Arsip Tag: Madinah

3 Cita Rasa Kuliner yang Berpadu Menjadi Satu di GH Corner Yogyakarta

Ada satu makanan khas Timur Tengah yang masih menimbulkan rasa penasaran di hati saya sejak Allah mengizinkan saya bertamu ke Rumah-Nya beberapa bulan yang lalu.

Saat di Mekkah, di sebelah hotel tempat menginap ada penjual aneka kuliner khas Arab, seperti Roti Maryam, Kebab, Nasi Briyani, dan makanan khas lainnya. Setiap lewat di depannya, aroma sedap rempah-rempah langsung tercium harum semerbak, bikin perut kami yang sedang berjalan kaki menuju Masjidil Haram mendadak berbunyi nyaring minta diperhatikan isinya hehhehee…

Saat itu, entah kenapa, yang menarik hati saya untuk dibeli hanyalah kuliner Kebab dengan berbagai variasinya. Saya belum tertarik untuk mencoba Nasi Briyani, meskipun mulai kepo dengan olahan nasi yang tekstur berasnya panjang-panjang dan besar, persis seperti tekstur nasi yang ada di Turki dan sempat saya cicipi sebelum menuju Madinah. Bedanya, saat makan di Turki selera makan saya hilang sama sekali, karena kulinernya terasa hambar dan kurang gurih. Serasa makan tanpa garam 😀 Tapi kalau makanan Arab, qodarulloh, lidahnya langsung nyambung, Guys! Tahu enggak, kenapa? Pastinya karena kita orang Indonesia ini terbiasa dengan segala masakan berbumbu dan kaya dengan rempah-rempah. Jadi begitu bertemu makanan yang cita rasanya senada, perut pun langsung mengamini 🙂

Nah, kekepoan saya terhadap Nasi Briyani ternyata terbawa hingga Indonesia kwkwkwk… Entahlah, sampai 10 bulan setelahnya ternyata masih ada rasa kangen ingin sekali mencobanya.

GH Corner Yogyakarta, resto dengan 3 cita rasa kuliner yang unik

Bukan kebetulan pula rasanya, mungkin Allah sudah atur, ya. 2 hari lalu enggak sengaja lewat di sekitar daerah Babarsari, Yogyakarta, sepulang dari mengantar Lubna ke Grhatama Pustaka (Perpustakaan Daerah) untuk pinjam novel anak kesukaannya. Padahal lewat daerah Babarsari ini juga cukup sering, meskipun enggak sering banget. Tapi selama ini sama sekali enggak tahu kalau di daerah situ ternyata ada tempat makan yang menyediakan menu Timur Tengah. Awalnya agak ragu masuk ke dalamnya, karena di parkiran yang ada mobil semua, sementara saya kan jadi tukang ojek karena bawa motor hahhaaha 😀 Ini tempat makan jangan-jangan harganya ekslusif nih, pikir saya. Sayang duitnya kannn kalau makan ratusan ribu cuma buat perut *hadehhh pikiran emak-emak hemat ya begini ini. Tapi yo wes, ra popo, dicoba aja, enggak tiap hari ini. Akhirnya hati saya memenangkan pertarungan pikiran ini 😀

Saya pun memarkir motor di depan resto tersebut. Nama restonya catet ya, GH CORNER.

Begitu masuk ke dalamnya, wow, enggak salah kalau dibilang resto, secara tempatnya cozy dan nyaman banget. Yang makan ada, tapi enggak banyak, cuma ada sekitar 4-5 orang di salah satu sudut ruangan. Penataan meja juga cantik, karena ada vas bunganya. Jadi ingat suasana makan di rumah sendiri. Terdapat tulisan besar di salah satu sudutnya, “Ingat Makan, Ingat Tuhan”. Hemmm… saya pikir bagus juga ini tagline. Bukankah kita kalau lagi makan dan sudah menyangkut urusan perut biasanya suka lupa dengan Sang Maha Pemberi? 🙂

Bersamaan dengan kami duduk di meja, datanglah seorang pria mengantarkan menu makanan kepada kami. Yang pertama saya lihat apa, sudah tahu, kannn? Yup, tentu saja harganya! Enggak usah gengsi. Kalau kamu mau makan kudu tahu pasti dong, ya, kisaran harga makanannya berapa. Middle atau high price. Standar atau termasuk resto eksklusif. Kamu penasaran harga makanannya berapaan? Nih, lihat di foto bawah ini, ya 🙂

Aneka menu Timur Tengah
Aneka menu Melayu

Gimana, udah lihat harganya, kan? Mahal enggak? Hehheee… Alhamdulillah, Guys, ternyata harganya termasuk standar untuk resto sekelas GH Corner yang tempatnya nyaman ini. Setelah membolak balik daftar menu sejenak, ternyata pilihan saya tetap jatuh kepada Nasi Briyani. Ala makkk, saya belum bisa pindah ke lain hati ternyata *uhhuk ihhir. Kalau Lubna enggak di mana-mana makannya, tetepppp aja pilihannya Chicken Katsu. Ibunya jadi geli sendiri, ini anak cinta mati sama menu satu ini.

Oya, yang bikin saya agak surprise, ternyata GH Corner ini menyajikan 3 cita rasa kuliner dalam menu restonya. Selain kuliner Timur Tengah, ada juga kuliner Melayu dan Western. Jadi lengkap banget kalau kita makan bersama keluarga atau teman, dan ada salah satu yang enggak suka masakan Timur Tengah misalnya, mereka dapat memesan masakan dengan cita rasa berbeda. One stop eating place ya kalau mau diistilahkan dalam bahasa Jawanya qiqiqiii…

Aneka menu Western
Lengkap menu dessertnya

Enggak pakai lama, hidangan yang saya tunggu-tunggu selama 10 bulan ini – *setia banget sikk saya sama kamu, Nasi Briyani, – akhirnya muncul juga di depan saya. Aroma Nasi Briyani langsung semerbak, bikin Lubna jadi kepo.

“Kok aromanya enak, sih, Bu? Aku jadi pengen nyoba..”

“Ya udah, cobain aja,” jawab saya.

Nasi Briyani yang udah ditunggu 10 bulan lamanya hehhee…

Setelah dicoba, ternyata dia kurang doyan, karena ada aroma kunyit pada nasinya. Justru Lubna suka dengan bumbu karinya yang gurih dan cenderung asin. Jadi Nasi Briyani ini disajikan dengan taburan bawang goreng, bersama dengan bumbu kari dalam mangkuk kecil. Kemudian ada daging ayam yang sudah dibumbu kari juga. Aroma rempahnya kental, seperti masakan padang. Kalau kamu kurang suka dengan bau rempah mungkin akan sedikit terganggu saat memakannya. Saya sendiri karena memang sudah lama ngidam Nasi Briyani dan dalam kondisi lafarrr habis jadi tukang ojek oke-oke aja dengan rasanya. Mirip dengan nasi kuning sebenarnya, tapi ini ada tambahan bumbu rempah lainnya selain kunyit.

Chicken Katsu favorit Lubna

Bagaimana dengan Chicken Katsunya? Alhamdulillah, enak, kata Lubna sambil senyum-senyum. Dengan harga Rp25.000 untuk satu piring Chicken Katsu + free secangkir teh manis, recommended banget untuk harga para mahasiswa. Letak resto ini memang tak jauh dari komplek beberapa perguruan tinggi dan sekolah di sekitarnya. Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Proklamasi, STIE YKPN, SMAN 2 Babarsari, ada di daerah sekitar GH Corner ini. Dekat pula dengan Rumah Sakit Bersalin “Semar” dan instansi pemerintah. Strategis deh lokasinya.

Kalau kamu sedang menyantap hidangan dan terdengar suara adzan, jangan khawatir, di lantai 2 ada mushola. Kata Lubna ada area memanah juga di lantai 2, tapi saya enggak naik ke atas, cuma Lubna yang jalan-jalan ke lantai 2 🙂

Di meja depan kasir tersedia beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ada roti beraneka rasa, ada botol kecil yang saya enggak baca apa isinya, tapi bentuknya seperti botol kecap, dan ada pula cemilan Cistick alias kue bawang. Dan itu semua kata mbak Kasirnya adalah produksi sendiri di bawah label Ikhwan Bakery. Mantap ya, pembeli tentu lebih terdorong untuk mencoba kalau itu adalah produksi sendiri karena sudah tahu kualitas makanannya. Lubna minta dibelikan Cistick yang dikemas cukup eksklusif dan dibandrol seharga Rp. 13.000 per bungkus.

Sampai di rumah, saya coba cicipin Cisticknya. Wah, ternyata enak juga kue bawangnya. Enggak terlalu gurih, kok, sedang aja asinnya. Tapi di gigitan terakhir sangat terasa kalau ada cita rasa menteganya. Unik jika dibandingkan dengan kue bawang lain yang biasa saya makan.

Ssttt… Lubna kelihatannya happy banget habis saya ajak ke sana. Di rumah cerita terus sama Eyangnya tentang resto ini 🙂 Dia mah memang selalu antusias dan bahagia setiap diajak ke tempat baru yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Next time jadi pengen ajak Eyangnya Lubna ke sini ah, dan ajak teman lain juga buat ngerumpi positif di tempat ini. Secara tempatnya nyaman banget. Kamu yang lagi liburan ke Yogya kalau cari kuliner Timur Tengah datang aja ke sini. Harganya standar, tempatnya nyaman, dan pastinya HALAL..

#SETIP_Day5 #SemingguTigaPostingan #Estrilook

Pahami 5 Tata Cara Ibadah Umroh Ini Agar Umrohmu Mabrur

Dears, ibadah umroh merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilakukan oleh umat muslim, selain ibadah haji yang merupakan ibadah wajib.
.
Karena padatnya waktu tunggu umat muslim yang ingin berhaji, bahkan mencapai belasan tahun, banyak yang akhirnya mendahulukan ibadah umroh demi melepas kerinduan untuk bertamu ke Rumah-Nya.
.
Jika kamu termasuk salah satu orang yang beruntung dipanggil oleh-Nya, jangan lupa untuk melakukan persiapan diri dan belajar tata cara ibadah umroh yang benar. Berikut ini rangkuman tata cara ibadah umroh yang sebaiknya kamu pahami sebelum berangkat ke tanah suci :
.
.
1. Persiapan
.
.
textgram_1541639978
.
  • Pakaian ihrom
.
Hal pertama yang disiapkan adalah pakaian ihrom untuk beribadah selama berada di Baitullah. Pakaian ihrom pria berupa kain putih tanpa jahitan, sedangkan wanita lebih bebas, asal tak bermotif dan menutupi seluruh bagian tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan.
.
  • Membersihkan diri
.
Jika pakaian sudah siap, hal selanjutnya adalah membersihkan diri dengan cara mandi besar (mandi dengan cara menyiram seluruh tubuh dari atas kepala sampai ujung kaki). Bagi kaum pria bisa ditambah dengan mencukur kumis. Sedangkan wanita sebaiknya mengikat rambut secara rapi agar tidak ada helaian rambut yang muncul dari sela-sela kerudung yang digunakan.
.
.
2. Ihrom
.
Pengertian ihrom adalah kondisi saat jamaah dalam keadaan sudah “berniat” untuk melakukan umroh.
.
Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan saat berihrom :
.
Larangan bagi pria :
.
1. Memakai pakaian biasa (bukan pakaian ihrom)
2. Memakai sepatu yang menutup mata kaki
3. Memakai penutup kepala, seperti topi/peci, dan sejenisnya
.
Larangan bagi wanita :
.
1. Memakai sarung tangan
2. Memakai cadar
.
Larangan bagi pria dan wanita :
.
1. Memakai wewangian (kecuali yang telah digunakan sebelum ihrom)
2. Memotong kuku dan mencukur rambut
3. Berburu binatang
4. Menikah atau menikahkan, dan melamar wanita
5. Berhubungan suami isteri
6. Bertengkar
7. Memotong pohon di tanah harom
.
.
3. Thawaf
.
.
textgram_1541642629
.
.
Setelah berniat ihrom di tempat miqot (di masjid tertentu yang digunakan untuk berniat), yang dilakukan berikutnya adalah thawaf, yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak 7 putaran.
.
Thawaf termasuk dalam salah satu rukun umroh dan pelaksanaannya tidak boleh diwakilkan kepada siapa pun. Untuk jamaah yang tidak mampu mengelilingi ka’bah dengan berjalan kaki disediakan kursi roda dan petugas khusus untuk memudahkan pelaksanaan thawaf. Jadi kamu tidak perlu khawatir tidak dapat melakukan thawaf apabila sedang dalam kondisi tidak sehat, karena diperbolehkan menggunakan fasilitas penunjang yang memudahkan prosesi ini.
.
Yang perlu diperhatikan saat thawaf :
.
1. Suci dari hadats dan najis (bagi perempuan tidak sedang haid atau nifas)
2. Dilaksanakan di dalam wilayah Masjidil Haram
3. Posisi ka’bah berada di sebelah kiri
4. Dimulai dari arah sejajar dengan sudut Hajar Aswad dan diakhiri pula di rukun Hajar Aswad
.
Setelah selesai melakukan thawaf 7 putaran, kamu disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunnah thawaf 2 rakaat di belakang Maqom Ibrahim, yang merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
.
.
4. Sa’i
.
.
textgram_1541641806
.
.
Selesai melakukan thawaf, ibadah berikutnya adalah sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Diawali dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah.
Sama dengan prosesi thawaf, ibadah sa’i adalah salah satu rukun umroh yang tidak boleh ditinggalkan atau diwakilkan oleh orang lain.
.
.
5. Tahalul
.
.

images (13)
Image : antarafoto.com

.
.
Tahalul adalah tahapan terakhir dari rangkaian ibadah umroh, yaitu mencukur rambut minimal 3 helai. Setelah selesai tahalul maka selesai pula prosesi ibadah umroh. Ini artinya seluruh larangan saat ihrom sudah tidak berlaku lagi.
.
.
5 tata cara ibadah umroh ini sebaiknya kamu pelajari sebelum berangkat ke Baitullah, ya Dears, agar ibadahmu lancar. Teriring doa semoga ibadah umrohmu mabrur dan penuh keberkahan dari Allah Swt.
.
Untuk kamu yang belum mampu menjalankan ibadah ini tetaplah semangat berdoa, ikhtiar dan terus niatkan agar Allah Swt mampukan dan izinkan ke rumah-Nya.
.
Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin 💕
.
.
Baca juga tulisan tentang kota Madinah di sini
.
.
💜💛💚

Ketika Impian Menjadi Nyata (2) : Madinah

Alhamdulillah, kita lanjut lagi ya cerita umrohnya 😊 Maafkannn kelamaan lanjutannya dari cerita sebelumnya…

Yang mau baca kisah sebelumnya ada disini

Jadi setelah 4 jam perjalanan Istanbul – Madinah, sampai juga di bandara Madinah sekitar pukul 00.30 dini hari. Waktu itu ada ratusan orang jamaah dari berbagai negara yang landing berbarengan rombongan kami. Jadi kebayang dong ya antrian imigrasinya seperti apa.
.
Nah, parahnyaaa…. petugas imigrasi di bandara Madinah santaiiiii banget kerjanya. Padahal semuanya pria. Dan rupanya mereka hobi ngobrol dan bicara dengan sesama rekan kerja. Duhhh itu antrian sampai lebih dari 2 jam.
.
Saya kasihan melihat beberapa jamaah yang sudah lanjut usia harus menunggu selama itu. Banyak diantara jamaah, termasuk saya, yang akhirnya duduk ngglesot alias ndelosor di bawah, karena sudah tidak tahan berdiri berjam-jam begitu lama. Bahkan sampai ada yang jatuh lho saking lamanya menunggu 😔
.
Hemmm.. bedaaa 360 derajat dengan petugas imigrasi di bandara Turki yang serba cepat, disiplin, dan tak banyak bicara.
.
Sekitar jam 03.00 pagi akhirnya selesai juga prosesnya. Kami telah dijemput oleh seorang Muthawwif (pembimbing umroh) yang ternyata telah menunggu kedatangan kami sejak jam 23.00. Mantap ya nunggu yang dijemput aja 4 jam lamanya di bandara. Kalau naik pesawat sudah sampai Istanbul itu 😁
.
.
Dari bandara kami diantar menggunakan bis menuju hotel di dekat Masjid Nabawi. Alhamdulillah hotelnya terletak di belakang pasar. Jadi setiap akan ke masjid kami harus melewati pasar yang menjual aneka oleh-oleh, suvenir, dan berbagai keperluan untuk jamaah. Harga-harganya pun relatif murah.
.
Untuk satu jilbab segi 4 yang bahannya lumayan halus, kita bisa beli seharga 5 SR (Saudi Riyal).
Kurs 1 Riyal sekitar Rp. 3.850, –
Untuk peci bentuk bulat, kamu bisa beli dengan harga bervariasi. Ada yang 5 SR, ada pula yang hanya 2 SR.
.
Oh ya, saya sempat beli tas traveling jinjing gede di pasar ini. Mau tahu harganya berapa? Only 15 SR aja, alias gak sampai Rp. 60ribu 😁 ck… ck… Padahal tasnya lumayan besar dan kuat loh.
Ehhh ini kenapa kita malah keterusan bahas tentang harga oleh-oleh ya hehhee..
Oke, saya lanjut lagi cerita tentang masjid Nabawi.
.
.

 

IMG_20180714_004824_327
Kubah hijau di belakang saya adalah makam Rasululullah Saw.

.
.
Masjid Nabawi ini merupakan masjid kedua yang dibangun Rasulullah Saw setelah masjid Quba. Saat itu beliau dalam masa hijrah dari Mekkah ke kota Madinah Al Munawwaroh yang jaraknya sekitar 340 km dari kota suci Mekkah. Ciri khas masjid Nabawi ini ada pada atap di pelataran masjidnya yang dapat membuka dan menutup seperti payung.
Setelah sholat Subuh atap-atapnya mulai dibuka, dan setelah sholat Ashar atapnya ditutup, sehingga kita sholat Maghrib dan Isya’ langsung beratapkan langit. Masyaa Allah.
.

Exif_JPEG_420
Atap di pelataran masjid siang hari

.

Exif_JPEG_420
Saat magrib tiba

.
Di dalam masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah yang ditandai dengan kubah berwarna hijau. Untuk masuk kesana dibatasi waktunya dan butuh banget perjuangan, karena harus berebut dengan ratusan jamaah dari negara lain. Biasanya ustadz pembimbing atau Muthawwif akan membimbing jamaahnya menuju tempat mustajab berdoa yang disebut Raudhah (Taman Surga). Raudhah ini letaknya diantara bekas mimbar Rasulullah dan makam beliau di dalam masjid.
.
.
Oya, Madinah ini kotanya tenang, nyaman, terdapat banyak pohon kurma, dan tidak seramai Mekkah. Enak deh untuk kamu yang suka jalan dan lihat-lihat suasana kota.
.
Sayangnya rombongan kami hanya stay 3 hari disini. Belum puas sebenarnya karena belum sempat keliling banyak. Ziarah hanya diajak ke Jabal Uhud dan kebun kurma. Padahal pengen banget lihat onta, tapi belum kesampaian. Doakan ya next time bisa kesana lagi dalam rangka ibadah haji yang wajib buat umat muslim. Aamiin… ☺
.
.

Exif_JPEG_420
Jalan raya di pusat kota Madinah, sekitar Masjid Nabawi. Tenang & tidak terlalu ramai.

.
.
Rasulullah pernah berkata, bahwa sholat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1000x lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan sholat di Masjidil Haram memiliki keutamaan 100.000x lipat dibanding sholat di masjid lainnya.
Jadi kalau kamu punya rezeki, jangan tunda lagi untuk segera berkunjung ke rumah Allah dan Rasulnya, ya. Insya Allah Dia akan ganti seluruh biaya yang kamu keluarkan dalam bentuk rezeki yang lebih berlimpah dan barakah 💖
Next kita sambung lagi kisah di Mekkah Al Mukarromah ya…