Arsip Tag: sup buah

Manfaat Nangka Matang yang Tak Terduga, Nomor 2 Bikin Wanita Bahagia

Siapa lagi yang mau dikasih nangka ini, ya? pikir saya.

manfaat nangka matang
Nangka hasil kebun belakang ini teksturnya padat dan kesat.

Dua gelondong nangka besar tergeletak tak berdaya di depan saya …. Yang satu masih agak mentah, satu lagi sudah berwarna kuning tua agak gelap, menandakan kalau itu adalah buah nangka matang yang sudah siap disantap dan dirasakan manfaatnya.

“Kita ini harusnya bersyukur. Apa-apa tinggal makan, enggak usah beli. Orang lain mau makan nangka aja harus beli,” kata ibu saya sambil memindahkan beberapa buah nangka yang sudah dibelah dari kulitnya ke dalam wadah plastik untuk dimasukkan kulkas.

Hihiiiii … benar juga kata beliau. Saya yang dianugerahi banyak nangka begini dari hasil kebun belakang rumah malah enggak terlalu suka makan buah beraroma wangi ini. Apalagi kalau sudah jadi nangka matang yang agak lembek dan terlalu manis. Padahal jenis nangka di kebun belakang ini termasuk bagus lo kualitasnya, kesat dan tetap kencang meski dalam keadaan matang pohon. Tidak seperti nangka lain yang dijual di pasaran.

“Enakkk banget, manis. Langsung habis kami makan sekeluarga, sekalian dibuat puding,” kata seorang teman yang beberapa kali sering saya kasih nangka ini.

“Wah, sudah langsung kumakan sama keponakan, Bun. Enggak sempat bikin es buah segala,” kata teman lainnya yang juga sempat mencicipi.

Duhhh, apa cuma saya dan anak saya Lubna yang enggak doyan nangka, ya? Hemmm …. Kalau Lubna, sih, hampir semua buah memang dia enggak suka. Maunya cuma jeruk, stroberi, dan jambu biji. Itu pun harus dijus, enggak mau dimakan langsung. Rempong juga punya anak enggak doyan buah utuh, ya?

Sebenarnya saya enggak anti banget kok, sama nangka. Dulu pernah saya blender nangkanya karena lagi panen juga dan banyak yang matang, terus dibikin jadi puding nangka halus. Cuma, yang doyan makan puding begitu ya cuma saya *hiks. Lubna kalau dibikinin puding maunya yang polos aja, tanpa campuran apa pun.

Nah, sekarang kejadian lagi. Pas waktunya berbuah barengan gini jadi lumayan banyak ‘kan? Tetangga dan teman sudah dikasih juga, tetapi masih ada saja nangka yang matang pohon. Supaya enggak keburu busuk, biasanya nangka dipetik dulu dari pohon sebelum matang, lalu disimpan beberapa hari sampai berbau wangi, yang menandakan sudah siap dikonsumsi.

Saya pun akhirnya membuat puding nangka lagi karena enggak suka kalau makan nangka dalam keadaan utuh begitu aja. Yang suka mengonsumsi nangka utuh di rumah memang cuma Ibu seorang. Itu pun juga beliau makan sekadarnya saja.

Kali ini nangka untuk campuran pudingnya enggak saya blender, cuma dipotong kecil-kecil dan dimasak bersama larutan agar-agar dan sedikit susu/krim kental manis. Taraaaa … lumayan cantik ‘kan tampilannya? Besok-besok saya jadi terpikir pengen coba bikin cake atau keripik nangka, ah! *kalau lagi mood pastinya 😀

manfaat nangka matang
Puding nangka buatan sendiri

Lama-kelamaan, saya jadi kepo sendiri akhirnya, apa sih sebenarnya manfaat nangka?

Ibu saya mendapat info dari teman beliau sesama manula bahwa nangka adalah obat yang paling enak untuk mengendalikan laju kenaikan kolesterol. Saya masih belum percaya begitu aja, sih …. Selama ini tahunya nangka itu buah yang mengandung gas dan tidak terlalu direkomendasikan untuk penderita mag seperti saya. Apalagi kalau sudah terlalu matang, saya tambah tidak suka dengan rasa manis berlebihnya.

Kamu kepo juga enggak, sih? Ayo deh, kita ulik bareng-bareng, ya!

Manfaat Nangka yang Tak Terduga

1. Mencegah kanker
 Kenapa saya tulis manfaat nangka yang tak terduga? Yup, karena dilansir dari situs Alo Dokter, manfaat nangka ini bisa untuk pencegahan penyakit kanker. Ke mana aja, ya, saya selama ini, kok baru tahu sekarang? Ternyata buah ini memilik kandungan antioksidan yang tinggi untuk mencegah radikal bebas bersemayam dalam tubuh kita.
.
Zaman sekarang yang namanya radikal bebas itu banyak sumbernya, lo, bukan hanya dari lingkungan sekitar saja. Proses alami dalam tubuh pun bisa menghasilkan sel-sel rusak alias radikal bebas ini. Salah satu pencegahannya adalah dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan vitamin C dan antioksidan, ya termasuk si kuning manis ini.
2. Menjadikan kulit lebih kenyal dan kencang
Wahh, kalau ini pasti bikin kaum saya tersenyum bahagia. Bisa lumayan ngirit skincare, nih … 😀 Mendadak saya jadi senang nangka kalau begini, ah, wkwkwkwk.
.
Yup, kandungan vitamin C yang tinggi pada buah nangka membuat tubuh kita mampu menghasilkan kolagen yang bermanfaat menjadikan kulit lebih kenyal, kencang, dan mencegah penuaan dini. Kalau kamu masih berpikir untuk cantik butuh biaya mahal, sepertinya harus mencoba konsumsi buah ini secara rutin, ya, karena sebenarnya urusan cantik itu bukan melulu dari luar saja, melainkan juga butuh asupan nutrisi yang cukup dari dalam.
3. Menjaga berat badan
Ini juga biasanya jadi momok kaum wanita, kecuali untuk saya yang justru pengennya naikin berat badan, heheheee ….
.
Tingginya kandungan serat dan protein pada buah nangka membuat siapa pun yang mengonsumsinya merasakan efek kenyang lebih lama. Nah, tentunya ini membuat keinginan makan jadi berkurang dan berat badan cenderung lebih stabil. Cusss ah, berani coba enggak?
4. Mencegah sembelit
Masih berhubungan juga dengan poin nomor 3, kandungan seratnya yang tinggi membuat buah yang manis ini dapat membantu lancarnya proses pencernaan dan mencegah sembelit. Ini hal sederhana yang jarang terpikirkan, tetapi sebenarnya lancarnya proses pencernaan menandakan tubuh kita dalam kondisi sehat.
.
Sudah perhatikan frekuensi BAB-mu selama ini? Kalau belum, yuk mulai perhatikan, ya!
.
5. Mencegah penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular itu apa, sih? Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kardiovaskular artinya berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Jantung dan strok termasuk dalam penyakit kardiovaskular ini. Menurut badan kesehatan dunia WHO, 17,6 juta penduduk mengalami kematian setiap tahunnya akibat penyakit kardiovaskular. Bapak saya rahimahullah adalah salah satu penderita strok yang wafat karena penyumbatan pada pembuluh darah di otak akibat tekanan darah yang tidak stabil.
.
Berarti apa yang disampaikan oleh ibu saya di awal tulisan tadi, bahwa buah nangka adalah salah satu obat paling enak untuk menurunkan kadar kolesterol memang benar adanya. Kandungan serat, antioksidan, dan kalium pada nangka berperan penting dalam mencegah penyumbatan pembuluh darah dan membuat tekanan darah menjadi lebih stabil.
.
Lagi-lagi, saya masih tercengang dengan segudang manfaat nangka (matang) ini. Tiba-tiba, ada sebentuk janji hati yang dibuat sendiri, yaitu ingin memaksa diri untuk menyukai buah nangka lebih dalam lagi. *tsahhh 😀
Oya, sebelum lanjut mengonsumsi nangka, saya jadi bertanya-tanya, apakah semua orang boleh mengonsumsi buah ini, mengingat kandungan gulanya yang tinggi dan termasuk dalam buah yang mengandung gas? Apalagi untuk penderita mag seperti saya?

Yuk, Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Buah Nangka!

Karena rasanya yang manis, buah nangka memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Semakin matang, semakin tinggi pula kadar gulanya.
.
Penderita diabetes disarankan mengonsumsi hanya 2-3 porsi saja per hari. Begitu juga dengan penderita mag seperti saya yang ternyata harus membatasi kosumsi buah ini. Kandungan gas pada nangka faktanya dapat membuat perut menjadi kembung, dan tingkat keasaman (pH) yang 5,8 dapat memicu naiknya asam lambung.
.
Oh … baiklah, tetapi bukan berarti enggak boleh makan, dong? Makanlah apa saja yang baik bagimu, asal secukupnya, jangan berlebih-lebihan. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah Saw., “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah baginya memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
.
Masya Allah. Jelaslah sudah manfaat buah nangka ini. Tak ada sesuatu yang sempurna, bukan? Jika ada kelebihannya, pasti juga ada batasan dan warning-nya. Yang paham kondisi tubuh kita adalah kita sendiri, maka kita pula yang harus tahu batas maksimal saat mengonsumsi sesuatu.
.
Semoga kita semua diberi kesehatan, ya, dan jangan lupa selalu tingkatkan imunitas diri di masa yang masih tetap dikategorikan sebagai masa pandemi ini.

Baca Juga