Arsip Tag: Kudapan

Tips Membuat Kue Kering Anti-gagal Plus Resep Nastar Pilihan

Masya Allah, enggak terasa, bulan Ramadan ini sudah 2 minggu berjalan. Itu artinya, masih ada kesempatan mengejar pahala terbaik di bulan penuh pengampunan sebelum tiba waktunya Lebaran. Btw, ngomongin soal Lebaran, ada yang bikin saya pengen, nih, Guys. Iyaaa … lihat banyak status teman-teman di media sosial tentang kue kering bikin saya kepo pengen eksekusi resep juga, terutama resep nastar. ๐Ÿ™‚

Seandainya kamu tahu, saya sebenarnya enggak seperti kebanyakan perempuan atau emak yang betah berlama-lama di dapur. Dua hal yang bikin saya betah di dapur cuma cuci piring dan bersihin dapur. Itu aja sudah cukup. *hiksssย  ‘Lah kalau memasak? Sayang banget, saya enggak suka. Meskipun kalau dibilang benci ya enggak juga. Intinya, saya akan memasak kalau kepepet dan memang diwajibkan. *eeaaa

Eitsss, tapi tunggu dulu. Enggak suka memasak bukan berarti saya enggak ngerti ya cara bikin masakan atau kue untuk dimakan. *mendadak ngegas ๐Ÿ˜€ Gini-gini, saya pernah, lo, ikut kursus membuat kue dan aneka cake macam lapis surabaya, lapis legit, bolu gulung, dan semacamnya.

Jadi ingat, ada satu pengalaman awal membuat kue yang enggak akan pernah saya lupakan. Waktu itu malam takbiran. Saya nekat pengen praktik bikin cake yang bahannya sultan banget, 14 kuning telur! Kamu tahu hasilnya seperti apa? Iyap, cake-nya ternyata bantat karena saya belum paham bagaimana cara mengaduk adonan yang benar. ๐Ÿ™ Terus, siapa yang makan kuenya? Ya saya sendiri, dong. Saya mah gitu orangnya. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. *ehh, opo sih kwkwk ๐Ÿ˜€

Baik, udahan dulu curhatnya, ya. Yuk, kita masuk ke topik utama.

Tips Membuat Kue Kering

Sebenarnya saya juga masih belajar sampai saat ini bagaimana cara membuat kue, baik kue kering maupun basah yang enak dan pasti jadi. Kalau mau dibandingkan, menurut saya, membuat kue kering itu lebih mudah daripada kue basah semacam bolu atau cake. Kue basah memerlukan cara pengadonan yang benar dan waktu pengadukan yang lebih lama. Kalau proses mencampur dengan miksernya kurang lama dan adonan belum mengembang, bisa dipastikan hasilnya akan bantat.

Untuk kue kering, sebenarnya susah-susah gampang juga sih karena kalau kelamaan mengaduk adonan hasilnya justru tidak sesuai yang diinginkan. Prinsip membuatnya kebalikan dari kue basah pokoknya. Kalau adonan telur dan gula padaย cake harus dimikser terus sampai adonan naik, pada kue kering tidak perlu terlalu halus, yang penting sudah tercampur rata.

Di bawah ini adalah beberapa tips membuat kue kering yang saya dapatkan dari berbagai referensi yang pernah saya baca. Sederhana, tetapi tidak boleh diabaikan.

Gunakan Tepung Berprotein Rendah

Kalau kamu ingin membuat kue kering, jangan lupa menggunakan tepung terigu dengan kadar protein rendah. Tepung terigu jenis ini memiliki kadar gluten rendah sehingga akan menghasilkan kue kering yang renyah dan kriuk apabila dikunyah. Kadar gluten di sini berhubungan dengan tingkat kekenyalan adonan. Semakin rendah protein dalam tepung terigu, makin rendah pula kekenyalan adonan dan makin renyah rasanya. Tepung terigu protein rendah ini cocok untuk aneka olahan kue kering, biskuit, dan gorengan.

Terus, gimana dong kalau enggak ada tepung terigu protein rendah? Sudah cari di toko, tapi tetap enggak ada juga? Yaelah, coba cari di marketplaceย deh, pasti ada. ๐Ÿ˜€ Ini bukan iklan ya, cuma salah satu solusi aja. Solusi lainnya yang lebih mudah, kamu boleh menggantinya dengan terigu protein sedang. Namun,ย  jangan pernah menggunakan tepung terigu protein tinggi dalam adonan kue keringmu, ya.

Jenis terigu berprotein tinggi memiliki kadar gluten yang tinggi pula sehingga lebih cocok digunakan untuk membuat donat, mi, atau roti yang hasilnya cenderung lebih elastis dan kenyal. Kebayang ‘kan kalau kue keringmu teksturnya elastis seperti apa?ย 

Jangan Terlalu Lama Mengaduk Adonan

Ini yang menurut saya gampang-gampang susah. Saya hobi sekali ngaduk adonan yang sudah diberi tepung terigu, padahal kalau kelamaan dimainkan, adonan bisa bertambah keras karena kadar glutennya semakin tinggi.

Begitu juga kalau terlalu lama mengaduk mentega dengan mikser, hasil kue kering bisa jadi meleberย (melebar ke samping, bukan naik ke atas).

Adonan Terlalu Lembek? Cek di Sini!

Kalau adonan kue kering teksturnya terlalu lembek atau seperti kurang tepung karena terlalu lama mengocok telur, margarin, dan gula, jangan buru-buru menambahkan banyak tepung karena hasilnya bisa jadi akan bertambah keras. Lebih baik kamu bungkus adonan dengan plastik dan masukkan sebentar ke dalam lemari es agar adonan menjadi padat.

Panggang Adonan dalam Oven Bersuhu Rendah

Sebelum memasukkan loyang berisi adonan kue kering ke dalam oven, jangan lupa panaskan dahulu oven sebentar agar suhu di dalam oven merata hangatnya. Panggang adonan dengan suhu rendah agar hasil kue keringnya renyah dan matang luar dalam.

Sudah paham tips dasar membuat kue kering di atas? Cusss meluncur, yuk, ke resep nastar pilihan yang bisa kamu jadikan simpanan.

Resep Nastar Pilihan, Lembut dan Renyah di Lidah

Zaman saya kecil dahulu, setiap kali Lebaran tiba, Ibu selalu membuat kue nastar ini untuk sajian tamu yang datang ke rumah. Awalnya cuma dibentuk bundar dengan hiasan batang cengkeh di atasnya sehingga berbentuk seperti buah apel. Lama-kelamaan, bentuknya makin bervariasi. Kadang Ibu membuat bentuk nastar daun dengan isian selai yang manisnya selalu bikin nagih.

Untuk kamu ketahui, nastar berasal dari bahasa Belanda yang berarti ananas (nanas) dan taartjes (kue tar). Jadi, nastar artinya kue tar nanas. Lo, kok disebut kue tar, sih? Bukannya termasuk kue kering, ya? Nah … ternyata, nastar ini sebenarnya memang termasuk kategori kue tar (cake) karena teksturnya lembut dan lembab, Guys. Saya juga baru tahu, lo. Dalam bahasa Inggris, nastar sering disebut dengan nama pineapple tart atau pineapple nastar roll.

Berikut resep nastar pilihan yang saya adopsi dari salah satu akun di Instagram.ย 

Bahan Nastar

125 gram margarin (saya pakai Blue Band)

125 gram butter (saya pakai Wisman)

*variasi takaran margarin dan butter bisa disesuaikan dengan seleramu.ย 

50 gram gula halus

1 butir kuning telur

ย 250 gram tepung terigu protein rendah (saya pakai merek Kunci Biru)

50 gram tepung maizena

50 gram susu bubuk (kalau tidak suka aroma susu boleh diabaikan)

Bahan Olesan

2 butir kuning telurย 

1/2 sendok makan minyak goreng

Cara Membuat
  1. Jemur tepung terigu terlebih dahulu, atau sangrai dalam api kecil agar hasil nastar menjadi lebih kres.
  2. Kocok sebentar campuran margarin, butter, gula halus, dan kuning telur.
  3. Ayak/saring tepung terigu, campurkan ke dalam adonan margarin yang telah dimikser tadi bersama tepung maizena dan susu bubuk. Aduk seluruh adonan menggunakan spatula sampai tercampur rata dan membentuk gumpalan.
  4. Bentuk adonan menjadi bulat-bulat kecil atau sesuai selera. Untuk isinya, saya menggunakan bermacam isi, mulai dari selai, potongan keju, kurma, sampai meses.ย 
  5. Taruh adonan di atas loyang yang sudah diolesi margarin atau dialasi kertas roti.
  6. Panggang dalam oven dengan suhu rendah.
adonan kue kering nastar
Adonan sebelum diberi tepung terigu

ย 

Adonan siap masuk oven

ย 

Fresh from the oven. Bentuk boleh kurang cantik, tapi rasa boleh diadu dengan kue di toko.

Gimana? Cukup mudah ‘kan membuat resep nastar ini?ย 

Hasil dari resep ini pun menurut saya boleh diadu dengan nastar yang dijual di toko. Selain rasanya krenyes, teksturnya juga cukup lembut di mulut. Aromanya juga wangi karena menggunakan campuran butter, bukan sekadar margarin.

Kamu juga punya resep nastar favorit? Boleh dong, ya, bagikan di kolom komentar biar bisa saya praktikkan juga resep teman-teman di lain waktu. ๐Ÿ™‚

ย Baca Juga

ย 

resep nastar

Bisnis Kue di Rumah Setelah Lebaran, Siapa Takut?

Suasana Lebaran mungkin sudah berlalu, tapi masa pandemi COVID-19 tetap masih berlaku. Sedih? Emmm … jangan, yaa! ๐Ÿ™‚ Meskipun kemarin banyak di antara kita yang enggak bisa mudik, bukan berarti semuanya tak berarti. Iyaa … bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini memang terasa banget perbedaannya. Selain karena sedih enggak bisa kumpul keluarga untuk kamu yang terpisah jauh dari sanak-saudara, suasana pandemi ini juga sangat berpengaruh dalam bisnis penjualan, terutama bisnis kue dan fesyen.

Source: Pexels.com

Biasanya bisnis kue mengalami lonjakan penjualan yang signifikan saat Ramadan hingga menjelang Lebaran. Ini bukan rahasia lagi, karena silaturahmi menjadi hal utama saat Lebaran tiba, di mana suguhan kue dan makanan adalah sesuatu yang mau enggak mau harus diperhatikan. Kamu setuju ‘kannn kalau silaturahmi enggak akan lengkap tanpa kue-kue dan sajian yang enakkk? Hehheeeeheee ….

Terus, apa kabar bisnis kue dan makanan ini setelah Lebaran usai? Apakah ikut mati suri juga gara-gara si COVID-19? Ohhh … ternyata tidak, Esmeralda!

Tahukah kamu bahwa saat ini hampir semua orang beralih ke bisnis pembuatan dan penjualan kue. Beberapa teman yang selama ini cuma jualan produk fesyen, atau hanya diam di rumah dan fokus sebagai ibu rumah tangga, ternyata banyak, lo, yang mulai mencoba bisnis kue ini.

Ada yang langsung memproduksi sendiri sambil mengembangkan hobi barunya di masa pandemi ini, tapi banyak juga yang mulai mengawali sebagai reseller dahulu. Apa pun itu, tak masalah, karena kamu sudah berani selangkah lebih maju dengan memulai sebuah bisnis baru. Ya, ‘kan? ๐Ÿ™‚

Jangan khawatir, kamu tak perlu takut kehabisan ide, karena banyak sekali resep-resep kekinian yang bisa dicari di internet dengan bahan yang mudah dan tidak membutuhkan waktu lama dalam proses produksinya. Tentunya, kreatifitas sangat dibutuhkan ya dalam bisnis kue ini.

Setup roti tawar

Contoh dessert kekinian yang saya suka banget saat ini adalah setup roti tawar. Bahannya yang simpel dari roti tawar yang dituangi semacam saus kental dari campuran susu, santan dan tepung maizena, plus aneka variasi dan topping di atasnya, membuat lambung terasa aman dan nyaman ๐Ÿ˜€

Oya, selain kreatifitas dan ide baru dalam pembuatannya, bahan yang berkualitas juga tak boleh diabaikan dalam bisnis kue ini. Tapi ‘kan takut juga, ya, belanja bahan kue di keramaian berhubung ada imbauan #dirumahaja?

Don’t worry, be happy! Toko Wahab adalah toko online bahan kue yang memudahkan kamu berbelanja aneka bahan berkualitas pembuatan kue, tanpa harus takut berdesak-desakan dan menghadapi kerumunan.

Salah satu bahan kue berkualitas yang dijual di toko online ini adalah coklat bubuk, selain bahan lainnya, seperti keju, susu, cokelat blok, butter, dan masih banyak lagi.

Terus, cuma itu aja keuntungannya? Enggak, dong, masih ada nih keuntungan lainnya:

  1. Dari dulu, pasti semua tahu kalau belanja online selalu menawarkan banyak jaminan kemudahan. Cuma berbekal perangkat gadget aja semua bisa kamu beli. Enggak usah repot ke luar rumah karena barang pasti langsung dikirim sampai depan rumah.
  2. Pilihannya juga dijamin banyak, mulai dari keju berbagai merk, mentega dan butter, salah satunya mentega Wisman, kemudian ada juga meses, mayones, susu full cream berbagai merk, semuanya tersedia di toko online ini. Kamu juga akan lebih mudah membandingkan harga satu produk dengan produk lainnya.
  3. Harga dijamin murah. Bahkan, tak jarang, banyak penawaran diskon yang memungkinkan kamu menjual kembali produk tersebut jika ada teman atau saudara yang membutuhkan. Jadi selain berbisnis kue, kamu juga bisa lo sekalian membuka usaha penjualan bahan kue. Sambil menyelam minum air, kata pepatah.

Masih bingung? Langsung aja kunjungi website resmi Toko Wahab dan cari produk yang kamu inginkan, ya. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan Customer Service Toko Wahab secara langsung untuk bertanya tentang bisnis kue lewat chat box yang disediakan.

Bisnis kue setelah Lebaran dan di masa pandemi? Siapa takutttt?!

Baca Juga

Mudah dan Lezat, Ini 3 Jenis Makanan Ringan yang Bisa Jadi Inspirasi Bisnis Kulinermu

Berbeda dengan menjual makanan yang mengenyangkan perut seperti nasi, memulai bisnis kuliner makanan ringan cenderung lebih mudah dan tentunya lebih murah dalam hal modal usaha. Selain itu, peluang bisnis makanan ringan pun juga tergolong lebih menguntungkan karena semua orang dari berbagai lapisan dapat menikmatinya tanpa terkecuali.

Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah semakin banyak jenis-jenis makanan ringan yang mulai bermunculan dan menjadikan inspirasi bagi para pelaku usaha lainnya. Hanya saja, perlu diketahui bahwa bisnis kuliner makanan ringan pun juga membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari jenis makanan ringan yang belum memiliki banyak kompetitor hingga modal usaha yang dibutuhkan.

Bagi kamu yang membutuhkan inspirasi dalam memulai bisnis kuliner makanan ringan, yuk, simak beberapa ulasan berikut ini, ya!

Jenis Bisnis Kuliner Makanan Ringan

1. Pisang Nugget

Pisang nugget (image: Pinterest.com)

Walaupun sudah mulai banyak penjual pisang nugget ditemukan di mana-mana, tetapi tak ada salahnya menjadikan jenis makanan ringan satu ini sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Dengan cara pembuatan yang cukup mudah dan modal usaha yang tidak besar, kamu bahkan berpeluang mendapatkan omzet hingga jutaan rupiah, lo.

Hanya saja, dikarenakan sudah mulai banyak penjual pisang nugget yang bertebaran, kamu bisa menciptakan keunikan tersendiri di produk pisang nugget yang kamu jual, agar setidaknya berbeda dari para kompetitor. Sebagai contoh, ciptakan cita rasa baru atau kombinasi baru yang belum banyak digunakan oleh para penjual pisang nugget lainnya.

2. Cake in Jar

Cake in jar (image: Bakingo.com)

Selanjutnya terdapat cake in jar yang masih hits hingga saat ini. Sesuai dengan namanya, cake in jar berarti kue yang disajikan di dalam jar atau stoples. Untuk idenya sendirinya, sebenarnya cukup sederhana. Hanya saja, kemungkinan kamu harus mengeluarkan modal lebih untuk memulai usaha ini.

Hal tersebut dikarenakan harga stoples kaca yang tidak murah, meskipun kamu membelinya secara online. Tak jarang, banyak pelaku usaha cake in jar ini yang menjual satu stoples kuenya di atas harga 50 ribu rupiah, yang tentunya dengan harga itu memungkinkan pengembalian modal yang telah kita keluarkan.

Dengan rasa kue yang nikmat dan stoples yang bisa dijadikan sebagai wadah multi fungsi, pasti konsumen akan senang dan tidak kapok membeli. Agar lebih irit modal lagi, kamu bisa meminta konsumen yang melakukan repeat order untuk membawa kembali stoples yang mereka miliki untuk mendapatkan potongan harga.

Cara ini bukan hanya dapat menghasilkan keuntungan fantastis, kamu pun telah berhasil mengajak konsumen untuk turut berkontribusi dalam menyelamatkan bumi ๐Ÿ™‚

3. Oreo Goreng

Oreo goreng (image: Ramesia.com)

Murah dan enak, itulah โ€˜julukanโ€™ yang pas disandang untuk jenis makanan ringan satu ini. Dengan modal yang tak sampai 100 ribu rupiah, kamu sudah bisa menghasilkan keuntungan dari berjualan Oreo goreng ini. Bukan hanya itu saja, Oreo goreng juga merupakan jenis makanan ringan yang disenangi oleh hampir semua usia, baik anak-anak hingga remaja, dan cara pembuatannya pun sangat mudah. Kamu bisa, kok, melakukannya sendiri.

Sajikan satu bungkus kemasan berisi lima biji Oreo goreng untuk dijual dengan harga 5.000 hingga 6.000 rupiah. Bahan yang digunakan tidak mahal dan mudah kamu temukan, seperti produk biskuit Oreo, tepung, telur, susu serta minyak yang digunakan untuk menggoreng Oreo tersebut. Selain itu, untuk topping-nya kamu bisa mempersiapkan aneka macam topping sesuai selera, seperti gula putih halus, saus cokelat, es krim, cream, dan masih banyak lagi.

Memang, tak dapat dimungkiri bahwa modal usaha merupakan kunci utama dari berjalannya suatu bisnis. Tanpa modal, tentu bisnis tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Maka dari itu, tak jarang banyak pelaku usaha yang rela melakukan berbagai hal demi mengumpulkan modal yang diinginkan.

Nah, daripada kamu pusing memikirkan modal, pinjam saja melalui pinjaman online CekAja.com. Selain telah terdaftar di OJK, CekAja.com juga menyediakan fasilitas yang memungkinkanmu melakukan perbandingan mengenai produk pinjaman paling tepat yang dapat memenuhi kebutuhanmu.

Bingung mencari modal usaha di mana? Ya di CekAja.com saja!

Untuk informasi lebih lanjut, yuk kunjungi https://www.cekaja.com/small-business-banking

5 Kuliner Khas Lombok Favorit Saya

Salah satu hal yang paling berkesan dan bikin betah kalau lagi di Lombok buat saya adalah makanan khasnya. Yup, mungkin karena saya lahir dan besar di sana, jadi lidah dan otot syaraf indera pengecap di dalam mulut sudah terlalu biasa dengan rasa pedas dari kuliner khas pulau ini.

Selain menggunakan terasi sebagai bumbu wajibnya, kuliner Lombok identik dengan sambal yang dibuat dari sebiye bideng (cabe merah keriting yang dijemur sampai kering dan kehitaman). Bahan khas ini yang bikin rasa pedasnya berbeda dengan daerah lain.

Kamu penasaran enggak apa saja kuliner khas Lombok yang menjadi favorit saya dan bikin pengen nambah terus meskipun makannya sambil kepedasan? 5 di antaranya ada di bawah ini, Guys! Eitsss… tapi bacanya jangan sambil nelen ludah, yak…. ๐Ÿ˜€

1. Pelecing Kangkung

Image : Senggigitour.com

Pelecing kangkung. Kuliner Lombok yang satu ini seolah menjadi ikon kuliner pulau seribu masjid ini. Bahan dasarnya adalah kangkung asli Lombok yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin. Untuk campurannya, ada sambal terasi, parutan bumbu kelapa yang dibakar, taoge, kacang goreng, dan kucuran jeruk limau yang menjadi ciri khas kuliner masyarakat Sasak, penduduk asli pulau Lombok.

Oiya, kangkung asli Lombok ini batangnya besar-besar dan segar, berbeda dengan kangkung dari daerah lain yang mudah layu saat direbus. Ini yang membuat sensasi kangkung Lombok lebih renyah saat digigit. Di beberapa daerah, seperti Yogyakarta tempat domisili saya sekarang, kangkung Lombok kadang dijual di supermarket atau swalayan besar. Tapi tentu saja harganya sedikit lebih tinggi daripada kangkung biasa.

 2. Ayam Taliwang

Image : Cookpad.com

Kuliner ayam taliwang ini biasanya disajikan bersama dengan pelecing kangkung. Ayam taliwang adalah ayam bakar khas Lombok, berbahan dasar ayam kampung yang masih muda. Sebelum dibakar, ayam taliwang dibumbui dulu dengan cabe merah kering yang dijemur (sebiye bideng), terasi, bawang putih, bawang merah, kencur, gula merah, santan, dan jeruk limau. Untuk kamu yang enggak suka pedas, tak perlu khawatir. Ada, kok, rumah makan ayam taliwang yang menyajikan ayam taliwang dengan menu ayam madu.


3. Sate Pusut

Image : Cookpad.com

Kalau kamu suka makan olahan sate, cobain, deh, sate yang satu ini. Bahan utamanya adalah kelapa parut yang dibumbui pedas dengan cabai, bawang merah, bawang putih, dan tentu saja terasi tak pernah ketinggalan. Setelah semua bahan tercampur, baru dibakar. Untuk variasi, kamu juga bisa menambahkan bahan daging atau ikan pada campuran kelapa parut. Rasa satenya akan lebih padat dan lebih tinggi protein.

4. Beberuq

Image : cookpad.com

Beberuq ini bikinnya simpel banget, karena merupakan olahan sambal yang berbahan dasar terong ungu bulat segar dan masih muda. Jika tak ada terong ungu, kamu bisa ganti dengan terong hijau. Tapi, di Lombok, terong yang dipakai umumnya memang terong ungu. Seperti biasa, bahan utama sambal di Lombok adalah terasi Lombok yang sangat khas, tomat, cabe merah, bawang merah, dan jeruk limau.Potong terong berbentuk dadu kecil-kecil, campur dengan sambal terasi, lalu kucuri dengan minyak panas. Hmm โ€ฆ aromanya dijamin bikin kamu ngiler dan langsung mengambil sepiring nasi hangat.

 5. Nasi Balap

Image : Senggigitour.com

Nah, kalau ini kuliner khusus buat kamu yang suka makan nasi sambil balapan.ย What??ย Hehe โ€ฆ

Nasi balap terkenal juga dengan sebutan nasi puyung, karena berasal dari desa Puyung, sebuah desa di kawasan Lombok Tengah. Lauknya sebenarnya sangat sederhana, cuma irisan daging ayam berbumbu pedas khas Lombok (ayam pelalah), kering kentang, kedelai goreng, dan kadang disertai irisan telur dadar. Nyam โ€ฆ nyam โ€ฆ meskipun sederhana, tapi lezatnya jangan ditanya. Sensari gurih dan pedas dari nasi balap yang nendang bikin jantungmu berdetak lebih kencang karena kepedasan, dan kamu bakal ketagihan untuk nambah dan nambah lagi. Wah, tambah kurus dong saya.. ^^

Untungnya, di Yogyakarta sekarang banyak yang membuka usaha kuliner dengan menu khas Lombok ini. Ada yang memang pemiliknya orang Lombok asli, tapi ada juga yang pemiliknya warga Yogya dan dahulu pernah tinggal lama di pulau Lombok. Terutama untuk menu Nasi Balap, di beberapa bagian daerah kampus banyak tersebar penjual nasi ini dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar Rp8.000,- sampai Rp10.000,- per bungkus.

Jadi, kamu pilih yang mana dari 5 makanan di atas? Kalau ngerasa takut berat badan nambah, sepertinya kamu lebih baik pilih aja pelecing kangkung, ya, jangan yang lain… *pissss ๐Ÿ˜€

Baca juga

#SETIP_Day12 #SemingguTigaPostingan #EstrilookCommunity

Bakso Tiga Roda Yogyakarta, Rajanya Bakso Urat untuk Kamu yang Hobi Mengerat

Bakso urat Tiga Roda

.

Siapa yang tidak kenal kuliner satu ini? Yup! Bakso, merupakan kuliner populer yang hampir dapat ditemui di setiap daerah di Indonesia. Gumpalan daging halus berbentuk bola yang dicampur dengan bumbu dan dikucuri kuah kaldu, disertai mi putih atau mi kuning, plus taburan daun bawang dan bawang goreng….. hemmm…. yummy…. sungguh menggugah selera.

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang kuliner baksonya mengalami perkembangan sangat pesat. Di kota ini kamu dapat memilih aneka varian bakso dengan nama yang unik, seperti bakso bola tenis, bakso raksasa, bakso Jepang, bakso granat, bakso kerikil, dan masih banyak lagi. Harga semangkuk bakso di kota ini pun beragam, mulai dari Rp5.000 untuk bakso kerikil dengan 20-an biji bakso yang imut bak kelereng, sampai di harga Rp30.000-an untuk bakso raksasa yang dapat kamu santap beramai-ramai.

Banyaknya pedagang bakso, terutama di sekitar rumah, membuat saya dan keluarga termasuk salah satu orang yang kerap menikmati sajian satu ini. Apalagi menu bakso biasanya selalu bersanding dengan mi ayam. Enggak heran kalau little princess Lubna yang kurang suka makan daging itu lebih memilih makan mi ayam daripada bakso. Jadi, kami kalau makan bisa saling berbagi. Lubna makan mi-nya aja karena enggak suka daging, sementara saya makan dagingnya aja, karena mi-nya biasanya sudah dimakan Lubna qiqiqiqi….

Meski di sekitar rumah sudah banyak pedagang bakso, rupanya tidak menyurutkan keinginan pedagang bakso lainnya untuk juga membuka usaha bakso di sekitar kami. Mungkin karena lokasinya yang strategis, merupakan jalan raya penghubung berbagai kelurahan di Kecamatan Kalasan, sehingga berbagai usaha retail dan kuliner sangat berkembang di sepanjang jalan penghubung ini. Bakso Urat Tiga Roda merupakan salah satu usaha bakso yang membuka cabangnya di seberang rumah (tepatnya di depan rumah) sejak Desember 2018 lalu. Warung bakso ini adalah cabang dari warung bakso Tiga Roda di lokasi lain yang berjarak sekitar 5 kilometer dari sini dan sudah lebih dulu beroperasi, kurang lebih sekitar 5 tahun.

Awalnya saya berpikir, apa sih yang menarik dari bakso ini dibanding bakso lainnya? Adakah ciri khas yang membedakannya? Kamu juga penasaran, kan? Ayo, kita bedah bareng-bareng!

Abang Tukang Baksonya Berseragam

.

Owner bakso Tiga Roda (kiri) dan karyawannya

.

Nah, ini yang jarang saya lihat di Yogyakarta. Untuk warung bakso yang sudah besar dan berada di kota, melihat para pelayannya berseragam mungkin sudah biasa. Tetapi untuk warung bakso biasa yang berada di ruko kecil dan berlokasi di wilayah yang masih termasuk pedesaan juga (bukan kota), penampilan 2 orang pemuda yang mirip anak kuliahan ini cukup menarik perhatian. Meski berpakaian casual (tshirt dan celana jeans), namun penampilan mereka rapi dan warna kaosnya seragam. Enak aja dilihat. Kadang hijau, ungu, merah, hitam. Rata-rata pedagang bakso di sekitar rumah belum ada yang memperhatikan detil soal penampilan seperti ini. Padahal kalau kamu punya usaha kuliner, penampilan yang rapi dan bersih itu penting, lho, Guys! Pembeli akan nyaman dibuatnya.

Tempatnya Bersih dan Rapi

.

Tempatnya bersih dan rapi

.

Warung bakso Tiga Roda ini berlokasi di sebuah ruko yang tidak terlalu luas di Jl. Raya Sambiroto, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Ada tempat salat dan kursi duduk untuk kamu yang suka duduk di atas, plus lesehan untuk kamu yang suka duduk di bawah. Pelayanannya dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 malam, setiap hari.ย 

Btw … update info nih, ya!

Mulai awal tahun 2020 cabang di alamat tersebut sudah enggak ada lagi, Guys! Bakso Tiga Roda cuma bisa kamu temukan di pusatnya aja, yaitu di Jl. Raya Tulung,ย Ringinsari, Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY.

Cek di sini ya biar enggak nyasar ๐Ÿ˜€

https://goo.gl/maps/yPhu86XjuCMAs9Yn7

Baksonya Buatan Sendiri

Apa yang membedakan citarasa bakso Tiga Roda ini dengan bakso lainnya? Secara sekilas mungkin sama saja ya penampilannya, tidak ada yang beda jauh. Tapi setelah dicicipi, menurut saya, ada khasnya. Mi ayamnya enak, tidak membuat eneg. Kalau kuahnya dipisah dari mi-nya, kuahnya tampak bening dan tidak keruh. Bahkan teman-teman Lubna yang sering main ke rumah kalau disuguhi mi ayam Tiga Roda ini suka banget minum kuahnya. Kata mereka gurih seperti kuah sup ๐Ÿ˜€

Mi ayamnya gurih dan enggak eneg

.

Untuk pentol baksonya, dari hasil obrolan dengan si juragan bakso, dia bercerita bahwa ayahnya sendiri yang meracik pentol bakso dan bumbunya. Ada 2 pilihan untuk menu bakso, yaitu bakso urat dan bakso halus. Untuk kamu yang hobi mengerat urat, tulang, dan segala yang teksturnya kasar, cocok banget makan bakso uratnya. Sementara kamu yang doyan daging halus seperti saya, pilihan terbaik adalah bakso halus.

Untuk harga, semangkuk bakso di sini bisa kamu santap dengan harga Rp10.000,- dan semangkuk mi ayam yang gurih dan lezat cukup kamu nikmati dengan merogok kocek Rp7.000,- saja. Sajian minuman teh dan jeruk harganya juga standar, sekitar Rp3.000,- an sudah dapat mengobati dahagamu.

Dari hasil perbincangan santai beberapa kali dengan pemuda berusia sekitar 20 tahunan yang merupakan owner bakso Tiga Roda ini, dia banyak bercerita tentang proses usaha baksonya. Cabang bakso yang baru 4 bulan berjalanย  ini dikelola olehnya dan seorang karyawan yang juga masih muda, sebaya dengannya. Sementara warung bakso Tiga Roda pusat yang dikelola ayahnya sudah berjalan 5 tahun dan memiliki beberapa orang karyawan.ย 

Usaha bakso Tiga Roda ini merupakan usaha bakso keluarga yang berawal dari daerah Bekasi, Jawa Barat. Ada pamannya yang sejak tahun 2000 membuka warung bakso Tiga Roda di Bekasi dan saat ini telah memiliki beberapa cabang di daerah Bekasi dan sekitarnya. Kemudian sejak sekitar 5 tahun lalu, ayahnya pindah ke Yogya dan membuka bakso Tiga Roda untuk wilayah Yogyakarta. Kemudian akhir tahun 2018 lalu diputuskan untuk membuka cabang baru yang berlokasi di depan rumah ini.

“Di keluarga kami enggak ada yang cari kerja. Semuanya wiraswasta dan buka usaha,” kata si owner.

ย Oya, saya juga pernah bertanya, kenapa dia tidak menggunakan jasa perusahaan layanan delivery online dalam usaha baksonya? Padahal hampir semua usaha kuliner di sekitar rumah sudah memasang logo salah satu perusahaan penyedia jasa online tersebut dalam usaha makanannya. Begini jawabannya,

“Saya enggak tega kalau harus menaikkan harga lagi. Kasihan para langganan. Kalau saya pakai layanan online, harga harus naik lagi sekitar Rp2.500,- dari harga normal…”

Saya pun manggut-manggut mendengar penjelasannya. Apa pun itu, semua kembali kepada kebijakan masing-masing pengusaha, karena baik buruknya pasti sudah dipertimbangkan. Yang jelas, yang namanya berbisnis dan menjalankan usaha itu memang tidak bisa dilihat hasilnya hanya dalam 1 atau 2 tahun saja. Butuh waktu minimal 5-10 tahun berjalan dulu baru terlihat hasilnya. Ini bisa jadi penyemangat kita juga kalau buka usaha, ya. Jangan buru-buru putus asa dulu dan banting setir kalau masih dalam tahap 1-2 tahun pertama ๐Ÿ™‚

Jadi gimana, nih? Kamu mau ikutan buka usaha juga? Atau mau datang ke Yogya dan ikutan makan bakso Tiga Roda? ๐Ÿ˜€

Baca juga

#SETIP_Day11
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity

ย 

Sopia Crispy

Apa yang Anda bayangkan kalau saya sebutkan nama YOGYAKARTA?
Pasti langsung ingat satu nama jalan yang khassss banget, yaitu jalan Malioboro.
Betulll? ๐Ÿ˜Š
Ada juga mungkin yang langsung terpikir Tugu Jogja sebagai pusat ikon kota Yogyakarta istimewa.
Yup… tidak salah.. !!
Semuanya benar ๐Ÿ˜

Mmmm… lalu bagaimana dengan oleh-olehnya? Kalau soal yang satu ini saya percaya hampir semua pasti tahu apa oleh-oleh khas dari kota ini. Kalau sampai tidak tahu namanya kebangetan hehheheee..

Oleh-oleh khas Yogyakarta amatlah banyak macam dan ragamnya.
Ada Batik, Gudeg, Wedhang Uwuh, Geplak, Yangko, dan yang amat sangat populer apalagi kalau bukan si bulat isi kacang hijau, yaitu Bakpia.
Betapa Bakpia seolah menemani Batik dan Gudeg menjadi oleh-oleh kebanggaan kota budaya ini.

Semakin merebaknya produsen Bakpia di kota Yogya, semakin memunculkan aneka kreatifitas varian dari Bakpia.
Ada Bakpia basah, ada juga Bakpia kering.
Dari mulai rasa kacang hijau sebagai pelopor variasi isinya, sekarang berkembang menjadi isi kacang hitam, kacang merah, coklat, keju, green tea, mocca, vanilla, dan banyak lagi.

Nah,.. yang akan saya tulis di blog kali ini adalah varian baru dari Bakpia kering, namanya Bakpia Crispy, atau sering disebut dengan Sopia Crispy.
Idihhh keren ya, mirip Sophia Latjuba qiqiqiqiii…

IMG_20170917_071157.jpg

Apa sih yang membedakan si Sopia Crispy ini dengan Bakpia kering biasa ?
Sebenarnya dari bahan pembuatannya hampir sama. Hanya saja yang paling terasa berbeda adalah dari KULIT-nya.
Kulit Sopia Crispy cenderung mudah terkelupas dan rawan hancur atau remuk menjadi remahan. Tampaknya remahan inilah yang menjadi ciri khas si Sophia, sesuai dengan jenisnya yang krispi.
Isinya juga kering dan enak dimakan karena renyah.
Ada 3 varian isi yang pernah saya coba : kacang hijau, coklat, dan keju. Dari segi bentuk, Sopia Crispy lebih besar diameternya, jadi mantap dalam genggaman jari jempol, telunjuk, tengah dan jari manis saat menyantapnya.

Setiap ada keluarga atau rekan dari luar kita yang berkunjung ke Yogya, mulai sering saya bawakan Sopia Crispy ini. Dan rata-rata sih pada nagih minta dikirimin lagi hehheeehe.. ๐Ÿ˜„ Alhamdulillah mereka yang bertamu happy, saya juga yang ketamuan happy karena oleh-olehnya banyak yang suka.

Jadi buat Anda nih yang mungkin sudah ada rencana untuk berkunjung dalam waktu dekat ke kota Yogya, jangan lupa berburu Sopia Crispy ya sebagai salah satu Oleh-oleh Indonesia.
Tapi seandainya tidak sempat datang langsung ke Yogya, atau kota-kota lain di nusantara, kamu bisa pesan oleh-oleh khas dari berbagai daerah secara online di Omiyago.

Satu pertanyaan terakhir, “Sudah pernah ke Yogya belum..?”
Kalau jawabannya BELUM, hayuukk direncanakan ๐Ÿ˜
Sebagai info, kamu juga bisa pesan tiket dan reservasi hotel via online diย Ladita Tour

Sebelum jalan-jalan ke luar negeri ada baiknya eksplore nusantara dan segala ciri khasnya dulu yuk, karena itu adalah salah satu tanda cinta kita pada negeri kita sendiri, Indonesia. ๐Ÿ’œ๐Ÿ’™๐Ÿ’›

Merdekaa..!! ๐Ÿ˜Š

Sopia Crispy

Apa yang Anda bayangkan kalau saya sebutkan nama YOGYAKARTA?
Pasti langsung ingat satu nama jalan yang khassss banget, yaitu jalan Malioboro.
Betulll? ๐Ÿ˜Š
Ada juga mungkin yang langsung terpikir Tugu Jogja sebagai pusat ikon kota Yogyakarta istimewa.
Yup… tidak salah.. !!
Semuanya benar ๐Ÿ˜

Mmmm… lalu bagaimana dengan oleh-olehnya? Kalau soal yang satu ini saya percaya hampir semua pasti tahu apa oleh-oleh khas dari kota ini. Kalau sampai tidak tahu namanya kebangetan hehheheee..

Oleh-oleh khas Yogyakarta amatlah banyak macam dan ragamnya.
Ada Batik, Gudeg, Wedhang Uwuh, Geplak, Yangko, dan yang amat sangat populer apalagi kalau bukan si bulat isi kacang hijau, yaitu Bakpia.
Betapa Bakpia seolah menemani Batik dan Gudeg menjadi oleh-oleh kebanggaan kota budaya ini.

Semakin merebaknya produsen Bakpia di kota Yogya, semakin memunculkan aneka kreatifitas varian dari Bakpia.
Ada Bakpia basah, ada juga Bakpia kering.
Dari mulai rasa kacang hijau sebagai pelopor variasi isinya, sekarang berkembang menjadi isi kacang hitam, kacang merah, coklat, keju, green tea, mocca, vanilla, dan banyak lagi.

Nah,.. yang akan saya tulis di blog kali ini adalah varian baru dari Bakpia kering, namanya Bakpia Crispy, atau sering disebut dengan Sopia Crispy.
Idihhh keren ya, mirip Sophia Latjuba qiqiqiqiii…

IMG_20170917_071157.jpg

Apa sih yang membedakan si Sopia Crispy ini dengan Bakpia kering biasa ?
Sebenarnya dari bahan pembuatannya hampir sama. Hanya saja yang paling terasa berbeda adalah dari KULIT-nya.
Kulit Sopia Crispy cenderung mudah terkelupas dan rawan hancur atau remuk menjadi remahan. Tampaknya remahan inilah yang menjadi ciri khas si Sophia, sesuai dengan jenisnya yang krispi.
Isinya juga kering dan enak dimakan karena renyah.
Ada 3 varian isi yang pernah saya coba : kacang hijau, coklat, dan keju. Dari segi bentuk, Sopia Crispy lebih besar diameternya, jadi mantap dalam genggaman jari jempol, telunjuk, tengah dan jari manis saat menyantapnya.

Setiap ada keluarga atau rekan dari luar kita yang berkunjung ke Yogya, mulai sering saya bawakan Sopia Crispy ini. Dan rata-rata sih pada nagih minta dikirimin lagi hehheeehe.. ๐Ÿ˜„ Alhamdulillah mereka yang bertamu happy, saya juga yang ketamuan happy karena oleh-olehnya banyak yang suka.

Jadi buat Anda nih yang mungkin sudah ada rencana untuk berkunjung dalam waktu dekat ke kota Yogya, jangan lupa berburu Sopia Crispy ya sebagai salah satu Oleh-oleh Indonesia.
Tapi seandainya tidak sempat datang langsung ke Yogya, atau kota-kota lain di nusantara, kamu bisa pesan oleh-oleh khas dari berbagai daerah secara online di Omiyago.

Satu pertanyaan terakhir, “Sudah pernah ke Yogya belum..?”
Kalau jawabannya BELUM, hayuukk direncanakan ๐Ÿ˜
Sebagai info, kamu juga bisa pesan tiket dan reservasi hotel via online diย Ladita Tour

Sebelum jalan-jalan ke luar negeri ada baiknya eksplore nusantara dan segala ciri khasnya dulu yuk, karena itu adalah salah satu tanda cinta kita pada negeri kita sendiri, Indonesia. ๐Ÿ’œ๐Ÿ’™๐Ÿ’›

Merdekaa..!! ๐Ÿ˜Š