Berat Badan Ideal, Pentingkah?

Apa pentingnya sih berat badan ideal? Ideal naik apa turun nih, maksudnya? πŸ™‚

Di saat banyak orang, terutama kaum hawa sibuk menurunkan berat badan alias BB-nya, saya sangat bersyukur karena termasuk orang yang memiliki berat badan stabil sejak remaja hingga saat ini, remaja plus plus plus (+++) πŸ˜€ Semua pakaian masa remaja masih bisa saya pakai. Celana jeans belel masa kuliah pun masih tetap fit dikenakan. Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Tapi sayangnya, belakangan ini saya agak khawatir. Ternyata berat badan mulai turun lagi. Ya enggak ekstrem banget sih, cuma saya jadi khawatir kalau kecenderungan BB turun ini bisa jadi berkelanjutan kalau enggak segera dibenerin pola hidupnya. Terutama kalau dengerin komentar ibu setiap hari, “Duhhhh…. makanmu itu porsinya kurang, cuma sedikit. Ditambah porsinya yang bener biar kelihatan berisi dan segar badannya…”

Awalnya, seperti biasa, saya anggap biasa komentar itu karena sudah sering dikomentari setiap hari hehehehee…. Lagian porsi makan saya memang enggak bisa banyak karena kapasitas perutnya kecil. Tapi setelah teman-teman lain yang bertemu saya selalu tanya, “Kok tambah kecil, sih?…” Antara happy karena mereka pengen punya badan langsing seperti saya, tapi juga khawatir karena angka timbangan hampir enggak pernah naik, akhirnya saya mulai memerhatikan masalah ini. Eeeaaa… kenapa jadi dianggap masalah sih?

Nah, setelah ikut workshop ilmu pikiran ALT (Alpha Life Transformation) sekitar 2 bulan lalu, saya mulai menerapkannya untuk mencari solusi kenaikan berat badan ini. Setiap malam selalu saya tulis di buku dan perintahkan kepada pikiran kalau saya ingin menaikkan berat badan sekitar 5-6 kilogram lagi. Enggak pakai lama, bulan ini mendadak ada teman yang WA dan menawarkan free coaching untuk membantu terwujudnya apa yang menjadi keinginan dalam kehidupan saya. (makasih ya, Bunda Dayana )

Teman saya ini memiliki kenalan seorang psikolog yang sedang mengambil sertifikasi dan membutuhkan beberapa coachee (orang yang mau di-coaching/dibimbing) untuk melancarkan proses sertifikasinya. Saya oke aja dan bersedia menjadi coachee beliau. By the way busway, psikolog bernama mbak Nurhidayah alias mbak Nurdin ini masih muda, lo, dan orangnya juga lucu. Jadi hilang deh kesan bahwa sesi konsultasi dengan psikolog itu harus selalu serius πŸ™‚

Awalnya saya bingung mau coaching tentang apa, secara sebelumnya sudah beberapa kali ikut kelas online berbayar tentang pengembangan diri, baik soal parenting, membuat target dan planning untuk masa depan, dll. Setelah saya timbang-timbang, akhirnya mantaplah minta di-coaching untuk menaikkan berat badan ke berat ideal.

Oya, untuk proses coaching sendiri sedikit berbeda dengan mentoring dan konsultasi. Kalau dalam mentoring dan konsultasi, pembimbing ikut terlibat memecahkan masalah. Sementara dalam proses coaching, kita sebagai coachee (orang yang dibimbing) dipersilahkan memilih sendiri cara apa saja yang akan digunakan dalam mencari solusi terbaik atas apa yang kita hadapi. Pembimbing dalam proses coaching hanya mengawasi apakah semua sudah berjalan sesuai rencana dan ada perbaikan atau tidak terhadap masalah yang kita alami.

Untuk program menaikkan berat badan ini, saya memunculkan 4 solusi yang nyaman menurut saya. Kenapa harus nyaman? Agar kita yang menjalani juga semangat dan tidak dalam keadaan terpaksa. Apa saja solusi yang saya ambil?

Infused water… segerrrr…
  1. Tetap olahraga teratur 3x seminggu
  2. Teruskan minum infused water
  3. Makan cukup, minimal 3x sehari (boleh lebih, tapi kurang jangan)
  4. Tidur maksimal jam 23.00 (:D duhh… ujian banget ini)

Mbak Nurdin bilang, lakukan pola yang saya buat di atas selama 30 hari dulu. Nanti dilihat lagi ada perkembangan atau tidak. Kalau tidak, berarti harus ada yang diubah. Oya, saya juga mulai sering searching di mbah Google apa saja yang harus saya makan agar kalori bisa bertambah, tapi tetap sesuai dengan usia, aktivitas dan tinggi badan.

Setiap hari saya harus melaporkan ke mbak Nurdin apakah 4 cara di atas berhasil saya lakukan dengan konsisten atau tidak kwkwkwk…. *alamakkk

Tolong doakan saya ya, pemirsa, secara saya adalah orang yang suka mengubah jadwal dan kadang mengikuti mood. Kelemahan yang harus banget diubah mah kalau ini πŸ˜€ Saya beri target 3 bulan untuk program ini, mudah-mudahan berjalan lancar deh ya, aamiin.. *doain diri sendiri dulu qiqiiiii….

Intinya, nikmati dan ikuti aja, Bismillah. Saya percaya, ini jalan dan cara yang Allah beri untuk mencapai salah satu goal dalam hidup saya, sebelum beralih ke impian selanjutnya…

Teman-teman ada yang mau sharing juga? Bolehhh…. tulis aja di kolom komentar ya πŸ˜€

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Spread the love

6 thoughts on “Berat Badan Ideal, Pentingkah?”

  1. Saya malah ingin menurunkan berat badan hehe.. Intinya sih memang jangan malas gerak. Olahraga ga harus ke gym, bisa dimulai dari jalan kaki, menyiram taman, berjemur, donor darah, sampai mengangkat sendiri aqua galon dari warung terdekat ke rumah hehe.. Tapi memang pola makan juga harus diperbaiki. Nice info

  2. Yang infused water ini jadi perdebatan ya, kalau bagi saya penting banget nih BB ideal, selain sehat juga nyaman πŸ™‚

    Sayang cuman pengen aja, tapi masih susah konsisten hidup sehat πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.