Arsip Tag: Penyakit

Manfaat Minyak Zaitun, Bukan Sekadar Isapan Jempol Belaka

Pilih minyak zaitun yang ada tulisannya “extra virgin” ya, tanpa campuran apa pun

Minyak zaitun, pasti teman-teman sudah sering dengar, kan? Minyak zaitun ini dihasilkan dari buah zaitun (Olea europaea)Β yang banyak tumbuh di daerah Mediterania. Begitu besar manfaatnya, sampai Allah menyebutnya di dalam Alquran, pada ayat pertama Surat At Tiin.

Lucunya, meski sudah sering mendengar namanya, saya dulu tidak pernah tertarik membeli minyak zaitun untuk digunakan sendiri. Selain karena harganya yang lebih tinggi dari minyak biasa, waktu itu saya beranggapan bahwa minyak zaitun hanya dibutuhkan oleh mereka yang sedang memiliki penyakit tertentu, seperti kolesterol tinggi, jantung, dan diabetes. Ibu saya sendiri yang memang kadar kolesterolnya sering naik turun, pernah mencoba membeli minyak ini untuk digunakan menggoreng. Memang sih, minyak ini berbeda dengan minyak biasa. Hasil gorengan lebih kesat dan kering, enggak lonyoh atau basah seperti gorengan pada umumnya.

Setelah teman-teman GSM (Geng Salihah Menulis) membahas tentang manfaat zaitun ini, barulah saya mulai tertarik meliriknya. Ternyata bukan cuma untuk kolesterol, lho. Pegal-pegal, sakit sendi, penyumbatan pembuluh darah (stroke), antioksidan, antikanker dan untuk perawatan kecantikan, adalah begitu banyak manfaat yang dimiliki oleh minyak ini. Bahkan, ada yang mengonsumsinya dengan cara diminum pakai sendok. Hiiiii…… Saya langsung begidik gimanaaa gitu bayanginnya. Apa enak, ya? Entahlah…. saya rasanya enggak pengen sama sekali. Lebih baik minum yang bentuk kapsul.

Sampailah pada beberapa hari yang lalu, waktu saya bertamu ke rumah seorang teman yang merupakan agen produk-produk herbal, beliau memberi saya sebotol mungil minyak zaitun (makasih yaa, mbak Anzilta πŸ˜€ ).

Awalnya jujur, enggak yakin mau minum minyak itu. Tapi saya pikir, nanti deh gampang, mau dipakai masak atau sebagai pelembab wajah kan bisa juga, enggak harus diminum. Dicoba aja dulu.

Ternyataa…. sampai di rumah, saya jadi penasaran, kayak apa sih rasanya? Mosok iya, minum jamu daun pepaya yang pahit aja saya lakoni, cuma minum sesendok makan minyak zaitun + air hangat aja takut? kwkwkwk… Akhirnya, siapin air hangat segelas, lalu tuangkan minyak zaitun ke sendok makan. Buka mulut, masukkan sendok, langsung telan, glekkkk!!! Buru-buru minum air hangat agar minyak segera larut. Udah. Enggak perlu bayangin dan mikir macam-macam. Suksesss deh πŸ˜€ Oalahhhh, sesimpel itu ternyata, Guys!

Nah, untuk kamu yang ingin mengonsumsinya juga dengan cara diminum, sebaiknya minumnya pagi hari, ya, saat perut masih kosong, atau malam hari menjelang tidur. Coba deh rutinkan aja, pasti ada manfaatnya. Terutama untuk kamu yang usianya sudah di atas 35 tahun, bagus banget untuk mencegah berbagai penyakit yang mulai datang “bersahabat” di rentang usia tersebut.

Setelah kepo rasanya minum minyak zaitun, hari ini saya penasaran mencoba minyak zaitun untuk manfaat lainnya, yaitu perawatan kulit. Habis mandi pagi, saya coba oleskan minyak zaitun pada beberapa titik kulit wajah dan memijatnya dengan gerakan memutar ke atas perlahan-lahan. Lakukan merata di seluruh bagian wajah dan lehermu, ya, termasuk area sekitar mata. Wihh takjub dehhh, minyaknya langsung meresap dan kulit pun terasa halus dan kenyal. Ealahhh….. ke mana aja saya selama ini, baru nyoba minyak zaitun sekarang.

Gimana, kamu berniat nyoba juga? Ternyata, bahan-bahan alami yang Allah sebutkan di Alquran, seperti kurma, buah tin, buah zaitun, dan madu, benar-benar memiliki khasiat nyata. Pantas saja mereka yang hidup di negara-negara Mediterania seperti Turki, Italia, Spanyol, Pakistan jarang sekali dilaporkan menderita penyakit berat semacam kanker, jantung, dan semacamnya.

Nah, kamu enggak perlu bingung lagi ya sekarang, karena semua yang ada di alam memang Allah sediakan untuk kelangsungan hidup manusia. Tapi kita sendiri yang terkadang lupa untuk menyadarinya. Betul, kan? πŸ™‚

Barakallahu fiikum….

#SETIP_Day10 #SemingguTigaPostingan #EstrilookCommunity

Semua Penyakit Berasal dari Pikiran, Percayakah Kamu?

Image : Slideshare.net

.

Siapa sih yang tidak mau hidup sehat, bahagia dan selalu terbebas dari kondisi tubuh yang kurang nyaman? Tubuh yang bermasalah sudah pasti akan sangat mengganggu aktivitas kita, bahkan dapat menghambat produktivitas dan performa kerja. Apalagi kalau kamu seorang ibu rumah tangga, yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setahun tidak pernah berhenti bekerja alias tak ada cuti maupun tanggal merah. Ye kan? πŸ™‚

Saya sendiri punya penyakit lumayan banyak *ngaku πŸ˜€ Tapi masya Allah, beberapa tahun terakhir ini qodarulloh, Allah selalu memberi kesehatan dan kondisi fisik yang cukup baik kepada saya. Bukannn…. bukan berarti saya enggak pernah sakit dan sehat terus. Tetap adakalanya lelah dan cenut-cenut, tapi Alhamdulillah sakitnya ya berkisar penyakit ringan, semacam flu, sakit kepala, atau pegal-pegal. Itu pun enggak lama dan biasanya sembuh sendiri. Padahal, sebenarnya saya punya penyakit maag dan iritasi lambung yang kalau sudah kambuh membuat diri tak berdaya, hanya bisa tiduran aja. Tapi Alhamdulillah, tidak pernah kambuh lagi beberapa tahun belakangan ini.

By the way busway, saya termasuk orang yang malas ke dokter kalau sakit *maaf ya untuk teman-teman yang berprofesi sebagai dokter πŸ™‚ Bukan masalah enggak suka minum obat, cuma enggak begitu suka aja dengan efek samping obat yang diminum. Kadang ada rasa kantuk, atau jantung berdebar, pikiran melayang dan tubuh menjadi lemas. Makanya kalau enggak terpaksa banget, saya jarang sekali minum obat.

Nah, ceritanya, selama satu bulan ini saya mengikuti kelas online bertajuk The Healing Code dari mbak Mutya Dita, seorang Hipnoterapis dan Grafolog yang selama ini sering saya ikuti kelasnya. Kelas pembelajaran di WA grup ini berisi tentang ilmu penyembuhan diri dari berbagai macam penyakit medis secara alami. Pesertanya cukup banyak dan dari berbagai macam latar belakang profesi, termasuk dokter dan perawat pun ada di kelas ini. Wow… kalau dokter saja tetap semangat untuk belajar, apalagi saya yang awam dan sangat kurang ilmunya ini, harusnya lebih semangat lagi, kan?

Kelas The Healing Code batch 1

.

Di jadwal, tertulis kelas ini hanya berlangsung selama 3 hari, mulai 22-25 Januari 2019. Tapi nyatanya, seperti kelas-kelas sebelumnya, selalu lebih panjang durasinya. Dan ternyata The Healing Code baru selesai di akhir Februari 2019. Kalau ikut kelas online dan durasinya diperpanjang senang enggak, pemirsa? Kalau saya pasti senanglah… Itu berarti ilmu yang diajarkan juga bertambah, bukan hanya sekadarnya saja.

Darimana Penyakitmu Berasal?

Apakah teman-teman percaya bahwa 90% penyakit yang kita derita sebenarnya berasal dari PIKIRAN? Kalau enggak percaya juga tak apelah πŸ™‚ Saya sendiri baru sadar kenapa penyakit maag yang dulunya cukup mengganggu mulai berkurang, bahkan tidak pernah kambuh lagi.

Dalam tabel penyakit yang diberikan di kelas pembelajaran, tertulis bahwa penyakit maag disebabkan karena adanya rasa stres dan khawatir yang berlebihan. Jika kita tidak ingin penyakit itu muncul lagi, artinya kita harus mampu melatih kontrol diri agar lebih tenang, rileks, dan nyaman.

Ada lagi, penyakit alergi, misalnya. Alergi terjadi karena adanya penolakan terhadap kemampuan diri. Atau penyakit yang semakin banyak penderitanya saat ini, yaitu kanker, lebih disebabkan karena penderitanya mengalami tekanan perasaan yang disembunyikan dan tak mampu diungkapkan selama bertahun-tahun πŸ™

Tidak semua orang percaya dengan pernyataan di atas. Dan saya pun tak hendak mengajak orang lain untuk 100% percaya. Hanya sekadar berbagi, bahwa apa yang kita alami pada tubuh, sebenarnya ada andil dari pikiran yang tidak benar alias pikiran negatif di situ.

Secara pikiran sadar, pasti banyak yang mengelak dan protes,
“Ahh… enggak kok, aku enggak pernah berpikiran aneh-aneh. Aku selalu percaya diri…”

Hihiii…. iya, itu kan secara pikiran sadar.
Tapi di sini, yang menjadi penyebabnya adalah secara pikiran BAWAH SADAR.
Pikiran bawah sadar ini terbentuknya sudah lama, berpuluh-puluh tahun, sejak kita lahir, bukan hanya saat ini saja. Terkadang kita bahkan tidak menyadari pola yang sudah terbentuk sejak kecil itu.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Kenali dahulu masalah apa yang mengganggumu

Bohong kalau orang hidup tak punya masalah πŸ™‚ Masalah ini bisa dilihat dari 2 sisi, sebagai bencana, atau justru kita syukuri sebagai berkah. Bersyukur kala ditimpa masalah bukan sesuatu yang mudah, keleussss πŸ˜€ *pasti pada ngomong gitu, kan? Justru itu, step by step memang harus dilatih. Sebagai orang beragama semua sudah ada panduannya, bahwa setiap detik, jam dan waktu yang kita syukuri selalu berbeda hasilnya dengan mereka yang hidup dengan penuh keluhan dan kemarahan.

  • Ucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepada dirimu

Yang belum pernah melakukan ini pasti mikir, “Ngapain sih pakai acara beginian segala?” πŸ™‚ Ini sebenarnya hampir sama dengan ketika kita selesai salat, kemudian melakukan istighfar, mohon ampun dan keikhlasan untuk menerima semua yang telah terjadi.Β  Jangan lupa, bahwa seluruh anggota tubuh kita ini sangat berharga. Ketika salah satu dari mereka rusak, atau butuh perbaikan, artinya kita tidak bisa 100% beraktivitas dengan benar. Maka lakukanlah pemeliharaan dari dalam, salah satunya dengan ucapan terima kasih dan permintaan maaf, betapa tubuh kita ini sangat berharga.

  • Ucapkan dan tuliskan apa hal positif yang kamu inginkan (selftalk)

Misalnya, “Bismillah, aku selalu sehat, segar, bahagia…” Ucapan selftalk ini sama dengan DOA yang kita panjatkan berulang-ulang setiap hari. Harus berulang-ulang? Pasti! Ibarat menyusun batu-bata, setiap doa yang kita panjatkan akan terus bertambah tinggi mencapai langit πŸ™‚

  • Lakukan secara rutin (repetisi)

Tidak ada hasil baik yang didapat dari usaha secara instan. Hasil yang baik pasti memerlukan suatu PROSES. Mi instan aja harus dimasak, kan? Setiap hari selalu banyak peristiwa atau kejadian yang kita alami, baik yang bahagia, atau sebaliknya, menyedihkan dan tidak menyenangkan. Setiap hari, racun dalam tubuh dan pikiran kita terus bertambah. Itu kenapa, langkah pembersihan atau bahasa gaulnya “detoksifikasi” harus terus dilakukan.

Udah, ya, segini dulu curhatnya. Saya ambil poin-poinnya aja dari kelas The Healing Code batch 1. Hayuu…. mulai praktik sedikit demi sedikit agar kita dapat meminimalisir sekecil apapun penyakit yang mengganggu setiap bagian dari organ tubuh.

Kelas The Healing Code batch 2

.

Oiya, akhir Maret ini ada lagi kelas lanjutannya,Β The Healing Code batch 2 (28 Maret-10 April 2019).Β  Jangan khawatir, biayanya amat sangat terjangkau, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Kalau kamu berminat, boleh hubungi saya, ya, nanti saya bantu teruskan ke tim Healing Code.

Semoga tulisan ini bermanfaat, barakallahu fiikum…

Baca juga

.

#SETIP_Day9 #SemingguTigaPostingan #Estrilook Community