Arsip Tag: Rasulullah

Rasulullah, Suri Teladan Yang Memikat Hati Semua Orang

Rasulullah Saw adalah sebaik-baiknya panutan dan teladan bagi umat muslim. Akhlaknya, perilakunya, ucapannya, dan semua yang ada pada dirinya merupakan hal terbaik yang ada pada diri manusia.Tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba ingin memiliki karakter selembut Rasulullah.

Dari al-Bara’ bin Azib RA berkata, “Rasulullah Saw adalah orang yang paling bagus wajahnya, paling baik akhlaknya, tidak terlalu tinggi dan tidak pendek..” (HR. Bukhari).

Penampakan postur tubuh beliau sedang, dengan bahu yang bidang, dan potongan rambut yang sepanjang telinga.

Dari Abu Ishak, Sabi’I berkata, ada seseorang yang bertanya kepada al-Bara’ bin Azib, “Adakah wajah Rasulullah Saw seperti pedang?” Beliau berkata, “Tidak, akan tetapi seperti bulan,” (HR. Bukhari).

Selain beberapa ciri di atas, ada lagi sifat Rasulullah yang sungguh menarik, yaitu bahwa beliau ternyata seorang yang sangat pemalu.

 Abu Said Al Khudri pernah berkata tentang beliau, “Rasulullah Saw lebih pemalu daripada gadis pingitan, apabila beliau melihat sesuatu yaHng tidak beliau sukai, maka kami bisa melihat dari raut wajahnya,..” (HR. Bukhari).

Rasulullah juga merupakan manusia yang sangat peduli dan berempati kepada orang lain. Kecintaannya kepada anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang lemah merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang hendaknya kita ikuti.

Meskipun beliau sangat benci kepada orang kafir, namun beliau tidak pernah membenci individunya, melainkan hanya membenci perbuatannya. 

Dalam hal berbisnis dan networking pun Rasulullah merupakan sumber teladan untuk kita. Kesempurnaan karakternya sangat menarik di mata semua orang.

Kisah Sandal Rasulullah


Sebegitu mulianya diri Rasulullah, sehingga ada satu kisah tentang sandal beliau saat mengalami peristiwa agung, Isra Miraj. Malam itu Malaikat Jibril datang menghampiri beliau Rasulullah, tetapi bukan untuk menyampaikan wahyu seperti biasanya, melainkan untuk mengajak Rasulullah melakukan sebuah perjalanan suci atas perintah Allah Swt.

Malaikat Jibril menjelaskan, perjalanan agung ini bukan sekadar melintasi alam dunia ke Masjid Al-Aqso. Lebih dari itu, akan melintasi alam malakut dan berakhir di alam a’laa untuk menerima perintah salat secara langsung dari Allah Swt. Allah sendiri telah menyiapkan Buraq sebagai kendaraan khusus dan istimewa bagi Rasulullah Saw.

Mendengar penjelasan Malaikat Jibril tentang kesucian dan agungnya perjalanan ini, Rasulullah kemudian melepas sandalnya saat menghampiri Buraq. Saat itu Rasululullah teringat kisah Nabi Musa (QuranSurat Toha ayat 12) yang melepas sandalnya ketika memasuki gua suci untuk mendengarkan kalam Allah secara langsung.

Malaikat Jibril pun menegur Rasulullah,

“Ya Rasul, dahulu Nabi Musa melepas sandalnya karena memang perintah Allah. Adapun sekarang tidak ada perintah Allah kepadaku agar engkau melepaskan sandalmu itu wahai Rasul. Karena itu pakailah kembali sandal tersebut”

Rasul pun memakai kembali sandalnya. Beliau lalu melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqso, kemudian menuju ke langit, bahkan sampai ke Arsy, dan sandal tersebut tetap ikut dengan beliau.

Dari kisah sandal ini tercermin bagaimana tingginya kedudukan beliau jika dibandingkan dengan seluruh makhluk. Sandal beliau saja begitu mulia dan terhormat, apalagi diri pribadi Rasulullah Saw.

Betapa banyak suri teladan yang dapat kita ambil dari beliau Rasulullah Saw. Seyogyanya kita sebagai umat kesayangannya dapat menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang telah beliau contohkan sejak zaman kenabian dahulu.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad…

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kebaikan dan keimanan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Baca juga : Kisah Cinta Pertama sang Nabi

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day3



Hadits Rasulullah Tentang Lalat Ini Akan Membuatmu Terkejut

Lalat…! Siapa sih yang nggak kenal binatang kecil satu ini?

Sumber : Tribunnews.com

Sedari kecil dahulu saya selalu ingat, hampir semua orang dewasa di sekitar saya, baik orang tua maupun guru sekolah, semuanya selalu mengingatkan agar menutup makanan dan minuman di meja agar tidak dihinggapi lalat.

Teman-teman yang membaca tulisan ini pun saya yakin, pasti merasa tidak nyaman dengan binatang kecil bersayap yang bernama lalat ini. Alih-alih memegangnya, ketika hewan insecta ini hinggap di tubuh kita, atau nemplok di makanan atau minuman, kita pasti langsung mengusirnya.

Tapi, pandangan dan pemikiran saya tentang lalat mulai berubah sejak sekitar 3 tahun lalu. Saat itu saya sedang mengantarkan ibu berobat ke klinik seorang Ustadz yang membuka pengobatan thibbun nabawi (pengobatan sunnah Nabi), yaitu dengan cara bekam dan ruqyah. Kalau nggak salah ingat namanya Ustadz Narotama.

Di ruang tunggu yang cukup nyaman, kami disediakan sebuah TV lumayan besar. Saya perhatikan, klinik pengobatan ini cukup modern karena berada di lokasi perumahan tempat tinggal sang Ustadz beserta keluarganya. Untuk pasien wanita, bekam dilakukan oleh istri beliau. Sedangkan proses ruqyah tetap dilakukan oleh Ustadz Narotama sendiri.

Setiap kali menunggu antrian pasien, di ruang tunggu selalu diputarkan video tentang hadits-hadits Nabi. Di situlah saya mulai banyak belajar berbagai hal tentang hadits, yang selama ini pemahaman saya amat sangat kurang sekali. (Bayangkan ya, sudah “amat sangat”, masih ditambah “kurang sekali”… Macam mana pula kurangnya ilmu saya kalau begitu #hikss).

Nah, salah satu hadits yang sangat berkesan buat saya adalah hadits tentang masalah ” Lalat” ini. Saya ingatttt terus sampai sekarang.

Jadi, kalau ada lalat masuk ke dalam gelas minuman, jangan buang air minumnya. Cukup lalatnya saja yang dibuang. Lha, terus airnya diapakan?? Ya diminum dongg… 😱

Whatt?? Nggak salahh??!! Pasti pada asem kann raut wajahnya baca ini? 😁

Yuk, baca lagi lanjutannya, ya…!

Imam Bukhari pernah meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah Saw sebagai berikut,

“Apabila ada lalat yang menghinggapi tempat minum kalian maka celupkanlah seluruh bagian/tubuh lalat tersebut (terlebih dahulu), (baru) kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya mengandung obat dan pada sayap yang lain mengandung penyakit” (HR. Bukhari)

Boleh percaya boleh tidak, kualitas hadits tersebut dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yaitu sahih (kuat), dan dalam kitab selain keduanya adalah hasan (baik). Jadi sebenarnya TIDAK ADA KERAGUAN lagi bahwa di dalam tubuh lalat yang selama ini kita anggap binatang kotor itu ternyata mengandung obat.

Saya kutip sedikit tulisan dari laman Islami.co, bahwa Dr. Reham Muhammed Atta dari Fakultas Kedokteran, Universitas Kairo telah melakukan penelitian dengan mengambil ekstrak sayap kanan lalat dan sayap kiri lalat. Kedua sayap ini diinkubasi dan dilihat di bawah mikroskop. Kesimpulan dari penelitian beliau adalah pada sayap kanan lalat tidak ditemukan mikroorganisme patogen (bakteri dan fungi), sedangkan pada sayap kiri lalat ditemukan bakteri dan fungi yang berkembang.

Terbukti kan, bahwa dalam salah satu sayap lalat terdapat obat atau penawar dari penyakit yang disebabkan oleh sayap satunya lagi. Para ulama terdahulu juga menjelaskan, hal ini sebenarnya dimaksudkan sebagai simbol agar kita senantiasa rendah hati dan tidak merasa takabur/sombong atas rasa jijik yang dirasakan apabila bersentuhan dengan lalat.

Masya Allah, sampai segitu detilnya, ya, agama Islam mengajarkan umatnya melalui perantaraan perkataan Rasulullah. Kalau sudah bicara tentang agama, apalagi berkaitan dengan Alquran dan Hadits, sudahlah, lupakan segala sesuatu yang bernama LOGIKA ☺ Ikuti saja petunjuk yang ada, insya Allah kita nggak bakalan tersesat, apalagi sampai merugi. Percaya saja, janji Allah itu PASTI 😍

Jadi gimana, masih enggan berdekatan dengan lalat? Yang penting kita sudah tahu adabnya, saat minuman dimasuki lalat, celupkan lalatnya, lalu tetap  minum airnya, karena ternyata terdapat obat pada salah satu sayapnya. 💕

💜💛💚

Selisih Usia 15 Tahun di Atas Rasulullah Saw, Wanita Ini Adalah Cinta Pertama Sang Nabi

images (14)
Gambar : Boombastis.com

 

Dears, tahukah kamu…

Khadijah binti Khuwailid adalah cinta pertama Rasulullah Saw yang tiada pernah tergerus oleh waktu. Ketegaran, kecerdasan, kesetiaan dan pengorbanan wanita mulia itu sungguh sangat menginspirasi.

Telah banyak kisah tentang perjuangan beliau yang dapat menjadi tauladan bagi muslimah di zaman kini. Berikut adalah 3 fakta penting tentang ummul mukminin Khadijah r.a yang sebaiknya kamu tahu, Dears.

💜 Wanita Quraisy yang terhormat dan kaya raya

Khadijah binti Khuwailid berasal dari keturunan suku Quraisy yang dihormati, terpandang, dan memiliki harta berlebih. Ia adalah seorang pengusaha wanita yang menjalankan perdagangannya dengan memberikan upah kepada orang lain untuk membantu menjual barang-barangnya. Dan salah satu orang yang membantu mendistribusikan perdagangan Khadijah adalah seorang pemuda yatim piatu bernama Muhammad, yang saat itu masih berusia 25 tahun.

💜 Tertarik pada kejujuran Muhammad dan menawarkan diri untuk dinikahinya

Muhammad membantu perdagangan Khadijah dengan sangat jujur dan amanah. Setiap barang yang diperjualbelikan oleh Muhammad pasti menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Khadijah pun mulai tertarik kepada Muhammad dan mengutus seorang utusan untuk bertanya kepada Muhammad, apakah ia telah memiliki keinginan untuk menikah.

Ketika Muhammad mengatakan ia sebenarnya ingin menikah, tapi belum memiliki cukup harta, utusan Khadijah menawarkan kepada Muhammad apakah ia bersedia menikah dengan Khadijah. Dan Muhammah pun menerimanya.

Maka terjadilah pernikahan antara seorang Muhammad, pemuda berusia 25 tahun, dengan Khadijah, seorang wanita 40 tahun yang sebelumnya sudah pernah menikah dua kali. Masya Allah. Sungguh mulia ketetapan Allah.

💜 Mengorbankan harta dan dirinya di jalan Allah

Setelah menjadi istri Muhammad, Khadijah mengorbankan seluruh harta dan dirinya di jalan Allah. Ia adalah orang pertama yang percaya kepada Nabi saat pertama kalinya Nabi Muhammad menerima wahyu kenabian di Gua Hira. Saat tak ada satu orang pun yang percaya kepada peristiwa itu.

Khadijah adalah tonggak kokohnya diri Rasulullah Saw, yang selalu memberikan semangat, pemikiran, dan kekuatan manakala Nabi sedang dalam keadaan lelah dan letih dalam perjuangannya menyebarkan agama Allah.

Khadijah lah wanita yang paling dicintai Rasulullah Saw. Wanita mulia ini wafat setelah 25 tahun mendampingi perjuangan Nabi dengan penuh kesetiaan.

Dalam kesedihannya yang mendalam, Rasulullah pernah berkata :

“Dialah manusia pertama membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakanku, dialah yang pertama mengorbankan seluruh hartanya (untuk berdakwah) ketika orang-orang menyempitkannya, dan dialah yang menghibur aku ketika orang-orang memusuhi aku…”

Karena harta dan pengorbanan dirinya yang begitu besar, Allah Swt telah menjamin Khadijah sebagai salah satu wanita mulia penghuni surga.

Dears, semoga kisah ummul mukminin Khadijah r.a dapat menginspirasi bagi kita semua.

Betapa apa yang kita alami sebagai seorang muslimah saat ini belum seberapa dibanding ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada wanita-wanita terbaik di zaman kenabian. Berhentilah mengeluh, dan teruslah perbaiki diri dalam kecintaan di jalan-Nya.
.
.

*Sumber :
Kajian Ust. Syafiq Riza Basalamah

💜💛💚

#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#WanitaInspiratif