Arsip Tag: blogging

Bukan Sekadar Ujian, Jadikan Masa Pandemi Virus Corona sebagai Tantangan dan Peluang Bersama ASUS Chromebook Flip C434

“Kami sekarang beralih ke bisnis makanan, mengikuti permintaan pasar. Yah, apa boleh buat ….” 

pandemi virus corona
Masa pandemi virus Corona membutuhkan kebesaran hati kita untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Kalimat tersebut meluncur perlahan, nyaris tak terdengar, dari bibir seorang teman saat pertemuan kami satu bulan yang lalu. Ya, teman saya ini adalah seorang pelaku bisnis UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang terkena imbas di masa pandemi virus Corona. Usaha batiknya yang berada di wilayah Bantul, Yogyakarta, terpaksa harus banting setir menjadi usaha makanan rumahan yang dirasa lebih banyak peminatnya.

Saya yakin, Mas Aryo-sebut saja begitu-bukanlah satu-satunya pelaku UMKM yang mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi virus Corona. Masih banyak Aryo-Aryo lain juga mengalami hal yang sama. Beruntungnya, Aryo bersama istrinya cepat tanggap dan segera mengubah haluan bisnis, dari fesyen menjadi kuliner.

Ada lagi kisah seorang teman lainnya yang juga bergerak dalam bisnis fesyen dan melakukan kolaborasi bersama beberapa pelaku UMKM lainnya dalam bentuk pameran aneka produk secara online. Luar biasa menurut saya. Dalam keadaan apa pun, seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu kreatif dan mencari celah, meski di dalam lubang sempit sekalipun. 

Pemerintah Indonesia sendiri bukannya tak peduli akan kondisi ini. Sejak bulan Agustus 2020 lalu pemerintah telah mengucurkan dana kepada 12 juta pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan. Salah satu syaratnya adalah pelaku usaha mikro yang menerima bantuan bukanlah seorang ASN, bukan anggota TNI/Polri, bukan karyawan BUMN, dan tidak sedang menerima bantuan kredit lainnya dari perbankan, atau unbankable. (Sumber: Kontan, 24/8/2020)

Apa yang dilakukan oleh teman-teman pelaku UMKM yang saya ceritakan di atas sejalan dengan poin-poin yang diungkapkan oleh nara sumber dalam webinar yang saya ikuti beberapa minggu lalu. Webinar bertajuk Sustainable Growth with ChromeBook ini merupakan kerja sama antara Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dengan ASUS Indonesia. 

Webinar Sustainable Growth with Chromebook di Masa Pandemi Virus Corona

pandemi virus corona asus chromebook
Webinar Sustainable Growth (Pertumbuhan Berkelanjutan) Pelaku UMKM di Masa Pandemi Corona kerja sama antara ASUS dan IIDN.

Teman-teman pasti tahu bahwa ASUS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perangkat teknologi informasi dengan produk-produknya yang sudah tidak asing lagi. Didirikan di Kota Taipei pada 2 April 1989, produk ASUS yang semula hanya berupa motherboard mulai berkembang pesat sehingga memunculkan produk lainnya, seperti monitor, berbagai kebutuhan teknologi komputer dengan kualitas tinggi, dan saat ini mulai memproduksi perangkat teknologi pintar lainnya, seperti telepon genggam dan tablet.

Webinar Sustainable Growth with ChromeBook yang diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 2020 ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Ir. Victor Asih, MBA., M.T. yang merupakan seorang motivator, pengusaha, penulis buku bestseller, serta konsultan bisnis dan teknologi informasi. 

Dengan sederet pengalaman yang beliau miliki, Bapak Victor menjelaskan dengan gaya yang santai, bahasa yang sederhana, dan pemahaman yang mudah dimengerti oleh para peserta webinar. Beberapa poin penting dari webinar ini saya rangkum secara singkat di bawah ini.

1. Tingkatkan Soft Skill

Banyak yang mengira bahwa untuk dapat meraih keberhasilan dalam segala bidang hanya dibutuhkan hard skill semata, tanpa memedulikan soft skill. Faktanya, hard skill hanya dibutuhkan sekitar 20 persen saja, sementara soft skill memiliki kadar yang lebih banyak, yaitu 80 persen.

Masih bingung soft skill itu apa? Dikutip dari laman The Balance Careers, semua keterampilan yang berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar atau bersifat interpersonal, seperti kemampuan berkomunikasi, mengontrol emosi, kemampuan menghadapi tekanan, kreativitas, etos kerja, dan semacamnya termasuk dalam kategori soft skills. Keterampilan ini tidak dapat dipelajari lewat bangku pendidikan formal seperti halnya hard skill, tetapi bisa kita dapatkan melalui buku-buku, pengalaman, dan kemauan untuk memperbaiki diri.

2. Miliki Pemikiran yang Terbuka

Masa pandemi virus Corona bukan ajang untuk mengeluh, depresi, apalagi berkecil hati sehingga semua menjadi tak berarti lagi. Waktu terus berjalan, meskipun kita tak pernah menginginkan. Dengan mengizinkan pikiran kita untuk menerima hal-hal baru sebagai bagian dari perubahan, artinya kita telah selangkah lebih maju untuk belajar dan menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Memiliki pemikiran yang terbuka membuat kita bisa lebih jeli melihat berbagai peluang bagus yang hadir di sekeliling kita.

3. Ciptakan Peluang dari Hal yang Sederhana

Banyak teman sesama ibu rumah tangga seperti saya yang awalnya tidak memiliki bisnis sama sekali, ternyata di masa pandemi virus Corona ini justru memiliki bisnis baru yang awalnya tidak mereka rencanakan. Yang memiliki hobi menjahit contohnya, mulai tertarik membuat aneka masker kain berbagai motif.

Begitu pula ibu-ibu lain yang selama ini berkreasi di dapur hanya sebagai rutinitas, kemudian mulai percaya diri mempromosikan hasil olahan kulinernya sebagai produk komersial yang diperjualbelikan. Awalnya hanya sebagai pengisi waktu luang, siapa sangka akhirnya keterusan dan menjadi pemasukan. Ini bukti bahwa peluang dapat tercipta dari hal yang sederhana.

4. Jadilah Kreatif

Mungkin ada di antara kita yang merasa sama sekali tidak kreatif dan sering kehabisan ide. Kamu tak sendiri karena saya pun kerap mengalami hal ini. Seandainya teman-teman tahu bahwa Prof. Margaret Borden dari University of Sussex telah melakukan riset tentang kreativitas selama lebih dari 30 tahun lamanya. Ia sampai pada kesimpulan bahwa kreativitas merupakan dasar kecerdasan manusia secara umum.

Kecerdasan ini tidak berhubungan dengan seni atau musik, tetapi tentang bagaimana otak kita mencari jalan keluar setiap kali ada masalah yang harus diselesaikan. Dengan mengamati kondisi sekitar, bukan tidak mungkin ide-ide baru akan bermunculan di kepala. Seandainya tak memiliki ide baru pun, sebenarnya sah-sah saja menyontek ide kompetitor, asalkan tetap disesuaikan dengan karakter dan keunikan masing-masing pelaku bisnis. Jadi, tetap saja harus ada kreativitas dari diri kita sendiri.

5. Lakukan Kolaborasi

Contoh poin nomor lima ini seperti yang saya ceritakan di awal tulisan tadi, tentang seorang sahabat yang melakukan kolaborasi dengan teman-teman sesama pelaku UMKM. Mereka mengadakan pameran produk antarkomunitas secara online sehingga memudahkan konsumen mencari aneka produk yang dibutuhkan dalam satu wadah saja.

Ini juga dapat membuka peluang pasar yang baru dengan adanya daya jangkau konsumen yang lebih heterogen dari sebelumnya. Yup, betapa sinergi dan kolaborasi sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi saat ini.

Berkaca dari poin-poin di atas, pelaku UMKM mau tak mau harus mulai beralih ke bisnis digital jika tak ingin bisnisnya terpuruk di masa pandemi. Yang tadinya tak terpikir untuk membuat etalase produk dalam bentuk website misalnya, sekarang harus mulai dilakukan agar produk dapat menjangkau wilayah penjualan yang lebih luas.

ASUS Chromebook Flip C434, Apa sih Kelebihannya?

Senada dengan yang disampaikan oleh Bapak Victor Asih dalam webinar tersebut, ASUS sebagai produsen perangkat teknologi informasi juga tak ketinggalan mengeluarkan produk kreatif yang dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi pandemi virus Corona yang sekarang masih berlangsung. Penjelasan tentang produk ASUS Chromebook Flip C434 dalam webinar ini disampaikan oleh Rifan Fernando, Commercial FAE dari ASUS Indonesia.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS

Laptop ASUS Chromebook Flip C434 dengan beberapa fitur menarik yang tampak elegan, simpel dan ringkas, sangat sesuai digunakan oleh para pelaku UMKM yang umumnya ibu rumah tangga, maupun para pebisnis digital yang membutuhkan perangkat teknologi untuk membantu melebarkan bidang usahanya.

Bloger seperti saya pun sejatinya termasuk pebisnis digital karena menjual produk dalam bentuk tulisan yang informatif sehingga dipercaya oleh pembeli-dalam hal ini adalah klien-untuk dapat bekerja sama secara berkesinambungan. Pastinya, saya juga membutuhkan perangkat teknologi yang nyaman dan sesuai dengan mobilitas sebagai pebisnis online di era digital.

Apa yang membuat  ASUS Chromebook Flip C434 ini menarik sehingga patut diperjuangkan sebagai hak milik kita? Pengen dong ya punya laptop ini pastinya. 😀

pandemi virus corona asus chromebook
Spesifikasi produk ASUS Chromebook Flip C434. (Sumber data: ASUS.com)

1. Stylish, ringkas, spesifikasi kuat

Sudah bukan rahasia lagi bahwa stylish menjadi salah satu syarat untuk para pengguna gadget memilih produk yang ingin mereka gunakan. Stylish di sini dimunculkan oleh ASUS dalam bentuk desain elegan dari badan laptop yang keseluruhannya terbuat dari metal, bukan plastik seperti produk lainnya. Ringkas dan memiliki spesifikasi kuat juga merupakan salah satu ciri khas ASUS dalam peluncuran produk-produknya yang bisa kita lihat di penjelasan berikutnya.

pandemi virus corona asus chromebook
Badan laptop yang terbuat dari metal membuat tampilan menjadi elegan. (Sumber gambar: ASUS)

2. Layar NanoEdge 14-sisi empat-sisi baru dengan bezel ultrasim

Tebal tipisnya bezel atau bingkai bagian luar dari sebuah gadget merupakan hal yang juga menjadi perhatian. Dengan ukuran bezel yang tipis atau tanpa bezel sama sekali, tentunya pengguna dapat memaksimalkan pandangan di layar monitor secara lebih luas. 

ASUS Chromebook Flip C434 dengan layar NanoEdge yang lebar memiliki ukuran bezel sangat tipis (ultraslim) 5 milimeter dan lapisan anti-silau (matte), serta rasio layar ke tubuh sebesar 87 persen. Ini menghasilkan pengalaman visual kita lebih mendalam saat menangkap tampilan gambar di layar monitor. Rasio layar ke tubuh di sini merupakan ukuran seberapa besar permukaan layar mewakili seluruh tampilan dalam perangkat tersebut.

pandemi virus corona asus chromebook
Bezel tipis memungkinkan pandangan pada layar menjadi lebih luas. (Sumber gambar: ASUS)

3. Engsel ErgoLift yang dapat diputar 360 derajat untuk kenyamanan penggunaan

Teknologi engsel 360 derajat ErgoLift ini unik sekali karena dapat menahan layar dengan aman dari sudut mana pun, dan layar monitor juga dapat diputar sehingga pengguna dapat memilih posisi yang nyaman saat menggunakan.

Wow, makin mupeng pakai laptop ini jadinya.

pandemi virus corona asus chromebook
Dengan engsel 360 derajat ErgoLift yang membuat layar dapat dibalik dengan posisi keyboard tertutup di bagian bawah. (Sumber gambar: ASUS)

4. Ramping dan tipis dengan berat yang ringan

Layar monitor pada ASUS Chromebook Flip C434 ini berukuran 14 inci, tetapi tampilannya sangat ringkas, bak monitor 13 inci.
Tampilan perangkat juga sangat ramping dan tipis, lo, dengan ketebalan hanya 15,7 milimeter dan berat 1,45 kilogram. Laptop ini termasuk ringan dibandingkan beberapa produk sejenis dengan resolusi tangkapan layar yang sama. Produk laptop yang ringan dan tipis pastinya sangat sesuai untuk pebisnis perempuan seperti kita agar bisa dibawa ke mana-mana.

Saya sendiri pernah punya pengalaman malas bawa laptop karena merasa berat. Saat itu saya harus bertemu dengan seorang perempuan pebisnis UMKM inspiratif yang menjadi pengepul rajungan di Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Beliau dianggap inspiratif karena berhasil memberdayakan perempuan lain dan memfasilitasi para nelayan di desanya melalui usahanya. Terpaksa, saya yang tidak membawa laptop, harus meminjam laptop teman lain yang berada di lokasi acara yang sama.

Bisa dibayangkan, enggak banget ‘kan ya kalau pakai acara pinjam-meminjam laptop orang? Itulah mengapa produk ASUS Chromebook Flip C434 yang ramping ini menjadi salah satu produk impian saya.

pandemi virus corona asus chromebook
Bayangkan kalau kamu yang menggunakan produk ini. (Sumber gambar: ASUS)

5. Hemat daya pada baterai dengan RAM up to 8 GB dan storage up to 128 GB

Baterai pada ASUS Chromebook Flip C434 ini dirancang sedemikian rupa agar hemat daya dan tahan hingga penggunaan 10 jam untuk sekali pengisian. Sangat sesuai untuk penggunaan dengan mobilitas tinggi tanpa harus khawatir kehabisan daya.

Kapasitas RAM yang besar (lebih dari 8 GB) juga mencegah terjadinya hang pada laptop saat pengguna melakukan multitasking sekaligus. Ditunjang pula dengan ruang penyimpanan pada perangkat (storage) lebih dari 128 GB untuk kapasitas simpan dokumen dan file yang lebih besar.

pandemi virus corona asus chromebook
Bekerja di mana pun menjadi lebih nyaman dengan daya tahan baterai yang lebih dari 10 jam. (Sumber gambar: ASUS)

6. Menggunakan prosesor Intel terbaru dan sistem operasi Chrome OS

Prosesor merupakan hal yang sangat penting dipertimbangkan sebelum memilih laptop yang akan digunakan, Ibarat otak, tugas prosesor adalah meneruskan perintah dari pengguna kepada perangkat keras lainnya.

ASUS Chromebook Flip C434 menggunakan prosesor Intel terbaru untuk ketahanan luar biasa saat melakukan beberapa aktivitas sekaligus, seperti mengetik sambil mendengarkan musik, atau mengedit video.

Oya, untuk kamu ketahui, sistem operasi yang digunakan pada laptop ini adalah Chrome OS, yang selangkah lebih maju daripada sistem operasi Windows dan MacOS.

Bedanya apa, sih?

Yup, sistem operasi Chrome OS ini adalah sistem yang berbasis pada Linux dan dikembangkan oleh Google. Jadi, sistem ini sangat sesuai untuk pengguna internet karena lebih kebal dengan virus, terhubung dengan seluruh produk Google, dan waktu yang dibutuhkan untuk booting (proses loading saat menyalakan komputer pertama kali) bisa lebih cepat.

pandemi virus corona asus chromebook
Prosesor Intel terbaru memudahkan pengerjaan banyak tugas dalam satu waktu secara nyaman. (Sumber gambar: ASUS)

7. Menggunakan USB 3.1 Gen 1 Type-C untuk konektivitas

ASUS Chromebook Flip C434 dilengkapi dengan dua port USB 3.1 Gen 1 Type-C yang akan membantu pengisian daya baterai pada laptop dan membantu terhubungnya laptop ke perangkat lain secara fleksibel karena pemasangan kepala kabel USB yang dapat dibolak-balik (reversible). Terdapat pula tambahan port USB 3.1 tipe standar dan slot microSD untuk membantu dalam penyimpanan tambahan,

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS

8. Koneksi Wi-Fi stabil karena menggunakan Wi-Fi 5 (802.11ac)

Koneksi Wi-Fi 5 ini menjadikan sinyal lebih kuat dengan kecepatan transmisi data lebih dari 867 Mbps, dan tidak terganggu dengan perangkat lain yang bekerja pada frekuensi sejenis. Lebih cepat 6x lipat daripada Wi-Fi 4.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS


9. Audio yang dihasilkan lebih jelas dan powerfull

Siapa yang hobi nonton film Korea atau mendengarkan musik di sela-sela menyelesaikan pekerjaan menggunakan laptop? Nah, ASUS Chromebook Flip C434 ini menghadirkan audio kece dengan dua speaker stereo khusus berkualitas tinggi.

Ruang resonansinya yang ekstra besar juga menghasilkan efek suara yang bagus agar pengguna dapat rileks sejenak saat sedang menggunakannya. Kalau sudah begini, bekerja sambil refreshing bukan lagi sekadar impian.

pandemi virus corona asus chromebook
Bekerja sambil refreshing bukan lagi impian. (Sumber gambar: ASUS)

10. Keyboard yang nyaman

Keyboard yang terdapat dalam produk ini didesain sedemikian rupa sehingga membuat penggunanya merasa nyaman. Antara lain dengan adanya backlit, yaitu lampu pada keyboard yang memudahkan pengetikan dalam kondisi cahaya gelap atau temaram.

Keyboard pada ASUS Chromebook Flip C434 ini juga berbeda dengan yang lain karena tidak terdapat tombol F di bagian atas, melainkan langsung tombol Refresh, Back, dll. Touchpad-nya juga lebar, lo, sehingga memungkinkan jari-jemari kita mengetik dengan nyaman.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS


11. Terdapat layanan Google Assistant

Untuk membantu efektivitas dalam menyelesaikan pekerjaan, ASUS Chromebook Flip C434 tak ketinggalan dilengkapi juga dengan Google Assistant. Kita bisa mendengarkan musik, mengirim e-mail, menemukan dokumen, hanya dengan mengatakan, “Hai, Google”, tanpa berpindah layar. Google Assistant akan segera merespons apa yang kita inginkan.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS

12. Dibuat lengkap dengan fitur keamanan bagi pengguna

ASUS Chromebook Flip C434 dengan tagline-nya, The Best Just Got Better, hanya memberikan yang terbaik dari yang terbaik bagi para penggunanya. Adanya proteksi anti-virus dan pembaruan otomatis membuat keamanan data pribadi dalam bentuk dokumen maupun foto lebih terjamin dan perangkat selalu up to date. Jaminan keamanan ini rasanya sangat sesuai dengan yang dibanderol untuk produk ini, yaitu sekitar 11 juta rupiah. Worth it lah, ya.

pandemi virus corona asus chromebook
The Best Just Got Better. (Sumber gambar: ASUS)

Kesimpulan

Laptop ASUS Chromebook Flip C434 dengan segala kelebihan dan keunikannya yang ringkas, ramping, dan elegan, sangat direkomendasikan untuk para pelaku bisnis digital dan pemilik UMKM yang mau tidak mau harus lebih banyak bekerja secara online di masa pandemi. Terutama untuk kita kaum perempuan, yang suka malas membawa barang berat ke mana-mana, produk ini bisa banget menjadi solusi.

Oya, satu lagi. Kalau teman-teman terbiasa menggunakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Google, seperti Gmail, drive Google, atau spreedsheet, maka produk gadget dengan sistem operasi Chrome OS ini adalah pasangan yang tepat karena saling berintegrasi dengan semua produk Google.

Nah, siap menjadikan masa pandemi virus Corona sebagai tantangan dan peluang, bukan sekadar ujian, seperti ASUS yang telah menghadirkan rangkaian produk baru di masa pandemi ini? Bismillah ya, kita ikhtiar sama-sama dengan doa dan keyakinan. Tetap semangat semuanya!

Referensi

https://nasional.kontan.co.id/news/umkm-dapat-bantuan-rp-24-juta-simak-pengertian-dan-kriterianya

https://www.asus.com/About-ASUS-History/

https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-Chromebook-Flip-C434TA/Features/

https://ind.4meahc.com/what-is-bezel-what-does-bezel-less-mean-11298

https://www.asus.com/id/support/FAQ/1038282/

https://www.ubergizmo.com/what-is/display-to-body-ratio/

http://synapticpotential(dot)com/creativity/creativity/

https://www.thebalancecareers(dot)com/what-are-soft-skills-2060852

https://indoworx(dot)com/perbedaan-prosesor-core-i3-i5-dan-i7/

https://id.wikipedia.org/wiki/Chrome_OS

https://murdockcruz(dot)com/2017/05/31/antara-windows-chrome-os-dan-macos-mana-yang-memiliki-keamanan-terbaik/#.X-uCJjgzbDc

https://www.digitaltrends.com/computing/windows-vs-mac-vs-chrome-os-best-operating-system/

Peluang Penghasilan dari Blog, Bukan Sekadar Isapan Jempol Belaka

Penghasilan dari blog

Mendapat penghasilan dari blog? Jujur, tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Beberapa kali pernah saya tulis di sini bahwa blog ini saya buat tahun 2013 dalam keadaan gaptek dan belum memiliki komputer. Mau bikin dari smatrphone? Ehm, lupakan! Waktu itu saya belum punya smartphone android. Untuk mengunggah foto ke media sosial pun harus saya lakukan dari warnet, Lalu, apakah saya menyerah dan enggak jadi bikin blog? Alhamdulillah, tidak. Saya tetap nekat pergi ke warung internet dan rela menghabiskan waktu berjam-jam demi membuat blog berbasis WordPress ini.

Beberapa teman yang sudah terlebih dahulu berkecimpung dalam dunia blogging menyarankan untuk membuat blog dari platform Blogspot yang kabarnya lebih mudah daripada WordPress. Namun, entah kenapa, saya justru merasa tertantang untuk langsung membuat blog berbasis WordPress.

Waktu itu, tujuan bikin blog sebenarnya hanya untuk memaksimalkan bisnis online yang saya jalani. Sama sekali tidak pernah terpikir untuk mendapatkan penghasilan dari blog seperti seorang bloger profesional. Yup, saya masih terlalu lugu saat itu. 🙂 Perlahan tapi pasti, jalan rezeki menggiring saya menemukan komunitas pertemanan yang membuat ilmu saya tentang optimasi blog bertambah.

Lalu, apa saja yang saya lakukan sehingga blog ini akhirnya bisa menghasikan, meskipun belum seberapa?

Yang Harus Dilakukan agar Mendapat Penghasilan dari Blog ala Saya

Dari survei pada tahun 2017, ada peningkatan jumlah bloger di negara kita. Sekitar 3,8% atau 3 juta orang dari total pengguna internet aktif di Indonesia adalah bloger. Jumlah ini ternyata terus meningkat dibanding tahun 2015 yang cenderung menurun, hanya sekitar 3,5% dari jumlah keseluruhan pengguna internet. (Sumber: Tirto.id)

Nah, dari sini sebenarnya bisa kita lihat, meskipun saat ini mayoritas netizen mungkin lebih suka menjadi kreator konten secara visual daripada menulis di blog, ternyata keberadaan bloger tetap dibutuhkan, terutama dalam hal memasarkan dan mempromosikan produk baru di tengah masyarakat.

Memang, bukan rahasia lagi kalau minat baca di Indonesia masih rendah. Menurut data dari UNESCO pada tahun 2016 saja, minat  baca masyarakat Indonesia masih sekitar 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma satu orang yang rajin membaca! Padahal, dari segi infrastuktur, peringkat Indonesia bisa dikatakan berada di atas negara-negara Eropa.

Untuk menyiasati ketidaksukaan membaca tulisan yang terlalu panjang, penyampaian informasi di blog sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti misalnya, dalam bentuk infografis atau penyisipan video di antara tulisan. Mereka yang imajinasinya cenderung visual tentu lebih tertarik dengan sisipan beraneka bentuk informasi berupa gambar, tanpa harus kehilangan esensinya. Sampai di sini, peluang penghasilan dari blog tentunya masih sangat tinggi, bukan?

Saya akhirnya memutuskan mulai serius mengisi blog di tahun 2018, lima tahun setelah blog ini saya buat. Beberapa hal awal yang saya lakukan antara lain:

1. Membeli domain dan hosting

Untuk WordPress sendiri, proses membuat blog menjadi ber-TLD (top level domain) memang membutuhkan dana yang lumayan ya daripada Blogspot, hehehee… Kalau Blogspot cukup melakukan pembelian domain sudah bisa menjadi TLD, maka WordPress membutuhkan domain dan hosting sekaligus. Saya yang gaptek, alhamdulillah, memberanikan diri melakukan satu langkah maju dengan mengubah blog ini menjadi TLD agar lebih profesional dan mudah diingat. Pasti akan selalu ada pilihan sekaligus jalan kalau kita ingin maju dan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.

2. Melakukan monetisasi AdSense

Setelah kelar proses TLD blog, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan blog ke Google AdSense untuk monetisasi. Jujur, saya tidak berpikir materi dulu sampai di sini. Intinya, saya hanya melakukan proses ATM (amati, tiru, dan modifikasi) semua langkah yang dilakukan oleh para bloger senior.  Saya percaya, hasil pasti mengikuti.

3. Bergabung dengan komunitas penulis dan bloger (meskipun hanya terbatas secara online dulu)

Untuk karakter saya yang cenderung introver dan tidak suka berkumpul, bergabung dengan komunitas secara online adalah suatu keberuntungan. Saya tetap nyaman dan bisa mengoptimalkan diri meski hanya dari rumah. Memiliki teman dari berbagai daerah, rutin melakukan blogwalking (saling kunjung dan berkomentar) pada blog teman-teman, diskusi dan saling mengasah ilmu blogging meski secara online sangat membantu pertumbuhan rasa percaya diri saya sebagai seorang bloger pemula. Komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) adalah komunitas menulis pertama yang sangat berperan dalam totalitas kehadiran saya di dunia penulisan artikel, buku, dan kemudian merambah ke dunia blogging.

4. Memberanikan diri mendaftar lowongan pekerjaan untuk bloger 

Setelah rasa percaya diri meningkat, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan diri di berbagai komunitas yang menyediakan info pekerjaan untuk bloger. Seiring berjalannya waktu, tawaran pekerjaan dari klien tidak hanya didapatkan dari info komunitas saja. Justru banyak klien yang menemukan blog saya dari Google dan kemudian menghubungi sendiri lewat e-mail untuk memberikan berbagai bentuk penawaran kerja sama. Sudah lumayan bisa bernapas lega sampai di sini karena tandanya apa yang kita lakukan mulai ada hasilnya.

5. Mengikuti lomba blog

Hanya sampai di situ? Kembali kepada niat dan tujuan awal masing-masing, untuk apa memiliki blog? Untuk saya sendiri, menulis di blog merupakan sarana meng-upgrade diri  menjadi lebih baik, sekaligus berbagi. Apabila memang ada lomba yang memungkinkan untuk saya ikuti, saya pasti akan ikuti.  Pengalaman adalah guru yang terbaik. Jadi, percayalah, akan selalu ada yang kedua, ketiga, dan seterusnya setelah tahapan pertama berhasil kamu lalui.

Penghasilan dari blog
Langkah awal yang dilakukan untuk mendapat peluang penghasilan dari blog

Mempelajari Ilmu Blogging

Apakah untuk mendapat penghasilan dari blog hanya cukup menulis dan blogwalking saja? Ternyata tidak semudah itu. Meski mengaku gagap teknologi, mau tidak mau saya harus tetap belajar tentang hal-hal teknis, seperti apa itu DA/PA (domain authority dan page authority),  spam score, Alexa Rank, dll.

Meski demikian, sebaiknya jangan hanya terfokus mengejar DA, apalagi sampai patah hati ramai-ramai kalau ada kasus DA turun massal seperti pernah terjadi beberapa waktu lampau. Banyak teman-teman yang ketika DA-nya turun kemudian jadi hilang semangat dan kecewa.

Saya percaya, kalau memang konten yang kita buat berkualitas dan tidak asal-asalan, Google juga bisa membaca, kok. Dari hasil statistik blog bisa terbaca bahwa pengunjung blog ini rata-rata berasal dari mesin pencari Google. Jadi, penting sekali untuk kita menulis konten di blog dengan baik, bukan sekadar memenuhi permintaan klien semata dan langsung terima pembayaran. Untuk saya pribadi, semua ini adalah bentuk dari tanggung jawab pekerjaan kita. Klien melihat dan klien mencatat.

Peluang Penghasilan dari Blog

Kalau kita sudah melakukan semua langkah dasar yang umumnya dilakukan para bloger, peluang penghasilan dari blog mulai terbuka dengan sendirinya.

Kemudian dari sini muncul pertanyaan berikutnya. Berapa sih penghasilan seorang bloger sebenarnya? Untuk hal satu ini, semua tergantung kepada kemampuan bloger yang bersangkutan. Hal ini juga saya alami. Ada banyak peluang penghasilan yang dapat dimaksimalkan lewat blog, antara lain:

1. Melalui penawaran sponsored post

Biasanya, klien memberikan penawaran dalam bentuk penulisan produk mereka di blog kita disertai pemberian backlink yang mengarah kepada website klien.

Lebih dari itu juga memungkinkan, seperti yang pernah saya alami. Ada salah satu institusi perbankan nasional meminta saya meliput kegiatan sosial mereka dalam bentuk pemberian bantuan di beberapa sekolah dan masyarakat terdampak gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat selama 2 hari. Semua transportasi dan akomodasi ke Lombok dari kota domisili saya, Yogyakarta, seperti tiket pesawat, hotel bintang lima, dan sopir yang antar jemput setiba di sana tentu saja sudah disiapkan dengan sangat baik oleh klien.

Betapa beruntungnya saya saat itu dapat bertemu dengan teman-teman wartawan lokal maupun nasional, dapat melihat dan berdialog langsung dengan masyarakat menengah ke bawah yang mampu bangkit lebih berdaya setelah terkena bencana. Tugas saya setelah itu adalah menulis beberapa laporan hasil kegiatan tersebut untuk internal perusahaan mereka, sekaligus diminta menulis laporan perjalanan untuk ditayangkan di blog pribadi dan media sosial saya.

Penghasilan dari blog
Bertemu dengan perempuan inspiratif pengepul rajungan dari Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Dok. pribadi)

2. Penawaran review produk dan endorsement

Bentuk kerjasama lainnya adalah mengulas atau memberikan review suatu produk sesuai keinginan klien. Untuk review produk ini biasanya bloger mendapat kompensasi produk gratis, dan ada pula yang kemudian diikutsertakan ke dalam lomba blog berhadiah uang tunai maupun produk klien yang bersangkutan. Dari sini juga ada beberapa yang meminta saya melakukan endorsement di media sosial seperti Instagram, Facebook, atau status WhatsApp.

Beberapa produk yang pernah saya review dari klien antara lain produk perawatan tubuh, produk kesehatan, dan review buku. Kisaran harga produknya mulai hanya puluhan ribu, sampai ada juga yang mengirim paket produk lengkap dengan harga di atas 1 juta rupiah.

Penghasilan dari blog
Review dan endorsement produk dari klien (Dok. pribadi)

3. Monetisasi Google Adsense

Untuk mendapat penghasilan dari Google AdSense ini tidak semua bloger dapat meraihnya dengan mudah. Selain harus memiliki lalu lintas (traffic) kunjungan blog yang tinggi, minimnya perhitungan klik dari iklan Google juga membuat kita tidak perlu terlalu banyak berharap. Let it go saja, sambil menyelam minum air, dan teruslah berkarya memaksimalkan kualitas konten.

4. Jasa pembuatan website dan template blog

Membuka jasa pembuatan website dan desain template blog merupakan sumber penghasilan dari blog yang cukup menjanjikan. Ada beberapa bloger seperti saya misalnya, yang tidak mau terlalu berkutat dengan hal teknis karena memang tidak terlalu paham. Jadi, jasa dari mereka yang berkompeten dalam masalah ini sangat dibutuhkan.

5. Membuka kelas blog dan penulisan

Tidak kalah menariknya, menjadi seorang mentor di kelas pembuatan blog dan penulisan konten juga sangat direkomendasikan kalau kamu merasa memiliki kemampuan menulis yang baik. Jika memang tak paham hal teknis pembuatan blog, tak ada salahnya berkolaborasi dengan sahabat bloger lainnya yang memang ahli di bidang blogging. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui karena peserta pelatihan bisa mendapat dua manfaat sekaligus.

Kelas berbayar semacam ini biasanya akan berlanjut, bukan hanya sekali. Jika batch 1 dinilai berhasil dan banyak peserta yang puas, peserta dengan sendirinya akan merekomendasikan kepada teman-temannya dan kita bisa membuka kembali pelatihan batch 2, 3, dan seterusnya.

penghasilan dari blog
Salah satu peluang pelatihan yang bisa diadakan oleh seorang bloger, tidak terbatas hanya penulisan blog saja, tetapi juga pelatihan menulis konten artikel dan self editing (Dok. pribadi)

6. Tawaran membuat naskah buku

Peluang ini mungkin masih jarang, ya, tetapi alhamdulillah, saya pernah mengalaminya. Waktu itu, seorang editor dari salah satu penerbit tertarik dengan profil dan tulisan-tulisan saya di blog yang ia temukan melalui pencarian di Google. Tawaran pun ia kirimkan melalui e-mail, mengajak saya menulis naskah buku pengayaan untuk anak usia sekolah. Nah, sampai di sini, cukup banyak kan penghasilan dari blog yang dapat dimaksimalkan?

7. Mengikuti lomba blog

Last but not least, seperti apa yang saat ini saya lakukan, yaitu mengikuti lomba blog. Dengan mengikuti lomba blog, sebenarnya kita sedang berupaya mengasah kemampuan diri untuk menulis sesuai tema yang diminta oleh pihak penyelenggara lomba, bukan sekadar mengejar hadiahnya. Yang perlu kita pahami adalah poin-poin lomba blog yang kita ikuti sudah masuk di dalam isi konten yang ditulis.

Penghasilan dari blog
Peluang penghasilan dari blog yang bisa kita optimalkan

Pentingnya Provider Internet yang Stabil

Bekerja di dunia online takkan memiliki nyawa jika tidak didukung oleh jaringan internet yang stabil. Sebagai pelanggan setia IM3 Ooredoo sejak launching perdananya di tahun 2001 hingga saat ini (wow, sudah 19 tahun tidak terasa, ya) kesetiaan saya pada IM3 Ooredoo tetap terjaga.  Bahkan, nomor kartu perdana sejak pertama kali menggunakan IM3 di tahun 2001 tetap tidak pernah berganti. Nomor kartu dengan 11 digit angka yang sampai saat ini tetap saya gunakan.

Ternyata, IM3 kini semakin dewasa justru semakin menjadi. Berbagai produk layanan yang diluncurkan pun makin banyak diminati. Salah satu produk terbaru IM3 adalah paket IM Preneur yang memungkinkan pengguna membagi kuota bisnis dalam jumlah besar kepada 25 orang sekaligus di dalam satu tim. Dengan budget mulai 50 ribu sampai 1 juta rupiah per bulan, pemilik bisnis dapat mengatur kebutuhan komunikasinya dengan berbagai lini dan divisi bisnisnya melalui pembagian kuota hingga maksimal 320 GB. Pembagian kuota tim ini dapat digunakan untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar, asalkan nomor yang bersangkutan sudah terdaftar dalam grup/tim yang akan diberikan kuota.

Penghasilan dari blog
Keuntungan paket IM Preneur (Foto dalam grafis diambil dari web resmi Indosatooredoo.com)

Webinar IM3 Ooredoo X IIDN

Untuk memaksimalkan peluang penghasilan dari blog, Komunitas IIDN bersama IM3 Ooredoo mengadakan webinar 25 episode yang berlangsung sejak tanggal 29 Agustus hingga 3 Oktober 2020.

Dari semua webinar yang saya ikuti, ada satu yang paling berkesan, yaitu webinar tentang optimasi Twitter yang menghadirkan pembicara Kartika Putri Mentari dari HIIP Influencer pada tanggal 25 September.  Bukan saja karena temanya yang menarik, tetapi karena dalam webinar tersebut saya juga terpilih menjadi salah satu peserta terbaik ketika diberi tugas oleh narasumber membuat postingan di Twitter sesuai kriteria pembahasan.

penghasilan dari blog
Webinar IM3 Ooredoo X IIDN tentang peluang penghasilan dari blog

Dalam webinar episode 18 tersebut, narasumber membahas tentang cara optimasi media sosial Twitter untuk mendukung blog. Salah satu tipsnya adalah dengan menuliskan caption yang menarik agar pembaca tertarik membaca link blog yang dibagikan. Jangan lupa, sertakan pula gambar yang sesuai dengan caption.

Penghasilan dari blog
Screen capture status Twitter yang terpilih dalam webinar episode 18

Terima kasih IM3 Ooredoo dan IIDN. Saya berjanji, semua ilmu yang didapatkan dari webinar pasti segera saya praktikkan karena peluang penghasilan dari blog sebenarnya tidak hanya berupa materi, tetapi juga pada bertambahnya pengalaman dan mengayakan relasi.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN – Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog.

Penghasilan dari blog

Baca juga

Referensi

https://tirto.id/perkembangan-blogger-indonesia-menuju-hari-blogger-nasional-ke-12-eiLl

https://ekbis.sindonews.com/berita/1444945/33/tingkat-baca-indonesia-masih-rendah-sri-mulyani-gencarkan-literasi

www.indoworx.com/rata-rata-penghasilan-blogger/

https://www.kompasiana.com/nando13/5dc5cad3d541df53f91f6873/tentang-domain-authority-dan-page-authority?page=all

https://moz.com/help/link-explorer/link-building/spam-score

https://indosatooredoo.com/id/personal/produk/impreneur

Liebster Award dan 7 Fakta tentang Saya

Alhamdulillah, enggak terasa sudah masuk bulan Syawal, ya. Mohon maaf lahir dan batin sebelumnya untuk semua teman-teman yang membaca tulisan ini. Di sela hari-hari pasca-Lebaran, saya jadi ingat, ada satu janji hati yang belum terpenuhi *tsahhh, hahahaaa …. Jadi giniceritanya, beberapa waktu lalu ada seorang sahabat yang memberikan penghargaan Liebster Award kepada saya sebagai bentuk rasa sayang sebagai sesama blogger.

Sahabat yang sering saya panggil dengan nama Mbak Inna atau Kak Inna ini adalah teman lama yang sudah saya anggap sebagai sahabat sekaligus ‘guru’ alias mentor, terutama dalam hal dunia internet marketing dan segala hal yang berhubungan dengan teknologi informasi. Kami bertemu sewaktu bersama-sama menjalankan bisnis online Oriflame di tahun 2013.

Setelah terpisah sekian lama, akhirnya secara tak sengaja kami bertemu lagi di dunia online, tetapi saat ini sebagai sesama blogger. Selain sebagai blogger, sahabat saya ini adalah seorang content creator, dubber, mantan penyiar radio, dan sekarang suara renyahnya semakin eksis terdengar sebagai seorang podcaster. Tulisan-tulisan menarik tentang dirinya yang sejak dulu memang hobi narsis dan eksis bisa kamu baca di blognya, www.innaistantina.com.

By the way busway, untuk kamu ketahui, Liebster Award ini konon kabarnya berasal dari bahasa Jerman, yang artinya ‘tersayang’. Jadi penghargaan ini diberikan sebagai bentuk rangkaian silaturahmi antar-blogger secara berantai. Tapiiii … enggak cukup begitu aja, karena ada tantangan yang dikasih oleh si pemberi penghargaan ini, yaitu menjawab pertanyaan yang dia berikan. Nah, pertanyaannya apa? Suka-suka yang memberi aja, kita enggak boleh protes, hehehee ….

Sebelum mulai, saya share aturan mainnya, ya! Mana tahu ‘kan, kamu juga berniat memberikan penghargaan ini untuk teman blogger tersayang? Eits, tapi sebelumnya kamu harus tanya dulu ya kepada yang bersangkutan, apakah dia siap diberi tantangan berupa pertanyaan dan bersedia menerima Liebster Award ini. Yuk, ah, cekidot!

1. Memasang logo Liebster Award di blog.
2. Mengucapkan terima kasih kepada si pemberi award.
3. Menyematkan link blog dari si pemberi award.
4. Menuliskan 7 tantangan (fakta) tentang diri sendiri.
5. Menjawab 7 pertanyaan dari pemberi award.
6. Menuliskan nama blogger selanjutnya yang ingin diberikan Liebster Award.
7. Menyematkan link blog si penerima award berikutnya.
8. Memberi 7 pertanyaan sebagai tantangan kepada penerima award berikutnya.
9. Menuliskan aturan main Liebster Award.

7 Fakta tentang Saya

1. Introver

Kehabisan energi kalau terlalu lama di keramaian, itulah saya. Mereka yang introver membutuhkan waktu untuk menyendiri agar energinya pulih kembali. Ada kalanya saya bisa menjadi orang yang cerewet atau ramai, tapi bukan di lingkungan yang terlalu banyak orang. Di lingkungan yang besar, bisa jadi orang melihat kami, si introver, sebagai sosok yang pendiam dan tidak terlalu menonjol.

2. Jujur

Saya percaya, karakter jujur ini dapat mengantarkan kita pada kebahagiaan dan keberuntungan, meski kadang kejujuran itu begitu pahit akibatnya *tsahhh 😀 Jika keberuntungan belum datang saat ini tak mengapa, tapi kamu harus tetap percaya bahwa dengan menjadi jujur di masa kini berarti kita telah mencicil kebahagiaan untuk anak-cucu di masa depan kelak.

3. Terlihat Kalem, tapi ….

Hihiiiiiiyess, wajah saya termasuk kalemmmm. Tapiii … kamu pasti tak percaya kalau saya ini agak tomboi, kwkwk . Dulu, saya jarangggg sekali, bahkan enggak pernah pakai rok, apalagi daster, enggak banget 😀 Setelah menjadi seorang ibu dan banyak membaca dan melihat kajian online tentang pakaian muslimah yang benar, barulah mulai ikhlas menggunakan gamis dan rok kalau ke luar rumah. Kalau ke luar rumah artinya di dalam rumah masih jarang pakai rok, ya 🙂 Terus, saya juga enggak suka dandan seperti kebanyakan perempuan pada umumnya. Tapi, enggak suka dandan bukan berarti enggak ngerti tentang skin care dan produk perawatan kulit, secara saya juga pernah menekuni bidang konsultan kecantikan ini dan menjadi ‘tukang’ makeup sebelum akhirnya fokus di dunia penulisan.

4. Keras Kepala

Enggak tahu ini penyakit keturunan apa bukan, hahaaahaa …. Iya, saya termasuk ngeyel alias suka membantah orang tua. Tapi setelah dewasa, kata Bapak-Ibu, opini saya memang masuk akal, bukan sekadar membantah. Hal ini akhirnya membuat orang tua, terutama Ibu, menjadi luluh dan sering meminta pendapat saya sebelum memutuskan sesuatu.

5. Perfeksionis

Sifat serba ingin sempurna ini bak dua sisi mata uang. Di satu sisi baik, tapi di sisi lain juga bisa bikin repot dan melelahkan diri sendiri, terutama dalam hal pekerjaan. Pada akhirnya saya belajar untuk bisa menerima semua kekurangan diri dan orang lain sehingga menjadi orang yang lebih fleksibel.

6. Bosenan

Dari hasil analisis tulisan tangan dan sidik jari, saya termasuk orang yang bisa melakukan pekerjaan rutin yang terjadwal dengan baik, tapi harus ada variasi, alias bosenanheheheee…. Enggak suka selalu duduk di belakang meja, tapi juga bosan kalau harus terus-menerus di lapangan. Itu sudah terbukti nyata selama ini dan bukan hoaks 😀

7. Enggak Tegaan

Ini juga sudah terbukti. Saya suka enggak tegaan sama orang dan mudah luluh. Kadang niatnya menolong dan memberi nasihat, tapi sering tidak sadar kalau justru dimanfaatkan. Tapi saya tetap yakin, kok, selalu ada pahala untuk orang yang ikhlas, Hanya saja, seiring bertambahnya pengalaman dan untuk menjaga kewarasan diri serta pikiran, saya mulai dapat mengontrol dan lebih waspada memilah serta memilih siapa yang harus saya tegain dan siapa yang harus dibaikin. Wallahu a’lam, namanya juga usaha perbaikan diri 🙂

Nah, itu tadi 7 fakta tentang saya. Masih merasa kurang? Lah, kepo amat sihhh kamu, kwkwkwk…. Bercanda, euy 😀 Tanya langsung ke saya aja, ya, gimana karakter lainnya.

7 Jawaban Pertanyaan dari si Pemberi Award

Ini adalah jawaban dari 7 pertanyaan yang diberikan Mbak Inna kepada saya. Gampang-gampang susah, ya, pertanyaannya.

1. Apa definisi rasa syukur?

 Bagi saya, syukur adalah rasa yang muncul manakala kita mampu menerima suatu keadaan dengan ikhlas dan bahagia, apa pun dan bagaimanapun kondisinya. Bukan pada banyak sedikitnya materi atau sehatnya jasmani, karena dalam kondisi sakit dan kekurangan pun sejatinya rasa syukur tetap dapat dimunculkan.

2. Hal apa yang terjadi dalam hidup dan patut disyukuri?

Banyak sekali peristiwa dalam hidup saya yang naik turun secara drastis bak angka grafik yang cenderung fluktuatif. Gelombang kehidupan ini baru saya alami ketika usia mulai memasuki 20 tahun, atau saat masa-masa kuliah. Sebelumnya, kehidupan saya cenderung flat, rapi dan teratur. Mungkin, Allah melihat saya cukup kuat untuk menghadapi ujian dari-Nya ketika memasuki usia kepala 2. Dari banyaknya ujian tersebut, ada beberapa hal yang patut disyukuri, antara lain, saya yang tadinya pemalu, kuper dan selalu menutup diri, tumbuh menjadi sosok perempuan yang mandiri, tegar dan mulai percaya diri. Di antara banyaknya momen yang terjadi, terwujudnya impian ke Baitullah adalah momen terbaik yang tak pernah lupa saya syukuri hingga saat ini. 

3. Siapa yang paling berjasa dalam hidupmu?

Kalau ini sudah pasti, jawabannya adalah orang tua. Bapak rahimahullah dan Ibu adalah sosok orang-orang kuat yang ada di belakang saya. Sebenarnya saya lebih dekat dengan Bapak, namun setelah Bapak meninggal saat usia saya menjelang 27 tahun, Ibu adalah orang terdekat yang merasa sangat membutuhkan saya di sisinya. Karena itulah, kami akhirnya sering saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi banyak ujian yang Allah beri sepeninggal Bapak. Alhamdulillah, kami mampu melampaui ujian demi ujian itu. Masya Allah.

4. Hal apa yang ingin kau berikan pada orang yang sudah berjasa dalam hidupmu, tapi hingga saat ini belum kesampaian?

Waduww … ini pertanyaan paling sulit deh kayaknya, hiksss …. Apa ya, yang belum saya berikan untuk orang tua, terutama Ibu? Banyak sekali pastinya hal yang belum bisa dan tak akan terbalas oleh apa pun juga, meski saya tahu, beliau sudah tidak membutuhkan balasan apa pun, apalagi yang bersifat materi. Tapi saya jadi ingat, ada satu doa dari Ibu yang sampai saat ini belum kesampaian saya wujudkan. Anggap aja lagi otw nih, jadi saya keep dulu deh, enggak usah ditulis di sini ya, kwkwk …. Yang ngasih pertanyaan ini udah tahu jawabannya kok 😀

5. Apa cita-cita terbesarmu saat ini?

Hemmmmm ... cita-cita atau impian terbesar saat ini banyak sekali, sih, sebetulnya, karena saya ini adalah seorang pemimpi 🙂 Tapi yang utama saat ini, pengen banget bisa jadi ibu yang baik untuk Lubna, anak perempuan saya, sekaligus menginspirasi dan berbagi lewat apa yang saya tekuni sekarang. Insya Allah, tujuannya semata-mata untuk mencari bekal di akhirat kelak. Kalau pun ada rezeki yang Allah beri dari sini, ini saya yakini sebagai amanah yang harus dijaga dan digunakan di jalan-Nya. Doakan saya istikamah, ya, manteman 🙂

6. Pernahkah orang lain meremehkanmu? Apa yang kamu lakukan untuk menghadapi hal tersebut?

Pastinya, saya juga pernah diremehkan. Dalam hal apa? Salah satunya dalam hal berbisnis dan berinteraksi dengan orang lain. Tahu sendiri ‘kan bahwa saya ini cenderung pendiam dan introver. Lebih banyak menikmati suasana sendiri daripada kumpul dengan orang banyak, sementara bisnis yang saya jalankan waktu itu harus banyak berinteraksi dengan bermacam karakter, meskipun dijalankan secara online. Karena dikerjakan dari rumah, anggapan orang, kita tidak punya penghasilan karena tidak bekerja kantoran dan hanya diam di rumah. Nah, ketika masa pandemi COVID-19 ini mulai diberlakukan work from home dan hampir semuanya dikerjakan secara online, Alhamdulillah, saya sudah terbiasa dan enggak kaget lagi menjalaninya karena memang sudah bekerja dari rumah sejak tahun 2013.

Btw, apa yang saya lakukan untuk menghadapi orang yang meremehkan saya? Buktikan aja dengan hasil dan prestasi, tidak perlu banyak bicara dan basa-basi 😉

7. Bagaimana caramu mengendalikan semangat yang turun?

Lagi bosan dan enggak bersemangat? Off dulu dari rutinitas, carilah me time yang kamu sukai. Saya biasanya memilih tidur dan mematikan gadget untuk recharge energi. Kadang main game, atau nyobain resep kudapan yang simpel dan enggak ribet. Tidak lupa, membiasakan diri untuk selalu bersyukur setiap hari. Tujuannya, agar saya enggak banyak mengeluh karena masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada saya.

Penerima Liebster Award Berikutnya

Okeee… tiba waktunya saya memilih seseorang untuk diberikan Liebster Award berikutnya. Siapakah diaaaa??!!

Jeng… jenggggg….

And… the Liebster Award goes to…. my mentor and my dear friend, Muyassaroh. Kamu yang suka menulis dan membaca buku pasti sudah enggak asing dengan namanya. Beliau yang masih muda tapi sudah punya segudang pengalaman, terutama dalam dunia literasi ini adalah salah satu ‘guru’ terbaik saya yang membimbing dalam dunia kepenulisan. Mbak Muyassaroh bisa dibilang merupakan orang yang Allah kirim untuk melancarkan perjalanan saya di dunia tulis-menulis dan editing. Semoga Allah membalas semua kebaikannya. Oya, kamu bisa baca tulisan-tulisan renyahnya di blog Muyass.com, ya! Banyak tips dan resep menarik di situ. Cewek banget, deh, blognya 🙂

Lalu, apa 7 pertanyaan dari saya untuk Mbak Muyas? Ini dia!

  1. Apa arti kesuksesan untukmu?
  2. Apakah kamu bahagia dengan kehidupanmu sekarang? Kalau iya, apa yang membuatmu bahagia? Kalau tidak, mengapa?
  3. Hal terbesar apa yang memotivasimu untuk selalu menjadi lebih baik?
  4. Apa tujuan hidupmu?
  5. Kata-kata motivasi apa yang menjadi prinsip hidupmu?
  6. Adakah hal yang kamu sesali dalam hidup ini? Jika ada, apakah itu?
  7. Apa keinginan yang belum tercapai?

Gampang, kannnnn? Hihiiii…..

Alhamdulillah, kelar juga nulisnya. Perasaan enggak habis-habis deh nulis ini. Panjanggggg karena semuanya serba angka 7 😀

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah berkenan membaca. Boleh kasih komen juga, ya, yang merasa tahu fakta lain tentang saya. 🙂

Matur nuwun…. Arigato gozaimasu….

Menulis Blog, Sekadar Menaikkan DA/PA-kah?

Image: Unsplash.com

Menulis blog sekadar untuk menaikkan DA/PA-kah? Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan untuk saya sendiri, bukan untuk siapa-siapa 🙂 Buat teman-teman pembaca yang belum tahu apa itu DA/PA, nanti kita bahas sedikit, ya.

Saya ingat, tahun 2013 adalah awal dan pertama kalinya saya belajar membuat blog . Saya yang gaptek dan enggak punya komputer ini rela menghabiskan waktu 6 jam di warnet demi membuat sebuah blog yang saat ini teman-teman baca. Apakah saat itu terpikir untuk menjadi seorang blogger dan mendapat penghasilan dari blog? Boro-boro!! Wong nulis di blog aja jarang, kok 🙁

Menulis di blog secara serius mulai saya lakukan di tahun 2018 ketika sudah menekuni rutinitas menjadi penulis artikel di beberapa media online. Setelah tulisan saya muncul di media milik orang lain, barulah saya mulai percaya diri mengisi blog pribadi lagi dengan tulisan yang mulai terarah dan fokus, enggak lebay seperti awal menulis blog di tahun 2013-2017 kwkwkwk… Kalau enggak percaya, cek aja deh gimana lebaynya kalimat yang saya gunakan waktu masa-masa awal ngeblog itu 😀

Nah, seiring seriusnya saya mengisi blog, ternyata banyak sekali hal-hal teknis sebagai seorang blogger yang harus saya pelajari. Bisa bayangkan dong bagaimana saya yang tahun 2018 itu masih belum punya laptop ini harus belajar tentang hal teknis dan ngutak-atik blog hanya melalui smartphone aja.

Ngeluh? Heheheeee…. Alhamdulillah enggak. Jangankan cuma nulis di blog, nulis naskah buku untuk diterbitkan yang jumlahnya berlembar-lembar aja sanggup saya lakukan hanya dari smartphone. Intinya, terima saja dulu kondisi yang ada. Mereka yang saat ini berhasil di berbagai bidang yang ditekuni banyak yang memulainya dengan tetesan keringat kesedihan, kekurangan dan berbagai -an lainnya 😀 Justru itu yang semakin memacu kita untuk melaju, bukan? Kamu pasti setuju 🙂

DA/PA Blog

Setelah mengikuti beberapa komunitas menulis (enggak banyak kok, saya cuma ngikutin 2-3 aja. Takut bingung soalnya heheheee…), saya banyak mendapatkan ilmu gratis. Salah satunya berkenalan dengan banyak blogger yang sering berdiskusi bersama tentang perkembangan blog mereka. Dari sinilah saya baru tahu bahwa menjadi seorang blogger itu ternyata enggak cuma nulissss dan nulissss aja 😀

Iya sih, menulis dan mengisi blog menjadi hal yang utama. Tapi, mau enggak mau kita juga harus belajar bagaimana caranya agar blog atau rumah yang kita miliki selalu bersih, terawat, sehingga dapat terbaca di mesin pencari Google. Kalau blog kita sudah terbaca oleh Google, otomatis banyak pengunjung yang membaca tulisan kita. Selain menaikkan nilai DA (Domain Authority) blog, banyaknya pembaca yang berkunjung ke blog juga dapat membawa keuntungan lain, misalnya, penawaran kerja sama dari perusahaan tertentu yang memasang link perusahaan mereka di blog kita, beserta artikel tentang bisnisnya. Tentu saja, dengan pembayaran kompensasi yang telah disepakati bersama.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority)?

Salah satu cara mengecek DA/PA (image: NezzSEO.com)

Domain Authority (DA) adalah tolok ukur kekuatan sebuah domain (nama blog/situs) di mesin pencari internet (Google, Yahoo atau Bing). Angka relevansinya mulai dari 1-100. Semakin tinggi angka DA, berarti nilai keseluruhan blog/situs tersebut semakin baik.

Sedangkan Page Authority (PA) adalah tolok ukur kekuatan satu halaman saja dari blog/situs kita yang sering muncul di mesin pencari.

Kalau diibaratkan, DA adalah rumahnya, sementara PA adalah kamarnya. Bisa jadi nilai DA rendah, tapi nilai PA tinggi. Biasanya yang dijadikan tolok ukur utama untuk mendapatkan penawaran kerjasama adalah DA, yang merupakan nilai keseluruhan blog/situs tersebut. Semakin tinggi nilai DA, maka nilai bayarannya pun menjadi semakin tinggi.

Cara Meningkatkan DA

Owww…. terus bagaimana cara meningkatkan nilai DA supaya bisa dapat bayaran tinggi? *ehhh qiqiqiiii…. Ini saya rangkum singkat aja ya, berdasarkan pengalaman dan informasi yang saya baca. Kalau teman-teman mau menambahkan di kolom komentar, silakan. Bisa jadi tambahan ilmu juga buat saya.

1.  Perbanyak tulisan di blog

Kalau ini memang sudah seharusnya dilakukan. Ibaratnya, kalau ingin naik level atau naik jabatan dalam suatu pekerjaan, ya mau enggak mau harus berusaha kerja yang bener kan, ya? Dalam hal ini dengan memperbanyak konten artikel di blog, terutama artikel organik, bukan hanya berbayar. Semakin banyak artikel bermanfaat yang kita tulis, semakin banyak pembaca yang mencarinya dan semakin sering artikel tersebut muncul di mesin pencari. Poin nomor 1 ini sekaligus merupakan keplakan bagi saya yang masih sesuka hati dan belum rutin menulis konten di blog sendiri *uhhuk 😀

2. Perbanyak baclink dan internal link berkualitas pada blog

Backlink adalah alamat situs (link/URL) dari situs luar yang diletakkan di blog kita. Backlink dari situs luar ini juga dapat menaikkan nilai DA blog, dengan catatan, link tersebut berasal dari situs web yang baik kredibilitasnya atau populer di mesin pencari Google.

Selain backlink, jangan lupa untuk menautkan internal link atau link artikel blog kita sendiri di dalam setiap tulisan yang kita terbitkan. Dengan cara ini, artikel sebelumnya yang mungkin belum terbaca oleh pengunjung blog mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi.

3. Usia domain juga memengaruhi

Usia domain? Iya. Jadi seperti blog saya ini, domain berbayar dengan nama Hastinpratiwi.com baru saya beli pada bulan Desember 2018. Jadi jika dicek, usia domain berbayarnya sampai tulisan ini diketik baru 1 tahun 42 hari. Sebelumnya, blog saya masih menggunakan domain gratisan dengan nama Hastinpratiwi.wordpress.com (puanjangg, ya…).

Ketika saya mengganti domain dari gratisan menjadi berbayar, maka nilai DA blog saat masih gratisan sudah tidak dianggap lagi. Penghitungan DA-nya dimulai lagi dari angka 0 sejak saya membeli domain berbayar. Agak nyesek sih karena harus memulai DA dari awal lagi. Tapi begitulah yang namanya dunia, selalu harus ada usaha, bukan? Alhamdulillah, sekarang DA blog mulai naik secara perlahan, meskipun masih recehan 😀

Apa Tujuan Menulis Blog?

Pertanyaan ini sejatinya harus dikembalikan kepada diri masing-masing. Apa tujuan menulis blog tidak dapat disamaratakan satu dengan yang lain. Saya sendiri menulis blog belum terlalu konsisten. Selain untuk memberi informasi kepada pembaca, tak dapat dimungkiri, apabila ada penawaran kerja sama dari pihak luar dan mendapat bayaran, tentu saja hati menjadi senang. Ada tujuan komersialnya juga, meskipun itu bukanlah hal yang utama.

Beda lagi pastinya dengan para blogger profesional yang memang membuat blog dengan tujuan komersial. Mereka biasanya memiliki bisnis peternakan blog. Hahh?? Hihihiii…. iyaa… blognya banyak, bukan cuma satu saja. Dengan punya banyak blog yang aktif, mereka dapat mengumpulkan pundi-pundi penghasilan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Kamu mau pilih yang mana? Sebagai peternak blog, atau sekadar mengisi blog sesekali seperti saya? Sekali lagi, itu semua adalah pilihan. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah kalau kita ingin mendapat penghasilan, tapi enggak pernah ngapa-ngapain. Diemmm aja…. Bener enggak?

Mendapat Tawaran Menulis Naskah dari Penerbit

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat e-mail dari seorang editor penerbitan. Isinya, jujur, hampir bikin saya pingsan… hahahaaa…. Beliau mengaku telah membaca tulisan-tulisan saya di blog ini dan sangat tertarik mengajak bekerja sama dalam penulisan buku pengayaan untuk dibaca oleh anak usia sekolah.

Masya Allah… selama ini sama sekali tidak ada niat dalam hati saya untuk menulis naskah cerita atau buku yang ditujukan untuk segmen anak, meskipun banyak teman sesama penulis yang melakukan hal itu. Saya terlalu fokus pada segmen dewasa, terutama yang berhubungan dengan tema inspirasi, motivasi, gaya hidup, termasuk traveling.

Awalnya saya sempat bingung, terima atau tidak? Tetapi setelah melihat respon dari mas editor yang sangat terbuka dan bersedia membimbing apabila saya menemui kesulitan dalam penulisan naskah tersebut, luluhlah hati ini. Mungkin ini waktunya ke luar dari zona nyaman. Betapa saya harus bersyukur, di saat banyak penulis harus melamar ke penerbit agar naskahnya diterima, saya justru dilamar oleh penerbit begitu saja.

Pengalaman ini semakin menguatkan saya bahwa menulis blog itu bukan sekadar untuk mengejar kenaikan DA dan PA saja. Naiknya DA anggap saja sebagai bonus dari kekonsistenan kita. Tapi seandainya turun pun seperti kejadian massal penurunan DA beberapa waktu lalu yang membuat para blogger mendadak sesak napas :D, rasanya tak ada yang perlu disesali.

Teruslah menulis di blogmu. Bukan hanya untuk menaikkan angka DA/PA saja. Lebih dari itu, niatkan berbagi inspirasi, memotivasi, sekaligus memberi informasi. Percaya saja, jalan rezeki tak mungkin pergi….

Baca Juga

3 Hal yang Harus Kamu Perhatikan saat Memilih Jasa Penyedia Web Hosting

Image: Unsplash.com

Halooo…. adakah teman-teman yang gaptek dan enggak paham tentang masalah teknis blog seperti saya?  heheee… Orang gaptek kok bangga, ya! *tutup muka

Hemmm…  sebenarnya enggak bangga juga sih dengan kegaptekan ini. Adakalanya saat lagi sok paham masalah teknis dan pengen utak-atik blog, saya bisa keasyikan sampai berjam-jam juga. Pernah utak-atik blog dari jam 23.00 sampai jam 05.00 pagi saking kepo-nya, haduhh. Mentornya darimana lagi kalau bukan dari mbah Google kwkwk…. Padahal, kerjaan utama ‘kan bukan cuma utak-atik blog, ya? Masih ada cucian yang numpuk minta dicuci. Masih ada anak yang harus diurus keperluan sekolah dan ditemani belajarnya. Jadi, sejak memutuskan membeli domain blog sesuai nama saya, di situlah saya memilih untuk menyerahkan masalah teknis kepada jasa penyedia domain dan web hosting berbayar.

By the way busway, sedikit cerita, blog ini saya buat pertama kali pada tahun 2013 saat saya masih aktif berbisnis salah satu brand kecantikan dan perawatan tubuh alami dari Swedia. Waktu itu, banyak sekali ilmu internet marketing yang saya dapatkan dari bisnis yang dijalankan 80% secara online itu. Saya yang tadinya gaptek dan tidak pernah mengenal media sosial, apalagi blog, mau enggak mau harus aktif dan konsisten melakukan personal branding dan mengunggah postingan di media sosial setiap hari. Ternyata, sekarang semua itu sangat bermanfaat, karena aktivitas tulis-menulis yang akhirnya saya tekuni juga membutuhkan branding diri di semua media sosial yang dimiliki.

Meskipun blog ini sudah ada dari tahun 2013, tapi saya baru memutuskan untuk membeli domain dan hosting Hastinpratiwi.com di akhir tahun 2018. Wahh… lama amat, ya? Kenapa baru 5 tahun kemudian di-Top Level Domain-kan? Iya, karena di tahun-tahun awal, menulis blog-nya belum rutin. Saya merasa lebih nyaman bercerita dan menulis di media sosial daripada di blog, karena di medsos tinggal nulis aja, tanpa harus mikirin tema, judul, gambar, dll 🙂

Pilihan tempat pembelian domain dan hosting untuk blog di tahun 2018 itu akhirnya saya jatuhkan kepada RumahWeb.com, salah satu jasa hosting yang ada di Yogyakarta.

Sebenarnya, di tahun 2013 saya sudah pernah beli domain juga di Rumah Web, tapi bukan untuk blog ini, melainkan untuk website bisnis online yang saya jalankan saat itu. Setelah 1 tahun berlangganan di Rumah Web, saya memutuskan berhenti dulu menggunakan domain berbayar. Setelah itu, saya mencoba menggunakan jasa hosting lain yang memang sering mengadakan promo harga besar-besaran untuk layanan mereka. Sayangnya, setelah 2 tahun menggunakan jasa penyedia hosting lain, saya akhirnya menyadari bahwa dari segi pelayanan, Rumah Web memang lebih recommended.

Kenapa bisa begitu? Apakah ada masalah?

Yup, saya pernah meminta jasa hosting lain tadi untuk membantu mengatasi masalah teknis di website bisnis saya saat itu. Sayangnya, saya diminta melakukan penyelesaian masalah sendiri berdasarkan panduan teknis dari mereka. Duhh…. berhubung gaptek dan enggak paham, yassudahlah, enggak kelar-kelar solusinya hehheheee…. Selain itu, koneksi web bisnis saya juga sering error/down dan enggak bisa dibuka. Ini bikin illfeel pastinya, karena kita sudah promo di media sosial, ternyata web enggak bisa diakses, bikin para prospek jadi kecewa. Jadi setelah masa kontrak dengan perusahaan jasa hosting itu expired, saya putuskan enggak lanjut lagi menggunakan layanan mereka, meskipun harganya sering banget promo.

Tahun 2018 kemarin, comeback-lah saya beli domain dan hosting ke Rumah Web lagi. Alhamdulillah, dari awal setting blog ke domain baru, semuanya saya pasrahkan ke tim teknisi Rumah Web 🙂 Bahkan satu minggu lalu, ketika mendadak blog saya enggak bisa diakses, padahal ada artikel pesanan klien yang harus saya setorkan hari itu juga, pihak teknisi Rumah Web gerak cepat banget menyelesaikan masalah teknis itu dalam beberapa menit. Masya Allah, legaaaa rasanya…. 

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi saya tadi, ada baiknya kamu yang ingin mencari jasa penyedia domain dan hosting profesional sudah ada baiknya memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Tergiur Diskon Harga Domain/Hosting Boleh Saja, Tapi Perhatikan Juga Akses Layanan Hosting-nya

Untuk masalah satu ini kamu sebaiknya banyak bertanya kepada teman yang paham dan jangan lupa juga mencari referensi sendiri di internet.  Saat ini memang banyak  bermunculan jasa layanan domain dan hosting yang bagus, tinggal kitanya saja lebih mantap menggunakan yang mana. Biasanya setelah bekerja sama dengan mereka minimal 1 tahun, kamu sudah bisa melihat bagaimana kredibilitas perusahaannya. Seperti misalnya, akses hosting-nya cepat atau lambat, apakah server mereka sering down, dll.

  • Kecepatan Layanan Customer Service-nya

Pilih layanan hosting yang memiliki layanan customer service 24 jam sehari, 7 hari seminggu, baik melalui email maupun chat online. Dari kecepatan dan kesigapan respon mereka, kamu dapat menilai sejauh mana mereka menghargai customer-nya.

  • Jika Ada Masalah Teknis, Meskipun Kamu Mampu Menanganinya, Sekali Waktu Lakukan Tes Pelayanan dengan Meminta Bantuan Jasa Hosting Langgananmu

Dari cara mereka menangani masalahmu, meskipun itu hanya masalah kecil, kamu dapat mengetahui keseriusan mereka menjaga hubungan dengan pelanggannya. Jujur, ketika jasa layanan hosting yang kita harapkan membantu menyelesaikan masalah teknis di website kita ternyata tak mampu menyelesaikannya, di situlah saya merasa sedih.

Apa yang saya tulis di atas berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami, ya, man-teman, jadi bisa jadi sangat subjektif bagi sebagian orang. Kalau kamu punya pengalaman lain terkait cara  memilih web hosting ini silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Pastinya bermanfaat sekali infonya.

Terima kasih sudah membaca….

Baca juga

Review Training Blog Untuk Pemula di Estrilook Community

Haii… ketemu lagi kita, Dears  😁
Saya mau cerita dikit ya tentang training blog yang saya ikuti 3 hari terakhir ini.
.
Jadi nih, antara tanggal 5 – 7 Oktober 2018 Estrilook Community yang merupakan komunitas para kontributor (penulis artikel) di platform Estrilook.com mengadakan pelatihan step by step cara membuat blog di platform Blogspot bagi pemula. Pelatihan ini diadakan free dannnn peminatnya banyakk yaa ternyata…
*ya iyalahhhh…. gratis gitu loh 😂
.
.
FB_IMG_1538837664894
.
.
Hebatnya, meskipun gratis, training blog ini gak cuma sekedarnya aja. Kita bebas bertanya dan diskusi dari mulai tahap awal banget isi data, pilih tema, pilih nama, sampai ke masalah teknis yang maaf ya, saya cukup pusing kalau sudah ngomongin masalah teknis ini wkwkwkwk…
.
Jadi ingat beberapa tahun yang lalu bikin blog WordPress ini bener-bener butuh perjuangan. Saya rela menghabiskan waktu lebih dari 4 jam karena terlalu kepo mengutak-atiknya sendiri, dan sekarang sudah lupa semua ilmunya, wahai sodara-sodara 🤦Besok deh saya janji mau belajar WordPress lagi.
.
By the way, untuk kamu yang belum punya blog dan tertarik bikin, secara umum ada 2 platform blog yang bisa kamu gunakan, yaitu :
.
1. Blogger.com
2. WordPress.com
.
Kalau kamu ingin bentuk blog yang sederhana dan lebih mudah, bisa gunakan Blogspot. Tapi kalau tertantang mencoba yang lebih apik tampilannya, kamu bisa mencoba WordPress seperti punya saya ini.
.
.
20181009_001750_0001
.
.
Di training kemarin kita belajar bikin pakai Blogspot dulu yang mudah. Trainernya sabarrr banget ngajarinnya, padahal dia masih unyu-unyu, sedangkan muridnya mayoritas dari partai emak-emak hehheheee… Alhamdulillah saking sabarnya, semua peserta bilang dia baik dan cantik, secantik blognya ini, Steffi Budi Fauziah. Klik aja linknya ya biar dia tambah happy 😄
.
Mungkin diantara kamu yang belum punya blog akan berpikir, buat apa sih bikin blog? Memang ada manfaatnya selain buat nulis?
.
Nah, sama.. Saya dulu mikirnya juga gitu.
Ternyata, seiring berjalannya waktu, manfaat blog semakin berkembang.
.
Bukan cuma sekedar buat nulis curhatan, tapi bisa juga untuk memberikan sebentuk informasi dan komunikasi buat teman-teman dan followermu.
Bahkan saat ini, blog juga bisa dikomersilkan alias dimonetisasi untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah lewat kerjasama dalam bentuk content placement alias pemasangan iklan dari pihak lain.
.
Gimana, masih bingung mau bikin blog atau enggak? ☺
Terserah kamu sih ya, tapi kalau kamu gak hobi nulis, tapi hobi jualan, atau ingin jadi pengusaha/profesional di bidang tertentu, sebaiknya kamu memang harus membuat blog atau website yang berisi profil diri atau usahamu.
.
“Tapi aku kan gak hobi nulis, mbak? Nanti blognya gak ada isinya dong?”
.
Ahh, sekarang mah gampang. Tinggal cari jasa ghostwriter, alias penulis belakang layar macam saya gini (jiahhh…. malah promosi…. maaffkeunnnn 🤣)
.
Intinya, blog saat ini sangat penting, apalagi untuk kamu yang ingin serius bekerja di dunia maya. Jadi jangan sia-siakan kalau ada kesempatan untuk ikut training blog, baik berbayar, apalagi gratisan macam begini.
.
Akhir kata, terima kasih ya, Estrilook!
Meskipun bukan pertama kalinya buat saya, tapi training ini sungguh bermanfaat untuk lebih memperdalam lagi ilmu teknis tentang blogging..
.
Besok adain lagi yesss… 😍💖
.
.
#ReviewTrainingBlog
#EstrilookCommunity

Belajar nge-Blog

Assalamu’alaikum ww.

Ini adalah tulisan kedua saya di blog ini..
Kenapa dikasih judul “Belajar ngeBlog”??

Iyaa, beneerrr banget.. taukah bunda2 & para pembaca semua bahwa saya sekarang lagi belajar ngeblog.. hehehe.. jangan ditertawakan yak..!!

Alhamdulillaaah.. ga nyangka, gabungnya saya di dBC Network ternyata membawa berkah berlimpah MANFAAT yg tiada tara.. Banyaaak banget ilmu yg saya dapet 🙂

Selain ilmu internet marketing, leadership, pengembangan diri & masih banyaaak ilmu lainnya, ternyata saya juga dapet ilmu ngeblog yg selama ini pengeeen bgt saya ketahui.. 🙂

Jadi para pembaca, kalo ada sesuatu yg lucu atau janggal di tulisan awal ini mohon dimaklumi yaaa.. karena saya hanyalah seorang ibu RT biasa yg selalu haus akan ilmu & sedang berusaha menambah ilmunya.. 🙂

Wassalamu’alaikum ww.