Bakso Tiga Roda Yogyakarta, Rajanya Bakso Urat untuk Kamu yang Hobi Mengerat

Bakso urat Tiga Roda

.

Siapa yang tidak kenal kuliner satu ini? Yup! Bakso, merupakan kuliner populer yang hampir dapat ditemui di setiap daerah di Indonesia. Gumpalan daging halus berbentuk bola yang dicampur dengan bumbu dan dikucuri kuah kaldu, disertai mi putih atau mi kuning, plus taburan daun bawang dan bawang goreng….. hemmm…. yummy…. sungguh menggugah selera.

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang kuliner baksonya mengalami perkembangan sangat pesat. Di kota ini kamu dapat memilih aneka varian bakso dengan nama yang unik, seperti bakso bola tenis, bakso raksasa, bakso Jepang, bakso granat, bakso kerikil, dan masih banyak lagi. Harga semangkuk bakso di kota ini pun beragam, mulai dari Rp5.000 untuk bakso kerikil dengan 20-an biji bakso yang imut bak kelereng, sampai di harga Rp30.000-an untuk bakso raksasa yang dapat kamu santap beramai-ramai.

Banyaknya pedagang bakso, terutama di sekitar rumah, membuat saya dan keluarga termasuk salah satu orang yang kerap menikmati sajian satu ini. Apalagi menu bakso biasanya selalu bersanding dengan mi ayam. Enggak heran kalau little princess Lubna yang kurang suka makan daging itu lebih memilih makan mi ayam daripada bakso. Jadi, kami kalau makan bisa saling berbagi. Lubna makan mi-nya aja karena enggak suka daging, sementara saya makan dagingnya aja, karena mi-nya biasanya sudah dimakan Lubna qiqiqiqi….

Meski di sekitar rumah sudah banyak pedagang bakso, rupanya tidak menyurutkan keinginan pedagang bakso lainnya untuk juga membuka usaha bakso di sekitar kami. Mungkin karena lokasinya yang strategis, merupakan jalan raya penghubung berbagai kelurahan di Kecamatan Kalasan, sehingga berbagai usaha retail dan kuliner sangat berkembang di sepanjang jalan penghubung ini. Bakso Urat Tiga Roda merupakan salah satu usaha bakso yang membuka cabangnya di seberang rumah (tepatnya di depan rumah) sejak Desember 2018 lalu. Warung bakso ini adalah cabang dari warung bakso Tiga Roda di lokasi lain yang berjarak sekitar 5 kilometer dari sini dan sudah lebih dulu beroperasi, kurang lebih sekitar 5 tahun.

Awalnya saya berpikir, apa sih yang menarik dari bakso ini dibanding bakso lainnya? Adakah ciri khas yang membedakannya? Kamu juga penasaran, kan? Ayo, kita bedah bareng-bareng!

Abang Tukang Baksonya Berseragam

.

Owner bakso Tiga Roda (kiri) dan karyawannya

.

Nah, ini yang jarang saya lihat di Yogyakarta. Untuk warung bakso yang sudah besar dan berada di kota, melihat para pelayannya berseragam mungkin sudah biasa. Tetapi untuk warung bakso biasa yang berada di ruko kecil dan berlokasi di wilayah yang masih termasuk pedesaan juga (bukan kota), penampilan 2 orang pemuda yang mirip anak kuliahan ini cukup menarik perhatian. Meski berpakaian casual (tshirt dan celana jeans), namun penampilan mereka rapi dan warna kaosnya seragam. Enak aja dilihat. Kadang hijau, ungu, merah, hitam. Rata-rata pedagang bakso di sekitar rumah belum ada yang memerhatikan detil soal penampilan seperti ini. Padahal kalau kamu punya usaha kuliner, penampilan yang rapi dan bersih itu penting, lho, Guys! Pembeli akan nyaman dibuatnya.

Tempatnya Bersih dan Rapi

.

Tempatnya bersih dan rapi

.

Warung bakso Tiga Roda ini berlokasi di sebuah ruko yang tidak terlalu luas. Ada tempat salat dan kursi duduk untuk kamu yang suka duduk di atas, plus lesehan untuk kamu yang suka duduk di bawah. Pelayanannya dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 malam, setiap hari. 

Baksonya Buatan Sendiri

Apa yang membedakan citarasa bakso Tiga Roda ini dengan bakso lainnya? Secara sekilas mungkin sama saja ya penampilannya, tidak ada yang beda jauh. Tapi setelah dicicipi, menurut saya, ada khasnya. Mi ayamnya enak, tidak membuat eneg. Kalau kuahnya dipisah dari mi-nya, kuahnya tampak bening dan tidak keruh. Bahkan teman-teman Lubna yang sering main ke rumah kalau disuguhi mi ayam Tiga Roda ini suka banget minum kuahnya. Kata mereka gurih seperti kuah sup 😀

Mi ayamnya gurih dan enggak eneg

.

Untuk pentol baksonya, dari hasil obrolan dengan si juragan bakso, dia bercerita bahwa Ayahnya sendiri yang meracik pentol bakso dan bumbunya. Ada 2 pilihan untuk menu bakso, yaitu bakso urat dan bakso halus. Untuk kamu yang hobi mengerat urat, tulang, dan segala yang teksturnya kasar, cocok banget makan bakso uratnya. Sementara kamu yang doyan daging halus seperti saya, pilihan terbaik adalah bakso halus.

Untuk harga, semangkuk bakso di sini bisa kamu santap dengan harga Rp10.000,- dan semangkuk mi ayam yang gurih dan lezat cukup kamu nikmati dengan merogok kocek Rp7.000,- saja. Sajian minuman teh dan jeruk harganya juga standar, sekitar Rp3.000,- an sudah dapat mengobati dahagamu.

Dari hasil perbincangan santai beberapa kali dengan si pemuda berusia sekitar 25 tahunan yang merupakan owner bakso Tiga Roda ini, dia banyak bercerita tentang proses usaha baksonya. Cabang bakso yang baru 4 bulan berjalan  ini dikelola olehnya dan seorang karyawan yang juga masih muda, sebaya dengannya. Sementara warung bakso Tiga Roda pusat yang dikelola Ayahnya sudah berjalan 5 tahun dan memiliki beberapa orang karyawan. 

Usaha bakso Tiga Roda ini merupakan usaha bakso keluarga yang berawal dari daerah Bekasi, Jawa Barat. Ada pamannya yang sejak tahun 2000 membuka warung bakso Tiga Roda di Bekasi dan saat ini telah memiliki 5 cabang di daerah Bekasi dan sekitarnya. Kemudian sejak 5 tahun lalu, Ayahnya pindah ke Yogyakarta dan membuka bakso Tiga Roda untuk wilayah Yogyakarta. Kemudian akhir tahun 2018 lalu diputuskan untuk membuka cabang baru yang berlokasi di depan rumah ini.

“Di keluarga kami enggak ada yang cari kerja. Semuanya wiraswasta dan buka usaha,” kata si owner.

 Oya, saya juga pernah bertanya, kenapa dia tidak menggunakan jasa Go Food dalam usaha baksonya? Padahal hampir semua usaha kuliner di sekitar rumah sudah memasang logo Go Food dalam usaha makanannya. Begini jawabannya,

“Saya enggak tega kalau harus menaikkan harga lagi. Kasihan para langganan. Kalau saya pakai Go Food, harga harus naik lagi sekitar Rp2.500,- dari harga normal…”

Saya pun manggut-manggut mendengar penjelasannya. Apa pun keputusannya, semua kembali kepada kebijakan masing-masing. Yang jelas, yang namanya berbisnis dan menjalankan usaha itu memang tidak bisa dilihat hasilnya hanya dalam 1-2 tahun. Butuh 5-10 tahun berjalan dulu baru terlihat efeknya.

Jadi gimana, nih? Kamu mau ikutan buka usaha juga? Atau mau datang ke Yogya dan ikutan makan bakso Tiga Roda? 😀

Baca juga

#SETIP_Day11
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity

 

Spread the love

33 thoughts on “Bakso Tiga Roda Yogyakarta, Rajanya Bakso Urat untuk Kamu yang Hobi Mengerat”

  1. Hihi. Padahal mana tahu ada pelanggan yang ingin memesan via Go Food biarpun harga naik 2500. Hmm boleh dicoba nih bakso urat karena saya hobi mengerat? Wkwk, karena saya suka baksooo <3
    Eh tapi Ludna… kok ga suka daging si?

  2. Wah… bikin ngiler….
    Bakso ini memang juara ya, dimanapun, pasti ada yang jual, dan peminatnya pasti ada aja… Apalagi kalau lagi hujan, makan bakso hangat hangat pasti nikmat ya…. 😋

  3. Yah sayang banget aku termasuk bukan orang penggemar bakso hehe. Aku penggemar cuanki ato yamin saja mbak hehe. Tapi menarik yah buat aku rekomendasikan ke suami yang pecinta bakso kalo kita mampir jogja wajib kesini

  4. Penampilan yang rapi dan bersih membuat pembeli akan nyaman. Memang tidak akan nafsu makan kl penjualnya dekil, termasuk tempatnya. Kl hy menaiksn 2.500 rb saja sepertinya pembeli mau, untuk ongkos antar. Tdk capek2 keluar

  5. Saya suka bakso halus Mbak, klo yg urat gimanaa gitu hiihih..
    Bener nih, penampilan itu jg nilai utama lho. Klo lihat yg jualan rapi, cakep mah pasti betah tuh makannya. Apalagi klo baksonya jg enak, yakin deh bakalan balik lagi dan jadi langganan 😃

  6. Baca tulisan ini kok jadi lapar ya? 🤔hehehe… Kebayang kenikmatan bakso urat yang kenyal dan legit itu…dan saya juga senang kuah bakso yang lebih bening d/p yang keruh. Patut dicoba apalagi tempatnya bersih dan terjamin proses pembuatannya👍👍

  7. Waw sayang baru baca bakso ini . Kalau tahu dari kmrin2 kan bisa mampir secara minggu lalu saya liburan k Jogja. Noted deh saya samperin. Thx ya infonya mba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.