Arsip Tag: blogging

Liebster Award dan 7 Fakta tentang Saya

Alhamdulillah, enggak terasa sudah masuk bulan Syawal, ya. Mohon maaf lahir dan batin sebelumnya untuk semua teman-teman yang membaca tulisan ini. Di sela hari-hari pasca-Lebaran, saya jadi ingat, ada satu janji hati yang belum terpenuhi *tsahhh, hahahaaa …. Jadi gini,ย ceritanya, beberapa waktu lalu ada seorang sahabat yang memberikan penghargaan Liebster Award kepada saya sebagai bentuk rasa sayang sebagai sesama blogger.

Sahabat yang sering saya panggil dengan nama Mbak Inna atau Kak Inna ini adalah teman lama yang sudah saya anggap sebagai sahabat sekaligus ‘guru’ alias mentor, terutama dalam hal dunia internet marketing dan segala hal yang berhubungan dengan teknologi informasi. Kami bertemu sewaktu bersama-sama menjalankan bisnis online Oriflame di tahun 2013.

Setelah terpisah sekian lama, akhirnya secara tak sengaja kami bertemu lagi di dunia online, tetapi saat ini sebagai sesama blogger. Selain sebagai blogger, sahabat saya ini adalah seorang content creator, dubber, mantan penyiar radio, dan sekarang suara renyahnya semakin eksis terdengar sebagai seorang podcaster. Tulisan-tulisan menarik tentang dirinya yang sejak dulu memang hobi narsis dan eksis bisa kamu baca di blognya, www.innaistantina.com.

By the way busway, untuk kamu ketahui, Liebster Award ini konon kabarnya berasal dari bahasa Jerman, yang artinya ‘tersayang’. Jadi penghargaan ini diberikan sebagai bentuk rangkaian silaturahmi antar-blogger secara berantai. Tapiiii … enggak cukup begitu aja, karena ada tantangan yang dikasih oleh si pemberi penghargaan ini, yaitu menjawab pertanyaan yang dia berikan. Nah, pertanyaannya apa? Suka-suka yang memberi aja, kita enggak boleh protes, hehehee ….

Sebelum mulai, saya share aturan mainnya, ya! Mana tahu ‘kan, kamu juga berniat memberikan penghargaan ini untuk teman blogger tersayang? Eits, tapi sebelumnya kamu harus tanya dulu ya kepada yang bersangkutan, apakah dia siap diberi tantangan berupa pertanyaan dan bersedia menerima Liebster Award ini. Yuk, ah, cekidot!

1. Memasang logo Liebster Award di blog.
2. Mengucapkan terima kasih kepada si pemberi award.
3. Menyematkan link blog dari si pemberi award.
4. Menuliskan 7 tantangan (fakta) tentang diri sendiri.
5. Menjawab 7 pertanyaan dari pemberi award.
6. Menuliskan nama blogger selanjutnya yang ingin diberikan Liebster Award.
7. Menyematkan link blog si penerima award berikutnya.
8. Memberi 7 pertanyaan sebagai tantangan kepada penerima award berikutnya.
9. Menuliskan aturan main Liebster Award.

7 Fakta tentang Saya

1. Introver

Kehabisan energi kalau terlalu lama di keramaian, itulah saya. Mereka yang introver membutuhkan waktu untuk menyendiri agar energinya pulih kembali. Ada kalanya saya bisa menjadi orang yang cerewet atau ramai, tapi bukan di lingkungan yang terlalu banyak orang. Di lingkungan yang besar, bisa jadi orang melihat kami, si introver, sebagai sosok yang pendiam dan tidak terlalu menonjol.

2. Jujur

Saya percaya, karakter jujur ini dapat mengantarkan kita pada kebahagiaan dan keberuntungan, meski kadang kejujuran itu begitu pahit akibatnya *tsahhh ๐Ÿ˜€ Jika keberuntungan belum datang saat ini tak mengapa, tapi kamu harus tetap percaya bahwa dengan menjadi jujur di masa kini berarti kita telah mencicil kebahagiaan untuk anak-cucu di masa depan kelak.

3. Terlihat Kalem, tapi ….

Hihiiiiiiyess, wajah saya termasuk kalemmmm. Tapiii … kamu pasti tak percaya kalauย saya ini agak tomboi, kwkwk .ย Dulu, saya jarangggg sekali, bahkan enggak pernah pakai rok, apalagi daster, enggak banget ๐Ÿ˜€ Setelah menjadi seorang ibu dan banyak membaca dan melihat kajian online tentang pakaian muslimah yang benar, barulah mulai ikhlas menggunakan gamis dan rok kalau ke luar rumah. Kalau ke luar rumah artinya di dalam rumah masih jarang pakai rok, ya ๐Ÿ™‚ Terus, saya juga enggak suka dandan seperti kebanyakan perempuan pada umumnya. Tapi, enggak suka dandan bukan berarti enggak ngerti tentang skin care dan produk perawatan kulit, secara saya juga pernah menekuni bidang konsultan kecantikan ini dan menjadi ‘tukang’ makeup sebelum akhirnya fokus di dunia penulisan.

4. Keras Kepala

Enggak tahu ini penyakit keturunan apa bukan, hahaaahaa …. Iya, saya termasuk ngeyel alias suka membantah orang tua. Tapi setelah dewasa, kata Bapak-Ibu, opini saya memang masuk akal, bukan sekadar membantah. Hal ini akhirnya membuat orang tua, terutama Ibu, menjadi luluh dan sering meminta pendapat saya sebelum memutuskan sesuatu.

5. Perfeksionis

Sifat serba ingin sempurna ini bak dua sisi mata uang. Di satu sisi baik, tapi di sisi lain juga bisa bikin repot dan melelahkan diri sendiri, terutama dalam hal pekerjaan. Pada akhirnya saya belajar untuk bisa menerima semua kekurangan diri dan orang lain sehingga menjadi orang yang lebih fleksibel.

6. Bosenan

Dari hasil analisis tulisan tangan dan sidik jari, saya termasuk orang yang bisa melakukan pekerjaan rutin yang terjadwal dengan baik, tapi harus ada variasi, alias bosenan,ย heheheee…. Enggak suka selalu duduk di belakang meja, tapi juga bosan kalau harus terus-menerus di lapangan. Itu sudah terbukti nyata selama ini dan bukan hoaks ๐Ÿ˜€

7. Enggak Tegaan

Ini juga sudah terbukti. Saya suka enggak tegaan sama orang dan mudah luluh. Kadang niatnya menolong dan memberi nasihat, tapi sering tidak sadar kalau justru dimanfaatkan. Tapi saya tetap yakin, kok, selalu ada pahala untuk orang yang ikhlas, Hanya saja, seiring bertambahnya pengalaman dan untuk menjaga kewarasan diri serta pikiran, saya mulai dapat mengontrol dan lebih waspada memilah serta memilih siapa yang harus saya tegain dan siapa yang harus dibaikin. Wallahu a’lam, namanya juga usaha perbaikan diri ๐Ÿ™‚

Nah, itu tadi 7 fakta tentang saya. Masih merasa kurang? Lah, kepo amat sihhh kamu,ย kwkwkwk…. Bercanda, euy ๐Ÿ˜€ Tanya langsung ke saya aja, ya, gimana karakter lainnya.

7 Jawaban Pertanyaan dari si Pemberi Award

Ini adalah jawaban dari 7 pertanyaan yang diberikan Mbak Inna kepada saya. Gampang-gampang susah, ya, pertanyaannya.

1. Apa definisi rasa syukur?

ย Bagi saya, syukur adalah rasa yang muncul manakala kita mampu menerima suatu keadaan dengan ikhlas dan bahagia, apa pun dan bagaimanapun kondisinya. Bukan pada banyak sedikitnya materi atau sehatnya jasmani, karena dalam kondisi sakit dan kekurangan pun sejatinya rasa syukur tetap dapat dimunculkan.

2. Hal apa yang terjadi dalam hidup dan patut disyukuri?

Banyak sekali peristiwa dalam hidup saya yang naik turun secara drastis bak angka grafik yang cenderung fluktuatif. Gelombang kehidupan ini baru saya alami ketika usia mulai memasuki 20 tahun, atau saat masa-masa kuliah. Sebelumnya, kehidupan saya cenderung flat, rapi dan teratur. Mungkin, Allah melihat saya cukup kuat untuk menghadapi ujian dari-Nya ketika memasuki usia kepala 2. Dari banyaknya ujian tersebut, ada beberapa hal yang patut disyukuri, antara lain, saya yang tadinya pemalu, kuper dan selalu menutup diri, tumbuh menjadi sosok perempuan yang mandiri, tegar dan mulai percaya diri. Di antara banyaknya momen yang terjadi, terwujudnya impian ke Baitullah adalah momen terbaik yang tak pernah lupa saya syukuri hingga saat ini.ย 

3. Siapa yang paling berjasa dalam hidupmu?

Kalau ini sudah pasti, jawabannya adalah orang tua. Bapak rahimahullah dan Ibu adalah sosok orang-orang kuat yang ada di belakang saya. Sebenarnya saya lebih dekat dengan Bapak, namun setelah Bapak meninggal saat usia saya menjelang 27 tahun, Ibu adalah orang terdekat yang merasa sangat membutuhkan saya di sisinya. Karena itulah, kami akhirnya sering saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi banyak ujian yang Allah beri sepeninggal Bapak. Alhamdulillah, kami mampu melampaui ujian demi ujian itu. Masya Allah.

4. Hal apa yang ingin kau berikan pada orang yang sudah berjasa dalam hidupmu, tapi hingga saat ini belum kesampaian?

Waduww … ini pertanyaan paling sulit deh kayaknya, hiksss …. Apa ya, yang belum saya berikan untuk orang tua, terutama Ibu? Banyak sekali pastinya hal yang belum bisa dan tak akan terbalas oleh apa pun juga, meski saya tahu, beliau sudah tidak membutuhkan balasan apa pun, apalagi yang bersifat materi. Tapi saya jadi ingat, ada satu doa dari Ibu yang sampai saat ini belum kesampaian saya wujudkan. Anggap aja lagi otw nih, jadi saya keep dulu deh, enggak usah ditulis di sini ya, kwkwk …. Yang ngasih pertanyaan ini udah tahu jawabannya kok ๐Ÿ˜€

5. Apa cita-cita terbesarmu saat ini?

Hemmmmm ... cita-cita atau impian terbesar saat ini banyak sekali, sih, sebetulnya, karena saya ini adalah seorang pemimpi ๐Ÿ™‚ Tapi yang utama saat ini, pengen banget bisa jadi ibu yang baik untuk Lubna, anak perempuan saya, sekaligus menginspirasi dan berbagi lewat apa yang saya tekuni sekarang. Insya Allah, tujuannya semata-mata untuk mencari bekal di akhirat kelak. Kalau pun ada rezeki yang Allah beri dari sini, ini saya yakini sebagai amanah yang harus dijaga dan digunakan di jalan-Nya. Doakan saya istikamah, ya, manteman ๐Ÿ™‚

6. Pernahkah orang lain meremehkanmu? Apa yang kamu lakukan untuk menghadapi hal tersebut?

Pastinya, saya juga pernah diremehkan. Dalam hal apa? Salah satunya dalam hal berbisnis dan berinteraksi dengan orang lain. Tahu sendiri ‘kan bahwa saya ini cenderung pendiam dan introver. Lebih banyak menikmati suasana sendiri daripada kumpul dengan orang banyak, sementara bisnis yang saya jalankan waktu itu harus banyak berinteraksi dengan bermacam karakter, meskipun dijalankan secara online. Karena dikerjakan dari rumah, anggapan orang, kita tidak punya penghasilan karena tidak bekerja kantoran dan hanya diam di rumah. Nah, ketika masa pandemi COVID-19 ini mulai diberlakukan work from home dan hampir semuanya dikerjakan secara online, Alhamdulillah, saya sudah terbiasa dan enggak kaget lagi menjalaninya karena memang sudah bekerja dari rumah sejak tahun 2013.

Btw, apa yang saya lakukan untuk menghadapi orang yang meremehkan saya? Buktikan aja dengan hasil dan prestasi, tidak perlu banyak bicara dan basa-basi ๐Ÿ˜‰

7. Bagaimana caramu mengendalikan semangat yang turun?

Lagi bosan dan enggak bersemangat? Off dulu dari rutinitas, carilah me time yang kamu sukai. Saya biasanya memilih tidur dan mematikan gadget untuk recharge energi. Kadang main game, atau nyobain resep kudapan yang simpel dan enggak ribet. Tidak lupa, membiasakan diri untuk selalu bersyukur setiap hari. Tujuannya, agar saya enggak banyak mengeluh karena masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada saya.

Penerima Liebster Award Berikutnya

Okeee… tiba waktunya saya memilih seseorang untuk diberikan Liebster Award berikutnya. Siapakah diaaaa??!!

Jeng… jenggggg….

And… the Liebster Award goes to…. my mentor and my dear friend, Muyassaroh. Kamu yang suka menulis dan membaca buku pasti sudah enggak asing dengan namanya. Beliau yang masih muda tapi sudah punya segudang pengalaman, terutama dalam dunia literasi ini adalah salah satu ‘guru’ terbaik saya yang membimbing dalam dunia kepenulisan. Mbak Muyassaroh bisa dibilang merupakan orang yang Allah kirim untuk melancarkan perjalanan saya di dunia tulis-menulis dan editing. Semoga Allah membalas semua kebaikannya. Oya, kamu bisa baca tulisan-tulisan renyahnya di blog Muyass.com, ya! Banyak tips dan resep menarik di situ. Cewek banget, deh, blognya ๐Ÿ™‚

Lalu, apa 7 pertanyaan dari saya untuk Mbak Muyas? Ini dia!

  1. Apa arti kesuksesan untukmu?
  2. Apakah kamu bahagia dengan kehidupanmu sekarang? Kalau iya, apa yang membuatmu bahagia? Kalau tidak, mengapa?
  3. Hal terbesar apa yang memotivasimu untuk selalu menjadi lebih baik?
  4. Apa tujuan hidupmu?
  5. Kata-kata motivasi apa yang menjadi prinsip hidupmu?
  6. Adakah hal yang kamu sesali dalam hidup ini? Jika ada, apakah itu?
  7. Apa keinginan yang belum tercapai?

Gampang, kannnnn? Hihiiii…..

Alhamdulillah, kelar juga nulisnya. Perasaan enggak habis-habis deh nulis ini. Panjanggggg karena semuanya serba angka 7 ๐Ÿ˜€

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah berkenan membaca. Boleh kasih komen juga, ya, yang merasa tahu fakta lain tentang saya. ๐Ÿ™‚

Matur nuwun…. Arigato gozaimasu….

Menulis Blog, Sekadar Menaikkan DA/PA-kah?

Image: Unsplash.com

Menulis blog sekadar untuk menaikkan DA/PA-kah? Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan untuk saya sendiri, bukan untuk siapa-siapa ๐Ÿ™‚ Buat teman-teman pembaca yang belum tahu apa itu DA/PA, nanti kita bahas sedikit, ya.

Saya ingat, tahun 2013 adalah awal dan pertama kalinya saya belajar membuat blog . Saya yang gaptek dan enggak punya komputer ini rela menghabiskan waktu 6 jam di warnet demi membuat sebuah blog yang saat ini teman-teman baca. Apakah saat itu terpikir untuk menjadi seorang blogger dan mendapat penghasilan dari blog? Boro-boro!! Wong nulis di blog aja jarang, kok ๐Ÿ™

Menulis di blog secara serius mulai saya lakukan di tahun 2018 ketika sudah menekuni rutinitas menjadi penulis artikel di beberapa media online. Setelah tulisan saya muncul di media milik orang lain, barulah saya mulai percaya diri mengisi blog pribadi lagi dengan tulisan yang mulai terarah dan fokus, enggak lebay seperti awal menulis blog di tahun 2013-2017 kwkwkwk… Kalau enggak percaya, cek aja deh gimana lebaynya kalimat yang saya gunakan waktu masa-masa awal ngeblog itu ๐Ÿ˜€

Nah, seiring seriusnya saya mengisi blog, ternyata banyak sekali hal-hal teknis sebagai seorang blogger yang harus saya pelajari. Bisa bayangkan dong bagaimana saya yang tahun 2018 itu masih belum punya laptop ini harus belajar tentang hal teknis dan ngutak-atik blog hanya melalui smartphone aja.

Ngeluh? Heheheeee…. Alhamdulillah enggak. Jangankan cuma nulis di blog, nulis naskah buku untuk diterbitkan yang jumlahnya berlembar-lembar aja sanggup saya lakukan hanya dari smartphone. Intinya, terima saja dulu kondisi yang ada. Mereka yang saat ini berhasil di berbagai bidang yang ditekuni banyak yang memulainya dengan tetesan keringat kesedihan, kekurangan dan berbagai -an lainnya ๐Ÿ˜€ Justru itu yang semakin memacu kita untuk melaju, bukan? Kamu pasti setuju ๐Ÿ™‚

DA/PA Blog

Setelah mengikuti beberapa komunitas menulis (enggak banyak kok, saya cuma ngikutin 2-3 aja. Takut bingung soalnya heheheee…), saya banyak mendapatkan ilmu gratis. Salah satunya berkenalan dengan banyak blogger yang sering berdiskusi bersama tentang perkembangan blog mereka. Dari sinilah saya baru tahu bahwa menjadi seorang blogger itu ternyata enggak cuma nulissss dan nulissss aja ๐Ÿ˜€

Iya sih, menulis dan mengisi blog menjadi hal yang utama. Tapi, mau enggak mau kita juga harus belajar bagaimana caranya agar blog atau rumah yang kita miliki selalu bersih, terawat, sehingga dapat terbaca di mesin pencari Google. Kalau blog kita sudah terbaca oleh Google, otomatis banyak pengunjung yang membaca tulisan kita. Selain menaikkan nilai DA (Domain Authority) blog, banyaknya pembaca yang berkunjung ke blog juga dapat membawa keuntungan lain, misalnya, penawaran kerja sama dari perusahaan tertentu yang memasang link perusahaan mereka di blog kita, beserta artikel tentang bisnisnya. Tentu saja, dengan pembayaran kompensasi yang telah disepakati bersama.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority)?

Salah satu cara mengecek DA/PA (image: NezzSEO.com)

Domain Authority (DA) adalah tolok ukur kekuatan sebuah domain (nama blog/situs) di mesin pencari internet (Google, Yahoo atau Bing). Angka relevansinya mulai dari 1-100. Semakin tinggi angka DA, berarti nilai keseluruhan blog/situs tersebut semakin baik.

Sedangkan Page Authority (PA) adalah tolok ukur kekuatan satu halaman saja dari blog/situs kita yang sering muncul di mesin pencari.

Kalau diibaratkan, DA adalah rumahnya, sementara PA adalah kamarnya. Bisa jadi nilai DA rendah, tapi nilai PA tinggi. Biasanya yang dijadikan tolok ukur utama untuk mendapatkan penawaran kerjasama adalah DA, yang merupakan nilai keseluruhan blog/situs tersebut. Semakin tinggi nilai DA, maka nilai bayarannya pun menjadi semakin tinggi.

Cara Meningkatkan DA

Owww…. terus bagaimana cara meningkatkan nilai DA supaya bisa dapat bayaran tinggi? *ehhh qiqiqiiii…. Ini saya rangkum singkat aja ya, berdasarkan pengalaman dan informasi yang saya baca. Kalau teman-teman mau menambahkan di kolom komentar, silakan. Bisa jadi tambahan ilmu juga buat saya.

1.  Perbanyak tulisan di blog

Kalau ini memang sudah seharusnya dilakukan. Ibaratnya, kalau ingin naik level atau naik jabatan dalam suatu pekerjaan, ya mau enggak mau harus berusaha kerja yang bener kan, ya? Dalam hal ini dengan memperbanyak konten artikel di blog, terutama artikel organik, bukan hanya berbayar. Semakin banyak artikel bermanfaat yang kita tulis, semakin banyak pembaca yang mencarinya dan semakin sering artikel tersebut muncul di mesin pencari. Poin nomor 1 ini sekaligus merupakan keplakan bagi saya yang masih sesuka hati dan belum rutin menulis konten di blog sendiri *uhhuk ๐Ÿ˜€

2. Perbanyak baclink dan internal link berkualitas pada blog

Backlink adalah alamat situs (link/URL) dari situs luar yang diletakkan di blog kita. Backlink dari situs luar ini juga dapat menaikkan nilai DA blog, dengan catatan, link tersebut berasal dari situs web yang baik kredibilitasnya atau populer di mesin pencari Google.

Selain backlink, jangan lupa untuk menautkan internal link atau link artikel blog kita sendiri di dalam setiap tulisan yang kita terbitkan. Dengan cara ini, artikel sebelumnya yang mungkin belum terbaca oleh pengunjung blog mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi.

3. Usia domain juga memengaruhi

Usia domain? Iya. Jadi seperti blog saya ini, domain berbayar dengan nama Hastinpratiwi.com baru saya beli pada bulan Desember 2018. Jadi jika dicek, usia domain berbayarnya sampai tulisan ini diketik baru 1 tahun 42 hari. Sebelumnya, blog saya masih menggunakan domain gratisan dengan nama Hastinpratiwi.wordpress.com (puanjangg, ya…).

Ketika saya mengganti domain dari gratisan menjadi berbayar, maka nilai DA blog saat masih gratisan sudah tidak dianggap lagi. Penghitungan DA-nya dimulai lagi dari angka 0 sejak saya membeli domain berbayar. Agak nyesek sih karena harus memulai DA dari awal lagi. Tapi begitulah yang namanya dunia, selalu harus ada usaha, bukan? Alhamdulillah, sekarang DA blog mulai naik secara perlahan, meskipun masih recehan ๐Ÿ˜€

Apa Tujuan Menulis Blog?

Pertanyaan ini sejatinya harus dikembalikan kepada diri masing-masing. Apa tujuan menulis blog tidak dapat disamaratakan satu dengan yang lain. Saya sendiri menulis blog belum terlalu konsisten. Selain untuk memberi informasi kepada pembaca, tak dapat dimungkiri, apabila ada penawaran kerja sama dari pihak luar dan mendapat bayaran, tentu saja hati menjadi senang. Ada tujuan komersialnya juga, meskipun itu bukanlah hal yang utama.

Beda lagi pastinya dengan para blogger profesional yang memang membuat blog dengan tujuan komersial. Mereka biasanya memiliki bisnis peternakan blog. Hahh?? Hihihiii…. iyaa… blognya banyak, bukan cuma satu saja. Dengan punya banyak blog yang aktif, mereka dapat mengumpulkan pundi-pundi penghasilan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Kamu mau pilih yang mana? Sebagai peternak blog, atau sekadar mengisi blog sesekali seperti saya? Sekali lagi, itu semua adalah pilihan. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah kalau kita ingin mendapat penghasilan, tapi enggak pernah ngapa-ngapain. Diemmm aja…. Bener enggak?

Mendapat Tawaran Menulis Naskah dari Penerbit

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat e-mail dari seorang editor penerbitan. Isinya, jujur, hampir bikin saya pingsan… hahahaaa…. Beliau mengaku telah membaca tulisan-tulisan saya di blog ini dan sangat tertarik mengajak bekerja sama dalam penulisan buku pengayaan untuk dibaca oleh anak usia sekolah.

Masya Allah… selama ini sama sekali tidak ada niat dalam hati saya untuk menulis naskah cerita atau buku yang ditujukan untuk segmen anak, meskipun banyak teman sesama penulis yang melakukan hal itu. Saya terlalu fokus pada segmen dewasa, terutama yang berhubungan dengan tema inspirasi, motivasi, gaya hidup, termasuk traveling.

Awalnya saya sempat bingung, terima atau tidak? Tetapi setelah melihat respon dari mas editor yang sangat terbuka dan bersedia membimbing apabila saya menemui kesulitan dalam penulisan naskah tersebut, luluhlah hati ini. Mungkin ini waktunya ke luar dari zona nyaman. Betapa saya harus bersyukur, di saat banyak penulis harus melamar ke penerbit agar naskahnya diterima, saya justru dilamar oleh penerbit begitu saja.

Pengalaman ini semakin menguatkan saya bahwa menulis blog itu bukan sekadar untuk mengejar kenaikan DA dan PA saja. Naiknya DA anggap saja sebagai bonus dari kekonsistenan kita. Tapi seandainya turun pun seperti kejadian massal penurunan DA beberapa waktu lalu yang membuat para blogger mendadak sesak napas :D, rasanya tak ada yang perlu disesali.

Teruslah menulis di blogmu. Bukan hanya untuk menaikkan angka DA/PA saja. Lebih dari itu, niatkan berbagi inspirasi, memotivasi, sekaligus memberi informasi. Percaya saja, jalan rezeki tak mungkin pergi….

Baca Juga

3 Hal yang Harus Kamu Perhatikan saat Memilih Jasa Penyedia Web Hosting

Image: Unsplash.com

Halooo…. adakah teman-teman yang gaptek dan enggak paham tentang masalah teknis blog seperti saya?ย  heheee… Orang gaptek kok bangga, ya! *tutup muka

Hemmm…ย  sebenarnya enggak bangga juga sih dengan kegaptekan ini. Adakalanya saat lagi sok paham masalah teknis dan pengen utak-atik blog, saya bisa keasyikan sampai berjam-jam juga. Pernah utak-atik blog dari jam 23.00 sampai jam 05.00 pagi saking kepo-nya, haduhh. Mentornya darimana lagi kalau bukan dari mbah Google kwkwk…. Padahal, kerjaan utama ‘kan bukan cuma utak-atik blog, ya? Masih ada cucian yang numpuk minta dicuci. Masih ada anak yang harus diurus keperluan sekolah dan ditemani belajarnya. Jadi, sejak memutuskan membeli domain blog sesuai nama saya, di situlah saya memilih untuk menyerahkan masalah teknis kepada jasa penyedia domain dan web hosting berbayar.

By the way busway, sedikit cerita, blog ini saya buat pertama kali pada tahun 2013 saat saya masih aktif berbisnis salah satuย brand kecantikan dan perawatan tubuh alami dari Swedia. Waktu itu, banyak sekali ilmu internet marketing yang saya dapatkan dari bisnis yang dijalankan 80% secara online itu. Saya yang tadinya gaptek dan tidak pernah mengenal media sosial, apalagi blog, mau enggak mau harus aktif dan konsisten melakukan personal branding dan mengunggah postingan di media sosial setiap hari. Ternyata, sekarang semua itu sangat bermanfaat, karena aktivitas tulis-menulis yang akhirnya saya tekuni juga membutuhkan branding diri di semua media sosial yang dimiliki.

Meskipun blog ini sudah ada dari tahun 2013, tapi saya baru memutuskan untuk membeli domain dan hosting Hastinpratiwi.com di akhir tahun 2018. Wahh… lama amat, ya? Kenapa baru 5 tahun kemudian di-Top Level Domain-kan? Iya, karena di tahun-tahun awal, menulis blog-nya belum rutin. Saya merasa lebih nyaman bercerita dan menulis di media sosial daripada di blog, karena di medsos tinggal nulis aja, tanpa harus mikirin tema, judul, gambar, dll ๐Ÿ™‚

Pilihan tempat pembelian domain dan hosting untuk blog di tahun 2018 itu akhirnya saya jatuhkan kepada RumahWeb.com, salah satu jasa hosting yang ada di Yogyakarta.

Sebenarnya, di tahun 2013 saya sudah pernah beli domain juga di Rumah Web, tapi bukan untuk blog ini, melainkan untuk website bisnis online yang saya jalankan saat itu. Setelah 1 tahun berlangganan di Rumah Web, saya memutuskan berhenti dulu menggunakan domain berbayar. Setelah itu, saya mencoba menggunakan jasa hosting lain yang memang sering mengadakan promo harga besar-besaran untuk layanan mereka. Sayangnya, setelah 2 tahun menggunakan jasa penyedia hosting lain, saya akhirnya menyadari bahwa dari segi pelayanan, Rumah Web memang lebih recommended.

Kenapa bisa begitu? Apakah ada masalah?

Yup, saya pernah meminta jasa hosting lain tadi untuk membantu mengatasi masalah teknis di website bisnis saya saat itu. Sayangnya, saya diminta melakukan penyelesaian masalah sendiri berdasarkan panduan teknis dari mereka. Duhh…. berhubung gaptek dan enggak paham, yassudahlah, enggak kelar-kelar solusinya hehheheee…. Selain itu, koneksi web bisnis saya juga sering error/downย dan enggak bisa dibuka. Ini bikin illfeel pastinya, karena kita sudah promo di media sosial, ternyata web enggak bisa diakses, bikin para prospek jadi kecewa. Jadi setelah masa kontrak dengan perusahaan jasa hosting itu expired, saya putuskan enggak lanjut lagi menggunakan layanan mereka, meskipun harganya sering banget promo.

Tahun 2018 kemarin, comeback-lah saya beli domain dan hosting ke Rumah Web lagi. Alhamdulillah, dari awal setting blog ke domain baru, semuanya saya pasrahkan ke tim teknisi Rumah Web ๐Ÿ™‚ Bahkan satu minggu lalu, ketika mendadak blog saya enggak bisa diakses, padahal ada artikel pesanan klien yang harus saya setorkan hari itu juga, pihak teknisi Rumah Web gerak cepat banget menyelesaikan masalah teknis itu dalam beberapa menit. Masya Allah, legaaaa rasanya….ย 

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi saya tadi, ada baiknya kamu yang ingin mencari jasa penyedia domain dan hosting profesional sudah ada baiknya memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Tergiur Diskon Harga Domain/Hosting Boleh Saja, Tapi Perhatikan Juga Akses Layanan Hosting-nya

Untuk masalah satu ini kamu sebaiknya banyak bertanya kepada teman yang paham dan jangan lupa juga mencari referensi sendiri di internet.ย  Saat ini memang banyakย  bermunculan jasa layanan domain dan hosting yang bagus, tinggal kitanya saja lebih mantap menggunakan yang mana. Biasanya setelah bekerja sama dengan mereka minimal 1 tahun, kamu sudah bisa melihat bagaimana kredibilitas perusahaannya. Seperti misalnya, akses hosting-nya cepat atau lambat, apakah server mereka sering down, dll.

  • Kecepatan Layanan Customer Service-nya

Pilih layanan hosting yang memiliki layanan customer service 24 jam sehari, 7 hari seminggu, baik melalui email maupun chat online. Dari kecepatan dan kesigapan respon mereka, kamu dapat menilai sejauh mana mereka menghargai customer-nya.

  • Jika Ada Masalah Teknis, Meskipun Kamu Mampu Menanganinya, Sekali Waktu Lakukan Tes Pelayanan dengan Meminta Bantuan Jasa Hosting Langgananmu

Dari cara mereka menangani masalahmu, meskipun itu hanya masalah kecil, kamu dapat mengetahui keseriusan mereka menjaga hubungan dengan pelanggannya. Jujur, ketika jasa layanan hosting yang kita harapkan membantu menyelesaikan masalah teknis di website kita ternyata tak mampu menyelesaikannya, di situlah saya merasa sedih.

Apa yang saya tulis di atas berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami, ya, man-teman, jadi bisa jadi sangat subjektif bagi sebagian orang. Kalau kamu punya pengalaman lain terkait caraย  memilihย web hostingย ini silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Pastinya bermanfaat sekali infonya.

Terima kasih sudah membaca….

Baca juga

Review Training Blog Untuk Pemula di Estrilook Community

Haii… ketemu lagi kita, Dearsย  ๐Ÿ˜
Saya mau cerita dikit ya tentang training blog yang saya ikuti 3 hari terakhir ini.
.
Jadi nih, antara tanggal 5 – 7 Oktober 2018 Estrilook Community yang merupakan komunitas para kontributor (penulis artikel) di platform Estrilook.com mengadakan pelatihan step by step cara membuat blog di platform Blogspot bagi pemula. Pelatihan ini diadakan free dannnn peminatnya banyakk yaa ternyata…
*ya iyalahhhh….ย gratis gitu loh ๐Ÿ˜‚
.
.
FB_IMG_1538837664894
.
.
Hebatnya, meskipun gratis, training blog ini gak cuma sekedarnya aja. Kita bebas bertanya dan diskusi dari mulai tahap awal banget isi data, pilih tema, pilih nama, sampai ke masalah teknis yang maaf ya, saya cukup pusing kalau sudah ngomongin masalah teknis ini wkwkwkwk…
.
Jadi ingat beberapa tahun yang lalu bikin blog WordPress ini bener-bener butuh perjuangan. Saya rela menghabiskan waktu lebih dari 4 jam karena terlalu kepo mengutak-atiknya sendiri, dan sekarang sudah lupa semua ilmunya, wahai sodara-sodara ๐ŸคฆBesok deh saya janji mau belajar WordPress lagi.
.
By the way, untuk kamu yang belum punya blog dan tertarik bikin, secara umum ada 2 platform blog yang bisa kamu gunakan, yaitu :
.
1. Blogger.com
2. WordPress.com
.
Kalau kamu ingin bentuk blog yang sederhana dan lebih mudah, bisa gunakan Blogspot. Tapi kalau tertantang mencoba yang lebih apik tampilannya, kamu bisa mencoba WordPress seperti punya saya ini.
.
.
20181009_001750_0001
.
.
Di training kemarin kita belajar bikin pakai Blogspot dulu yang mudah. Trainernya sabarrr banget ngajarinnya, padahal dia masih unyu-unyu, sedangkan muridnya mayoritas dari partai emak-emak hehheheee… Alhamdulillah saking sabarnya, semua peserta bilang dia baik dan cantik, secantik blognya ini,ย Steffi Budi Fauziah. Klik aja linknya ya biar dia tambah happy ๐Ÿ˜„
.
Mungkin diantara kamu yang belum punya blog akan berpikir, buat apa sih bikin blog? Memang ada manfaatnya selain buat nulis?
.
Nah, sama.. Sayaย dulu mikirnya juga gitu.
Ternyata, seiring berjalannya waktu, manfaat blog semakin berkembang.
.
Bukan cuma sekedar buat nulis curhatan, tapi bisa juga untuk memberikan sebentuk informasi dan komunikasi buat teman-teman dan followermu.
Bahkan saat ini, blog juga bisa dikomersilkan alias dimonetisasi untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah lewat kerjasama dalam bentuk content placement alias pemasangan iklan dari pihak lain.
.
Gimana, masih bingung mau bikin blog atau enggak? โ˜บ
Terserah kamu sih ya, tapi kalau kamu gak hobi nulis, tapi hobi jualan, atau ingin jadi pengusaha/profesional di bidang tertentu, sebaiknya kamu memang harus membuat blog atau website yang berisi profil diri atau usahamu.
.
“Tapi aku kan gak hobi nulis, mbak? Nanti blognya gak ada isinya dong?”
.
Ahh, sekarang mah gampang. Tinggal cari jasa ghostwriter, alias penulis belakang layar macam saya gini (jiahhh…. malah promosi…. maaffkeunnnn ๐Ÿคฃ)
.
Intinya, blog saat ini sangat penting, apalagi untuk kamu yang ingin serius bekerja di dunia maya. Jadi jangan sia-siakan kalau ada kesempatan untuk ikut training blog, baik berbayar, apalagi gratisan macam begini.
.
Akhir kata, terima kasih ya, Estrilook!
Meskipun bukan pertama kalinya buat saya, tapi training ini sungguh bermanfaat untuk lebih memperdalam lagi ilmu teknis tentang blogging..
.
Besok adain lagi yesss…ย ๐Ÿ˜๐Ÿ’–
.
.
#ReviewTrainingBlog
#EstrilookCommunity

Belajar nge-Blog

Assalamu’alaikum ww.

Ini adalah tulisan kedua saya di blog ini..
Kenapa dikasih judul “Belajar ngeBlog”??

Iyaa, beneerrr banget.. taukah bunda2 & para pembaca semua bahwa saya sekarang lagi belajar ngeblog.. hehehe.. jangan ditertawakan yak..!!

Alhamdulillaaah.. ga nyangka, gabungnya saya di dBC Network ternyata membawa berkah berlimpah MANFAAT yg tiada tara.. Banyaaak banget ilmu yg saya dapet ๐Ÿ™‚

Selain ilmu internet marketing, leadership, pengembangan diri & masih banyaaak ilmu lainnya, ternyata saya juga dapet ilmu ngeblog yg selama ini pengeeen bgt saya ketahui.. ๐Ÿ™‚

Jadi para pembaca, kalo ada sesuatu yg lucu atau janggal di tulisan awal ini mohon dimaklumi yaaa.. karena saya hanyalah seorang ibu RT biasa yg selalu haus akan ilmu & sedang berusaha menambah ilmunya.. ๐Ÿ™‚

Wassalamu’alaikum ww.