Kisah Perpanjangan SIM A & C :)

Ceritanya, tanggal 25 Juli 2014 ini SIM A & C saya akan memasuki masa pensiun 🙂
Setelah ditimbang-timbang, ada baiknya saya mengurus perpanjangan sebelum tanggal 25 Juli itu. Hmmm… kenapa?? Yess!! Berhubung tanggal 28 Juli ini adalah Hari Raya Idul Fitri, jadi bisa dibayangkan betapa sibuknya kegiatan menjelang Hari Raya tersebut. Takutnya soal SIM tidak lagi saya ingat menjelang tanggal tersebut 😀

Akhirnya diputuskan untuk melakukan perpanjangan seminggu sebelumnya, kalo bukan tanggal 14 Juli, ya tanggal 15 Juli.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah sibuk tuh browsing di internet mengenai tarif resmi perpanjangan SIM A & C di internet. Alhamdulillah dapet tarif resmi dari akun Divisi Humas Mabes Polri, yaitu :
– Perpanjangan SIM A : Rp. 80.000,-
– Perpanjangan SIM C : Rp. 75.000,-

Penting untuk saya mengetahui taif resmi ini karena sekarang banyak banget tarif-tarif yang tidak sesuai dengan aslinya. Biasanya beda kota beda tarif. Padahal tarif resmi itu kan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia kan?? Alangkah kasihan saudara-saudara kita di daerah yang beberapa tulisanmereka di blog pernah saya baca dan dikenai biaya lebih besar dari tarif aslinya.

Saya udah rencana mau perpanjangan di SIM Corner Ambarrukmo Plaza yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, dibandingkan harus ke Polres Sleman, Yogyakarta, yang ampuuun deh jaraknya, sekitar 15 km ada deh kalo diitung-itung..

Nah, pas tanggal 15 Juli 2014 langsung deh dengan PD dan penuh keyakinan saya melaju ke Ambarrukmo Plaza 🙂
Kebetulan ada Satpam di pintu masuk, saya tanya sambil basa-basi sebentar, dilantai mana pelayanan SIM Corner. Daaaann.. waduuh.. jantung saya serasa berhenti berdetak!!
Ternyata eehh.. ternyata.. pelayanan SIM Corner udah ga ada lagi sejak bulan Juli ini huhuhu 🙁 Saya dianjurkan utk ke SIM Corner di Ramai Mall.
Huhuhu… pusing kepala saya, karena Ramai Mall itu ada di kawasan Malioboro yang jaraknya cukup jauh dari Ambarrukmo Plaza.

Sebelumnya saya juga sempet browsing kalo ada mobil SIM Keliling di Gembiraloka yang tidak terlalu jauh dari Ambarukmo Plaza.
Akhirnya cobalah saya kesana sebelum ke Ramai Mall, siapa tau berjodoh dengan SIM Keliling .. Ternyataaa ditolak jugaa.., karena SIM Keliling itu cuma utk penduduk Kodya, bukan utk penduduk Sleman seperti saya #uhhuk..

Kadung udah keluar rumah, meski sudah tengah hari lanjut deh perjalanan ke Ramai Mall Malioboro. Lha daripada saya balik pulang kerumah & kembali lagi besok, tentunya akan menghabiskan waktu lagi kan??
Hmmmm.. ternyata sampai disana tetep antri meskipun bulan Ramadhan 🙂 & loket baru baru buka lagi jam 13.30 setelah istirahat 1,5 jam..

Baiklah, akhirnya, hidup itu memang butuh perjuangan 😀
Yg diperlukan adalah sabar, tabah & tetep ikhtiar..
Akhirnya.. jadi juga 2 SIM itu menjelang jam 3 sore.. 🙂
Alhamdulillah, meski harus keliling kota seharian di bulan Ramadhan plus kena guyuran hujan berkali-kali,  anggap saja itu adalah perjuangan 😉 Dan mudah-mudahan Allah Swt. menerima amal ibadah puasa kita, amiinnnn..

Seminar Motivasi d’BC Network 2014

Gambar

Para Diamond-nya d’BCN.. ibu-ibu rumah tangga berpenghasilan 30-40an jeti/ bulan 🙂

Alhamdulillah… akhirnya kesampaian juga impian saya bertemu dengan leader-leader jaringan Oriflame yang saya ikuti, d’BC Network.
Tanggal 21 Februari 2014 lalu  Yogyakarta, kota tempat tinggal saya sekarang, menjadi tuan rumah Oriflame Director Seminar 2014 yang diselenggarakan setahun sekali dan lokasinya selalu berpindah-pindah.

Sehari sebelum acara Director Seminar itu dimulai, jaringan d’BC Network ngadain Seminar Motivasi untuk para membernya di Inna Garuda Hotel, kawasan Malioboro..
800-an d’BCNers dari seluruh Indonesia tumplekkk blekkk.. mulai dari parkiran depan hotel, lobby, sampai lorong menuju Ruang Meeting semua full dengan warna kuniiiiiinnggg.. ehhehe.. *kaya’ kampanye parpol jaman duluuuu* 😀

Daannn… jrenngg… jreennggg… begitu sampai di ruangan, hentakan musik dan teriakan melengking di panggung menyambut 800-an orang peserta yang hadir..
Para leader d’BCN satu persatu mulai naik ke atas panggung dan melakukan pemanasan (baca : joged dulu) 😀 sebelum acara inti dimulai..  Dan seperti biasa.. it’s time for me to be a photographer and take a photo as many as I can.. 😉

Gambar

Beberapa leader Diamond & Executive d’BCN (mba Amalia, Sharah, Dian, Eka)

Sesuai jadwal, seharusnya Seminar Motivasi hari itu akan diisi oleh sesi motivasi dari Krishna Murti, seorang motivator nasional. Tapi karena beliau berhalangan hadir akhirnya mba Nadia Meutia, co-founder jaringan d’BCN, mengambil alih peran utama di atas panggung..
Amat sangattt luarr biasa energi beliau, karena ibu 2 orang putri ini sukses mengawal acara seminar tersebut selama 4 jam.. total sebagai MC, moderator, motivator, sekaligus translator..

Gambar

Co-founder d’BCN, Nadia Meutia.. Energinya ruaaarrrrrrr biasaaaa!!!!!

Setelah acara berjalan sekitar 3 jam-an, tiba-tiba dari arah belakang panggung muncul sesosok pria tinggi besar, berjalan naik menuju panggung..
Ehmmmm… siapakah diaa???… ternyata beliau adalah Amir Mortazavi, Managing Director Oriflame Indonesia 🙂

Subhanallaaah… ini namanya the dream comes true..  *lebay yaa?? hehe… ga papa lah dibilang norak bin lebay..*
Secara saya dulu pernah lhooo bermimpi ketemu beliau 😀 .. Entahlah.. saya sendiri heran waktu itu kok bisa yaa mimpi bertemu Mr. Amir..?? Padahal mikir juga ga pernah.. 🙂 Saat akhirnya impian itu menjadi nyata, tidak ada kata lain yang keluar dari bibir saya, lagi-lagii Alhamdulillaaah.. 🙂

Gambar

Nadia Meutia & Amir Mortazavi

Gambar

My dream comes true.. 😀

Alhamdulillaahh.. berMANFAAT sekali arti Seminar Motivasi tersebut untuk saya yang seorang ibu rumah tangga, yang ingin selalu belajar hal-hal positif dari orang-orang di sekeliling saya… dan yang juga memilki IMPIAN seperti orang lain pada umumnya 🙂

Karena hidup tanpa impian serasa tak ada gairah…
Karena apa pun obsesi kita, jangan pernah lupakan bahwa SURGA adalah tujuan akhirnya..

I’m just an ordinary woman, but I’m special for my lovely daughter 😉

HASTIN PRATIWI

http://www.facebook.com/hastinpratiwi

MENEMUKAN PENCERAHAN LEWAT FILM (DAN NOVEL)

Pencerahan lewat film??

Ehhmm.. sejujurnya.. saya bukanlah seorang “film mania”..
Saya menonton film selama ini semata-mata karena hiburan dan tidak pernah sama sekali ngotot harus mengejar  tiket atau melihat sebuah film tertentu, meskipun mungkin sekali saya ingin melihatnya karena gencarnya promosi film tersebut di media..

Karena bukan film mania, saya termasuk orang yang pilih-pilih kalau diajak melihat suatu tontonan..
Cuma segelintir film yang saya suka, semisal Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Ada Apa dengan Cinta??, Ketika Cinta Bertasbih, dan untuk film luar saya suka Speed, G.I. Jane dan ehhmm… apalagi yaa.. ga terlalu banyak kok yang saya suka sebenarnya..

 

Tapi sekitar akhir tahun lalu, kalau tidak salah beberapa hari terakhir menjelang  awal tahun 2014, kebetulan upline saya di Oriflame, mbak Tasniem Fauzia Rais yang kebetulan anak dari tokoh politik Indonesia H.M. Amien Rais, mengadakan farewell party atau acara perpisahan dengan rekan-rekan jaringan Oriflame-nya sehubungan kepindahannya ke Belanda selama 3 tahun untuk mengikuti suaminya yang sedang melanjutkan pendidikan di sana.

 

Gambar

 

Dalam acara tersebut ga lupa diselipkan sesi Nonton Bareng alias nobar film “99 Cahaya di Langit Eropa”.
Awalnya saya biasa aja, ga tertarik (he..he..).. karena belum baca novelnya mungkin ya??..

Film 99 Cahaya di Langit Eropa adalah film yang diangkat dari novel pengalaman Hanum Salsabiela Rais (kakak dari Tasniem Fauzia) yang menemukan pencerahan dan jejak peradaban Islam di Eropa selama beliau mengikuti suaminya menempuh pendidikan di  Austria.
Awal melihat film tersebut sudah sangat menarik bagi saya yang belum pernah ke luar negeri, apalagi ke Eropa (hahhaha.. :D).. Dengan latar belakang pemandangan alam dan suasana kota yang nyaman di beberapa negara Eropa seperti Austria dan Prancis, benar-benar membuat saya merasa sedang berada di sana..

 

 

Tapi dibalik ituuu semuaa… ternyata masih ada kesan yang tersisa di hati saya..
Pulang sambil membawa novel yang sudah ditandatangani mbak Hanum Salsabiela dan sampai sekarang belum habis saya baca, rasa-rasanya banyaaakk sekali pelajaran yang saya dapat dari film dan novel tersebut..
“Jadilah AGEN MUSLIM yang baik”.. itu inti yang saya dapat dari cerita film, dan sebaris kalimat pendek yang ditulis mbak Hanum bersamaan dengan coretan tanda tangan beliau di novel yang saya punya.
Simpel.. tidak aneh-aneh, tapi mengandung banyak makna.. dan mulai saya terapkan dalam kehidupan saya sehari-hari..

Lhooo.. kalau gitu dari dulu belum jadi “Muslim yang Baik” dong??  heheehe..
Manusia itu kan selalu berubah.. kalau sebelumnya selalu baik, tidak pernah keluar jalur, bisa saja jalan selanjutnya banyak kerikil dan godaan yang sewaktu-waktu akan menjerumuskan.. Itulah manfaatnya kita selalu belajar, memperbaiki diri dan tentu saja tidak lupa mohon ampun atas segala kekhilafan dan ketidaksempurnaan sebagai manusia.. *stoopp ceramahnya..*  Lanjuuttt….

 

Lewat film “99 Cahaya di Langit Eropa”, Hanum sepertinya ingin bercerita bahwa peradaban Islam di Eropa dahulu kala sangat berjaya dan duduk berdampingan dengan peradaban lain yang ada di sana.
Fakta-fakta yang ditampilkan dalam film seolah-olah membuka mata saya – dan tentunya penonton semua- bahwa semua itu nyata dan apa adanya…
Kenapa sekarang terasa begitu jauh antara Islam dengan dunia Barat, tentunya karena banyak faktor dan banyak oknum yang terlibat..
Dalam film ini seolah-olah penulis ingin mengajak,  “Kita bisa kok berdakwah dengan cara yang santun.. dengan cara yang manis.. tanpa harus mengedepankan kekerasan.. tanpa menomorsatukan peperangan..”
Berdakwalah dengan elegan, dengan memahami prinsip-prinsip kemanusiaan dan selalu menjaga Unity in Diversity..

Bukan tidak mungkin kan, dengan modal ilmu pengetahuan dan pemahaman, peradaban Islam di dunia barat yang belakangan mengalami kemunduran dan tidak berkuasa atas teknologi bisa saja berkembang dan mengulang kejayaan seperti yang terjadi di Eropa beberapa abad silam..

 

“Saat memandang matahari tenggelam di Menara Eiffel Paris, Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al-Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, saya bersimpuh. Matahari tenggelam yang saya lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun yang lalu.
Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih saying dan semangat toleransi antarumat beragama….”
.

 

Temukan HOT BUTTON Kita

 

Teman-teman pernah mendengar Hot Button..?? Apakah itu?? 🙂

Hot Button kalo tidak salah (pasti bener donk ya.. he3..) adalah kata lain untuk menggambarkan KEINGINAN TERBESAR alias MOTIVASI kita dalam hidup ini.

Bentuknya bisa bermacam-macam, karena setiap orang yang hidup itu pasti punya MOTIVASI.
Entah motivasi untuk sekolah, motivasi untuk bekerja, bahkan saat ingin tidur pun kita pasti punya motivasi. Apa motivasinya?? Biar badan segar, fisik tidak kelelahan, dsb.

Saya ingat waktu masih usia ABG dan duduk dibangku SMP ngefaaaanns buangett sama penyanyi luar yang namanya Tommy Page.

Gambar

Dipikiran saya waktu itu, Tommy Page alias TP (Tipi) adalah sosok sempurna.. Suaranya lembut, lagunya romantis dan… wajahnyaa.. ehhmmm.. pastinya cakep pula..

Saking ngefansnya niih, saya sampe punya cita-cita.. pengeeeenn bangat kirim surat ke dia ..
Alamat Fans Clubnya pun udah saya kantongi waktu itu, tinggal sisanya saya berjanji akan belajar Bahasa Inggris sebaik mungkin supaya bisa korespondensi dengannya..

Singkat cerita, karena motivasi itulah saya menjadikan Bahasa Inggris sebagai pelajaran favorit & selalu ditunggu-tunggu..
Inget banget, waktu itu sebagian besar teman sekelas pada benci dengan pelajaran Bahasa Inggris (kebetulan gurunya juga agak “killer.. he3..), tapi saya sangat menikmati, bahkan sepulang sekolah masih bela-belain ikut kursus Bahasa Inggris di tempat kursus swasta..

Alhamdulillah… tidak sia-sia..

Meski saya belum jadi kirim surat ke Tommy Page sampe sekarang, tapi ada satu peristiwa yang tak mungkin saya lupakan..
Menjelang kelulusan SMP saya mendapat hadiah dari guru Bahasa Inggris, karena terpilih sebagai Juara Ke-2 Peserta Ebtanas SMP Bidang Studi Bahasa Inggris Terbaik .. Hasil Ebtanas Bahasa Inggris saya cuma salah 2 waktu itu..

 

Ehhmm.. saya masih punya cerita kedua.. (maaf cerita lagi.. ) 😀

Kalo jaman ABG ngefans sama Tommy Page, lain lagi jaman kuliah… saya ngefans bangat dengan pengamat Politik dan Ekonomi asal Northwestern University, Amerika Serikat, yang bernama Jeffrey Winters..
Kekaguman saya disebabkan karena  saya & bapak (sekarang sudah Alm.) waktu itu sering banget nonton acara interview Jeffrey Winters di program berita televisi yang mengemukakan pandangan-pandangannya tentang krisis moneter dan situasi ekonomi politik Indonesia yang saat itu sedang “down’..
Entah kenapa saya sukaaa sekali dengan pandangan-pandangan politik dan caranya berbicara.. sampe pas baca surat kabar ada berita tentang dia saya jadi sedikit berkhayal, “Kapan yaa.. aku bisa ketemu Jeffrey Winters??”

Gambar

Sampai satu tahun kemudian setelah peristiwa baca koran itu…

Menjelang kelulusan kuliah, saya harus melakukan Praktek Kerja Lapangan alias Magang ditempat yang sesuai dengan jurusan yang saya pilih waktu itu, yaitu Komunikasi.
Daan.. entah kenapa, hati saya menuntun untuk menjatuhkan pilihan Magang sebagai Jurnalis di TVRI Jakarta..
Berbekal keberanian dan nekat, saya layangkan surat ke instansi tersebut, dan ga pake lama Alhamdulillah permohonan Magang saya diterima..

Hari-hari saya lewati dengan belajar mengejar nara sumber dan menulis berita dari wartawan-wartawan disana.. hingga akhirnya saya melihat di Jadwal Liputan Harian akan ada liputan tentang pemeriksaan Jeffrey Winters di Mabes Polri..

Huwwaaaa…. AKU HARUSSS IKUUTTT…. tekad saya saat itu 😀

Subhanallah… Allah mendengar doa saya..
Betapa tidak terbayangkan sebelumnya saya bisa berdiri di hadapan pengamat politik idola saya itu, bisa bertemu dengan orang yang selama ini cuma saya lihat dari televisi dan surat kabar..

Perasaan saya campur aduk ga karuan..  pengen nangis, tapi terharu dan bahagia karena Allah mengabulkan doa saya..
Dan inget banget, pulang dari liputan itu saya langsung sholat di kos-kosan sambil nangis terharu..  :p
Lebaaayy?? Ga papa, orang lain boleh menertawakan, tapi saya menganggapnya benar-benar sebagai anugerah….

 

Naahh.. terbukti kan, dari kisah nyata kehidupan saya di atas yang namanya Hot Button alias Motivasi itu ternyata penting sekali..

Bahkan jika kita bisa memasukkan Hot Button itu ke alam bawah sadar kita, rasa-rasanya segala tindakan yang kita lakukan dalam hidup ini bisa saja mengarah kesana..

 

d’BC Network & Belajar nge-Blog

Assalamu’alaikum ww.

Ini adalah tulisan kedua saya di blog ini..
Kenapa dikasih judul “dBC Network & Belajar ngeBlog”??

Iyaa, beneerrr banget.. taukah bunda2 & para pembaca semua bahwa saya sekarang lagi belajar ngeblog.. hehehe.. jangan ditertawakan yak..!!

Alhamdulillaaah.. ga nyangka, gabungnya saya di dBC Network ternyata membawa berkah berlimpah MANFAAT yg tiada tara.. Banyaaak banget ilmu yg saya dapet 🙂
Selain ilmu internet marketing, leadership, pengembangan diri & masih banyaaak ilmu lainnya, ternyata saya jg dapet ilmu ngeblog yg selama ini pengeeen bgt saya ketahui.. 🙂

Jadi para blogger, kalo ada sesuatu yg lucu ato janggal di blog ini mohon dimaklumi yaaa.. karena saya hanyalah seorang ibu RT biasa yg selalu haus akan ilmu & sedang berusaha menambah ilmunya.. 🙂

Wassalamu’alaikum ww.

A Work at Home Mom

Semangat Pagiiiii !!!.. 🙂

Hari ini pengeeeeenn banget curhat dikit.. 🙂 Mudah2an ada yang mau baca 🙂 Kalo ga ya ga papa, biar saya jadikan dokumentasi untuk perjalanan hidup saya 😄

Taukah temen-temen semua, beberapa tahun yang lalu tidak terbayang sama sekali saya akan menjadi seorang ibu RT (alias Rumah Tangga) murni yang menghabiskan waktunya 24 jam sehari, 7 hari seminggu & 30 hari dalam sebulan bener-bener stay at home… mendedikasikan hidup sepenuhnya untuk urusan kerumahtanggaan seperti merawat anak, memasak, mencuci, membersihkan rumah & tugas berat ibu RT pada umumnya… (ehm…ehm.. tarik nafas dulu…) 😀

Duluuu.. waktu jaman masih sekolah SD sampe SMA saya tuh orangnya pemalu, pendiem, ga banyak omong, pokoknya dieeeemmm aja 😀 Sampe ada temen sekolah kakak saya yg komentar, “Kok adikmu ga pernah senyum sih?? cemberut terus.. Mau deketin jadi ga berani…”

Hemmmmm…

Hehehe.. ga percaya? Coba tanya kakak laki2 saya yg cuma 1 itu 🙂

Mulai sedikit berubah waktu kuliah, karena saya kuliah di jurusan Komunikasi, tepatnya program studi Broadcasting yang mengharuskan banyak kegiatan outdoor. Jadi otomatis tiap hari sering ketemu orang dengan beragam karakter… Udah gitu saya ikut kegiatan Marching Band pula, so jaraaaaaaaanngg banget ada di rumah. Pergi pagi untuk kuliah, pulang sampe malem karena langsung latihan Marching Band…

Di akhir tahun kuliah 1999 saya berkesempatan magang di sebuah stasiun televisi pemerintah di Jakarta dengan mengambil spesialisasi pemberitaan (jurnalistik)… Naah.. naah, saat itu saya merasa bersemangat sekali bekerja (meski masih praktek), sampe kadang bela2in tidur di kantor hehehe demi ikut liputan tiap hari sebagai jurnalis.. 🙂 Bener2 pengalaman itu saya gunakan sebaik2nya untuk melancarkan cita2 saya selanjutnya… Udah kebayang lulus langsung kerja di Jakarta dengan referensi yang dimiliki… 🙂

Ternyata.. manusia boleh berkehendak, tapi Allah yang menentukan..

Sepulang dari magang di ibukota, ayah saya di Yogya tiba-tiba sakit, cukup mengkhawatirkan, karena beliau terkena stroke… Akhirnya singkat cerita saya tidak jadi melanjutkan cita2 ke Jakarta.. Kecewa?? Awalnya iya, tapi pada akhirnya bisa memahami & memilih bekerja di Yogya sambil terus menggali pengalaman sebanyak2nya..

Setelah sakit beliau makin parah akhirnya saya memutuskan resign dari kerjaan (meskipun sempat berkali-kali tidak diijinkan bos, tapi saya teteeep maksa :)) Inget waktu itu sampe nangis2 di depan bos (bos saya perempuan) biar diijinin resign….

Setelah ayah saya meninggal, saya tetap belum bekerja & memutuskan wiraswasta aja di rumah.. Sampe akhirnya saya menikah & alhamdulillaaaah langsung dikaruniai momongan.. Dan saat anak saya umur 6 bulan sempat pengen bekerja di kantor lagi.. Nglamar-nglamar lagi, diterima di sebuah perusahaan perdagangan indeks di Solo yang menghabiskan waktu sekitar 1 jam-an dari Yogya..
Tapi itu cuma bertahan beberapa hari karena tidak tega melihat tatapan bayi cantik saya waktu itu…

Sekarang… setelah berpikir panjaaaang saya mantap memilih bekerja dalam jaringan d’BC Network, jaringan konsultan independen perusahaan Oriflame yang menjalankan bisnisnya 85% secara online…

Banyak sekali yang saya dapatkan disini… Bukan melulu soal uang… uang.. uang.. tapi juga semangat kebersamaan, saling membantu, saling menguatkan, gemblengan mental & tentunya bersama-sama menjadi orang yang lebih berMANFAAT lagi untuk orang lain secara kualitas & mudah-mudahan juga secara finansial… amiiiin…

Salam BBM!!!  Berkah… Berlimpah.. Manfaat,

Hastin Pratiwi

Independent Oriflame Consultant

Gambar

My Life, My Journey