Ayam Geprek Susu (Preksu) Yogyakarta, Bukan Sekadar Warung Makan Biasa

Warung makan Preksu tetap ramai sampai malam tiba

Kamu yang tinggal di Yogya atau yang pernah liburan ke kota Gudeg ini adakah yang sudah pernah kulineran di warung makan Ayam Geprek Susu alias Preksu? Jujur aja, meski sudah lama berdomisili di Yogyakarta, saya baru satu kali ini, lho, ke warung makan ini wkwkwkwk…

Terus, gimana ceritanya sampai saya menjadi tertarik mampir ke warung makan yang menunya sebenarnya biasa saja itu? Toh, masih banyak warung makan serupa di Yogya yang berbau ayam geprek, susu, dan keju?

Jadi gini, Dears, beberapa hari sebelumnya, sudah menjadi tugas rutin saya melakukan proses editing artikel para kontributor di platform wanita Estrilook.com. Salah satu artikel yang saya edit adalah tentang usaha rumah makan berbasis sedekah milik seorang pengusaha di Yogyakarta. Warung makan ini di beri nama Preksu alias Ayam Geprek Susu. Kalau penasaran dengan artikel di Estrilook tersebut silakan baca di sini, ya.

Nah, dari mengedit dan membaca artikel itu, entah kenapa saya menjadi salut dan kagum dengan konsep bisnis warung kuliner ini. Terutama tentang kewajiban melakukan salat di masjid bagi para karyawan pria apabila waktu salat telah tiba.

Lalu saya share artikel ini di sosial media dan beberapa grup WA yang saya ikuti. Ternyata, ada salah seorang teman umroh saya dulu, yang adalah seorang ustadz, mengatakan bahwa dia sering mengisi ceramah untuk para karyawan di warung makan Preksu ini. Berawal dari sinilah saya menjadi kepo ingin mencoba membuktikan, benarkah apa yang ada di artikel Estrilook tersebut?

Kewajiban Salat di Masjid bagi Karyawan Pria

Entah kebetulan atau tidak, saya memutuskan mampir ke warung makan ini pada sore hari, setelah mencari cabang terdekat dari rumah lewat bantuan Google Maps. Ada 5 cabang yang tertera di mbah Google. Dan saya memilih cabang Condong Catur yang berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah.

Sampai di lokasi Preksu Concat pas banget waktu salat maghrib tiba. Benarlah seperti apa yang saya baca, suasana agak sepi. Hanya ada seorang gadis dan pria muda yang melayani di meja kasir.

Pengunjung dipersilakan mengambil sendiri nasi, ayam dan lauk pauk lain yang diinginkan, seperti mendoan, telur dadar, terong dan jamur krispi, untuk kemudian diserahkan ke meja kasir dan ditanya lagi lebih detil apa menu tambahan lain yang diinginkan. Setelah selesai salat maghrib, sekitar 3 karyawan pria mulai berdatangan dari masjid untuk menggantikan 2 orang karyawan lainnya yang tadi berada di meja kasir. Terjawab sudah rasa penasaran saya. Ternyata benar seperti apa yang saya baca, bahwa para karyawan pria diwajibkan salat berjamaah di masjid. Masyaa Allah.

Menu yang Tersedia

Ayam geprek tabur keju
Jamur krispi

Selain menyediakan menu-menu di atas beserta topping yang diinginkan, seperti geprek tabur keju parut, geprek tabur bawang goreng, dan geprek saus keju, ternyata ada menu lain yang bisa kamu pesan di sini, lho.

Ada gurame geprek, ayam kremes geprek, dan ayam goreng biasa (tanpa tepung) yang biasanya disantap menggunakan tahu, tempe goreng, sambal, dan lalapan. Oya, ada menu capcay juga untuk pengunjung yang menginginkan variasi sayur selain lalapan. Wahh… lumayan lengkap juga, ya, menunya. Bahkan menu aneka sambal pun dapat kamu pilih, seperti sambal terasi, sambal bawang, sambal ijo, dan sambal tomat. Ada yang ngiler nggak, nih? qiqiqiii….

Tambah Minuman? Gratissss

Ini lemon tea jumbo, bukan ukuran normal
Susu segar stroberi

Ada satu hal yang membuat kaget.

Waktu itu saya memesan lemon tea hangat dan anak saya Lubna memesan susu segar rasa stroberi. Kagetnya adalah, ternyata lemon tea-nya gelasnya jumbo, bo’. Padahal harganya normal aja, cuma 4.500,- perak. Beuhh… murah bangett, kann??

Tapi masalahnya, porsi perut saya kecil, jadi lihat minuman segitu besarnya sudah ngerasa eneg duluan. Akhirnya saya bilang ke Lubna, “Lemon tea-nya kita minum berdua, ya. Susunya nanti dibawa pulang aja, jangan diminum di sini…” Dan Lubna pun setuju hehhheehee…

Nah, untuk kamu yang hobi minum, atau kepedasan, jangan khawatir, ya, Dears! Di sini bebas lho tambah minuman teh manis. Kamu bisa ambil sendiri di dispenser besar yang disediakan. Es batunya pun boleh kamu ambil sendiri sepuasnya. Gimana nggak puas ya, makan di sini… mantapppp bener!!

Makan Gratis di Hari Jumat

Makan minum gratis di hari Jumat setelah baca surat Al Kahfi

Mau makan gratis di hari Jumat? Tersedia 50 paket makan dan minum gratis mulai jam 13.00 – 15.00 WIB. Syaratnya ada nggak? Ada dong, tapi cukup sederhana, kok! Kamu harus sudah membaca surat Al Kahfi terlebih dahulu dan melakukan pendaftaran secara online. Baca suratnya nggak perlu di warung Preksu ya, yang penting adalah kejujuran bahwa kamu memang sudah baca surat itu.

Sekali lagi saya mengakui, apa yang saya baca di artikel tentang warung makan Ayam Geprek Susu alias Preksu ini ternyata benar adanya. Alhamdulillah, pantas saja tempat makan ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Disamping karena harganya memang terjangkau, saya yakin, konsep sedekah dan ajaran agama yang dipegang teguh merupakan kunci barokahnya bisnis ini.

Semoga kita semua bisa meneladaninya, bahwa konsep sedekah justru tidak mengurangi harta, melainkan sebaliknya, menambah dan melimpahkan rezeki. Barakallah…

Spread the love

28 thoughts on “Ayam Geprek Susu (Preksu) Yogyakarta, Bukan Sekadar Warung Makan Biasa”

  1. Mbaaaa adikku kan kuliah di Jogja, dia selalu ngiming2i aku makan d preksu ini. Ya Allah aku belum keturutan terus buat makan di preksu ini. Pas baca ini, jadi pengen sekarang juga cus Jogja wkwk. Masya Allah ya konsep cerita di balik warung preksu ini, adeeem rasanya

  2. Wah kalau ke jogja wajib banget nih datang ke preksu ini.. tertarik sama konsepnya, sampai dikasih makan gratis pelanggan yang baca surah Al-kahfi di hari jumat.. maa syaa. Memabg sedekah itu membawah berkah ya mbak πŸ™‚

  3. Semoga restoran ini tambah maju dan banyak pelanggannya. Selain pemiliknya mendapat keuntungan, juga mendapat keberkahan karena telah mengajak karyawan dan pembelinya untuk selalu beribadah kepada Allah…..

  4. Wah, Keren, deh. Kalau ke Jogja ini di sebelah mana alamatnya? Ownernya saleh, ya. Jumat berbagi gratis dan karyawan harus salat di mesjid. Ayam geprek sama ayam penyet sama enggak, sih? Saya belum pernah coba ayam jenis ini di Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.