Arsip Tag: Vibrasi

Ilmu Melepaskan Agar Anak Panah Melesat ke Sasaran (Sebuah Pelajaran untukmu Wahai Pemimpi)

My little princess…

Hampir semua manusia pasti pernah merasakan ujian di dalam kehidupannya. Apapun bentuknya, setiap ujian itu memiliki kadar beratnya masing-masing yang hanya dapat dirasakan oleh setiap individu yang sedang mengalaminya. Apa yang terasa berat bagi saya misalnya, belum tentu terasa berat bagi orang lain yang melihatnya. Sebaliknya, ujian yang mungkin begitu berat untuk orang lain mungkin ringan saja bagi kita. Yup, hanya kamu dan kita sendiri yang dapat memilah, apakah ujian itu berat atau ringan.

Lalu, kemudian muncul pertanyaan, kenapa bisa berbeda pemahaman akan arti berat dan ringan dalam suatu ujian? ☺ Faktor apakah gerangan yang menentukan?

Yesss…. PIKIRAN adalah kuncinya. Yahh, kok pikiran lagi sikkk??!! Enggak bosannn apa nulis pikiran mulu?

Wait!!! Saya memang hobi nulis tema yang satu ini. Soalnya, dalam hampir seluruh bagian hidup saya, pikiran ini selalu menemani dengan setianya kemana pun saya pergi. Yang bisa bikin saya bahagia dan tetap waras sampai saat ini ya pikiran ini 😆 Tentu saja, atas ridho terbaik dari Yang Maha Memberi pikiran, Allah Swt.

Tapi tunggu dulu, Dears! PIKIRAN ini sebenarnya ibarat pisau bermata 2, lho! Bisa membuatmu bahagia, atau sebaliknya, membuatmu lemah tak berdaya bak katak di dalam tempurung. Jadi pandai-pandailah mengelola pikiran, ya! Apalagi buat orang-orang dengan karakter diri Melankolis macam saya. Ada tuntutan dan keinginan untuk selalu sempurna, sempurna, dan sempurna. Dan saya sadar banget, ini bahaya untuk diri dan orang di sekitar saya kalau dibiarkan terus. Mau enggak mau sayanya yang kudu berubah menyesuaikan pikiran agar tetap enjoy, happy, dan menikmati setiap langkah dalam kehidupan, meskipun ada saat di mana perjalanan hidup terasa begitu melelahkan. *tarik napas dulu

Saya kutip dari ebook Arif RH, seorang pakar Ilmu Vibrasi yang pernah saya baca, kehidupan dan tujuan/targetnya itu ibarat sebuah ANAK PANAH dan BUSURnya.

Kamu boleh punya target, impian, cita-cita, dll. Boleh mengejarnya dengan doa dan usaha sampai titik darah penghabisan. Tapi di satu titik ketika semua itu telah dilakukan, agar si anak panah dapat melesat menuju sasaran, kamu harus melakukan suatu cara, yaitu MELEPASNYA. Kalau kamu enggak melepas anak panahnya, hanya menarikkkk terus, pasti panahnya enggak sampai ke target kan? Ilmu melepas ini sama dengan ilmu IKHLAS dan TAWAKAL.

Nah, ilmu ini terlihat sangat simpel dan sederhana, tapi tidak mudah untuk dipraktikkan *ngaku 😅

Setelah saya perhatikan pola dalam hidup saya, baru sadar, ohh iyaa, ternyata hampir semua impian saya akhirnya terwujud justru pada saat saya sudah melepasnya, dan bahkan hampir melupakannya. Ada yang terwujudnya lamaaaa, 26 tahun kemudian (kebangetan ya kalau ini. Tapi yang penting TERWUJUD 😆). Ada yang hanya selang 1-2 tahun. Ada pula yang 10-15 tahun. 

Setiap orang memliki POLA yang berbeda. Teman-teman mungkin ada yang sama dengan saya, ada pula yang berbeda.

Kemudian pertanyaannya, melepaskan keinginan itu kan enggak gampang? Butuh waktu, proses, dan melibatkan emosi yang campur aduk enggak karuan? Nah, di sinilah kita dapat melihat sejauh mana KEYAKINAN kita terhadap kekuatan lain yang mengatur diri dan seluruh alam semesta ini. Hubungan kita dengan Allah Swt diuji di tahap ini. Bukankah ada Dia yang lebih paham bagaimana cara mendapatkan impian itu? Ada Dia yang udah ngatur, ini loh, waktu yang tepat buat impianmu terwujud.

“Besok ya, 26 tahun lagi kamu baru bisa ketemu penyanyi jadul idolamu, Tommy Page” 🤣 *dan terjadilah, meski ketemunya udah tua hehhee… (Baca di sini : May 24th 2016).

Atau, ketika Allah bilang, “Sabar yaa, 15 tahun lagi kamu baru boleh bertamu ke Rumah-Ku…” 😍 (Baca : Ketika Impian Menjadi Nyata).

Nah, betapa hanya Allah yang Maha Tahu kapan saat yang tepat buat kita. Memaksa Allah boleh, tapi habis itu kita lanjutkan dengan ikhlas, tawakal, perbanyak istighfar, dan tentu saja, banyakin sedekah. Saya sendiri masih terus belajar ya, man-teman, doakan semoga selalu istiqomah dan makin baik jadinya diri ini dari hari ke hari.

Sampai di sini ada pertanyaan? 😅
Kalau belum ada, kuliahnya sampai sini dulu ya.

Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan PIKIRAN. Berawal dari pikiran, kemudian akan menjadi KATA-KATA, dan akhirnya secara tak sadar berwujud menjadi DOA.

Masih dari ebook yang sama, DOA itu adalah apa yang ada di hati kita, bukan sekadar apa yang kita baca setelah selesai sholat. Kebanyakan orang berpikir, doa adalah apa yang kita ucap saat sholat. Padahal, setiap detik apa yang ada di hati inilah yang disebut DOA. Syukur-syukur, antara apa yang ada di pikiran dan hati isinya sama, insya Allah doanya jadi terfokus. Yang repot, kalau pikiran bilang A, tapi hati bilang B, seringkali yang terwujud juga jadi tidak sesuai. Dan ini juga pernah saya alami ☺

Kamu punya pengalaman apa dengan si PIKIRAN? Kalau ada yang menarik, bisa cerita di komen, ya, biar kita jadi sama-sama belajar 😍

Semoga Allah memberkahi… 💕