Arsip Tag: bisnis

Perhatikan 3 Hal Ini sebelum Melakukan Sewa Kantor Tidak Nyata (Virtual Office) untuk Kemudahan dan Penghematan Bisnis

Image: Pixabay.com

Kebutuhan akan ruang perkantoran, terutama di Jakarta, ternyata tak sebanding dengan adanya lahan yang tersedia. Selain itu, adanya pelarangan bangunan rumah menjadi kantor oleh Pemprov DKI juga melatarbelakangi munculnya banyak virtual office di Jakarta sejak awal tahun 2000 lalu (CNNIndonesia.com, 15/12/2015).

Dalam perkembangannya, virtual office tidak hanya ada di Jakarta. Bentuk kantor tidak nyata ini mulai hadir di beberapa kota besar, seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, bahkan Malang pun mulai tersedia.

Disebut kantor tidak nyata, karena hanya terdiri dari ruangan kecil yang tidak terlalu luas. Tak seperti kantor pada umumnya, virtual office adalah ruangan yang ditata sedemikian rupa dan dapat disewa oleh seseorang atau perusahaan. Sewa kantor ini dapat dilakukan mulai hitungan jam, harian, mingguan, bulanan, sampai tahunan, dengan tarif yang telah ditentukan oleh pihak pengelola virtual office.

Bentuk kantor virtual ini sangat menguntungkan dan mulai banyak digunakan oleh para pebisnis start up, UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), sampai kepada perusahaan besar. Melalui sewa kantor virtual ini pihak penyewa dapat menghemat biaya operasional hingga 90% dibandingkan dengan cara kerja konvensional yang menggunakan bangunan kantor secara fisik. Kebutuhan akan SDM maupun listrik, air, dll dapat dikurangi, karena para pengguna virtual office dan karyawannya umumnya lebih sering bekerja jarak jauh secara online, mengadakan meeting online, dan hanya sesekali saja melakukan pertemuan tatap muka secara langsung.

Ada beberapa fasilitas yang biasanya ditawarkan oleh pengelola kantor virtual bagi para penggunanya, antara lain:

– Fasilitas co working space atau ruangan bersama yang dapat digunakan sebagai ruangan pertemuan apabila penyewa kantor virtual ingin mengadakan meeting dengan klien atau karyawannya.
– Fasilitas ruangan kubikel atau ruang kerja khusus yang lebih eksklusif, dilengkapi dengan proyektor, printer, hingga mesin fotokopi.
– Penerimaan surat atau paket oleh resepsionis menggunakan alamat resmi bangunan sebagai alamat perusahaan virtual penyewa.
– Beberapa pengelola virtual office bahkan ada yang membantu pengurusan status penyewanya menjadi perusahaan resmi (legal).

Namun, sebelum memutuskan melakukan sewa kantor virtual, ada baiknya kamu memerhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Lokasi Virtual Office

Sebelum memutuskan melakukan sewa kantor virtual, kamu sebaiknya mempertimbangkan lokasi mana yang diinginkan. Apakah lokasi strategis di tengah kota, ataukah lokasi yang tidak terlalu ramai di pinggiran kota. Setiap pebisnis memiliki pilihan masing-masing demi kenyamanan bisnis yang dilakukannya.

2. Fasilitas yang Ditawarkan

Selain memiliki alamat yang jelas untuk keperluan surat menyurat, virtual office yang disewa sebaiknya juga memiliki layanan resepsionis, saluran telepon yang baik, lokasinya bebas pajak, koneksi internet yang lancar, juga faslilitas listrik dan air yang memadai.

3. Ketahui Berapa SDM yang Dibutuhkan

Sebelum melakukan sewa kantor virtual, hendaknya pastikan terlebih dahulu berapa orang karyawan yang akan rutin berkantor di lokasi virtual offce. Jika hanya skala kecil 4-5 orang saja, sebaiknya lakukan sewa ruangan yang kecil dan tidak terlalu besar.

Itulah beberapa alasan mengapa sewa kantor virtual menjadi hal yang praktis untuk saat ini, sekaligus hal yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum memutuskan melakukan sewa kantor virtual. Semoga bermanfaat ya, dan selamat bekerja dari mana saja.

Baca juga: 4 Alasan Tepat Kenapa Kamu Harus Membeli atau Menyewa Apartemen

4 Alasan Tepat Kenapa Kamu Harus Membeli atau Menyewa Apartemen

Image : Pexels.com

Beberapa bulan yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel tentang properti yang di-share di sebuah media sosial. Artikel itu menulis sebuah survei yang menyebutkan, bahwa generasi milenial saat ini merupakan salah satu penggerak berkembangnya ekonomi di Indonesia.

Dengan jumlah populasi lebih dari 80 juta orang dari total 68% masyarakat usia produktif di Indonesia, generasi yang lahir antara tahun 1980-1999 ini dikabarkan telah memiliki pergeseran kebutuhan. Dari kebutuhan akan konsumsi yang berorientasi pada barang, beralih menjadi kebutuhan akan hiburan dan kesenangan (Okezone.com, 1/3/2018).

Jika generasi sebelumnya beranggapan bahwa memiliki hunian dan kendaraan merupakan salah satu kebutuhan, tidak demikian halnya dengan generasi milenial. Mereka lebih berfokus pada kesenangan yang bersifat pengalaman, seperti traveling, makan-makan, berkumpul bersama teman, dan aneka kebutuhan akan hiburan lainnya.

Meskipun kebutuhan akan kesenangan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan, jangan lupa bahwa kebutuhan akan hunian juga merupakan hal yang pokok, terutama apabila kelak kamu berkeluarga. Tempat tinggal merupakan sumber berkumpulnya energi baru dan tempat seluruh keluarga memusatkan rutinitas aktivitas hariannya. Itulah mengapa ada ungkapan “Rumahku adalah surgaku”.

Bagaimanapun, generasi milenial harus berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk kebutuhan akan hunian, karena harga hunian yang semakin lama semakin meningkat. Untuk wilayah Jabodetabek saja, harga hunian diperkirakan terus naik sebesar 20% setiap tahunnya, sementara kenaikan gaji rata-rata karyawan/buruh hanya sekitar 10% per tahun.

Dahulu, sebagian masyarakat lebih memilih tinggal di rumah tapak daripada membeli apartemen atau hunian bertingkat. Namun saat ini, membeli apartemen dapat menjadi solusi bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas dan ingin tinggal lebih dekat dari tempat kerja. Kebayang kan, bagaimana lelahnya kamu harus bekerja lebih dari 8 jam sehari, sementara saat pulang ke rumah harus mengalami kemacetan luar biasa yang menguras energi serta pikiranmu?

Dari data tahun 2017 lalu, disebutkan bahwa harga rumah tapak di wilayah Jakarta Selatan saja telah berada pada kisaran di atas Rp1,5 miliar untuk daerah Kebagusan, Jagakarsa, dan sekitarnya. Sementara di daerah Bintaro mencapai kisaran Rp600 jutaan sampai Rp800 juta.

Nah, untuk kamu yang bekerja pada sektor publik di wilayah Jakarta Selatan dan belum memiliki cukup anggaran untuk membeli apartemen atau hunian impianmu, salah satu caranya adalah dengan melakukan sewa apartemen di Jakarta Selatan. Cara ini dapat menjadi alternatif terbaik sembari terus menabung untuk menyisihkan pendapatan setiap bulannya.

Tapi tunggu dulu, jangan terburu-buru! Tentunya kamu harus tahu apa saja kelebihan tinggal di apartemen untuk kamu yang memiliki dana terbatas dan juga tak cukup punya banyak waktu.

1. Menghemat Waktu dan Tenaga

Apartemen biasanya berada di tengah kota dan dekat dengan area perbelanjaan, kesehatan, perkantoran dan sarana publik lainnya. Pihak developer pun menyediakan berbagai fasilitas yang membuat nyaman para penghuni apartemen, seperti kolam renang, taman bermain, keamanan, dll. Ini tentu saja menghemat waktu dan tenagamu. Kamu tak perlu membutuhkan waktu yang lama saat berangkat bekerja dan memiliki cukup waktu pula untuk bersenang-senang, seperti olahraga, menonton, dan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.

2. Bebas Memilih Ukuran Sesuai Kebutuhan

Tinggal di apartemen memiliki kepraktisan sendiri, karena kamu bebas memilih ukuran yang kamu inginkan, apakah hanya 1 kamar saja, atau dengan banyak kamar jika kamu telah berkeluarga. Mungkin memang kamu tak bisa memiliki halaman luas seperti rumah tapak yang diinginkan sebagian orang, tapi justru di sinilah kepraktisan tinggal di apartemen. Kamu tak perlu lelah membersihkan rumah, karena ukuran ruangan yang cukup untuk kebutuhanmu.

3. Dapat menjadi Passive Income

Jika kamu membeli apartemen, tapi karena satu dan lain hal kemudian jarang dihuni, tak perlu sedih. Sewakan saja apartemenmu, maka kamu akan memiliki passive income dari bisnis yang semakin lama semakin meningkat kebutuhannya ini.

4. Praktis

Tinggal di apartemen membuatmu tak lagi harus berfokus pada masalah desain rumah dan perabot rumah tangga. Kamu dapat berhemat dengan memilih desain dan perabotan minimalis yang sesuai dengan ukuran apartemenmu, sehingga tak ada anggaran yang terbuang percuma hanya untuk mengisi hunianmu dengan pernak-pernik yang tidak terlalu diperlukan.

Tinggal di apartemen mungkin belum menjadi pilihan semua orang. Tapi saat ini mulai banyak dilakukan, terutama untuk mereka yang hidup di kota besar. Apartemen menawarkan sisi praktis dan ekonomis, terutama dari segi waktu dan tenaga, agar kamu memiliki ruang untuk sekadar menikmati hidup dan tak melulu dihabiskan di jalan karena alasan kemacetan.