Arsip Tag: Telegram

Ini 9 Alasan Kenapa Kamu Harus Menggunakan Aplikasi Telegram daripada WhatsApp

Akhir-akhir ini saya sering mendapat notifikasi beberapa daftar kontak pribadi di HP mendadak punya akun di aplikasi Telegram. Ada apakah gerangan? Agak kaget juga awalnya kenapa aplikasi yang jarang digunakan orang-orang di sekitar saya ini mendadak mulai naik popularitasnya, padahal banyak teman selama ini malas menginstal Telegram dengan alasan sepi dan jarang yang pakai. šŸ˜€

telegram
Aplikasi Telegram di Play Store.

Saya sendiri sebenarnya sudah menjadi penggemar setia aplikasi Telegram sejak tahun 2016. Saking sukanya dengan aplikasi ini, saya sampai menuliskan detail tentang Telegram di blog. Kamu bisa baca di postingan Aplikasi Telegram for Android. Apa saja fitur dan keunggulan yang dimiliki Telegram sudah saya tuliskan di sana, meskipun ada beberapa fitur pembaruan yang belum saya tambahkan.

Kecintaan dengan Telegram semakin bertambah ketika saya menemukan banyak channel alias saluran informatif di aplikasi tersebut, seperti aneka kajian dari para ustaz dan ulama besar di tanah air, sampai kepada channel para motivator nasional, plus banyak grup pembelajaran online juga saya temukan di aplikasi ini.

Beberapa tahun terakhir, saya bahkan menggunakan aplikasi Telegram sebagai sarana menyimpan foto, video, dan aneka dokumen pekerjaan dalam berbagai format. Dengan cara ini, saya bisa menghapus file-file lama yang tersimpan di HP agar penyimpanan di perangkat berkurang dan HP tidak menjadi lemot.

Pada tahun 2017, popularitas Telegram sempat mencuat ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memutuskan memblokir Telegram versi web karena dianggap sering digunakan pihak teroris untuk berkomunikasi sebelum melancarkan aksinya. Syukurlah, setelah pendiri Telegram -Pavel Durov- datang ke Indonesia dan berdialog dengan Kemkominfo, pemblokiran pun dibuka kembali.

Bulan Januari 2021 ini mendadak popularitas Telegram kembali mencuat setelah pihak WhatsApp mengeluarkan peraturan baru terkait kebijakan privasi dan aturan layanan. Dikutip dari Kompas.com (7/1/2021), salah satu aturan baru ini menyebutkan, pihak WhatsApp akan membagikan data pengguna kepada Facebook yang masih satu perusahaan dengan WhatsApp terkait data nomor telepon pengguna, interaksi pengguna dengan orang lain, data transaksi, dan lain-lain. Pengguna WhatsApp bebas memilih untuk menerima kebijakan ini, atau sebaliknya, menolak kebijakan dengan risiko akun WhatsApp akan dihapus.

Setelah kabar ini muncul, banyak rekan dan sahabat mulai membuat akun di aplikasi Telegram. Saya sendiri sebetulnya lebih suka kalau grup chat menggunakan Telegram, dengan alasan, penyimpanan chat dan file di Telegram berbasis cloud alias penyimpanan di awan. Jadi, enggak membuat perangkat HP lemot dan ruang penyimpanan pun lebih lega.

Perbedaan Aplikasi Telegram dengan WhatsApp

Pavel Durov sebagai pendiri aplikasi Telegram cukup sering membandingkan keunggulan produk miliknya dengan aplikasi WhatsApp dalam channel pribadinya, Durov’s Channel, meski tak dapat dimungkiri, setiap aplikasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan WhatsApp sendiri terletak pada kemudahan penggunaan oleh berbagai rentang usia, mulai remaja hingga lanjut usia, ditambah fitur story 24 jam yang dimilikinya seperti fitur di Facebook dan Instagram. Yah, Facebook dan Instagram memang satu perusahaan juga kan dengan WhatsApp? šŸ™‚

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum Pavel Durov mendirikan Telegram dengan kakaknya, Nikolai Durov, ia juga sempat membuat aplikasi media sosial semacam Facebook yang sangat populer di negaranya, bernama VKontakte. Media sosial VK ini diklaim mengungguli kepopuleran Facebook di kalangan anak muda Rusia sehingga Durov berhasil menjadi miliarder di usianya yang masih muda.

Sayangnya, masalah politik di Rusia memaksa Durov harus keluar dari negaranya dan menjual saham VK kepada pemerintah Rusia. Perjalanan Pavel Durov dalam membangun idealismenya ini juga pernah saya tulis di blog dengan judul Pavel Durov dan Telegram Indonesia.

Terus, apa dong perbedaan lain antara Telegram dengan WhatsApp selain fitur story-nya? Baiklah, ini sembilan alasan kenapa kamu harus menggunakan aplikasi Telegram daripada WhatsApp (versi saya):

1. Ringan dan cepat

Aplikasi Telegram itu memiliki kapasitas yang lebih kecil daripada aplikasi WhatsApp. Kapasitas kecil ini membuat Telegram lebih ringan sehingga memiliki akses lebih cepat daripada WhatsApp.

2.Ā Aman

Sejak awal dibuat, pendiri Telegram sudah berjanji tidak akan pernah memberikan data pengguna Telegram kepada pihak ketiga. Dengan kata lain, Telegram sangat aman digunakan.

Lo, memangnya WhatsApp enggak aman dibanding Telegram? Yup, kemudahan dalam penggunaan WA justru membuat seringnya aplikasi ini diretas atau di-hack oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa bulan terakhir, banyak teman saya yang mengalami peretasan nomor WA. Tiba-tiba nomor WA-nya tidak berfungsi, dan ternyata nomornya dibajak.

Ketidakamanan lainnya dari WhatsApp terletak pada foto dan video di story yang kita upload. Story itu akan tersimpan di dalam penyimpanan internal HP milik orang lain. Kok bisa? Coba deh kamu buka menu File Manager di HP, lalu cari folder WhatsApp. Di sana banyak foto/video milik orang lain yang berasal dari story yang mereka uploadĀ dan kita bebas mengunduhnya tanpa sepengetahuan mereka.

3.Ā File tersimpan di cloud

Yang saya suka, semua file chat Telegram disimpan secara cloud (penyimpanan awan), bukan penyimpanan internal di perangkat HP. Jadi, enggak ada istilah Telegram eror karena memori penuh seperti kejadian berulang yang saya alami di WhatsApp karena kelupaan membersihkan chat.Ā Akibat chat WA eror, sering banget beberapa riwayat chat penting ikut menghilang dan tidak dapat dikembalikan lagi. Berasa kehilangan harta karun berharga ‘kan kalau ada chat yang sudah dibintangi tetapi akhirnya hilang?

4.Ā Bisa mengirim aneka jenis fileĀ dalamĀ ukuranĀ besar

Telegram memiliki kemampuan mengirim berbagai bentuk file, baik doc, pdf, zip, dll sampai kapasitas 1,5 GB setiap file-nya, sedangkan WhatsApp hanya dapat mengirim file maksimal 16 MB. Saya sendiri sejak tahun 2020 memiliki kantor virtual di Telegram dan menjalankan aktivitas sebagai editor buku secara online melalui aplikasi Telegram. Alhamdulillah, semua pengiriman file selalu lancar dan tidak pernah mengalami kendala lewat aplikasi ini.

5.Ā Satu grup bisa berisi lebih dari 5000 orang

Ini kelebihan lain Telegram dibandingkan WhatsApp. Banyak channel di Telegram yang anggotanya bahkan lebih dari 500.000 orang. Oya, di Telegram, kita bisa membuat channel (satu arah) dan juga bisa membuat grup (dua arah). Apabila ingin menggunakan kedua fitur ini untuk kelas pembelajaran online misalnya, materi pembelajaran biasanya dikirimkan satu arah lewat channel, kemudian diskusi antarpeserta dilakukan di grup secara dua arah. Kedua fitur ini dapat dihubungkan satu sama lain agar saling terintegrasi.

6.Ā Tempat menyimpan dokumentasi foto

Nah, kalau ini fasilitas yang saya temukan sendiri wkwkwkwk… Berawal dari kebingungan mau disimpan di mana berbagai foto dan video karena dulu sempat punya HP yang memorinya kecil banget, akhirnya ketemu deh solusinya. Semua file dokumen, foto dan video penting saya simpan di aplikasi Telegram dengan cara membuat channel pribadi terlebih dahulu. Sewaktu-waktu dibutuhkan, semuanya bisa diunduh kembali.

7.Ā Telegram bisa disinkronisasi lewat berbagai perangkat

Berbeda dengan WhatsApp Web di PC/laptop yang hanya dapat dibuka apabila WhatsApp di HP dalam kondisi aktif, aplikasi Telegram bisa digunakan secara langsung, lo, di PC atau laptop tanpa membutuhkan HP. Telegram di PC/laptop bisa dibuka lewat browser, atau bisa juga dengan cara menginstalnya di perangkat PC/laptop.

8.Ā Telegram memiliki fitur polling di channel/grup diskusi

Saat melakukan interaksi di channel/grup diskusi, pengguna Telegram dapat mengirimkan polling untuk meminta anggota grup memilih suatu hal yang ingin diputuskan. Asyik ‘kan? Ehm… jadi, mau makan apa hari ini? *ehh

telegram
Fitur polling di aplikasi Telegram.

9.Ā Nomor HP bisa disembunyikan

Berbeda dengan WhatsApp, nomor pengguna Telegram bisa dirahasiakan. Kita bisa memilih agar yang tampil di akun Telegram hanya nama pengguna yang kita gunakan untuk mendaftar, seperti halnya di media sosial Facebook atau Instagram. Ini salah satu hal yang saya suka juga karena nomor HP tidak tersebar sembarangan ke pihak lain yang tidak diinginkan.

Nah, itu dia sembilan alasan versi saya kenapa kamu harus menggunakan aplikasi Telegram daripada WhatsApp. Meskipun pihak WhatsApp mengklaim penggunanya mencapai angka 2 miliar pada tahun 2020, tetapi adanya kebijakan baru di awal tahun 2021 membuat banyak pengguna WhatsApp beralih ke Telegram. Aplikasi Telegram pun menjadi semakin populer, bahkan di awal Januari ini mencapai kenaikan angka pengguna aktif sebesar 500 juta.

Kamu sendiri sudah punya aplikasi Telegram belum?

telegram daripada whatsapp

Pavel Durov & Telegram Indonesia

Berawal dari tanggal 14 Juli 2017.
Hingga tulisan ini diposting, 9 hari sudah Kementerian Komunikasi & Informasi RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran terhadap aplikasi chat messenger Telegram (versi web), karena dianggap banyak digunakan oleh kelompok teroris untuk berkomunikasi dalam melakukan aksinya di Indonesia.

Saya masih ingat, sekitar 1 tahun yang lalu pernah menulis sedikit review tentang aplikasi chat ini dalam postinganĀ Aplikasi Telegram for Android Ā  Ā Ā 

Saat itu entah kenapa, saya langsung falling in love dengan aplikasi chat berbasis kecepatan & keamanan ini.

Telegram memang memiliki beberapa fitur yang sangat berbeda dengan Whats App.
Yang paling saya suka adalah penyimpanan file & dokumen tidak otomatis tersimpan di perangkat, melainkan tersimpan di aplikasi. Jadi nggak akan bikin hp penuh sehingga harus bolak balik menghapus file.
Penciptanya sendiri mengatakan, bahwa nilai unik Telegram dibanding aplikasi chat sejenis terletak pada privasi chatnya (enscryption chat) yang tidak akan dapat dibaca oleh pihak ketiga manapun.

Pemblokiran yang dilakukan pemerintah Indonesia (hingga tulisan ini diketik masih terjadi), membuat banyak netizen protes, termasuk saya šŸ˜…
Bukan apa-apa.Ā The trouble is, banyak sekali channel pembelajaran, grup bisnis & file-file penting tersimpan disana.Ā 

Dan rata-rata netizen menggunakan channel Telegram untuk proses pembelajaran dalam grup yang besar, bisa menampung hingga puluhan ribu member, selain juga menggunakannya untuk kepentingan bermain game.

Trending topic tentang Telegram di Indonesia mencuatkan nama si pencipta sekaligus sang CEO, Pavel Durov.
Hemmm… saya juga baru tahu ternyata penciptanya masih muda & good looking buangettt šŸ˜ (duhhh emak-emak ini… hehheeehee…)

-Jz8l4Rr_400x400
Source : Durov’s Channel

Sebenarnya Pavel nggak sendirian kok membuat Telegram. Ia dibantu oleh kakak laki-lakinya, Nikolai Durov.Ā Dan aplikasi chat ini adalah produk ciptaannyaĀ  yang kedua, setelah sebelumnya Pavel sukses menciptakan aplikasi sosial media terkenal dari Russia, VKontakte (VK) di tahun 2006. VK disebut-sebut mengungguli Facebook dalam hal penggunaan di kalangan anak muda Russia. VK-lah yang membuat Pavel Durov menjadi milyarder di usia muda & idola baru remaja Russia.

Saat membaca kisah perjalanan hidup seorang Durov, menjadi pembuktian bahwa PASSION tidak bisa dikalahkan oleh apapun.
Pavel memutuskan keluar dari Russia setelah dipaksa menjual saham VKontakte kepada penguasa setempat & mengalami banyak intimidasi, akibat tidak mau membocorkan data rahasia pihak oposisi pemerintahan presiden Vladimir Putin yang tersimpan di akun VKontakte saat masa kampanye pemilihan presiden.

Saya seperti mengikuti alur cerita sebuah film, tentang passion anak muda yang mengikuti idealismenya.

Setelah menjual saham VK & dipecat dari perusahaan yang dibangunnya, Pavel keluar dari Russia, kemudian menciptakan Telegram di Berlin pada tahun 2013.
Setelah itu Pavel & tim programernya memutuskan untuk berpindah-pindah tempat (nomaden), agar tidak ada satu pemerintahan pun yang akan mampu mengintimidasi produk ciptaannya yang mengutamakan nilai privasi penggunanya.
Trauma masa lalu di Russia dimana negara selalu melakukan penyadapan dalam masalah komunikasi warga negaranya diakui Durov amat menyakitkan & tidak ingin diulanginya kembaliĀ šŸ˜„ Miris sekali yaa.. Dalam beberapa pernyataan & tulisannya, Pavel jelas-jelas memilih diblokir di suatu negara & siap kehilangan market potensialnya, daripada harus membuka data percakapan privasi para pengguna Telegram.

PicsArt_07-23-01.01.51

Dengan kondisi seperti ini saya jadi berpikir, apa iya pihak Telegram akan mengabulkan tuntutan pemerintah Indonesia untuk membangun kantor perwakilan di Indonesia? Mengingat mereka sendiri lebih suka bekerja denganĀ  berpindah tempat dan negara setiap 2-3 bulan sekali.
Entahlah…Ā Hanya bisa berdoa, semoga pemblokiran tidak berlanjut pada aplikasi di hp yang saat ini masih bisa dibuka.

Toh pihak Durov sendiri sebenarnya telah berjanji kepada pemerintah Indonesia, akan menghapus channel/kannal yang digunakan pihak teroris & membuka saluran komunikasi khusus dengan pihak Indonesia untuk membahas isu-isu terorisme secara lebih cepat.
Kalau ini dianggap belum cukup, mungkin kita para pengguna Telegram yang harus pindah ke negara lain agar tetap bisa mengaksesnya… wkwkwk… šŸ˜‚
Just kidding lah yaaa…

#SaveTelegramIndonesia šŸ’œ