Arsip Tag: Yogyakarta

3 Kuliner Yogyakarta Favorit Saya

Bicara tentang makanan, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas kulinernya masing-masing. Yogyakarta sendiri sebagai Kota Budaya dan Pelajar memiliki banyak variasi kuliner, baik yang benar-benar asli khas Yogya, maupun sudah bercampur dengan kuliner khas daerah lain di sekitarnya, seperti Magelang, Klaten, atau Solo.

Tapi kali ini saya enggak akan menulis atau membahas topik tentang Gudeg, makanan khas Yogyakarta yang paling dicari-cari kalau wisatawan datang ke sini. Bukan pula membahas soal si manis gurih Bakpia, yang telah menjadi primadona. Saya hanya akan menulis tentang tiga macam kuliner ringan yang menjadi favorit saya di kota ini. Apa sajakah itu? Dan kenapa saya sukaaaa banget dengan mereka? Sepertinya teman-teman perlu tahu juga, lho, karena bukan enggak mungkin setelah membaca dan melihat fotonya kamu makin tertarik buat datang ke Yogyakarta. Yahh…. endorse lagi nih, ya, hehheheee….

Rujak Es Krim

Sensasi pedasnya cabai dan dingin serta lembutnya es krim cuma ada dalam Rujak Es Krim

Entahlah, apakah jenis kuliner ini merupakan asli Yogya atau bukan. Tapi yang jelas, perpaduan antara bumbu rujak yang pedas dan dinginnya es krim telah berhasil meluluhlantakkan hatiku.

Oya, sebelumnya kamu perlu tahu dulu bahwa ada perbedaan antara istilah RUJAK dan LOTIS di Yogyakarta. Rujak adalah sajian buah yang diparut atau dicacah kecil-kecil, kemudian dicampur/diaduk menggunakan bumbu rujak seperti biasanya. Sedangkan lotis adalah sajian buah yang dipotong besar-besar (bukan diparut), kemudian cara makannya dicocol dengan bumbu rujak. Sedikit berbeda mungkin, ya, dengan daerah lain. Jadi kalau kamu ke sini dan bilang pengen makan rujak, orang akan berpikir kamu ingin makan buah yang penyajian buahnya dengan cara diparut dan dicampur bumbu. Kalau ingin makan sajian buah yang dipotong dengan ukuran besar-besar, kamu harus bilang ingin makan “lotis”, bukan rujak. Mudah-mudahan paham dan enggak bingung, ya!

Nah, kalau kuliner Rujak es Krim ini, setelah buahnya diparut dan dicampur bumbu, kemudian atasnya dikasih topping es krim 1-2 scoop. Di sinilah letak seninya. Pada saat es krim mencair, dinginnya cairan es krim dan pedasnya cabai dari bumbu rujak akan memunculkan sensasi unik, suegeerrr tapi juga puedesssss, Guys! Enggak usah dibayangin, langsung aja kamu cobain. Deal?

Lotek

Selain uueenaaakk, sajian Lotek ini juga sehat karena bahan utamanya sayur semua.
Image : Travelingyuk.com

Enggak kalah sehat dari Rujak Es Krim, sajian kuliner satu ini yang mirip dengan pecel dijamin bikin pencernaanmu makin lancar. Campuran antara rebusan bayam, kacang panjang, irisan tipis kubis, potongan bakwan goreng atau tahu bacem, kemudian semuanya diublek alias dicampur di atas cobek dengan bumbu kacang Lotek yang mirip bumbu pecel, kemudian atasnya ditaburi bawang goreng. Hemmmm….. aromanya langsung tercium dan nafsu makan pun meningkat seketika.

Bumbu Lotek ini mirip bumbu pecel, tapi sedikit berbeda. Selain menggunakan kacang tanah, cabai, gula merah, garam, dan bawang putih, ada tambahan kencur dan daun jeruk sebagai aroma khasnya. Setiap ada pembeli, bumbu Lotek akan langsung diulek saat itu juga, kemudian dicampur dengan aneka sayuran tadi.

Sop Buah

Duuhhhh…. kalau lagi puasa jangan lihat yang beginian, ya hehheee…
Image : Travelingyuk.com

Nahh, ketemu lagi dengan yang segar-segar, nih! Apaan sih, kok ada Sop Buah? Bukannya sop itu biasanya sayuran, bukan buah? Iya, sebenarnya mirip kok dengan sop sayuran, bedanya, sayurannya diganti buah. Kuah supnya merupakan perpaduan antara air, sirup, dan susu kental manis, ditambah es. Nyesssssssssss…..!!

Sop Buah ini isinya lebih simpel dan sederhana daripada es campur. Potong-potong kecil seukuran dadu buah yang kamu sukai, boleh apel, stroberi, mangga, jeruk, buah naga, dll, lalu beri sirup dan air biasa, terakhir taburi susu kental manis dan es batu atau es serut. Wuihhh, enggak perlu pakai santan, rasanya udah suegerrrr banget, apalagi kalau pas lagi puasa, bayanginnya aja sudah bikin meleleh pengen segera berbuka qiqiqiiii….. jangan yakk, dosa, tauk!

Tiga kuliner sehat di atas rasanya enggak pernah bosan saya santap. Ternyata yang namanya kuliner favorit enggak harus selalu makanan yang berat-berat, kan? Makanan dan minuman ringan gini aja bisa bikin hati senang dan mood kembali muncul. Mungkin ini yang bikin saya enggak gemuk-gemuk, ya, karena makanannya kurang unsur lemaknya kwkwkwkkk….

Kalau bicara tentang keinginan, manusia memang enggak ada puasnya, ya! Yang penting selalu bersyukur aja man-teman, apapun yang ada pada dirimu, mau kurus atau gemuk, langsing atau berisi, tujuan utamanya adalah SEHAT, BAHAGIA dan BERLIMPAH REZEKI. Setuju, enggak?

#SETIP_Day4
#SemingguTigaPostingan
#Estrilook



3 Alasan Kenapa Kamu Harus Tinggal di Yogyakarta

Kadang, saya suka bingung sendiri, pemirsah… 

Saya sudah tinggal di kota pelajar Yogyakarta ini kalau nggak salah ingat sejak pertengahan tahun 1993. Waww… udah lama juga, ya? Hampir 16 ehhh 26 tahun ternyataaa 😱 ckckckck… kenapa baru sadar sekarang Ya Allah… 🙈 

Sebelum tinggal di Yogya, saya tinggal nomaden alias berpindah-pindah tempat di beberapa kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat. Mulai dari lahir sampai SMP, setiap 2 sampai 5 tahun sekali biasanya orang tua selalu mendapat surat tugas dari instansinya untuk pindah ke kabupaten lain, meskipun masih di seputaran NTB. Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kotamadya Mataram, sampai ke pelosok Kabupaten Bima yang panas dan kering kerontang di Pulau Sumbawa pernah saya rasakan. Mungkinnn ini yang menyebabkan saya agak nggak PD kalau ngaku sebagai “wanita Jawa”. Padahal, sudah jelas dan terbukti bahwa Ibu dan Almarhum Bapak adalah orang Yogya tulen. Aselikkk… 😅

Kembali ke laptop..!!

Meskipun hampir 26 tahun tinggal di kota Gudeg ini, jangan harap mendengarkan saya bicara bahasa Jawa melipis dan alusss bak Puteri Kraton. Seringnya, orang Yogya yang ketemu saya pasti tanya, “ Mbak aslinya orang mana, sih?” Nah, ketauan kannn, kalau saya bukan penduduk asli Yogya. Dari logat dan cara bicaranya aja beda 😁 Saya bisanya cuma bahasa Jawa ngoko, alias bahasa sehari-hari macam “Piye kabare, mbakyu?” (Gimana kabarnya, kak?), “Jenengmu sopo?” (Namamu siapa?). Bahasa ngoko ini untuk teman/saudara yang seumuran. 

Ada lagi bahasa yang levelnya lebih tinggi, yaitu bahasa kromo alus (bahasa untuk orang yang lebih tua atau baru kenal), macam “Asmane panjenengan sinten?” (Nama Anda siapa?), “Pripun kabare panjenengan, sae tho?” (Bagaimana kabar Anda, baik kan?)

Nah, kalau bahasa kromo ini saya agak kesulitan menjawab. Apalagi kalau yang bertanya adalah orang yang umurnya lebih tua. Daripada salah jawab dan takut tercampur dengan bahasa sehari-hari (ngoko), lebih baik pakai bahasa Indonesia aja jawabnya. Makanyaaa, saya jadi malu ngaku-ngaku jadi orang Yogya, wong bahasa Jawanya aja belepotan macam es krim gitu.

Tapi pemirsah, meski saya malu dan nggak PD ngaku sebagai orang Yogya, aslinya saya mah cintaaa banget sama kota ini. Iyaa, kota ini banyak mengajarkan saya tentang sopan santun dan etika bergaul terhadap sesama. Tahulah ya, namanya tinggal di luar Jawa sejak lahir dan sering pindah tempat, saya nggak terlalu paham budaya setempat. Mulai ngerti belajar tata krama yang sesungguhnya, ya, di Yogya ini. Sampai kebiasaan memanggil orang dengan sebutan “Mas dan Mbak” untuk menghormati mereka yang baru kita kenal dan belum tahu namanya, semua ada etikanya.

Nah, sekarang saya mau nularin kecintaan terhadap Yogyakarta ini untuk kamu yang baca tulisan ini. Ada 3 alasan yang bakal saya jabarkan, kenapa sebaiknya kamu harus tinggal di kota Gudeg ini. Doakan, yess,  tulisan ini nggak bikin saya diprotes sama orang sekota Gudeg karena ngerasa sebel kota mereka bakal lebih penuhhh dan macet kalau ketambahan penduduk baru lagi qiqiqiiii 🤣

Biaya Hidup Murah

Yuhuuu… udah bukan rahasia lagi, mah, ini! Yogya always cheaper than others in Indonesia. Es jeruk di sini masih ada yang Rp3.000 perak, Guys! Gorengan di pasar desa deket rumah masih ada yang goceng alias Rp500, dhab! Kagak boleh ngiri deh elu yang nggak tinggal di sini. Makanya kalau mau ngirit ke Yogya aja *apaan sikk ini kompor banget 😅

Sayur Rp3.000 udah bisa buat makan sehari, bukk! Dan ini yang bikin saya makin maless masak. Lhaa, beli sayur segitu aja sehari belum tentu habis dimakan. Udah ngirit gas, irit bumbu, bawang putih, bawang merah, cabe. Kita tinggal goreng lauk tahu, tempe, telur, perkedel. Apalagi yang mau dipermasalahkan? Toh, makanan kalau udah lewat dari leher nggak kerasa lagi kan enaknya? Keluarnya jadi sama aja #upsss 🙈 Maaff maaff… ini adalah salah satu isi ceramah seorang Ustadz, bahwa makanan mahal itu sebenarnya tak berharga, karena setelah lewat dari leher dia akan menjadi sama bentuknya dengan makanan yang murah. Bener, kan?

Masyarakatnya Ramah dan Sederhana

Ini yang di awal tadi saya tulis, bahwa Yogya adalah kota yang memiliki peradaban, sopan santun dan etika. Terlepas saat ini semakin banyak percampuran budaya ada di kota ini, akibat banyaknya pendatang baru yang selalu meningkat setiap tahunnya, tapi sopan santun, terutama di pedesaan, masih cukup kuat. 

Di kota ini, jangan pernah melihat seseorang dari penampilannya. Mahasiswa naik sepeda, itu sudah biasa. Kepandaian dan kualitas seseorang di kota ini tak dapat kita nilai dari penampilannya. Di desa, mungkin kamu akan melihat sepertinya masyarakatnya hidup apa adanya, cuma dari bertanam padi atau cabe. Padahal kalau kita cari tahu lagi, ada di antara mereka yang dalam satu keluarga memiliki ternak sapi 3-4 ekor. Kalau 1 ekor sapi yang kecil saja laku dijual 17-20juta, berarti silakan total berapa sebenarnya kekayaan mereka. Belum lagi jika panen cabe sedang tepat masa naiknya, sekali panen bisa dapat 1 sepeda motor matic, lho! Tapi itulah, mereka tetap biasa saja. Punya tidak punya ya tetap humble, rendah hati, merasa bukan siapa-siapa. Inilah NILAI MAHAL yang saya pelajari dari mereka.

Banyak Tempat Wisata Cantik dan Kuliner Nusantara Lengkap

Ini juga bukan rahasia lagi. Saat ini makin banyak tempat wisata instagramable yang tentu saja cantik, kekinian, plus murah meriah untuk memuaskan naluri dan nafsu berfotomu *ampunn bahasanya 😆

Tempat kulineran juga nggak mau kalah. Sajian khas dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Mi Aceh, pempek Palembang, soto Banjar, teh tarik Melayu, sate Padang, nasi goreng Medan, es pisang ijo, palu butung, coto Makassar, martabak Bandung, ketoprak Jakarta, nasi rawon Madiun.. hemmm… hati-hati, kolesterol naik kalau tinggal di sini 🤣

Nggak heran, ada beberapa teman wanita yang tetap tinggal di Yogya bersama anak-anaknya, sementara suami mereka bekerja di luar kota Gudeg ini. Ada yang hanya berbeda pulau saja, tapi banyak juga yang LDR-an berbeda negara alias si suami bekerja di luar negeri. Ada beberapa alasan kenapa mereka memilih LDR-an. Selain kondisi Yogyakarta yang dianggap lebih kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan pendidikan anak-anak mereka, hematnya biaya hidup di kota ini juga menjadi salah satu alasan lainnya.

Nah, udah cukup yak, 3 alasan tadi sudah sangat mewakili kenapa kamu harus tinggal di Yogyakarta. Tolong jangan lempari saya pakai bakpia Incess Syahrini, atau cake Jogja Scrummy-nya Dude Harlino, atau kue Mamah ke Jogja-nya Zaskia Mecca, dan juga cake Chussy Cheese-nya Ria Richis, plisss, karena telah mengompori para imigran untuk pindah ke kota ini 😁

Mungkin ada di antara kamu yang mau menambahkan alasan lagi, kenapa harus tinggal di Jogja Istimewa ini? 💕
.

💜💙💚

Festival Kuliner Dunia 2018 di JEC Yogyakarta, Bukan Sekadar Ajang Berburu Kuliner, Dears

Pernah mendengar ungkapan, “Hidup untuk makan..” atau “Makan untuk hidup” ??
Kalau kamu pilih yang mana? 😊
.
Hidup untuk makan, artinya seluruh tujuan hidup hanya difokuskan untuk makan saja. Sementara ungkapan makan untuk hidup ingin menjelaskan bahwa makanlah sekadarnya saja, asal bisa hidup dan berenergi, itu sudah cukup. Kalau soal mau pilih yang mana dari kedua ungkapan itu mah terserah kamu, apakah tahun 2019 mau ganti Presiden apa enggak #eehh wkwkwk 🤣
.
Jadi begini teman-teman *mulai cerita nih ☺
Pada hari Minggu tanggal 18 November kemarin kan tanggal merah ya, udah pada tau belommmmm??
*yaeelahhh 🤣 hahhhaaahaa, anak TK juga tau mah kalau soal ini
.
Sedari pagi my little princess Lubna sudah bangun, sudah mandi. Padahal biasanya kalau hari Minggu mandinya harus disuruh-suruh, jaranggg banget mau mandi pagi. Nah, ini ternyata ada udang di balik batu. Udangnya apalagi kalau bukan pengen diajak jalan-jalan. Katanya di Jogja Expo Centre ada festival kuliner dunia.
.
Wahhh… ibunya aja heran, ini anak dapat info darimana ada acara begituan. Jawabnya, “Ya iyalah aku tau, kan anak gaul zaman now…” *ibunya tepok jidat.
.
Singkat cerita, kami berangkat ke sana, tapi sore hari biar nggak panas selama di perjalanan. Sampai di sana ternyata ada 2 acara , yaitu Pameran Komputer dan Festival Kuliner Dunia. Untuk festival kuliner dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang. Selain mendapat tiket masuk, pengunjung juga diberi beberapa voucher diskon untuk pembelian aneka makanan dan minuman di booth festival.
.

20181118_164210
Dengan harga tiket 10.000 kita dapat kupon undian + aneka voucher diskon. Lumayan, kan?

.
.
Ada Lebih dari 100 Booth Kuliner
.
Begitu masuk ke dalam, kita disuguhi dengan beberapa booth untuk foto gratis para pengunjung. Ada yang bernuansa bunga sakura Jepang, ada pula balon udara Eropa. Puas foto-foto sebentar, kami lanjutkan masuk ke arena festival. Ternyata ada lebih dari 100 booth menjadi peserta di situ. Suasananya ramai, karena hiruk pikuk pengunjung bercampur dengan suara dentingan peralatan memasak dari stan kuliner yang ada.
.
Karena baru pertama kali mendatangi festival macam begini, kesempatan buat saya mengambil beberapa dokumentasi, terutama di stan kuliner bebakaran. Cara membakar yang unik dan disemprot cairan agar api membara banyak menarik perhatian para penikmat kuliner, terutama di booth yang menyajikan aneka varian sea food, macam cumi panggang, ikan bakar, dan semacamnya.
.

Exif_JPEG_420
Sate cumiii…. Siapa mauuu?

.
.

Exif_JPEG_420
Booth seafood. Cara membakarnya menarik perhatian pengunjung..

.
.
Selain stan bebakaran, yang juga tidak kalah banyak penikmatnya adalah street food dari Korea dan Jepang. Kalau Jepang sudah cukup paham deh saya kulinernya. Nah, kalau Korea memang belum pernah nyobain, cuma pernah baca ada makanan yang namanya Bulgogi. Tapi kemarin yang kami cobain namanya Tteokbokki.
.

Exif_JPEG_420
Tteokbokki, makanan Korea dari tepung beras

.
Tteokbokki ini semacam cemilan dari tepung beras yang dimasak dan disajikan dengan rasa pedas yang agak manis. Setelah matang di atasnya ditaburi potongan daun bawang dan wijen. Teksturnya kalau dikunyah agak kenyal, mirip cilok menurut saya. Lubna sih bilang enakkkk 😄 Kalau ibunya mending beli batagor atau siomay kali, yeee…
.
Oya, buat kamu yang nggak hobi makan aneh-aneh, di sini ada juga lho makanan asli Jawa macam gudeg, bakmi, oseng-oseng (tumis). Tapi memang nggak banyak sih. Ada satu stan kuliner Jawa yang lumayan lengkap, yang jualan sudah sepuh (lanjut usia). Mendadak suasana berasa seperti di pasar tradisional dekat rumah, di mana banyak penjual kuliner asli Yogya yang masih sangat murah harganya.
.
Menjelang pulang, nggak lupa Lubna narik ibunya ke stan dessert dari berbagai negara. Saya nggak tahu nama makanannya apa. Pokoknya Lubna langsung tunjuk aja 😁 Dengan harga Rp. 20.000, – kami dapat 3 macam kue dessert yang atasnya ditusuk bendera kecil sebagai pengenal asal dessert tersebut.
.
.
Ada Booth Foto, Panggung Hiburan, Stan Buku dan Mainan
.
Meskipun namanya festival kuliner, jangan dikira cuma makanan aja yang ada. Stan buku, mainan dan panggung hiburan tetap ada. Ada juga both foto yang saya ceritakan di awal tulisan tadi.
.

 

20181118_165413
Gak perlu jauh-jauh ke Jepang, di sini juga ada bunga sakura 😂😜

.

20181118_175952
Bayangin aja kamu lagi ada di Cappadocia Turki, yang banyak balon udaranya *ngarepdotcom 😍

.
.
Nampaknya ini memang dibuat untuk menarik para pengunjung yang membawa anak. Dannnn benar aja, Lubna langsung merengek-rengek beli komik. Haiyyyaaaa…. sejak kapan transaksi beli komik terjadi di acara kuliner macam begini, hemmm….
.
Setelah berkeliling kurang lebih 2 jam akhirnya kami pulang. Sepanjang jalan little princess senyum-senyum terus. Happy banget dia karena berhasil membawa satu komik baru dari hasil perjalanan hari ini qiqiqiiii. Pastinya dia dapat satu pengalaman berharga yang bisa menjadi bahan imajinasinya menggambar komik, sekaligus untuk diceritakan pada teman-temannya. Ternyata banyak manfaatnya juga ya, bukan sekadar mengejar nafsu berburu makanan… 😂 💕
.
.
💜💚💛

4 Destinasi Bulan Madu “yang Tertunda” di Yogyakarta, Kamu Wajib Baca!

Halo, Dears
.
Kalau di tulisan sebelumnya saya tulis sedikit tentang tema Ta’aruf, di curhatan kali ini kita ngalor ngidul dikit, yuk, tentang hanimun yang dilakukan pasca ijab qabul 😄… Aishhh…
.
Mungkinnnn ada yang berpikir bahwa untuk honeymoon harus menyediakan anggaran yang lumayan besar. Jadi beberapa pasangan lebih suka menunda hal ini, karena saat pernikahan mereka telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengadakannya.
.
Ternyata, faktanya tidak selalu demikian lho…
.
Ada beberapa daerah tujuan wisata yang dapat kamu masukkan ke dalam daftar tujuan honeymoon-mu, dengan biaya perjalanan yang tidak terlalu besar dan terbilang murah. Salah satunya adalah merencanakan tujuan bulan madu ke kota budaya Yogyakarta.
.
Coba deh baca curhatan saya di bawah ini ya…
.
Hari minggu tanggal 14 Oktober 2018 kemarin saya dan teman-teman merencanakan penjelajahan ke 4 lokasi wisata di Yogyakarta. Untuk kamu yang hobi berfoto ria pasti sudah paham jika saat ini banyak lokasi di provinsi DIY yang sengaja dibuat untuk spot foto menarik, dengan biaya masuk ke lokasi yang relatif murah meriah. Mulai dari hutan pinus, pantai, sawah, sampai ke wisata jurang yang cukup instagramable spot-spotnya.
.

Karena membawa anak-anak dan takut lelah di perjalanan jika harus nyetir sendiri, teman saya mengusulkan untuk menyewa paket wisata ke beberapa tempat sekaligus dalam sehari. Untunglah ada seorang teman yang buka bisnis persewaan transportasi. Cukup dengan harga Rp500.000,- untuk sewa mobil selama 12 jam (sudah termasuk supir & BBM), kami sudah dapat menjelajahi 4 tempat wisata, plus boleh mengubah dadakan tujuan wisata yang diinginkan selama dalam perjalanan. Maklummm, supirnya kan teman sendiri, hehheee…

.
Yuk, kita ulas satu demi satu, ya, tempat yang kemarin saya datangi.
.
.

1. Hutan Pinus Pengger

.

Awalnya, saya mengira wisata hutan pinus yang terkenal di Yogya hanyalah hutan pinus Becici. Ternyata ada pula beberapa lokasi wisata hutan pinus yang tidak kalah menariknya dari segi tersedianya berbagai spot foto, salah satunya adalah hutan pinus Pengger, yang masih termasuk wilayah kabupaten Bantul.

.
.

IMG-20181015-WA0034
Naik… naik… ke puncak gunung…

.

IMG-20181015-WA0033
Siapa bilang partai emak rempong gak hobi travelling? wkwkwkwk… 😂 Eyangnya Lubna aja ikutan tuhh yang paling belakang 😘

.
.
Dengan tarif masuk ke lokasi yang cukup murah, hanya Rp2.500,- rupiah per orang,  kamu sudah boleh bebas berekspresi dan berlari-lari sesukamu di area ini. Apalagi dengan mengajak serta anak-anak, lengkap sudah kehebohan mereka menemanimu menikmati hutan ini.
.
Salah satu ciri khas hutan pinus Pengger adalah adanya spot foto menggunakan ayunan di pohon pinus yang dapat kamu sewa Rp10.000, – per ayunan per orang. Foto menggunakan ayunan ini bikin geli, terutama untuk anak-anak. Awalnya mereka antusias pengen foto di ayunan secara bertingkat. Ternyata setelah sampai di atas ayunan teriak-teriak minta turun qiqiqiiii…. hebohhh pokoknya… 😅
.

IMG-20181015-WA0024
Baru duduk 2 menit, Lubna udah teriak-teriak minta turun. Ini dipaksa ibunya suruh senyum karena difoto 😅

.
.
Oya, jika sudah bosan di hutan pinus Pengger, kamu dapat bergeser sedikit ke beberapa hutan pinus lain di sekitar hutan Pengger yang juga memiliki ciri khas spot masing-masing, termasuk hutan pinus Becici juga ada di sekitar lokasi itu.
.
.

2. Jurang Tembelan

.
Lokasi ini cukup sering saya baca di media sosial, dengan berbagai spot yang cukup menegangkan karena berada di pinggir area jurang. Jaraknya tidak terlalu jauh dari hutan pinus.
.
Selain menawarkan spot foto yang mengasah adrenalin, lokasi ini juga dilengkapi dengan taman cinta yang dilengkapi tulisan-tulisan lucu untuk background foto, seperti : kapan nikah?, jodohku otw, dll.
.
Untuk saran kedatangan, sebaiknya jangan di siang hari ya, karena lokasi ini cukup jarang ada pepohonan. Lebih baik pilih saat pagi atau sore hari agar waktu berfotomu menjadi lebih menyenangkan.
.
Siap menguji adrenalin di jurang ini? Kuyy… majuuuuu jalannnn…
.

IMG-20181015-WA0008
Ini ceritanya di atas perahu. Di bawah perahu itu ada jurang. Makanya gak berani gerak..

.
.

IMG-20181014-WA0032~01
Sepanjang mata memandang selalu ditemani oleh jurang.

.

3. Pantai Ngobaran

.
Selesai eksplor wisata alam di kabupaten Bantul, naiklah kami ke kabupaten Gunung Kidul yang kaya akan lokasi pantainya. Sambil berdiskusi di jalan, kami sepakat meneruskan petualangan ke pantai Ngobaran yang memiliki ciri khas pantai bertebing dan dijuluki “Tanah Lot-nya Jogja”.
.
Widihhhh…. kuper ini, saya baru tahu lho kalau ternyata ada kembaran Tanah Lot juga di Yogya.
.
Kenapa dibilang mirip Tanah Lot? Karena pantai Ngobaran memiliki tebing menjorok ke laut mirip Tanah Lot di Bali, dan terdapat pula area sembahyang umat Hindu berupa pura di lokasi pantai.
.
Lumayan asyik sih, suasananya jadi mirip di Bali. Diiringi suara gelegar dari deburan ombak yang kencang di tebing pantai, kamu dapat mulai mengeksplor pantai ini dengan berjalan-jalan di sekitar area pantai, selfie di beberapa spot foto yang disediakan, membeli oleh-oleh suvenir atau aneka ikan, udang dan hewan laut lainnya, asalkan jangan berenang di lautan. Di sini juga tersedia jasa fotografer & cetak foto yang cukup murah. Hanya dengan Rp10.000,- rupiah kamu sudah mendapatkan pelayanan foto diri dan cetak foto dengan hasil yang memuaskan.
.
.

IMG-20181014-WA0013
Tebing di belakang yang menjorok ke laut itu yang membuat pantai ini dijuluki “Tanah Lot-nya Jogja”

.

IMG-20181015-WA0054
Gapura dan patung di pantai Ngobaran ini membawa ingatan kita akan pulau Bali..

.
.

4. Pantai Sadranan

.
Pantai Sadranan juga terletak di Gunung Kidul, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari arah pantai Ngobaran. Jika kamu hobi snorkeling dan mencari aneka biota laut, datanglah ke pantai Sadranan yang dilengkapi dengan fasilitas persewaan alat-alat snorkeling.
.
Ombak di bagian pinggir pantai ini cukup landai dan tenang, mirip aliran sungai. Deburan ombak yang cukup keras mulai terasa beberapa meter dari pinggir pantai, di bagian tengah. Pantai Sadranan cukup aman untuk anak-anak bermain dan menangkap ikan di bagian pinggir pantai, asalkan tetap dalam pengawasan orang dewasa.
.

IMG-20181015-WA0010
Menangkap.ikan, kepiting, dan bermain pasir…

.

FB_IMG_1539612983999
Sebelum menangkap ikan jangan lupa beli ember & jaring kecil dulu ya…

.
.
Alhamdulillah…. perjalanan hari itu serasa bulan madu yang tertunda bagi saya #uhhukkkkk 😂 Tapi gak perlu nunggu hanimun juga kalii kalau mau ke Yogya 😁
.
Bagi saya, perjalanan menikmati alam bukan sekadar untuk berfoto, karena jujur, saya pemalu dan gak fotogenik 🙄 Banyak hikmah yang dapat kita rasakan dari sebuah perjalanan. Pikiran dan mata lebih fresh, hati juga lebih bersyukur, karena melihat betapa indah dan dahsyat alam yang telah Dia ciptakan.
.
Belajar dan selalu melihat tanda-tanda dari alam, itu hal yang sangat penting buat saya. Jika kamu terus mengasah kepekaan diri untuk selalu bersinergi dengan alam, maka hatimu pun akan menjadi lebih tenang, damai, dan selalu dipenuhi dengan kalimat-kalimat tasbih… 💖
.
💜💛💚
.
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

Malioboro, Jalan Kenangan yang Tak Terlupakan

 


 

940c626ae2dbad5f93197a71611485c3
Foto : malioboro_insta

Kalau ditanya obyek wisata apa yang menjadi ikon kota Yogyakarta, pasti sudah tahu kan ya bahwa jawabannya adalah jalan Malioboro? ☺
 
Yup, siapapun yang datang ke kota pelajar ini belum afdol kalau belum foto atau menginjakkan kaki di jalan penuh kenangan ini. Kenapa disebut sebagai jalan kenangan? Hemmmm… tidak lain dan tidak bukan karena jalan Malioboro adalah jalan bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1750-an. 
 
Untuk kamu ketahui,  jalan Malioboro diambil dari nama sebuah jalan dalam kitab Ramayana, yaitu ‘Malyabhara” yang artinya jalan yang mengenakan bunga (jalan istimewa). Nah, karena pengaruh ucapan aksara Jawa A dibaca O, maka jadilah sebutannya adalah jalan Malioboro.
 
Di sepanjang jalan kenangan ini kamu tidak hanya bisa berbelanja atau berjalan-jalan sepuasnya. Ada beberapa obyek bersejarah masa lalu yang menunggu untuk kamu datangi, seperti Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Gedung Agung, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Agak selatan sedikit kamu dapat melihat dari dekat wilayah Kraton Yogyakarta di komplek Alun-alun Selatan (Alun-alun Kidul). Sementara di bagian utara terdapat Stasiun Kereta Api Tugu dan tidak lupa berdiri tegak di tengah perempatan lampu merah adalah Tugu Yogyakarta.
.

497e873466a17cb2246106e83689a0be
Foto : malioboro_insta

.
.
Menurut legenda dan kepercayaan masyarakat Yogya, antara Gunung Merapi, Tugu Yogya, Kraton, dan Pantai Parangtritis terdapat satu garis imajiner lurus yang menghubungkan tempat tersebut. Entah apa maksudnya, tapi legenda ini tetap menjadi misteri hingga saat ini, bahwa penguasa di Gunung Merapi memiliki hubungan erat dengan penguasa di Pantai Parangtritis.
.
Oke, kita tinggalkan yang berbau mistis yak. Lanjut fokus ke hal apa saja sih yang harus kamu perhatikan saat berkunjung ke Malioboro :
.
.
Selasa Wage
.
Dikutip dari situs Pikniekdotcom, setiap hari Selasa Wage adalah hari bersih-bersih bagi warga Malioboro. Jadi jangan heran apabila pada hari itu tidak terdapat pedagang yang berjualan, alias libur selama 24 jam.
.
.
Pegang Erat Tasmu
.

c414e9f4011c275dc8846c8db4fddd97
Foto : malioboro_insta

.
.
Bukan rahasia lagi jika di Malioboro banyak tangan-tangan jahil yang mencari kesempatan dalam kesempitan merogoh tas dan mengambil dompetmu. Selalu dekap erat barang bawaanmu dan taruh dibagian depan.
.
.
Tawar Barang 30% dari Harga Jual
.
Ingin dapat harga murah di Malioboro? Jangan malas menawar dan membandingkan harga dari satu penjual ke penjual lainnya yess! Lakukan penawaran dengan kalimat yang sopan sampai 30% dari harga yang ditawarkan penjual. Kalau belum boleh, tak ada salahnya kamu pergi dahulu ke penjual lainnya sekalian survei harga lain.
.
.
Lapar? Cari Lesehan yang Ramai dan Ada Daftar Menu dan Daftar Harganya
.
Semakin malam jalan Malioboro semakin ramai dan dipenuhi oleh para penjual makanan lesehan. Aneka lesehan gudeg, bebakaran, sea food, menanti untuk kamu santap dan nikmati. Tapi eitsss… tunggu dulu. Jangan terburu nafsu. Cari tempat lesehan yang banyak pengunjungnya dan jelas daftar harganya. Bukan rahasia lagi jika di beberapa tempat makan ada yang mematok harga tidak wajar, terutama untuk wisatawan dari luar Yogya.
.
.
Foto di Depan Tulisan “Malioboro”
.

2d493b910f3e49da673d668a62f9718e
Foto : malioboro_insta

.
.

Saat ini, kawasan jalan Malioboro mulai berbenah diri dan tampak lebih tertib dan bersih dari sebelumnya. Sepanjang trotoar yang dulu dipenuhi pedagang kaki lima dan dijadikan area parkir mulai dibangun taman-taman dan diberi kursi santai untuk tempat duduk-duduk mereka yang kelelahan, atau sekedar ingin berfoto selfie. Nah, bicara tentang foto, jangan lupa ya untuk selfir di depan plang tulisan “Malioboro” yang sangat ikonik itu. Plang berwarna hijau itu adalah pertanda bahwa kamu sudah berhasil menginjakkan kaki di jalan legendaris ini.

.

Okee… gimana? Kangen pengen ke Yogya lagi? Hayolahhh, siapa takuttt??!!

Yogya adalah kota ramah, murah meriah, dan penuh santun yang dijamin akan selalu ada di hatimu dan membawa kenangan indah saat kamu kembali ke daerah asalmu lagi… ☺❤

Cara Membuat Paspor dan Suntik Meningitis Tahun 2018

Assalamu’alaikum,

Haiii… Adakah teman-teman yang ingin berangkat umroh? Pasti sudah tahu kan ya bahwa salah satu syarat berangkat umroh adalah harus melakukan suntik Meningitis. Nah, saya ingin sharing sedikit pengalaman pertama cara membuat paspor dan suntik meningitis yang 2 minggu lalu saya lakukan.

Saya termasuk peserta umroh yang nekat mendaftar secara mendadak sekitar 3 minggu sebelum keberangkatan. Sama seperti rezeki dadakan yang Allah berikan secara tiba-tiba kepada saya.

Awalnya pesimis sih bisa berangkat dalam waktu kurang dari 3 minggu karena saya belum pernah keluar negeri sama sekali, yang artinya juga belum pernah punya paspor. Ketambahan lagi saya belum percaya bahwa saya bisa berangkat dalam waktu secepat itu 😂 Tapi biro umroh tempat saya mendaftar meyakinkan, mereka akan membantu, asalkan syarat pas foto berwarna 4×6 berlatar belakang putih + KTP + KK sudah tersedia secepatnya.

Akhirnya pada tanggal 2 April 2018 jam 08.00 pagi saya meluncur terlebih dahulu ke Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk melakukan interview dan foto pembuatan paspor. Karena sebelumnya telah mendaftar secara online dan datang tepat waktu sesuai jadwal, tidak sampai 30 menit semua proses Alhamdulillah kelar dilakukan. Saya langsung membayar biaya paspor Rp. 355.000, – di loket Mobil Pos yang tersedia di halaman Kantor Imigrasi. Paspornya sendiri baru dapat diambil 5 hari kerja setelah dilakukan pembayaran.

 

Sumber foto : sekolahumroh.com

 

Selesai dari Kantor Imigrasi, saat itu juga saya meluncur ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk suntik Meningitis. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kantor Imigrasi. Saya membawa pasfoto 4×6 + foto copy KK + KTP untuk jaga-jaga jika dibutuhkan.

Sampai disana ternyata sudah banyak peserta suntik yang antri (padahal masih jam 9) dan rata-rata mereka masih bingung bagaimana prosedurnya, termasuk saya 🙈

Untungnya, ada beberapa petugas yang memang bertugas melayani berbagai pertanyaan soal prosedur suntik Meningitis, meskipun memang tidak banyak dan harus sabarrrrr banget nungguin mereka jelasin ke peserta lain.

Intinya begini prosedur suntiknya :

1. KKP tidak menyediakan formulir pendaftaran secara langsung. Jadi kita harus isi data terlebih dahulu di formulir online di web resmi berikut ini http://kespel.depkes.go.id. Mengisinya dari HP masing-masing ya, karena KKP tidak menyediakan fasilitas komputer untuk peserta melakukan pendaftaran online. Yang disediakan disana adalah wifi gratis ☺

2. Selesai mengisi data diri dan mengupload KTP, jangan lupa download terlebih dahulu formulir yang telah diisi tadi, lalu kirimkan ke email resmi KKP. Nanti ada petugas khusus yang langsung mengeprint formulir yang kita kirimkan ke email tadi. Antri sih, tapi dinikmati aja deh ya, daripada harus ngeprint diluar kantor.

3. Selesai mencetak formulir pendaftaran, barulah kita boleh mengambil nomor antrian di loket. Petugas loket akan menanyakan paspor kita sebelum mengijinkan kita melakukan suntik Meningitis. Untuk kasus seperti saya yang belum jadi paspornya, diperbolehkan menunjukkan bukti pelunasan paspor saja.

4. Setelah menyerahkan formulir ke loket, saya dipersilahkan melakukan cek urine terlebih dahulu. Kemudian barulah dikumpulkan dalam satu ruangan yang isinya kurang lebih 10 orang untuk dijelaskan segala hal terkait dengan vaksinasi Meningitis.

Oya, ada kasus sedikit. Seperti halnya vaksinasi lainnya, Meningitis tidak boleh dilakukan apabila peserta dalam keadaan demam.
Payahnya, hari itu kondisi badan saya agak demam karena begadang sampai subuh nungguin anak yang lagi sakit. Petugas memeriksa suhu badan saya dan bertanya apakah saya sehat? Karena takut gagal suntik, buru-buru dengan penuh yakin saya jawab bahwa saya sehat wal’afiat. Suhu tubuh yang hangat disebabkan oleh kurang tidur, bukan karena bakteri atau virus tertentu.

5. Setelah itu peserta dipersilahkan membayar biaya Meningitis, kemudian masuk satu demi satu ke ruangan untuk melakukan suntik di lengan atas sebelah kiri. Saya lupa berapa persisnya biaya Meningitis kemarin. Yang jelas sekitar 300ribuan.

6. Selesai suntik, peserta akan diminta menunggu untuk dipanggil kembali mengambil buku Meningitis yang sudah jadi.

7. Tarraaaa….selesai deh dalam satu hari 😁 Kalau tidak salah ingat masa berlaku buku suntik Meningitis sekitar 2 tahun dari masa pembuatan.

Oiya, jika ditotal biaya bikin pasport dan suntik Meningitis total keduanya hampir 700ribuan. Mungkin ada yang membutuhkan informasi biaya ini, silakan dibaca dulu ya dari atas biar gak bingung 😊.

Batik

_20170906_195132

Siapa yang tidak kenal kain satu ini?

Berawal dari kekayaan ragam budaya Indonesia, kain Batik telah menjelma menjadi budaya nasional kebanggaan masyarakat kita, bahkan dalam dunia internasional.

Batik Yogya, batik Solo, batik Purwokerto, batik Cirebon. Ada lagi yang tahu ragam kain batik di daerah lain? 🙂
Semua memiliki corak khas berbeda & ragam desainnya masing-masing.
Bahkan ada beberapa motif batik yang penggunaannya tidak bisa sembarangan. Hanya boleh digunakan oleh keluarga Raja & keturunannya dalam acara-acara adat tertentu.

Seiring perkembangan jaman, kain batik yang dulunya tampak begitu formal (ditunjang oleh motif & jenis kain yang digunakan), semakin lama semakin membudaya (baca : fleksibel) untuk digunakan sehari-hari.
Kain yang digunakan tidak harus tebal. Yang penting nyaman, adem & terasa ringan.

IMG_20170905_123818

IMG_20170905_120942

Beberapa foto kain batik ini adalah kain batik halus untuk pemakaian sehari-hari.

IMG_20170905_123750

Dari segi harga pun kain-kain ini sangat bersahabat, ditunjang oleh aneka motif dengan warna-warni yang cerah. Cocok sebagai bingkisan atau kado untuk pernikahan keluarga atau kerabat. 😍 Maaf yaa fotonya ada yang blur, efek kamera yang overlighting.. 😅

Jadi gimana, masih enggan kah menggunakan BATIK ?? 😉