengetahui pertumbuhan gigi bayi memang sering tidak bisa ditebak secara akurat. Namun, ada beberapa hal dan tanda yang akan menimbulkan gejala aneh saat bayi baru pertama kali tumbuh gigi.

Pada umumnya, bagi Bunda yang tidak tahu pasti akan mengalami kepanikan, mengingat saat pertama kali gigi bayi tumbuh maka gejalanya akan terlihat seperti sedang demam. Untuk lebih jelasnya mengenai tanda bayi akan tumbuh gigi, Bunda bisa membaca informasi di bawah ini ya..!!

IMG-20150412-WA0002

Gejala Dan Tanda Tumbuh Gigi Pertama Pada Bayi :

1. Air Liur

Saat bayi sedang mengalami pertumbuhan gigi yang pertama, biasanya akan terjadi rangsangan yang membuat air liur bayi semakin meningkat. Kondisi ini akan dialami bayi saat usianya menginjak antara 3 hingga 4 bulan.

2. Ruam di sekitar wajah

Ruam pada wajah bayi akan timbul di sekitar dagu dan pipi. Hal ini dikarenakan saat pertumbuhan gigi, sang Buah hati banyak mengeluarkan air liur yang membasahi langsung wajah dan dagu. Nah, untuk mengatasi hal ini tentunya Bunda harus sigap, serta cekatan saat membersihkan air liur tersebut.

3. Batuk

Pada tanda ini banyak Bunda yang salah kaprah tentang batuk bayi yang sedang dialami. Padahal saat pertumbuhan gigi, batuk ini dianggap wajar karena disebabkan oleh air liur yang keluar dari mulut bayi, sehingga membuat bayi tersedak dan batuk. Karena itu bunda harus rajin mengeringkan mulut bayi agar tidak mudah tersedak.

4. Sering menggigit

Ketika gigi bayi tumbuh melalui gusi, hal ini akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan gatal pada gusi karena disebabkan oleh tekanan pada gusi bayi. Rasa gatal itu yang membuat bayi akan terus menggigit apa pun yang bisa digigit seperti jari, puting susu Bunda, sampai mainan yang ada di tangannya.

5. Sakit dan rewel

Saat tumbuh gigi, keadaan bayi akan semakin rewel dan mudah menangis. Hal ini karena tekanan saat gigi tumbuh dapat menimbulkan rasa sakit, oleh sebab itu bayi akan terus menangis dan menahan rasa sakit itu.

6. Bayi Mengalami Demam Dan Panas

Demam ringan akan terjadi pada bayi yang baru pertama kali tumbuh gigi, dan bahkan sistem kekebalan tubuhnya akan mengalami penurunan. Hal ini akan membuat bayi mudah terserang penyakit seperti demam. Akan tetapi jika demam bayi tidak kunjung sembuh dalam tiga hari, lebih baik segera periksakan ke Dokter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

7. Kurang nafsu makan

Setelah tumbuh gigi tentunya bayi akan diperkenalkan dengan makanan padat pendamping ASI yang baru pertama kali mereka makan. Ada kemungkinan bayi akan menolak makanan ini karena rasa tidak nyaman saat masa tumbuhnya gigi.

(Sumber : nitips.com)