Arsip Tag: Hadits

3 Cara Menghindari Fitnah sebagai Seorang Wanita, Sudah Siapkah Kamu?

Image: Google.com
.
Siapa pun tahu bahwa saat ini peran dan aktivitas wanita begitu besar di tengah masyarakat. Hampir semua tugas pria yang tadinya begitu mustahil dilakukan wanita, saat ini menjadi mungkin dikerjakan oleh kaum hawa. Arsitek, petugas keamanan, supir, sampai kepada pekerja bangunan, wanita tetap bisa ambil bagian. Seolah tak ada pekerjaan yang tak mampu kami kerjakan.
.
Namun di balik itu, jangan lupa, bahwa ada kehati-hatian yang harus tetap kita jaga sebagai seorang wanita, terutama bila kita adalah seorang muslimah. Baik sebagai muslimah yang singlelillah, maupun yang telah memiliki pasangan. Akan ada banyak fitnah dan kerusakan yang timbul apabila seorang wanita tidak dapat menjaga diri dan adab dirinya, termasuk rasa malunya.
.
Hal ini telah dikatakan oleh Rasulullah Saw sejak dahulu kala, bahwa di antara fitnah harta, dunia, dan anak-anak, fitnah wanitalah yang paling berbahaya bagi kaum pria.
.
“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)
.
Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir adanya fitnah terhadap diri pribadi seorang wanita, khususnya bagi para muslimah. Ini sekaligus sebagai pengingat juga untuk saya, karena sungguh, godaan bagi wanita di akhir zaman ini sangat berat dan tipis sekali batasannya antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi jika kita tidak mau mempelajari lebih dalam lagi.
.
Perbaiki Adab dan Akhlakmu
.
Bukan rahasia lagi bahwa seorang wanita adalah calon ibu dari anak-anaknya. Sekolah pertama bagi buah hatinya. Dan perhiasan terindah bagi suaminya. Maka mutlak diperlukan keindahan akhlak dan adab untuk diwariskan, terutama bagi generasi penerusnya kelak. Tentunya semua butuh waktu dan proses, tidak bisa langsung instan mengubah diri secara sempurna. Maka, belajar dan terus menimba ilmu rasanya menjadi sebuah kewajiban bagi seorang ibu. Bukankah saat ini belajar dapat dilakukan dari mana saja? Kuliah WA, ceramah di FB, kajian live di IG? Masya Allah, semuanya Allah permudah tanpa kita harus keluar rumah.
.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah…”
(HR. Muslim no 1467)
.
Tutuplah Auratmu
.
Seorang muslimah diwajibkan menutup auratnya agar ia lebih terjaga dari gangguan dan sebagai identitas untuk dirinya. Batasan aurat bagi wanita telah disebutkan di dalam hadis dan beberapa ayat Alquran, yaitu seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan wanita.
.
“Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (Rasulullah berkata seraya menunjuk muka dan telapak tangannya…” (HR. Abu Dawud)
 .
Dalam suatu kajian pernah disebutkan bahwa seorang pria jika diibaratkan adalah seperti kucing yang selalu merindukan ikan asin 🙁
Apabila ia mencium bau ikan asin dari kejauhan, ia akan terus mencari dan mendekati ikan asin itu. Apabila ikan asin dibiarkan terbuka dan sama sekali tidak terjaga, tentunya kucing tersebut akan mudah menemukan dan menyantap ikan tadi. Namun, apabila ikan asinnya dalam keadaan tertutup dalam wadah yang rapat dan terlindungi, kucing tak akan mampu menemukan dan mengoyaknya begitu saja.
.
Begitu pula analogi antara pria sebagai kucing, dan wanita sebagai ikan asin. Sederhana, tetapi cukup masuk di akal. Bahwa hijab kita sebagai penutup aurat setidaknya akan mampu membendung syahwat dari para lawan jenis.
.
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang….” [QS. Al Ahzab : 59].
.
Di sini jelas disebutkan, “Mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka…” Berarti jilbab yang disyariatkan memang sudah tertulis secara detail ya, man-teman 🙂 Harus panjang dan menutupi seluruh tubuh. Hanya saja kita, *termasuk saya pastinya yang masih jauhhh dari sempurna, kadang sering tergoda menggunakan beragam gaya 🙁 Padahal jilbab yang baik adalah yang sederhana dan tak mengundang banyak lirikan mata.
.
Jagalah Hatimu dan Miliki Rasa Malu
.
Hati adalah cerminan seluruh tubuh. Kebaikan hatimu akan tercermin dalam pikiranmu. Pikiranmu akan muncul dalam lisanmu. Lisanmu akan menampilkan karakter dirimu. Maka pandai-pandailah kita menjaga hati dan mengontrol diri.
.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati…” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Satu lagi yang mulai terkikis di zaman ini adalah mulai hilangnya perasaan malu. Padahal sesungguhnya, Allah Maha Pemalu, seperti sabda yang Rasulullah Saw ucapkan,

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup aib, dan mencintai rasa malu dan sikap suka menutup aib…” (HR Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani).

Bahkan yang bikin hati sedikit miris, sempat baca sebaris nasihat di media sosial, bahwa wanita di akhir zaman ini lebih mementingkan kecantikan dan permasalahan jodohnya, daripada menyibukkan diri untuk memperbaiki ilmu agamanya.

Tulisan ini merupakan selfreminder juga buat saya. Semoga kita sebagai muslimah senantiasa Allah jaga dari fitnah dan segala keburukan dunia yang mengakibatkan kehormatan diri menjadi tak berarti lagi.
.
Na’udzubillahimindzalik.
.
#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Hadits Rasulullah Tentang Lalat Ini Akan Membuatmu Terkejut

Lalat…! Siapa sih yang nggak kenal binatang kecil satu ini?

Sumber : Tribunnews.com

Sedari kecil dahulu saya selalu ingat, hampir semua orang dewasa di sekitar saya, baik orang tua maupun guru sekolah, semuanya selalu mengingatkan agar menutup makanan dan minuman di meja agar tidak dihinggapi lalat.

Teman-teman yang membaca tulisan ini pun saya yakin, pasti merasa tidak nyaman dengan binatang kecil bersayap yang bernama lalat ini. Alih-alih memegangnya, ketika hewan insecta ini hinggap di tubuh kita, atau nemplok di makanan atau minuman, kita pasti langsung mengusirnya.

Tapi, pandangan dan pemikiran saya tentang lalat mulai berubah sejak sekitar 3 tahun lalu. Saat itu saya sedang mengantarkan ibu berobat ke klinik seorang Ustadz yang membuka pengobatan thibbun nabawi (pengobatan sunnah Nabi), yaitu dengan cara bekam dan ruqyah. Kalau nggak salah ingat namanya Ustadz Narotama.

Di ruang tunggu yang cukup nyaman, kami disediakan sebuah TV lumayan besar. Saya perhatikan, klinik pengobatan ini cukup modern karena berada di lokasi perumahan tempat tinggal sang Ustadz beserta keluarganya. Untuk pasien wanita, bekam dilakukan oleh istri beliau. Sedangkan proses ruqyah tetap dilakukan oleh Ustadz Narotama sendiri.

Setiap kali menunggu antrian pasien, di ruang tunggu selalu diputarkan video tentang hadits-hadits Nabi. Di situlah saya mulai banyak belajar berbagai hal tentang hadits, yang selama ini pemahaman saya amat sangat kurang sekali. (Bayangkan ya, sudah “amat sangat”, masih ditambah “kurang sekali”… Macam mana pula kurangnya ilmu saya kalau begitu #hikss).

Nah, salah satu hadits yang sangat berkesan buat saya adalah hadits tentang masalah ” Lalat” ini. Saya ingatttt terus sampai sekarang.

Jadi, kalau ada lalat masuk ke dalam gelas minuman, jangan buang air minumnya. Cukup lalatnya saja yang dibuang. Lha, terus airnya diapakan?? Ya diminum dongg… 😱

Whatt?? Nggak salahh??!! Pasti pada asem kann raut wajahnya baca ini? 😁

Yuk, baca lagi lanjutannya, ya…!

Imam Bukhari pernah meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah Saw sebagai berikut,

“Apabila ada lalat yang menghinggapi tempat minum kalian maka celupkanlah seluruh bagian/tubuh lalat tersebut (terlebih dahulu), (baru) kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya mengandung obat dan pada sayap yang lain mengandung penyakit” (HR. Bukhari)

Boleh percaya boleh tidak, kualitas hadits tersebut dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yaitu sahih (kuat), dan dalam kitab selain keduanya adalah hasan (baik). Jadi sebenarnya TIDAK ADA KERAGUAN lagi bahwa di dalam tubuh lalat yang selama ini kita anggap binatang kotor itu ternyata mengandung obat.

Saya kutip sedikit tulisan dari laman Islami.co, bahwa Dr. Reham Muhammed Atta dari Fakultas Kedokteran, Universitas Kairo telah melakukan penelitian dengan mengambil ekstrak sayap kanan lalat dan sayap kiri lalat. Kedua sayap ini diinkubasi dan dilihat di bawah mikroskop. Kesimpulan dari penelitian beliau adalah pada sayap kanan lalat tidak ditemukan mikroorganisme patogen (bakteri dan fungi), sedangkan pada sayap kiri lalat ditemukan bakteri dan fungi yang berkembang.

Terbukti kan, bahwa dalam salah satu sayap lalat terdapat obat atau penawar dari penyakit yang disebabkan oleh sayap satunya lagi. Para ulama terdahulu juga menjelaskan, hal ini sebenarnya dimaksudkan sebagai simbol agar kita senantiasa rendah hati dan tidak merasa takabur/sombong atas rasa jijik yang dirasakan apabila bersentuhan dengan lalat.

Masya Allah, sampai segitu detilnya, ya, agama Islam mengajarkan umatnya melalui perantaraan perkataan Rasulullah. Kalau sudah bicara tentang agama, apalagi berkaitan dengan Alquran dan Hadits, sudahlah, lupakan segala sesuatu yang bernama LOGIKA ☺ Ikuti saja petunjuk yang ada, insya Allah kita nggak bakalan tersesat, apalagi sampai merugi. Percaya saja, janji Allah itu PASTI 😍

Jadi gimana, masih enggan berdekatan dengan lalat? Yang penting kita sudah tahu adabnya, saat minuman dimasuki lalat, celupkan lalatnya, lalu tetap  minum airnya, karena ternyata terdapat obat pada salah satu sayapnya. 💕

💜💛💚