Manfaat Meditasi di Masa Pandemi, Cemas Hilang, Hati Tenang

“Meditasi?” Seorang sahabat yang ada di hadapan saya mengerutkan kening.

manfaat-meditasi

Ceritanya, beberapa hari yang lalu ada seorang sahabat bertanya, bagaimana cara menghilangkan kecemasan yang sering datang di pikiran?

Sahabat saya bilang, sudah berusaha untuk tenang dan ikhlas, tapi untuk sampai pada tahap penerimaan dan ketenangan itu prosesnya seperti apa?

Yah … siapa sih di musim begini yang enggak cemas dan khawatir? Di Yogya, tempat domisili saya, angka pasien positif Corona makin bertambah. Sebelum ditetapkannya PPKM atau pembatasan kegiatan masyarakat di bulan Juli ini, hampir setiap berapa menit sekali pasti ada ambulans mondar-mandir di jalan raya depan rumah. Setiap buka grup WA atau media sosial, selalu ada saja berita duka dari keluarga atau sahabat yang diberi ujian terkena virus ini. Ada yang selamat, tetapi banyak juga yang serasa begitu cepat harus “pulang” ke sisi-Nya. 🙁

Meski hati berusaha tenang dan berkali-kali menarik napas panjang, tak dapat dimungkiri, pikiran tetap merasa was-was. Wajar sekali sebenarnya. Yang menjadi tidak wajar, apabila kita terlalu larut dan merasa paranoid, bahkan sampai mengalami depres karena riuhnya situasi ini.

Meditasi dan Manfaatnya

Beruntung, sudah 9 bulan terakhir ini, saya selalu rutin melakukan meditasi setiap hari. Yup, di bulan Oktober 2020 lalu, saya mengikuti kelas online Financial Attraction. Kelas ini merupakan lanjutan dari kelas ALT yang pernah saya ikuti tahun 2019.

Meski namanya Financial Attraction alias menarik duit, ternyata yang dipelajari bukan tentang duit lo, melainkan bagaimana membuat hati dan pikiran kita adem ayem tentrem dulu supaya bisa menarik semua rezeki mendekat dengan sendirinya. Cakep ‘kan?

Nah … salah satu cara membuat hati merasa tenteram dan rileks, ya itu dia, dengan melakukan meditasi sederhana setiap hari. Teman-teman enggak perlu membayangkan meditasi yang rumit karena meditasi yang saya lakukan ini hanya butuh waktu berdiam diri selama 10 menit saja untuk pemula. Nanti saya sharing caranya, ya.

Mungkin ada yang berpikir, kenapa harus meditasi, sih? Apa enggak cukup salat 5 waktu, zikir, dan membaca Al-Qur’an bagi yang muslim? 🙂

Balik lagi kepada definisi meditasi untuk masing-masing orang, ya. Kalau untuk saya, meditasi ini adalah bagian dari olahraga, bukan ritual ibadah.  Sama seperti olahraga jalan kaki yang saya lakukan, meditasi adalah olahraga sederhana yang sangat murah dan tidak butuh biaya.

Sampai di sini, kita lanjutkan ke pembahasan tentang apa, sih, sebenarnya manfaat meditasi?

1. Membantu Meredam Emosi

Ini nih yang paling penting buat saya. 😀 Sering enggak teman-teman merasa kepala ini penuh? Rasanya otak yang kita punya kapasitasnya kurang? Akibatnya apa? Uring-uringan, anak atau pasangan jadi sasaran, pengen nangis, pengen marah, lempar barang. *ehhh, jangan sampai ini mah, sayang barangnya kannn 😀

Nah, lewat meditasi, level emosi kita bisa lo turun perlahan-lahan sampai tahap ademmm banget.

Kalau diibaratkan, di dalam kepala kita ini ada monyet yang lari ke sana ke mari enggak mau diam. Kadang dia lari ke masa lalu, kadang lari lagi ke masa depan. Bikin capek saking aktifnya si monyet bergerak. Melalui meditasi, monyet ini bisa banget jadi lebih tenang dan kalem. 🙂

2. Mengurangi Rasa Sakit

Awalnya, saya enggak tahu kalau meditasi bisa mengurangi rasa sakit. Saya baru sadar saat 3 bulan pertama melakukan meditasi secara rutin, ternyata rasa sakit di area kepala, mata, dan leher belakang akibat masa PMS tiba sudah tidak terasa lagi.

Dari pengalaman ini, saya makin yakin bahwa meditasi memang ada pengaruh positifnya terhadap rasa sakit dalam tubuh kita. Apalagi pernah baca juga tentang pasien kanker yang akhirnya bisa sembuh setelah rutin mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat, termasuk melakukan meditasi dengan teratur.

3. Menghasilkan Hormon Tertentu

Dari beberapa hasil penelitian, ternyata meditasi juga membuat tubuh menghasilkan beberapa hormon tertentu yang kita butuhkan, seperti hormon dopamin (pengatur suasana hati), serotonin (anti-depresi), oksitosin (hormon kebahagiaan), dan endorfin (anti-stres).

Jangan kaget jika setelah meditasi seperti ada sesuatu yang “lepas” dari pikiranmu, ya. Inilah yang membuat hati terasa lebih plong dan level tekanan emosi menjadi menurun.

4. Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh

Dilansir dari situs Alodokter (26/11/2020), meditasi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh sehingga menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit dan infeksi. Jadi, tunggu apa lagi? Di musim pandemi begini, meditasi bisa banget menjadi solusi agar imunitas tubuhmu selalu terjaga.

Cara Meditasi untuk Pemula

Sudah tahu manfaat meditasi ‘kan? Yuk, kita lanjut ke cara melakukan meditasi sederhana untuk pemula. Ini saya tulis berdasarkan apa yang saya lakukan. Kalau ada cara yang lebih lengkap, feel free untuk teman-teman ikutan sharing, ya. 🙂

1. Durasi

Untuk pemula, disarankan melakukan meditasi dengan durasi awal 5 sampai 10 menit saja, enggak usah panjang-panjang dulu. Kamu bisa memasang alarm di smartphone agar durasinya tepat. Tenang saja, kalau sudah rutin dan terbiasa, kamu bisa kok menambah durasi menjadi minimal 20 menit setiap hari.

Oiya, meditasi dengan durasi hanya 10 menit setiap hari lebih baik, lo, daripada meditasi 20 menit tetapi dilakukan hanya seminggu sekali. 🙂 Apalagi untuk membentuk kebiasaan baru, lakukan 21 hari pertama meditasi tanpa terputus agar hasil selanjutnya lebih maksimal.

Ini sama seperti dulu saya melakukan terapi menulis dengan tangan kanan dan kiri, awalnya dilakukan 21 hari tanpa terputus. Berat yess? Iyesss, tapi lebih berat lagi tagihan listrik dan air tiap bulan kalau enggak dibayar. *lahhhh kwkwkwk

Terus, kalau di tengah jalan terputus gimana? Ya ulang lagi, dong, dihitung sebagai hari pertama. 😀 Mosok pengen hasil enak, tapi enggak mau usaha? Macam mana pula? kata Upin Ipin.

Nah, kalau kamu sudah terbiasa melakukan meditasi–lebih dari 3 bulan misalnya, ya– Coach saya di kelas FA bilang, alangkah lebih baik lagi kalau durasi meditasinya dalam sehari sesuai dengan umur kita. Misalnya, umurmu 30 tahun, maka pecah durasi meditasinya menjadi 10 menit di pagi hari, 10 menit di siang hari, dan 10 menit di malam hari. Udah berasa seperti minum obat ‘kan ya kalau begini caranya? 🙂

2. Fokus

Pasti banyak yang bertanya, apa yang harus dipikirkan sih saat meditasi? Nah, ini juga menjadi pertanyaan saya dulu waktu belum berhasil fokus di masa-masa awal.

Enggak usah mikir apa-apa ternyata, Gaess. Cukup fokus saja kepada napas yang masuk dan keluar dari hidung kita. Rasakan napasnya, nikmati tarikan dan embusannya. Saya kadang malah sambil mengucap Alhamdulillah dan istigfar di dalam hati.

Gampang enggak memfokuskan pikiran ke napas kita? Jawabannya, kamu pasti sudah tahu. “Enggak!” Heheheee.. Itu monyet di kepala masih aja hobi loncat-loncat ke sana ke mari sampai beberapa menit di awal meditasi. Nanti kalau sudah masuk 3 atau 4 menit baru deh biasanya dia mau cooling down dan anteng makan pisang. 😅

Meditasi adalah tentang fokus kepada napas dan merilekskan pikiran, bukan memikirkan tentang anak, cucian,  masa lalu, apalagi masa depan. *tsahhh

3. Posisi Tubuh

Untuk yang satu ini, teman-teman harus mencari posisi paling nyaman menurut teman-teman. Idealnya, posisi punggung harus tegak, tetapi bahu dan lengan tetap rileks. Kaki dilipat bersila, tangan rileks di atas paha, mata dalam keadaan terpejam.

Terus, kalau lagi dalam kondisi lemas dan sakit gimana, Kak? Boleh, kok, kalau mau meditasi sambil duduk bersandar dan selonjoran, asalkan jangan sambil tiduran ya, karena biasanya jadi ketiduran beneran, heheheee …. *pernah nyobain sambil tiduran soalnya saking lelahnya, dan beneran, saya ketiduran enak banget, alhamdulillah.

4. Perlukah Musik atau Aromaterapi?

Soal penggunaan musik atau aromaterapi ini terserah teman-teman, ya, boleh pakai, boleh enggak. Kalau memang musik atau aromaterapi dirasa dapat membantu relaksasi lebih cepat, kenapa tidak?

Kalau saya, kadang pakai, kadang cukup diam aja alias tafakur. Kecuali kalau meditasinya menjelang tidur, biasanya sekalian menghirup aroma dari minyak esensial yang di-diffuse ke dalam ruangan.

Nah, setelah membahas manfaat dan cara meditasi, saya mau kasih kamu info sedikit ya tentang manfaat minyak esensial ini. Apalagi di musim pandemi begini, minyak esensial bagi saya penting banget untuk membantu pemulihan kondisi badan atau psikis yang sedang drop.

Manfaat Minyak Esensial Murni

young-living-minyak-esensial-untuk-meditasi
Begitu pentingnya minyak esensial di masa pandemi membuat saya sering memberi beberapa tetes Young Living di botol kecil untuk keluarga atau sahabat yang membutuhkan.

Mungkin belum banyak yang menyadari bahwa dengan menghirup aroma tertentu yang dioleskan di beberapa bagian tubuh ataupun disemprotkan di dalam ruangan akan sangat memengaruhi mood kita. Yang tadinya panik dan khawatir bisa berubah menjadi tenang. Yang sebelumnya bad mood dan gelisah bisa perlahan menjadi penuh energi dan semangat kembali. Coba saja kamu hirup aroma lemon atau jeruk nipis, pasti pikiran menjadi lebih segar. Ya ‘kan?

Nah, kalau kamu mencari minyak esensial untuk membantu memperbaiki kondisi tubuh maupun pikiran, Young Living recommended untuk kamu coba.

Young Living adalah merk minyak esensial tepercaya yang dihasilkan dari ekstrak tumbuh-tumbuhan terpilih dari berbagai belahan dunia. Perkebunannya tersebar mulai dari daratan Asia, Australia, Eropa, dan Amerika.

Sejak didirikan pada tahun 1993, Young Living saat ini telah berkembang di lebih dari 30 negara di 6 benua. Produk ini pastinya bukan kaleng-kaleng karena saya sudah mencoba sendiri khasiat minyak esensial murni ini.

manfaat-minyak-esensial-young-living
Young Living R.C.

Untuk kamu yang menghindari minum obat-obatan kimia seperti saya, wajib banget punya minyak esensial satu ini.  Contohnya, minyak R.C dari Young Living sering saya gunakan untuk mengoles area punggung atau leher ibu saya kalau beliau sedang masuk angin atau tidak enak badan.  Cukup 1 tetes R.C dicampur dengan minyak kelapa murni (virgin coconut oil), khasiatnya langsung terasa dalam beberapa menit. Badan langsung berkeringat, flu dan masuk angin pun bablasss.

minyak-esensial-young-living-stress-away
Young Living Stress Away

Untuk aromaterapi menjelang tidur atau meditasi, saya suka memakai aroma Stress Away dalam botol hijau dengan cara di-diffuse agar ruangan menjadi lebih semriwing dan pernapasan pun lega.

Manfaat minyak esensial Young Living ini banyak sekali lo, selain yang saya tulis di atas. Untuk menyembuhkan sariawan, luka memar, meningkatkan nafsu makan, membantu penyembuhan batuk dan sesak napas, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di masa pandemi ini pasti langsung paranoid ‘kan ya kalau tiba-tiba kena demam, batuk, atau sesak napas? Nah, jangan panik dulu karena gejala seperti di atas bisa kamu atasi menggunakan minyak esensial berkhasiat ini.

Informasi tentang minyak esensial berkualitas Young Living, harga promo, dan fast response untuk order bisa langsung klik aja di Shafira Oil, ya.

Apa pun cara sehat yang teman-teman lakukan, percayalah, pasti ada hasilnya. Teriring doa, semoga teman-teman semua selalu sehat dan bersemangat, ya!

Yuk, mulai belajar meditasi sederhana dan lakukan setiap hari dengan rutin agar pikiran dan hati lebih nyaman dan emosi tetap terkendali. Yang paling penting, jangan lupa selalu berdoa dan pupuklah rasa bahagia. Kalau ada yang punya pengalaman menjaga kesehatan di masa pandemi, boleh banget ya sharing di kolom komentar!

manfaat-meditasi

Spread the love

44 thoughts on “Manfaat Meditasi di Masa Pandemi, Cemas Hilang, Hati Tenang”

  1. Hallo mbak, salam kenal yaa!
    Setuju banget nih meditasi itu salah satu me time yang sangat mempengaruhi kondisi emosional kita. Apalagi kalau seharian di depan komputer atau ngerjain kerjaan kantor yang hetic.
    Saya biasanya meditasi sambil yoga mbak, 15 menit setiap hari. Lumayan terasa, pikiran tenang dan siap update konten blog, heheh

    1. Hai Mbak Ayu, salam kenal balik, yaa… ❤ Bener banget, aku juga merasakan kalau habis liat komputer berjam-jam, pikiran dan mata kena efek radiasi, jadi langsung cenut2. Alhamdulillah setelah meditasi bisa lebih enak. Apalagi ditambah yoga kayak Mbak Ayu.

  2. iya ya mba aku mengibaratkan meditasi kaya yoga gitu, aku pernah pas ikutan yoga bisa nyaman dan rileks banget bahkan sampai tertidur, setelahnya bisa merasa seger banget!

    Aku pun baru tau nih soal writing challenge / terapi menulis ternyata bisa juga ya buat menyalurkan emosi-emosi yang perlu dibuang. Plus ditemani musik mellow sama aroma therapy yang menenangkan bakal ngenakin mood banget sih

  3. Saya kalau dipikir-pikir, saya perlu untuk meditasi juga. Karena akhir-akhir ini saya stress karena pekerjaan. Tapi ya itu, harus konsentrasi banget. Biar bisa fokus dan berhasil meditasinya.

  4. saya sendiri sudah membuktikan manfaat meditasi . memang bisa meredam kan stress. namun bagi yang beragama islam meditasinya harus diiringi dengan dzikir dan renungan biar lebih berkah

  5. Sejujurnya saya ngga tau meditasi itu yang bagaimana agar bisa disebut meditasi. Cuma, kalau susah tidur saya sering berusaha mengosongkan pikiran sambil istighfar, berdoa agar semua orang diberikan kesehatan dan kebaikan berlimpah. Biasanya tau2 udah tidur aja.

    1. Kalau meditasi malah gak boleh sampai tidur Mbak Lasmi, harus tetap fokus pikirannya, gak boleh kosong, hihiii. Fokuskan pikiran kita kepada keluar masuknya napas. Memang awalnya gak mudah sih, pasti lari ke mana-mana pikirannya. 😀

  6. Wahh meditasi ini menjadi pilihan saat kita tidak baik2 saja ya kak, setujuu nih meditasi penting untuk mengontrol emosi, mengurangi rasa sakit, dan menciptakan hormon tertentu, yang pastinya menikmati meditasi slah satu bentuk me time juga ya kak

  7. Aroma terapi dan musik yang menenangkan menurutku perlu sih mbak saat meditasi. Karena orang yang punya pikiran brisik dan sulit fokus seperti aku, sangat terbantu dengan kedua hal ini.

  8. Meditasi itu sangat perlu, karena salah satu akibat dari stress itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Saranku, meskipun beban pikiran banyak, tetaplah rileks dan jangan lupa untuk hibur diri hehehe…

  9. berarti meditasi ini mengosongkan pikiran ya? atau fokus gitu? aku belum pernah sih nyobain meditasi ini tapi kalau misalnya nggak bertentangan dengan agama bisa aja dicoba dalam rangka menyehatkan pikiran

  10. Wah, ternyata sesama pengguna Essensial Oil Young Living. Baru beberapa minggu lalu beli yang aroma Lemon. Segerrr dan bikin relaks kalo menurutku.
    Btw kalo punya anak balita kayaknya kok susah banget mau meditasi ya Mbak? Belum ada semenit, udah dipanjatin, upsss, malah curcol, hwkwkwkk..

    1. Aaihh aku juga suka banget yang Lemon, udah habis duluan dari dulu hiihiii.. Anak balitanya titipin ayahnya dulu, Bu, kwkwkwk. “Bunda mau me time 10 menit dulu, gak boleh diganggu ya, Yah! Titip anak kita.” *eeeaaaaa

  11. Wah, belum pernah Mba. Patut dicoba nih. Cuma butuh konsentrasi ya? Duh, iso ora Yo? Gampang ambyar konsentrasiku rek… hehehe

  12. meditasi itu punya banyak manfaat ya, Kakakku tuh sering meditasi dan selalu ajarin juga kalau meditasi itu berguna banget tuk tubuh apalagi kalau sakit dan lagi penat gitu biar beban terasa ringan.

    btw saya juga pakai nih YL, sukaaa banget dengan aroma Peppermint dan Lemon 😀

  13. Manfaat meditasi banyak juga ya Mba. Pengen cobain juga sih saya. Terutama buat meredam emosi, menahan rasa sakit, kadang pas PMS suka engga enak aja sih rasanya. Cari ketenangan lewat meditasi, anggap aja olahraga, nah iya kan kalau ngaji, mendekatkan diri pada-Nya anggap aja itu ibadah. Beda konteksnya. Minyak esensial oil penasaran juga sama wanginya. Khasiatnya juga banyak, nih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.