Arsip Tag: Budaya

Yuk, Perhatikan 7+ Cara Penulisan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Ini meski Kamu Bukan Seorang Penulis Profesional

bahasa indonesia

Keterampilan berbahasa, terutama bahasa Indonesia, merupakan satu hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi di masa pandemi, ketika hampir semua bidang kehidupan beralih menggunakan internet sebagai alat komunikasi utama.

Situs Literasi Nusantara (14/5/2020) melansir, di antara empat keterampilan berbahasa yang ada, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, menulis merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan saat ini.

Kamu pasti setuju dengan saya bahwa hampir 24 jam waktu kita dihabiskan setiap harinya untuk membuka internet dan membaca aneka informasi di media sosial. Bahkan, menurut survei dari APJII (Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia), sepanjang tahun 2019 hingga 2020 pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 64,8 persen dari tahun 2018, atau naik sekitar 25,5 juta.

Hampir semua yang kita lihat di internet selalu berhubungan dengan tulisan. Media sosial Facebook, Instagram, Twitter, dan aplikasi lainnya menjadikan tulisan sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Untuk menulis caption atau takarir sederhana di media sosial pun sebenarnya kita membutuhkan keterampilan menulis dengan kalimat sederhana yang mudah dipahami dan dimengerti. Ini artinya, keterampilan menulis sederhana wajib kamu miliki agar teman-teman di dunia maya mengerti apa yang kamu tulis.

Dari kebiasaan menulis di media sosial secara teratur, bukan tidak mungkin kesempatan menjadi seorang profesional di bidang tulis-menulis semakin terbuka lebar, baik sebagai penulis artikel, penulis buku, penulis blog (bloger), wartawan media cetak dan media elektronik, influencer, atau naik ke level yang lebih tinggi lagi, yaitu sebagai seorang editor.

Dari apa yang saya amati dan ilmu yang saya pelajari selama ini, ternyata ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan dalam menulis agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya rangkum aja ya secara ringkas menjadi tujuh poin singkat supaya enggak enek bacanya, kwkwkwk. *pusing pala Barbie kalau kebanyakan, eeuyy πŸ˜€

Apa saja tujuh cara penulisan yang harus diperhatikan tersebut? Cek di bawah ini, ya!

bahasa indonsia
Sumber gambar: Pexels.com/JessicaLewis

Penulisan Kata Majemuk

Kata majemuk sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai gabungan kata. Salah satu kata majemuk yang akhir-akhir ini banyak sekali mengalami perubahan penulisan adalah kata terima kasih. πŸ™‚ Penulisan terima kasih yang seharusnya dipisah, entah kenapa sekarang malah sering disatukan menjadi terimakasih. Mungkin karena mereka lama berjauhan dan jaga jarak di masa pandemi, ya, jadi ada keinginan untuk mendekat, meski sebenarnya sudah ditakdirkan untuk saling berjauhan. *kwkwkwk …. πŸ˜€

Berikut beberapa contoh kata majemuk yang sering mengalami kesalahan dalam penulisan:

Terimakasih (SALAH) => Terima kasih (BENAR)

Orangtua (SALAH) => Orang tua (BENAR)

Olah raga (SALAH) => Olahraga (BENAR)

Seringkali (SALAH) => Sering kali (BENAR)

Ada kalanya (SALAH) => Adakalanya (BENAR)

Penulisan di sebagai Kata Depan dan di– sebagai Awalan

Poin nomor dua ini masih banyak yang mengabaikan. Mungkin karena mereka memang belum paham, ya, bukan karena disengaja. Untuk kamu yang belum tahu, kata di bisa berfungsi sebagai awalan, dan bisa juga berfungsi sebagai kata depan.

1. Di- sebagai awalan

Sebagai sebuah awalan, kata di- harus disambung dengan kata sesudahnya. Biasanya kata sesudahnya ini adalah kata kerja bentuk dasar.

Contoh:

Dikejar => kejar adalah kata kerja.

Dicari => cari adalah kata kerja.

Ditulis => tulis adalah kata kerja bentuk dasar dari menulis.

2. Di sebagai kata depan

Fungsi di sebagai kata depan ini penulisannya harus dipisah dengan kata yang mengikutinya. Biasanya kata yang mengikuti di sebagai kata depan adalah keterangan tempat.

Contoh:

Di sana => sana adalah penunjuk tempat.

Di rumah => rumah adalah tempat (kata benda).

Di luar => luar adalah keterangan tempat.

Untuk teman-teman yang belum terbiasa menulis, mungkin masih bingung dengan poin nomor dua ini, ya. Namun, tak mengapa. Setidaknya kamu sudah mulai belajar bagaimana cara membedakan kedua fungsi kata di ini.

Penulisan Namun dan Tetapi

Untuk poin nomor tiga, jujur deh, awalnya saya juga belum paham. Dulu, saya anggap tak ada bedanya antara penggunaan dua kata ini di dalam suatu kalimat. Faktanya, kata namun hanya boleh digunakan di awal kalimat, dan kata tetapi harus berada di tengah kalimat setelah didahului dengan tanda koma. Setelah mengetahui hal ini, saya jadi lebih berhati-hati saat memakai dua kata ini.

Contoh:

Aku ingin sekali tertawa, tetapi tak bisa.

Berbuat kesalahan itu hal yang wajar, bukan? Namun, bukan berarti kita tak perlu belajar dan hanya mengharapkan pemakluman.

Jelas ‘kan ya, bedanya?

Penulisan Jam dan Pukul

Nah, penulisan kata jam dan pukul ini juga mirip dengan penulisan namun dan tetapi. Terlihat serupa, tetapi tak sama. Faktanya, jam dan pukul digunakan untuk hal yang berbeda.

Jam => digunakan sebagai satuan waktu.

Contoh:

Penerbangan Jakarta-Istanbul memiliki waktu tempuh sekitar 12 jam.

Huh, 1 jam mana cukup? Butuh waktu lama membahas masalah pelik ini!

Pukul => digunakan untuk menyatakan waktu.

Contoh:

Oke, tunggu aku pukul lima sore, ya!

Waktu menunjukkan pukul dua dini hari saat aku terbangun mendengar suara aneh itu.

Kata yang Tidak Boleh Diletakkan di Awal Kalimat

Memangnya ada ya kata khusus yang enggak boleh diletakkan di awal kalimat? Ternyata ada, Milea! Catat ya, ada tujuh kata:

Dan, atau, tetapi, serta, padahal, sedangkan, melainkan.

Tujuh kata di atas harus berada di tengah kalimat. Ya … memang enggak gampang sih praktiknya. Pintar-pintarnya kita aja bagaimana caranya supaya tujuh kata itu enggak ada di awal kalimat.

Penulisan Bentuk Terikat

Bentuk terikat itu apa, sih, Esmeralda? Gini lo, Fernando. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bentuk terikat itu maksudnya unsur bahasa yang harus digabung dengan unsur lain agar menghasilkan makna atau arti yang jelas. Dengan kata lain, bentuk terikat tidak dapat berdiri sendiri dan harus disambung dengan kata setelahnya. Ada beberapa kata yang termasuk dalam bentuk terikat ini.

Contoh:

Antar- => Antarkota, antarprovinsi, antarkabupaten.

Multi- => Multilevel, multitalenta.

Pasca- => Pascasarjana, pascareformasi.

Anti- => Antioksidan, antibodi.

Swa- => Swadaya, swafoto.

Penulisan Kata Ganti Ku- dan Partikel pun

Penulisan ku- dan pun ini juga sering menimbulkan kebingungan. Ada yang menulis terpisah dengan kata sebelum dan setelahnya, dan ada juga yang menuliskan dengan disambung seperti bentuk terikat. Mana yang benar, sih?

Ayo deh, kita belajar bareng!

1. Penulisan ku-

Ku- adalah singkatan dari aku yang merupakan bentuk terikat. Jadi, penulisannya harus disambung dengan kata berikutnya.

Contoh:

Banyak yang ingin kuceritakan padamu, wahai belahan jiwa.

Ingin rasanya kupecahkan gelas minum itu.

2. Penulisan pun

Penulisan pun ini sedikit unik. Ada yang dipisah dengan kata sebelumnya, ada juga yang harus disambung.

Penulisan pun yang disambung bisa kamu lihat di bawah ini, ya. Ada 12 kata. Kalau perlu, kamu hafalin deh semua. πŸ˜€

*Adapun; andaipun; ataupun; bagaimanapun; biarpun; kalaupun. kendatipun; maupun; meskipun; *sekalipun; sungguhpun, walaupun.

Selain dari 12 kata tersebut, penulisan partikel pun harus dipisah dengan kata sebelumnya.

Contoh: Siapa pun, apa pun, aku pun, ke mana pun.

*Pengecualian

Untuk kata *adapun dan *sekalipun bisa dipisah penulisannya kalau makna pun di situ bisa diartikan sebagai juga.

Contoh:

Dia ada pun, aku belum tentu mau menemuinya. (pun di sini bisa diartikan sebagai juga)

Belum pernah sekali pun aku bertemu dengannya.
(pun di sini bisa diartikan sebagai juga)

Nah, tujuh poin cara penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah saya rangkum secara singkat. Gimana, tambah puyeng ya? Enggak apa-apa kok, namanya juga belajar. Bukankah keterampilan berbahasa, khususnya menulis, bukan sesuatu yang pasti? Karena ia akan terus berubah menyesuaikan diri dengan kondisi.

Oiya, mumpung saya lagi baik dan semangat nulis, boleh tambah satu poin lagi, ya? Hahahahaaa …. Jadi, ada 7+1 rangkuman hari ini biar saya juga enggak lupa, dong, dan bisa nyontek di sini sewaktu-waktu diperlukan.

Yuk … ini poin terakhir deh, janji! πŸ˜€

Penulisan Kata Baku

Teman-teman, kata baku dapat diartikan sebagai kata yang dijadikan sebagai standar atau acuan dalam berbahasa. Untuk bahasa Indonesia, kata baku terbaru dapat dilihat di KBBI daring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamu bisa gunakan link ini untuk pengecekan kata baku terbaru, ya => KBBI Daring Kemdikbud.

Beberapa bahasa gaul kekinian sudah banyak, lo, yang masuk dalam kata baku bahasa Indonesia, seperti kepo, alay, pengin, enggak, lu, gue, baper.

Begitu juga dengan kata serapan asing, seperti gadget, kover, bloger, fesyen, mekap (bahasa Inggris = makeup), reviu, netizen, gim (bahasa Inggris = game), istigfar, dan banyak lagi.

Tentunya, ini semakin memudahkan kita menulis dengan bahasa yang baik dan benar, tanpa harus kehilangan ciri khas alias gaya menulis masing-masing. Pemerhati bahasa Indonesia, Ivan Lanin, pernah menulis dalam bukunya yang berjudul Recehan Bahasa bahwa “Bahasa yang baku tak mesti selalu kaku.”

Teman-teman bloger yang tulisannya banyak dibaca secara terbuka di blog ataupun media sosial bisa banget menjadi perantara pengenalan bahasa Indonesia yang baik dan benar ini kepada netizen, terutama generasi muda kita.

Yup, belajar bahasa memang tak bisa dilakukan sekaligus, seperti juga keterampilan menulis yang membutuhkan latihan berulang-ulang agar menjadi kebiasaan. Ia akan terus berkembang seiring dengan waktu dan banyaknya jam terbang.

Kamu setuju?

Baca Juga

bahasa indonesia

Referensi

kbbi.kemdikbud.go.id

ivanlanin.wordpress.com/2012/02/26/terima-kasih/

ivanlanin.wordpress.com/2020/01/18/namun-tetapi-dan-tapi/

literasinusantara.com/4-keterampilan-berbahasa/

Berbuka Puasa dengan Kurma, yuk, Bukan Sekadar dengan yang Manis

Air rendaman kurma (nabidz). Image : Pictame.com

Alhamdulillah, Ramadan telah tiba. Sudah masuk hari ke-4 bahkan, Guys! Dan seperti biasa, perjumpaan membahagiakan dengan si Ramadan selalu diiringi dengan naiknya harga berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti telur, sayuran, bumbu-bumbu. Yahhh…. you know this so well lah, yaaa….

Yup, orang Indonesia tidak pernah bisa lepas dari yang namanya budaya makan πŸ˜€ Budaya makan di Indonesia ini, mau enggak mau, suka enggak suka, memang telah menjadi tradisi peninggalan nenek moyang kita. Kamu enggak percaya? Coba perhatikan, Lebaran pasti heboh dengan opor ayam, rendang, gulai, dan aneka makanan bersantan dan berbumbu rempah yang menggugah selera. Satu bulan menuju Ramadan, tepatnya di bulan Sya’ban, di pulau Jawa terdapat tradisi yang dinamakan Ruwahan. Ruwahan alias nyekar, adalah aktivitas berziarah ke makam keluarga besar dan nenek moyang kita. Apakah hanya berziarah saja? Ohh, tentu tidak.

Nyekar di Jawa merupakan sarana berkumpul seluruh keluarga besar. Bahkan keluarga besar yang jauh pun kadang ikut datang di acara kumpul keluarga ini. Justru saat Lebaran tak semuanya dapat datang berkumpul karena kesibukan memiliki acara keluarga masing-masing. Nah, momen Ruwahan ini juga tak dapat dipisahkan dari yang namanya makanan πŸ˜€ Untungnya, saya tipikal orang yang biasa aja dengan aktivitas makan memakan ini hehehhee… Maklum, perut tak seberapa kuat untuk makan banyak, jadi ya sama aja. Mau banyak makanan ataupun tidak, teteuppp aja perutnya cuma muat segitu aja πŸ™‚

Seiring dengan tibanya bulan Ramadan, di sekitar rumah sudah berjejer banyakkkkk penjual aneka minuman dan makanan untuk berbuka. Es campur, kolak, es teler, bubur sum-sum, es cincau, sampai ke minuman khas daerah lain, macam es pisang ijo dan es palu butung dari Sulawesi ada semua di sini. Duhhh…. pantessss aja banyak orang yang ngakunya puasa sebulan penuh, tapi nyatanya tambah gendats, yak! Padahal harusnya faktanya kan tidak demikian, ya πŸ˜‰

Dulunya, saya juga termasuk salah satu penggemar aneka minuman warna-warni dan bersantan ketika tiba waktunya berbuka. Meskipun selalu mengawali dengan minuman hangat, setelah salat magrib biasanya mulai minum atau makan aneka jajanan tadi, semacam kolak, es campur, dll. Beruntungnya, badan teteupp segini aja. Berat justru cenderung turun saat bulan puasa, karena memang makannya pun sangat berkurang.

Sejak satu tahun yang lalu, sepulang umroh, Alhamdulillah, pola berbuka saya sedikit mengalami perubahan. Iya, saya mulai mengenal dan bersahabat baik dengan yang namanya buah kurma πŸ˜€ Deuhhh… ngapain aja baru bersahabat sekarang, emang dari dulu ke mana aja ya? kwkwkwk

Begitulah manusia, termasuk saya. Kalau belum dapat hidayah, meskipun itu hanya hidayah tentang sebiji kurma, meskipun sudah sering baca manfaatnya, tetap enggak tertarik untuk mengonsumsi jangka panjang. Nah, ceritanya, sejak saya mengenal yang namanya kurma jenis Sukari di Madinah, mulailah saya suka dengan buah ini. Dagingnya lembut, rasa manisnya juga enggak eneg. Padahal yang biasa saya temui di toko-toko dekat rumah belum mampu membuat saya betah mengonsumsinya.

Ketertarikan saya berbuka puasa dengan kurma juga semakin termotivasi setelah mendengar obrolan teman-teman di Geng Salihah Menulis tentang manfaaat berbuka dengan kurma, terutama yang direndam dengan air minum selama semalaman (8-12 jam). Setelah membaca banyak referensi, baru paham bahwa Rasulullah Saw juga menyukai minuman sirup rendaman buah (nabidz/naqi’), atau bahasa kerennya infused water. Selain airnya dapat diminum, buahnya pun menjadi lebih lembut dan lembek, sehingga enak untuk dimakan.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah r.a, β€œKami biasa membuat perasan untuk Rasulullah Saw di dalam air minum yang bertali di atasnya. Kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari.” (H.R. Muslim)

Terus, manfaat apa saja yang terasa setelah minum air rendaman kurma ini?

Yang paling terasa untuk saya adalah pencernaan menjadi nyaman dan lancar. Yup, Guys, kurma itu kandungan seratnya tinggi, lho. Kalau selama ini saya enggak doyan makan langsung dalam bentuk buahnya, salah satu alasannya karena berserat. Nah, dengan direndam beberapa jam, kurmanya jadi lembut. Saat dikonsumsi lumer aja di mulut seperti makan cokelat πŸ™‚

Cuma itu saja? Jangan salah, masih banyak manfaat lainnya.

Dari segi kesehatan, kurma sangat baik untuk menjaga stabilnya energi dan kekuatan daya ingat. Itulah kenapa, para penghafal Alquran dianjurkan mengonsumsi kurma agar hafalannya tetap terjaga. Berkaitan dengan energi, pasti kamu sudah sering mendengar bagaimana kuatnya fisik junjungan kita Rasulullah Saw yang jarang sakit dalam menjalani proses perjuangan dakwahnya.

Selain untuk menjaga energi dan kecerdasan (daya ingat), kurma juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan menjaga stabilnya kadar kolesterol. Kamu yang mulai panik dan takut dengan aneka penyakit zaman now yang diakibatkan oleh kacaunya pola makan dan gaya hidup, yuk, mulai beralih ke pengobatan secara alami ini, salah satunya dengan rutin mengonsumsi kurma.

Manfaat sirup nabidz ini juga pernah dikatakan oleh Abu Abdillah Al Maqdisi, yang hidup pada masa Rasulullah Saw. Jika air dingin dicampur dengan sesuatu yang bisa membuatnya menjadi manis, maka kandungan air tersebut dapat mengantarkan makanan (nutrisi) ke seluruh tubuh, menghangatkannya, menyebarkan panas alami, dan memperbaiki pencernaan. Ternyata, infused water yang dikenal di dunia pengobatan moderen sekarang, aslinya sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah dahulu kala. Luar biasa, ya!

Syaikh Ali Al Halabi dan Syaikh Salim Al Hilali juga mengatakan bahwa kurma memiliki banyak keberkahan yang memengaruhi hati dan pikiran. Manfaat ini tidak diketahui kecuali oleh orang-orang yang menjalankan sunah Nabi. Masya Allah.

Puasa tahun ini, Alhamdulillah, kebiasaan berbuka dengan air rendaman kurma ini mulai saya terapkan ke Lubna, my little girl yang sangat kritis dalam merespon sesuatu πŸ˜€ Apakah dia mau? Boro-boro heheeehee…. Jangankan minum air kurma, lha wong minum madu aja harus dipaksa-paksa πŸ™ Kenapa bisa begitu? Iya, Lubna adalah anak yang penciumannya tajam. Seenak apa pun makanan atau vitamin, kalau dia sudah tidak nyaman dengan aromanya, agak susah memintanya untuk mengonsumsi. Dari berbagai macam jenis vitamin, yang berhasil masuk dan masih rutin dikonsumsi sampai sekarang cuma madu. Itu pun pilih-pilih madunya πŸ˜€ Makanya, ketika mengenalkan air rendaman kurma ini, saya campur juga dengan madu, sambil disuguhkan pakai sedotan agar minumnya tidak harus membaui aromanya. Sekali minum saat berbuka puasa, dia baru mampu minum setengah gelas kecil aja. Oke, enggak papa, yang penting rutin sudah 3 hari ini dilakukan πŸ™‚

Kalau teman-teman sendiri bagaimana? Masih asyik buka puasa dengan aneka minuman bersantan yang tinggi gula dan lemak? Sebelum diteruskan, ada baiknya kita baca hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud ini,

β€œBiasanya Rasulullah Saw berbuka puasa dengan ruthab sebelum salat (Magrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air”. (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Ternyata Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma. Kalau enggak ada kurma, beliau minum beberapa teguk air. Jadi kalau ada yang bilang “Berbukalah dengan yang manis”, ternyata yang bilang adalah iklan sirup di televisi, ya πŸ˜€ Branding-nya kerennn banget sirup itu, bertahun-tahun tetap menggema. Jadi pengen kenalan sama tim pembuat iklannya πŸ™‚ *ehh… out of topic jadinya….

Baiklah, Guys, hidup itu memang pilihan. Pasti kita semua butuh waktu dan proses menuju kepada detoksifikasi diri dan tubuh yang sebenarnya. Yang penting, kamu jangan pernah menyerah menuju perbaikan diri yang sesungguhnya ya, termasuk saya juga. Self reminder banget ini, karena bumi juga bertambah tua dan lapuk, bukan hanya kita aja yang makin menua…. *hiksss :'( Kenapa obrolannya jadi ke sana πŸ™

Semoga kita semua Allah karuniakan kondisi fisik dan psikis yang selalu sehat wal’afiat, ya. Lancar dan fokus ibadahnya di bulan ini.

Aamiin Yaa Robb….



Malioboro, Jalan Kenangan yang Tak Terlupakan

 


 

940c626ae2dbad5f93197a71611485c3
Foto : malioboro_insta

Kalau ditanya obyek wisata apa yang menjadi ikon kota Yogyakarta, pasti sudah tahu kan ya bahwa jawabannya adalah jalan Malioboro? ☺
Β 
Yup, siapapun yang datang ke kota pelajar ini belum afdol kalau belum foto atau menginjakkan kaki di jalan penuh kenangan ini. Kenapa disebut sebagai jalan kenangan? Hemmmm… tidak lain dan tidak bukan karena jalan Malioboro adalah jalan bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1750-an.Β 
Β 
Untuk kamu ketahui,Β  jalan Malioboro diambil dari nama sebuah jalan dalam kitab Ramayana, yaitu ‘Malyabhara” yang artinya jalan yang mengenakan bunga (jalan istimewa). Nah, karena pengaruh ucapan aksara Jawa A dibaca O, maka jadilah sebutannya adalah jalan Malioboro.
Β 
Di sepanjang jalan kenangan ini kamu tidak hanya bisa berbelanja atau berjalan-jalan sepuasnya. Ada beberapa obyek bersejarah masa lalu yang menunggu untuk kamu datangi, seperti Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Gedung Agung, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Agak selatan sedikit kamu dapat melihat dari dekat wilayah Kraton Yogyakarta di komplek Alun-alun Selatan (Alun-alun Kidul). Sementara di bagian utara terdapat Stasiun Kereta Api Tugu dan tidak lupa berdiri tegak di tengah perempatan lampu merah adalah Tugu Yogyakarta.
.

497e873466a17cb2246106e83689a0be
Foto : malioboro_insta

.
.
Menurut legenda dan kepercayaan masyarakat Yogya, antara Gunung Merapi, Tugu Yogya, Kraton, dan Pantai Parangtritis terdapat satu garis imajiner lurus yang menghubungkan tempat tersebut. Entah apa maksudnya, tapi legenda ini tetap menjadi misteri hingga saat ini, bahwa penguasa di Gunung Merapi memiliki hubungan erat dengan penguasa di Pantai Parangtritis.
.
Oke, kita tinggalkan yang berbau mistis yak. Lanjut fokus ke hal apa saja sih yang harus kamu perhatikan saat berkunjung ke Malioboro :
.
.
Selasa Wage
.
Dikutip dari situs Pikniekdotcom, setiap hari Selasa Wage adalah hari bersih-bersih bagi warga Malioboro. Jadi jangan heran apabila pada hari itu tidak terdapat pedagang yang berjualan, alias libur selama 24 jam.
.
.
Pegang Erat Tasmu
.

c414e9f4011c275dc8846c8db4fddd97
Foto : malioboro_insta

.
.
Bukan rahasia lagi jika di Malioboro banyak tangan-tangan jahil yang mencari kesempatan dalam kesempitan merogoh tas dan mengambil dompetmu. Selalu dekap erat barang bawaanmu dan taruh dibagian depan.
.
.
Tawar Barang 30% dari Harga Jual
.
Ingin dapat harga murah di Malioboro? Jangan malas menawar dan membandingkan harga dari satu penjual ke penjual lainnya yess! Lakukan penawaran dengan kalimat yang sopan sampai 30% dari harga yang ditawarkan penjual. Kalau belum boleh, tak ada salahnya kamu pergi dahulu ke penjual lainnya sekalian survei harga lain.
.
.
Lapar? Cari Lesehan yang Ramai dan Ada Daftar Menu dan Daftar Harganya
.
Semakin malam jalan Malioboro semakin ramai dan dipenuhi oleh para penjual makanan lesehan. Aneka lesehan gudeg, bebakaran, sea food, menanti untuk kamu santap dan nikmati. Tapi eitsss… tunggu dulu. Jangan terburu nafsu. Cari tempat lesehan yang banyak pengunjungnya dan jelas daftar harganya. Bukan rahasia lagi jika di beberapa tempat makan ada yang mematok harga tidak wajar, terutama untuk wisatawan dari luar Yogya.
.
.
Foto di Depan Tulisan “Malioboro”
.

2d493b910f3e49da673d668a62f9718e
Foto : malioboro_insta

.
.

Saat ini, kawasan jalan Malioboro mulai berbenah diri dan tampak lebih tertib dan bersih dari sebelumnya. Sepanjang trotoar yang dulu dipenuhi pedagang kaki lima dan dijadikan area parkir mulai dibangun taman-taman dan diberi kursi santai untuk tempat duduk-duduk mereka yang kelelahan, atau sekedar ingin berfoto selfie. Nah, bicara tentang foto, jangan lupa ya untuk selfir di depan plang tulisan “Malioboro” yang sangat ikonik itu. Plang berwarna hijau itu adalah pertanda bahwa kamu sudah berhasil menginjakkan kaki di jalan legendaris ini.

.

Okee… gimana? Kangen pengen ke Yogya lagi? Hayolahhh, siapa takuttt??!!

Yogya adalah kota ramah, murah meriah, dan penuh santun yang dijamin akan selalu ada di hatimu dan membawa kenangan indah saat kamu kembali ke daerah asalmu lagi… ☺❀