Arsip Tag: Tips menulis

Menulis Blog, Sekadar Menaikkan DA/PA-kah?

Image: Unsplash.com

Menulis blog sekadar untuk menaikkan DA/PA-kah? Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan untuk saya sendiri, bukan untuk siapa-siapa 🙂 Buat teman-teman pembaca yang belum tahu apa itu DA/PA, nanti kita bahas sedikit, ya.

Saya ingat, tahun 2013 adalah awal dan pertama kalinya saya belajar membuat blog . Saya yang gaptek dan enggak punya komputer ini rela menghabiskan waktu 6 jam di warnet demi membuat sebuah blog yang saat ini teman-teman baca. Apakah saat itu terpikir untuk menjadi seorang blogger dan mendapat penghasilan dari blog? Boro-boro!! Wong nulis di blog aja jarang, kok 🙁

Menulis di blog secara serius mulai saya lakukan di tahun 2018 ketika sudah menekuni rutinitas menjadi penulis artikel di beberapa media online. Setelah tulisan saya muncul di media milik orang lain, barulah saya mulai percaya diri mengisi blog pribadi lagi dengan tulisan yang mulai terarah dan fokus, enggak lebay seperti awal menulis blog di tahun 2013-2017 kwkwkwk… Kalau enggak percaya, cek aja deh gimana lebaynya kalimat yang saya gunakan waktu masa-masa awal ngeblog itu 😀

Nah, seiring seriusnya saya mengisi blog, ternyata banyak sekali hal-hal teknis sebagai seorang blogger yang harus saya pelajari. Bisa bayangkan dong bagaimana saya yang tahun 2018 itu masih belum punya laptop ini harus belajar tentang hal teknis dan ngutak-atik blog hanya melalui smartphone aja.

Ngeluh? Heheheeee…. Alhamdulillah enggak. Jangankan cuma nulis di blog, nulis naskah buku untuk diterbitkan yang jumlahnya berlembar-lembar aja sanggup saya lakukan hanya dari smartphone. Intinya, terima saja dulu kondisi yang ada. Mereka yang saat ini berhasil di berbagai bidang yang ditekuni banyak yang memulainya dengan tetesan keringat kesedihan, kekurangan dan berbagai -an lainnya 😀 Justru itu yang semakin memacu kita untuk melaju, bukan? Kamu pasti setuju 🙂

DA/PA Blog

Setelah mengikuti beberapa komunitas menulis (enggak banyak kok, saya cuma ngikutin 2-3 aja. Takut bingung soalnya heheheee…), saya banyak mendapatkan ilmu gratis. Salah satunya berkenalan dengan banyak blogger yang sering berdiskusi bersama tentang perkembangan blog mereka. Dari sinilah saya baru tahu bahwa menjadi seorang blogger itu ternyata enggak cuma nulissss dan nulissss aja 😀

Iya sih, menulis dan mengisi blog menjadi hal yang utama. Tapi, mau enggak mau kita juga harus belajar bagaimana caranya agar blog atau rumah yang kita miliki selalu bersih, terawat, sehingga dapat terbaca di mesin pencari Google. Kalau blog kita sudah terbaca oleh Google, otomatis banyak pengunjung yang membaca tulisan kita. Selain menaikkan nilai DA (Domain Authority) blog, banyaknya pembaca yang berkunjung ke blog juga dapat membawa keuntungan lain, misalnya, penawaran kerja sama dari perusahaan tertentu yang memasang link perusahaan mereka di blog kita, beserta artikel tentang bisnisnya. Tentu saja, dengan pembayaran kompensasi yang telah disepakati bersama.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority)?

Salah satu cara mengecek DA/PA (image: NezzSEO.com)

Domain Authority (DA) adalah tolok ukur kekuatan sebuah domain (nama blog/situs) di mesin pencari internet (Google, Yahoo atau Bing). Angka relevansinya mulai dari 1-100. Semakin tinggi angka DA, berarti nilai keseluruhan blog/situs tersebut semakin baik.

Sedangkan Page Authority (PA) adalah tolok ukur kekuatan satu halaman saja dari blog/situs kita yang sering muncul di mesin pencari.

Kalau diibaratkan, DA adalah rumahnya, sementara PA adalah kamarnya. Bisa jadi nilai DA rendah, tapi nilai PA tinggi. Biasanya yang dijadikan tolok ukur utama untuk mendapatkan penawaran kerjasama adalah DA, yang merupakan nilai keseluruhan blog/situs tersebut. Semakin tinggi nilai DA, maka nilai bayarannya pun menjadi semakin tinggi.

Cara Meningkatkan DA

Owww…. terus bagaimana cara meningkatkan nilai DA supaya bisa dapat bayaran tinggi? *ehhh qiqiqiiii…. Ini saya rangkum singkat aja ya, berdasarkan pengalaman dan informasi yang saya baca. Kalau teman-teman mau menambahkan di kolom komentar, silakan. Bisa jadi tambahan ilmu juga buat saya.

1.  Perbanyak tulisan di blog

Kalau ini memang sudah seharusnya dilakukan. Ibaratnya, kalau ingin naik level atau naik jabatan dalam suatu pekerjaan, ya mau enggak mau harus berusaha kerja yang bener kan, ya? Dalam hal ini dengan memperbanyak konten artikel di blog, terutama artikel organik, bukan hanya berbayar. Semakin banyak artikel bermanfaat yang kita tulis, semakin banyak pembaca yang mencarinya dan semakin sering artikel tersebut muncul di mesin pencari. Poin nomor 1 ini sekaligus merupakan keplakan bagi saya yang masih sesuka hati dan belum rutin menulis konten di blog sendiri *uhhuk 😀

2. Perbanyak baclink dan internal link berkualitas pada blog

Backlink adalah alamat situs (link/URL) dari situs luar yang diletakkan di blog kita. Backlink dari situs luar ini juga dapat menaikkan nilai DA blog, dengan catatan, link tersebut berasal dari situs web yang baik kredibilitasnya atau populer di mesin pencari Google.

Selain backlink, jangan lupa untuk menautkan internal link atau link artikel blog kita sendiri di dalam setiap tulisan yang kita terbitkan. Dengan cara ini, artikel sebelumnya yang mungkin belum terbaca oleh pengunjung blog mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi.

3. Usia domain juga memengaruhi

Usia domain? Iya. Jadi seperti blog saya ini, domain berbayar dengan nama Hastinpratiwi.com baru saya beli pada bulan Desember 2018. Jadi jika dicek, usia domain berbayarnya sampai tulisan ini diketik baru 1 tahun 42 hari. Sebelumnya, blog saya masih menggunakan domain gratisan dengan nama Hastinpratiwi.wordpress.com (puanjangg, ya…).

Ketika saya mengganti domain dari gratisan menjadi berbayar, maka nilai DA blog saat masih gratisan sudah tidak dianggap lagi. Penghitungan DA-nya dimulai lagi dari angka 0 sejak saya membeli domain berbayar. Agak nyesek sih karena harus memulai DA dari awal lagi. Tapi begitulah yang namanya dunia, selalu harus ada usaha, bukan? Alhamdulillah, sekarang DA blog mulai naik secara perlahan, meskipun masih recehan 😀

Apa Tujuan Menulis Blog?

Pertanyaan ini sejatinya harus dikembalikan kepada diri masing-masing. Apa tujuan menulis blog tidak dapat disamaratakan satu dengan yang lain. Saya sendiri menulis blog belum terlalu konsisten. Selain untuk memberi informasi kepada pembaca, tak dapat dimungkiri, apabila ada penawaran kerja sama dari pihak luar dan mendapat bayaran, tentu saja hati menjadi senang. Ada tujuan komersialnya juga, meskipun itu bukanlah hal yang utama.

Beda lagi pastinya dengan para blogger profesional yang memang membuat blog dengan tujuan komersial. Mereka biasanya memiliki bisnis peternakan blog. Hahh?? Hihihiii…. iyaa… blognya banyak, bukan cuma satu saja. Dengan punya banyak blog yang aktif, mereka dapat mengumpulkan pundi-pundi penghasilan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Kamu mau pilih yang mana? Sebagai peternak blog, atau sekadar mengisi blog sesekali seperti saya? Sekali lagi, itu semua adalah pilihan. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah kalau kita ingin mendapat penghasilan, tapi enggak pernah ngapa-ngapain. Diemmm aja…. Bener enggak?

Mendapat Tawaran Menulis Naskah dari Penerbit

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat e-mail dari seorang editor penerbitan. Isinya, jujur, hampir bikin saya pingsan… hahahaaa…. Beliau mengaku telah membaca tulisan-tulisan saya di blog ini dan sangat tertarik mengajak bekerja sama dalam penulisan buku pengayaan untuk dibaca oleh anak usia sekolah.

Masya Allah… selama ini sama sekali tidak ada niat dalam hati saya untuk menulis naskah cerita atau buku yang ditujukan untuk segmen anak, meskipun banyak teman sesama penulis yang melakukan hal itu. Saya terlalu fokus pada segmen dewasa, terutama yang berhubungan dengan tema inspirasi, motivasi, gaya hidup, termasuk traveling.

Awalnya saya sempat bingung, terima atau tidak? Tetapi setelah melihat respon dari mas editor yang sangat terbuka dan bersedia membimbing apabila saya menemui kesulitan dalam penulisan naskah tersebut, luluhlah hati ini. Mungkin ini waktunya ke luar dari zona nyaman. Betapa saya harus bersyukur, di saat banyak penulis harus melamar ke penerbit agar naskahnya diterima, saya justru dilamar oleh penerbit begitu saja.

Pengalaman ini semakin menguatkan saya bahwa menulis blog itu bukan sekadar untuk mengejar kenaikan DA dan PA saja. Naiknya DA anggap saja sebagai bonus dari kekonsistenan kita. Tapi seandainya turun pun seperti kejadian massal penurunan DA beberapa waktu lalu yang membuat para blogger mendadak sesak napas :D, rasanya tak ada yang perlu disesali.

Teruslah menulis di blogmu. Bukan hanya untuk menaikkan angka DA/PA saja. Lebih dari itu, niatkan berbagi inspirasi, memotivasi, sekaligus memberi informasi. Percaya saja, jalan rezeki tak mungkin pergi….

Baca Juga

5 Tips Menulis Artikel Inspirasi, Bacanya Jangan Sambil Nangis, please

Dears, adakah disini yang hobi membaca kisah atau tulisan bertema inspirasi?
.
Berdasarkan pengalaman, tulisan inspirasi adalah tulisan yang isinya mampu menyentuh relung hati terdalam pembacanya. Sentuhannya bermacam-macam. Bisa terkesan sangat halus dan bikin melow, atau sebaliknya, justru menimbulkan semangat membara untuk bangkit memotivasi diri.
.
.
20181016_224854_0001
.
.
Apabila kamu terbiasa menulis artikel di luar tema inspirasi, kadang tidak mudah untuk membedakan antara tema inspirasi dengan tema gaya hidup (lifestyle).
Misalnya, ketika kamu menulis tentang topik relationship (pernikahan, jodoh, dll), topik itu bisa masuk ke dalam tema lifestyle, dan bisa juga masuk menjadi tema inspirasi.
.
Terus apa dong yang membedakan keduanya? Dan tips apa pula yang perlu dilakukan sebelum menulis kisah bertema inspirasi? Yuk, lanjutin membaca, ya, jangan tinggalkan saya, pliss.… *lebay 😁
.
.
Bersifat Naratif
.
Ciri tulisan inspirasi yag utama adalah sifatnya yang naratif (bercerita). Cerita akan terasa mengalir menghanyutkan pada saat dibaca. Ini yang membedakan dengan tulisan tema lifestyle (gaya hidup), dimana fokusnya lebih pada poin atau tips-tips.
.
Contoh judul lifestyle :
“Ternyata Begini 5 Tips Sehat Ala Rasulullah, Kamu Suka yang Mana?”
.
Contoh judul inspirasi :
“Tulisan Motivasi Ini Untukmu yang Ingin Sehat dan Awet Muda Ala Rasululullah”
.
Contoh artikel inspirasi bisa kamu baca di sini.
.
.
Sumber Tulisan
.
Sumber tulisan kisah inspirasi lebih bebas dibandingkan tema lain. Bisa berasal dari opini si penulis sendiri, kisah nyata orang lain, maupun pengalaman hidup diri sendiri. Jika kamu ingin tulisan lebih berisi, ambillah sumber dari beberapa situs yang terkait dengan isi tulisan, sehingga tulisanmu lebih terkesan ilmiah dan bukan sekadar karangan bebas saja.
.
.
Penggunaan Kalimat dalam Tulisan
.
Yang juga perlu kamu perhatikan adalah penggunaan kalimat demi kalimat dalam tulisan. Karena tujuan dari tulisan inspirasi adalah menyentuh hati pembacanya, maka sebisa mungkin gunakan kata-kata yang halus dan tidak menghakimi pembaca.
.
.
Kata Sapaan
.
Lalu, bagaimana dengan kata sapaan bagi para pembaca? Khusus untuk tulisan inspirasi, saya lebih suka menggunakan kata ganti “Engkau, kau, kita, Anda” daripada “kamu”.
.
.
Waktu Menulis
.
Bagi saya, menulis tema inspirasi sangat dipengaruhi oleh waktu dan situasi kondisi ketika menulis. Saya sendiri merasa lebih bisa fokus dan “masuk” ke dalam topik tulisan saat waktu menunjukkan tengah malam dan tak ada satu pun gangguan yang menerpa. Tapi kembali lagi, hal itu terpulang pada diri kita masing-masing. Yang penting teruslah menulis, ya, Dears, kapan pun kamu ada waktu dan kesempatan, karena menulis itu dapat menjadi semacam terapi jiwa dan penyaluran bagi energi yang terpendam.
.
.
Nah, itu tadi sedikit tips untuk kamu, sahabat bloggers tercinta, yang mungkin baru ingin mulai menulis tema inspirasi. Semoga bermanfaat ya, dan selamat menulis… 💖
.
💜💛💚
.
.
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity