Ilmu Melepaskan Agar Anak Panah Melesat ke Sasaran (Sebuah Pelajaran untukmu Wahai Pemimpi)

My little princess…

Hampir semua manusia pasti pernah merasakan ujian di dalam kehidupannya. Apapun bentuknya, setiap ujian itu memiliki kadar beratnya masing-masing yang hanya dapat dirasakan oleh setiap individu yang sedang mengalaminya. Apa yang terasa berat bagi saya misalnya, belum tentu terasa berat bagi orang lain yang melihatnya. Sebaliknya, ujian yang mungkin begitu berat untuk orang lain mungkin ringan saja bagi kita. Yup, hanya kamu dan kita sendiri yang dapat memilah, apakah ujian itu berat atau ringan.

Lalu, kemudian muncul pertanyaan, kenapa bisa berbeda pemahaman akan arti berat dan ringan dalam suatu ujian? ☺ Faktor apakah gerangan yang menentukan?

Yesss…. PIKIRAN adalah kuncinya. Yahh, kok pikiran lagi sikkk??!! Enggak bosannn apa nulis pikiran mulu?

Wait!!! Saya memang hobi nulis tema yang satu ini. Soalnya, dalam hampir seluruh bagian hidup saya, pikiran ini selalu menemani dengan setianya kemana pun saya pergi. Yang bisa bikin saya bahagia dan tetap waras sampai saat ini ya pikiran ini 😆 Tentu saja, atas ridho terbaik dari Yang Maha Memberi pikiran, Allah Swt.

Tapi tunggu dulu, Dears! PIKIRAN ini sebenarnya ibarat pisau bermata 2, lho! Bisa membuatmu bahagia, atau sebaliknya, membuatmu lemah tak berdaya bak katak di dalam tempurung. Jadi pandai-pandailah mengelola pikiran, ya! Apalagi buat orang-orang dengan karakter diri Melankolis macam saya. Ada tuntutan dan keinginan untuk selalu sempurna, sempurna, dan sempurna. Dan saya sadar banget, ini bahaya untuk diri dan orang di sekitar saya kalau dibiarkan terus. Mau enggak mau sayanya yang kudu berubah menyesuaikan pikiran agar tetap enjoy, happy, dan menikmati setiap langkah dalam kehidupan, meskipun ada saat di mana perjalanan hidup terasa begitu melelahkan. *tarik napas dulu

Saya kutip dari ebook Arif RH, seorang pakar Ilmu Vibrasi yang pernah saya baca, kehidupan dan tujuan/targetnya itu ibarat sebuah ANAK PANAH dan BUSURnya.

Kamu boleh punya target, impian, cita-cita, dll. Boleh mengejarnya dengan doa dan usaha sampai titik darah penghabisan. Tapi di satu titik ketika semua itu telah dilakukan, agar si anak panah dapat melesat menuju sasaran, kamu harus melakukan suatu cara, yaitu MELEPASNYA. Kalau kamu enggak melepas anak panahnya, hanya menarikkkk terus, pasti panahnya enggak sampai ke target kan? Ilmu melepas ini sama dengan ilmu IKHLAS dan TAWAKAL.

Nah, ilmu ini terlihat sangat simpel dan sederhana, tapi tidak mudah untuk dipraktikkan *ngaku 😅

Setelah saya perhatikan pola dalam hidup saya, baru sadar, ohh iyaa, ternyata hampir semua impian saya akhirnya terwujud justru pada saat saya sudah melepasnya, dan bahkan hampir melupakannya. Ada yang terwujudnya lamaaaa, 26 tahun kemudian (kebangetan ya kalau ini. Tapi yang penting TERWUJUD 😆). Ada yang hanya selang 1-2 tahun. Ada pula yang 10-15 tahun. 

Setiap orang memliki POLA yang berbeda. Teman-teman mungkin ada yang sama dengan saya, ada pula yang berbeda.

Kemudian pertanyaannya, melepaskan keinginan itu kan enggak gampang? Butuh waktu, proses, dan melibatkan emosi yang campur aduk enggak karuan? Nah, di sinilah kita dapat melihat sejauh mana KEYAKINAN kita terhadap kekuatan lain yang mengatur diri dan seluruh alam semesta ini. Hubungan kita dengan Allah Swt diuji di tahap ini. Bukankah ada Dia yang lebih paham bagaimana cara mendapatkan impian itu? Ada Dia yang udah ngatur, ini loh, waktu yang tepat buat impianmu terwujud.

“Besok ya, 26 tahun lagi kamu baru bisa ketemu penyanyi jadul idolamu, Tommy Page” 🤣 *dan terjadilah, meski ketemunya udah tua hehhee… (Baca di sini : May 24th 2016).

Atau, ketika Allah bilang, “Sabar yaa, 15 tahun lagi kamu baru boleh bertamu ke Rumah-Ku…” 😍 (Baca : Ketika Impian Menjadi Nyata).

Nah, betapa hanya Allah yang Maha Tahu kapan saat yang tepat buat kita. Memaksa Allah boleh, tapi habis itu kita lanjutkan dengan ikhlas, tawakal, perbanyak istighfar, dan tentu saja, banyakin sedekah. Saya sendiri masih terus belajar ya, man-teman, doakan semoga selalu istiqomah dan makin baik jadinya diri ini dari hari ke hari.

Sampai di sini ada pertanyaan? 😅
Kalau belum ada, kuliahnya sampai sini dulu ya.

Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan PIKIRAN. Berawal dari pikiran, kemudian akan menjadi KATA-KATA, dan akhirnya secara tak sadar berwujud menjadi DOA.

Masih dari ebook yang sama, DOA itu adalah apa yang ada di hati kita, bukan sekadar apa yang kita baca setelah selesai sholat. Kebanyakan orang berpikir, doa adalah apa yang kita ucap saat sholat. Padahal, setiap detik apa yang ada di hati inilah yang disebut DOA. Syukur-syukur, antara apa yang ada di pikiran dan hati isinya sama, insya Allah doanya jadi terfokus. Yang repot, kalau pikiran bilang A, tapi hati bilang B, seringkali yang terwujud juga jadi tidak sesuai. Dan ini juga pernah saya alami ☺

Kamu punya pengalaman apa dengan si PIKIRAN? Kalau ada yang menarik, bisa cerita di komen, ya, biar kita jadi sama-sama belajar 😍

Semoga Allah memberkahi… 💕

3 Alasan Kenapa Kamu Harus Tinggal di Yogyakarta

Kadang, saya suka bingung sendiri, pemirsah… 

Saya sudah tinggal di kota pelajar Yogyakarta ini kalau nggak salah ingat sejak pertengahan tahun 1993. Waww… udah lama juga, ya? Hampir 16 ehhh 26 tahun ternyataaa 😱 ckckckck… kenapa baru sadar sekarang Ya Allah… 🙈 

Sebelum tinggal di Yogya, saya tinggal nomaden alias berpindah-pindah tempat di beberapa kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat. Mulai dari lahir sampai SMP, setiap 2 sampai 5 tahun sekali biasanya orang tua selalu mendapat surat tugas dari instansinya untuk pindah ke kabupaten lain, meskipun masih di seputaran NTB. Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kotamadya Mataram, sampai ke pelosok Kabupaten Bima yang panas dan kering kerontang di Pulau Sumbawa pernah saya rasakan. Mungkinnn ini yang menyebabkan saya agak nggak PD kalau ngaku sebagai “wanita Jawa”. Padahal, sudah jelas dan terbukti bahwa Ibu dan Almarhum Bapak adalah orang Yogya tulen. Aselikkk… 😅

Kembali ke laptop..!!

Meskipun hampir 26 tahun tinggal di kota Gudeg ini, jangan harap mendengarkan saya bicara bahasa Jawa melipis dan alusss bak Puteri Kraton. Seringnya, orang Yogya yang ketemu saya pasti tanya, “ Mbak aslinya orang mana, sih?” Nah, ketauan kannn, kalau saya bukan penduduk asli Yogya. Dari logat dan cara bicaranya aja beda 😁 Saya bisanya cuma bahasa Jawa ngoko, alias bahasa sehari-hari macam “Piye kabare, mbakyu?” (Gimana kabarnya, kak?), “Jenengmu sopo?” (Namamu siapa?). Bahasa ngoko ini untuk teman/saudara yang seumuran. 

Ada lagi bahasa yang levelnya lebih tinggi, yaitu bahasa kromo alus (bahasa untuk orang yang lebih tua atau baru kenal), macam “Asmane panjenengan sinten?” (Nama Anda siapa?), “Pripun kabare panjenengan, sae tho?” (Bagaimana kabar Anda, baik kan?)

Nah, kalau bahasa kromo ini saya agak kesulitan menjawab. Apalagi kalau yang bertanya adalah orang yang umurnya lebih tua. Daripada salah jawab dan takut tercampur dengan bahasa sehari-hari (ngoko), lebih baik pakai bahasa Indonesia aja jawabnya. Makanyaaa, saya jadi malu ngaku-ngaku jadi orang Yogya, wong bahasa Jawanya aja belepotan macam es krim gitu.

Tapi pemirsah, meski saya malu dan nggak PD ngaku sebagai orang Yogya, aslinya saya mah cintaaa banget sama kota ini. Iyaa, kota ini banyak mengajarkan saya tentang sopan santun dan etika bergaul terhadap sesama. Tahulah ya, namanya tinggal di luar Jawa sejak lahir dan sering pindah tempat, saya nggak terlalu paham budaya setempat. Mulai ngerti belajar tata krama yang sesungguhnya, ya, di Yogya ini. Sampai kebiasaan memanggil orang dengan sebutan “Mas dan Mbak” untuk menghormati mereka yang baru kita kenal dan belum tahu namanya, semua ada etikanya.

Nah, sekarang saya mau nularin kecintaan terhadap Yogyakarta ini untuk kamu yang baca tulisan ini. Ada 3 alasan yang bakal saya jabarkan, kenapa sebaiknya kamu harus tinggal di kota Gudeg ini. Doakan, yess,  tulisan ini nggak bikin saya diprotes sama orang sekota Gudeg karena ngerasa sebel kota mereka bakal lebih penuhhh dan macet kalau ketambahan penduduk baru lagi qiqiqiiii 🤣

Biaya Hidup Murah

Yuhuuu… udah bukan rahasia lagi, mah, ini! Yogya always cheaper than others in Indonesia. Es jeruk di sini masih ada yang Rp3.000 perak, Guys! Gorengan di pasar desa deket rumah masih ada yang goceng alias Rp500, dhab! Kagak boleh ngiri deh elu yang nggak tinggal di sini. Makanya kalau mau ngirit ke Yogya aja *apaan sikk ini kompor banget 😅

Sayur Rp3.000 udah bisa buat makan sehari, bukk! Dan ini yang bikin saya makin maless masak. Lhaa, beli sayur segitu aja sehari belum tentu habis dimakan. Udah ngirit gas, irit bumbu, bawang putih, bawang merah, cabe. Kita tinggal goreng lauk tahu, tempe, telur, perkedel. Apalagi yang mau dipermasalahkan? Toh, makanan kalau udah lewat dari leher nggak kerasa lagi kan enaknya? Keluarnya jadi sama aja #upsss 🙈 Maaff maaff… ini adalah salah satu isi ceramah seorang Ustadz, bahwa makanan mahal itu sebenarnya tak berharga, karena setelah lewat dari leher dia akan menjadi sama bentuknya dengan makanan yang murah. Bener, kan?

Masyarakatnya Ramah dan Sederhana

Ini yang di awal tadi saya tulis, bahwa Yogya adalah kota yang memiliki peradaban, sopan santun dan etika. Terlepas saat ini semakin banyak percampuran budaya ada di kota ini, akibat banyaknya pendatang baru yang selalu meningkat setiap tahunnya, tapi sopan santun, terutama di pedesaan, masih cukup kuat. 

Di kota ini, jangan pernah melihat seseorang dari penampilannya. Mahasiswa naik sepeda, itu sudah biasa. Kepandaian dan kualitas seseorang di kota ini tak dapat kita nilai dari penampilannya. Di desa, mungkin kamu akan melihat sepertinya masyarakatnya hidup apa adanya, cuma dari bertanam padi atau cabe. Padahal kalau kita cari tahu lagi, ada di antara mereka yang dalam satu keluarga memiliki ternak sapi 3-4 ekor. Kalau 1 ekor sapi yang kecil saja laku dijual 17-20juta, berarti silakan total berapa sebenarnya kekayaan mereka. Belum lagi jika panen cabe sedang tepat masa naiknya, sekali panen bisa dapat 1 sepeda motor matic, lho! Tapi itulah, mereka tetap biasa saja. Punya tidak punya ya tetap humble, rendah hati, merasa bukan siapa-siapa. Inilah NILAI MAHAL yang saya pelajari dari mereka.

Banyak Tempat Wisata Cantik dan Kuliner Nusantara Lengkap

Ini juga bukan rahasia lagi. Saat ini makin banyak tempat wisata instagramable yang tentu saja cantik, kekinian, plus murah meriah untuk memuaskan naluri dan nafsu berfotomu *ampunn bahasanya 😆

Tempat kulineran juga nggak mau kalah. Sajian khas dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Mi Aceh, pempek Palembang, soto Banjar, teh tarik Melayu, sate Padang, nasi goreng Medan, es pisang ijo, palu butung, coto Makassar, martabak Bandung, ketoprak Jakarta, nasi rawon Madiun.. hemmm… hati-hati, kolesterol naik kalau tinggal di sini 🤣

Nggak heran, ada beberapa teman wanita yang tetap tinggal di Yogya bersama anak-anaknya, sementara suami mereka bekerja di luar kota Gudeg ini. Ada yang hanya berbeda pulau saja, tapi banyak juga yang LDR-an berbeda negara alias si suami bekerja di luar negeri. Ada beberapa alasan kenapa mereka memilih LDR-an. Selain kondisi Yogyakarta yang dianggap lebih kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan pendidikan anak-anak mereka, hematnya biaya hidup di kota ini juga menjadi salah satu alasan lainnya.

Nah, udah cukup yak, 3 alasan tadi sudah sangat mewakili kenapa kamu harus tinggal di Yogyakarta. Tolong jangan lempari saya pakai bakpia Incess Syahrini, atau cake Jogja Scrummy-nya Dude Harlino, atau kue Mamah ke Jogja-nya Zaskia Mecca, dan juga cake Chussy Cheese-nya Ria Richis, plisss, karena telah mengompori para imigran untuk pindah ke kota ini 😁

Mungkin ada di antara kamu yang mau menambahkan alasan lagi, kenapa harus tinggal di Jogja Istimewa ini? 💕
.

💜💙💚

Senandung Sakinah, Buku Ke-2 dari Geng Salihah Menulis untuk Para Single Lillah Agar Istiqomah di Jalan Allah

Geng Salihah Menulis?? Siapa sih mereka? Adakah teman-teman pernah mendengarnya? 🙂

Yup, Geng Salihah Menulis, atau lebih sering kami sebut dengan akronim GSM, adalah sekumpulan penulis muslimah muda belia yang berbakat (hahhh…. muda belia? Enggak salah?) hehheheeee…. Enggak muda-muda banget siiihhh, bahkan ada yang ketuaan macam saya hahhaa… 🤐

Jadi… kita kenalan dulu ya, para hadirin. GSM ini terdiri dari 9 orang penulis, termasuk saya, yang domisilinya berpencar dari Sabang sampai Merauke, bahkan ada yang di luar sono. Ada yang tinggal di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogya, Kaltim, dan Malaysia. Lucunya, saya sama sekali belum pernah bertemu, lho, dengan mereka. Kami hanya berkomunikasi secara online lewat WA grup dan saya pun belum pernah sekalipun menelepon mereka. Whattt?? ^^

Anehnya, meski belum pernah bertemu, hati kami terasa sungguh dekat. Geng yang sudah seperti adik kakak ini mulai terbentuk tanggal 22 Desember 2017. Saat itu saya baru 2 bulan menekuni dunia kepenulisan artikel. Nah, gegara sama-sama nyemplung dalam satu grup WA penulis artikel UC News, akhirnya saya diajak untuk membuat satu buku antologi bersama 8 penulis lainnya. Ini merupakan ide dari ibu Ketua GSM yang juga founder platform Estrilook, bernama Milea.. *ehh… bukan, Dears, salah ternyataaa… Namanya Muyassaroh 🤣

Mbak Muyass yang masih muda dan imut inilah yang sering menjadi inspirasi saya dalam menulis, karena tenaganya seolah tak pernah ada habisnya. Nulis bisa, pintar masak, jago gambar, hobi nyuci dan seterika, pintar jadi bos untuk karyawan dan komunitasnya di Estrilook, semua dibabatnya 😁 Udahh, ahhh, enggak usah cerita terlalu banyak tentang dia ya, ntar dia kesenengan.. 🙄

Buku Pertama GSM

.

Perempuan Pemetik Cahaya (PPC) merupakan buku antologi pertama kami. Buku ini terbit pada bulan Agustus 2018 dengan mengambil tema non fiksi. Isinya tentang 9 orang perempuan muslimah inspiratif dari dalam dan luar negeri yang berkarya dengan passion mereka masing-masing.

Ada kisah tentang Hakim Agung wanita di New York, peraih Nobel Perdamaian Termuda, perancang busana muslim Swedia, dan beberapa tokoh muslimah inspiratif dalam negeri. Buku ini ingin memberikan semacam suntikan semangat, khususnya bagi kaum wanita, bahwa perempuan itu selalu dapat menginspirasi di manapun berada, meski dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Buku Kedua GSM

.

Setelah PPC, buku antologi berikutnya Alhamdulillah terbit pada bulan November 2018. Judulnya, Senandung Sakinah (Perjuangan Cinta Single Lillah Menggapai Jodoh)

Sedikit berbeda dari PPC, buku ke-2 ini mengusung kisah semi fiksi. Buku SS berisi 9 cerita pendek tentang penantian jodoh secara syar’i, beserta aneka tips dan motivasi untuk kamu yang sedang sendiri. Hampir semua ceritanya berdasarkan kisah nyata, jadi recommended banget untuk kamu yang masih sendiri, ataupun untuk kado pernikahan, karena ceritanya dikemas sederhana dan apa adanya.

.

Alhamdulillah, banyak pembaca yang merespon positif kisah dalam buku tersebut. Pemesan datang dari berbagai pulau, seperti Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Lombok. Masya Allah, semoga bukunya bermanfaat, ya 🙂

Terusss, buku ke-3 dan ke-4 ada tak?

Jangan khawatir man-teman, insya Allah buku ke-3 dan ke-4 juga sudah jadi, lho, naskahnya. Tinggal masuk ke penerbit. Waahhh, pasti pada mikir, kok produktif banget, sih, GSM?? Iyesss…. karena kita kan masih muda belia, banyak ide dan kreativitas menggelora #uhhukkkk wkwk 😂

Eh, enggak terasa udah dini hari aja, nih, kebanyakan cerita 😍 Udahan dulu, ya, besok kita sambung lagi. Doakan saja kami ber-9 senantiasa sehat, bahagia, dan selalu akurrrrr terus, enggak berantem dari anak sulung sampai anak bungsu hehheee 😅

Barakallahu fiikum… 💕

💜💙💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Tulisan Ini Akan Membuatmu Sadar Betapa Pentingnya Memotivasi Diri

Menurutmu, perlukah kita memberi sugesti positif untuk memotivasi diri sendiri?

Saya sendiri, setelah mengalami banyak nikmat ujian dan masa-masa sulit yang Allah berikan belasan tahun terakhir ini, sangat menyadari bahwa memotivasi diri sendiri merupakan langkah awal agar kita dapat berpikir secara sehat. Motivasi atau dorongan dari dalam diri adalah kekuatan bagi setiap orang untuk dapat merubah dirinya sendiri menjadi lebih baik.

Jika kita dapat mendorong diri untuk menjadi lebih menarik, lebih percaya diri, lebih kuat, dan lebih lebih yang lainnya, bukan tidak mungkin kita juga dapat mendorong dan memotivasi orang lain agar menghargai keadaan diri dan potensi yang dimilikinya.

Menarik di sini bukan berarti harus secara fisik, ya, karena fisik itu bisa menua, berkurang, dan berkerut. Tapi menarik secara batin justru sebaliknya. Meskipun usia dan fisik kita sudah menua, daya tarik dari dalam akan tetap terlihat dan membuat orang lain betah bersama kita.

Mengapa demikian? Kok bisa? Ya, karena kematangan pola pikir akan mempengaruhi tampilan luarmu. Memancarkan kharisma pada orang-orang di sekelilingmu. Kalau untuk wanita, bahasa ilmiahnya inner beauty

Mungkin kamu nggak cantik secara fisik, biasa saja. Tapi anehnya, banyak orang nyaman bersamamu, suka mendengar ceritamu, sering curhat padamu. Karena kamu punya “nilai”. Tahu kan, sebongkah intan akan tetap bersinar meski berada di hitamnya tumpukan pasir?

Image : medcom.id

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan daya tarik dari dalam diri sendiri secara positif dan dengan cara yang baik?

Pertama, dengan menambah ilmu

Coba deh, perhatikan! Botol berisi air putih tentunya berbeda dengan botol berisi madu. Harganya lebih tinggi madu, bukan? Demikian pula dengan orang berilmu. Iqro’ atau bacalah. Semakin banyak kita mencari ilmu, semakin sadar bahwa ilmu kita selalu kurang dan kurang dan kurang.

Kedua, ambillah pelajaran berharga dari setiap perjalanan hidup yang kita lalui

Jika kita mau sedikit saja mengevaluasi diri, setiap proses perjalanan hidup yang Allah berikan pasti terdapat pelajaran berharga di dalamnya. Saat kehidupan sedang naik ataupun turun, selalu ada hikmah dan pesan yang Ia berikan. Namun seringkali kita terlena dan mengabaikan pesan tersebut.

Disinilah sebenarnya letak ujian manusia. Pada saat kita sedang berada di atas, selalulah melihat ke bawah. Sebaliknya, pada saat sedang terpuruk, lihatlah ke atas. Banyak mereka yang saat ini berhasil justru karena sebelumnya sering mengalami kegagalan demi kegagalan dalam menjalani kehidupannya. Allah Swt sendiri telah menjanjikan di dalam Alquran, surat Al Insyiroh,

“Sesungguhnya setelah kesulitan selalu ada kemudahan…”

Ketiga, lakukan sugesti positif secara teratur untuk memperbaiki karakter diri

Selain berusaha untuk ikhlas menjalani kehidupan ini, menanamkan kalimat positif dalam pikiran bawah sadar juga sangat membantu mengatasi perasaan down dan menurunnya rasa percaya diri. Kita dapat memilih sendiri sugesti bagaimana yang ingin ditanamkan. “Aku adalah orang yang bahagia. Aku memilih untuk sehat dan berlimpah rezeki. Aku menarik, cantik, dan percaya diri.” Itu adalah beberapa sugesti yang bisa mulai kita ucapkan setiap hari secara rutin dalam kondisi rileks.

Untuk bisa mencapai kondisi rileks, tempatkan dirimu dalam posisi yang nyaman. Misalnya dengan berbaring. Kemudian tarik nafas dan hembuskan perlahan-lahan, sampai semua otot tubuh terasa nyaman. Ucapkan kalimat sugesti secara berulang-ulang. Jika kamu baru pertama kali melakukannya, ulangi setiap hari minimal selama 21 hari tanpa terputus, agar kalimat itu terekam dalam pikiran bawah sadarmu.

Berdasarkan beberapa ilmu mindset dari kelas online yang pernah saya ikuti, kondisi rileks ini banyak waktunya. Dalam keadaan mengantuk, saat bangun tidur, saat sedang fokus mengerjakan sesuatu, misalnya melihat smartphone, atau fokus menonton televisi. Saat seperti itulah kondisi gelombang otak sangat mudah dimasukkan kalimat sugesti. Karena itu, kalau kamu bangun tidur, sebaiknya hindari langsung pegang handphone, ya! Iya kalau yang dibaca yang baik-baik, nggak masalah. Tapi kalau pas ada pesan atau hal buruk yang kamu baca saat itu juga, bisa jadi, tuh, masuk ke pikiran bawah sadar tanpa kita sadari. Akibatnya, pagi-pagi udah uring-uringan sendiri. Lihat rumah berantakan, anak nggak mau bangun, dll hal-hal sederhana bisa bikin emosi jiwa 😅 *pengalaman pribadi mah kalau ini wkwkwk

Well, dari tulisan ini cukup jelas, ya, bahwa sugesti positif sangat penting untuk memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri. Terus berproses, belajar, dan tidak mudah berpuas diri adalah kunci perbaikan kualitas diri.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi apapun profesi dan latar belakangmu, siapapun kamu, berapapun usiamu, selalu ada cara untuk mengajak orang lain berhijrah dalam kebaikan. Insya Allah… 💕

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Yang Diinginkan Wanita dari Seorang Pria

Pria dan wanita adalah dua insan yang sudah pasti berbeda. Bagaikan bumi dan langit, siang dan malam, dan tentunya seperti matahari dan bulan yang tiada pernah dapat terbit bersamaan. Namun mereka semua dapat seiring sejalan, dan tetap setia beredar sesuai ketentuannya.

Kamu pasti tahu banget, dibanding pria, wanita cenderung lebih tertutup dan enggan mengungkapkan perasaannya. Mereka sering menggunakan simbol atau kiasan tertentu untuk mengatakan isi hatinya. Inilah yang tampaknya perlu dipelajari oleh pria, mengingat kaum prialah yang menjadi ujung tombak rumah tangga dalam suatu hubungan keluarga.

Apa saja sebenarnya yang wanita inginkan dari karakter seorang pria? Ehemmm….

Teman bicara yang baik

Wanita adalah makhluk yang pada dasarnya hobi bercerita. Nationalgeographic.co.id (14/6/2015) melansir, wanita bicara tiga kali lebih banyak dari pria. Pantesss ya… 😄 Meski ada beberapa wanita yang tampak sedikit tertutup, ternyataaa bicara merupakan hal penting bagi wanita. Jika ingin mendekati atau mengambil hatinya, cobalah ajak wanita bicara dan bercerita. Dijamin ia akan mulai memperhatikan pria yang berani mengajaknya berbicara.

Berkata tegas, namun lembut

Sekeras apapun karakter seorang pria, tak ada wanita yang suka dibentak. Mungkin ada tipikal wanita yang tomboy dan terkesan cuek, namun tetap saja pada dasarnya wanita telah diberikan naluri keibuan yang menyebabkan hati mereka lebih sensitif daripada pria.

Mencintai dan menyayangi wanita dengan tulus, bukan sekadar nafsu

Jika banyak pria tertarik pada wanita melalui ketertarikan secara fisik, sebaliknya, wanita lebih menghargai pria yang tulus menyayanginya meskipun si pria secara fisik tampak biasa saja. Perasaan selalu ingin dicintai ini adalah hal paling naluriah dari seorang wanita. Jadi gak perlu heran kalau kita sering menemukan pasangan yang istrinya cantik, sementara sang suami biasa-biasa saja. Itu artinya, si pria tersebut telah berhasil menyentuh hati pasangannya ☺

Perhatikan hal-hal kecil, misalnya tanggal lahir atau hari jadi pernikahan

Wanita selalu suka apabila pasangannya mengingat hari lahir atau hari pernikahan. Tidak selalu harus romantis atau memberi kado. Sekadar memberi ucapan selamat dan pelukan sayang, dijamin mampu meluluhlantakkan hati wanita.

Image : herworld.com

Setia, tidak tebar pesona

Sifat utama yang wanita inginkan dari pria adalah setia dan tidak perlu tebar pesona kemana-mana apabila telah berani membuat komitmen dengannya. Segala kebaikan dan kasih sayang dari seorang pria akan hilang tak berarti seketika, apabila si pria tak mampu menjaga hatinya hanya untuk satu wanita saja. Bukankah pria pun demikian adanya, selalu ingin pasangan wanitanya menjaga hati untuk dirinya saja?


Apakah pasanganmu telah memiliki beberapa karakter idaman diatas? Jika ya, berbahagialah ☺ Kalau belum? Berjuanglah dan komunikasikan dengan pasangan. Pasangan yang baik pasti mau mengerti, kok, apa yang diharapkan oleh belahan jiwanya… ☺

Baca juga : Kenapa Perempuan Harus Bahagia?

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6

Inilah Hamba Allah yang Doanya Mudah Dikabulkan

Setiap manusia pasti menginginkan doanya terkabul. Namun tidak semua langsung dikabulkan oleh Allah Swt saat itu juga, mengingat apa yang kita inginkan dan impikan belum tentu sesuai pula dengan apa yang kita butuhkan. 

Adakalanya doa yang kita panjatkan ditunda oleh Allah Swt, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik, karena hanya Allah sajalah satu-satunya Dzat yang mengerti kebaikan apa saja yang harus kita terima.

Meski demikian, ternyata ada diantara hamba-hamba yang bermunajat kepada-Nya yang Allah berikan “keistimewaan” agar doanya cepat terkabul. 

Siapa sajakah mereka? Apakah engkau termasuk di dalamnya?

.

.

1. Doa orang yang terdzolimi

Orang yang terdzalimi dan tersakiti adalah mereka yang jaraknya sangat dekat dengan Allah. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Serta takutlah kepada doa orang yang terdzalimi, sesungguhnya tak ada hijab antara do’anya dengan Allah (doanya terkabul)”

Karena itu di dalam pergaulan dan hubungan dengan manusia berhati-hatilah. Kita tak akan pernah mungkin ada doa dari orang lain yang pernah kita sakiti, baik sengaja mau pun tidak, yang akan dikabulkan oleh-Nya.

2. Doa orang yang terkena musibah

Orang yang sangat membutuhkan dan dalam kesulitan menjadi hamba yang Allah janjikan dimudahkan tercapai doanya. Janji itu termuat dalam QS. An Naml ayat 62,

“…Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)”

3. Doa orang tua terhadap anaknya

Jika engkau masih memiliki orang tua, berbaik-baiklah dengan mereka. Tidak ada satu pun rasa kehilangan yang lebih menyedihkan selain kehilangan sosok orang tua yang amat kita sayangi. Doa orang tua adalah salah satu doa yang Allah janjikan sangat mustajab, terutama doa seorang ibu. 

Rasulullah Saw pernah bersabda dalam hadist riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, dari Abu Hurairah, 

“Tiga doa yang dikabulkan, tidak diragukan pengabulannya; doanya orangtua (maksudnya untuk anaknya), doanya seorang musafir, dan doanya orang yang terdzalimi.”

4. Doa orang yang berpuasa

Apabila engkau sedang berpuasa, baik saum wajib maupun sunnah, jangan lupa untuk bermunajat secara khusyuk, karena doa orang yang sedang berpuasa adalah salah satu doa yang mudah dikabulkan. Waktu utama bermunajat yang sangat dianjurkan adalah ketika kita dalam keadaan menjelang berbuka.

Dari Imam Tirmidzi diriwayatkan, 

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat…”

5. Doa orang yang berbuat kebaikan

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, 

“Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkan apa-apa yang dimintanya atau mencegah darinya keburukan yang akan menimpanya dan setara dengan apa yang dimintanya, selama dia tidak meminta untuk suatu perbuatan dosa atau memutus silaturrahim…”

Karena doa orang yang berbuat kebaikan merupakan salah satu doa yang mudah dikabulkan Allah, jangan pernah lelah untuk terus menebar kebaikan. Percayalah, ada pahala yang akan terus mengalir di sisi-Nya apabila kita dapat menjadi insan yang selalu menebar manfaat, terutama menularkan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki kepada orang banyak.

Semoga Allah Swt senantiasa menjaga dan melindungi kita dari keburukan dan godaan syaitan. Menjadikan kita sebagai hamba yang istiqomah dan memiliki kekuatan iman untuk tetap berdiri tegak di jalan-Nya.

💙💛💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day5

Diakah Jodohmu?

Pembahasan tentang jodoh akan selalu menarik dan tak pernah lekang oleh waktu. Meski jodoh adalah sesuatu yang bersifat misteri seperti halnya rezeki dan kematian, tetapi sesungguhnya Allah Swt telah menjanjikan hal itu di dalam Alquran. Bahwa wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula.

Jika engkau pernah bertemu dengan seseorang, atau saat ini sedang dalam proses ta’aruf (perkenalan), untaian kalimat di bawah ini dapat membantumu mengenali bahwa bisa jadi dia adalah jodohmu.

Ada ketenangan hati saat kamu mengingatnya, menyebut namanya, atau secara tak sengaja menatap wajahnya

Percayakah kamu? Antara dua orang yang saling tertarik akan muncul frekuensi dan getaran yang sama? Terkadang muncul perasaan berdebar yang kamu sendiri tak tahu apa penyebabnya.

Hati kecilmu berkata bahwa dia adalah jodohmu dan kamu siap menerima dia dengan segala masa lalunya

.

.

Jika ada istilah “Love is blind..” (cinta itu buta), bisa jadi memang demikian. Yang tampak dari dia hanya yang baik-baik saja. Tapi kamu dapat merubah definisi cinta itu buta menjadi hal yang positif. Buta di sini artinya kita siap menerima masa lalunya dan semangat untuk terus belajar dan berhijrah bersama menjadi lebih baik. 

Ada perasaan seolah telah lama mengenalnya dan pernah bertemu dengannya di masa yang lampau (dejavu)

Hal ini cukup unik dan bisa saja terjadi akibat adanya ikatan batin yang cukup kuat, meskipun sebenarnya kamu dan dia baru pertama kali bertemu.

Bertemu di saat yang tepat

Jika kalian bertemu dalam keadaan sama-sama sedang sendiri dan sedang mencari belahan jiwa, artinya Allah Swt memang sedang memberimu jalan untuk lebih mengenalnya.

Ada tanda dan petunjuk khusus yang Allah berikan kepadamu sehingga membuatmu bertambah yakin bahwa dia adalah jodoh yang tepat

Jika poin 1-4 sebelumnya masih membuatmu ragu untuk meyakini bahwa dia adalah jodohmu, carilah petunjuk melalui sholat istikharah dan berdoalah kepada-Nya memohon petunjuk terbaik. Kalau kamu detil memperhatikan, biasanya ada tanda-tanda yang Allah berikan dari peristiwa di sekelilingmu.


Jodoh memang tak bisa ditebak. Tapi adakalanya dapat kamu rasakan kehadirannya di dalam hatimu. Semoga engkau yang masih berikhtiar Allah berikan kemudahan dan kelancaran menemukan separuh jiwamu untuk menyempurnakan agamamu… 💕

💙💚💜

#ODOP #EstrilookCommunity #Day4

Rasulullah, Suri Teladan Yang Memikat Hati Semua Orang

Rasulullah Saw adalah sebaik-baiknya panutan dan teladan bagi umat muslim. Akhlaknya, perilakunya, ucapannya, dan semua yang ada pada dirinya merupakan hal terbaik yang ada pada diri manusia.Tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba ingin memiliki karakter selembut Rasulullah.

Dari al-Bara’ bin Azib RA berkata, “Rasulullah Saw adalah orang yang paling bagus wajahnya, paling baik akhlaknya, tidak terlalu tinggi dan tidak pendek..” (HR. Bukhari).

Penampakan postur tubuh beliau sedang, dengan bahu yang bidang, dan potongan rambut yang sepanjang telinga.

Dari Abu Ishak, Sabi’I berkata, ada seseorang yang bertanya kepada al-Bara’ bin Azib, “Adakah wajah Rasulullah Saw seperti pedang?” Beliau berkata, “Tidak, akan tetapi seperti bulan,” (HR. Bukhari).

Selain beberapa ciri di atas, ada lagi sifat Rasulullah yang sungguh menarik, yaitu bahwa beliau ternyata seorang yang sangat pemalu.

 Abu Said Al Khudri pernah berkata tentang beliau, “Rasulullah Saw lebih pemalu daripada gadis pingitan, apabila beliau melihat sesuatu yaHng tidak beliau sukai, maka kami bisa melihat dari raut wajahnya,..” (HR. Bukhari).

Rasulullah juga merupakan manusia yang sangat peduli dan berempati kepada orang lain. Kecintaannya kepada anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang lemah merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang hendaknya kita ikuti.

Meskipun beliau sangat benci kepada orang kafir, namun beliau tidak pernah membenci individunya, melainkan hanya membenci perbuatannya. 

Dalam hal berbisnis dan networking pun Rasulullah merupakan sumber teladan untuk kita. Kesempurnaan karakternya sangat menarik di mata semua orang.

Kisah Sandal Rasulullah


Sebegitu mulianya diri Rasulullah, sehingga ada satu kisah tentang sandal beliau saat mengalami peristiwa agung, Isra Miraj. Malam itu Malaikat Jibril datang menghampiri beliau Rasulullah, tetapi bukan untuk menyampaikan wahyu seperti biasanya, melainkan untuk mengajak Rasulullah melakukan sebuah perjalanan suci atas perintah Allah Swt.

Malaikat Jibril menjelaskan, perjalanan agung ini bukan sekadar melintasi alam dunia ke Masjid Al-Aqso. Lebih dari itu, akan melintasi alam malakut dan berakhir di alam a’laa untuk menerima perintah salat secara langsung dari Allah Swt. Allah sendiri telah menyiapkan Buraq sebagai kendaraan khusus dan istimewa bagi Rasulullah Saw.

Mendengar penjelasan Malaikat Jibril tentang kesucian dan agungnya perjalanan ini, Rasulullah kemudian melepas sandalnya saat menghampiri Buraq. Saat itu Rasululullah teringat kisah Nabi Musa (QuranSurat Toha ayat 12) yang melepas sandalnya ketika memasuki gua suci untuk mendengarkan kalam Allah secara langsung.

Malaikat Jibril pun menegur Rasulullah,

“Ya Rasul, dahulu Nabi Musa melepas sandalnya karena memang perintah Allah. Adapun sekarang tidak ada perintah Allah kepadaku agar engkau melepaskan sandalmu itu wahai Rasul. Karena itu pakailah kembali sandal tersebut”

Rasul pun memakai kembali sandalnya. Beliau lalu melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqso, kemudian menuju ke langit, bahkan sampai ke Arsy, dan sandal tersebut tetap ikut dengan beliau.

Dari kisah sandal ini tercermin bagaimana tingginya kedudukan beliau jika dibandingkan dengan seluruh makhluk. Sandal beliau saja begitu mulia dan terhormat, apalagi diri pribadi Rasulullah Saw.

Betapa banyak suri teladan yang dapat kita ambil dari beliau Rasulullah Saw. Seyogyanya kita sebagai umat kesayangannya dapat menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang telah beliau contohkan sejak zaman kenabian dahulu.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad…

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kebaikan dan keimanan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Baca juga : Kisah Cinta Pertama sang Nabi

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day3



Kenapa Perempuan Harus Bahagia??

Beberapa hari terakhir ini, begitu viral di media sosial topik tentang Sekolah Ibu bagi perempuan. Dengan tujuan untuk menghindari terjadinya perpisahan dalam rumah tangga, topik ini menjadi menarik dibahas di era kesetaraan gender saat ini. Banyak pro dan kontra muncul dari tulisan sang pejabat yang dulunya adalah seorang artis sinetron tersebut di akun Instagramnya.

Tapi, saya tak hendak berkomentar tentang hal itu. Dalam setiap perencanaan kebijakan, pasti akan ada yang namanya pro dan kontra. Dan kamu pasti tahu, masyarakat kita juaranya kalau soal adu argumentasi seperti itu.
Karena saya adalah seorang perempuan, maka saya ingin menyoroti dari kacamata sebagai seorang perempuan pula.

Semua orang tahu bahwa kehadiran seorang perempuan atau ibu dalam sebuah rumah tangga, bak lentera dalam kegelapan. Begitu kelam dan sunyi rasanya apabila rumah tangga kehilangan sentuhan kaum hawa. 

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana rasanya jika ibu yang sangat kita sayangi sedang dalam kondisi sakit? Rumah yang biasanya ramai oleh rentetan suara tawa dan omelan ibu, mendadak sepi. Bisa jadi berantakan pula, karena tak ada tangan lembut namun kokoh yang biasanya menata dan membersihkannya. Dunia serasa kehilangan mataharinya.

Dari kondisi di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa keberadaan seorang perempuan dalam rumah tangga amat sangat penting sekali (luberrrr banget nih, kalimatnya hehhee…).

Bukan berarti keberadaan laki-laki nggak penting, lho, ya. Justru, laki-laki sebagai kepala keluarga adalah tonggak dan tiangnya sebuah rumah tangga. Maka, sebagai seorang nakhoda dari kapal yang sedang berlayar, ia harus sangat berhati-hati membawa kapal dan penumpangnya mengarungi lautan lepas. Agar apa? Agar saat muncul badai di lautan, kapalnya tidak menjadi karam.

Caranya bagaimana? Bekerjasamalah dengan pasangan hidupmu mencari jalan dan solusi terbaik agar kapal itu tidak karam di lautan. Seorang nakhoda tetap butuh saran dan nasihat, sementara penumpang juga butuh orang yang pintar untuk mengendalikan kapalnya.

Sebenarnya, perempuan itu mudah, lho, diambil hatinya. Buatlah ia BAHAGIA secara hati atau batin terlebih dahulu. Kalau perempuan sudah tersentuh hatinya, apapun yang diminta laki-laki pasti ia ikhlaskan. Jangankan cuma hatinya, harta dan dirinya pun akan ia ikhlaskan untuk pria yang dicintainya. 

Masih ingat kisah Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu anha? Betapa beliau yang adalah seorang wanita kaya dan terpandang Quraisy rela menikah dan menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah, karena jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Muhammad.

Apa sesungguhnya yang membuat Ummul Mukminin Khadijah r.a menolak lamaran para pemuka masyarakat Arab saat itu, dan justru menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh pemuda yatim piatu yang diriwayatkan lebih muda 15 tahun dari dirinya tersebut? Tidak lain dan tidak bukan karena KELUHURAN AKHLAK Muhammad. Betapa luhur dan baiknya akhlak seorang suami terhadap istrinya merupakan salah satu cara agar perempuan sampai pada level BAHAGIA dalam menjalani kehidupannya.

Kalau hati perempuan atau seorang ibu sudah ada pada level BAHAGIA tadi, dijamin, insya Allah, kehidupan rumah tangga dan anak-anakmu juga bahagia.

“…Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku…” (Hadits Riwayat At-Thirmidzi)

Nah, sekarang kita bikin list, yuk, kenapa seorang perempuan itu harus dan wajib BAHAGIA?

Perempuan adalah Seorang Istri

Keceriaan dalam rumah tangga ada pada bahagianya seorang istri. Istri yang bahagia akan membuat hati suaminya bahagia, rezeki suami barokah, dan hati suami pun menjadi tenang.

Perempuan adalah Seorang Ibu

Kebahagiaan seorang perempuan akan menular pada anak-anaknya. Perempuan yang bahagia akan mampu mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anaknya secara bahagia pula. Jangan lupa bahwa naluri ibu dan anak itu sering terhubung. Apabila ibunya stres, uring-uringan, tertekan, dan dalam kondisi yang tidak bahagia, anak pun dapat tertular kondisi demikian.

Jadi sebagai kepala keluarga, sangat penting bagi seorang suami untuk menjaga perasaan istrinya, karena itu juga berarti menjaga kebahagiaan anak-anaknya.

Perempuan adalah Makhluk Perasa, Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok

Tipikal perempuan sebenarnya mudah memaafkan. Walaupun terlihat lebih emosional dibandingkan laki-laki, tapi setelah kondisi mereda biasanya hati mereka pun cepat luluh kembali. Dan ini memang sudah diatur dari sananya.

Betapa kita tak pernah tahu maksud dari Allah Swt menciptakan perempuan dengan segala keunikan karakternya. Kaum pria harus ekstra hati-hati meluruskan tulang rusuk yang bengkok ini, karena kalau salah cara, tulangnya jadi patah, gelasnya pun jadi pecah. Gawat, deh… ☺

Keunikan lainnya, meski sekilas tampak rapuh, bukan rahasia lagi jika sebenarnya ketahanan perempuan justru lebih besar berkali-kali lipat daripada laki-laki. Itulah kenapa, lebih banyak kasus perselingkuhan dilakukan oleh pria daripada wanita, karena wanita sebenarnya lebih tahan banting kala menghadapi banyak tekanan dalam kehidupannya.

Meski demikian, tak ada satupun pembenaran, ya, bahwa adanya konflik dalam rumah tangga kemudian menjadikan bolehnya menjual kesetiaan. Ohh… tidakkk!! Kau tak boleh melakukan itu…!! *kata Sponge Bob

Bukan bermaksud untuk subyektif beropini karena saya adalah perempuan. Tapi memang suatu fakta bahwa perempuan yang BAHAGIA adalah kunci dari bersinarnya rumah tangga. Rasanya tak perlu jauh-jauh mengikuti Sekolah Ibu untuk mengurangi konflik dalam rumah tangga bagi perempuan, jika saja seorang kepala keluarga mampu menjadi guru dan pemimpin terbaik bagi istrinya.

Intinya, dalam suatu rumah tangga harus ada keinginan untuk sama-sama terus belajar dan saling memperbaiki diri dari keduanya, bukan hanya salah satu pihak saja ☺ Wallahu a’lam… 💕

💙💚💜

#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Kalimat Motivasi Ini untukmu yang Merasa “I Am Nothing”

Manusia diberikan nikmat lebih tinggi daripada makhluk hidup lainnya dalam hal karunia akal dan pikiran. Hal inilah yang mampu mengontrol kehidupan kita dan sejatinya menghindarkan kita dari keadaan mendzolimi diri sendiri.

Apakah kau tahu arti mendzolimi diri? Ya, segala hal yang berkaitan dengan penurunan nilai-nilai positif kualitas diri termasuk dalam kategori ini. 

Menganggap diri tak berguna dan tidak memiliki kelebihan sama sekali. Selalu pesimis dan tak tahu bagaimana caranya menggali potensi agar menumbuhkan rasa percaya diri. Dan sederet rasa I am nothing lainnya.

Apa saja yang dapat kau lakukan untuk meminimalisir rasa tersebut?

Benahi bagian “dalam” terlebih dahulu

Perbaikan kualitas diri hendaknya dilakukan dari dalam ke luar, Maksudnya, lakukan perbaikan dari pola hidupmu sendiri terlebih dahulu, seperti pola makan, pola istirahat, waktu untuk beribadah, bekerja, belajar, dan sebagainya.

Kurangi kegiatan tidak penting yang dapat mempengaruhi menumpuknya sampah pada pikiranmu, salah satunya seperti penggunaan gadget yang berlebihan (untuk hal yang tidak perlu). Kecuali pekerjaan atau bisnismu memang menuntutmu untuk harus selalu menggunakan gadget.

Jangan pernah berhenti belajar dan mengisi “gelasmu” dengan air yang baru. Kehidupan adalah sekolah yang tiada pernah usai. Selalu kosongkan gelasmu dan rendahkan hatimu agar dapat terus menerima ilmu baru tanpa pernah merasa digurui.

Move on dari masa lalu

Setiap orang pasti memiliki kenangan masa lalu, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Apabila tak berhati-hati mengelolanya, engkau akan terperangkap dalam ikatan penyesalan, atau sebaliknya, dalam euforia kebahagiaan masa lalu yang tak berkesudahan. Padahal kita hidup di masa sekarang dan masa depan, bukan pada masa lalu. Perlu mulai memastikan target untuk masa depan, bukan hanya terjebak pada zona nyaman masa lalu.

Fokus pada kelebihanmu

Tak perlu ragu. Percayalah, kita semua pasti punya kelebihan. Jika belum merasakan hal itu, bisa jadi karena engkau belum menemukan potensimu sebenarnya. Coba tanyakan 2 hal ini pada dirimu :

  • Apa kegiatan/hobi yang kau sukai dan rela tak dibayar sekalipun saat mengerjakannya?
  • Apakah engkau lebih nyaman dalam keramaian, atau sebaliknya, menyukai kesendirian dan jauh dari publisitas?

Dua pertanyaan diatas cukup mampu membantumu menemukan kelebihan dirimu. Dari kelebihan ini engkau dapat mengembangkannya lagi menjadi aktivitas yang menghasilkan. Apabila kelak sudah berjalan pada jalurnya, kita dapat memfokuskan lagi bidang khusus apa yang ingin dipelajari dan ditekuni lebih dalam.

“Saya tidak takut kepada orang yang mempelajari 10.000 jurus sekaligus. Saya hanya takut kepada orang yang berlatih 1 jurus selama 10.000 kali…” (Bruce Lee)

Selamat berlatih dan menggenapkan 1 jurus dalam 10.000 jam terbang., karena hanya engkau yang bisa menemukan dan mengembangkan potensi dirimu. Orang lain hanya mampu memotivasi… 💕

💙💛💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day1