Candi Sambisari, Cagar Budaya Indonesia di Tengah Ramahnya Kearifan Lokal Yogyakarta

Sejak kecil dahulu sebelum tinggal dan menetap di Yogyakarta, saya hanya mengenal 2 atau 3 nama candi yang ada di Indonesia, khususnya di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Candi Mendut adalah sedikit nama candi yang sempat saya hapal dan menetap di kepala hingga usia dewasa.

Siapa sangka, ketika akhirnya ditakdirkan menetap di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, ternyata kota kecamatan Kalasan ini identik sebagai wilayah yang memiliki banyak sekali cagar budaya Indonesia berupa bangunan candi. Di beberapa dusun kecil yang tersebar di 4 kelurahan (Purwomartani, Selomartani, Tirtomartani, dan Tamanmartani) ditemukan beberapa candi yang namanya mengikuti dusun tempat situs bersejarah tersebut ditemukan. Salah satu di antaranya adalah Candi Sambisari yang berada di tengah perkampungan penduduk di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, atau sekitar 12 kilometer ke arah timur dari pusat kota Yogyakarta.

Candi Sambisari ini setiap hari selalu saya lewati saat sedang mengantar atau menjemput anak, karena lokasi sekolah anak yang tidak terlalu jauh dari lokasi adanya candi. Uniknya, tidak seperti candi lain pada umumnya, candi ini berada di tengah-tengah perkampungan penduduk yang juga berbaur dengan lingkungan perumahan dan masih ada beberapa petak sawah tersisa di lingkungan candi, sehingga kesan pedesaan masih cukup terasa.

Berada di Bawah Tanah

Selain karena letaknya yang berada di tengah perkampungan penduduk, Candi Sambisari menjadi spesial karena posisi bangunannya yang berada lebih rendah daripada tanah yang kita pijak. Untuk mencapai lokasi candi, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga yang cukup curam terlebih dahulu dan sebaliknya, menaiki anak tangga itu kembali ketika telah selesai berkunjung.

Candi Sambisari terletak sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah (dok. pribadi)

Berdasarkan sejarahnya, candi Hindu ini dulunya dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno dengan rajanya yang bernama Rakai Garung di abad ke-9. Letusan dahsyat gunung Merapi pada tahun 1006 kemudian mengakibatkan tertimbunnya candi ini oleh lahar abu vulkanik beserta beberapa prasasti dan peninggalan lainnya sedalam 6,5 meter di bawah permukaan tanah (Sumber: TribunJogja.com 13/7/2017).

Seorang petani bernama Karyowinangun kemudian secara tak sengaja menemukan candi ini pada bulan Juli tahun 1966 saat sedang mencangkul tanah. Selama kurang lebih 20 tahun sejak ditemukannya candi ini, beberapa arkeolog terus mengadakan penelitian dan penggalian hingga proses pemugaran selesai di tahun 1986.

Dikelilingi oleh Taman yang Asri dan Fasilitas Memadai

Taman yang asri dan terawat di lingkungan candi (dok. pribadi)

Meskipun berada di tengah perkampungan penduduk, pengunjung tak perlu khawatir lokasinya sempit atau kurang nyaman. Pihak pengelola telah membuat taman mungil yang asri di sekitar candi dan memberi pengaman pagar kawat di sekelilingnya untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Kamu dapat bebas berjalan-jalan menghirup udara segar, mengambil foto, atau sekadar duduk-duduk saja di gazebo yang disediakan di halaman candi. Jika azan berkumandang, tak perlu pula khawatir, karena di area taman terdapat fasilitas toilet dan musala kecil yang bersih untuk pengunjung melakukan ibadah salat wajib.

Papan petunjuk lengkap bagi pengunjung (dok. pribadi)

Di komplek candi juga terdapat Ruang Informasi yang berfungsi layaknya museum mini. Di ruangan ini terdapat banyak informasi seputar candi dan beberapa foto zaman dahulu saat bangunan candi ini ditemukan. Sayangnya karena hari sudah menginjak sore dan menjelang senja, ruangan ini belum sempat saya kunjungi.

Deskripsi Candi Sambisari

Keindahan Candi Sambisari di sore hari (dok. pribadi)

Area di sekeliling bangunan candi dibagi menjadi 4 penjuru oleh pihak pengelola, yaitu sisi utara, sisi selatan, sisi timur dan sisi barat, di mana pada masing-masing sisi dilengkapi anak tangga curam yang akan mengantarkan kita ke bawah menuju bangunan utama candi.

Candi Sambisari sendiri terdiri dari 1 bangunan induk dan 3 candi pendamping yang dibangun tanpa memiliki atap. Setelah menaiki tangga candi induk, kamu akan menemukan pahatan arca pada 3 bagian sisinya, yaitu arca Dewi Durga Mahisasuramardini di sisi utara, arca Ganesha di sisi timur, dan arca Agastya di sisi bagian selatan. Rasanya tidak terlalu banyak pahatan arca yang dapat kamu temukan di candi ini jika dibandingkan dengan candi-candi lainnya. Tapi yang sungguh membuat berkesan adalah suasana sekitar candi yang nyaman dan dikelilingi oleh banyak tumbuhan dan pepohonan.

Arca Dewi Durga Mahisasuramardini di sisi utara candi (dok. pribadi)

Oya, jika ingin mendapatkan hasil foto yang cantik, ada baiknya kamu berkunjung ke Candi Sambisari pada musim penghujan di mana rumput mulai tumbuh hijau dan lebat. Jika kamu berkunjung pada awal musim hujan dan akhir musim kemarau seperti saat ini, rumput di area candi belum tumbuh lebat dan masih tampak kering berwarna kekuningan, tidak begitu tampak saat difoto.

Kearifan Lokal di Sekitar Candi yang Mendukung Pelestarian Cagar Budaya Ini

Candi Sambisari nan asri ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk masuk ke lokasi ini, kamu harus membayar tiket masuk yang harganya sangat terjangkau, yaitu Rp 5.000,00 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000,00 untuk wisatawan asing.

Indahnya senja di Candi Sambisari…. (dok. pribadi)

Jika kamu adalah penduduk lokal sekitar Kecamatan Kalasan seperti saya, petugas akan mengizinkanmu masuk secara gratis alias cuma-cuma tanpa harus membayar tiketnya. Benarlah apa yang dikatakan oleh Lubna, gadis kecil saya. Lubna bercerita bahwa ada saat tertentu di mana sekolah dasar tempatnya belajar yang lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari Candi Sambisari kerap mengajak murid-muridnya ke candi ini untuk melakukan prosesi pengenalan alam sekitar, sekaligus mengenalkan sejarah cagar budaya ini kepada mereka. Tujuannya tentu saja agar generasi penerus dapat menghargai sekaligus menjaga warisan budaya hasil peradaban nenek moyangnya.

Beruntung sekali area di sekeliling Candi Sambisari sangat terawat dan diperhatikan. Di beberapa bagian candi saya temukan adanya himbauan untuk menjaga kelangsungan cagar budaya, seperti larangan memanjat pagar candi dan larangan memotret dengan menggunakan drone.

Papan larangan memanjat tembok candi (dok. pribadi)
Larangan menggunakan drone untuk mengambil foto (dok. pribadi)

Keberadaan Candi Sambisari dan pesonanya bukan hanya mendatangkan pemasukan devisa bagi negara kita saja. Penduduk di sekitar candi juga mendapatkan peluang untuk memperbaiki kehidupan ekonomi mereka dengan membuka berbagai usaha di sekitar wilayah taman Candi Sambisari, mulai dari usaha kuliner, jasa parkir, maupun jasa homestay, laundry, dan usaha menguntungkan lainnya.

Masyarakat di sekitar Candi Sambisari memiliki peluang untuk meningkatkan perekonomian mereka dengan membuka aneka usaha (dok. pribadi)

Candi Sambisari ini juga sering digunakan sebagai tempat melakukan kegiatan rutin oleh penduduk sekitar, seperti misalnya, aktivitas olahraga senam masal setiap hari Minggu pagi di taman candi dan dilanjutkan adanya pasar tiban serta bazar makanan di hari yang sama.

Rasanya nilai-nilai kearifan lokal seperti ini patut dibudayakan dan dilestarikan. Melalui cara sedeerhana namun mengena ini diharapkan muncul rasa memiliki dari penduduk sekitar untuk turut serta menjaga dan bertanggung jawab terhadap keberadaan cagar budaya Candi Sambisari ini. Mereka dapat saling bersinergi dan merasa sama-sama membutuhkan.

Masyarakat membutuhkan objek wisata cagar budaya untuk membantu peningkatan perekonomian, sementara pihak pengelola cagar budaya juga merasa terbantu dengan adanya kesadaran masyarakat sekitar untuk turut melestarikan dan merawat peninggalan sejarah nenek moyang kita.

Nah, ternyata bukan hanya masyarakat di Dusun Sambisari yang dapat berkontribusi pada pelestarian dan perawatan cagar budaya Indonesia. Kamu juga bisa, lo, berkontribusi dalam pelestarian peninggalan sejarah banga kita. Salah satunya dengan mengikuti Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah  ini. Yuk, baca ketentuannya dan segera berikan kontribusi terbaikmu, ya!

Benarkah Investasi Apartemen Menguntungkan?

Salah satu ruangan di dalam apartemen (image: Pixabay.com)

Bukan rahasia lagi jika kebutuhan akan hunian semakin lama semakin meningkat, terutama di kota-kota besar. Masyarakat tidak lagi hanya sekadar memikirkan kesenangan sejenak, seperti makan enak dan jalan-jalan saja, tetapi sudah waktunya memikirkan perlunya memiliki hunian yang nyaman sebagai tempat berpulang, setelah seharian bekerja keras.

Hunian vertikal dengan bentuk bangunan yang naik ke atas dan tidak banyak menghabiskan lahan, seperti bentuk apartemen, tampaknya dapat menjadi pilihan, terutama untuk kamu yang tinggal dan bekerja di wilayah perkotaan. Banyaknya fasilitas umum yang terdapat di sekitar hunian vertikal ini merupakan daya tarik dan nilai tersendiri untuk calon pembeli apartemen dalam menjatuhkan pilihannya.

Di Jakarta Pusat, misalnya. Sebagai wilayah yang memiliki banyak pusat perkantoran, masyarakat cenderung memilih untuk membeli hunian kedua sebagai tempat transit agar mereka lebih dekat dengan lokasi pekerjaan dan juga fasilitas hiburan, seperti pusat perbelanjaan, olahraga, dan sarana rekreasi lainnya. Pasangan muda dan generasi milenial menjadi sasaran utama para pengembang untuk menjual apartemen di Jakarta Pusat, mulai kisaran harga ratusan juta, hingga apartemen mewah bernilai miliaran rupiah.

Demikian pula di wilayah Jakarta Selatan. Tanpa mengesampingkan nilai sektor properti lain, seperti rumah, tanah, dan sejenisnya, membeli apartemen dapat menjadi passive income bagi pemiliknya karena harga jualnya yang terus naik dari waktu ke waktu. Selain harga jual, menyewakan apartemen untuk jangka pendek harian atau bulanan juga dapat menjadi pilihan bagi para pemilik apartemen. Pihak pengembang yang menjual apartemen di Jakarta Selatan optimis permintaan akan apartemen terus meningkat karena adanya harga yang bervariasi dan bantuan pembiayaan secara kredit dari perbankan ataupun pengembang (Kompas.com, 13/4/2017).

Namun sebelum memutuskan membeli apartemen, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan, antara lain:

1. Lokasi

Pemilihan lokasi yang strategis cukup penting saat kamu memutuskan membeli apartemen. Ini dapat berpengaruh pada kenaikan harga di masa depan. Akses transportasi, akses fasilitas umum dan kemudahan menuju area apartemen adalah salah satu hal yang harus kamu perhatikan.

2. Lahan

Pastikan apartemen yang kamu beli memang berada di lahan milik pengembang, bukan lahan milik pemerintah atau pihak lainnya. Jangan sampai investasi berharga yang sudah kamu beli ini ternyata bermasalah dan masih menjadi sengketa oleh pihak ketiga.

3. Fasilitas Apartemen

Jangan lupa, perhatikan pula fasilitas yang ada di apartemen sebelum kamu memutuskan membelinya. Mulai akses keamanan, fasilitas olahraga, rekreasi, dan keuntungan lain yang dapat diperoleh pemilik apartemen. Semakin banyak fasilitas yang disediakan, semakin strategis lokasinya, maka semakin tinggi pula harga jual kepemilikan apartemen tersebut.

Bagaimana, kamu tertarik memilih apartemen sebagai salah satu bentuk investasi masa depan? Jika ya, jangan tunda lagi dan jangan lupa kenali terlebih dahulu 3 hal yang sebaiknya kamu perhatikan di atas sebelum memutuskan membeli salah satu apartemen yang memikat hatimu.

Baca Juga

Perjalanan Inspiratif ke Lombok bersama BTPN Syariah

Suasana pantai Senggigi dari halaman belakang Sheraton Senggigi Beach Resort

Memori masa kecil tentang Lombok tak akan pernah hilang dari ingatan. Pulau ini adalah tanah kelahiran yang banyak merekam jejak historis masa kecil dan pra remaja seorang Hastin Pratiwi. Meski darah yang mengalir di tubuh saya adalah darah asli Ngayogyokarto Hadiningrat, tapi jangan heran jika beberapa bagian diri, termasuk indera pengecap dan aksen bicara masih sering bercampur baur dengan segala sesuatu yang berbau suku Sasak di Lombok 🙂 Makanan masih suka yang asin dan pedas, logat bicara pun sama sekali tak mencerminkan layaknya seorang putri Kraton yang lemah lembut dan gemulai 😀

By the way, pulau Lombok ini terakhir saya kunjungi sekitar 3 tahun yang lalu, pada pertengahan tahun 2016, saat gempa dahsyat belum sempat mengguncang. Maka ketika 4 hari yang lalu saya mendapat tugas mendadak dari BTPN Syariah untuk berkunjung ke pulau ini, speechless sekali rasanya. Ini seperti impian dan passion yang terwujud, bisa ke Lombok lagi untuk sesuatu yang inspiratif, setelah adanya musibah gempa tahun 2018 lalu. Terus, bagaimana kisah seru (atau syahdu?) perjalanan berharga yang hanya satu hari ini? Yukk… baca terus, deh… Insya Allah kamu enggak bakalan bosan, apalagi bete, karena banyak pembelajaran yang akan kita dapatkan.

Ada Apa dengan BTPN Syariah dan Gempa Lombok 2018?

Mungkin belum banyak teman-teman yang tahu tentang visi dan misi PT. Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah, Tbk alias BTPN Syariah. Saya pun awalnya mengira bank ini sama saja dengan bank lainnya, terutama dalam hal pembiayaan bagi nasabahnya. Tapi ternyata tidak demikian. Perjalanan inspiratif ini membuat saya tersadar, “Oooohh…. ada juga ya bank yang seperti ini…

Jadi, BTPN Syariah ini sejak tahun 2010 ternyata menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang fokus menggalang dana dari keluarga sejahtera untuk disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif, khususnya dengan tujuan pemberdayaan kaum perempuan.

Kenapa harus perempuan yang diberdayakan oleh BTPN Syariah? Iyappp… karena perempuan dianggap sebagai individu yang sangat berpengaruh dalam sebuah keluarga, terutama dalam hal pendidikan anak dan pengelolaan keuangan keluarga.

Nah, pentingnya pendidikan anak melalui pembangunan sekolah yang berbasis pendidikan akhlak dan karakter inilah yang dibidik oleh BTPN Syariah agar angka probabilitas kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat. Salah satu perwujudannya adalah dengan melakukan renovasi gedung sekolah TK dan SD Aisyiah yang terletak di kota kecamatan Ampenan dan mengalami kerusakan parah akibat musibah gempa tahun lalu. Masya Allah, flashback banget jadinya, karena kota pelabuhan tua ini adalah kota kelahiran saya.

Menurut Kepala Sekolah SD Aisyiah 2 ibu Sri Rahmatiah, gedung SD Aisyiah ini sebelumnya kondisinya sangat memprihatinkan karena tak terjamah bantuan dari luar. Atapnya hanya ditutupi jerami dan sekat dindingnya hanya menggunakan triplek. Terkadang, bahkan ada ayam yang masuk ke dalam ruangan kelas untuk ikut “belajar” *hiksss…

Pihak BTPN Syariah kemudian memilih sekolah ini dari beberapa sekolah lainnya untuk dilakukan renovasi dan pembangunan aula baru dari hasil pengumpulan dana bantuan gempa para #BankirPemberdaya, yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 12 November 2019 ini.

Gedung sekolah baru SD Aisyiah 2 Ampenan, Kota Mataram

 

Gedung aula baru hasil donasi gempa karyawan BTPN Syariah

 

Ruang kelas baru di SD Aisyiah 2

Diungkapkan oleh Ainul Yaqin selaku Communication Head BTPN Syariah, untuk ke depannya BTPN Syariah akan terus mengembangkan visinya. Bukan hanya sekadar melakukan pembangunan infrastruktur saja, tetapi terdapat tujuan lain yang berkelanjutan dari renovasi gedung sekolah dan pembangunan aula ini. Bukan hanya para siswa yang bertumbuh, tapi juga guru serta masyarakat sekitarnya juga harus dapat berkembang. Salah satu caranya adalah memanfaatkan aula sekolah untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, tips pola hidup yang baik, pengasuhan anak, dan lain sebagainya. Intinya, ada niat baik yang ingin diwujudkan bagi kebaikan sesama.

Kunjungan ke Tempat Nasabah Inspiratif

Kunjungan saya ke pulau pedas ini memang cuma satu hari saja, tapi Alhamdulillah, banyak sekali ilmu dan pengalaman baru yang saya dapatkan. 

Hari Kamis tanggal 7 November saya berangkat dari Yogyakarta dengan pesawat jam 06.00 pagi. Transit dahulu di Surabaya selama 2 jam, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke  Bandara Internasional Lombok yang waktu tempuhnya sekitar 1 jam dari Surabaya. Sekitar jam 12.00 siang pesawat landing di Bandara Lombok dan saya sudah dijemput oleh driver dari tim BTPN Syariah.  Kemudian kami langsung menuju lokasi sekolah bantuan gempa di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Sampai di sekolah tersebut saya bertemu dengan banyak teman-teman media lainnya, baik dari wilayah NTB maupun dari Jakarta. Sebagian besar mereka adalah wartawan khusus bidang Ekonomi yang ditugaskan mewakili medianya masing-masing.

Usai acara liputan di TK dan SD Aisyiah Ampenan, kami makan siang sejenak di sebuah resto dengan arsitektur rumah Belanda kuno. Namanya “Roemah Langko“. Ini kali kedua saya mengunjungi resto ini, karena 3 tahun yang lalu juga pernah datang ke sini. Jadi tugas ke Lombok ini benar-benar seperti flashback 3 tahun yang lalu… 🙂

Selesai acara makan siang, perjalanan liputan dilanjutkan ke Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Ada seorang nasabah BTPN Syariah yang sangat inspiratif di kecamatan ini, namanya ibu Rehani. Beliau adalah seorang pengepul rajungan yang berhasil menjadi perempuan pemberdaya di desanya.

Ibu Rehani, perempuan pengepul rajungan di Kec. Lembar, Lombok Barat

Berawal dari modal pinjaman ke BTPN Syariah sebesar Rp 3 juta saja, ibu Rehani yang telah ditinggal wafat suaminya dan hidup bersama 2 orang anaknya, dalam waktu 4 tahun terakhir berhasil memfasilitasi para nelayan di daerahnya dengan membelikan alat bubu (jaring) agar para nelayan dapat menangkap rajungan dan menyetorkan hasilnya kepada ibu Rehani. Bukan itu saja. Ibu Rehani juga berhasil memberdayakan para istri nelayan untuk bekerja membantu pengolahan daging rajungan di rumahnya.

Rajungan yang sudah dimasak dan diletakkan di dalam es agar tetap segar. Penyimpanan menggunakan es lebih awet daripada cooler.

 

Rajungan yang sudah diambil dagingnya

Setiap hari ia membeli 1 kuintal rajungan dan melakukan pengiriman rajungan ke beberapa pemasok besar di Surabaya, untuk kemudian diekspor ke luar negeri. Siapa sangka, dengan wajah dan tutur kata beliau yang polos dan penuturan bahasa Indonesia yang agak tercampur dengan bahasa Sasak, beliau sudah sering berhubungan bisnis dengan para pemasok dan distributor besar. Dalam 1 bulan ibu Rehani biasa melakukan 6x pengiriman, di mana setiap 1x pengiriman rajungan keuntungannya sekitar Rp 3juta. Jadi silakan hitung saja sendiri ya, berapa omsetnya dalam 1 bulan. Luarrrr byasakkk, bukan? Lucunya, ibu Rehani ini aslinya buta huruf dan tidak dapat membaca, lo. Beliau justru menjadi paham tulis-menulis setelah menekuni bisnis rajungan ini. 

Bertemu dengan Community Officer Inspiratif

Waktu menunjukkan hampir pukul 17.00 WITA saat kami ke luar dari rumah ibu Rehani. Rencananya perjalanan akan langsung dilanjutkan menuju “Menega“, sebuah tempat makan di pinggir pantai untuk menyaksikan indahnya view matahari terbenam di area pantai Senggigi. Ada 2 mobil yang terpisah saat itu. Saya bersama mas Sofyan (seorang teman wartawan dari Bima) dan bapak Ainul Yaqin, (Communication Head BTPN Syariah) di mobil yang lebih kecil. Sementara rombongan wartawan lain berada di mobil yang lebih besar. Mobil yang lebih kecil memutuskan check in ke hotel terlebih dahulu, sementara mobil satunya langsung menuju ke Menega. 

Halaman belakang Sheraton Senggigi Beach Resort

Syukurlah, kesempatan singgah di hotel ini saya gunakan untuk memercikkan air ke badan dulu sejenak, berhubung badan sudah terasa lengket karena sejak berangkat dari Yogyakarta jam 4 pagi tadi belum bersih-bersih lagi. Kami semua diberi kehormatan oleh BTPN Syariah menginap di Sheraton Senggigi Beach Resort, salah satu hotel berbentuk resort bintang 5 di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Sebenarnya begitu masuk kamar dan melihat tempat tidur putih bersih rasanya sih pengen langsung ndlosoran kwkwkwk….. tapi apa daya acara berikutnya sudah menunggu. Saya hanya sempat mengambil dokumentasi video senja hari di halaman belakang hotel sejenak, kemudian mandi. Setelah itu berusaha menyemangati mata yang mulai berat… “Ayoooo…. kalau cuma mau tidur ngapain jauh-jauh ke Lombok?” heheheee….

Jam 19.30 WITA kami menuju Menega dan bertemu dengan teman-teman lain yang sudah menunggu di sana. Satu meja panjang di tepi pantai sudah digelar. Ada sekitar 10-12 orang saat itu. Di sekelilingnya banyak pedagang suvenir menggelar dagangan mereka, dari mulai aksesoris khas mutiara, kaos, kain, dan barang-barang tradisional lainnya.  Harganya pun ternyata lebih murah, lo, dibandingkan membeli di pusat kerajinannya langsung.  Sayangnya, saya lupa untuk mengabadikan momen indah di Menega ini. Entahlah apa yang merasukiku sehingga melupakanmu… *tsahhh

Nah, di Menega ini, kami diberikan kesempatan bertemu dengan seorang Community Officer (C.O) BTPN Syariah. CO ini bahasa bisnisnya kalau di dunia pemasaran adalah seorang Account Officer (marketer) yang merupakan lini terdepan bank untuk bertemu dengan para nasabah.  Uniknya, tim CO BTPN Syariah ini dinamakan Melati Putih Bangsa. Mereka adalah para lulusan SMA/SMK yang dididik untuk dapat memotivasi dan memberikan ilmu kepada nasabah prasejahtera, baik tentang kesehatan, manajemen keuangan, kedisipinan, dll.

Di sinilah letak perbedaan antara #BankirPemberdaya BTPN Syariah dengan bankir dari institusi perbankan yang lain. #BankirPemberdaya BTPNS diharapkan dapat menjadi teladan bagi para nasabah prasejahtera mereka dalam hal kedisiplinan, motivasi, percaya diri, dan berbagai hal positif lainnya. Bukan hanya saya yang salut dengan cara kerja bisnis pembiayaan dari BTPN Syariah ini, teman-teman wartawan lain pun merasa kagum dan baru kali ini menemui hal seperti ini. 

Tim CO inspiratif yang bertemu dengan kami malam itu adalah seorang gadis manis bernama Nining (Ni Wayan Suryaningsih). Gadis asli Bali yang telah 4 tahun menjadi CO ini menjelaskan perjuangannya menjalani profesi yang dicintainya. Meskipun bukan seorang muslimah, tidak menjadi penghalang baginya untuk bekerja di bank yang menggunakan sistem syariah. Bahkan ada beberapa nasabahnya yang juga bukan seorang muslim. Dan mereka juga tidak masalah dengan adanya sistem syariah yang digunakan oleh BTPNS.

Dari mbak Nining ini saya belajar banyak tentang BTPN Syariah. Betapa bank ini sangat memerhatikan karyawannya, mulai dari lini terbawah sekalipun. Para CO yang seluruhnya perempuan ini disediakan wisma khusus di daerah yang dekat dengan lokasi nasabah prasejahtera mereka. Kendaraan pun khusus kendaraan manual, tidak boleh menggunakan kendaraan matic, karena medan yang dihadapi cukup berat, harus masuk ke berbagai pelosok desa.

Community Officer bertemu dengan nasabah prasejahtera (Foto: BTPNSyariah.com)

Ketika ditanya, apa yang membuat para nasabah prasejahtera tertarik menabung dan melakukan pinjaman di BTPN Syariah? Dijawab oleh mbak Nining, karena para CO fokus kepada pelayanan terbaik bagi nasabah prasejahteranya. Bukan hanya menarik uang sja, tetapi lebih dari itu, para nasabah juga diberikan tips khusus, seperti tips cara mengatur keuangan, tips kesehatan, bahkan ada yang meminta diberitahu tips tentang rambut beruban 🙂 Intinya, para CO ini seperti tempat curhat dan menjadi seorang guru/leader bagi para nasabahnya.

Nining juga bercerita, dari 4 tahun menjalani profesi CO ini ia sudah berhasil mencicil rumah untuk kedua orang tuanya dan membiayai kuliah adiknya. Saat ini ia sedang dalam masa promosi untuk menjadi seorang SCO (Senior Community Officer), jabatan yang lebih tinggi lagi di atas CO. Kita doakan bersama ya, mbak Nining dapat terus berprestasi dalam profesinya ini.

Malam itu saya kembali ke hotel dengan membawa banyak memori berharga. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saya sudah bertemu dengan aneka karakter manusia dan profesi mereka masing-masing. Dan semuanya sungguh inspiratif sekali. Dari mereka semua saya banyak belajar bahwa perjuangan hidup saya belumlah seberapa dan tak ada apa-apanya dibanding mereka.

Saya (no. 2 dari kiri) bersama teman media dan tim BTPN Syariah. Terima kasih BTPNS… (Foto; dok. Rony/Harian Nusa)

Terima kasih BTPN Syariah atas kesempatan yang diberikan. Saya belajar banyak hal tentang sisi lain perbankan syariah dari institusi ini. Bukan sekadar berfokus pada pembangunan yang bersifat materi saja, tapi jauh di balik itu ada tanggung jawab moral mengubah mental dan karakter para nasabah prasejahtera dan keluarganya menjadi lebih berdaya guna.  Luar biasa….

Baca Juga

Traveloka Xperience, Pesan Tiket Masuk ke Jogja Bay Waterpark Jadi Mudah dan Menyenangkan

Pertama kali mendengar “Traveloka Xperience” setelah diberitahu oleh seorang mata-mata bayaran yang bertugas mengamati segala hal kekinian yang sedang ngehits kwkwkwk…. Yup, siapa lagih kalau bukan si little princess Lubna 😀 *ehh jangan dipanggil little princess lagi, nanti dia protes karena sudah beranjak di usia 10 tahun, heheheee….

Lubna memberi tahu ibunya ini setelah melihat tayangan iklan Traveloka Xperience di televisi. Waktu itu saya enggak terpikir sama sekali untuk mengecek menu baru itu di Traveloka, karena memang sudah lama enggak jalan-jalan ke luar kota dan melakukan booking transportasi darat dan udara melalui platform OTA (online travel agent) satu ini.  Aplikasinya pun sudah saya parkirkan karena efek gadget yang mulai lelah menyimpan beraneka data dan belum di-manage ulang.

Jujur dan ngaku, tapi jangan disetrap yakk… 😀 selama ini saya hanya paham bahwa Traveloka adalah platform untuk booking hotel dan tiket aja, belum pernah mencoba reservasi berbagai macam kategori menu lain yang ada di situ. Jadilah ketika tahu ada menu baru Traveloka Xperience (yang ternyata adalah rebranding dari menu lama Aktivitas dan Hiburan dengan penambahan beberapa fasilitas dan jangkauan), saya kemudian kepo menelusurinya.

Apa Itu Traveloka Xperience? Baca Lanjutannya, yuk!

Bukan rahasia lagi jika Traveloka selama ini telah menjadi platform favorit untuk pemesanan tiket transportasi dan akomodasi, beserta paket penginapan dan segala hal yang terkoneksi bagi para traveler, dengan harga yang sangat bersaing dan terpercaya.

Kamu tahu enggak, sih, sekitar 100 maskapai domestik dan internasional telah bekerja sama dengan Traveloka untuk melayani lebih dari 200.000 rute penerbangan ke seluruh dunia, lo, sehingga tak heran jika perusahaan ini memiliki banyak inventori pemesanan akomodasi, mulai dari hotel, apartemen, vila, dan banyak lagi.  Tidak tanggung-tanggung, Guys, Traveloka juga didukung lebih dari 40 metode pembayaran untuk seluruh pelanggan di beberapa negara Asia Tenggara, serta fasilitas customer service yang siap melayanimu selama 24 jam nonstop. Ketje, bukan?…

Beberapa submenu yang berhubungan dengan sarana aktivitas dan  hiburan dapat kamu temukan di Traveloka Xperience, antara lain:

  • Atraksi
  • Bioskop
  • Spa dan kecantikan
  • Event
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Makanan dan minuman,
  • Transportasi, dan banyak lagi lainnya
Tampilan menu Traveloka Xperience di smartphone

Salah satu yang menarik untuk saya sebagai kaum hawa yang pastinya selalu menyukai segala hal berbau diskon adalah adanya potongan harga apabila kamu melakukan pemesanan beberapa tiket hiburan dan rekreasi melalui Traveloka. Contohnya, dalam submenu Atraksi, saya menemukan fasilitas pemesanan tiket masuk ke wahana rekreasi Jogja Bay Waterpark di Yogyakarta.

Wahana Jogja Bay Waterpark ini lokasinya enggak begitu jauh dari tempat tinggal saya. Selama ini sudah beberapa kali ke sana, kadang bareng keluarga dan ada kalanya juga bareng rombongan sekolah Lubna.  Jika dilihat sekilas harga tiket masuknya, wahana rekreasi air satu ini memang lebih tinggi harga tiketnya dibandingkan arena permainan sejenis di Yogyakarta. Tapi sebenarnya worth it lah ya, karena fasilitas dan wahana permainan yang disediakan memang lengkap, dan satu lagi yang penting, aman untuk seluruh keluarga, meski untuk anak kecil sekalipun.

Untuk kamu yang selama ini masih suka membeli tiket langsung di loket pintu masuk Jogja Bay Waterpark, enggak ada salahnya mulai menggunakan kemudahan fasilitas dari Traveloka Xperience, lo! Selain lebih hemat karena ada diskon khusus sesuai promo yang sedang berlangsung, *wahhh…. akuhh banget inih 😀 …, kamu juga akan mendapatkan kemudahan akses masuk di loket khusus Traveloka Easy Access. Jadi enggak perlu antri lama lagi deh seperti pengunjung lainnya di pintu masuk. Duhhh… tjakep mah kalau gini. Secara dulu saya pernah antri lumayan luaaama pas peak season liburan karena begitu banyaknya pengunjung, terutama rombongan traveler dari luar kota.

Cara Melakukan Pemesanan Tiket Masuk

Kalau kamu belum punya akun di Traveloka, saya sarankan segera bikin saat ini juga, ya. Bukan apa-apa sih, manfaatnya itu lo, ternyata banyak banget, Guys!

Setelah bikin akun dan login, kamu bisa langsung klik menu Xperience. Nanti di sana ada banyak penawaran submenu yang bikin mupeng, lengkap dengan berbagai diskon menarik, sesuai kota yang kamu inginkan untuk dikunjungi.

Tampilan login atau pendaftaran akun Traveloka di smartphone

Untuk pemesanan tiket masuk Jogja Bay Waterpark sendiri, kamu dapat lakukan langkah-langkah berikut ini. Gampang banget, kok!

  1.  Login ke akun Traveloka-mu
  2. Pilih menu Xperience
  3.  Pilih submenu Atraksi, lalu pilih kota Yogyakarta
  4.  Cari destinasi Jogja Bay Waterpark
  5.  Klik tombol Cari Tiket
  6.  Periksa kategori tiket masuk yang kamu inginkan. Apakah ingin masuk ke wahana tersebut di hari kerja (Senin – Jumat), atau ingin di akhir minggu (Sabtu – Minggu), karena ada perbedaan harga di hari kerja dan akhir minggu.
  7.  Kalau kamu memilih harga di akhir minggu, ada potongan harga sekitar 10% dari harga normal Rp 100.000 menjadi hanya Rp 84.500 per orang (khusus dewasa).
  8.  Ada pula pilihan harga paket lainnya untuk akhir minggu, yaitu: Paket Fun Akhir Pekan (Rp 160.000), Paket Adventure Akhir Pekan (dari harga normal Rp 170.000 menjadi hanya Rp 164.900), dan Paket Premium Akhir Pekan (dari harga normal Rp 200.000 menjadi Rp. 194.000).
    Waduhhh…. lumayan banget kan diskonnya kalau pesan lewat Traveloka? 🙂
  9.  Untuk anak di bawah usia 2 tahun kamu enggak perlu khawatir ya, masuknya gratis alias free. Sedangkan anak-anak dengan tinggi badan < 110 cm mendapatkan harga tiket khusus sebesar Rp 63.000.
  10.  Setelah memilih tiket yang kamu inginkan, klik tulisan Ubah Tanggal untuk memasukkan tanggal berkunjung yang diinginkan.
  11.  Isi data dirimu dan lanjutkan ke proses pembayaran. Tak perlu khawatir karena Traveloka telah bekerja sama dengan begitu banyak partner pembayaran, termasuk beberapa toko retail seperti Alfamart, Alfamidi dan Indomaret. Sangat mudah dan terjangkau bukan?
  12.  Untuk penukaran e-voucher tiket masuk dari Traveloka, kamu cukup menunjukkan bukti e-voucher yang ada di smartphone-mu kepada petugas di loket khusus Traveloka Easy Access di wahana atau tempat yang ingin kamu kunjungi. Jadi enggak perlu lagi tuh ada bukti bayar atau pencetakan dalam bentuk kertas. Paperless banget kan, sesuai dengan kampanye penyelamatan lingkungan dan penghematan sumber daya alam yang sedang digalakkan belakangan ini. Sampai sebegini jauh ya pemikirannya, tjakeppp banget dah….

Gimana, sangat mudah bukan proses pemesanan tiket masuknya?

Setelah tahu caranya, saya jadi makin semangat nih pantengin berbagai promo yang ada di Traveloka. Next pengen banget bisa ajak Lubna ke Candi Borobudur dengan cara beli tiket masuknya lewat Traveloka Xperience aja. Kan ada diskon dan fasilitas easy access-nya biar enggak antri masuknya…

Pengen juga dapetin diskon aneka makanan dan minuman di outlet Jogja Scrummy-nya Dude Harlino atau Mamahke Jogja-nya Zaskia Mecca *halahhh…. sabarrrrrrr, satu per satu dong, ah! ^_^

Mungkin ada di antara kamu yang juga punya pengalaman dan cerita menarik setelah menggunakan fasilitas asyik dari Traveloka Xperience ini? Feel free to share di kolom komentar ya, Guys, biar kita semua bisa saling berbagai manfaat satu sama lain.

Yuk, nikmati berbagai #XperienceSeru hidupmu bersama kecepatan dan kepraktisan layanan Traveloka dalam berbagai metode pembayaran dan aneka bahasa. Tunggu apalagi, Guys?

Cetak Stiker Custom, Salah Satu Sarana Promosi Terbaik dan Hemat Biaya untuk Kelangsungan Bisnismu

Kamu pasti tahu bahwa perkembangan suatu bisnis tidak dapat dipisahkan dari yang namanya media promosi. Sekalipun promosi bisnis melalui media online menempati urutan teratas dan saat ini menjadi cara yang paling diminati, bukan berarti promosi secara offline tidak kamu butuhkan lagi. Bagaimanapun, promosi online dan offline harus saling mendukung, terutama jika kamu memiliki usaha sendiri, bukan hanya sekadar sebagai reseller atau dropshiper saja. Spanduk, banner, neon box dan stiker custom merupakan salah satu cara tepat agar konsumen mengenal dan selalu mengingat brand bisnis yang kamu miliki.

Stiker custom umumnya memiliki tampilan yang menarik dengan berbagai gaya dan desain yang memikat. Selain hemat dari segi biaya, promosi melalui stiker custom juga sangat fleksibel karena dapat ditempelkan pada berbagai media, seperti kendaraan, pintu, dinding, barang sehari-hari, dan sebagainya. Pencetakan dengan teknologi digital saat ini juga memungkinkan kamu membuat stiker dengan berbagai model dan desain yang menarik, tahan cuaca, berkualitas tinggi dengan daya rekat yang kuat, seperti yang ditawarkan oleh Buatstiker.com.

Beberapa variasi cetak stiker yang dapat kamu pilih di Buatstiker.com antara lain:

1.  Stiker Vinyl

Stiker berbahan dasar vinyl (image: Buatsiker.com)

Stiker vinyl merupakan jenis stiker yang permukaannya halus, mengilap dan memiliki kelebihan tahan air. Bahannya memiliki tekstur seperti plastik, sehingga banyak variasi yang dapat dicetak di atas bahan ini. Bukan hanya berukuran kecil saja lo, stiker vinyl ini ternyata juga dapat dicetak dengan ukuran besar untuk diaplikasikan pada media kaca, seperti di toko retail atau mall-mall besar yang pastinya sering kamu lihat.

2. Stiker Sandblast

Stiker sandblast yang dapat kamu pilih desainnya. Cantik, bukan? (image: Buatstiker.com)

Stiker Sandblast adalah jenis stiker yang kerap digunakan untuk melapisi kaca, seperti yang sering kita lihat di tempat ATM, ruang kantor, hotel maupun rumah sakit. Fungsi stiker ini untuk membatasi pandangan orang lain ke dalam atau luar ruangan dan menjaga privasi. Stiker sandblast memiliki tekstur khusus sehingga dapat memberikan efek buram jika dilihat.

3. Stiker Label

Stiker label yang sering kita lihat dalam keseharian (image: Buatstiker.com)

Tentunya kamu sudah tak asing lagi kan dengan stiker yang satu ini? Stiker label sering kita jumpai dalam keseharian. Daya rekatnya sangat bagus sehingga sering digunakan untuk keperluan label industri, makanan, ataupun minuman, baik label botol, label kotak makanan dan lainnya. Stiker label juga bisa banget kamu gunakan untuk keperluan promosi pilkada, nama merek produk, dan sejenisnya.

4. Stiker Transparan

Stiker transparan dengan latar belakang bening (image: Buatstiker.com)

Stiker transparan memiliki karakteristik bening dan transparan. Hasil cetak pada permukaan stiker ini terlihat bening karena tidak terdapat latar belakang berwarna putih seperti umumnya stiker lain. Stiker transparan sering dijumpai pada promosi display yang dipajang di toko atau tempat umum yang sedang memberikan diskon atau penawaran tertentu. Kelebihannya adalah, selain konsumen dapat membaca promosinya, stiker ini juga memungkinkan konsumen melihat ke dalam display yang sedang dipajang tanpa terganggu pandangannya dengan media stiker.

5. Stiker Dinding

Stiker dinding untuk memberi tema tertentu pada ruangan (image: Buatstiker.com)

Tak kalah dari stiker label, stiker dinding juga banyak dipilih sebagai media promosi. Stiker ini ditempel di dinding dan digunakan sebagai background suatu wahana atau ruangan, maupun dalam acara-acara bertema tertentu. Stiker ini dapat dicetak dalam berbagai macam ukuran, baik besar maupun kecil sesuai yang kamu butuhkan. Kamu dapat memilih satu di antara dua pilihan finishing laminasi, apakah suka yang glossy (mengilap), atau lebih suka yang doff (tanpa kilap).


Oya, Guys, selain menawarkan jasa pembuatan stiker custom bagi para pelanggannya, Buatstiker.com juga menerima pemesanan untuk media promosi lainnya, lo, seperti x-banner, roll banner, tripod banner, dan aneka media promosi lain yang berfungsi agar pelanggan semakin mengenal produk atau brand usaha kita.

Roll banner seperti ini simpel banget kan untuk promosi (image: Buatstiker.com)

Nah, sekarang sudah tahu kan ya, bahwa promosi secara offline juga sangat penting bagi perkembangan bisnismu. Sampai kapan pun, kita tetap akan membutuhkan yang namanya material promosi secara fisik, seperti stiker, banner, spanduk, dan teman-temannya. Solusinya, kamu dapat langsung menuju website Buatstiker.com dan hubungi segera layanan pelanggannya.

Selamat mengembangkan bisnismu dan kuyyyy…. majulah satu langkah ke depan!

Baca juga


Berat Badan Ideal, Pentingkah?

Apa pentingnya sih berat badan ideal? Ideal naik apa turun nih, maksudnya? 🙂

Di saat banyak orang, terutama kaum hawa sibuk menurunkan berat badan alias BB-nya, saya sangat bersyukur karena termasuk orang yang memiliki berat badan stabil sejak remaja hingga saat ini, remaja plus plus plus (+++) 😀 Semua pakaian masa remaja masih bisa saya pakai. Celana jeans belel masa kuliah pun masih tetap fit dikenakan. Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Tapi sayangnya, belakangan ini saya agak khawatir. Ternyata berat badan mulai turun lagi. Ya enggak ekstrem banget sih, cuma saya jadi khawatir kalau kecenderungan BB turun ini bisa jadi berkelanjutan kalau enggak segera dibenerin pola hidupnya. Terutama kalau dengerin komentar ibu setiap hari, “Duhhhh…. makanmu itu porsinya kurang, cuma sedikit. Ditambah porsinya yang bener biar kelihatan berisi dan segar badannya…”

Awalnya, seperti biasa, saya anggap biasa komentar itu karena sudah sering dikomentari setiap hari hehehehee…. Lagian porsi makan saya memang enggak bisa banyak karena kapasitas perutnya kecil. Tapi setelah teman-teman lain yang bertemu saya selalu tanya, “Kok tambah kecil, sih?…” Antara happy karena mereka pengen punya badan langsing seperti saya, tapi juga khawatir karena angka timbangan hampir enggak pernah naik, akhirnya saya mulai memerhatikan masalah ini. Eeeaaa… kenapa jadi dianggap masalah sih?

Nah, setelah ikut workshop ilmu pikiran ALT (Alpha Life Transformation) sekitar 2 bulan lalu, saya mulai menerapkannya untuk mencari solusi kenaikan berat badan ini. Setiap malam selalu saya tulis di buku dan perintahkan kepada pikiran kalau saya ingin menaikkan berat badan sekitar 5-6 kilogram lagi. Enggak pakai lama, bulan ini mendadak ada teman yang WA dan menawarkan free coaching untuk membantu terwujudnya apa yang menjadi keinginan dalam kehidupan saya. (makasih ya, Bunda Dayana )

Teman saya ini memiliki kenalan seorang psikolog yang sedang mengambil sertifikasi dan membutuhkan beberapa coachee (orang yang mau di-coaching/dibimbing) untuk melancarkan proses sertifikasinya. Saya oke aja dan bersedia menjadi coachee beliau. By the way busway, psikolog bernama mbak Nurhidayah alias mbak Nurdin ini masih muda, lo, dan orangnya juga lucu. Jadi hilang deh kesan bahwa sesi konsultasi dengan psikolog itu harus selalu serius 🙂

Awalnya saya bingung mau coaching tentang apa, secara sebelumnya sudah beberapa kali ikut kelas online berbayar tentang pengembangan diri, baik soal parenting, membuat target dan planning untuk masa depan, dll. Setelah saya timbang-timbang, akhirnya mantaplah minta di-coaching untuk menaikkan berat badan ke berat ideal.

Oya, untuk proses coaching sendiri sedikit berbeda dengan mentoring dan konsultasi. Kalau dalam mentoring dan konsultasi, pembimbing ikut terlibat memecahkan masalah. Sementara dalam proses coaching, kita sebagai coachee (orang yang dibimbing) dipersilahkan memilih sendiri cara apa saja yang akan digunakan dalam mencari solusi terbaik atas apa yang kita hadapi. Pembimbing dalam proses coaching hanya mengawasi apakah semua sudah berjalan sesuai rencana dan ada perbaikan atau tidak terhadap masalah yang kita alami.

Untuk program menaikkan berat badan ini, saya memunculkan 4 solusi yang nyaman menurut saya. Kenapa harus nyaman? Agar kita yang menjalani juga semangat dan tidak dalam keadaan terpaksa. Apa saja solusi yang saya ambil?

Infused water… segerrrr…
  1. Tetap olahraga teratur 3x seminggu
  2. Teruskan minum infused water
  3. Makan cukup, minimal 3x sehari (boleh lebih, tapi kurang jangan)
  4. Tidur maksimal jam 23.00 (:D duhh… ujian banget ini)

Mbak Nurdin bilang, lakukan pola yang saya buat di atas selama 30 hari dulu. Nanti dilihat lagi ada perkembangan atau tidak. Kalau tidak, berarti harus ada yang diubah. Oya, saya juga mulai sering searching di mbah Google apa saja yang harus saya makan agar kalori bisa bertambah, tapi tetap sesuai dengan usia, aktivitas dan tinggi badan.

Setiap hari saya harus melaporkan ke mbak Nurdin apakah 4 cara di atas berhasil saya lakukan dengan konsisten atau tidak kwkwkwk…. *alamakkk

Tolong doakan saya ya, pemirsa, secara saya adalah orang yang suka mengubah jadwal dan kadang mengikuti mood. Kelemahan yang harus banget diubah mah kalau ini 😀 Saya beri target 3 bulan untuk program ini, mudah-mudahan berjalan lancar deh ya, aamiin.. *doain diri sendiri dulu qiqiiiii….

Intinya, nikmati dan ikuti aja, Bismillah. Saya percaya, ini jalan dan cara yang Allah beri untuk mencapai salah satu goal dalam hidup saya, sebelum beralih ke impian selanjutnya…

Teman-teman ada yang mau sharing juga? Bolehhh…. tulis aja di kolom komentar ya 😀

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Review Buku Hijrah Journey, Kala Cahaya Hijrah Menyapa

Buku Hijrah Journey, kerjasama antara IIDN, Indscript Writing dan penerbit Najmu Books

Entah sudah berapa lama saya bergabung dalam grup Facebook “Ibu-Ibu Doyan Nulis” alias IIDN. Mungkin sejak tahun 2016 kalau tidak salah. Atau 2015? Entahlah….

Yang pasti, saya hanyalah sebagai seorang silent reader saja di grup itu, tanpa pernah ada keberanian mengirimkan tulisan atau kisah apa pun. Padahal, banyak anggota grup lainnya yang tentunya lebih senior, sering membagikan karya mereka di situ.

Saya mulai bangun dari “tidur” yang lama, ketika kemudian ada informasi lowongan penulis artikel untuk sebuah platform online (UC News) yang diumumkan di grup Facebook IIDN. Merasa punya basic menulis naskah berita, akhirnya saya pun mendaftar, dimasukkan ke dalam grup WA khusus, kemudian akhirnya berlanjut menulis di platform UC News sejak November 2017.

Berawal dari situ, Allah mempertemukan dengan banyak jalan rezeki baru yang seolah menahan saya untuk tetap berada di jalur ini, enggak lagi menoleh ke mana-mana, hahhaaahaa…. Yup, passion lama yang terpendam sejak zaman SD mungkin, kemudian terasah saat kuliah di jurusan Komunikasi, akhirnya sekarang muncul lagi. Lebih tepatnya “dimunculkan” oleh Allah Swt. Masya Allah…. 🙂

Setelah menjadi penulis artikel di media online, Allah memberikan jalan yang lebih lebar lagi melalui ajakan seorang teman penulis di UC News untuk berkolaborasi membuat buku. Kami yang berjumlah sembilan orang kemudian memutuskan membuat komunitas kecil dengan nama GSM (Geng Salihah Menulis). Berawal dari beberapa kali melahirkan buku antologi bersama GSM inilah saya mulai berani mengirimkan tulisan ke grup IIDN yang saat itu sedang mencari naskah untuk penerbitan buku tentang kisah perjalanan hijrah.

Seingat saya, waktu itu di bulan Februari 2019 dan saya baru menulis naskah sekitar 2 jam sebelum deadline ditutup. Ada drama koneksi internet hilang pula karena hujan deras heheheee… Tapi qadarallah, tepat jam 21.00 saya pun berhasil mengirimkan email ke admin penerbit yang bekerjasama dengan IIDN. Setelah menunggu beberapa minggu, Alhamdulillah, tulisan saya termasuk dalam daftar naskah yang akan dibuat menjadi buku antologi tentang hijrah.

Sekitar bulan Mei, saat bulan Ramadan, buku berjudul Hijrah Journey ini mulai memasuki masa PO (pre order) cetakan pertamanya. Seperti 3 buku sebelumnya yang juga terbit lewat penerbit indie, saya sebagai penulis memang harus mau mempromosikan buku sendiri agar pembaca tahu bahwa ada buku bagus yang harus mereka baca *eeeaaa….

Alhamdulillah, sambutan cukup baik banyak didapat dari teman-teman di dunia maya. Beberapa pembeli dari luar Jawa, seperti Palembang dan Lombok ikut memesan buku ini, termasuk juga teman-teman yang ada di Yogya dan Jawa Tengah. Pengiriman buku dari penerbit Najmu Books di Bandung pun sangat fast respon dan diterima tepat waktu oleh para pembeli.

Kamu pasti kepo kan, apa sih isi buku Hijrah Journey ini? Kenapa pembeli dari luar Jawa sampai memesan bukunya, padahal ongkos kirimnya kan lumayan, tuh 🙂

Cover Hijrah Journey

Sumber: Facebook.com/LaleSriMulya

Pertama kali lihat desain cover-nya, woww… saya dan 25 penulis lain dalam buku ini langsung jatuh cinta. Sosok wanita berhijab yang terkesan sedang merenung dalam jingganya temaram senja. Fix, kami semua mengakui betapa syahdunya cover buku berwarna cokelat ini, cocok dengan temanya.

Isi Hijrah Journey

Buku inspirasi ini memiliki tebal 183 halaman. Ada 26 kisah nyata tentang hijrah yang ditulis oleh 26 orang perempuan yang tergabung dalam Komunitas IIDN. Berbagai macam gaya cerita dan kepenulisan sesuai ciri khas masing-masing penulisnya dapat kamu baca dalam buku ini. Betapa momentum hijrah adalah goresan sejarah yang tidak akan pernah terlupa dalam perjalanan hidup kita. Bila cahaya hidayah menyapa, seseorang seolah terlahir kembali dari rahim ibundanya.

Benarkah Allah itu ada? Benarkah Tuhan yang layak disembah dan satu-satunya itu Allah?

Pikiranku melayang jauh dengan banyak sekali pertanyaan yang berputar di kepala. Entah siapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu hingga mampu memuaskan akalku…

Aku pernah bertanya pada mereka yang aku anggap lebih layak menjawab ini. Lalu apa jawabnya?

“Keyakinan itu untuk diyakini, bukan untuk dipertanyakan…..”

(Lelly Fitriana, “Perjalanan Mencari Kebenaran”)

Bahasa yang mengalir, lembut, dan sesekali cukup menghunjam kesadaran diri, membuat siapa pun yang membaca berbagai kisah hijrah dalam buku ini menjadi merenung dan introspeksi diri kembali apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya di dunia ini.

Testimoni dari seorang pembaca di Palembang, mbak SE. Winarni
Testimoni dari pembaca di Lombok

Testimoni dari beberapa pembaca yang membeli buku Hijrah Journey juga sangat melegakan, membuat saya khususnya, semakin termotivasi untuk terus menuliskan kisah-kisah inspirasi yang menggugah motivasi.

Cetakan Kedua Hijrah Journey

Cover belakang Hijrah Journey

Setelah sukses dengan banyaknya pesanan buku ini pada cetakan pertama di bulan Juni lalu, bulan September ini pihak IIDN dan Najmu Books kembali membuka sesi PO cetakan kedua, mulai tanggal 4 sampai 25 September 2019. Alhamdulillah, sudah ada beberapa sahabat yang memesan pada cetakan kedua ini.

Kalau kamu juga ingin memesan buku Hijrah Journey ini, ada promo diskon lo dari harga normal Rp75.000,- menjadi HANYA Rp60.000,- selama PO berlangsung. Harganya memang tak seberapa, tapi insya Allah banyak kisah dalam buku ini yang akan menggugah kegersangan jiwa kita. Silakan hubungi saya jika ingin melakukan pemesanan bukunya, ya!

Semoga Allah memberkahi dan menuntun kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya. Karena istiqomah itu butuh pengingat, dan buku ini dapat menjadi salah satu reminder-nya… Insya Allah…

Baca juga


#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Kulit Wajah Tampak Lebih Kencang dengan Masker Murah Meriah Ini. Recommended, lo!

 

Bertambahnya usia adalah satu hal yang tak dapat ditolak setiap manusia. Terutama bagi wanita, biasanya pertambahan usia setiap tahunnya melahirkan sedikit kekhawatiran, khususnya yang berhubungan dengan kondisi kulit wajah mereka.

Tak heran jika saat ini banyak wanita yang sudah semakin akrab dengan perawatan di aneka klinik kecantikan, bahkan sejak mereka masih berusia belia 🙂 Terkadang kalau saya amati, wajah remaja sekarang tampak lebih dewasa daripada generasi sebelumnya, meski rentang usia mereka dan saya mungkin cukup jauh jaraknya. Maappp, maappp…. bukannya bermaksud memuji generasi zaman old ya, adek-adekku yang cantik salihah 😀

Ini bukan sesuatu yang aneh sih, sebenarnya. Remaja sekarang cenderung mengenal dunia kecantikan dan makeup di usia yang masih belia. Jangan heran jika memasuki usia 20-an mereka mulai suka mengubah alis, mengutak-atik bulu mata, memermak kulit wajah dengan aneka perawatan instan, sehingga wajah natural dan polosnya menjadi hilang seketika. Padahal yakin aja, ketika kelak mereka sudah dewasa dan tak bisa dikatakan muda lagi, pasti ada keinginan untuk kembali kepada tampilan wajah asli yang imut, innocent , belum dipermak dan tampak muda berseri *eeaaaa

Lalu, bagaimana untuk kita yang sudah terlanjur melewati masa remaja dan saat ini mulai sering diikuti oleh si garis halus yang kerap muncul di kulit wajah? Harus merasa panikkah? heheheee….. Saya yakin, banyak wanita seumuran yang pasti tambah rajin pergi ke klinik kecantikan dan berkonsultasi dengan dokter langganannya. Manusiawi, kok! Namanya juga usaha, ya… Umur mungkin tak dapat dilawan, tapi bukankah kerutan dapat dicegah sedini mungkin?

Tapi sebenarnya, untuk menjadi tetap cantik dan awet muda tak harus selalu mengeluarkan biaya berlebih, lo! Kalau kita mau kembali kepada apa yang dilakukan oleh ibu, nenek, nenek buyut, dan para sesepuh di zaman old yang rajin merawat kecantikannya dengan aneka bahan alami dari alam, rasanya kekhawatiran itu tak perlu ada lagi.

Saya sendiri sebenarnya termasuk yang sedang-sedang aja melakukan perawatan wajah di rumah. Kalau lagi mood aja baru maskeran. Kalau lagi males, bisa berbulan-bulan tuh dicuekin wajahnya  😀 Tapi memang, ada dua hal yang rutin saya lakukan setiap hari sejak remaja dulu, yaitu membersihkan wajah 2x sehari (pagi dan malam hari sebelum tidur) dan memberi pelembab pada wajah. Ini rutin saya lakukan, karena sejak bayi kulit wajah dan tubuh sangat sensitif dan cenderung alergian. Ribet deh pokoknya kalau ingat zaman dulu, harus sering ke dokter kulit karena kulit wajah sering merah, gatal dan bermasalah akibat salah makanan, kondisi air, dan masalah cuaca.

Nah, beberapa waktu terakhir saya seperti dingatkan tentang masker putih telur untuk mengencangkan kulit wajah.

Berawal karena sering mengonsumsi air jeruk nipis hangat dan madu setiap pagi, saya pernah membaca manfaat jeruk nipis atau jeruk lemon untuk mencerahkan wajah dan sebagai anti bakteri, terutama untuk kamu yang punya masalah dengan jerawat. Kalau untuk madu tak perlu ditanya ya khasiatnya. Hampir seluruh bagian tubuh kita bisa dirawat dengan madu, mulai rambut, wajah, kulit tubuh, sampai bibir kering pun bisa menjadi lembab. Mulailah akhirnya saya mencampur 3 bahan tadi, yaitu jeruk nipis, madu dan putih telur sebagai masker wajah yang murah meriah.

Kamu sudah pernah coba? Kalau belum, segera coba, ya! 😀 Kulit wajah dijamin terasa lebih kencang, halussss dan lembut bak es krim hehehee…

Sayangnya, saya belum terlalu rutin juga melakukannya. Padahal, sebaiknya masker wajah dilakukan 2x seminggu agar kotoran yang melekat sampai ke dasar kulit dapat terangkat. Atau kalau pun tak sempat, seminggu sekali rasanya sudah cukup, asal rutin kita lakukan.

Manfaat Masker Putih Telur

Image: Pixabay.com

Dilansir dari laman Cosmopolitan.co.id (22/11/2018), ternyata masker putih telur sangat banyak manfaatnya. Selain membuat kulit wajahmu menjadi lebih kencang, masker ini juga memiliki banyak kegunaan, antara lain:

  • Mengecilkan pori-pori wajah
  • Mencegah timbulnya jerawat
  • Mengurangi kadar minyak berlebih
  • Mengurangi komedo
  • Mencegah munculnya garis halus pada wajah
  • Mencegah kerutan di area mata (dengan cara mencampurkan putih telur dengan bubuk kopi yang mengandung kafein)

Wahh….. tahu manfaatnya banyak begini harus lebih rajin lagi, nih, maskerannya, ya..  qiqiqiiii

Manfaat Masker Madu

Image: Pixabay.com

Manfaat madu sudah bukan rahasia lagi dong, ya. Khususnya untuk kesehatan kulit, madu mengandung zat antimikroba, antioksidan, antiseptik dan membawa efek menenangkan. Antioksidan yang terkandung di dalam madu ini berfungsi melawan radikal bebas yang menyebabkan munculnya masalah penuaan dini, kulit kusam, bahkan dapat meningkat menjadi pemicu terjadinya kanker. Seremm…. 🙁

Oya, apabila kamu memiliki kondisi kulit berjerawat, masker madu ini juga sangat recommended, lo, karena fungsi antibakterinya (antimikroba).

Manfaat Jeruk Nipis

Buah yang satu ini sangat mudah didapat dan harganya juga murah. Biasanya saya rutin mengonsumsi jeruk nipis setiap pagi untuk diminum saat perut kosong bersama air hangat. Ternyata bukan hanya bermanfaat bagi tubuh, jeruk nipis juga sangat baik digunakan sebagai masker pada wajah. Kamu bisa menggunakannya secara langsung dengan mengoleskannya pada kulit wajah, atau mencampurnya dengan berbagai bahan sesuai hasil yang diinginkan untuk kulit.

Terus, manfaatnya bagi wajah apa aja sih?

  • Jeruk nipis mengandung zat AHA (asam alfa-hidroksi) untuk membuka pori-pori kulit yang tersumbat
  • Terdapat kandungan antioksidan, antibakteri dan sebagai eksfolian (pengelupas kulit)
  • Mengandung banyak vitamin dan mineral, terutama tinggi dalam kadar vitamin C dan flavonoid yang bisa memperkuat kolagen (zat yang membantu dalam pengencangan kulit wajah)

Nah… masih mau males-malesan pakai masker campuran dari ketiga bahan ini? Duhh…. kalau saya sih bakal tambah rajin maskeran setelah nulis ini.

Etapi, gimana cara buat maskernya, sih?

Cara Membuat Masker Putih Telur, Madu dan Jeruk Nipis

Cara membuatnya sangat sederhana, kok….

  1. Kamu tinggal ambil putih telur dari 1 butir telur, lalu kocok sampai berbuih
  2. Tambahkan perasan air jeruk nipis (air jeruk lemon juga boleh) dan sedikit madu
  3.  Aduk semua bahan hingga tercampur menjadi satu
  4.  Oleskan merata pada kulit wajah. Hindari area sensitif seperti area bawah mata dan sekitar mulut
  5.  Tunggu hingga 30 menit atau sampai masker mengeras, lalu bilas dengan air dingin
  6.  Tarraaa…. kulitmu langsung terasa kencang dan lembutttttt

Udahan yaa, cuss langsung praktikin aja yuk masker PTMJ yang murah meriah ini. Hahh? PTMJ?? Iyaa… putih telur, madu dan jeruk nipis…. 😉

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6

9 Cara Me Time Mudah Ala Saya

Image: Unsplash.com

Tak banyak dari kita yang menyadari, betapa pentingnya waktu untuk menyendiri dan sekali-sekali terbebas dari rutinitas sehari-hari. Bukan hanya aktivitas menjemput rezeki saja, tapi sederet kegiatan lain yang kerap kita lakukan bersama keluarga atau sahabat dengan alasan “pekerjaan”, ada kalanya perlu rehat sejenak dan digantikan dengan aktivitas menyenangkan untuk membahagiakan diri sendiri.

Pasti banyak yang enggak sadar ‘kan bahwa me time merupakan momen terbaik untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran kita memenuhi haknya bersenang-senang dan beristirahat sejenak.

Kalau kamu rajin memerhatikan, sebenarnya ada, lo, sinyal dari tubuh pada saat dia minta istirahat dulu dari lelahnya aktivitas yang setiap hari kita bebankan kepadanya. Hanya saja, kita sering menunda-nunda memenuhinya, termasuk saya salah satunya. Padahal, me time enggak selalu membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Apa saja deretan kegiatan me time yang biasanya saya pilih demi membahagiakan tubuh dan pikiran ini?

1. Tidur Lebih Lama dari Biasanya

Tidur mungkin menjadi kebutuhan biasa yang memang harus kita lakukan untuk mengistirahatkan diri. Tapi pada saat-saat tertentu kala tubuh sudah benar-benar lelah, tidur dengan waktu yang lebih lama dari biasanya dapat menjadi salah satu pilihan terbaik. Tapi kalau kamu sudah memiliki keluarga dan tanggung jawab yang harus dijalankan di rumah, jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu kepada orang serumah bahwa kamu butuh istirahat lebih lama dari biasanya. Minta tolonglah kepada mereka untuk tidak mengganggu sementara waktu agar tidur kita dapat lebih maksimal dan bisa bangun dalam keadaan yang lebih segar.

2. Matikan Handphone

Ini kerap saya lakukan apabila sudah terlalu lelah melihat layar HP dan di pikiran sedang menumpuk banyak PR internal yang harus diselesaikan heheeee….. Menenangkan diri itu penting, dan salah satu caranya adalah dengan menghindari aneka panggilan telepon dan chat yang terkadang menambah tumpukan file baru di pikiran.

3. Menyantap Makanan atau Minuman Favorit

Enggak perlu mahal, makan es krim saja sungguh sudah bisa membuat hati saya merasa lumer dan bahagia *eeaaaa 😀 Hilangkan deh pikiran “Duhhh…. kayak anak kecil aja, sih!” Justru saat me time itulah kita dapat kembali menjadi diri kita apa adanya seperti masa kecil dulu, tanpa harus berubah menjadi sosok yang baru karena ada beban pikiran terhadap profesi atau pekerjaan.

4. Bermain Game atau Kuis Kepribadian

Qiqiqiiii….. jangan diketawain, ya! Tapi ini bisa jadi me time yang murah meriah untuk saya. Dengan bermain game atau kuis sejenak, ada rasa seru, bahagia, deg-degan dan rasa lainnya yang sangat membantu mengurangi perasaan was-was, sehingga pikiran menjadi lebih rileks.

5. Mengaji dan Introspeksi Diri

Kalau beban dan isi kepala sudah terlalu banyak, mengaji dan mentadaburi arti/tafsir yang terkandung di dalam setiap ayat Alquran merupakan cara me time yang sangat baik dan tentunya dianjurkan. Hati menjadi lebih tenang, dan kalau pun saat itu sedang gusar, Allah pasti akan mengirimkan keikhlasan dan ketenangan sesudahnya.

6. Pijat

Memanggil mbak tukang pijat tuna netra ke rumah juga menjadi cara me time paling mudah untuk saya. Jika tubuh sedang lelah, kamu pasti memerlukan tukang servis untuk mereparasi badanmu agar fungsinya dapat kembali seperti semula. Ibarat kendaran, anggota tubuh juga membutuhkan servis dan perbaikan berkala, bukan? 🙂

7. Browsing

Berselancar membuka mbah Google (bukan membuka media sosial, ya, karena justru bikin tambah pusing) untuk sekadar mencari tahu informasi yang saya inginkan, baik tentang kehidupan artis, informasi travelling, kesehatan, makanan, dan aneka informasi ringan lainnya bisa juga menjadi alternatif me time paling mudah. Tapi sebaiknya dibatasi durasinya, karena paparan radiasi yang terlalu lama mengenai kepala dan mata berisiko membuat tubuh kembali lelah.

8. Olahraga

Ini me time yang mengasyikkan, karena sehatnya dapat, refreshing-nya juga dapat. Kamu bisa memilih olahraga yang sesuai dengan minatmu. Yoga, berenang, jogging, senam, fitness, dan masih banyak lagi sederet olahraga lain yang dapat kamu pilih. Kalau saya sukanya jalan kaki dan bersepeda. Sayang, sepedanya masih di toko, belum dibawa pulang kwkwkwk…. Jadi untuk saat ini, berolahraga jalan kaki, terutama melalui hamparan sawah, menjadi sarana me time yang sangat menyenangkan untuk saya.

9. Jalan-Jalan

Kalau ini mah saya enggak pernah nolak hehehee…. Ke pantai atau gunung, hayoo aja, suka semuanya. Zaman masih muda dulu *ketauan deh sekarang sudah tua, jalan-jalan ke luar kota menggunakan sepeda motor melewati hamparan sawah dan pedesaan merupakan salah satu cara me time saya. Apalagi kalau melewati hamparan sawah dan jalanannya sepi, di situlah serasa dunia milik sendiri, yang lainnya anggap aja ngontrak 😀

Itu dia 9 cara me time mudah ala saya yang mungkin juga teman-teman lakukan, meski tidak sama persis semuanya.

Atau mungkin kamu punya cara me time lainnya yang lebih unik dari 9 hal di atas? Boleh banget kalau mau berbagi di kolom komentar, ya 🙂

Baca juga

#ODOP #EstrilookCommunity #Day5

Pentingnya Personal Branding untuk Kamu yang Bekerja di Ranah Online

Image: Unsplash.com

Di tulisan kali ini saya ingin mengakui dengan sejujurnya bahwa sebenarnya saya ini dulunya adalah seorang perempuan yang gaptek dan enggak paham kalau sudah berurusan dengan media sosial 🙂

Lo… memangnya ada apa sih kok mendadak bikin pengakuan jujur begini? kwkwk…

Iya, saya pengennya siapa aja perempuan yang hari ini masih mengaku gaptek, semakin menyadari bahwa kegaptekan itu ternyata bisa dipelajari, sama seperti ketidakbisaan lainnya 😀

Sejak tahun 2013, ketika saya memberanikan diri untuk menekuni bisnis penjualan langsung (direct selling) salah satu produk kosmetika dan perawatan tubuh alami dari Swedia, banyakkkk sekali ilmu yang saya pelajari dari bisnis itu. Yang utama dan hingga kini masih saya gunakan adalah tentang pentingnya personal branding di media sosial.

Yup! Bisnis yang saya jalankan waktu itu 80% kerjanya adalah online. Kerja dari rumah, training-training pun dari rumah. Ini suatu kemudahan untuk para perempuan dan ibu rumah tangga yang tidak bisa terlalu sering meninggalkan rumah karena masih memiliki tanggungan, punya anak bayi atau balita, dan sederet kesibukan lainnya.

Waktu itu modal saya cuma HP. Itu pun belum punya smartphone canggih layar sentuh macam sekarang. Zamannya BBM masih ngehits, tapi sayangnya, saya pun tak punya Blackberry. Tapi itu sama sekali bukan halangan kalau kita punya alasan dan tujuan jelas kenapa dan demi apa kita harus mengerjakan sesuatu. Ye kan?

Laptop pun waktu itu saya enggak punya. Komputer ada, tapi sudah rusak, dan teknisinya sudah nyerah memperbaiki. Katanya, mending beli baru aja, mbak… *wah bikin nangis ini, hikssss

Terus, saya nyerah dan mundurkah? Alhamdulillah, enggak! Gini-gini, meski dari luar terlihat kalem alias kalempit-lempit, saya orangnya ternyata keras kepala, lo. Be careful ya, hati-hati kalau ketemu… hahhaa…

Dulu, saya rajin sekali ke warnet, lo. Hampir setiap pagi setelah anak berangkat sekolah, saya usahakan untuk ke warnet, meskipun hanya sebentar. Mengulang aneka training online yang sudah diberikan, kemudian mempraktikkannya langsung melalui komputer yang ada di warnet. Salah satu training yang saya praktikkan di warnet adalah cara membuat blog.

Tahukah kamu, blog ini adalah blog pertama yang saya buat di warnet selama 6 jam lamanya. Apaaa??!! 6 jam? Hehehee… Niat amat, ya! Sampai keringetan waktu itu karena merasa gagal paham utak-atik sendiri 😀

Makanya saya sungguh tak menyangka, blog ini masih bertahan hingga sekarang dan justru semakin bervariasi isinya. Bahkan di bulan Desember 2018 lalu, saya memberanikan diri membeli hosting dan domain dengan nama sendiri, Hastinpratiwi.com. Ternyata saya yang gaptek ini bisa ngerti juga sedikit demi sedikit dengan urusan yang beginian, yang awalnya enggak terpikir sama sekali.

Sampai sekarang, setiap hati sedang malas atau lelah mengerjakan sesuatu, saya selalu mencoba mengingat masa-masa tak mudah itu. Saat harus bolak-balik ke warnet hanya demi upload foto di media sosial, demi sebuah branding bisnis yang saya jalankan. Itu semua saya jalankan dengan rida, karena punya tujuan yang jelas untuk apa saya menjalankannya.

Nah, kalau sekarang tinggal pencet smartphone di teras, atau tinggal buka lappy sambil selonjoran, alangkah malunya saya ketika masih harus mengeluh. Allah sudah memberikan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Yah, sekali-sekali lelah dan bosan itu wajar, tak apa. Tapi tak perlulah mengeluh. Syukuri saja… Senyumin aja… Masih banyak orang yang lebih prihatin hidupnya daripada kita.

Ini sebetulnya saya mau nulis apa sih? 😀
Topik utamanya tadi sebenarnya tentang personal branding kan, ya? Tapi kenapa jadi ngalor ngidul enggak karuan, sih. Buruan simak lanjutannya kalau gitu, yuk!

Personal Branding

Image: Unsplash.com

Hampir semua teman-teman yang saya kenal saat ini menjalankan bisnis online. Mereka punya produk untuk dipasarkan secara online. Jualan baju, tas, produk kecantikan, makanan, kerajinan, ataupun yang bergerak di bidang jasa semacam saya, penulis, influencer/buzzer, motivator, pembuat iklan, illustrator, dan masih banyak lagi. Kita semua memerlukan yang namanya personal branding, yaitu nilai-nilai seperti apa yang ingin kita tampilkan kepada para netizen di dunia maya.

Sepenting itukah? Iyess… begitulah….

Mau enggak mau, suka enggak suka, kalau kamu punya target untuk mencapai hasil tertentu dalam pekerjaan yang kamu jalankan, netizen di dunia maya adalah pangsa pasarmu. Karena mereka adalah pangsa pasarmu, penting untuk memperkenalkan diri kepada mereka “Who are you?” Siapa kamu, dan seperti apa kamu ingin dikenal oleh mereka?

Tukul Arwana, Syahrini, Deddy Corbuzier dan Master Limbad adalah sederet nama artis yang sukses dengan personal branding mereka. Syahrini belum tentu bakal populer seperti sekarang kalau gaya bicaranya enggak dibuat menjadi “manjah syantik” seperti saat ini. Master Limbad pun mungkin sama saja seperti yang lain kalau ciri khasnya diam seribu bahasa tidak ia pertahankan dulu di awal karirnya. Jadi, ada satu nilai penting yang harus kita perhatikan dalam menerapkan personal branding di media sosial, yaitu nilai konsisten. 

Apa Saja yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Personal Branding?

1. Perhatikan media sosialmu

Media sosial adalah jendela terdepan para netizen melihat keseluruhan dirimu. Kalau kamu sudah memutuskan menggunakan media sosial baik Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, dll sebagai sarana bisnismu atau media untuk mem-branding diri, mulailah dengan memperbaiki terlebih dahulu bagian nama dan biodata.

Tulis nama asli dan profesi atau bidang usaha yang kamu tekuni dengan jelas di bagian biodata ini. Jangan lupa, gunakan kalimat yang baik dan menggambarkan dirimu secara jujur, namun tetap profesional.

Mau dong dikasih contoh.. *kata netizen, hihiiii… Beklah

Contoh: Di bagian biodata media sosial Facebook, kamu bisa menulis info data diri seperti ini,

“Owner di Renata Boutique Muslimah. Seorang ibu rumah tangga yang suka belajar dan ingin selalu menginspirasi melalui desain pakaian muslim yang simpel, namun elegan..”

Informasinya cukup singkat, kan? Tapi insya Allah dari info itu netizen sudah paham tentang diri kita.

Setelah itu lanjutkan dengan sering membuat status yang positif dan bermanfaat bagi pembaca, sesuai dengan minatmu. Sesekali posting jualan atau bisnismu tak apa, tapi jangan terus-terusan agar netizen enggak bosan. Selingi dengan postingan lainnya. Kalau saya sendiri lebih suka posting tentang tulisan motivasi dan inspirasi, yang sebenarnya juga menjadi pengingat untuk diri sendiri.

2. Kenali karakteristik setiap media sosial

Yang tidak kalah penting kita pelajari adalah tentang karakteristik masing-masing media sosial. Instagram misalnya, cenderung lebih fokus kepada gambar atau video. Caption yang terlalu panjang seperti di Facebook tak terlalu dibutuhkan. Yang dibutuhkan di Instagram adalah tagar sesuai isi atau pesan yang ingin kamu sampaikan dalam setiap postinganmu.

Berbeda lagi dengan Twitter, yang lebih fokus kepada tulisan-tulisan pendek, sekadar menyampaikan sekilas informasi atau curhatan singkat dari pemiliknya. Meskipun, saat ini banyak juga yang menuliskan kisah bersambungnya di Twitter dan menjadi viral, serta dibukukan. Hal ini wajar, karena pengguna Twitter memang didominasi oleh para netizen milenial.

3. Kembangkan networking melalui media sosial

Dunia maya memang memungkinkan siapa pun dan di mana pun mereka berada untuk bersosialisasi dan terhubung tanpa ada batasan jarak dan waktu. Kamu bisa menggunakan momen ini sebagai sarana mengembangkan bisnismu.

Salah satu kuncinya adalah rajin berinteraksi dengan teman-teman di media sosial. Rajin memberi komentar dan nge-like postingan mereka dapat menjadi salah satu cara mengembangkan jaringan di media sosial. Yah, kadang memang lelah sih, tapi ini penting jika kamu ingin mendapatkan interaksi yang sama dari para netizen.

Bergabung dengan banyak komunitas yang sesuai dengan minat kita juga dapat menjadi solusi terbaik mengembangkan relasi ini. Jika kamu tak memiliki cukup waktu untuk stalking status teman di media sosial, saat ini banyak program untuk saling like dan saling komen untuk meningkatkan engagement rate (nilai interaksi antara kita dengan netizen).

Biasanya grup-grup seperti ini banyak di Instagram, termasuk juga komunitas untuk menambah follower. Penambahan jumlah follower ini diperlukan untuk mencari tawaran pekerjaan di beberapa profesi, misalnya jika kamu adalah seorang blogger dan buzzer/influencer, di mana pihak klien membutuhkan interaksi yang banyak antara kita dengan netizen agar produk yang mereka promosikan melalui kita banyak dilihat oleh konsumen.

Bekerja di dunia online itu sepintas memang seperti pengangguran ya? 😀 Terkesan tak ada kerjaan karena bekerjanya nyaris tidak kelihatan. Tapi sebenarnya banyak sekali yang harus kita pelajari dari dunia internet marketing ini. Apalagi yang namanya dunia maya cepat sekali berubah dan mengalami perkembangan. Nah, tinggal kitanya aja nih, sanggup beradaptasi enggak?

Hanya kamu sendirilah yang tahu mana yang terbaik untuk dirimu….

Kuyyy, tetap semangkaaaa!!! 😉

#ODOP #EstrilookCommunity #Day4

My Life, My Journey