Arsip Kategori: Travelling

Festival Kuliner Dunia 2018 di JEC Yogyakarta, Bukan Sekadar Ajang Berburu Kuliner, Dears

Pernah mendengar ungkapan, “Hidup untuk makan..” atau “Makan untuk hidup” ??
Kalau kamu pilih yang mana? 😊
.
Hidup untuk makan, artinya seluruh tujuan hidup hanya difokuskan untuk makan saja. Sementara ungkapan makan untuk hidup ingin menjelaskan bahwa makanlah sekadarnya saja, asal bisa hidup dan berenergi, itu sudah cukup. Kalau soal mau pilih yang mana dari kedua ungkapan itu mah terserah kamu, apakah tahun 2019 mau ganti Presiden apa enggak #eehh wkwkwk 🤣
.
Jadi begini teman-teman *mulai cerita nih ☺
Pada hari Minggu tanggal 18 November kemarin kan tanggal merah ya, udah pada tau belommmmm??
*yaeelahhh 🤣 hahhhaaahaa, anak TK juga tau mah kalau soal ini
.
Sedari pagi my little princess Lubna sudah bangun, sudah mandi. Padahal biasanya kalau hari Minggu mandinya harus disuruh-suruh, jaranggg banget mau mandi pagi. Nah, ini ternyata ada udang di balik batu. Udangnya apalagi kalau bukan pengen diajak jalan-jalan. Katanya di Jogja Expo Centre ada festival kuliner dunia.
.
Wahhh… ibunya aja heran, ini anak dapat info darimana ada acara begituan. Jawabnya, “Ya iyalah aku tau, kan anak gaul zaman now…” *ibunya tepok jidat.
.
Singkat cerita, kami berangkat ke sana, tapi sore hari biar nggak panas selama di perjalanan. Sampai di sana ternyata ada 2 acara , yaitu Pameran Komputer dan Festival Kuliner Dunia. Untuk festival kuliner dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang. Selain mendapat tiket masuk, pengunjung juga diberi beberapa voucher diskon untuk pembelian aneka makanan dan minuman di booth festival.
.
20181118_164210
Dengan harga tiket 10.000 kita dapat kupon undian + aneka voucher diskon. Lumayan, kan?
.
.
Ada Lebih dari 100 Booth Kuliner
.
Begitu masuk ke dalam, kita disuguhi dengan beberapa booth untuk foto gratis para pengunjung. Ada yang bernuansa bunga sakura Jepang, ada pula balon udara Eropa. Puas foto-foto sebentar, kami lanjutkan masuk ke arena festival. Ternyata ada lebih dari 100 booth menjadi peserta di situ. Suasananya ramai, karena hiruk pikuk pengunjung bercampur dengan suara dentingan peralatan memasak dari stan kuliner yang ada.
.
Karena baru pertama kali mendatangi festival macam begini, kesempatan buat saya mengambil beberapa dokumentasi, terutama di stan kuliner bebakaran. Cara membakar yang unik dan disemprot cairan agar api membara banyak menarik perhatian para penikmat kuliner, terutama di booth yang menyajikan aneka varian sea food, macam cumi panggang, ikan bakar, dan semacamnya.
.
Exif_JPEG_420
Sate cumiii…. Siapa mauuu?
.
.
Exif_JPEG_420
Booth seafood. Cara membakarnya menarik perhatian pengunjung..
.
.
Selain stan bebakaran, yang juga tidak kalah banyak penikmatnya adalah street food dari Korea dan Jepang. Kalau Jepang sudah cukup paham deh saya kulinernya. Nah, kalau Korea memang belum pernah nyobain, cuma pernah baca ada makanan yang namanya Bulgogi. Tapi kemarin yang kami cobain namanya Tteokbokki.
.
Exif_JPEG_420
Tteokbokki, makanan Korea dari tepung beras
.
Tteokbokki ini semacam cemilan dari tepung beras yang dimasak dan disajikan dengan rasa pedas yang agak manis. Setelah matang di atasnya ditaburi potongan daun bawang dan wijen. Teksturnya kalau dikunyah agak kenyal, mirip cilok menurut saya. Lubna sih bilang enakkkk 😄 Kalau ibunya mending beli batagor atau siomay kali, yeee…
.
Oya, buat kamu yang nggak hobi makan aneh-aneh, di sini ada juga lho makanan asli Jawa macam gudeg, bakmi, oseng-oseng (tumis). Tapi memang nggak banyak sih. Ada satu stan kuliner Jawa yang lumayan lengkap, yang jualan sudah sepuh (lanjut usia). Mendadak suasana berasa seperti di pasar tradisional dekat rumah, di mana banyak penjual kuliner asli Yogya yang masih sangat murah harganya.
.
Menjelang pulang, nggak lupa Lubna narik ibunya ke stan dessert dari berbagai negara. Saya nggak tahu nama makanannya apa. Pokoknya Lubna langsung tunjuk aja 😁 Dengan harga Rp. 20.000, – kami dapat 3 macam kue dessert yang atasnya ditusuk bendera kecil sebagai pengenal asal dessert tersebut.
.
.
Ada Booth Foto, Panggung Hiburan, Stan Buku dan Mainan
.
Meskipun namanya festival kuliner, jangan dikira cuma makanan aja yang ada. Stan buku, mainan dan panggung hiburan tetap ada. Ada juga both foto yang saya ceritakan di awal tulisan tadi.
.

 

20181118_165413
Gak perlu jauh-jauh ke Jepang, di sini juga ada bunga sakura 😂😜

.

20181118_175952
Bayangin aja kamu lagi ada di Cappadocia Turki, yang banyak balon udaranya *ngarepdotcom 😍
.
.
Nampaknya ini memang dibuat untuk menarik para pengunjung yang membawa anak. Dannnn benar aja, Lubna langsung merengek-rengek beli komik. Haiyyyaaaa…. sejak kapan transaksi beli komik terjadi di acara kuliner macam begini, hemmm….
.
Setelah berkeliling kurang lebih 2 jam akhirnya kami pulang. Sepanjang jalan little princess senyum-senyum terus. Happy banget dia karena berhasil membawa satu komik baru dari hasil perjalanan hari ini qiqiqiiii. Pastinya dia dapat satu pengalaman berharga yang bisa menjadi bahan imajinasinya menggambar komik, sekaligus untuk diceritakan pada teman-temannya. Ternyata banyak manfaatnya juga ya, bukan sekadar mengejar nafsu berburu makanan… 😂 💕
.
.
💜💚💛

Tragedi Lion Air JT-610, Antara Cinta, Cita dan Keprihatinan

Satu minggu terakhir….
.
Pemberitaan media begitu sarat dengan tragedi kecelakaan si burung besi Lion Air JT 610 tujuan Jakarta – Pangkal Pinang, yang jatuh di perairan Karawang pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu.
.
Pemberitaan ini bahkan mengalahkan berita utama di negeri ini, tentang musibah besar gempa dan tsunami Palu dan Donggala, yang lagi-lagi menjadi musibah ke sekian setelah peristiwa gempa Lombok sekitar 3 bulan yang lalu.
.
Ah, negeriku…
Ada apa dengan dirimu??
.
Bahkan seribu satu pro dan kontra di sosial media takkan mampu mencari tahu apa sebenarnya yang Dia rencanakan di balik semua kejadian ini.
.
.
20181105_011458_0001~01~01~01
.
Kembali pada tragedi jatuhnya pesawat Lion Air…
.
Ingatanku seolah melayang pada masa puluhan tahun silam…
Pada masa kecil dimana naik pesawat masih menjadi sesuatu yang eksklusif, dan beruntungnya, aku telah diberi kenikmatan untuk merasakannya.
.
Bouraq, Merpati, dan tentu saja sang pelopor penerbangan Garuda Indonesia,  adalah sederet nama maskapai yang sangat berjaya pada masa itu.
.
Tiga maskapai tersebut memberikan pelayanan yang istimewa dan sungguh memuaskan. Pilihan makanan dan minuman tersaji lengkap beserta kemasannya yang tampil ekslusif bak suvenir pernikahan. Ah, kenapa tak ada satu pun yang sempat aku dokumentasikan, ya? Betapa sesal kemudian serasa tak berguna.
.
Harga tiket pesawat pada era 80-90an itu mungkin tak ada yang diobral seperti zaman now. Tak ada istilah tiket promo, atau rebutan kursi promo.
.
Bahkan aku ingat, saat berusia 6 tahun, almarhum Bapak pernah mengatakan usiaku masih 5 tahun kepada petugas saat membeli tiket di loket. Tidak lain tidak bukan agar aku boleh duduk di pangkuan Bapak, tanpa harus membeli kursi sendiri. Lumayan bisa menghemat satu orang kan? ^^ Hemm…. ide yang cerdas…
.
Di masa itu jarang sekali ku dengar ada kecelakaan pesawat. Maka ketika tiket pesawat di masa kini semakin banyak diobral, seiring munculnya begitu banyak maskapai baru, dan impian naik pesawat telah menjadi kisah nyata milik semua orang, kenapa justru begitu banyak tragedi kecelakaan mengiringinya?
Bukankah seharusnya segalanya menjadi lebih baik?
.
Alat, sistem, fasilitas, kinerja, dan SDM seharusnya menjadi lebih rapi dan teratur seiring berkembangnya segala kemudahan yang ada.
.
Ahh…. teori dan asal bicara memang terlalu mudah diucapkan, ya Dears 😁
Siapa lah aku yang hanya seorang penumpang, yang saat ini hanya mampu menekan keypad di smartphone untuk sekadar menuliskan sepenggal opini berbasis masa lalu ini.
.
Kalau diizinkan bicara, aku hanya ingin mengatakan bahwa sesungguhnya aku mencintai langit, pesawat, dan segala hal berbau angkasa.
.
Cita-citaku dulu ingin menjadi seorang Pramugari dan Astronot. Entah apakah aku cukup cantik atau tidak saat itu heehhee…. tapi terlalu sering melihat mbak-mbak cantik itu di pesawat membuatku ingin menjadi seperti mereka. Sedangkan pilihan menjadi Astonot terpatri di dalam hati, lantaran saat itu sedang booming pemberitaan tentang calon Astronot pertama Indonesia bernama Dr. Pratiwi Sudharmono.
.
Bukankah nama kami sama-sama Pratiwi? Siapa tahu keberuntungan juga memihakku? 😅
.
.
Namun, ketika akhirnya masa remaja tiba dan tinggi badan tak memadai dalam persyaratan menjadi seorang Pramugari, cita-citaku seketika berubah ingin menjadi seorang Diplomat dan Penyiar Televisi. *cukup pilih salah satu, Diplomat atau Penyiar ya, jangan kau duakan cintamu #eeaaa #upss
.
Selanjutnya, aku sudah cukup puas melihat mbak-mbak Pramugari cantik itu setiap kali naik pesawat dan memperhatikan seragam mereka. Sesungguhnya ada sebersit rasa syukur di dalam hati, karena salah satu persyaratan tes menjadi Pramugari yang pernah kubaca adalah harus mengenakan rok di atas lutut. Ah, bukan aku banget itu. Aku terlalu sopan dan pemalu melakukan itu ☺ Tampaknya Dia Yang Maha Mengetahui sudah sangat pas mengatur segalanya, dengan tidak mengizinkanku menjadi seorang cabin crew.
.
Kini ku tahu, tak selamanya sesuatu yang terlihat menyenangkan dan wah selalu indah seperti yang kubayangkan.
Apalagi setelah beberapa hari lalu menyaksikan tayangan di sebuah televisi swasta, tentang wawancara bersama seorang Pramugari yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan maskapai singa terbang ini beberapa tahun yang lalu. Ia bercerita harus menjalani berkali-kali operasi untuk memperbaiki anggota tubuh dan tekstur wajahnya akibat kecelakaan itu, tanpa ada bantuan dari pihak perusahaan. Ia pun menuturkan ketidakjelasan sistem kontrak yang diterapkan, karena ia dan rekan sejawatnya masih terlalu muda saat itu. Bisa diterima sebagai Pramugari dan berkeliling Indonesia dengan pesawat saja sudah merupakan suatu kebanggaan baginya dan teman-teman, tanpa terpikir hal lain terkait perjanjian kerja dan sejenisnya.
.
Miris memang, sekaligus prihatin mendengarnya.
Tapi sekali lagi…
Siapalah aku?
Yang hanya mampu menautkan beberapa rangkai kalimat dalam kenangan akan cita-cita masa lalu.
.
Tapi tak perlu khawatir, aku masih tetap penggemarmu yang dulu.
.
Masih tetap cinta langit, pesawat, dan segala hal yang berbau angkasa… 💕
💜💛💚

4 Destinasi Bulan Madu “yang Tertunda” di Yogyakarta, Kamu Wajib Baca!

Halo, Dears
.
Kalau di tulisan sebelumnya saya tulis sedikit tentang tema Ta’aruf, di curhatan kali ini kita ngalor ngidul dikit, yuk, tentang hanimun yang dilakukan pasca ijab qabul 😄… Aishhh…
.
Mungkinnnn ada yang berpikir bahwa untuk honeymoon harus menyediakan anggaran yang lumayan besar. Jadi beberapa pasangan lebih suka menunda hal ini, karena saat pernikahan mereka telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengadakannya.
.
Ternyata, faktanya tidak selalu demikian lho…
.
Ada beberapa daerah tujuan wisata yang dapat kamu masukkan ke dalam daftar tujuan honeymoon-mu, dengan biaya perjalanan yang tidak terlalu besar dan terbilang murah. Salah satunya adalah merencanakan tujuan bulan madu ke kota budaya Yogyakarta.
.
Coba deh baca curhatan saya di bawah ini ya…
.
Hari minggu tanggal 14 Oktober 2018 kemarin saya dan teman-teman merencanakan penjelajahan ke 4 lokasi wisata di Yogyakarta. Untuk kamu yang hobi berfoto ria pasti sudah paham jika saat ini banyak lokasi di provinsi DIY yang sengaja dibuat untuk spot foto menarik, dengan biaya masuk ke lokasi yang relatif murah meriah. Mulai dari hutan pinus, pantai, sawah, sampai ke wisata jurang yang cukup instagramable spot-spotnya.
.

Karena membawa anak-anak dan takut lelah di perjalanan jika harus nyetir sendiri, teman saya mengusulkan untuk menyewa paket wisata ke beberapa tempat sekaligus dalam sehari. Untunglah ada seorang teman yang buka bisnis persewaan transportasi. Cukup dengan harga Rp500.000,- untuk sewa mobil selama 12 jam (sudah termasuk supir & BBM), kami sudah dapat menjelajahi 4 tempat wisata, plus boleh mengubah dadakan tujuan wisata yang diinginkan selama dalam perjalanan. Maklummm, supirnya kan teman sendiri, hehheee…

.
Yuk, kita ulas satu demi satu, ya, tempat yang kemarin saya datangi.
.
.

1. Hutan Pinus Pengger

.

Awalnya, saya mengira wisata hutan pinus yang terkenal di Yogya hanyalah hutan pinus Becici. Ternyata ada pula beberapa lokasi wisata hutan pinus yang tidak kalah menariknya dari segi tersedianya berbagai spot foto, salah satunya adalah hutan pinus Pengger, yang masih termasuk wilayah kabupaten Bantul.

.
.
IMG-20181015-WA0034
Naik… naik… ke puncak gunung…
.
IMG-20181015-WA0033
Siapa bilang partai emak rempong gak hobi travelling? wkwkwkwk… 😂 Eyangnya Lubna aja ikutan tuhh yang paling belakang 😘
.
.
Dengan tarif masuk ke lokasi yang cukup murah, hanya Rp2.500,- rupiah per orang,  kamu sudah boleh bebas berekspresi dan berlari-lari sesukamu di area ini. Apalagi dengan mengajak serta anak-anak, lengkap sudah kehebohan mereka menemanimu menikmati hutan ini.
.
Salah satu ciri khas hutan pinus Pengger adalah adanya spot foto menggunakan ayunan di pohon pinus yang dapat kamu sewa Rp10.000, – per ayunan per orang. Foto menggunakan ayunan ini bikin geli, terutama untuk anak-anak. Awalnya mereka antusias pengen foto di ayunan secara bertingkat. Ternyata setelah sampai di atas ayunan teriak-teriak minta turun qiqiqiiii…. hebohhh pokoknya… 😅
.
IMG-20181015-WA0024
Baru duduk 2 menit, Lubna udah teriak-teriak minta turun. Ini dipaksa ibunya suruh senyum karena difoto 😅
.
.
Oya, jika sudah bosan di hutan pinus Pengger, kamu dapat bergeser sedikit ke beberapa hutan pinus lain di sekitar hutan Pengger yang juga memiliki ciri khas spot masing-masing, termasuk hutan pinus Becici juga ada di sekitar lokasi itu.
.
.

2. Jurang Tembelan

.
Lokasi ini cukup sering saya baca di media sosial, dengan berbagai spot yang cukup menegangkan karena berada di pinggir area jurang. Jaraknya tidak terlalu jauh dari hutan pinus.
.
Selain menawarkan spot foto yang mengasah adrenalin, lokasi ini juga dilengkapi dengan taman cinta yang dilengkapi tulisan-tulisan lucu untuk background foto, seperti : kapan nikah?, jodohku otw, dll.
.
Untuk saran kedatangan, sebaiknya jangan di siang hari ya, karena lokasi ini cukup jarang ada pepohonan. Lebih baik pilih saat pagi atau sore hari agar waktu berfotomu menjadi lebih menyenangkan.
.
Siap menguji adrenalin di jurang ini? Kuyy… majuuuuu jalannnn…
.
IMG-20181015-WA0008
Ini ceritanya di atas perahu. Di bawah perahu itu ada jurang. Makanya gak berani gerak..
.
.
IMG-20181014-WA0032~01
Sepanjang mata memandang selalu ditemani oleh jurang.
.

3. Pantai Ngobaran

.
Selesai eksplor wisata alam di kabupaten Bantul, naiklah kami ke kabupaten Gunung Kidul yang kaya akan lokasi pantainya. Sambil berdiskusi di jalan, kami sepakat meneruskan petualangan ke pantai Ngobaran yang memiliki ciri khas pantai bertebing dan dijuluki “Tanah Lot-nya Jogja”.
.
Widihhhh…. kuper ini, saya baru tahu lho kalau ternyata ada kembaran Tanah Lot juga di Yogya.
.
Kenapa dibilang mirip Tanah Lot? Karena pantai Ngobaran memiliki tebing menjorok ke laut mirip Tanah Lot di Bali, dan terdapat pula area sembahyang umat Hindu berupa pura di lokasi pantai.
.
Lumayan asyik sih, suasananya jadi mirip di Bali. Diiringi suara gelegar dari deburan ombak yang kencang di tebing pantai, kamu dapat mulai mengeksplor pantai ini dengan berjalan-jalan di sekitar area pantai, selfie di beberapa spot foto yang disediakan, membeli oleh-oleh suvenir atau aneka ikan, udang dan hewan laut lainnya, asalkan jangan berenang di lautan. Di sini juga tersedia jasa fotografer & cetak foto yang cukup murah. Hanya dengan Rp10.000,- rupiah kamu sudah mendapatkan pelayanan foto diri dan cetak foto dengan hasil yang memuaskan.
.
.
IMG-20181014-WA0013
Tebing di belakang yang menjorok ke laut itu yang membuat pantai ini dijuluki “Tanah Lot-nya Jogja”
.
IMG-20181015-WA0054
Gapura dan patung di pantai Ngobaran ini membawa ingatan kita akan pulau Bali..
.
.

4. Pantai Sadranan

.
Pantai Sadranan juga terletak di Gunung Kidul, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari arah pantai Ngobaran. Jika kamu hobi snorkeling dan mencari aneka biota laut, datanglah ke pantai Sadranan yang dilengkapi dengan fasilitas persewaan alat-alat snorkeling.
.
Ombak di bagian pinggir pantai ini cukup landai dan tenang, mirip aliran sungai. Deburan ombak yang cukup keras mulai terasa beberapa meter dari pinggir pantai, di bagian tengah. Pantai Sadranan cukup aman untuk anak-anak bermain dan menangkap ikan di bagian pinggir pantai, asalkan tetap dalam pengawasan orang dewasa.
.
IMG-20181015-WA0010
Menangkap.ikan, kepiting, dan bermain pasir…
.
FB_IMG_1539612983999
Sebelum menangkap ikan jangan lupa beli ember & jaring kecil dulu ya…
.
.
Alhamdulillah…. perjalanan hari itu serasa bulan madu yang tertunda bagi saya #uhhukkkkk 😂 Tapi gak perlu nunggu hanimun juga kalii kalau mau ke Yogya 😁
.
Bagi saya, perjalanan menikmati alam bukan sekadar untuk berfoto, karena jujur, saya pemalu dan gak fotogenik 🙄 Banyak hikmah yang dapat kita rasakan dari sebuah perjalanan. Pikiran dan mata lebih fresh, hati juga lebih bersyukur, karena melihat betapa indah dan dahsyat alam yang telah Dia ciptakan.
.
Belajar dan selalu melihat tanda-tanda dari alam, itu hal yang sangat penting buat saya. Jika kamu terus mengasah kepekaan diri untuk selalu bersinergi dengan alam, maka hatimu pun akan menjadi lebih tenang, damai, dan selalu dipenuhi dengan kalimat-kalimat tasbih… 💖
.
💜💛💚
.
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity

Malioboro, Jalan Kenangan yang Tak Terlupakan

 


 

940c626ae2dbad5f93197a71611485c3
Foto : malioboro_insta
Kalau ditanya obyek wisata apa yang menjadi ikon kota Yogyakarta, pasti sudah tahu kan ya bahwa jawabannya adalah jalan Malioboro? ☺
 
Yup, siapapun yang datang ke kota pelajar ini belum afdol kalau belum foto atau menginjakkan kaki di jalan penuh kenangan ini. Kenapa disebut sebagai jalan kenangan? Hemmmm… tidak lain dan tidak bukan karena jalan Malioboro adalah jalan bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1750-an. 
 
Untuk kamu ketahui,  jalan Malioboro diambil dari nama sebuah jalan dalam kitab Ramayana, yaitu ‘Malyabhara” yang artinya jalan yang mengenakan bunga (jalan istimewa). Nah, karena pengaruh ucapan aksara Jawa A dibaca O, maka jadilah sebutannya adalah jalan Malioboro.
 
Di sepanjang jalan kenangan ini kamu tidak hanya bisa berbelanja atau berjalan-jalan sepuasnya. Ada beberapa obyek bersejarah masa lalu yang menunggu untuk kamu datangi, seperti Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Gedung Agung, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Agak selatan sedikit kamu dapat melihat dari dekat wilayah Kraton Yogyakarta di komplek Alun-alun Selatan (Alun-alun Kidul). Sementara di bagian utara terdapat Stasiun Kereta Api Tugu dan tidak lupa berdiri tegak di tengah perempatan lampu merah adalah Tugu Yogyakarta.
.
497e873466a17cb2246106e83689a0be
Foto : malioboro_insta
.
.
Menurut legenda dan kepercayaan masyarakat Yogya, antara Gunung Merapi, Tugu Yogya, Kraton, dan Pantai Parangtritis terdapat satu garis imajiner lurus yang menghubungkan tempat tersebut. Entah apa maksudnya, tapi legenda ini tetap menjadi misteri hingga saat ini, bahwa penguasa di Gunung Merapi memiliki hubungan erat dengan penguasa di Pantai Parangtritis.
.
Oke, kita tinggalkan yang berbau mistis yak. Lanjut fokus ke hal apa saja sih yang harus kamu perhatikan saat berkunjung ke Malioboro :
.
.
Selasa Wage
.
Dikutip dari situs Pikniekdotcom, setiap hari Selasa Wage adalah hari bersih-bersih bagi warga Malioboro. Jadi jangan heran apabila pada hari itu tidak terdapat pedagang yang berjualan, alias libur selama 24 jam.
.
.
Pegang Erat Tasmu
.
c414e9f4011c275dc8846c8db4fddd97
Foto : malioboro_insta
.
.
Bukan rahasia lagi jika di Malioboro banyak tangan-tangan jahil yang mencari kesempatan dalam kesempitan merogoh tas dan mengambil dompetmu. Selalu dekap erat barang bawaanmu dan taruh dibagian depan.
.
.
Tawar Barang 30% dari Harga Jual
.
Ingin dapat harga murah di Malioboro? Jangan malas menawar dan membandingkan harga dari satu penjual ke penjual lainnya yess! Lakukan penawaran dengan kalimat yang sopan sampai 30% dari harga yang ditawarkan penjual. Kalau belum boleh, tak ada salahnya kamu pergi dahulu ke penjual lainnya sekalian survei harga lain.
.
.
Lapar? Cari Lesehan yang Ramai dan Ada Daftar Menu dan Daftar Harganya
.
Semakin malam jalan Malioboro semakin ramai dan dipenuhi oleh para penjual makanan lesehan. Aneka lesehan gudeg, bebakaran, sea food, menanti untuk kamu santap dan nikmati. Tapi eitsss… tunggu dulu. Jangan terburu nafsu. Cari tempat lesehan yang banyak pengunjungnya dan jelas daftar harganya. Bukan rahasia lagi jika di beberapa tempat makan ada yang mematok harga tidak wajar, terutama untuk wisatawan dari luar Yogya.
.
.
Foto di Depan Tulisan “Malioboro”
.
2d493b910f3e49da673d668a62f9718e
Foto : malioboro_insta
.
.

Saat ini, kawasan jalan Malioboro mulai berbenah diri dan tampak lebih tertib dan bersih dari sebelumnya. Sepanjang trotoar yang dulu dipenuhi pedagang kaki lima dan dijadikan area parkir mulai dibangun taman-taman dan diberi kursi santai untuk tempat duduk-duduk mereka yang kelelahan, atau sekedar ingin berfoto selfie. Nah, bicara tentang foto, jangan lupa ya untuk selfir di depan plang tulisan “Malioboro” yang sangat ikonik itu. Plang berwarna hijau itu adalah pertanda bahwa kamu sudah berhasil menginjakkan kaki di jalan legendaris ini.

.

Okee… gimana? Kangen pengen ke Yogya lagi? Hayolahhh, siapa takuttt??!!

Yogya adalah kota ramah, murah meriah, dan penuh santun yang dijamin akan selalu ada di hatimu dan membawa kenangan indah saat kamu kembali ke daerah asalmu lagi… ☺❤

Ketika Impian Menjadi Nyata (2) : Madinah

Alhamdulillah, kita lanjut lagi ya cerita umrohnya 😊 Maafkannn kelamaan lanjutannya dari cerita sebelumnya…

Yang mau baca kisah sebelumnya ada disini

Jadi setelah 4 jam perjalanan Istanbul – Madinah, sampai juga di bandara Madinah sekitar pukul 00.30 dini hari. Waktu itu ada ratusan orang jamaah dari berbagai negara yang landing berbarengan rombongan kami. Jadi kebayang dong ya antrian imigrasinya seperti apa.
.
Nah, parahnyaaa…. petugas imigrasi di bandara Madinah santaiiiii banget kerjanya. Padahal semuanya pria. Dan rupanya mereka hobi ngobrol dan bicara dengan sesama rekan kerja. Duhhh itu antrian sampai lebih dari 2 jam.
.
Saya kasihan melihat beberapa jamaah yang sudah lanjut usia harus menunggu selama itu. Banyak diantara jamaah, termasuk saya, yang akhirnya duduk ngglesot alias ndelosor di bawah, karena sudah tidak tahan berdiri berjam-jam begitu lama. Bahkan sampai ada yang jatuh lho saking lamanya menunggu 😔
.
Hemmm.. bedaaa 360 derajat dengan petugas imigrasi di bandara Turki yang serba cepat, disiplin, dan tak banyak bicara.
.
Sekitar jam 03.00 pagi akhirnya selesai juga prosesnya. Kami telah dijemput oleh seorang Muthawwif (pembimbing umroh) yang ternyata telah menunggu kedatangan kami sejak jam 23.00. Mantap ya nunggu yang dijemput aja 4 jam lamanya di bandara. Kalau naik pesawat sudah sampai Istanbul itu 😁
.
.
Dari bandara kami diantar menggunakan bis menuju hotel di dekat Masjid Nabawi. Alhamdulillah hotelnya terletak di belakang pasar. Jadi setiap akan ke masjid kami harus melewati pasar yang menjual aneka oleh-oleh, suvenir, dan berbagai keperluan untuk jamaah. Harga-harganya pun relatif murah.
.
Untuk satu jilbab segi 4 yang bahannya lumayan halus, kita bisa beli seharga 5 SR (Saudi Riyal).
Kurs 1 Riyal sekitar Rp. 3.850, –
Untuk peci bentuk bulat, kamu bisa beli dengan harga bervariasi. Ada yang 5 SR, ada pula yang hanya 2 SR.
.
Oh ya, saya sempat beli tas traveling jinjing gede di pasar ini. Mau tahu harganya berapa? Only 15 SR aja, alias gak sampai Rp. 60ribu 😁 ck… ck… Padahal tasnya lumayan besar dan kuat loh.
Ehhh ini kenapa kita malah keterusan bahas tentang harga oleh-oleh ya hehhee..
Oke, saya lanjut lagi cerita tentang masjid Nabawi.
.
.
IMG_20180714_004824_327
Kubah hijau di belakang saya adalah makam Rasululullah Saw.
.
.
Masjid Nabawi ini merupakan masjid kedua yang dibangun Rasulullah Saw setelah masjid Quba. Saat itu beliau dalam masa hijrah dari Mekkah ke kota Madinah Al Munawwaroh yang jaraknya sekitar 340 km dari kota suci Mekkah. Ciri khas masjid Nabawi ini ada pada atap di pelataran masjidnya yang dapat membuka dan menutup seperti payung.
Setelah sholat Subuh atap-atapnya mulai dibuka, dan setelah sholat Ashar atapnya ditutup, sehingga kita sholat Maghrib dan Isya’ langsung beratapkan langit. Masyaa Allah.
.

Exif_JPEG_420
Atap di pelataran masjid siang hari
.
Exif_JPEG_420
Saat magrib tiba
.
Di dalam masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah yang ditandai dengan kubah berwarna hijau. Untuk masuk kesana dibatasi waktunya dan butuh banget perjuangan, karena harus berebut dengan ratusan jamaah dari negara lain. Biasanya ustadz pembimbing atau Muthawwif akan membimbing jamaahnya menuju tempat mustajab berdoa yang disebut Raudhah (Taman Surga). Raudhah ini letaknya diantara bekas mimbar Rasulullah dan makam beliau di dalam masjid.
.
.
Oya, Madinah ini kotanya tenang, nyaman, terdapat banyak pohon kurma, dan tidak seramai Mekkah. Enak deh untuk kamu yang suka jalan dan lihat-lihat suasana kota.
.
Sayangnya rombongan kami hanya stay 3 hari disini. Belum puas sebenarnya karena belum sempat keliling banyak. Ziarah hanya diajak ke Jabal Uhud dan kebun kurma. Padahal pengen banget lihat onta, tapi belum kesampaian. Doakan ya next time bisa kesana lagi dalam rangka ibadah haji yang wajib buat umat muslim. Aamiin… ☺
.
.
Exif_JPEG_420
Jalan raya di pusat kota Madinah, sekitar Masjid Nabawi. Tenang & tidak terlalu ramai.
.
.
Rasulullah pernah berkata, bahwa sholat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1000x lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan sholat di Masjidil Haram memiliki keutamaan 100.000x lipat dibanding sholat di masjid lainnya.
Jadi kalau kamu punya rezeki, jangan tunda lagi untuk segera berkunjung ke rumah Allah dan Rasulnya, ya. Insya Allah Dia akan ganti seluruh biaya yang kamu keluarkan dalam bentuk rezeki yang lebih berlimpah dan barakah 💖
Next kita sambung lagi kisah di Mekkah Al Mukarromah ya…

Ketika Impian Menjadi Nyata (1) : Antara Jogja – Jakarta – Istanbul

Alhamdulillah, cuma bisa nangissssss……
Antara terharu, bahagia, bersyukur, dan entah perasaan apalagi yang saya rasakan.
 .
Yup, tanggal 20 April 2018 merupakan tanggal bersejarah dalam kehidupan saya, khususnya sebagai seorang muslim, sekaligus seorang pemimpi yang tak henti-hentinya selama ini memaksa diri agar mimpi-mimpi saya dapat terwujud.
 .
Ada 2 impian terbesar yang saya tanamkan terus di pikiran bawah sadar, yaitu :
 .
1. Pergi ke Baitullah
2. Menjejakkan kaki ke Turki, negara dengan percampuran budaya Asia – Eropa, yang merupakan tempat bersejarah perekam jejak penyebaran Islam di wilayah Eropa
 .
Luar biasanya, impian itu Allah wujudkan menjadi satu dalam paket Umroh yang ditawarkan ke saya oleh sebuah biro umroh yang saya cari secara online.
.
Mungkin memang Allah sudah atur semuanya. Dari hampir ratusan biro haji dan umroh yang ada di Yogyakarta, kebetulan yang responnya saya rasa cepat dan sigap adalah biro yang saya pakai ini. Entah kebetulan atau tidak, mereka langsung nawarin paket umroh + Turki yang akan berangkat 3 minggu kemudian. Sempat deg-degan dan gak yakin saya bisa berangkat secepat itu. Tapi mereka meyakinkan akan bantu saya mengurus paspor, visa, dan dokumen-dokumen penting secepatnya (bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang paspor dan meningitis).
.
Alhamdulillah, akhirnya semua beres juga dan Allah izinkan saya berangkat dengan rute cukup panjang, Yogyakarta – Jakarta – Istanbul – Madinah, pada tanggal 20 April 2018.
 .
Setelah sebelumnya menahan tangisan di depan keluarga tercinta saat pamitan, saya kemudian ikhlas mengizinkan airmata mengalir derasss #hikss saat maskapai Turkish Air hendak take off dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Attaturk Istanbul.
.
Berkali-berkali mengucap hamdalah, dan sesekali mengusap mata yang makin memerah 😥
Dari mulai naik tangga pesawat saja saya sudah terkagum-kagum melihat badan pesawat jenis Airbus ini 🙈 Lebay bangettt pokoknya…
Udah gitu kru pesawatnya cakep-cakep lagi. Pakaian dinas
 pramugari dan pramugaranya sopan. Kalah deh pramugari kita kalau soal etika berpakaian gini 😊
 .
Exif_JPEG_420
Cakep dan sopan kan pakaiannya 😄 
.
.
Btw, perjalanan Jakarta – Istanbul memakan waktu sekitar 12 jam. Saya dan rombongan umroh (semuanya 27 orang), berangkat dari Jakarta pukul 21.30 WIB. Keesokan harinya kami tiba di bandara Attaturk sekitar pukul 06.00 pagi waktu Istanbul (sekitar pukul 10.00 WIB).
 .
Dimaklumi ya kalau ada foto yang blur. Masih ngantuk, sih 😅
 .
.
Exif_JPEG_420
Blurrrrr…. Efek ngantuk kali, ya 😅
.
.
Exif_JPEG_420
Duhhh, ini juga gak fokus
.
.
Exif_JPEG_420
Nah, yang ini lumayan lah.. 😂
.
.
Exif_JPEG_420
Ini belom mandi ya, catettt. Lelah, letih, lesu 😂
.
.
Review lengkap perjalanan dengan Turkish Air insya Allah saya ceritakan di bagian terpisah ya. Tunggu aja…. Moga-moga mood nulis senantiasa terjaga hehhehee 😊
.
Lanjuttt….
.
Sampai di Istanbul rombongan kami langsung dijemput oleh seorang Guide bernama Aisha. Tomboy, cekatan, dan hanya dapat berbahasa Inggris, tanpa mengerti sedikit pun bahasa Indonesia, membuat beberapa anggota rombongan sempat khawatir tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Aisha.
 .
 Untungnya, ada anggota rombongan yang fasih berbahasa Inggris, sehingga sangat membantu banget sebagai translator selama Aisha menjelaskan berbagai hal tentang Turki saat kami melakukan city tour.
 .
Hmmm…. awalnya si Aisha ini sempat ngambek lho, karena orang Indonesia dianggapnya lelet, terutama yang cewek. Maklum, saat itu ada beberapa anggota rombongan yang wanita setelah sholat subuh di bandara agak lama selesainya. Jadi Aisha sebal dan langsung ngeloyor pergi keluar bandara.
 .
Oya, city tour ini terbatas bangettt waktunya, karena jam 5 sore kami sudah harus sampai di bandara Attaturk lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Madinah. Jadi setelah sarapan sejenak, diputuskan ada 4 lokasi inti yang akan kami kunjungi.
.
.
1. Masjid dan Makam Abu Ayyub Al Anshori (Eyup Sultan Mosque/Eyup Sultan Camii)
 .
.
.
.Abu Ayyub yang nama aslinya Khalid bin Zaid ini adalah sahabat Nabi paling tua yang hidup pada zaman khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq,  Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Beliau menjadi istimewa karena Rasulullah pernah singgah di rumahnya selama 7 bulan saat masa hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu pembangunan Masjid Nabawi dan kediaman Ummul Mukminin Saudah belum selesai, sehingga Rasulullah menumpang sementara di rumah Abu Ayyub Al Anshori.
.
Abu Ayyub kemudian meninggal di Konstantinopel (Istanbul) dalam peperangan melawan pasukan Romawi. Di komplek makamnya ini juga dibangun masjid yang kami kunjungi ini sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.
.
.
Exif_JPEG_420
Saya tetap cinta Indonesia, kok.. 😁
.
.
Yang unik, saat akan masuk ke masjid, di depan pintu disediakan kantong plastik gulungan seperti kalau kita belanja buah/sayur di supermarket ☺ Jangan lupa ambil kantong plastiknya  ya, karena kantong itu disediakan untuk tempat sepatu/sandal para jamaah. Jadi sepatunya kita bawa masing-masing, bukan ditaruh di depan masjid seperti biasanya.
.
Ada kejadian lucu waktu itu. Sehabis sholat dan berdoa saya terbengong-bengong menikmati indahnya desain interior dalam masjid, lalu menyempatkan mengambil beberapa foto. Ehhh mendadak ada petugas datang mengusir saya dan 3 teman jamaah lainnya. Saya pikir dilarang memotret. Ternyataa…. oh ternyataaa…. kami salah tempat sholat wkwkwk, karena itu tempat sholat buat jamaah pria 🤣
Ya Allah, malu banget rasanya 😂
.
.
2. Museum Panorama (Museum Perjuangan Rakyat Istanbul)
.
.
Setelah dari masjid Abu Ayyup tadi kami lanjut ke Museum Panorama. Ini semacam museum perjuangan yang banyak terdapat foto-foto dinasti keIslaman dan.para khalifah di dalamnya. Di puncak paling atas gedung museum dibuat semacam diorama, seolah-olah kita sedang berada di dalam arena pertempuran. Ruangannya dipenuhi dengan lukisan 3 dimensi para khalifah yang sedang bertempur, diiringi dengan riuhnya efek suara pertempuran. Merindinggg rasanya berada di sana.
.
.
.
Exif_JPEG_420
Background di belakang saya adalah diorama pertempuran rakyat Turki
.
.
Exif_JPEG_420
Wefie bareng remaja Turki. Ternyata mereka suka heran klo liat orang Indonesia bawa tongsis 😅
.
.
3. Kompleks Hagia Sophia dan Blue Mosque (impian saya bangettt iniii)
.
Nah, kalau ini adalah impian yang selama ini saya idam-idamkan sejak menonton film dan membaca novel Hanum Rais,  “99 Cahaya di Langit Eropa” pada tahun 2013 😍
.
Hagia Sophia dulunya merupakan gereja yang kemudian diubah menjadi masjid. Lalu akhirnya dijadikan museum. Kemarin rombongan kami belum sempat masuk, karena waktu tidak memungkinkan dan antrian juga sangat banyak. Hanya diizinkan berjalan-jalan saja di seputaran komplek Hagia Sophia dan Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque) yang terletak dalam satu wilayah pula dengan Istana Topkapi.
..
..
Exif_JPEG_420
Menara Blue Mosque
.
.
Exif_JPEG_420
Gerbang utama Blue Mosque sedang dipugar
.
.
Exif_JPEG_420
Hagia Sophia. Alhamdulillah, dream comes true!! Always believe in your dreams, ya 💜

.

4. Produsen Jaket Wol Berlabel “Emelda”
 .
Terakhir, sebelum balik ke bandara Attaturk lagi kami diajak mampir ke butik Emelda, salah satu produsen jaket dan aneka aksesoris kulit asli di Istanbul. Ada fashion shownya juga, dengan peragawan peragawati yang taulah ya, cakep-cakep pastinya macam para artis di serial film turki di TV ☺
Oya, mau tahu harga jaketnya berapaan? Hemm… waktu itu ada yang sekitar $ 2.000 kalau nggak salah. Ada beberapa yang diskon juga sih di bawah itu 😄 Sebanding lah ya antara harga dan kualitas.
.
.
images (14)
Butik Emelda, produsen jaket kulit eksklusif Turki. (Foto : tripadvisor.co)
.
.
Tau gak sih, meskipun hanya beberapa jam saja mengelilingi Istanbul, tapi Masya Allah, kota ini bener-bener ngangeninnn banget. Suasananya, kotanya, orang-orangnya (cakep semua 😁), bangunan-bangunan bersejarahnya.
.
.
Apalagi bulan April adalah peralihan  dari musim dingin ke musim semi.
Cahaya matahari bersinar cerah, bunga-bunga tulip bermekaran dimana-mana.
diiringi suhu udara yang cukup nyaman, sekitar 15 derajat celcius.
.
Jadi kalau kamu punya rencana travelling ke Turki, waktu paling pas memang sekitar bulan April. Kalau bulan Maret cuacanya masih dingin dan bersalju, belum kelihatan cantik dan romantisnya bunga tulip.
 .
.
Exif_JPEG_420
.
Exif_JPEG_420
Kompleks Blue Mosque (Sultan Ahmed Mosque)
 .
Exif_JPEG_420
Semburat musim semi di halaman museum Hagia Sophia. Cantik yaaa Masya Allah…

.

Exif_JPEG_420
Masya Allah… akhirnya bisa juga aku menyentuhmu, wahai bunga Tulip 💜

.

Exif_JPEG_420
Klo ini taman di Museum Panorama
.
.
Nah, setelah melakukan city tour kurang lebih 10 jam, rombongan kami kembali ke bandara Attaturk untuk melanjutkan penerbangan ke kota Madinah Al Munawwarah by Turkish Air lagi. Penerbangan memakan waktu sekitar 4 jam dan kami tiba di Madinah jam 01.00 dini hari.
 .
Bagaimana kisah selanjutnya menjejakkan kaki di negara Arab? Hemmm… petugas imigrasinya seru abiss lhoo….
.
Tunggu tulisan selanjutnya ya. Doakan ya saya beneran lanjutin bagian 2 nya 😅
.
.
(Baca lanjutan kisahnya tentang Madinah di sini )
.
.

CARA MEMBUAT PASPOR DAN SUNTIK MENINGITIS TAHUN 2018

Assalamu’alaikum,

Haiii… Adakah teman-teman yang ingin berangkat umroh? Pasti sudah tahu kan ya bahwa salah satu syarat berangkat umroh adalah harus melakukan suntik Meningitis. Nah, saya ingin sharing sedikit pengalaman pertama cara membuat paspor dan suntik meningitis yang 2 minggu lalu saya lakukan.

Saya termasuk peserta umroh yang nekat mendaftar secara mendadak sekitar 3 minggu sebelum keberangkatan. Sama seperti rezeki dadakan yang Allah berikan secara tiba-tiba kepada saya.

Awalnya pesimis sih bisa berangkat dalam waktu kurang dari 3 minggu karena saya belum pernah ke luar negeri sama sekali, yang artinya juga belum pernah punya paspor. Ketambahan lagi, saya belum percaya bahwa saya bisa berangkat dalam waktu secepat itu 😂 Tapi biro umroh tempat saya mendaftar meyakinkan, mereka akan membantu, asalkan syarat pas foto berwarna 4×6 berlatar belakang putih + KTP + KK sudah tersedia secepatnya.

Akhirnya pada tanggal 2 April 2018 jam 08.00 pagi saya meluncur terlebih dahulu ke Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk melakukan interview dan foto pembuatan paspor. Karena sebelumnya telah mendaftar secara online dan datang tepat waktu sesuai jadwal, tidak sampai 30 menit semua proses Alhamdulillah kelar dilakukan. Saya langsung membayar biaya paspor Rp. 355.000, – di loket Mobil Pos yang tersedia di halaman Kantor Imigrasi. Paspornya sendiri baru dapat diambil 5 hari kerja setelah dilakukan pembayaran.

Sumber foto : sekolahumroh.com

Selesai dari Kantor Imigrasi, saat itu juga saya meluncur ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk suntik Meningitis. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kantor Imigrasi. Saya membawa pasfoto 4×6 + foto copy KK + KTP untuk jaga-jaga jika dibutuhkan.

Sampai di sana ternyata sudah banyak peserta suntik yang antri (padahal masih jam 9) dan rata-rata mereka masih bingung bagaimana prosedurnya, termasuk saya 🙈

Untungnya, ada beberapa petugas yang memang bertugas melayani berbagai pertanyaan soal prosedur suntik Meningitis, meskipun memang tidak banyak dan harus sabarrrrr banget nungguin mereka jelasin ke peserta lain.

Intinya begini prosedur suntiknya :

1. KKP tidak menyediakan formulir pendaftaran secara langsung. Jadi kita harus isi data terlebih dahulu di formulir online di web resmi berikut ini https://sinkarkes.kemkes.go.id. Mengisinya dari HP masing-masing ya, karena KKP tidak menyediakan fasilitas komputer untuk peserta melakukan pendaftaran online. Yang disediakan di sana adalah wifi gratis ☺

2. Selesai mengisi data diri dan upload KTP, jangan lupa download terlebih dahulu formulir yang telah diisi tadi, lalu kirimkan ke email resmi KKP. Nanti ada petugas khusus yang langsung mengeprint formulir yang kita kirimkan ke email tadi. Antri sih, tapi dinikmati aja deh ya, daripada harus ngeprint di luar kantor.

3. Selesai mencetak formulir pendaftaran, barulah kita boleh mengambil nomor antrian di loket. Petugas loket akan menanyakan paspor kita sebelum mengizinkan kita melakukan suntik Meningitis. Untuk kasus seperti saya yang belum jadi paspornya, diperbolehkan menunjukkan bukti pelunasan paspor saja.

4. Setelah menyerahkan formulir ke loket, saya dipersilahkan melakukan cek urine terlebih dahulu. Kemudian barulah dikumpulkan dalam satu ruangan yang isinya kurang lebih 10 orang untuk dijelaskan segala hal terkait dengan vaksinasi Meningitis.

Oya, ada kasus sedikit. Seperti halnya vaksinasi lainnya, Meningitis tidak boleh dilakukan apabila peserta dalam keadaan demam.
Payahnya, hari itu kondisi badan saya agak demam karena begadang sampai subuh nungguin anak yang demam tinggi 🙁 Petugas memeriksa suhu badan saya dan bertanya apakah saya sehat? Karena takut gagal suntik (sudah ngantri 2 jam gitu, lo 😀 ), buru-buru dengan penuh yakin saya jawab bahwa saya sehat wal’afiat. Suhu tubuh yang hangat disebabkan karena kurang tidur, bukan karena ada bakteri atau virus tertentu.

5. Setelah itu peserta dipersilahkan membayar biaya Meningitis, kemudian masuk satu demi satu ke ruangan untuk melakukan suntik di lengan atas sebelah kiri. Saya lupa berapa persisnya biaya Meningitis kemarin. Yang jelas sekitar 300ribuan.

6. Selesai suntik, peserta akan diminta menunggu untuk dipanggil kembali mengambil buku Meningitis yang sudah jadi.

7. Tarraaaa….selesai deh dalam satu hari 😁 Kalau tidak salah ingat masa berlaku buku suntik Meningitis sekitar 2 tahun dari masa pembuatan.

Oiya, jika ditotal biaya bikin pasport dan suntik Meningitis total keduanya hampir 700ribuan. Mungkin ada yang membutuhkan informasi biaya ini, silakan dibaca dulu ya dari atas biar gak bingung 😊.

5 Destinasi Wisata di Kawasan Merapi

Gunung Merapi, adalah nama salah satu gunung berapi yang teraktif di Indonesia. Gunung ini terletak di bagian tengah Pulau Jawa dan diapit oleh dua propinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lereng sisi selatan berada dalam wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Banyak kisah mistis dari gunung megah yang berada pada posisi satu garis lurus dengan Tugu Yogyakarta, Kraton dan pantai Parangtritis ini.

Meskipun hingga saat ini gunung Merapi memiliki siklus aktif sekitar 2 hingga 5 tahun sekali, namun wilayah di sekitar lereng merapi sangatlah subur, sehingga banyak masyarakat yang bertahan hidup disekitar lerengnya dan enggan melakukan relokasi. Bahkan saat ini semakin banyak bermunculan tempat wisata disekitar wilayah lereng gunung Merapi.

Apa sajakah pesona wisata tersebut? Simak 5 diantaranya yuk..!

1. Kaliurang

Tempat.co.id

Salah satu ikon wisata pegunungan di Yogyakarta adalah Kaliurang. Terletak di Kabupaten Sleman, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan atau sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Namun tak perlu khawatir, akses menuju Kaliurang terbilang sangat mudah. Berbagai jenis kendaraan umum seperti bus, taksi, ojek siap mengantarkan kita menuju daerah ini.

Kaliurang terletak di kaki Gunung Merapi, pada ketinggian sekitar 875 meter dari permukaan laut. Lokasi di dataran tinggi inilah yang membuat suasana di Kaliurang sangat sejuk dan banyak wisatawan menggunakannya sebagai tempat rehat sejenak dari bisingnya aktivitas kota.

Oya, daerah wisata Kaliurang juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata menarik lho, seperti Taman Bermain Anak, Tlogo Putri, Air Terjun, Gardu Pandang, Museum Merapi dan aneka persewaan villa maupun ressort lengkap dengan harga bervariasi.

2. Lava Tour Merapi

Maioloo.com

Letusan gunung Merapi yang cukup dahsyat pada tahun 2010 yang lalu menyisakan banyak kepedihan dan meratakan sisi lereng bagian selatan. Mengubah asri dan sejuknya hutan Kaliadem menjadi lautan pasir dan timbunan material bebatuan. Tak ingin berlarut dalam kesedihan mendalam, masyarakat sekitar pun kemudian berinisiatif mengadakan paket wisata Lava Tour Merapi.

Dengan mengendarai jeep, Anda dapat berkeliling menikmati beberapa rute panjang maupun pendek mengelilingi area lereng, sungai, desa dan menikmati pemandangan puncak Merapi dari jarak pandang kurang lebih 2 km dengan tarif per paket mulai Rp. 400.000,-. Wajib dicoba untuk Anda yang hobi berpetualang.

3. The Lost World Castle

Sentrawisata.com

 

Akibat dahsyatnya erupsi gunung Merapi pada 2010 lalu yang meluluhlantakkan desa Kepuharjo, lahirlah bangunan unik The Lost World Castle yang terletak di dusun Petung, desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman yang menjadi spot wisata kekinian di Yogyakarta. Sejak dibuka awal Januari 2017 lalu, tempat ini sukses menyedot ribuan pengunjung setiap akhir pekan.

Bentuk The Lost World Castle ini menyerupai bangunan kastil kuno dan mirip Tembok Besar Cina. Banyak juga yang menyebut tempat ini dengan sebutan “Benteng Takeshi Sleman”.

Lalu apa saja yang ditawarkan obyek wisata ini? Yang pasti untuk kamu yang hobi selfie, banyak spot foto unik disini yang bisa dipamerkan di sosial mediamu. Ada juga spot wisata Stonehenge kw alias buatan yang membuatmu serasa berada di situs batu bersejarah Stonehenge asli di Inggris.

Sentrawisata.com

4. Museum Merapi

Museum Merapi terletak di dalam area lokasi wisata Kaliurang. Bangunannya sangat artistik, berbentuk trapesium dengan salah satu sisinya meruncing membentuk segitiga. Bangunan 2 lantai ini sengaja dibangun dengan latar belakang gunung Merapi. Saat langit cerah dan gunung Merapi tak tertutup awan, mereka tampak berdiri berdampingan dengan gagahnya.

Museum-merapi.blogspot.com

Di dalam museum terdapat replika sebaran awan panas dari beberapa letusan gunung Merapi yang telah terjadi. Sebaran awan panas dan aliran lava pijar akan terlihat menyerupai kejadian waktu itu. Siapapun akan langsung terbayang dahsyatnya gejolak letusan gunung api yang menyebabkan ratusan rumah tertimbun material vulkanik, ribuan ternak mati dan banyak warga harus dievakuasi.

Selain dapat melihat replika letusan seperti aslinya, museum ini juga memperlihatkan koleksi foto-foto Merapi dari tahun ke tahun beserta display aneka tipe letusan gunung. Yang paling menarik, kita akan disuguhkan film pendek berdurasi sekitar 24 menit di dalam teater mini. Film berjudul Mahaguru Merapi ini memperlihatkan 2 sisi yang berbeda dari gunung Merapi. Di satu sisi lingkungan Merapi sangat subur dan bermanfaat bagi makhluk di sekitarnya, namun ada saatnya Merapi menggelora, meluluhlantakkan semuanya tanpa tersisa.

5. Petilasan Mbah Maridjan

Teamtouring.net

 

Mbah Maridjan adalah juru kunci gunung Merapi. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai gunung Merapi. Bahkan saat terjadi erupsi dahsyat pada tanggal 26 Oktober 2010, mbah Maridjan memilih tetap tinggal dirumahnya dan enggan mengungsi bersama penduduk lainnya. Jasad almarhum ditemukan di kediamannya di dusun Kinahrejo, kecamatan Cangkringan. Selain mbah Maridjan, di kediaman tersebut juga ditemukan jasad Tutur Priyanto (relawan PMI) dan Yuniawan Wahyu Nugroho (wartawan Viva News) yang menjadi korban karena mencoba menyelamatkan warga yang masih ada di daerah tersebut (tribunnews.com, April 2016).

Di area petilasan ini terdapat beberapa bangunan yang salah satunya berisi koleksi beberapa benda dan perabot rumah tangga yang menjadi saksi bisu atas dahsyatnya amukan Merapi pada 2010 lalu. Sedih memang melihat kerangka sepeda motor, mobil dan beberapa perabotan yang seperti ingin meninggalkan jejak. Tapi dengan adanya museum yang dibangun oleh pihak keluarga ini kita dapat belajar banyak tentang arti besarnya kekuasaan Tuhan.

Bagaimana? Tertarik berwisata ke kawasan Merapi? Dijamin kamu akan melihat sisi manusiawi lain dari gunung ini, bukan sekedar sorotan kegarangan yang selama ini selalu tampil dalam setiap gejolak erupsinya.

*)Tulisan ini pernah dimuat di UC News

Belajar dari Laut di Pulau Lombok

Siapapun tahu, tanah kelahiran sampai kapanpun tak akan mungkin dapat terlupakan.
Bahkan saat kita sudah tidak lagi tinggal disana, memori akan masa kecil masih tertanam jelas dalam ingatan.

Adalah Lombok, pulau dibagian timur Indonesia yang mengiringi langkah masa kecilku.
Meski hidupku telah berpindah secara fisik ke kota budaya nan sederhana, Yogyakarta tercinta, namun pulau Lombok dan segala “kepedasannya” masih menempel erat dalam rasa yang ada.

Tidak banyak orang yang tahu bahwa di Lombok kita dapat melihat 2 kebudayaan : budaya Bali, dan sekaligus budaya Lombok.
Kedua budaya ini hidup berdampingan dan saling menghormati dengan adat istiadatnya masing-masing.
Jika kamu ingin hemat waktu dan biaya, rasa-rasanya kamu cukup datang ke Lombok untuk mendapatkan dua suasana itu, Bali dan Lombok sekaligus 😊.

Apa yang menarik dari pulau yang terletak antara selat Lombok & selat Alas ini??

Setiap orang memiliki ketertarikan berbeda saat melakukan perjalanan ke suatu daerah tertentu.
Ada yang suka pantainya, gunungnya, kulinernya, budayanya, dll.
Bersyukurlah karena di pulau pedas ini kita akan disuguhi beraneka ragam obyek wisata yang tidak akan terasa membosankan.
Dalam daftar wisata kuliner saja ada bermacam kudapan yang akan memanjakan lidah para traveller.
Mulai dari Sate Bulayak, Sate Pusut, Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Dendeng, Abon, Beberuq (lalap terong mentah), ikan laut bakar dan banyak lagi yang akan membuatmu segera membayangkan sepiring nasi hangat dan ulekan sambal terasi.
Widihh, perutku seakan ikut bicara saat menuliskan fakta dan realita ini 😅

Meski aku, yang langsing dan makannya biasa-biasa saja ini selalu bersemangat apabila sudah bicara tentang makanan khas Lombok, tapi ada satu obyek yang sebenarnya selalu membuat penulis merasa baper.
Apakah itu?
Hemmm… Lauttt..!!
Entahlah, penulis yang sebenarnya dahulu tidak begitu suka laut karena tidak bisa berenang, beberapa tahun terakhir ini mulai menyadari betapa laut menyimpan banyak arti.

Dan Lombok, adalah surganya pantai dan lautan.

Pantai Senggigi, Pantai Kuta, Selong Blanak, Pantai Mawun, dan Pantai Pink adalah beberapa nama pantai yang populer di pulau ini.
Jika pantai Senggigi sudah sangat dikenal sebagai salah satu ikon pantai di Lombok, maka Pantai Mawun dan Pantai Pink adalah pantai yang masih sangat asli dan sangat indah. Kamu akan merasa pantai ini sebagai pantai pribadimu karena tidak begitu banyak pengunjung yang sampai disini.

Terlebih jika kita mau meluangkan waktu untuk menyeberang sejenak ke pulau-pulau kecil yang namanya berawalan dengan nama Gili. Ada Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Sundak, dll.

Screenshot_2017-10-02-13-54-14-476
Sekotong

 

dsc00255
Senggigi

 

Lalu apa yang sebenarnya kupikirkan tentang Laut? Mengapa lautan begitu bermakna untuk aku yang tidak bisa berenang? hehheheee…

Saat aku duduk di garis pantai, memandang bergulungnya deburan ombak dalam suasana yang masih sepi, hanya satu yang terpikirkan : rasa SYUKUR.
Adakah yang pernah merasakan hal ini?
Apakah untuk sekedar bersyukur kita harus datang ke pantai, atau ke laut?

Heemmm…
Pertanyaan ini sama saja dengan : “Apakah untuk sekedar minum kopi harus datang ke kedai kopi ? ” 😁
Tentu saja tidak…
Tapi, adakalanya kita membutuhkan suasana kedai kopi itu agar rasa yang ditimbulkan menjadi lebih nikmat.
Sama seperti laut atau pantai yang adakalanya aku butuh datangi untuk sekedar mengkhidmatkan rasa syukurku atas Kuasa-Nya menciptakan alam semesta.

Aku sering mengajak anakku untuk sekedar melakukan perjalanan.
Tak perlu terlalu jauh jika belum memungkinkan, cukuplah antar kota dalam satu propinsi sudah sangat mewakili.

Lihatlah,
Sekolah formal tak akan pernah mampu memberi gadis kecilku pengalaman berkesan seperti ini : makan mi diatas kapal boat 😉 Makan mi sambil bersyukur melihat betapa luas Tuhan menciptakan alam dan seisinya. Tiada kekuatan yang mampu untuk menandinginya.

Screenshot_2017-10-02-13-54-45-423

 

Travelling dan bepergian akan membuat jiwa kita menjadi terbuka.
Menyadari, ada banyak penciptaan yang terbentuk dan mengelilingi kita. Sehingga harmonisasi antara alam dan diri kita adalah keharusan yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Terlebih di era kini, kala travelling bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan.
Banyak cara untuk mendapatkan harga tiket pesawat murah. Kita dapat mencari dan membandingkan kapan saat harga tiket menjadi lebih rendah. Lalu kita tinggal menyesuaikan keberangkatan dengan harga dan waktu termurah yang kita pilih.
Sederhana bukan?

Sesederhana aku, saat menjadikan laut sebagai hamparan rasa syukur yang tak berkesudahan…

 

 

Yogyakarta, Kota dalam Balutan Kesederhanaan

Yogyakarta…

Itu judul lagu tahun 90an milik KLa Project..

Sejak tinggal di kota ini pertengahan tahun 1993 hingga detik ini, kota ini masih identik dengan kesederhanaan, keramahan, dan “kemurahan”nya.

Dari kota ini saya banyaaakk sekali belajar untuk menjadi lebih humble, lebih sederhana, dan apa adanya…

.

IMG_20141225_150819

 

Kalau teman-teman perhatikan, di kota Yogya banyak sekali orang yang penampilannya terkesan lugu dan sederhana.

.

Eitss… tapi nanti dulu..!! Penampilan boleh sederhana, gaya bahasa mungkin terkesan lugu dan kurang intelek, tapi sejarah telah membuktikan banyak orang cerdas dan pintar lahir dari kota ini.

.

C360_2014-12-23-14-02-51-322_org.jpg

 

Bahkan para manulanya telah mengajarkan saya arti hidup yang sebenarnya.
Bahwa hidup itu haruslah terus berjuang, meski usia sudah lanjut dan kulit sudah keriput.

 

Amazing kalau teman-teman pernah lihat masih banyak simbah-simbah yang kuat mengangkat beban karung di punggungnya, sambil berjalan belasan kilometer tanpa terkesan lelah, apalagi pakai acara ngeluh “boyokku pegel” (pinggangku pegal).

 

Mencangkul sawah, menyabit rumput, mengurus ternak, adalah sederet aktivitas yang tetap mereka lakukan. Usia boleh lanjut, tapi pikiran dan otak tetap produktif. Siapa sangka anak-anak mereka telah merantau ke kota lain dan membuat bangga orang tuanya dengan prestasi menjadi PNS, tentara, polisi, dan sederet profesi idaman lainnya.

.

Okeyyy, saya cuma mau bilang,

“..Welcome to Yogyakarta…”

.

Saran saya, kalau lagi musim liburan seperti ini lebih asyik kelilingnya pakai roda 2 saja.
Dijamin lebih cepat sampai tujuan, bisa mblusuk diantara kemacetan jalanan, dan lebih silir sumilir terkena AC (angin cendela..). Apalagi kalau lewat di sepanjang jalan yang kiri kanannya penuh hamparan sawah menghijau, duhhh…. serasa dunia milik berdua bangettt…

Atau untuk yang jomblo, serasa Yogyakarta adalah kota sendiri, yang lain cuma ngontrak.

 

Yuk, ah ke Yogya untuk yang belum pernah kesini..

Rugi lhoo kalau belum pernah menginjakkan kaki di kota sederhana nan elegan ini. Benerann… 😄

Eh, tapi jangan lupa ya ajak teman atau pasangan halal. Biar kamu punya sederet kenangan manis dan romantis #eeaaa… 💖

 

IMG_20151122_121343.jpg