Arsip Tag: apartemen

Penting, 3 Hal Ini Perlu Kamu Perhatikan Dalam Proses Jual Beli Tanah

Image: Pexels.com

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, tak dapat dimungkiri jika kebutuhan akan lahan pertanahan setiap tahunnya juga semakin meningkat. Saat ini saja, menurut data Worldometers, Indonesia memiliki jumlah peduduk sebanyak 269 juta jiwa atau 3,49% dari total populasi dunia.

Begitu pentingnya kebutuhan akan lahan, terutama untuk perumahan, membuat banyak orang tertarik menekuni bisnis di bidang properti ini, khususnya dalam hal jual beli tanah. Bukan hanya para investor yang berlomba-lomba membeli lahan kosong dan menjualnya kembali, masyarakat biasa pun mulai banyak mencoba peruntungan dalam bisnis ini. Tidak lain alasannya, karena harga tanah setiap tahunnya pasti mengalami peningkatan.

Selain alasan harga tanah yang semakin lama semakin mahal nilainya, cara pemasaran tanah dijual pun kian mengalami kemudahan. Jika dulu hanya dilakukan secara offline melalui broker atau makelar tanah, saat ini pemasaran secara online melalui berbagai situs jual beli sangat membantu bagi penjual maupun pembeli untuk saling memudahkan dalam bertransaksi.

Di daerah Tangerang, Banten, kebutuhan akan tanah mengalami perkembangan yang sangat pesat karena semakin banyaknya pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antara Tangerang dan Jakarta. Tak heran jika berdasarkan survei dari Lamudi.co.id, rata-rata harga jual tanah di Tangerang mengalami kenaikan sebesar 25% setiap tahunnya.

Tapi tunggu dulu, jangan terburu-buru. Sebelum kamu berniat melakukan jual beli tanah, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar proses jual beli berjalan lancar dan penyesalan tidak datang kemudian. Apa sajakah itu?

1.  Memastikan Legalitas Tanah

Apa jadinya jika tanah yang sudah kita beli ternyata di kemudian hari mendatangkan masalah? Bisa jadi terkait surat tanah palsu, atau adanya sengketa lahan, dan ukuran luas tanah yang tidak sesuai dengan yang tertera di atas sertifikat tanah. Karena itu sangat penting untuk memastikan tanah yang kamu beli memiliki legalitas resmi melalui Kantor Pertanahan tempat lokasi tanah berada.

2. Lokasi Tanah

Bisnis jual beli tanah bukanlah bisnis recehan. Butuh modal investasi yang cukup besar untuk membeli sebidang tanah sebelum menjual atau menyewakannya kepada pihak lain. Jika lokasi lahan yang diinvestasikan strategis dan dekat dengan pusat keramaian, institusi pendidikan maupun perkantoran, dipastikan balik modal dari bisnis ini juga lebih cepat dibandingkan lokasi yang terletak jauh dari keramaian. Tentunya sangat penting kamu pertimbangkan apakah lahan yang akan dibeli memang ingin dijual cepat, atau sekadar untuk tabungan jangka panjang semata.

3. Membuat Akta Jual Beli dan PPJB

Dalam transaksi jual beli tanah, biasanya pembeli akan membayar uang muka terlebih dahulu sebelum melunasi pembayaran dalam jangka waktu yang ditentukan bersama. Selama menunggu pembayaran lanjutan ini sebaiknya dibuat surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) di hadapan notaris yang berwenang dan memiliki kekuatan hukum, sesuai Pasal 1870 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP). Setelah seluruh pembayaran dilunasi, jangan lupa lengkapi pula dengan pembuatan Akta Jual Beli yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang bertugas di wilayah tanah tersebut berada.

Nah, 3 hal di atas perlu kamu lakukan sebelum maupun saat proses jual beli tanah berlangsung agar pihak penjual dan pembeli sama-sama memperoleh haknya masing-masing. Tentunya kepercayaan merupakan satu hal yang amat penting dalam bisnis properti semacam ini. Kamu setuju, bukan? 🙂

Baca Juga

Benarkah Investasi Apartemen Menguntungkan?

Salah satu ruangan di dalam apartemen (image: Pixabay.com)

Bukan rahasia lagi jika kebutuhan akan hunian semakin lama semakin meningkat, terutama di kota-kota besar. Masyarakat tidak lagi hanya sekadar memikirkan kesenangan sejenak, seperti makan enak dan jalan-jalan saja, tetapi sudah waktunya memikirkan perlunya memiliki hunian yang nyaman sebagai tempat berpulang, setelah seharian bekerja keras.

Hunian vertikal dengan bentuk bangunan yang naik ke atas dan tidak banyak menghabiskan lahan, seperti bentuk apartemen, tampaknya dapat menjadi pilihan, terutama untuk kamu yang tinggal dan bekerja di wilayah perkotaan. Banyaknya fasilitas umum yang terdapat di sekitar hunian vertikal ini merupakan daya tarik dan nilai tersendiri untuk calon pembeli apartemen dalam menjatuhkan pilihannya.

Di Jakarta Pusat, misalnya. Sebagai wilayah yang memiliki banyak pusat perkantoran, masyarakat cenderung memilih untuk membeli hunian kedua sebagai tempat transit agar mereka lebih dekat dengan lokasi pekerjaan dan juga fasilitas hiburan, seperti pusat perbelanjaan, olahraga, dan sarana rekreasi lainnya. Pasangan muda dan generasi milenial menjadi sasaran utama para pengembang untuk menjual apartemen di Jakarta Pusat, mulai kisaran harga ratusan juta, hingga apartemen mewah bernilai miliaran rupiah.

Demikian pula di wilayah Jakarta Selatan. Tanpa mengesampingkan nilai sektor properti lain, seperti rumah, tanah, dan sejenisnya, membeli apartemen dapat menjadi passive income bagi pemiliknya karena harga jualnya yang terus naik dari waktu ke waktu. Selain harga jual, menyewakan apartemen untuk jangka pendek harian atau bulanan juga dapat menjadi pilihan bagi para pemilik apartemen. Pihak pengembang yang menjual apartemen di Jakarta Selatan optimis permintaan akan apartemen terus meningkat karena adanya harga yang bervariasi dan bantuan pembiayaan secara kredit dari perbankan ataupun pengembang (Kompas.com, 13/4/2017).

Namun sebelum memutuskan membeli apartemen, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan, antara lain:

1. Lokasi

Pemilihan lokasi yang strategis cukup penting saat kamu memutuskan membeli apartemen. Ini dapat berpengaruh pada kenaikan harga di masa depan. Akses transportasi, akses fasilitas umum dan kemudahan menuju area apartemen adalah salah satu hal yang harus kamu perhatikan.

2. Lahan

Pastikan apartemen yang kamu beli memang berada di lahan milik pengembang, bukan lahan milik pemerintah atau pihak lainnya. Jangan sampai investasi berharga yang sudah kamu beli ini ternyata bermasalah dan masih menjadi sengketa oleh pihak ketiga.

3. Fasilitas Apartemen

Jangan lupa, perhatikan pula fasilitas yang ada di apartemen sebelum kamu memutuskan membelinya. Mulai akses keamanan, fasilitas olahraga, rekreasi, dan keuntungan lain yang dapat diperoleh pemilik apartemen. Semakin banyak fasilitas yang disediakan, semakin strategis lokasinya, maka semakin tinggi pula harga jual kepemilikan apartemen tersebut.

Bagaimana, kamu tertarik memilih apartemen sebagai salah satu bentuk investasi masa depan? Jika ya, jangan tunda lagi dan jangan lupa kenali terlebih dahulu 3 hal yang sebaiknya kamu perhatikan di atas sebelum memutuskan membeli salah satu apartemen yang memikat hatimu.

Baca Juga

4 Alasan Tepat Kenapa Kamu Harus Membeli atau Menyewa Apartemen

Image : Pexels.com

Beberapa bulan yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel tentang properti yang di-share di sebuah media sosial. Artikel itu menulis sebuah survei yang menyebutkan, bahwa generasi milenial saat ini merupakan salah satu penggerak berkembangnya ekonomi di Indonesia.

Dengan jumlah populasi lebih dari 80 juta orang dari total 68% masyarakat usia produktif di Indonesia, generasi yang lahir antara tahun 1980-1999 ini dikabarkan telah memiliki pergeseran kebutuhan. Dari kebutuhan akan konsumsi yang berorientasi pada barang, beralih menjadi kebutuhan akan hiburan dan kesenangan (Okezone.com, 1/3/2018).

Jika generasi sebelumnya beranggapan bahwa memiliki hunian dan kendaraan merupakan salah satu kebutuhan, tidak demikian halnya dengan generasi milenial. Mereka lebih berfokus pada kesenangan yang bersifat pengalaman, seperti traveling, makan-makan, berkumpul bersama teman, dan aneka kebutuhan akan hiburan lainnya.

Meskipun kebutuhan akan kesenangan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan, jangan lupa bahwa kebutuhan akan hunian juga merupakan hal yang pokok, terutama apabila kelak kamu berkeluarga. Tempat tinggal merupakan sumber berkumpulnya energi baru dan tempat seluruh keluarga memusatkan rutinitas aktivitas hariannya. Itulah mengapa ada ungkapan “Rumahku adalah surgaku”.

Bagaimanapun, generasi milenial harus berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk kebutuhan akan hunian, karena harga hunian yang semakin lama semakin meningkat. Untuk wilayah Jabodetabek saja, harga hunian diperkirakan terus naik sebesar 20% setiap tahunnya, sementara kenaikan gaji rata-rata karyawan/buruh hanya sekitar 10% per tahun.

Dahulu, sebagian masyarakat lebih memilih tinggal di rumah tapak daripada membeli apartemen atau hunian bertingkat. Namun saat ini, membeli apartemen dapat menjadi solusi bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas dan ingin tinggal lebih dekat dari tempat kerja. Kebayang kan, bagaimana lelahnya kamu harus bekerja lebih dari 8 jam sehari, sementara saat pulang ke rumah harus mengalami kemacetan luar biasa yang menguras energi serta pikiranmu?

Dari data tahun 2017 lalu, disebutkan bahwa harga rumah tapak di wilayah Jakarta Selatan saja telah berada pada kisaran di atas Rp1,5 miliar untuk daerah Kebagusan, Jagakarsa, dan sekitarnya. Sementara di daerah Bintaro mencapai kisaran Rp600 jutaan sampai Rp800 juta.

Nah, untuk kamu yang bekerja pada sektor publik di wilayah Jakarta Selatan dan belum memiliki cukup anggaran untuk membeli apartemen atau hunian impianmu, salah satu caranya adalah dengan melakukan sewa apartemen di Jakarta Selatan. Cara ini dapat menjadi alternatif terbaik sembari terus menabung untuk menyisihkan pendapatan setiap bulannya.

Tapi tunggu dulu, jangan terburu-buru! Tentunya kamu harus tahu apa saja kelebihan tinggal di apartemen untuk kamu yang memiliki dana terbatas dan juga tak cukup punya banyak waktu.

1. Menghemat Waktu dan Tenaga

Apartemen biasanya berada di tengah kota dan dekat dengan area perbelanjaan, kesehatan, perkantoran dan sarana publik lainnya. Pihak developer pun menyediakan berbagai fasilitas yang membuat nyaman para penghuni apartemen, seperti kolam renang, taman bermain, keamanan, dll. Ini tentu saja menghemat waktu dan tenagamu. Kamu tak perlu membutuhkan waktu yang lama saat berangkat bekerja dan memiliki cukup waktu pula untuk bersenang-senang, seperti olahraga, menonton, dan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.

2. Bebas Memilih Ukuran Sesuai Kebutuhan

Tinggal di apartemen memiliki kepraktisan sendiri, karena kamu bebas memilih ukuran yang kamu inginkan, apakah hanya 1 kamar saja, atau dengan banyak kamar jika kamu telah berkeluarga. Mungkin memang kamu tak bisa memiliki halaman luas seperti rumah tapak yang diinginkan sebagian orang, tapi justru di sinilah kepraktisan tinggal di apartemen. Kamu tak perlu lelah membersihkan rumah, karena ukuran ruangan yang cukup untuk kebutuhanmu.

3. Dapat menjadi Passive Income

Jika kamu membeli apartemen, tapi karena satu dan lain hal kemudian jarang dihuni, tak perlu sedih. Sewakan saja apartemenmu, maka kamu akan memiliki passive income dari bisnis yang semakin lama semakin meningkat kebutuhannya ini.

4. Praktis

Tinggal di apartemen membuatmu tak lagi harus berfokus pada masalah desain rumah dan perabot rumah tangga. Kamu dapat berhemat dengan memilih desain dan perabotan minimalis yang sesuai dengan ukuran apartemenmu, sehingga tak ada anggaran yang terbuang percuma hanya untuk mengisi hunianmu dengan pernak-pernik yang tidak terlalu diperlukan.

Tinggal di apartemen mungkin belum menjadi pilihan semua orang. Tapi saat ini mulai banyak dilakukan, terutama untuk mereka yang hidup di kota besar. Apartemen menawarkan sisi praktis dan ekonomis, terutama dari segi waktu dan tenaga, agar kamu memiliki ruang untuk sekadar menikmati hidup dan tak melulu dihabiskan di jalan karena alasan kemacetan.