Cara Meningkatkan Soft Skill di Era Society 5.0

Dunia terus berputar. Semua terasa sangat kompetitif dan makin dinamis. Dalam situasi ini, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis atau hard skill saja. Soft skill atau keterampilan non-teknis tak diragukan lagi, menjadi unsur kritis yang membedakan antara individu yang memang serius ingin berkembang, atau sebaliknya, hanya puas di zona nyaman yang sama.

Saya adalah salah satu pembelajar sejati yang hingga detik ini masih terus mengasah soft skill untuk menemukan apa lagi yang dapat saya eksplor dalam diri ini, salah satunya dengan cara mengenal diri sendiri.

Soft Skill
Pentingnya soft skill di era Society 5.0 (Image: Pexels.com/Fauxels)

Soft skill adalah keterampilan non-teknis yang mencakup aspek interpersonal, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan lainnya. Tahukah kamu? Saat ini, soft skill memiliki peran yang sama pentingnya, bahkan cenderung lebih diutamakan daripada keterampilan teknis atau hard skill.

Meskipun hard skill memastikan seseorang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus di bidang tertentu, tanpa adanya soft skill, manusia terkesan bekerja seperti robot atau mesin. Tidak ada keinginan bekerja sama, tak-ada kemampuan berinovasi dan berkreasi, tidak memiliki kecerdasan emosional yang baik, dan tidak menguasai sederet keahlian interpersonal lain yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja yang kompleks.

Beberapa contoh soft skill yang sangat dibutuhkan pada era Society 5.0 dapat kamu baca di bawah ini.   

Salah satu soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja adalah kemampuan komunikasi yang efektif. Ini bukan sekadar bagaimana kita menyampaikan ide atau informasi, melainkan seberapa baik kita mampu mendengarkan orang lain.

Di zaman serba kolaborasi dan tim kerja menjadi kunci, kemampuan berkomunikasi dengan jelas dan memahami perspektif orang lain menjadi faktor sukses yang tak terhindarkan.

Jenis soft skill lain yang sangat dihargai di dunia kerja adalah skill kepemimpinan dan kemampuan bekerja dalam tim (kolaborasi). Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya paham bagaimana cara memimpin, tetapi harus mampu menginspirasi dan memotivasi orang lain di sekitarnya.

Kemampuan bekerja dalam tim dengan beragam karakter individu juga menjadi faktor penentu kesuksesan dalam lingkungan kerja yang multikultural saat ini. Bagaimana menghadapi atasan yang bossy misalnya, atau bergaul dengan teman kerja yang selalu menuntut kesempurnaan (perfectionist) merupakan sesuatu yang harus mau kita pelajari.  

Kemampuan untuk selalu kreatif, inovatif, dan mampu memecahkan masalah (problem solving) menjadi contoh soft skill yang juga banyak dibutuhkan. Perusahaan menghargai individu yang membawa ide segar dan menciptakan solusi unik. Soft skill tidak hanya membantu kita mengatasi berbagai hambatan, tetapi juga memberi keunggulan kompetitif.

Nah … sekarang sudah tahu ‘kan betapa pentingnya soft skill saat melakukan koneksi dengan orang lain? Lalu, bagaimana cara meningkatkan soft skill ini?

Ilmu pengembangan diri (self-development) akan selalu dibutuhkan di bidang apa pun. Kamu harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu sebelum dapat menginspirasi dan menghasilkan sesuatu yang berarti. Mengikuti aneka kelas dan pelatihan self-development merupakan salah satu solusi.

Untuk memahami apa potensi diri yang masih terpendam, melakukan tes psikologi dengan berbagai bentuknya dapat menjadi pilihan. Kamu juga dapat mengikuti tes sidik jari atau analisis tulisan tangan jika ingin lebih detail memahami karakter dan keahlianmu. Saya pernah menulis pengalaman tentang ini di artikel Tes Sidik Jari dan Tulisan Tangan, Cara Menemukan Potensimu.     

Ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya sangat penting. Jika setiap hari kita bergaul dengan individu atau komunitas yang karakter dan pemikirannya positif, otak kita akan menyerap hal-hal baik setiap hari. Begitu pun sebaliknya.  

Jadi, pelatihan dan pergaulan positif yang disertai dengan pengalaman praktis sangat membantu memperkuat dan meningkatkan soft skill individu. Dengan demikian, kita memiliki fondasi kokoh untuk terus mencapai prestasi berkelanjutan. Apakah kamu siap?

Spread the love

14 thoughts on “Cara Meningkatkan Soft Skill di Era Society 5.0”

  1. aku sendiri sampe saat ini masih terus belajar soal pengembangan soft skill, apalagi kalau udah memasuki dunia kerja, problem solving memang perlu banget
    kadang kan ada orang yang terlihat pendiam, tapi ternyata dia mahir untuk penyelesaian masalah

    Reply
  2. Setuju banget, sekarang ini penting untuk meningkatkan soft skill. Terutama kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan ini adalah kemampuan dasar agar bisa menembus segala bidang yang diminati. Ah aku juga masih terus belajar meningkatkan berbagai soft skill aku.

    Reply
  3. Soft skill saat ini memang udah menjadi aset bagi tiap orang, ya. Justru prosentase keberhasilan seseorang lebih banyak dipengaruhi hal ini. Setuju banget kalau kita masih tetap harus eksplor kemampuan diri dan soft skill demi menghadapi tantangan zaman. 🙂

    Reply
  4. Artikel semacam ini perlu dibaca anak-anak milenial juga terutama remaja-remaja yg masih SMA/baru lulus. Kebetulan anak saya baru lulus SMA dan masih agak sulit dibujuk untuk ambil 1-2 soft skill padahal sangat penting. Alasannya malas yg online tapi untuk keluar masih mager.
    Jadi seperti kebalikan dari saya yang sangat suka “belanja” soft skill untuk pengembangan diri dan mencari cuan.

    Reply
  5. Sepakat, Mbak. Soft skill itu memang penting banget. Bukan hanya di lingkungan kerja, di pergaulan sehari-hari pun orang yang mempunyai soft skill biasanya memancarkan positive vibes.

    Reply
  6. “menjaga pergaulan yang positif”, memang sepele mba. Kalau kata Rasulullah berteman dengan penjual parfum kecipratan wanginya, kalau pandai besi kecipratan panasnya. Ya mungkin seperti itu ya. Tapi seiring bertambahnya usia saya merasa pergaulan semakin sempit. Jangankan positif, bisa punya temen aja bersyukur banget hiks.

    Reply
    • Karena makin bertambahnya usia sebanding dengan berkurangnya kemampuan untuk berpikir kompleks. Jadi, memilih teman dalam lingkup kecil tetapi satu frekuensi lebih baik daripada banyak teman tapi menambah masalah. 😀

      Reply
  7. Tips di dalam tulisan ini jika diterapkan dengan baik, in syaa Allah menghasilkan sumber daya manusia yang mumpuni, apalagi jika dibarengi pengasahan hard skill juga.

    Reply

Leave a Comment