Semua tulisan dari Hastin Pratiwi

Kontributor di media online & penulis buku antologi. Pembelajar sejati yang menulis untuk berbagi. Kontak saya via email di hastinpratiwi@gmail.com.

3 Cita Rasa Kuliner yang Berpadu Menjadi Satu di GH Corner Yogyakarta

Ada satu makanan khas Timur Tengah yang masih menimbulkan rasa penasaran di hati saya sejak Allah mengizinkan saya bertamu ke Rumah-Nya beberapa bulan yang lalu.

Saat di Mekkah, di sebelah hotel tempat menginap ada penjual aneka kuliner khas Arab, seperti Roti Maryam, Kebab, Nasi Briyani, dan makanan khas lainnya. Setiap lewat di depannya, aroma sedap rempah-rempah langsung tercium harum semerbak, bikin perut kami yang sedang berjalan kaki menuju Masjidil Haram mendadak berbunyi nyaring minta diperhatikan isinya hehhehee…

Saat itu, entah kenapa, yang menarik hati saya untuk dibeli hanyalah kuliner Kebab dengan berbagai variasinya. Saya belum tertarik untuk mencoba Nasi Briyani, meskipun mulai kepo dengan olahan nasi yang tekstur berasnya panjang-panjang dan besar, persis seperti tekstur nasi yang ada di Turki dan sempat saya cicipi sebelum menuju Madinah. Bedanya, saat makan di Turki selera makan saya hilang sama sekali, karena kulinernya terasa hambar dan kurang gurih. Serasa makan tanpa garam 😀 Tapi kalau makanan Arab, qodarulloh, lidahnya langsung nyambung, Guys! Tahu enggak, kenapa? Pastinya karena kita orang Indonesia ini terbiasa dengan segala masakan berbumbu dan kaya dengan rempah-rempah. Jadi begitu bertemu makanan yang cita rasanya senada, perut pun langsung mengamini 🙂

Nah, kekepoan saya terhadap Nasi Briyani ternyata terbawa hingga Indonesia kwkwkwk… Entahlah, sampai 10 bulan setelahnya ternyata masih ada rasa kangen ingin sekali mencobanya.

GH Corner Yogyakarta, resto dengan 3 cita rasa kuliner yang unik

Bukan kebetulan pula rasanya, mungkin Allah sudah atur, ya. 2 hari lalu enggak sengaja lewat di sekitar daerah Babarsari, Yogyakarta, sepulang dari mengantar Lubna ke Grhatama Pustaka (Perpustakaan Daerah) untuk pinjam novel anak kesukaannya. Padahal lewat daerah Babarsari ini juga cukup sering, meskipun enggak sering banget. Tapi selama ini sama sekali enggak tahu kalau di daerah situ ternyata ada tempat makan yang menyediakan menu Timur Tengah. Awalnya agak ragu masuk ke dalamnya, karena di parkiran yang ada mobil semua, sementara saya kan jadi tukang ojek karena bawa motor hahhaaha 😀 Ini tempat makan jangan-jangan harganya ekslusif nih, pikir saya. Sayang duitnya kannn kalau makan ratusan ribu cuma buat perut *hadehhh pikiran emak-emak hemat ya begini ini. Tapi yo wes, ra popo, dicoba aja, enggak tiap hari ini. Akhirnya hati saya memenangkan pertarungan pikiran ini 😀

Saya pun memarkir motor di depan resto tersebut. Nama restonya catet ya, GH CORNER.

Begitu masuk ke dalamnya, wow, enggak salah kalau dibilang resto, secara tempatnya cozy dan nyaman banget. Yang makan ada, tapi enggak banyak, cuma ada sekitar 4-5 orang di salah satu sudut ruangan. Penataan meja juga cantik, karena ada vas bunganya. Jadi ingat suasana makan di rumah sendiri. Terdapat tulisan besar di salah satu sudutnya, “Ingat Makan, Ingat Tuhan”. Hemmm… saya pikir bagus juga ini tagline. Bukankah kita kalau lagi makan dan sudah menyangkut urusan perut biasanya suka lupa dengan Sang Maha Pemberi? 🙂

Bersamaan dengan kami duduk di meja, datanglah seorang pria mengantarkan menu makanan kepada kami. Yang pertama saya lihat apa, sudah tahu, kannn? Yup, tentu saja harganya! Enggak usah gengsi. Kalau kamu mau makan kudu tahu pasti dong, ya, kisaran harga makanannya berapa. Middle atau high price. Standar atau termasuk resto eksklusif. Kamu penasaran harga makanannya berapaan? Nih, lihat di foto bawah ini, ya 🙂

Aneka menu Timur Tengah
Aneka menu Melayu

Gimana, udah lihat harganya, kan? Mahal enggak? Hehheee… Alhamdulillah, Guys, ternyata harganya termasuk standar untuk resto sekelas GH Corner yang tempatnya nyaman ini. Setelah membolak balik daftar menu sejenak, ternyata pilihan saya tetap jatuh kepada Nasi Briyani. Ala makkk, saya belum bisa pindah ke lain hati ternyata *uhhuk ihhir. Kalau Lubna enggak di mana-mana makannya, tetepppp aja pilihannya Chicken Katsu. Ibunya jadi geli sendiri, ini anak cinta mati sama menu satu ini.

Oya, yang bikin saya agak surprise, ternyata GH Corner ini menyajikan 3 cita rasa kuliner dalam menu restonya. Selain kuliner Timur Tengah, ada juga kuliner Melayu dan Western. Jadi lengkap banget kalau kita makan bersama keluarga atau teman, dan ada salah satu yang enggak suka masakan Timur Tengah misalnya, mereka dapat memesan masakan dengan cita rasa berbeda. One stop eating place ya kalau mau diistilahkan dalam bahasa Jawanya qiqiqiii…

Aneka menu Western
Lengkap menu dessertnya

Enggak pakai lama, hidangan yang saya tunggu-tunggu selama 10 bulan ini – *setia banget sikk saya sama kamu, Nasi Briyani, – akhirnya muncul juga di depan saya. Aroma Nasi Briyani langsung semerbak, bikin Lubna jadi kepo.

“Kok aromanya enak, sih, Bu? Aku jadi pengen nyoba..”

“Ya udah, cobain aja,” jawab saya.

Nasi Briyani yang udah ditunggu 10 bulan lamanya hehhee…

Setelah dicoba, ternyata dia kurang doyan, karena ada aroma kunyit pada nasinya. Justru Lubna suka dengan bumbu karinya yang gurih dan cenderung asin. Jadi Nasi Briyani ini disajikan dengan taburan bawang goreng, bersama dengan bumbu kari dalam mangkuk kecil. Kemudian ada daging ayam yang sudah dibumbu kari juga. Aroma rempahnya kental, seperti masakan padang. Kalau kamu kurang suka dengan bau rempah mungkin akan sedikit terganggu saat memakannya. Saya sendiri karena memang sudah lama ngidam Nasi Briyani dan dalam kondisi lafarrr habis jadi tukang ojek oke-oke aja dengan rasanya. Mirip dengan nasi kuning sebenarnya, tapi ini ada tambahan bumbu rempah lainnya selain kunyit.

Chicken Katsu favorit Lubna

Bagaimana dengan Chicken Katsunya? Alhamdulillah, enak, kata Lubna sambil senyum-senyum. Dengan harga Rp25.000 untuk satu piring Chicken Katsu + free secangkir teh manis, recommended banget untuk harga para mahasiswa. Letak resto ini memang tak jauh dari komplek beberapa perguruan tinggi dan sekolah di sekitarnya. Universitas Atma Jaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Proklamasi, STIE YKPN, SMAN 2 Babarsari, ada di daerah sekitar GH Corner ini. Dekat pula dengan Rumah Sakit Bersalin “Semar” dan instansi pemerintah. Strategis deh lokasinya.

Kalau kamu sedang menyantap hidangan dan terdengar suara adzan, jangan khawatir, di lantai 2 ada mushola. Kata Lubna ada area memanah juga di lantai 2, tapi saya enggak naik ke atas, cuma Lubna yang jalan-jalan ke lantai 2 🙂

Di meja depan kasir tersedia beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ada roti beraneka rasa, ada botol kecil yang saya enggak baca apa isinya, tapi bentuknya seperti botol kecap, dan ada pula cemilan Cistick alias kue bawang. Dan itu semua kata mbak Kasirnya adalah produksi sendiri di bawah label Ikhwan Bakery. Mantap ya, pembeli tentu lebih terdorong untuk mencoba kalau itu adalah produksi sendiri karena sudah tahu kualitas makanannya. Lubna minta dibelikan Cistick yang dikemas cukup eksklusif dan dibandrol seharga Rp. 13.000 per bungkus.

Sampai di rumah, saya coba cicipin Cisticknya. Wah, ternyata enak juga kue bawangnya. Enggak terlalu gurih, kok, sedang aja asinnya. Tapi di gigitan terakhir sangat terasa kalau ada cita rasa menteganya. Unik jika dibandingkan dengan kue bawang lain yang biasa saya makan.

Ssttt… Lubna kelihatannya happy banget habis saya ajak ke sana. Di rumah cerita terus sama Eyangnya tentang resto ini 🙂 Dia mah memang selalu antusias dan bahagia setiap diajak ke tempat baru yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Next time jadi pengen ajak Eyangnya Lubna ke sini ah, dan ajak teman lain juga buat ngerumpi positif di tempat ini. Secara tempatnya nyaman banget. Kamu yang lagi liburan ke Yogya kalau cari kuliner Timur Tengah datang aja ke sini. Harganya standar, tempatnya nyaman, dan pastinya HALAL..

#SETIP_Day5 #SemingguTigaPostingan #Estrilook

3 Kuliner Yogyakarta Favorit Saya

Bicara tentang makanan, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas kulinernya masing-masing. Yogyakarta sendiri sebagai Kota Budaya dan Pelajar memiliki banyak variasi kuliner, baik yang benar-benar asli khas Yogya, maupun sudah bercampur dengan kuliner khas daerah lain di sekitarnya, seperti Magelang, Klaten, atau Solo.

Tapi kali ini saya enggak akan menulis atau membahas topik tentang Gudeg, makanan khas Yogyakarta yang paling dicari-cari kalau wisatawan datang ke sini. Bukan pula membahas soal si manis gurih Bakpia, yang telah menjadi primadona. Saya hanya akan menulis tentang tiga macam kuliner ringan yang menjadi favorit saya di kota ini. Apa sajakah itu? Dan kenapa saya sukaaaa banget dengan mereka? Sepertinya teman-teman perlu tahu juga, lho, karena bukan enggak mungkin setelah membaca dan melihat fotonya kamu makin tertarik buat datang ke Yogyakarta. Yahh…. endorse lagi nih, ya, hehheheee….

Rujak Es Krim

Sensasi pedasnya cabai dan dingin serta lembutnya es krim cuma ada dalam Rujak Es Krim

Entahlah, apakah jenis kuliner ini merupakan asli Yogya atau bukan. Tapi yang jelas, perpaduan antara bumbu rujak yang pedas dan dinginnya es krim telah berhasil meluluhlantakkan hatiku.

Oya, sebelumnya kamu perlu tahu dulu bahwa ada perbedaan antara istilah RUJAK dan LOTIS di Yogyakarta. Rujak adalah sajian buah yang diparut atau dicacah kecil-kecil, kemudian dicampur/diaduk menggunakan bumbu rujak seperti biasanya. Sedangkan lotis adalah sajian buah yang dipotong besar-besar (bukan diparut), kemudian cara makannya dicocol dengan bumbu rujak. Sedikit berbeda mungkin, ya, dengan daerah lain. Jadi kalau kamu ke sini dan bilang pengen makan rujak, orang akan berpikir kamu ingin makan buah yang penyajian buahnya dengan cara diparut dan dicampur bumbu. Kalau ingin makan sajian buah yang dipotong dengan ukuran besar-besar, kamu harus bilang ingin makan “lotis”, bukan rujak. Mudah-mudahan paham dan enggak bingung, ya!

Nah, kalau kuliner Rujak es Krim ini, setelah buahnya diparut dan dicampur bumbu, kemudian atasnya dikasih topping es krim 1-2 scoop. Di sinilah letak seninya. Pada saat es krim mencair, dinginnya cairan es krim dan pedasnya cabai dari bumbu rujak akan memunculkan sensasi unik, suegeerrr tapi juga puedesssss, Guys! Enggak usah dibayangin, langsung aja kamu cobain. Deal?

Lotek

Selain uueenaaakk, sajian Lotek ini juga sehat karena bahan utamanya sayur semua.
Image : Travelingyuk.com

Enggak kalah sehat dari Rujak Es Krim, sajian kuliner satu ini yang mirip dengan pecel dijamin bikin pencernaanmu makin lancar. Campuran antara rebusan bayam, kacang panjang, irisan tipis kubis, potongan bakwan goreng atau tahu bacem, kemudian semuanya diublek alias dicampur di atas cobek dengan bumbu kacang Lotek yang mirip bumbu pecel, kemudian atasnya ditaburi bawang goreng. Hemmmm….. aromanya langsung tercium dan nafsu makan pun meningkat seketika.

Bumbu Lotek ini mirip bumbu pecel, tapi sedikit berbeda. Selain menggunakan kacang tanah, cabai, gula merah, garam, dan bawang putih, ada tambahan kencur dan daun jeruk sebagai aroma khasnya. Setiap ada pembeli, bumbu Lotek akan langsung diulek saat itu juga, kemudian dicampur dengan aneka sayuran tadi.

Sop Buah

Duuhhhh…. kalau lagi puasa jangan lihat yang beginian, ya hehheee…
Image : Travelingyuk.com

Nahh, ketemu lagi dengan yang segar-segar, nih! Apaan sih, kok ada Sop Buah? Bukannya sop itu biasanya sayuran, bukan buah? Iya, sebenarnya mirip kok dengan sop sayuran, bedanya, sayurannya diganti buah. Kuah supnya merupakan perpaduan antara air, sirup, dan susu kental manis, ditambah es. Nyesssssssssss…..!!

Sop Buah ini isinya lebih simpel dan sederhana daripada es campur. Potong-potong kecil seukuran dadu buah yang kamu sukai, boleh apel, stroberi, mangga, jeruk, buah naga, dll, lalu beri sirup dan air biasa, terakhir taburi susu kental manis dan es batu atau es serut. Wuihhh, enggak perlu pakai santan, rasanya udah suegerrrr banget, apalagi kalau pas lagi puasa, bayanginnya aja sudah bikin meleleh pengen segera berbuka qiqiqiiii….. jangan yakk, dosa, tauk!

Tiga kuliner sehat di atas rasanya enggak pernah bosan saya santap. Ternyata yang namanya kuliner favorit enggak harus selalu makanan yang berat-berat, kan? Makanan dan minuman ringan gini aja bisa bikin hati senang dan mood kembali muncul. Mungkin ini yang bikin saya enggak gemuk-gemuk, ya, karena makanannya kurang unsur lemaknya kwkwkwkkk….

Kalau bicara tentang keinginan, manusia memang enggak ada puasnya, ya! Yang penting selalu bersyukur aja man-teman, apapun yang ada pada dirimu, mau kurus atau gemuk, langsing atau berisi, tujuan utamanya adalah SEHAT, BAHAGIA dan BERLIMPAH REZEKI. Setuju, enggak?

#SETIP_Day4
#SemingguTigaPostingan
#Estrilook



Review Jogja Bay Waterpark, Destinasi Wisata Air Terbesar di Yogyakarta

Jangan bosan, ya, kalau saya banyak cerita tentang Yogyakarta, kota yang saat ini saya tinggali, di blog pribadi ini. Tak akan pernah habis kata untuk menceritakan segala sesuatu tentang kota ini, entah dari segi kulinernya, wisatanya, masyarakatnya, dan budayanya. Kali ini kita akan berpetualang ke dunia air, dengan mengeliling destinasi wisata air terbesar di Yogyakarta, yaitu Jogja Bay Waterpark.

Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark pertamakali diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada bulan Desember 2015 dengan mengusung tema bajak laut. Desain bangunan pun disesuaikan dengan tema dunia bajak laut, lengkap dengan kapalnya. Destinasi ini sengaja diresmikan menjelang liburan akhir tahun, untuk memancing antusiasme masyarakat bermain air di lokasi wisata ini.

Jogja Bay merupakan wahana wisata air terbesar di Kota Gudeg dan merupakan salah satu wisata air terbesar di Asia Tenggara. Pembangunannya melibatkan banyak infrastruktur dan mayoritas SDM-nya merupakan penduduk yang tinggal di sekitar lokasi, yaitu di daerah Maguwarjo, Depok, Sleman. Kalau kamu adalah fans sepakbola yang sering nonton pertandingan bola di Stadion Maguwohajo, pasti sudah akrab banget dengan Jogja Bay karena lokasi ini berada di sebelah utara persis dari Stadion Maguwoharjo.

Harga Tiket Masuknya Berapa, sih?

Sebagai destinasi wisata air terbesar di Yogyakarta, jangan heran jika harga tiket masuk Jogja Bay di atas rata-rata wisata air lainnya di Daerah Istimewa Yoyakarta. Tapi kamu tetap harus bersyukur, jika dibandingkan dengan harga tiket masuk wisata lainnya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, harga tiket Jogja Bay Waterpark masih dapat dikatakan normal. Wajar saja rasanya jika kebanyakan pengunjungnya berasal dari luar kota. Biasanya mereka datang berombongan, karena ada harga khusus jika kita datang bersama rombongan.

Ticket box Jogja Bay Waterpark

Memangnya berapa sih harga tiketnya?

Saat awal diresmikan, harga tiket Jogja Bay dipatok Rp90.000,- untuk dewasa dan Rp60.000,- untuk anak-anak. Tapi sejak bulan September 2018 kemarin, harga tiket regular diseragamkan menjadi Rp90.000,- baik untuk orang dewasa maupun anak. Harga tiket regular ini tidak berlaku untuk dewasa yang lanjut usia (manula), karena ada harga khusus yang diberikan. Demikian pula untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, dapat masuk dengan harga tiket free alias gratis. Asyik, kan? Ayoo yang punya baduta (bayi di bawah dua tahun), buruan datang ke Yogya, ya, kwkwkwk….

By the way busway, itu harga tiket regular lho, ya. Masih ada lagi harga tiket paket yang sudah termasuk fasilitas snack dan makan besar. Oya, kalau masuk Jogja Bay kamu enggak boleh bawa makanan atau minuman. Harus beli di area wisata air dengan harga yang sudah pasti lumayan selisihnya dengan di luar. Yah, konsep bisnisnya memang hebring sih, ini hehehee… Karena itulah pihak Jogja Bay menyediakan harga tiket paketan sebesar Rp125.000,- per orang untuk mereka yang ingin mendapatkan fasilitas snack dan makan besar. Snacknya seharga Rp20.000,- sudah lumayan kok, bikin kenyang. Kemudian makan besarnya berupa voucher senilai Rp25.000,- yang dapat kamu gunakan untuk memilih menu sesuai selera di resto yang telah ditentukan.

Kalau kamu datang dengan rombongan lebih dari 20 orang, ada lagi potongan harga tiket paketannya menjadi hanya Rp90.000-an per orang, sudah termasuk snack dan makan besar. Makanya kalau ke Jogja Bay jangan sendirian, ya! Rugi! Ajakin keluarga, saudara, tetangga biar ramai dan seru liburannya 😁

Wahananya Apa Aja?

Mumpung sudah masuk Jogja Bay, jangan buru-buru pulang. Di sini ada lebih dari 10 wahana permainan air yang dapat memuaskan keinginanmu bermain air sepuasnya.

Kolam renang keluarga yang dilengkapi dengan Mini Bar di bagian tengah kolam untuk kamu yang ingin berenang sambil menikmati minuman.

Selain wahana kolam untuk berenang seperti umumnya kolam renang biasa, Jogja Bay terkenal dengan berbagai wahana airnya yang bikin jantungmu mau copot kalau enggak kuat nahan deg-degannya.

Wahana Memo Racer. Kamu bisa balapan berseluncur bersama teman lain di 8 papan luncur yang berdampingan.
“Meluncur di Memo Racer? Siapa takut?” kata Lubna (kanan) bersama sahabatnya, Khansa 😍

Ada wahana Memo Racer untuk balapan luncur bareng teman-temanmu, ada Brando Boomeranggo yang membuatmu meluncur dan terpental dari ketinggian 24 meter, ada juga South Beach yang membuatmu kaget dengan datangnya deburan ombak tsunaminya. Yang terbaru adalah wahana Museum Air dengan tiket masuk tersendiri seharga Rp25.000,-

Wahana Ziggy dengan arena luncur yang tidak terlalu tinggi. Cocok untuk anak-anak.
Wahana Brando Boomeranggo dengan ketinggian seluncur 24 meter. Ibu hamil dan penderita jantung dilarang naik ini, ya ☺
Image : dok. Jogjabay.com

Saya sendiri sudah coba yang mana? Hehheeehee… dasar nekat, Alhamdulillah, saya lulus uji kelayakan karena berhasil menaklukkan ketakutan diri dengan berseluncur di wahana Brando Boomeranggo setinggi 24 meter sambil teriak-teriak ketakutan, secara saya kan enggak bisa renang hadehhh. Tapiiii pada akhirnya suenennggg dan legaaa sekali masya Allah. Ternyata begini, ya, rasanya berhasil menaklukkan tantangan terhadap diri sendiri. Nagih deh, habis itu pengen ngulang lagi hehheeehee…

Fasilitasnya Lengkap Enggak?

Sebagai destinasi wisata air terbesar di Yogyakarta pasti dong fasilitasnya lengkap dan bersih. Ada musholla, toilet, ruang ganti bilas, aneka resto, mini bar dan coffee shop, gazebo, taman, Jogja Bay store yang menjual aneka suvenir, fasilitas wifi gratis, dan ada pula panggung teater untuk pertunjukan pada waktu-waktu tertentu.

Ada taman yang nyaman untuk duduk-duduk bersantai
Toko suvenir ada di pintu masuk, ada juga di pintu keluar.
The Harbour Theater, panggung pertunjukan yang dapat digunakan untuk berbagai acara. Saat itu digunakan untuk Lomba Angklung SD se-DIY.
Image : dok. Rini Hartati

Oya, jangan lupa ya, Jogja Bay hanya buka sampai jam 17.00 WIB. Jadi semua kegiatan akan dihentikan pada jam tersebut. Seluruh mesin yang dioperasikan pada ombak dan air akan dihentikan dan wahana seluncur ditutup. Tapi kamu masih boleh kok duduk-duduk dan foto-foto di taman sambil melihat matahari sore, menunggu petugas Jogja Bay mengusirmu dari situ qiqiqiii… Kalau saya mumpung sudah sepi langsung manfaatkan untuk memotret beberapa wahana yang ada. Secara pas lagi ramai agak syusyah mengambil angle foto yang bagus, kan, ya.

Nah… gimana cerita saya tentang Jogja Bay, udah lengkap belom??

Udah ah, buruan datang ke sini biar puas lihat sendiri. Sekalian aja habis dari Jogja Bay kamu masih bisa ke destinasi lainnya yang dekat dari situ, seperti Candi Prambanan, Hartono Mall, Ambarrukmo Plaza, Malioboro… Atau mau ke Hutan Pinus Imogiri? Lumayan jauh sih kalau ini, tapi recommended juga sihh. Makanya nginepnya yang lama, yak.. hehheee…. endorse Yogya banget saya mah… 😍

Baca juga 👉 4 Destinasi Bulan Madu di Yogyakarta, Kamu Wajib Baca!

💙💚💜

#SETIP_Day3
#Seminggu Tiga Postingan
#Estrilook


Bersyukur, Bagaimana Caranya?

Bersyukur adalah satu kata yang seringkali kita baca dan dengar di sekitar kita. Bahkan begitu seringnya, terkadang kita justru kerap lupa untuk mengucapkan rasa syukur dari dalam diri sendiri.

Sebenarnya, rasa syukur tak perlu jauh-jauh kita cari. Masih dapat bernapas dan melihat indahnya matahari pagi dengan tubuh yang sehat saja sudah merupakan karunia tak terhingga yang Allah berikan setiap hari kepada kita. Melihat orang lain melakukan aktivitas dengan naik sepeda, sementara kita tinggal duduk di atas kendaraan pribadi, itu juga dapat menjadi pengingat rasa syukur yang seharusnya tiada pernah berhenti. Atau yang sederhana dan simpel, bisa bekerja dari rumah, merangkai untaian kata menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca, tak perlu harus ke luar rumah, itu juga bagi saya menjadi sebuah karunia yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberi kemudahan untuk melakukannya.

Masya Allah, ternyata begitu banyak, ya, hal-hal kecil yang dapat menjadi tolok ukur rasa syukur kita kepada-Nya. Hanya saja, terkadang manusia lupa mengingatnya. Contoh kecil : sedang makan, tapi sambil pegang smartphone. Dijamin, setiap suapan yang kita makan tak pernah ada rasanya, semua menghilang begitu cepat tanpa kita sempat mensyukurinya. Atau saat sedang mandi tapi pikiran terbang ke mana-mana. Padahal jika kita mau menikmati guyuran air yang jatuh ke tubuh kita, nikmatnya sesungguhnya luar biasa.

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana sebenarnya cara bersyukur yang benar? Apakah cukup di dalam hati saja, atau adakah amalan lain yang harus dilakukan?

Allah Swt pernah berfirman dalam QS. Asy-Syura: 23,

“Sesungguhnya Allah itu Ghafur (Maha Pengampun) dan Syakur (Maha Pembalas Kebaikan)…”

Setiap kebaikan yang telah kita lakukan akan dibalas Allah dengan berpuluh-puluh kali lipat kebaikan. Begitu pula dengan rasa syukur. Semakin kita mensyukuri nikmat, semakin banyak pula nikmat dan Rahmat yang Ia berikan.

Melalui Hati

Bersyukur melalui hati dicerminkan dari rasa qona’ah (selalu merasa cukup) atas semua karunia yang Allah berikan. Tak dapat dimungkiri, kadang sebagai manusia biasa, pasti selalu ada rasa kurang dalam setiap rezeki yang kita terima. Justru di sinilah sebenarnya letak ujiannya. Sejauh mana kita mampu menerima dengan ikhlas setiap nikmat yang Allah berikan.

“Jadilah orang yang wara’ (saleh), maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah (selalu merasa cukup), maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur..”

(HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).


Melalui Lisan

Ucapan Alhamdulillah, Masya Allah, Jazakallahu Khoyron, kalimat-kalimat Dzikrulloh dan segala bentuk istighfar dapat menjadi salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah secara lisan. Semakin banyak kita memuji Allah, maka semakin banyak pula nikmat yang kita terima, insya Allah. Jika dianalogikan, seumpama kita memberi sesuatu kepada orang lain, kemudian orang yang kita beri itu sangat bahagia dan sering memuji diri kita sebagai pemberi, bagaimana perasaanmu? Pasti merasa ingin selalu memberi lagi dan lagi kepada orang yang sama, bukan?

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih..”

(QS. Ibrahim: 7).


Melalui Perbuatan

Sujud syukur, bersedekah, dan senantiasa menaati perintah-Nya merupakan cara bersyukur yang bisa kita lakukan melalui perbuatan.

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar..” 

(QS. Al Baqarah: 152)

Ternyata begitu banyak cara bersyukur yang dapat kita lakukan. Mulai dari hal yang sederhana terlebih dahulu, setiap bangun pagi mengucap doa bangun tidur, baru kemudian naik levelnya insya Allah, bersyukur dengan cara mengingat Allah di setiap kesempatan, baik secara hati, lisan, maupun perbuatan. Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa.

Jika kita bisa menempatkan orang-orang tersayang di sudut hati terdalam, seharusnya kita pun mampu menempatkan nama Allah di setiap relung hati kita.

💙💜💚

#SETIP_Day2
#Seminggu Tiga Postingan
#EstrilookCommunity

SETIP, Seminggu Tiga Postingan bersama Estrilook

Dulu, aktivitas menulis mungkin hanya milik segelintir orang. Tapi saat ini, seiring dengan munculnya media sosial yang memungkinkan (baca : mengharuskan) pemiliknya untuk mengisinya dengan permainan kata-kata, menulis telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam keseharian para warganet. Apalagi ditunjang dengan munculnya banyak platform berita online yang semakin memudahkan kita ikut berpartisipasi sebagai seorang kontributor di dalamnya.

Selain adanya media sosial yang seolah menuntut pemilik akunnya untuk selalu menulis dan berbagi, aktivitas menulis itu sendiri memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai TERAPI dan ajang MENGELOLA EMOSI.

Jika kamu sedang memiliki masalah psikologis dan kadar emosi yang kurang stabil, cobalah untuk MENULISKAN apapun yang kamu rasakan.

Lebih baik lagi jika kamu menuliskannya di atas kertas secara langsung menggunakan tangan dan alat tulis. Setelah itu, jika ingin mengabadikannya dalam media online, kamu dapat mulai menuliskannya kembali. Bukan tidak mungkin dari curhat pribadi ini kemudian kamu akhirnya terbiasa menulis dan merangkai kata menjadi suatu artikel atau cerita yang dapat menghasilkan sesuatu secara finansial.

Salah satu platform online yang saat ini sedang berkembang dan mulai mengepakkan sayapnya di dunia bisnis start up adalah Estrilook.com. Mengusung visi sebagai media informasi wanita, Estrilook berusaha menyajikan informasi seputar dunia kewanitaan secara moderen dan elegan bagi para penikmatnya (makanan kalikk, nikmat) qiqiiii…. Serius amat yess tulisan saya kali ini.

Untuk menjaga konsistensi dan semangat para kontributornya, Estrilook tidak lupa membentuk komunitas bernama Estrilook Community. Ternyata dalam perjalanannya, komunitas ini semakin berkembang, di mana para blogger dan penulis senior pun banyak bergabung dalam komunitas ini. Estrilook Community bukan komunitas yang pelit ilmu. Banyak sudah ilmu kepenulisan dan blogging hadir dalam diskusi seru antar anggotanya. Tentu saja, semuanya gratis, tanpa bayar. Beberapa event pun telah berhasil dibuat, antara lain, One Day One Post bersama Estrilook Community, Blog Walking, Kelas Online Panduan Menulis Artikel dan Self Editing. Dan kali ini adalah event SETIP alias Seminggu Tiga Postingan.

Event SETIP ini terbuka untuk umum, siapapun boleh ikut asalkan memiliki keinginan kuat untuk menulis di blog pribadinya 3 kali dalam satu minggu. Di antara kamu adakah yang tertarik juga? Kalau iya, perhatikan ketentuan berikut ini ya!

1. Share tentang SETIP di Social Media kamu yaitu IG, FB, Twitter atau media sosial lainnya yang kamu punya. Jika hanya punya salah satu tak apa, yang penting posting mengenai SETIP supaya lebih banyak orang yang bisa ikutan.

2. Share gambar SETIP serta syaratnya dan mention juga minimal 2 teman kamu yang belum bergabung di Grup FB Estrilook.

3. Follow akun Estrilook Community di Instagram. Like Fanpage Estrilook dan bergabung di Grup FB Estrilook Community
https://www.facebook.com/groups/234318230607581/?ref=br_tf&epa=SEARCH_BOX

4. Posting mengenai SETIP di blog kamu dan alasan kenapa kamu mau ikut SETIP. Jangan lupa sertakan juga link estrilook.com di postinganmu, ya.

5. Konsisten untuk ikut SETIP dan tak mundur di tengah jalan.

6. Jika ada yang tertinggal dalam event SETIP ini, boleh merapelnya.

7. Akan diberikan waktu hanya satu minggu ketika event SETIP selesai untuk mengejar ketertinggalan.

8. SETIP akan berlangsung selama 3 bulan, mulai Februari hingga April 2019. Tetap amanah dan tak banyak alasan ketika mengikuti event ini.

9. Jangan lupa setor link postingan kamu di grup FB Estrilook Community pada postingan yang telah disediakan oleh admin.

10. Postingan di blog masing-masing dan disetorkan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Untuk saya pribadi, event semacam SETIP ini bisa menjadi ajang memupuk semangat menulis, terutama di blog pribadi. Secara saya agak malas menulis di blog, karena cenderung terbiasa menulis di media sosial. Padahal sebenarnya sama aja, sih, cuma feel-nya mungkin yang beda, ya. Kalau sudah bicara masalah RASA ini mah agak repot yess, karena tiap orang pasti beda-beda.

Yuk, ah, untuk kamu yang belum ikutan di Estrilook Community tidak ada salahnya mencoba ikut SETIP. Tidak ada sangsi apa pun kok kalau enggak berhasil mengikuti sampai tuntas. Ini hanya kembali kepada masalah konsistensi masing-masing. Okehh?? Good luck, yakk!!

#SETIP_Day1
#SemingguTigaPostingan
#EstrilookCommunity

Ilmu Melepaskan Agar Anak Panah Melesat ke Sasaran (Sebuah Pelajaran untukmu Wahai Pemimpi)

My little princess…

Hampir semua manusia pasti pernah merasakan ujian di dalam kehidupannya. Apapun bentuknya, setiap ujian itu memiliki kadar beratnya masing-masing yang hanya dapat dirasakan oleh setiap individu yang sedang mengalaminya. Apa yang terasa berat bagi saya misalnya, belum tentu terasa berat bagi orang lain yang melihatnya. Sebaliknya, ujian yang mungkin begitu berat untuk orang lain mungkin ringan saja bagi kita. Yup, hanya kamu dan kita sendiri yang dapat memilah, apakah ujian itu berat atau ringan.

Lalu, kemudian muncul pertanyaan, kenapa bisa berbeda pemahaman akan arti berat dan ringan dalam suatu ujian? ☺ Faktor apakah gerangan yang menentukan?

Yesss…. PIKIRAN adalah kuncinya. Yahh, kok pikiran lagi sikkk??!! Enggak bosannn apa nulis pikiran mulu?

Wait!!! Saya memang hobi nulis tema yang satu ini. Soalnya, dalam hampir seluruh bagian hidup saya, pikiran ini selalu menemani dengan setianya kemana pun saya pergi. Yang bisa bikin saya bahagia dan tetap waras sampai saat ini ya pikiran ini 😆 Tentu saja, atas ridho terbaik dari Yang Maha Memberi pikiran, Allah Swt.

Tapi tunggu dulu, Dears! PIKIRAN ini sebenarnya ibarat pisau bermata 2, lho! Bisa membuatmu bahagia, atau sebaliknya, membuatmu lemah tak berdaya bak katak di dalam tempurung. Jadi pandai-pandailah mengelola pikiran, ya! Apalagi buat orang-orang dengan karakter diri Melankolis macam saya. Ada tuntutan dan keinginan untuk selalu sempurna, sempurna, dan sempurna. Dan saya sadar banget, ini bahaya untuk diri dan orang di sekitar saya kalau dibiarkan terus. Mau enggak mau sayanya yang kudu berubah menyesuaikan pikiran agar tetap enjoy, happy, dan menikmati setiap langkah dalam kehidupan, meskipun ada saat di mana perjalanan hidup terasa begitu melelahkan. *tarik napas dulu

Saya kutip dari ebook Arif RH, seorang pakar Ilmu Vibrasi yang pernah saya baca, kehidupan dan tujuan/targetnya itu ibarat sebuah ANAK PANAH dan BUSURnya.

Kamu boleh punya target, impian, cita-cita, dll. Boleh mengejarnya dengan doa dan usaha sampai titik darah penghabisan. Tapi di satu titik ketika semua itu telah dilakukan, agar si anak panah dapat melesat menuju sasaran, kamu harus melakukan suatu cara, yaitu MELEPASNYA. Kalau kamu enggak melepas anak panahnya, hanya menarikkkk terus, pasti panahnya enggak sampai ke target kan? Ilmu melepas ini sama dengan ilmu IKHLAS dan TAWAKAL.

Nah, ilmu ini terlihat sangat simpel dan sederhana, tapi tidak mudah untuk dipraktikkan *ngaku 😅

Setelah saya perhatikan pola dalam hidup saya, baru sadar, ohh iyaa, ternyata hampir semua impian saya akhirnya terwujud justru pada saat saya sudah melepasnya, dan bahkan hampir melupakannya. Ada yang terwujudnya lamaaaa, 26 tahun kemudian (kebangetan ya kalau ini. Tapi yang penting TERWUJUD 😆). Ada yang hanya selang 1-2 tahun. Ada pula yang 10-15 tahun. 

Setiap orang memliki POLA yang berbeda. Teman-teman mungkin ada yang sama dengan saya, ada pula yang berbeda.

Kemudian pertanyaannya, melepaskan keinginan itu kan enggak gampang? Butuh waktu, proses, dan melibatkan emosi yang campur aduk enggak karuan? Nah, di sinilah kita dapat melihat sejauh mana KEYAKINAN kita terhadap kekuatan lain yang mengatur diri dan seluruh alam semesta ini. Hubungan kita dengan Allah Swt diuji di tahap ini. Bukankah ada Dia yang lebih paham bagaimana cara mendapatkan impian itu? Ada Dia yang udah ngatur, ini loh, waktu yang tepat buat impianmu terwujud.

“Besok ya, 26 tahun lagi kamu baru bisa ketemu penyanyi jadul idolamu, Tommy Page” 🤣 *dan terjadilah, meski ketemunya udah tua hehhee… (Baca di sini : May 24th 2016).

Atau, ketika Allah bilang, “Sabar yaa, 15 tahun lagi kamu baru boleh bertamu ke Rumah-Ku…” 😍 (Baca : Ketika Impian Menjadi Nyata).

Nah, betapa hanya Allah yang Maha Tahu kapan saat yang tepat buat kita. Memaksa Allah boleh, tapi habis itu kita lanjutkan dengan ikhlas, tawakal, perbanyak istighfar, dan tentu saja, banyakin sedekah. Saya sendiri masih terus belajar ya, man-teman, doakan semoga selalu istiqomah dan makin baik jadinya diri ini dari hari ke hari.

Sampai di sini ada pertanyaan? 😅
Kalau belum ada, kuliahnya sampai sini dulu ya.

Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan PIKIRAN. Berawal dari pikiran, kemudian akan menjadi KATA-KATA, dan akhirnya secara tak sadar berwujud menjadi DOA.

Masih dari ebook yang sama, DOA itu adalah apa yang ada di hati kita, bukan sekadar apa yang kita baca setelah selesai sholat. Kebanyakan orang berpikir, doa adalah apa yang kita ucap saat sholat. Padahal, setiap detik apa yang ada di hati inilah yang disebut DOA. Syukur-syukur, antara apa yang ada di pikiran dan hati isinya sama, insya Allah doanya jadi terfokus. Yang repot, kalau pikiran bilang A, tapi hati bilang B, seringkali yang terwujud juga jadi tidak sesuai. Dan ini juga pernah saya alami ☺

Kamu punya pengalaman apa dengan si PIKIRAN? Kalau ada yang menarik, bisa cerita di komen, ya, biar kita jadi sama-sama belajar 😍

Semoga Allah memberkahi… 💕

3 Alasan Kenapa Kamu Harus Tinggal di Yogyakarta

Kadang, saya suka bingung sendiri, pemirsah… 

Saya sudah tinggal di kota pelajar Yogyakarta ini kalau nggak salah ingat sejak pertengahan tahun 1993. Waww… udah lama juga, ya? Hampir 16 ehhh 26 tahun ternyataaa 😱 ckckckck… kenapa baru sadar sekarang Ya Allah… 🙈 

Sebelum tinggal di Yogya, saya tinggal nomaden alias berpindah-pindah tempat di beberapa kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat. Mulai dari lahir sampai SMP, setiap 2 sampai 5 tahun sekali biasanya orang tua selalu mendapat surat tugas dari instansinya untuk pindah ke kabupaten lain, meskipun masih di seputaran NTB. Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kotamadya Mataram, sampai ke pelosok Kabupaten Bima yang panas dan kering kerontang di Pulau Sumbawa pernah saya rasakan. Mungkinnn ini yang menyebabkan saya agak nggak PD kalau ngaku sebagai “wanita Jawa”. Padahal, sudah jelas dan terbukti bahwa Ibu dan Almarhum Bapak adalah orang Yogya tulen. Aselikkk… 😅

Kembali ke laptop..!!

Meskipun hampir 26 tahun tinggal di kota Gudeg ini, jangan harap mendengarkan saya bicara bahasa Jawa melipis dan alusss bak Puteri Kraton. Seringnya, orang Yogya yang ketemu saya pasti tanya, “ Mbak aslinya orang mana, sih?” Nah, ketauan kannn, kalau saya bukan penduduk asli Yogya. Dari logat dan cara bicaranya aja beda 😁 Saya bisanya cuma bahasa Jawa ngoko, alias bahasa sehari-hari macam “Piye kabare, mbakyu?” (Gimana kabarnya, kak?), “Jenengmu sopo?” (Namamu siapa?). Bahasa ngoko ini untuk teman/saudara yang seumuran. 

Ada lagi bahasa yang levelnya lebih tinggi, yaitu bahasa kromo alus (bahasa untuk orang yang lebih tua atau baru kenal), macam “Asmane panjenengan sinten?” (Nama Anda siapa?), “Pripun kabare panjenengan, sae tho?” (Bagaimana kabar Anda, baik kan?)

Nah, kalau bahasa kromo ini saya agak kesulitan menjawab. Apalagi kalau yang bertanya adalah orang yang umurnya lebih tua. Daripada salah jawab dan takut tercampur dengan bahasa sehari-hari (ngoko), lebih baik pakai bahasa Indonesia aja jawabnya. Makanyaaa, saya jadi malu ngaku-ngaku jadi orang Yogya, wong bahasa Jawanya aja belepotan macam es krim gitu.

Tapi pemirsah, meski saya malu dan nggak PD ngaku sebagai orang Yogya, aslinya saya mah cintaaa banget sama kota ini. Iyaa, kota ini banyak mengajarkan saya tentang sopan santun dan etika bergaul terhadap sesama. Tahulah ya, namanya tinggal di luar Jawa sejak lahir dan sering pindah tempat, saya nggak terlalu paham budaya setempat. Mulai ngerti belajar tata krama yang sesungguhnya, ya, di Yogya ini. Sampai kebiasaan memanggil orang dengan sebutan “Mas dan Mbak” untuk menghormati mereka yang baru kita kenal dan belum tahu namanya, semua ada etikanya.

Nah, sekarang saya mau nularin kecintaan terhadap Yogyakarta ini untuk kamu yang baca tulisan ini. Ada 3 alasan yang bakal saya jabarkan, kenapa sebaiknya kamu harus tinggal di kota Gudeg ini. Doakan, yess,  tulisan ini nggak bikin saya diprotes sama orang sekota Gudeg karena ngerasa sebel kota mereka bakal lebih penuhhh dan macet kalau ketambahan penduduk baru lagi qiqiqiiii 🤣

Biaya Hidup Murah

Yuhuuu… udah bukan rahasia lagi, mah, ini! Yogya always cheaper than others in Indonesia. Es jeruk di sini masih ada yang Rp3.000 perak, Guys! Gorengan di pasar desa deket rumah masih ada yang goceng alias Rp500, dhab! Kagak boleh ngiri deh elu yang nggak tinggal di sini. Makanya kalau mau ngirit ke Yogya aja *apaan sikk ini kompor banget 😅

Sayur Rp3.000 udah bisa buat makan sehari, bukk! Dan ini yang bikin saya makin maless masak. Lhaa, beli sayur segitu aja sehari belum tentu habis dimakan. Udah ngirit gas, irit bumbu, bawang putih, bawang merah, cabe. Kita tinggal goreng lauk tahu, tempe, telur, perkedel. Apalagi yang mau dipermasalahkan? Toh, makanan kalau udah lewat dari leher nggak kerasa lagi kan enaknya? Keluarnya jadi sama aja #upsss 🙈 Maaff maaff… ini adalah salah satu isi ceramah seorang Ustadz, bahwa makanan mahal itu sebenarnya tak berharga, karena setelah lewat dari leher dia akan menjadi sama bentuknya dengan makanan yang murah. Bener, kan?

Masyarakatnya Ramah dan Sederhana

Ini yang di awal tadi saya tulis, bahwa Yogya adalah kota yang memiliki peradaban, sopan santun dan etika. Terlepas saat ini semakin banyak percampuran budaya ada di kota ini, akibat banyaknya pendatang baru yang selalu meningkat setiap tahunnya, tapi sopan santun, terutama di pedesaan, masih cukup kuat. 

Di kota ini, jangan pernah melihat seseorang dari penampilannya. Mahasiswa naik sepeda, itu sudah biasa. Kepandaian dan kualitas seseorang di kota ini tak dapat kita nilai dari penampilannya. Di desa, mungkin kamu akan melihat sepertinya masyarakatnya hidup apa adanya, cuma dari bertanam padi atau cabe. Padahal kalau kita cari tahu lagi, ada di antara mereka yang dalam satu keluarga memiliki ternak sapi 3-4 ekor. Kalau 1 ekor sapi yang kecil saja laku dijual 17-20juta, berarti silakan total berapa sebenarnya kekayaan mereka. Belum lagi jika panen cabe sedang tepat masa naiknya, sekali panen bisa dapat 1 sepeda motor matic, lho! Tapi itulah, mereka tetap biasa saja. Punya tidak punya ya tetap humble, rendah hati, merasa bukan siapa-siapa. Inilah NILAI MAHAL yang saya pelajari dari mereka.

Banyak Tempat Wisata Cantik dan Kuliner Nusantara Lengkap

Ini juga bukan rahasia lagi. Saat ini makin banyak tempat wisata instagramable yang tentu saja cantik, kekinian, plus murah meriah untuk memuaskan naluri dan nafsu berfotomu *ampunn bahasanya 😆

Tempat kulineran juga nggak mau kalah. Sajian khas dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Mi Aceh, pempek Palembang, soto Banjar, teh tarik Melayu, sate Padang, nasi goreng Medan, es pisang ijo, palu butung, coto Makassar, martabak Bandung, ketoprak Jakarta, nasi rawon Madiun.. hemmm… hati-hati, kolesterol naik kalau tinggal di sini 🤣

Nggak heran, ada beberapa teman wanita yang tetap tinggal di Yogya bersama anak-anaknya, sementara suami mereka bekerja di luar kota Gudeg ini. Ada yang hanya berbeda pulau saja, tapi banyak juga yang LDR-an berbeda negara alias si suami bekerja di luar negeri. Ada beberapa alasan kenapa mereka memilih LDR-an. Selain kondisi Yogyakarta yang dianggap lebih kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan pendidikan anak-anak mereka, hematnya biaya hidup di kota ini juga menjadi salah satu alasan lainnya.

Nah, udah cukup yak, 3 alasan tadi sudah sangat mewakili kenapa kamu harus tinggal di Yogyakarta. Tolong jangan lempari saya pakai bakpia Incess Syahrini, atau cake Jogja Scrummy-nya Dude Harlino, atau kue Mamah ke Jogja-nya Zaskia Mecca, dan juga cake Chussy Cheese-nya Ria Richis, plisss, karena telah mengompori para imigran untuk pindah ke kota ini 😁

Mungkin ada di antara kamu yang mau menambahkan alasan lagi, kenapa harus tinggal di Jogja Istimewa ini? 💕
.

💜💙💚

Senandung Sakinah, Buku Ke-2 dari Geng Salihah Menulis untuk Para Single Lillah Agar Istiqomah di Jalan Allah

Geng Salihah Menulis?? Siapa sih mereka? Adakah teman-teman pernah mendengarnya? 🙂

Yup, Geng Salihah Menulis, atau lebih sering kami sebut dengan akronim GSM, adalah sekumpulan penulis muslimah muda belia yang berbakat (hahhh…. muda belia? Enggak salah?) hehheheeee…. Enggak muda-muda banget siiihhh, bahkan ada yang ketuaan macam saya hahhaa… 🤐

Jadi… kita kenalan dulu ya, para hadirin. GSM ini terdiri dari 9 orang penulis, termasuk saya, yang domisilinya berpencar dari Sabang sampai Merauke, bahkan ada yang di luar sono. Ada yang tinggal di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogya, Kaltim, dan Malaysia. Lucunya, saya sama sekali belum pernah bertemu, lho, dengan mereka. Kami hanya berkomunikasi secara online lewat WA grup dan saya pun belum pernah sekalipun menelepon mereka. Whattt?? ^^

Anehnya, meski belum pernah bertemu, hati kami terasa sungguh dekat. Geng yang sudah seperti adik kakak ini mulai terbentuk tanggal 22 Desember 2017. Saat itu saya baru 2 bulan menekuni dunia kepenulisan artikel. Nah, gegara sama-sama nyemplung dalam satu grup WA penulis artikel UC News, akhirnya saya diajak untuk membuat satu buku antologi bersama 8 penulis lainnya. Ini merupakan ide dari ibu Ketua GSM yang juga founder platform Estrilook, bernama Milea.. *ehh… bukan, Dears, salah ternyataaa… Namanya Muyassaroh 🤣

Mbak Muyass yang masih muda dan imut inilah yang sering menjadi inspirasi saya dalam menulis, karena tenaganya seolah tak pernah ada habisnya. Nulis bisa, pintar masak, jago gambar, hobi nyuci dan seterika, pintar jadi bos untuk karyawan dan komunitasnya di Estrilook, semua dibabatnya 😁 Udahh, ahhh, enggak usah cerita terlalu banyak tentang dia ya, ntar dia kesenengan.. 🙄

Buku Pertama GSM

.

Perempuan Pemetik Cahaya (PPC) merupakan buku antologi pertama kami. Buku ini terbit pada bulan Agustus 2018 dengan mengambil tema non fiksi. Isinya tentang 9 orang perempuan muslimah inspiratif dari dalam dan luar negeri yang berkarya dengan passion mereka masing-masing.

Ada kisah tentang Hakim Agung wanita di New York, peraih Nobel Perdamaian Termuda, perancang busana muslim Swedia, dan beberapa tokoh muslimah inspiratif dalam negeri. Buku ini ingin memberikan semacam suntikan semangat, khususnya bagi kaum wanita, bahwa perempuan itu selalu dapat menginspirasi di manapun berada, meski dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Buku Kedua GSM

.

Setelah PPC, buku antologi berikutnya Alhamdulillah terbit pada bulan November 2018. Judulnya, Senandung Sakinah (Perjuangan Cinta Single Lillah Menggapai Jodoh)

Sedikit berbeda dari PPC, buku ke-2 ini mengusung kisah semi fiksi. Buku SS berisi 9 cerita pendek tentang penantian jodoh secara syar’i, beserta aneka tips dan motivasi untuk kamu yang sedang sendiri. Hampir semua ceritanya berdasarkan kisah nyata, jadi recommended banget untuk kamu yang masih sendiri, ataupun untuk kado pernikahan, karena ceritanya dikemas sederhana dan apa adanya.

.

Alhamdulillah, banyak pembaca yang merespon positif kisah dalam buku tersebut. Pemesan datang dari berbagai pulau, seperti Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Lombok. Masya Allah, semoga bukunya bermanfaat, ya 🙂

Terusss, buku ke-3 dan ke-4 ada tak?

Jangan khawatir man-teman, insya Allah buku ke-3 dan ke-4 juga sudah jadi, lho, naskahnya. Tinggal masuk ke penerbit. Waahhh, pasti pada mikir, kok produktif banget, sih, GSM?? Iyesss…. karena kita kan masih muda belia, banyak ide dan kreativitas menggelora #uhhukkkk wkwk 😂

Eh, enggak terasa udah dini hari aja, nih, kebanyakan cerita 😍 Udahan dulu, ya, besok kita sambung lagi. Doakan saja kami ber-9 senantiasa sehat, bahagia, dan selalu akurrrrr terus, enggak berantem dari anak sulung sampai anak bungsu hehheee 😅

Barakallahu fiikum… 💕

💜💙💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Tulisan Ini Akan Membuatmu Sadar Betapa Pentingnya Memotivasi Diri

Menurutmu, perlukah kita memberi sugesti positif untuk memotivasi diri sendiri?

Saya sendiri, setelah mengalami banyak nikmat ujian dan masa-masa sulit yang Allah berikan belasan tahun terakhir ini, sangat menyadari bahwa memotivasi diri sendiri merupakan langkah awal agar kita dapat berpikir secara sehat. Motivasi atau dorongan dari dalam diri adalah kekuatan bagi setiap orang untuk dapat merubah dirinya sendiri menjadi lebih baik.

Jika kita dapat mendorong diri untuk menjadi lebih menarik, lebih percaya diri, lebih kuat, dan lebih lebih yang lainnya, bukan tidak mungkin kita juga dapat mendorong dan memotivasi orang lain agar menghargai keadaan diri dan potensi yang dimilikinya.

Menarik di sini bukan berarti harus secara fisik, ya, karena fisik itu bisa menua, berkurang, dan berkerut. Tapi menarik secara batin justru sebaliknya. Meskipun usia dan fisik kita sudah menua, daya tarik dari dalam akan tetap terlihat dan membuat orang lain betah bersama kita.

Mengapa demikian? Kok bisa? Ya, karena kematangan pola pikir akan mempengaruhi tampilan luarmu. Memancarkan kharisma pada orang-orang di sekelilingmu. Kalau untuk wanita, bahasa ilmiahnya inner beauty

Mungkin kamu nggak cantik secara fisik, biasa saja. Tapi anehnya, banyak orang nyaman bersamamu, suka mendengar ceritamu, sering curhat padamu. Karena kamu punya “nilai”. Tahu kan, sebongkah intan akan tetap bersinar meski berada di hitamnya tumpukan pasir?

Image : medcom.id

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan daya tarik dari dalam diri sendiri secara positif dan dengan cara yang baik?

Pertama, dengan menambah ilmu

Coba deh, perhatikan! Botol berisi air putih tentunya berbeda dengan botol berisi madu. Harganya lebih tinggi madu, bukan? Demikian pula dengan orang berilmu. Iqro’ atau bacalah. Semakin banyak kita mencari ilmu, semakin sadar bahwa ilmu kita selalu kurang dan kurang dan kurang.

Kedua, ambillah pelajaran berharga dari setiap perjalanan hidup yang kita lalui

Jika kita mau sedikit saja mengevaluasi diri, setiap proses perjalanan hidup yang Allah berikan pasti terdapat pelajaran berharga di dalamnya. Saat kehidupan sedang naik ataupun turun, selalu ada hikmah dan pesan yang Ia berikan. Namun seringkali kita terlena dan mengabaikan pesan tersebut.

Disinilah sebenarnya letak ujian manusia. Pada saat kita sedang berada di atas, selalulah melihat ke bawah. Sebaliknya, pada saat sedang terpuruk, lihatlah ke atas. Banyak mereka yang saat ini berhasil justru karena sebelumnya sering mengalami kegagalan demi kegagalan dalam menjalani kehidupannya. Allah Swt sendiri telah menjanjikan di dalam Alquran, surat Al Insyiroh,

“Sesungguhnya setelah kesulitan selalu ada kemudahan…”

Ketiga, lakukan sugesti positif secara teratur untuk memperbaiki karakter diri

Selain berusaha untuk ikhlas menjalani kehidupan ini, menanamkan kalimat positif dalam pikiran bawah sadar juga sangat membantu mengatasi perasaan down dan menurunnya rasa percaya diri. Kita dapat memilih sendiri sugesti bagaimana yang ingin ditanamkan. “Aku adalah orang yang bahagia. Aku memilih untuk sehat dan berlimpah rezeki. Aku menarik, cantik, dan percaya diri.” Itu adalah beberapa sugesti yang bisa mulai kita ucapkan setiap hari secara rutin dalam kondisi rileks.

Untuk bisa mencapai kondisi rileks, tempatkan dirimu dalam posisi yang nyaman. Misalnya dengan berbaring. Kemudian tarik nafas dan hembuskan perlahan-lahan, sampai semua otot tubuh terasa nyaman. Ucapkan kalimat sugesti secara berulang-ulang. Jika kamu baru pertama kali melakukannya, ulangi setiap hari minimal selama 21 hari tanpa terputus, agar kalimat itu terekam dalam pikiran bawah sadarmu.

Berdasarkan beberapa ilmu mindset dari kelas online yang pernah saya ikuti, kondisi rileks ini banyak waktunya. Dalam keadaan mengantuk, saat bangun tidur, saat sedang fokus mengerjakan sesuatu, misalnya melihat smartphone, atau fokus menonton televisi. Saat seperti itulah kondisi gelombang otak sangat mudah dimasukkan kalimat sugesti. Karena itu, kalau kamu bangun tidur, sebaiknya hindari langsung pegang handphone, ya! Iya kalau yang dibaca yang baik-baik, nggak masalah. Tapi kalau pas ada pesan atau hal buruk yang kamu baca saat itu juga, bisa jadi, tuh, masuk ke pikiran bawah sadar tanpa kita sadari. Akibatnya, pagi-pagi udah uring-uringan sendiri. Lihat rumah berantakan, anak nggak mau bangun, dll hal-hal sederhana bisa bikin emosi jiwa 😅 *pengalaman pribadi mah kalau ini wkwkwk

Well, dari tulisan ini cukup jelas, ya, bahwa sugesti positif sangat penting untuk memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri. Terus berproses, belajar, dan tidak mudah berpuas diri adalah kunci perbaikan kualitas diri.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi apapun profesi dan latar belakangmu, siapapun kamu, berapapun usiamu, selalu ada cara untuk mengajak orang lain berhijrah dalam kebaikan. Insya Allah… 💕

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Yang Diinginkan Wanita dari Seorang Pria

Pria dan wanita adalah dua insan yang sudah pasti berbeda. Bagaikan bumi dan langit, siang dan malam, dan tentunya seperti matahari dan bulan yang tiada pernah dapat terbit bersamaan. Namun mereka semua dapat seiring sejalan, dan tetap setia beredar sesuai ketentuannya.

Kamu pasti tahu banget, dibanding pria, wanita cenderung lebih tertutup dan enggan mengungkapkan perasaannya. Mereka sering menggunakan simbol atau kiasan tertentu untuk mengatakan isi hatinya. Inilah yang tampaknya perlu dipelajari oleh pria, mengingat kaum prialah yang menjadi ujung tombak rumah tangga dalam suatu hubungan keluarga.

Apa saja sebenarnya yang wanita inginkan dari karakter seorang pria? Ehemmm….

Teman bicara yang baik

Wanita adalah makhluk yang pada dasarnya hobi bercerita. Nationalgeographic.co.id (14/6/2015) melansir, wanita bicara tiga kali lebih banyak dari pria. Pantesss ya… 😄 Meski ada beberapa wanita yang tampak sedikit tertutup, ternyataaa bicara merupakan hal penting bagi wanita. Jika ingin mendekati atau mengambil hatinya, cobalah ajak wanita bicara dan bercerita. Dijamin ia akan mulai memperhatikan pria yang berani mengajaknya berbicara.

Berkata tegas, namun lembut

Sekeras apapun karakter seorang pria, tak ada wanita yang suka dibentak. Mungkin ada tipikal wanita yang tomboy dan terkesan cuek, namun tetap saja pada dasarnya wanita telah diberikan naluri keibuan yang menyebabkan hati mereka lebih sensitif daripada pria.

Mencintai dan menyayangi wanita dengan tulus, bukan sekadar nafsu

Jika banyak pria tertarik pada wanita melalui ketertarikan secara fisik, sebaliknya, wanita lebih menghargai pria yang tulus menyayanginya meskipun si pria secara fisik tampak biasa saja. Perasaan selalu ingin dicintai ini adalah hal paling naluriah dari seorang wanita. Jadi gak perlu heran kalau kita sering menemukan pasangan yang istrinya cantik, sementara sang suami biasa-biasa saja. Itu artinya, si pria tersebut telah berhasil menyentuh hati pasangannya ☺

Perhatikan hal-hal kecil, misalnya tanggal lahir atau hari jadi pernikahan

Wanita selalu suka apabila pasangannya mengingat hari lahir atau hari pernikahan. Tidak selalu harus romantis atau memberi kado. Sekadar memberi ucapan selamat dan pelukan sayang, dijamin mampu meluluhlantakkan hati wanita.

Image : herworld.com

Setia, tidak tebar pesona

Sifat utama yang wanita inginkan dari pria adalah setia dan tidak perlu tebar pesona kemana-mana apabila telah berani membuat komitmen dengannya. Segala kebaikan dan kasih sayang dari seorang pria akan hilang tak berarti seketika, apabila si pria tak mampu menjaga hatinya hanya untuk satu wanita saja. Bukankah pria pun demikian adanya, selalu ingin pasangan wanitanya menjaga hati untuk dirinya saja?


Apakah pasanganmu telah memiliki beberapa karakter idaman diatas? Jika ya, berbahagialah ☺ Kalau belum? Berjuanglah dan komunikasikan dengan pasangan. Pasangan yang baik pasti mau mengerti, kok, apa yang diharapkan oleh belahan jiwanya… ☺

Baca juga : Kenapa Perempuan Harus Bahagia?

💙💜💚

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6