Semua tulisan dari Hastin Pratiwi

Kontributor di media online & penulis buku antologi. Pembelajar sejati yang menulis untuk berbagi. Kontak saya via email di hastinpratiwi@gmail.com.

MENEMUKAN PENCERAHAN LEWAT FILM (DAN NOVEL)

Pencerahan lewat film??

Ehhmm.. sejujurnya.. saya bukanlah seorang “film mania”..
Saya menonton film selama ini semata-mata karena hiburan dan tidak pernah sama sekali ngotot harus mengejar  tiket atau melihat sebuah film tertentu, meskipun mungkin sekali saya ingin melihatnya karena gencarnya promosi film tersebut di media..

Karena bukan film mania, saya termasuk orang yang pilih-pilih kalau diajak melihat suatu tontonan..
Cuma segelintir film yang saya suka, semisal Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Ada Apa dengan Cinta??, Ketika Cinta Bertasbih, dan untuk film luar saya suka Speed, G.I. Jane dan ehhmm… apalagi yaa.. ga terlalu banyak kok yang saya suka sebenarnya..

 

Tapi sekitar akhir tahun lalu, kalau tidak salah beberapa hari terakhir menjelang  awal tahun 2014, kebetulan upline saya di Oriflame, mbak Tasniem Fauzia Rais yang kebetulan anak dari tokoh politik Indonesia H.M. Amien Rais, mengadakan farewell party atau acara perpisahan dengan rekan-rekan jaringan Oriflame-nya sehubungan kepindahannya ke Belanda selama 3 tahun untuk mengikuti suaminya yang sedang melanjutkan pendidikan di sana.

 

Gambar

 

Dalam acara tersebut ga lupa diselipkan sesi Nonton Bareng alias nobar film “99 Cahaya di Langit Eropa”.
Awalnya saya biasa aja, ga tertarik (he..he..).. karena belum baca novelnya mungkin ya??..

Film 99 Cahaya di Langit Eropa adalah film yang diangkat dari novel pengalaman Hanum Salsabiela Rais (kakak dari Tasniem Fauzia) yang menemukan pencerahan dan jejak peradaban Islam di Eropa selama beliau mengikuti suaminya menempuh pendidikan di  Austria.
Awal melihat film tersebut sudah sangat menarik bagi saya yang belum pernah ke luar negeri, apalagi ke Eropa (hahhaha.. :D).. Dengan latar belakang pemandangan alam dan suasana kota yang nyaman di beberapa negara Eropa seperti Austria dan Prancis, benar-benar membuat saya merasa sedang berada di sana..

 

 

Tapi dibalik ituuu semuaa… ternyata masih ada kesan yang tersisa di hati saya..
Pulang sambil membawa novel yang sudah ditandatangani mbak Hanum Salsabiela dan sampai sekarang belum habis saya baca, rasa-rasanya banyaaakk sekali pelajaran yang saya dapat dari film dan novel tersebut..
“Jadilah AGEN MUSLIM yang baik”.. itu inti yang saya dapat dari cerita film, dan sebaris kalimat pendek yang ditulis mbak Hanum bersamaan dengan coretan tanda tangan beliau di novel yang saya punya.
Simpel.. tidak aneh-aneh, tapi mengandung banyak makna.. dan mulai saya terapkan dalam kehidupan saya sehari-hari..

Lhooo.. kalau gitu dari dulu belum jadi “Muslim yang Baik” dong??  heheehe..
Manusia itu kan selalu berubah.. kalau sebelumnya selalu baik, tidak pernah keluar jalur, bisa saja jalan selanjutnya banyak kerikil dan godaan yang sewaktu-waktu akan menjerumuskan.. Itulah manfaatnya kita selalu belajar, memperbaiki diri dan tentu saja tidak lupa mohon ampun atas segala kekhilafan dan ketidaksempurnaan sebagai manusia.. *stoopp ceramahnya..*  Lanjuuttt….

 

Lewat film “99 Cahaya di Langit Eropa”, Hanum sepertinya ingin bercerita bahwa peradaban Islam di Eropa dahulu kala sangat berjaya dan duduk berdampingan dengan peradaban lain yang ada di sana.
Fakta-fakta yang ditampilkan dalam film seolah-olah membuka mata saya – dan tentunya penonton semua- bahwa semua itu nyata dan apa adanya…
Kenapa sekarang terasa begitu jauh antara Islam dengan dunia Barat, tentunya karena banyak faktor dan banyak oknum yang terlibat..
Dalam film ini seolah-olah penulis ingin mengajak,  “Kita bisa kok berdakwah dengan cara yang santun.. dengan cara yang manis.. tanpa harus mengedepankan kekerasan.. tanpa menomorsatukan peperangan..”
Berdakwalah dengan elegan, dengan memahami prinsip-prinsip kemanusiaan dan selalu menjaga Unity in Diversity..

Bukan tidak mungkin kan, dengan modal ilmu pengetahuan dan pemahaman, peradaban Islam di dunia barat yang belakangan mengalami kemunduran dan tidak berkuasa atas teknologi bisa saja berkembang dan mengulang kejayaan seperti yang terjadi di Eropa beberapa abad silam..

 

“Saat memandang matahari tenggelam di Menara Eiffel Paris, Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al-Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, saya bersimpuh. Matahari tenggelam yang saya lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun yang lalu.
Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih saying dan semangat toleransi antarumat beragama….”
.

 

Temukan HOT BUTTON Kita

 

Teman-teman pernah mendengar Hot Button..?? Apakah itu?? 🙂

Hot Button kalo tidak salah (pasti bener donk ya.. he3..) adalah kata lain untuk menggambarkan KEINGINAN TERBESAR alias MOTIVASI kita dalam hidup ini.

Bentuknya bisa bermacam-macam, karena setiap orang yang hidup itu pasti punya MOTIVASI.
Entah motivasi untuk sekolah, motivasi untuk bekerja, bahkan saat ingin tidur pun kita pasti punya motivasi. Apa motivasinya?? Biar badan segar, fisik tidak kelelahan, dsb.

Saya ingat waktu masih usia ABG dan duduk dibangku SMP ngefaaaanns buangett sama penyanyi luar yang namanya Tommy Page.

Gambar

Dipikiran saya waktu itu, Tommy Page alias TP (Tipi) adalah sosok sempurna.. Suaranya lembut, lagunya romantis dan… wajahnyaa.. ehhmmm.. pastinya cakep pula..

Saking ngefansnya niih, saya sampe punya cita-cita.. pengeeeenn bangat kirim surat ke dia ..
Alamat Fans Clubnya pun udah saya kantongi waktu itu, tinggal sisanya saya berjanji akan belajar Bahasa Inggris sebaik mungkin supaya bisa korespondensi dengannya..

Singkat cerita, karena motivasi itulah saya menjadikan Bahasa Inggris sebagai pelajaran favorit & selalu ditunggu-tunggu..
Inget banget, waktu itu sebagian besar teman sekelas pada benci dengan pelajaran Bahasa Inggris (kebetulan gurunya juga agak “killer.. he3..), tapi saya sangat menikmati, bahkan sepulang sekolah masih bela-belain ikut kursus Bahasa Inggris di tempat kursus swasta..

Alhamdulillah… tidak sia-sia..

Meski saya belum jadi kirim surat ke Tommy Page sampe sekarang, tapi ada satu peristiwa yang tak mungkin saya lupakan..
Menjelang kelulusan SMP saya mendapat hadiah dari guru Bahasa Inggris, karena terpilih sebagai Juara Ke-2 Peserta Ebtanas SMP Bidang Studi Bahasa Inggris Terbaik .. Hasil Ebtanas Bahasa Inggris saya cuma salah 2 waktu itu..

 

Ehhmm.. saya masih punya cerita kedua.. (maaf cerita lagi.. ) 😀

Kalo jaman ABG ngefans sama Tommy Page, lain lagi jaman kuliah… saya ngefans bangat dengan pengamat Politik dan Ekonomi asal Northwestern University, Amerika Serikat, yang bernama Jeffrey Winters..
Kekaguman saya disebabkan karena  saya & bapak (sekarang sudah Alm.) waktu itu sering banget nonton acara interview Jeffrey Winters di program berita televisi yang mengemukakan pandangan-pandangannya tentang krisis moneter dan situasi ekonomi politik Indonesia yang saat itu sedang “down’..
Entah kenapa saya sukaaa sekali dengan pandangan-pandangan politik dan caranya berbicara.. sampe pas baca surat kabar ada berita tentang dia saya jadi sedikit berkhayal, “Kapan yaa.. aku bisa ketemu Jeffrey Winters??”

Gambar

Sampai satu tahun kemudian setelah peristiwa baca koran itu…

Menjelang kelulusan kuliah, saya harus melakukan Praktek Kerja Lapangan alias Magang ditempat yang sesuai dengan jurusan yang saya pilih waktu itu, yaitu Komunikasi.
Daan.. entah kenapa, hati saya menuntun untuk menjatuhkan pilihan Magang sebagai Jurnalis di TVRI Jakarta..
Berbekal keberanian dan nekat, saya layangkan surat ke instansi tersebut, dan ga pake lama Alhamdulillah permohonan Magang saya diterima..

Hari-hari saya lewati dengan belajar mengejar nara sumber dan menulis berita dari wartawan-wartawan disana.. hingga akhirnya saya melihat di Jadwal Liputan Harian akan ada liputan tentang pemeriksaan Jeffrey Winters di Mabes Polri..

Huwwaaaa…. AKU HARUSSS IKUUTTT…. tekad saya saat itu 😀

Subhanallah… Allah mendengar doa saya..
Betapa tidak terbayangkan sebelumnya saya bisa berdiri di hadapan pengamat politik idola saya itu, bisa bertemu dengan orang yang selama ini cuma saya lihat dari televisi dan surat kabar..

Perasaan saya campur aduk ga karuan..  pengen nangis, tapi terharu dan bahagia karena Allah mengabulkan doa saya..
Dan inget banget, pulang dari liputan itu saya langsung sholat di kos-kosan sambil nangis terharu..  :p
Lebaaayy?? Ga papa, orang lain boleh menertawakan, tapi saya menganggapnya benar-benar sebagai anugerah….

 

Naahh.. terbukti kan, dari kisah nyata kehidupan saya di atas yang namanya Hot Button alias Motivasi itu ternyata penting sekali..

Bahkan jika kita bisa memasukkan Hot Button itu ke alam bawah sadar kita, rasa-rasanya segala tindakan yang kita lakukan dalam hidup ini bisa saja mengarah kesana..

 

Belajar nge-Blog

Assalamu’alaikum ww.

Ini adalah tulisan kedua saya di blog ini..
Kenapa dikasih judul “Belajar ngeBlog”??

Iyaa, beneerrr banget.. taukah bunda2 & para pembaca semua bahwa saya sekarang lagi belajar ngeblog.. hehehe.. jangan ditertawakan yak..!!

Alhamdulillaaah.. ga nyangka, gabungnya saya di dBC Network ternyata membawa berkah berlimpah MANFAAT yg tiada tara.. Banyaaak banget ilmu yg saya dapet 🙂

Selain ilmu internet marketing, leadership, pengembangan diri & masih banyaaak ilmu lainnya, ternyata saya juga dapet ilmu ngeblog yg selama ini pengeeen bgt saya ketahui.. 🙂

Jadi para pembaca, kalo ada sesuatu yg lucu atau janggal di tulisan awal ini mohon dimaklumi yaaa.. karena saya hanyalah seorang ibu RT biasa yg selalu haus akan ilmu & sedang berusaha menambah ilmunya.. 🙂

Wassalamu’alaikum ww.