Arsip Tag: Pikiran

Berat Badan Ideal, Pentingkah?

Apa pentingnya sih berat badan ideal? Ideal naik apa turun nih, maksudnya? πŸ™‚

Di saat banyak orang, terutama kaum hawa sibuk menurunkan berat badan alias BB-nya, saya sangat bersyukur karena termasuk orang yang memiliki berat badan stabil sejak remaja hingga saat ini, remaja plus plus plus (+++) πŸ˜€ Semua pakaian masa remaja masih bisa saya pakai. Celana jeans belel masa kuliah pun masih tetap fit dikenakan. Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Tapi sayangnya, belakangan ini saya agak khawatir. Ternyata berat badan mulai turun lagi. Ya enggak ekstrem banget sih, cuma saya jadi khawatir kalau kecenderungan BB turun ini bisa jadi berkelanjutan kalau enggak segera dibenerin pola hidupnya. Terutama kalau dengerin komentar ibu setiap hari, “Duhhhh…. makanmu itu porsinya kurang, cuma sedikit. Ditambah porsinya yang bener biar kelihatan berisi dan segar badannya…”

Awalnya, seperti biasa, saya anggap biasa komentar itu karena sudah sering dikomentari setiap hari hehehehee…. Lagian porsi makan saya memang enggak bisa banyak karena kapasitas perutnya kecil. Tapi setelah teman-teman lain yang bertemu saya selalu tanya, “Kok tambah kecil, sih?…” Antara happy karena mereka pengen punya badan langsing seperti saya, tapi juga khawatir karena angka timbangan hampir enggak pernah naik, akhirnya saya mulai memerhatikan masalah ini. Eeeaaa… kenapa jadi dianggap masalah sih?

Nah, setelah ikut workshop ilmu pikiran ALT (Alpha Life Transformation) sekitar 2 bulan lalu, saya mulai menerapkannya untuk mencari solusi kenaikan berat badan ini. Setiap malam selalu saya tulis di buku dan perintahkan kepada pikiran kalau saya ingin menaikkan berat badan sekitar 5-6 kilogram lagi. Enggak pakai lama, bulan ini mendadak ada teman yang WA dan menawarkan free coaching untuk membantu terwujudnya apa yang menjadi keinginan dalam kehidupan saya. (makasih ya, Bunda Dayana )

Teman saya ini memiliki kenalan seorang psikolog yang sedang mengambil sertifikasi dan membutuhkan beberapa coachee (orang yang mau di-coaching/dibimbing) untuk melancarkan proses sertifikasinya. Saya oke aja dan bersedia menjadi coachee beliau. By the way busway, psikolog bernama mbak Nurhidayah alias mbak Nurdin ini masih muda, lo, dan orangnya juga lucu. Jadi hilang deh kesan bahwa sesi konsultasi dengan psikolog itu harus selalu serius πŸ™‚

Awalnya saya bingung mau coaching tentang apa, secara sebelumnya sudah beberapa kali ikut kelas online berbayar tentang pengembangan diri, baik soal parenting, membuat target dan planning untuk masa depan, dll. Setelah saya timbang-timbang, akhirnya mantaplah minta di-coaching untuk menaikkan berat badan ke berat ideal.

Oya, untuk proses coaching sendiri sedikit berbeda dengan mentoring dan konsultasi. Kalau dalam mentoring dan konsultasi, pembimbing ikut terlibat memecahkan masalah. Sementara dalam proses coaching, kita sebagai coachee (orang yang dibimbing) dipersilahkan memilih sendiri cara apa saja yang akan digunakan dalam mencari solusi terbaik atas apa yang kita hadapi. Pembimbing dalam proses coaching hanya mengawasi apakah semua sudah berjalan sesuai rencana dan ada perbaikan atau tidak terhadap masalah yang kita alami.

Untuk program menaikkan berat badan ini, saya memunculkan 4 solusi yang nyaman menurut saya. Kenapa harus nyaman? Agar kita yang menjalani juga semangat dan tidak dalam keadaan terpaksa. Apa saja solusi yang saya ambil?

Infused water… segerrrr…
  1. Tetap olahraga teratur 3x seminggu
  2. Teruskan minum infused water
  3. Makan cukup, minimal 3x sehari (boleh lebih, tapi kurang jangan)
  4. Tidur maksimal jam 23.00 (:D duhh… ujian banget ini)

Mbak Nurdin bilang, lakukan pola yang saya buat di atas selama 30 hari dulu. Nanti dilihat lagi ada perkembangan atau tidak. Kalau tidak, berarti harus ada yang diubah. Oya, saya juga mulai sering searching di mbah Google apa saja yang harus saya makan agar kalori bisa bertambah, tapi tetap sesuai dengan usia, aktivitas dan tinggi badan.

Setiap hari saya harus melaporkan ke mbak Nurdin apakah 4 cara di atas berhasil saya lakukan dengan konsisten atau tidak kwkwkwk…. *alamakkk

Tolong doakan saya ya, pemirsa, secara saya adalah orang yang suka mengubah jadwal dan kadang mengikuti mood. Kelemahan yang harus banget diubah mah kalau ini πŸ˜€ Saya beri target 3 bulan untuk program ini, mudah-mudahan berjalan lancar deh ya, aamiin.. *doain diri sendiri dulu qiqiiiii….

Intinya, nikmati dan ikuti aja, Bismillah. Saya percaya, ini jalan dan cara yang Allah beri untuk mencapai salah satu goal dalam hidup saya, sebelum beralih ke impian selanjutnya…

Teman-teman ada yang mau sharing juga? Bolehhh…. tulis aja di kolom komentar ya πŸ˜€

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

9 Cara Me Time Mudah Ala Saya

Image: Unsplash.com

Tak banyak dari kita yang menyadari, betapa pentingnya waktu untuk menyendiri dan sekali-sekali terbebas dari rutinitas sehari-hari. Bukan hanya aktivitas menjemput rezeki saja, tapi sederet kegiatan lain yang kerap kita lakukan bersama keluarga atau sahabat dengan alasan “pekerjaan”, ada kalanya perlu rehat sejenak dan digantikan dengan aktivitas menyenangkan untuk membahagiakan diri sendiri.

Pasti banyak yang enggak sadar ‘kan bahwa me time merupakan momen terbaik untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran kita memenuhi haknya bersenang-senang dan beristirahat sejenak.

Kalau kamu rajin memerhatikan, sebenarnya ada, lo, sinyal dari tubuh pada saat dia minta istirahat dulu dari lelahnya aktivitas yang setiap hari kita bebankan kepadanya. Hanya saja, kita sering menunda-nunda memenuhinya, termasuk saya salah satunya. Padahal, me time enggak selalu membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Apa saja deretan kegiatan me time yang biasanya saya pilih demi membahagiakan tubuh dan pikiran ini?

1. Tidur Lebih Lama dari Biasanya

Tidur mungkin menjadi kebutuhan biasa yang memang harus kita lakukan untuk mengistirahatkan diri. Tapi pada saat-saat tertentu kala tubuh sudah benar-benar lelah, tidur dengan waktu yang lebih lama dari biasanya dapat menjadi salah satu pilihan terbaik. Tapi kalau kamu sudah memiliki keluarga dan tanggung jawab yang harus dijalankan di rumah, jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu kepada orang serumah bahwa kamu butuh istirahat lebih lama dari biasanya. Minta tolonglah kepada mereka untuk tidak mengganggu sementara waktu agar tidur kita dapat lebih maksimal dan bisa bangun dalam keadaan yang lebih segar.

2. Matikan Handphone

Ini kerap saya lakukan apabila sudah terlalu lelah melihat layar HP dan di pikiran sedang menumpuk banyak PR internal yang harus diselesaikan heheeee….. Menenangkan diri itu penting, dan salah satu caranya adalah dengan menghindari aneka panggilan telepon dan chat yang terkadang menambah tumpukan file baru di pikiran.

3. Menyantap Makanan atau Minuman Favorit

Enggak perlu mahal, makan es krim saja sungguh sudah bisa membuat hati saya merasa lumer dan bahagia *eeaaaa πŸ˜€ Hilangkan deh pikiran “Duhhh…. kayak anak kecil aja, sih!” Justru saat me time itulah kita dapat kembali menjadi diri kita apa adanya seperti masa kecil dulu, tanpa harus berubah menjadi sosok yang baru karena ada beban pikiran terhadap profesi atau pekerjaan.

4. Bermain Game atau Kuis Kepribadian

Qiqiqiiii….. jangan diketawain, ya! Tapi ini bisa jadi me time yang murah meriah untuk saya. Dengan bermain game atau kuis sejenak, ada rasa seru, bahagia, deg-degan dan rasa lainnya yang sangat membantu mengurangi perasaan was-was, sehingga pikiran menjadi lebih rileks.

5. Mengaji dan Introspeksi Diri

Kalau beban dan isi kepala sudah terlalu banyak, mengaji dan mentadaburi arti/tafsir yang terkandung di dalam setiap ayat Alquran merupakan cara me time yang sangat baik dan tentunya dianjurkan. Hati menjadi lebih tenang, dan kalau pun saat itu sedang gusar, Allah pasti akan mengirimkan keikhlasan dan ketenangan sesudahnya.

6. Pijat

Memanggil mbak tukang pijat tuna netra ke rumah juga menjadi cara me time paling mudah untuk saya. Jika tubuh sedang lelah, kamu pasti memerlukan tukang servis untuk mereparasi badanmu agar fungsinya dapat kembali seperti semula. Ibarat kendaran, anggota tubuh juga membutuhkan servis dan perbaikan berkala, bukan? πŸ™‚

7. Browsing

Berselancar membuka mbah Google (bukan membuka media sosial, ya, karena justru bikin tambah pusing) untuk sekadar mencari tahu informasi yang saya inginkan, baik tentang kehidupan artis, informasi travelling, kesehatan, makanan, dan aneka informasi ringan lainnya bisa juga menjadi alternatif me time paling mudah. Tapi sebaiknya dibatasi durasinya, karena paparan radiasi yang terlalu lama mengenai kepala dan mata berisiko membuat tubuh kembali lelah.

8. Olahraga

Ini me time yang mengasyikkan, karena sehatnya dapat, refreshing-nya juga dapat. Kamu bisa memilih olahraga yang sesuai dengan minatmu. Yoga, berenang, jogging, senam, fitness, dan masih banyak lagi sederet olahraga lain yang dapat kamu pilih. Kalau saya sukanya jalan kaki dan bersepeda. Sayang, sepedanya masih di toko, belum dibawa pulang kwkwkwk…. Jadi untuk saat ini, berolahraga jalan kaki, terutama melalui hamparan sawah, menjadi sarana me time yang sangat menyenangkan untuk saya.

9. Jalan-Jalan

Kalau ini mah saya enggak pernah nolak hehehee…. Ke pantai atau gunung, hayoo aja, suka semuanya. Zaman masih muda dulu *ketauan deh sekarang sudah tua, jalan-jalan ke luar kota menggunakan sepeda motor melewati hamparan sawah dan pedesaan merupakan salah satu cara me time saya. Apalagi kalau melewati hamparan sawah dan jalanannya sepi, di situlah serasa dunia milik sendiri, yang lainnya anggap aja ngontrak πŸ˜€

Itu dia 9 cara me timeΒ mudah ala saya yang mungkin juga teman-teman lakukan, meski tidak sama persis semuanya.

Atau mungkin kamu punya cara me time lainnya yang lebih unik dari 9 hal di atas? Boleh banget kalau mau berbagi di kolom komentar, ya πŸ™‚

Baca juga

#ODOP #EstrilookCommunity #Day5

Workshop ALT (Alpha Life Transformation): Pikiran adalah Kunci Kehidupan

Suasana workshop ALT by Meuthia Z Rizki

Serasa masih merinding nulis ini πŸ™‚

Yup, lagi-lagi, ini impian besar ke sekian yang Allah kabulkan dalam kurun 2 tahun terakhir sejak saya mulai sedikit demi sedikit belajar tentang ilmu mindset dan pemberdayaan diri.

Sahabat dan teman-teman FB yang sering baca postingan di medsos pasti sudah baca beberapa keajaiban yang saya alami sejak tahun 2017. Mulai dari dapat doorprize sepeda motor, bisa pergi umroh + ketemu bunga tulip di negara impian Turki. Habis itu akhirnya kesampaian beli laptop. terus enggak nyangka 9 bulan terakhir ini akhirnya bisa bikin rumah. Dan di bulan Juli ini, 2 hari setelah tanggal kelahiran saya, terwujud deh impian pengen ikut workshop Alpha Life Transformation (ALT) pada tanggal 27 Juli 2019.

Kenapa cuma ikutan workshop begini aja jadi impian sih? Apa pentingnya? heheee…..

Jadi gini, ini berkaitan dengan pengalaman dan pelajaran hidup yang belasan tahun terakhir Allah kasih ke saya. Mungkin dari luar orang melihat saya fine-fine aja. Banyak senyum, jarang ngeluh, status di medsos baik-baik saja πŸ™‚ Alhamdulillah, mungkin itu karena tipikal saya memang introvert, lebih suka menyimpan sendiri kalau ada masalah dan curhatnya terbatas hanya kepada Allah saja. Kalau pun harus curhat ke orang lain, saya sangat hati-hati memilih orang yang diajak curhat. Bukan apa-apa, sebenarnya ini untuk menghindari adanya kebingungan ketika harus mengambil keputusan. Semakin banyak opini dan nasihat kalau buat saya justru semakin membuat bingung. Makanya lebih aman dan nyaman curhatnya cuma ke Allah aja πŸ™‚ Lahh…. maafkeun, kenapa ini malah jadi curhat di blog, ya, hehehee

Begitulah, banyak ujian hidup yang Allah berikan sejak lulus kuliah sampai belasan tahun kemudian. Alhamdulillah, saya bisa tetap istiqomah dan tak pernah sedikit pun berburuk sangka kepada-Nya. Entah kenapa, yakinnn aja, ada sesuatu yang “besar” di balik semua ujian itu.

Qadarullah, Allah mulai banyak memberi ilmu dan keajaiban di tahun 2017. Berawal dari menemukan grup dan komunitas online tentang sedekah, pemberdayaan diri, bisnis online, parenting, hingga akhirnya merembet sering ikut kelas online tentang mindset dan pikiran.

Kenapa tertariknya ke masalah mindset? Karena saya enggak mau berbagai masalah dan ujian di masa lalu membuat saya menjadi stres dan depresi. Kalau sampai itu terjadi, yang kasihan dan terkena imbasnya siapa lagi kalau bukan si buah hati?

Jangan lupa bahwa kita ini adalah seorang ibu. Jika ingin memiliki anak yang bahagia, kita sebagai ibu adalah orang pertama yang harus setting pikiran dulu supaya bahagia. Berawal dari bahagia itulah kita bisa menyusun apa langkah-langkah selanjutnya yang ingin dicapai dalam hidup.

Kebayang kan, apa jadinya kalau seorang anak punya ibu yang tiap hari bawaannya baper dan nangis mulu? Nah, saya ingin memperbaiki itu semua agar hidup bisa lebih nyaman, mendidik anak lebih baik, mendampingi ibu saya di masa tuanya dengan lebih sabar, bisa berbagi ilmu kepada orang lain, dan masih banyak lagi manfaat yang ingin saya capai melalui perubahan diri. Dan salah satu jalannya adalah dengan cara mempelajari segala hal yang berhubungan dengan pikiran, karena dia adalah kunci kehidupan. Kita mau baper, mau melow, atau sebaliknya, mau tertawa bahagia dan selalu berkecukupan, itu adalah pilihan kita masing-masing. Pikiran adalah salah satu kunci mewujudkan ketenangan hati yang kita inginkan.

Pikiran Bawah Sadar

Sebenarnya apa yang membedakan diri kita dengan hewan atau binatang? Bukankah sama-sama punya otak juga? Iya, bener. Kita dan hewan sama-sama punya otak, tapi hewan kan enggak punya akal dan pikiran? Padahal Allah Swt menjadikan manusia sebagai makhluk paling tinggi karena dikaruniai akal dan pikiran ini untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. Bukan rahasia lagi kan kalau di zaman now orang semakin lupa diri. Berantem di medsos, jelek-jelekin orang lain, disenggol dikit langsung bacok, hiiihhh seremmmm πŸ™ Kalau kita enggak mampu memfilter pikiran dari hal-hal seperti itu yang sering dilihat setiap hari, bahayaa, gaesss…. Diam-diam bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita.

Pikiran itu kalau dianalogikan seperti segelas air putih. Kalau kita beri gula, rasanya akan manis, sebaliknya, kalau dimasukkan kopi rasanya jadi pahit. Jadi sebenarnya kita ini adalah MAJIKAN atau BOS untuk jalan pikiran kita. Tapi lucunya, yang terjadi justu sebaliknya kan? Kita yang sering dikendalikan oleh pikiran πŸ˜€ Bener apa bener?

By the way busway, menurut bapak psikologi analisis Sigmund Freud, pada dasarnya pikiran terbagi menjadi 3, yaitu pikiran sadar, pikiran prasadar, dan pikiran bawah sadar. Jika digambarkan, bentuknya seperti gunung es, yang bagian bawahnya terendam ke dalam air, sementara ujung atasnya hanya tampak sedikit di atas air. Bagian bawah gunung es yang terendam dalam air inilah yang diibaratkan seperti pikiran bawah sadar dan menguasai hampir 88% isi memori kita.

  1. Pikiran sadar –>> sifat ingatannya hanya sementara (jangka pendek). Ingatan yang muncul sudah disaring oleh sistem stimulus, sehingga sifatnya ringan dan mengalir (tidak menimbulkan sensitivitas mendalam).
  2. Pikiran prasadar –>> batas antara pikiran sadar dan bawah sadar. Peristiwa yang terjadi di sini merupakan gabungan antara keduanya. Bisa muncul dalam bentuk mimpi ketika tidur, atau salah ucap ketika bicara.
  3. Pikiran bawah sadar –>> semua pengalaman sejak lahir hingga dewasa, mulai dari pola pengasuhan orang tua, lingkungan sekitar kita, hingga efek mendengar lagu dan membaca buku, bisa masuk secara tidak sadar ke dalam pikiran ini. Memori inilah yang memengaruhi hampir sebagian besar cara pandang kita terhadap nilai-nilai kehidupan.

Sifat Pikiran Bawah Sadar

  • Bekerja 24 jam nonstop
  • Sangat penurut jika diperintah
  • Bekerja dalam keadaan kita sedang yakin ataupun tidak. Jadi, memang benar bahwa kita harus hati-hati ketika berbicara, karena bisa jadi, apa yang kita ucapkan dan dianggap guyonan ternyata betul-betul terjadi. Ini karena sifat PBS memang demikian, tidak dapat memfilter data yang masuk. Kita sendiri yang harus memastikan data yang masuk hanya yang baik-baik saja.
  • Jika dianalogikan, seperti layaknya handphone. Selama batreinya belum low bat dan ada manusia yang mengendalikannya, dia akan tetap on terus
  • Tidak dapat menghapus data masa lalu (makanya, kamu bisa aja suatu saat inget mantan karena memorinya memang enggak bisa dihapus πŸ™‚ Tapi, kita bisa kok membuat rasanya menjadi biasa saja dengan cara menetralisir rasa itu). Coba ngakuuu, siapa yang kesulitan move on dari mantan? Boleh konsultasi sama saya, ya, cara biar cepet move on dari masa lalu πŸ˜€
  • Tidak mengenal kata negatif (tidak, jangan), akan, semoga, mudah-mudahan, karena PBS bersifat pasti

Cara Kerja Pikiran Bawah Sadar

1. Bekerja saat kita sedang rileks

Dulu, waktu belum paham cara PBS bekerja, setiap kali anak saya Lubna main game atau nonton televisi, saya sering memarahi dan memintanya untuk belajar. Apa yang salah dari peristiwa di atas? Bukankah memang seharusnya dia belajar, bukannya sekadar main dan lihat TV? Iyaaa…. sepintas tak ada yang salah dengan omelan saya. Tapi, cara saya memintanya belajar itu yang salah πŸ™ Kalau saya omelin dia saat sedang asyik melakukan sesuatu, berarti yang masuk ke PBS-nya adalah omelan saya, bukan perintah belajar.

Ternyata, PBS bekerja pada saat seseorang sedang rileks atau menikmati sesuatu. Itu sebabnya kenapa kalau kita nonton film di bioskop kita tetap ingat jalan ceritanya meskipun sudah lewat bertahun-tahun lamanya, sementara pelajaran SMP atau SMA kita bahkan sudah lupa dan tak ingat lagi. Bisa jadi, kita jadi lupa pelajaran sekolah karena saat itu sedang dalam keadaan sadar, tegang dan tidak menikmati sama sekali.

Nah, setelah paham cara PBS bekerja, ketika menasihati Lubna, saya memilih melakukannya sambil bercerita, bukan lagi dengan omelan πŸ˜€ Entah saat dia sedang asyik menggambar, saat kami sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ke rumah, atau saat dia sedang membaca buku, nonton televisi, dan kegiatan santai lainnya.

Saya sendiri sejak akhir tahun 2017 mulai menuliskan semua impian yang diinginkan di sebuah buku tulis, setiap malam menjelang tidur. Saat kondisi rileks dan setengah mengantuk itu juga merupakan salah satu waktu yang tepat gelombang PBS (alfa dan teta) mulai bekerja. Dan ajaibnya, Masya Allah, ketika tahun 2019 ini saya baca ulang, satu per satu impian itu sudah Allah kabulkan, termasuk impian ikut workshop ALT yang baru bisa terwujud tahun ini karena dulu tahun 2017 belum ada rezeki terkumpul untuk mengikutinya.

Ada satu cerita unik lagi, yaitu tentang ketidaksukaan saya terhadap pakaian dan barang-barang berwarna merah πŸ™‚

Sejak lahir hingga dewasa, di rumah saya memang jarang ada anggota keluarga yang menggunakan pakaian berwarna merah. Jadi wajar jika saya tak pernah suka dengan warna ini, karena tidak ada datanya di memori saya. Tapi lucunya, sejak 3 tahun terakhir, saya berusaha menyukai warna merah setelah ada seorang teman yang berkata, “Coba deh sesekali pakai baju warna merah biar kelihatan fresh dan percaya diri..” Oke, saya coba menghilangkan kebencian terhadap si merah. Hasilnya? Hemm… ternyata berhasil dan jadi keterusan pakai warna merah πŸ˜€ Asalkan kita pakainya tahu tempat dan waktu, ya, untuk acara-acara yang memang pantas menggunakan warna merah, bukan saat mengunjungi teman yang sedang sedih atau kesusahan.

Meskipun bukan orang yang sangat percaya diri, tapi kalau pakai warna merah memang jadinya terlihat lebih PD aja…
2. Lakukan repetisi (pengulangan)

Selain bekerja dalam keadaan rileks, kita juga harus rajin melakukan repetisi (pengulangan) terhadap si PBS agar apa yang ingin ditanamkan semakin menetap ke dalam PBS. Terapi PBS ini bermanfaat sekali digunakan dalam berbagai hal, seperti parenting yang saya contohkan tadi. Bisa juga untuk program kesehatan (mengurangi berat badan, tambah berat badan), kecantikan, kepercayaan diri, finansial, bisnis dan masih banyak lagi. Kalau kata trainer-nya, Meuthia Z Rizki, gini,

“Udah deh, enggak usah nyari-nyari dukun atau ilmu macem-macem lagi untuk bisa memperbaiki hidup, karena Allah Swt sudah memberikan kita kekuatan dari dalam diri sendiri yang bisa dioptimalkan….” πŸ™‚

Mba Meuthia Z Rizki (kanan) bersama asistennya (ngareppp) wkwkwk :p
3. Gunakan kalimat yang jelas dan tegas,Β hindariΒ kataΒ negatif

Saat membuat kalimat perintah untuk pemrograman PBS, gunakan kalimat yang jelas, tegas dan to the point. Misalnya, “Mulai hari ini dan seterusnya, saya adalah wanita yang sehat, kuat dan bahagia…”

Tuliskan kalimat perintah di kertas/buku dan baca berulang-ulang setiap hari. Setelah 21 hari, tingkatkan lagi menjadi 90 hari sampai kita merasa kalimat tersebut bener-bener nyantol di pikiran. Hindari menggunakan kata negatif seperti: jangan, tidak. Hindari pula kata akan, atau, mudah-mudahan, semoga. Semakin detail apa yang kamu tulis, maka semakin baik agar PBS menangkap jelas apa yang menjadi perintah kita.

4. Visualisasikan

Gambarkan, bayangkan dan rasakan apa yang kita inginkan seolah-olah sudah terjadi. Contoh: saya dulu setiap selesai salat selalu membayangkan sedang ada di depan Ka’bah, menangis sesenggukan sambil khusyuk berdoa. Alhamdulillah, terwujud atas izin Allah seperti apa yang saya bayangkan. Begitu juga waktu pengen ke Turki, dalam bayangan, saya sedang menikmati indahnya Hagia Sophia, Blue Mosque dan ada di tengah kota Istanbul menikmati pemandangan aliran air seperti yang ada di serial Turki di televisi πŸ˜€ Terkesan lebay mungkin ya, tapi yang terpenting kan tercapai πŸ™‚

5. Setelah melakukan program di PBS, lupakan dan lepaskan

Ini yang kadang tidak mudah. Setelah melakukan perintah dan pemrograman kepada PBS berulangkali, lupakan dan sibukkan diri kita agar perintah itu terlupakan sejenak. Kalau dianalogikan, ibarat kita melepaskan busur anak panah ke sasarannya. Jika anak panah kita tarik terus-menerus tanpa dilepas, anak panah tersebut tak akan mampu melesat ke sasaran yang diinginkan.

6. Ikuti saja jalannya, meski mungkin terkesan di luar logika

PBS punya cara sendiri untuk menuruti apa yang kita perintahkan. Entah bagaimana caranya, terima saja.

Saya ingat dulu saat punya keinginan membeli laptop. Enggak tahu kenapa, rezeki belum juga bisa terkumpul sejumlah harga laptop πŸ™‚ Lha… kalau laptop aja enggak kebeli, apalagi mau umroh, gimana caranya? Nah, ternyata Allah memberi jalannya justru terbalik. Allah justru dahulukan impian umroh terwujud daripada membeli laptop. 8 bulan setelah saya umroh, barulah ada seorang sahabat yang tiba-tiba menawarkan laptopnya untuk saya beli, karena dia sayang kalau laptop itu jatuh ke tangan orang lain. Sahabat saya bilang, “Udah mba Tiwi, bawa aja dulu laptop ini. Bayarnya boleh dicicil sesukanya, kok. Harganya searching aja di Google, terserah mba Tiwi…”

Wow, takjub, kan? Terkesan di luar logika, tapi begitulah kalau Allah sudah berkehendak, semuanya mudahhhh aja, termasuk saat impian ikut workshop ALT ini terwujud.

Terus, kalau sudah ikhtiar dan usaha semampunya tapi keinginan kita belum terwujud juga bagaimana? Tidak apa-apa, di situlah Allah meminta kita untuk tawakal dan rida akan ketetapan-Nya. Yang penting kita sudah berusaha maksimal.

Dan Rabbmu berfirman: β€œBerdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu…”Β (AlΒ Mu’minΒ 40 : 60)

Hati-Hati dengan Kata-Kata

Saat workshop kemarin, mba Meuthia Rizki berkata kepada para peserta, “Coba tuliskan apa arti HIDUP di kertas yang ada di hadapan Anda. Saya beri waktu 15 detik!”

Spontan, saya menulis, HIDUP adalah “Bahagia, berlimpah, dan bermanfaat..” Setelah selesai dan dilakukan pembahasan kepada para peserta satu demi satu, ternyata ada yang kurang tepat dari pemahaman saya tentang hidup tadi πŸ™‚ Mau tahu di mana? Yup, ternyata kata BERMANFAAT yang kurang tepat.

Anda mau selamanya dimanfaatkan?” tanya beliau. Dan ingatan saya pun menyisir perlahan menembus jalan kehidupan beberapa tahun terakhir. Ahhh iyaa…. pantes aja, ada yang kurang tepat dengan program yang nyantol dan terdoktrin di pikiran saya selama beberapa tahun ini. Dan akibatnya juga tak main-main, saya yang akhirnya kelimpungan sendiri.

Ada banyak peserta workshop lain yang definisi kehidupannya mirip seperti saya juga. Ada yang bilang, hidup adalah pengabdian. Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah pengorbanan. Ya jangan salahkan jika akhirnya yang terjadi adalah seperti apa yang kita programkan kepada pikiran πŸ™ Jadi memang harus hati-hati sekali dengan setiap perkataan atau pemahaman yang tertanam di memori kita. Bisa jadi bahasanya terlihat positif dan tinggi, tapi maknanya negatif. Parahnya, diyakini atau tidak, jika kata-kata dan pemahaman negatif itu sudah nyantol di PBS, bisa saja langsung terwujud dan kita tak pernah menyadarinya.

Gitu ya, man-teman, sedikit rangkuman yang saya dapat dari workshop tanggal 27 Juli lalu. Kalau mau ditulis semua bakalan panjanngggg banget, jadi saya ringkas poin-poinnya aja, yang penting kita sudah paham caranya.

Oya, memerintah pikiran sama sekali bukan sulap, apalagi sihir. Sama seperti aktivitas lainnya, semua butuh latihan dan pembiasaan. Coba aja dulu lakukan perintah dari hal-hal yang kecil, baru bertambah kepada keinginan-keinginan yang besar.

Selamat belajar, ya dan teruslah mencoba karena setiap manusia punya kekuatan dari dalam diri yang Allah karuniakan kepada kita. Tak perlu mencari kekuatan dari luar dan percayalah pada diri sendiri. Yuk, ah, praktikkan!

Baca juga:

Semua Penyakit Berasal dari Pikiran, Percayakah Kamu?

Image : Slideshare.net

.

Siapa sih yang tidak mau hidup sehat, bahagia dan selalu terbebas dari kondisi tubuh yang kurang nyaman? Tubuh yang bermasalah sudah pasti akan sangat mengganggu aktivitas kita, bahkan dapat menghambat produktivitas dan performa kerja. Apalagi kalau kamu seorang ibu rumah tangga, yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setahun tidak pernah berhenti bekerja alias tak ada cuti maupun tanggal merah. Ye kan? πŸ™‚

Saya sendiri punya penyakit lumayan banyak *ngaku πŸ˜€ Tapi masya Allah, beberapa tahun terakhir ini qodarulloh, Allah selalu memberi kesehatan dan kondisi fisik yang cukup baik kepada saya. Bukannn…. bukan berarti saya enggak pernah sakit dan sehat terus. Tetap adakalanya lelah dan cenut-cenut, tapi Alhamdulillah sakitnya ya berkisar penyakit ringan, semacam flu, sakit kepala, atau pegal-pegal. Itu pun enggak lama dan biasanya sembuh sendiri. Padahal, sebenarnya saya punya penyakit maag dan iritasi lambung yang kalau sudah kambuh membuat diri tak berdaya, hanya bisa tiduran aja. Tapi Alhamdulillah, tidak pernah kambuh lagi beberapa tahun belakangan ini.

By the way busway, saya termasuk orang yang malas ke dokter kalau sakit *maaf ya untuk teman-teman yang berprofesi sebagai dokter πŸ™‚ Bukan masalah enggak suka minum obat, cuma enggak begitu suka aja dengan efek samping obat yang diminum. Kadang ada rasa kantuk, atau jantung berdebar, pikiran melayang dan tubuh menjadi lemas. Makanya kalau enggak terpaksa banget, saya jarang sekali minum obat.

Nah, ceritanya, selama satu bulan ini saya mengikuti kelas online bertajuk The Healing Code dari mbak Mutya Dita, seorang Hipnoterapis dan Grafolog yang selama ini sering saya ikuti kelasnya. Kelas pembelajaran di WA grup ini berisi tentang ilmu penyembuhan diri dari berbagai macam penyakit medis secara alami. Pesertanya cukup banyak dan dari berbagai macam latar belakang profesi, termasuk dokter dan perawat pun ada di kelas ini. Wow… kalau dokter saja tetap semangat untuk belajar, apalagi saya yang awam dan sangat kurang ilmunya ini, harusnya lebih semangat lagi, kan?

Kelas The Healing Code batch 1

.

Di jadwal, tertulis kelas ini hanya berlangsung selama 3 hari, mulai 22-25 Januari 2019. Tapi nyatanya, seperti kelas-kelas sebelumnya, selalu lebih panjang durasinya. Dan ternyata The Healing Code baru selesai di akhir Februari 2019. Kalau ikut kelas online dan durasinya diperpanjang senang enggak, pemirsa? Kalau saya pasti senanglah… Itu berarti ilmu yang diajarkan juga bertambah, bukan hanya sekadarnya saja.

Darimana Penyakitmu Berasal?

Apakah teman-teman percaya bahwa 90% penyakit yang kita derita sebenarnya berasal dari PIKIRAN? Kalau enggak percaya juga tak apelah πŸ™‚ Saya sendiri baru sadar kenapa penyakit maag yang dulunya cukup mengganggu mulai berkurang, bahkan tidak pernah kambuh lagi.

Dalam tabel penyakit yang diberikan di kelas pembelajaran, tertulis bahwa penyakit maag disebabkan karena adanya rasa stres dan khawatir yang berlebihan. Jika kita tidak ingin penyakit itu muncul lagi, artinya kita harus mampu melatih kontrol diri agar lebih tenang, rileks, dan nyaman.

Ada lagi, penyakit alergi, misalnya. Alergi terjadi karena adanya penolakan terhadap kemampuan diri. Atau penyakit yang semakin banyak penderitanya saat ini, yaitu kanker, lebih disebabkan karena penderitanya mengalami tekanan perasaan yang disembunyikan dan tak mampu diungkapkan selama bertahun-tahun πŸ™

Tidak semua orang percaya dengan pernyataan di atas. Dan saya pun tak hendak mengajak orang lain untuk 100% percaya. Hanya sekadar berbagi, bahwa apa yang kita alami pada tubuh, sebenarnya ada andil dari pikiran yang tidak benar alias pikiran negatif di situ.

Secara pikiran sadar, pasti banyak yang mengelak dan protes,
“Ahh… enggak kok, aku enggak pernah berpikiran aneh-aneh. Aku selalu percaya diri…”

Hihiii…. iya, itu kan secara pikiran sadar.
Tapi di sini, yang menjadi penyebabnya adalah secara pikiran BAWAH SADAR.
Pikiran bawah sadar ini terbentuknya sudah lama, berpuluh-puluh tahun, sejak kita lahir, bukan hanya saat ini saja. Terkadang kita bahkan tidak menyadari pola yang sudah terbentuk sejak kecil itu.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Kenali dahulu masalah apa yang mengganggumu

Bohong kalau orang hidup tak punya masalah πŸ™‚ Masalah ini bisa dilihat dari 2 sisi, sebagai bencana, atau justru kita syukuri sebagai berkah. Bersyukur kala ditimpa masalah bukan sesuatu yang mudah, keleussss πŸ˜€ *pasti pada ngomong gitu, kan? Justru itu, step by step memang harus dilatih. Sebagai orang beragama semua sudah ada panduannya, bahwa setiap detik, jam dan waktu yang kita syukuri selalu berbeda hasilnya dengan mereka yang hidup dengan penuh keluhan dan kemarahan.

  • Ucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepada dirimu

Yang belum pernah melakukan ini pasti mikir, “Ngapain sih pakai acara beginian segala?” πŸ™‚ Ini sebenarnya hampir sama dengan ketika kita selesai salat, kemudian melakukan istighfar, mohon ampun dan keikhlasan untuk menerima semua yang telah terjadi.Β  Jangan lupa, bahwa seluruh anggota tubuh kita ini sangat berharga. Ketika salah satu dari mereka rusak, atau butuh perbaikan, artinya kita tidak bisa 100% beraktivitas dengan benar. Maka lakukanlah pemeliharaan dari dalam, salah satunya dengan ucapan terima kasih dan permintaan maaf, betapa tubuh kita ini sangat berharga.

  • Ucapkan dan tuliskan apa hal positif yang kamu inginkan (selftalk)

Misalnya, “Bismillah, aku selalu sehat, segar, bahagia…” Ucapan selftalk ini sama dengan DOA yang kita panjatkan berulang-ulang setiap hari. Harus berulang-ulang? Pasti! Ibarat menyusun batu-bata, setiap doa yang kita panjatkan akan terus bertambah tinggi mencapai langit πŸ™‚

  • Lakukan secara rutin (repetisi)

Tidak ada hasil baik yang didapat dari usaha secara instan. Hasil yang baik pasti memerlukan suatu PROSES. Mi instan aja harus dimasak, kan? Setiap hari selalu banyak peristiwa atau kejadian yang kita alami, baik yang bahagia, atau sebaliknya, menyedihkan dan tidak menyenangkan. Setiap hari, racun dalam tubuh dan pikiran kita terus bertambah. Itu kenapa, langkah pembersihan atau bahasa gaulnya “detoksifikasi” harus terus dilakukan.

Udah, ya, segini dulu curhatnya. Saya ambil poin-poinnya aja dari kelas The Healing Code batch 1. Hayuu…. mulai praktik sedikit demi sedikit agar kita dapat meminimalisir sekecil apapun penyakit yang mengganggu setiap bagian dari organ tubuh.

Kelas The Healing Code batch 2

.

Oiya, akhir Maret ini ada lagi kelas lanjutannya,Β The Healing Code batch 2 (28 Maret-10 April 2019).Β  Jangan khawatir, biayanya amat sangat terjangkau, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Kalau kamu berminat, boleh hubungi saya, ya, nanti saya bantu teruskan ke tim Healing Code.

Semoga tulisan ini bermanfaat, barakallahu fiikum…

Baca juga

.

#SETIP_Day9 #SemingguTigaPostingan #Estrilook Community