Cetak Stiker Custom, Salah Satu Sarana Promosi Terbaik dan Hemat Biaya untuk Kelangsungan Bisnismu

Kamu pasti tahu bahwa perkembangan suatu bisnis tidak dapat dipisahkan dari yang namanya media promosi. Sekalipun promosi bisnis melalui media online menempati urutan teratas dan saat ini menjadi cara yang paling diminati, bukan berarti promosi secara offline tidak kamu butuhkan lagi. Bagaimanapun, promosi online dan offline harus saling mendukung, terutama jika kamu memiliki usaha sendiri, bukan hanya sekadar sebagai reseller atau dropshiper saja. Spanduk, banner, neon box dan stiker custom merupakan salah satu cara tepat agar konsumen mengenal dan selalu mengingat brand bisnis yang kamu miliki.

Stiker custom umumnya memiliki tampilan yang menarik dengan berbagai gaya dan desain yang memikat. Selain hemat dari segi biaya, promosi melalui stiker custom juga sangat fleksibel karena dapat ditempelkan pada berbagai media, seperti kendaraan, pintu, dinding, barang sehari-hari, dan sebagainya. Pencetakan dengan teknologi digital saat ini juga memungkinkan kamu membuat stiker dengan berbagai model dan desain yang menarik, tahan cuaca, berkualitas tinggi dengan daya rekat yang kuat, seperti yang ditawarkan oleh Buatstiker.com.

Beberapa variasi cetak stiker yang dapat kamu pilih di Buatstiker.com antara lain:

1.  Stiker Vinyl

Stiker berbahan dasar vinyl (image: Buatsiker.com)

Stiker vinyl merupakan jenis stiker yang permukaannya halus, mengilap dan memiliki kelebihan tahan air. Bahannya memiliki tekstur seperti plastik, sehingga banyak variasi yang dapat dicetak di atas bahan ini. Bukan hanya berukuran kecil saja lo, stiker vinyl ini ternyata juga dapat dicetak dengan ukuran besar untuk diaplikasikan pada media kaca, seperti di toko retail atau mall-mall besar yang pastinya sering kamu lihat.

2. Stiker Sandblast

Stiker sandblast yang dapat kamu pilih desainnya. Cantik, bukan? (image: Buatstiker.com)

Stiker Sandblast adalah jenis stiker yang kerap digunakan untuk melapisi kaca, seperti yang sering kita lihat di tempat ATM, ruang kantor, hotel maupun rumah sakit. Fungsi stiker ini untuk membatasi pandangan orang lain ke dalam atau luar ruangan dan menjaga privasi. Stiker sandblast memiliki tekstur khusus sehingga dapat memberikan efek buram jika dilihat.

3. Stiker Label

Stiker label yang sering kita lihat dalam keseharian (image: Buatstiker.com)

Tentunya kamu sudah tak asing lagi kan dengan stiker yang satu ini? Stiker label sering kita jumpai dalam keseharian. Daya rekatnya sangat bagus sehingga sering digunakan untuk keperluan label industri, makanan, ataupun minuman, baik label botol, label kotak makanan dan lainnya. Stiker label juga bisa banget kamu gunakan untuk keperluan promosi pilkada, nama merek produk, dan sejenisnya.

4. Stiker Transparan

Stiker transparan dengan latar belakang bening (image: Buatstiker.com)

Stiker transparan memiliki karakteristik bening dan transparan. Hasil cetak pada permukaan stiker ini terlihat bening karena tidak terdapat latar belakang berwarna putih seperti umumnya stiker lain. Stiker transparan sering dijumpai pada promosi display yang dipajang di toko atau tempat umum yang sedang memberikan diskon atau penawaran tertentu. Kelebihannya adalah, selain konsumen dapat membaca promosinya, stiker ini juga memungkinkan konsumen melihat ke dalam display yang sedang dipajang tanpa terganggu pandangannya dengan media stiker.

5. Stiker Dinding

Stiker dinding untuk memberi tema tertentu pada ruangan (image: Buatstiker.com)

Tak kalah dari stiker label, stiker dinding juga banyak dipilih sebagai media promosi. Stiker ini ditempel di dinding dan digunakan sebagai background suatu wahana atau ruangan, maupun dalam acara-acara bertema tertentu. Stiker ini dapat dicetak dalam berbagai macam ukuran, baik besar maupun kecil sesuai yang kamu butuhkan. Kamu dapat memilih satu di antara dua pilihan finishing laminasi, apakah suka yang glossy (mengilap), atau lebih suka yang doff (tanpa kilap).


Oya, Guys, selain menawarkan jasa pembuatan stiker custom bagi para pelanggannya, Buatstiker.com juga menerima pemesanan untuk media promosi lainnya, lo, seperti x-banner, roll banner, tripod banner, dan aneka media promosi lain yang berfungsi agar pelanggan semakin mengenal produk atau brand usaha kita.

Roll banner seperti ini simpel banget kan untuk promosi (image: Buatstiker.com)

Nah, sekarang sudah tahu kan ya, bahwa promosi secara offline juga sangat penting bagi perkembangan bisnismu. Sampai kapan pun, kita tetap akan membutuhkan yang namanya material promosi secara fisik, seperti stiker, banner, spanduk, dan teman-temannya. Solusinya, kamu dapat langsung menuju website Buatstiker.com dan hubungi segera layanan pelanggannya.

Selamat mengembangkan bisnismu dan kuyyyy…. majulah satu langkah ke depan!

Baca juga


Berat Badan Ideal, Pentingkah?

Apa pentingnya sih berat badan ideal? Ideal naik apa turun nih, maksudnya? 🙂

Di saat banyak orang, terutama kaum hawa sibuk menurunkan berat badan alias BB-nya, saya sangat bersyukur karena termasuk orang yang memiliki berat badan stabil sejak remaja hingga saat ini, remaja plus plus plus (+++) 😀 Semua pakaian masa remaja masih bisa saya pakai. Celana jeans belel masa kuliah pun masih tetap fit dikenakan. Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Tapi sayangnya, belakangan ini saya agak khawatir. Ternyata berat badan mulai turun lagi. Ya enggak ekstrem banget sih, cuma saya jadi khawatir kalau kecenderungan BB turun ini bisa jadi berkelanjutan kalau enggak segera dibenerin pola hidupnya. Terutama kalau dengerin komentar ibu setiap hari, “Duhhhh…. makanmu itu porsinya kurang, cuma sedikit. Ditambah porsinya yang bener biar kelihatan berisi dan segar badannya…”

Awalnya, seperti biasa, saya anggap biasa komentar itu karena sudah sering dikomentari setiap hari hehehehee…. Lagian porsi makan saya memang enggak bisa banyak karena kapasitas perutnya kecil. Tapi setelah teman-teman lain yang bertemu saya selalu tanya, “Kok tambah kecil, sih?…” Antara happy karena mereka pengen punya badan langsing seperti saya, tapi juga khawatir karena angka timbangan hampir enggak pernah naik, akhirnya saya mulai memerhatikan masalah ini. Eeeaaa… kenapa jadi dianggap masalah sih?

Nah, setelah ikut workshop ilmu pikiran ALT (Alpha Life Transformation) sekitar 2 bulan lalu, saya mulai menerapkannya untuk mencari solusi kenaikan berat badan ini. Setiap malam selalu saya tulis di buku dan perintahkan kepada pikiran kalau saya ingin menaikkan berat badan sekitar 5-6 kilogram lagi. Enggak pakai lama, bulan ini mendadak ada teman yang WA dan menawarkan free coaching untuk membantu terwujudnya apa yang menjadi keinginan dalam kehidupan saya. (makasih ya, Bunda Dayana )

Teman saya ini memiliki kenalan seorang psikolog yang sedang mengambil sertifikasi dan membutuhkan beberapa coachee (orang yang mau di-coaching/dibimbing) untuk melancarkan proses sertifikasinya. Saya oke aja dan bersedia menjadi coachee beliau. By the way busway, psikolog bernama mbak Nurhidayah alias mbak Nurdin ini masih muda, lo, dan orangnya juga lucu. Jadi hilang deh kesan bahwa sesi konsultasi dengan psikolog itu harus selalu serius 🙂

Awalnya saya bingung mau coaching tentang apa, secara sebelumnya sudah beberapa kali ikut kelas online berbayar tentang pengembangan diri, baik soal parenting, membuat target dan planning untuk masa depan, dll. Setelah saya timbang-timbang, akhirnya mantaplah minta di-coaching untuk menaikkan berat badan ke berat ideal.

Oya, untuk proses coaching sendiri sedikit berbeda dengan mentoring dan konsultasi. Kalau dalam mentoring dan konsultasi, pembimbing ikut terlibat memecahkan masalah. Sementara dalam proses coaching, kita sebagai coachee (orang yang dibimbing) dipersilahkan memilih sendiri cara apa saja yang akan digunakan dalam mencari solusi terbaik atas apa yang kita hadapi. Pembimbing dalam proses coaching hanya mengawasi apakah semua sudah berjalan sesuai rencana dan ada perbaikan atau tidak terhadap masalah yang kita alami.

Untuk program menaikkan berat badan ini, saya memunculkan 4 solusi yang nyaman menurut saya. Kenapa harus nyaman? Agar kita yang menjalani juga semangat dan tidak dalam keadaan terpaksa. Apa saja solusi yang saya ambil?

Infused water… segerrrr…
  1. Tetap olahraga teratur 3x seminggu
  2. Teruskan minum infused water
  3. Makan cukup, minimal 3x sehari (boleh lebih, tapi kurang jangan)
  4. Tidur maksimal jam 23.00 (:D duhh… ujian banget ini)

Mbak Nurdin bilang, lakukan pola yang saya buat di atas selama 30 hari dulu. Nanti dilihat lagi ada perkembangan atau tidak. Kalau tidak, berarti harus ada yang diubah. Oya, saya juga mulai sering searching di mbah Google apa saja yang harus saya makan agar kalori bisa bertambah, tapi tetap sesuai dengan usia, aktivitas dan tinggi badan.

Setiap hari saya harus melaporkan ke mbak Nurdin apakah 4 cara di atas berhasil saya lakukan dengan konsisten atau tidak kwkwkwk…. *alamakkk

Tolong doakan saya ya, pemirsa, secara saya adalah orang yang suka mengubah jadwal dan kadang mengikuti mood. Kelemahan yang harus banget diubah mah kalau ini 😀 Saya beri target 3 bulan untuk program ini, mudah-mudahan berjalan lancar deh ya, aamiin.. *doain diri sendiri dulu qiqiiiii….

Intinya, nikmati dan ikuti aja, Bismillah. Saya percaya, ini jalan dan cara yang Allah beri untuk mencapai salah satu goal dalam hidup saya, sebelum beralih ke impian selanjutnya…

Teman-teman ada yang mau sharing juga? Bolehhh…. tulis aja di kolom komentar ya 😀

#ODOP #EstrilookCommunity #Day8

Review Buku Hijrah Journey, Kala Cahaya Hijrah Menyapa

Buku Hijrah Journey, kerjasama antara IIDN, Indscript Writing dan penerbit Najmu Books

Entah sudah berapa lama saya bergabung dalam grup Facebook “Ibu-Ibu Doyan Nulis” alias IIDN. Mungkin sejak tahun 2016 kalau tidak salah. Atau 2015? Entahlah….

Yang pasti, saya hanyalah sebagai seorang silent reader saja di grup itu, tanpa pernah ada keberanian mengirimkan tulisan atau kisah apa pun. Padahal, banyak anggota grup lainnya yang tentunya lebih senior, sering membagikan karya mereka di situ.

Saya mulai bangun dari “tidur” yang lama, ketika kemudian ada informasi lowongan penulis artikel untuk sebuah platform online (UC News) yang diumumkan di grup Facebook IIDN. Merasa punya basic menulis naskah berita, akhirnya saya pun mendaftar, dimasukkan ke dalam grup WA khusus, kemudian akhirnya berlanjut menulis di platform UC News sejak November 2017.

Berawal dari situ, Allah mempertemukan dengan banyak jalan rezeki baru yang seolah menahan saya untuk tetap berada di jalur ini, enggak lagi menoleh ke mana-mana, hahhaaahaa…. Yup, passion lama yang terpendam sejak zaman SD mungkin, kemudian terasah saat kuliah di jurusan Komunikasi, akhirnya sekarang muncul lagi. Lebih tepatnya “dimunculkan” oleh Allah Swt. Masya Allah…. 🙂

Setelah menjadi penulis artikel di media online, Allah memberikan jalan yang lebih lebar lagi melalui ajakan seorang teman penulis di UC News untuk berkolaborasi membuat buku. Kami yang berjumlah sembilan orang kemudian memutuskan membuat komunitas kecil dengan nama GSM (Geng Salihah Menulis). Berawal dari beberapa kali melahirkan buku antologi bersama GSM inilah saya mulai berani mengirimkan tulisan ke grup IIDN yang saat itu sedang mencari naskah untuk penerbitan buku tentang kisah perjalanan hijrah.

Seingat saya, waktu itu di bulan Februari 2019 dan saya baru menulis naskah sekitar 2 jam sebelum deadline ditutup. Ada drama koneksi internet hilang pula karena hujan deras heheheee… Tapi qadarallah, tepat jam 21.00 saya pun berhasil mengirimkan email ke admin penerbit yang bekerjasama dengan IIDN. Setelah menunggu beberapa minggu, Alhamdulillah, tulisan saya termasuk dalam daftar naskah yang akan dibuat menjadi buku antologi tentang hijrah.

Sekitar bulan Mei, saat bulan Ramadan, buku berjudul Hijrah Journey ini mulai memasuki masa PO (pre order) cetakan pertamanya. Seperti 3 buku sebelumnya yang juga terbit lewat penerbit indie, saya sebagai penulis memang harus mau mempromosikan buku sendiri agar pembaca tahu bahwa ada buku bagus yang harus mereka baca *eeeaaa….

Alhamdulillah, sambutan cukup baik banyak didapat dari teman-teman di dunia maya. Beberapa pembeli dari luar Jawa, seperti Palembang dan Lombok ikut memesan buku ini, termasuk juga teman-teman yang ada di Yogya dan Jawa Tengah. Pengiriman buku dari penerbit Najmu Books di Bandung pun sangat fast respon dan diterima tepat waktu oleh para pembeli.

Kamu pasti kepo kan, apa sih isi buku Hijrah Journey ini? Kenapa pembeli dari luar Jawa sampai memesan bukunya, padahal ongkos kirimnya kan lumayan, tuh 🙂

Cover Hijrah Journey

Sumber: Facebook.com/LaleSriMulya

Pertama kali lihat desain cover-nya, woww… saya dan 25 penulis lain dalam buku ini langsung jatuh cinta. Sosok wanita berhijab yang terkesan sedang merenung dalam jingganya temaram senja. Fix, kami semua mengakui betapa syahdunya cover buku berwarna cokelat ini, cocok dengan temanya.

Isi Hijrah Journey

Buku inspirasi ini memiliki tebal 183 halaman. Ada 26 kisah nyata tentang hijrah yang ditulis oleh 26 orang perempuan yang tergabung dalam Komunitas IIDN. Berbagai macam gaya cerita dan kepenulisan sesuai ciri khas masing-masing penulisnya dapat kamu baca dalam buku ini. Betapa momentum hijrah adalah goresan sejarah yang tidak akan pernah terlupa dalam perjalanan hidup kita. Bila cahaya hidayah menyapa, seseorang seolah terlahir kembali dari rahim ibundanya.

Benarkah Allah itu ada? Benarkah Tuhan yang layak disembah dan satu-satunya itu Allah?

Pikiranku melayang jauh dengan banyak sekali pertanyaan yang berputar di kepala. Entah siapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu hingga mampu memuaskan akalku…

Aku pernah bertanya pada mereka yang aku anggap lebih layak menjawab ini. Lalu apa jawabnya?

“Keyakinan itu untuk diyakini, bukan untuk dipertanyakan…..”

(Lelly Fitriana, “Perjalanan Mencari Kebenaran”)

Bahasa yang mengalir, lembut, dan sesekali cukup menghunjam kesadaran diri, membuat siapa pun yang membaca berbagai kisah hijrah dalam buku ini menjadi merenung dan introspeksi diri kembali apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya di dunia ini.

Testimoni dari seorang pembaca di Palembang, mbak SE. Winarni
Testimoni dari pembaca di Lombok

Testimoni dari beberapa pembaca yang membeli buku Hijrah Journey juga sangat melegakan, membuat saya khususnya, semakin termotivasi untuk terus menuliskan kisah-kisah inspirasi yang menggugah motivasi.

Cetakan Kedua Hijrah Journey

Cover belakang Hijrah Journey

Setelah sukses dengan banyaknya pesanan buku ini pada cetakan pertama di bulan Juni lalu, bulan September ini pihak IIDN dan Najmu Books kembali membuka sesi PO cetakan kedua, mulai tanggal 4 sampai 25 September 2019. Alhamdulillah, sudah ada beberapa sahabat yang memesan pada cetakan kedua ini.

Kalau kamu juga ingin memesan buku Hijrah Journey ini, ada promo diskon lo dari harga normal Rp75.000,- menjadi HANYA Rp60.000,- selama PO berlangsung. Harganya memang tak seberapa, tapi insya Allah banyak kisah dalam buku ini yang akan menggugah kegersangan jiwa kita. Silakan hubungi saya jika ingin melakukan pemesanan bukunya, ya!

Semoga Allah memberkahi dan menuntun kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya. Karena istiqomah itu butuh pengingat, dan buku ini dapat menjadi salah satu reminder-nya… Insya Allah…

Baca juga


#ODOP #EstrilookCommunity #Day7

Kulit Wajah Tampak Lebih Kencang dengan Masker Murah Meriah Ini. Recommended, lo!

 

Bertambahnya usia adalah satu hal yang tak dapat ditolak setiap manusia. Terutama bagi wanita, biasanya pertambahan usia setiap tahunnya melahirkan sedikit kekhawatiran, khususnya yang berhubungan dengan kondisi kulit wajah mereka.

Tak heran jika saat ini banyak wanita yang sudah semakin akrab dengan perawatan di aneka klinik kecantikan, bahkan sejak mereka masih berusia belia 🙂 Terkadang kalau saya amati, wajah remaja sekarang tampak lebih dewasa daripada generasi sebelumnya, meski rentang usia mereka dan saya mungkin cukup jauh jaraknya. Maappp, maappp…. bukannya bermaksud memuji generasi zaman old ya, adek-adekku yang cantik salihah 😀

Ini bukan sesuatu yang aneh sih, sebenarnya. Remaja sekarang cenderung mengenal dunia kecantikan dan makeup di usia yang masih belia. Jangan heran jika memasuki usia 20-an mereka mulai suka mengubah alis, mengutak-atik bulu mata, memermak kulit wajah dengan aneka perawatan instan, sehingga wajah natural dan polosnya menjadi hilang seketika. Padahal yakin aja, ketika kelak mereka sudah dewasa dan tak bisa dikatakan muda lagi, pasti ada keinginan untuk kembali kepada tampilan wajah asli yang imut, innocent , belum dipermak dan tampak muda berseri *eeaaaa

Lalu, bagaimana untuk kita yang sudah terlanjur melewati masa remaja dan saat ini mulai sering diikuti oleh si garis halus yang kerap muncul di kulit wajah? Harus merasa panikkah? heheheee….. Saya yakin, banyak wanita seumuran yang pasti tambah rajin pergi ke klinik kecantikan dan berkonsultasi dengan dokter langganannya. Manusiawi, kok! Namanya juga usaha, ya… Umur mungkin tak dapat dilawan, tapi bukankah kerutan dapat dicegah sedini mungkin?

Tapi sebenarnya, untuk menjadi tetap cantik dan awet muda tak harus selalu mengeluarkan biaya berlebih, lo! Kalau kita mau kembali kepada apa yang dilakukan oleh ibu, nenek, nenek buyut, dan para sesepuh di zaman old yang rajin merawat kecantikannya dengan aneka bahan alami dari alam, rasanya kekhawatiran itu tak perlu ada lagi.

Saya sendiri sebenarnya termasuk yang sedang-sedang aja melakukan perawatan wajah di rumah. Kalau lagi mood aja baru maskeran. Kalau lagi males, bisa berbulan-bulan tuh dicuekin wajahnya  😀 Tapi memang, ada dua hal yang rutin saya lakukan setiap hari sejak remaja dulu, yaitu membersihkan wajah 2x sehari (pagi dan malam hari sebelum tidur) dan memberi pelembab pada wajah. Ini rutin saya lakukan, karena sejak bayi kulit wajah dan tubuh sangat sensitif dan cenderung alergian. Ribet deh pokoknya kalau ingat zaman dulu, harus sering ke dokter kulit karena kulit wajah sering merah, gatal dan bermasalah akibat salah makanan, kondisi air, dan masalah cuaca.

Nah, beberapa waktu terakhir saya seperti dingatkan tentang masker putih telur untuk mengencangkan kulit wajah.

Berawal karena sering mengonsumsi air jeruk nipis hangat dan madu setiap pagi, saya pernah membaca manfaat jeruk nipis atau jeruk lemon untuk mencerahkan wajah dan sebagai anti bakteri, terutama untuk kamu yang punya masalah dengan jerawat. Kalau untuk madu tak perlu ditanya ya khasiatnya. Hampir seluruh bagian tubuh kita bisa dirawat dengan madu, mulai rambut, wajah, kulit tubuh, sampai bibir kering pun bisa menjadi lembab. Mulailah akhirnya saya mencampur 3 bahan tadi, yaitu jeruk nipis, madu dan putih telur sebagai masker wajah yang murah meriah.

Kamu sudah pernah coba? Kalau belum, segera coba, ya! 😀 Kulit wajah dijamin terasa lebih kencang, halussss dan lembut bak es krim hehehee…

Sayangnya, saya belum terlalu rutin juga melakukannya. Padahal, sebaiknya masker wajah dilakukan 2x seminggu agar kotoran yang melekat sampai ke dasar kulit dapat terangkat. Atau kalau pun tak sempat, seminggu sekali rasanya sudah cukup, asal rutin kita lakukan.

Manfaat Masker Putih Telur

Image: Pixabay.com

Dilansir dari laman Cosmopolitan.co.id (22/11/2018), ternyata masker putih telur sangat banyak manfaatnya. Selain membuat kulit wajahmu menjadi lebih kencang, masker ini juga memiliki banyak kegunaan, antara lain:

  • Mengecilkan pori-pori wajah
  • Mencegah timbulnya jerawat
  • Mengurangi kadar minyak berlebih
  • Mengurangi komedo
  • Mencegah munculnya garis halus pada wajah
  • Mencegah kerutan di area mata (dengan cara mencampurkan putih telur dengan bubuk kopi yang mengandung kafein)

Wahh….. tahu manfaatnya banyak begini harus lebih rajin lagi, nih, maskerannya, ya..  qiqiqiiii

Manfaat Masker Madu

Image: Pixabay.com

Manfaat madu sudah bukan rahasia lagi dong, ya. Khususnya untuk kesehatan kulit, madu mengandung zat antimikroba, antioksidan, antiseptik dan membawa efek menenangkan. Antioksidan yang terkandung di dalam madu ini berfungsi melawan radikal bebas yang menyebabkan munculnya masalah penuaan dini, kulit kusam, bahkan dapat meningkat menjadi pemicu terjadinya kanker. Seremm…. 🙁

Oya, apabila kamu memiliki kondisi kulit berjerawat, masker madu ini juga sangat recommended, lo, karena fungsi antibakterinya (antimikroba).

Manfaat Jeruk Nipis

Buah yang satu ini sangat mudah didapat dan harganya juga murah. Biasanya saya rutin mengonsumsi jeruk nipis setiap pagi untuk diminum saat perut kosong bersama air hangat. Ternyata bukan hanya bermanfaat bagi tubuh, jeruk nipis juga sangat baik digunakan sebagai masker pada wajah. Kamu bisa menggunakannya secara langsung dengan mengoleskannya pada kulit wajah, atau mencampurnya dengan berbagai bahan sesuai hasil yang diinginkan untuk kulit.

Terus, manfaatnya bagi wajah apa aja sih?

  • Jeruk nipis mengandung zat AHA (asam alfa-hidroksi) untuk membuka pori-pori kulit yang tersumbat
  • Terdapat kandungan antioksidan, antibakteri dan sebagai eksfolian (pengelupas kulit)
  • Mengandung banyak vitamin dan mineral, terutama tinggi dalam kadar vitamin C dan flavonoid yang bisa memperkuat kolagen (zat yang membantu dalam pengencangan kulit wajah)

Nah… masih mau males-malesan pakai masker campuran dari ketiga bahan ini? Duhh…. kalau saya sih bakal tambah rajin maskeran setelah nulis ini.

Etapi, gimana cara buat maskernya, sih?

Cara Membuat Masker Putih Telur, Madu dan Jeruk Nipis

Cara membuatnya sangat sederhana, kok….

  1. Kamu tinggal ambil putih telur dari 1 butir telur, lalu kocok sampai berbuih
  2. Tambahkan perasan air jeruk nipis (air jeruk lemon juga boleh) dan sedikit madu
  3.  Aduk semua bahan hingga tercampur menjadi satu
  4.  Oleskan merata pada kulit wajah. Hindari area sensitif seperti area bawah mata dan sekitar mulut
  5.  Tunggu hingga 30 menit atau sampai masker mengeras, lalu bilas dengan air dingin
  6.  Tarraaa…. kulitmu langsung terasa kencang dan lembutttttt

Udahan yaa, cuss langsung praktikin aja yuk masker PTMJ yang murah meriah ini. Hahh? PTMJ?? Iyaa… putih telur, madu dan jeruk nipis…. 😉

#ODOP #EstrilookCommunity #Day6

9 Cara Me Time Mudah Ala Saya

Image: Unsplash.com

Tak banyak dari kita yang menyadari, betapa pentingnya waktu untuk menyendiri dan sekali-sekali terbebas dari rutinitas sehari-hari. Bukan hanya aktivitas menjemput rezeki saja, tapi sederet kegiatan lain yang kerap kita lakukan bersama keluarga atau sahabat dengan alasan “pekerjaan”, ada kalanya perlu rehat sejenak dan digantikan dengan aktivitas menyenangkan untuk membahagiakan diri sendiri.

Pasti banyak yang enggak sadar ‘kan bahwa me time merupakan momen terbaik untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran kita memenuhi haknya bersenang-senang dan beristirahat sejenak.

Kalau kamu rajin memerhatikan, sebenarnya ada, lo, sinyal dari tubuh pada saat dia minta istirahat dulu dari lelahnya aktivitas yang setiap hari kita bebankan kepadanya. Hanya saja, kita sering menunda-nunda memenuhinya, termasuk saya salah satunya. Padahal, me time enggak selalu membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Apa saja deretan kegiatan me time yang biasanya saya pilih demi membahagiakan tubuh dan pikiran ini?

1. Tidur Lebih Lama dari Biasanya

Tidur mungkin menjadi kebutuhan biasa yang memang harus kita lakukan untuk mengistirahatkan diri. Tapi pada saat-saat tertentu kala tubuh sudah benar-benar lelah, tidur dengan waktu yang lebih lama dari biasanya dapat menjadi salah satu pilihan terbaik. Tapi kalau kamu sudah memiliki keluarga dan tanggung jawab yang harus dijalankan di rumah, jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu kepada orang serumah bahwa kamu butuh istirahat lebih lama dari biasanya. Minta tolonglah kepada mereka untuk tidak mengganggu sementara waktu agar tidur kita dapat lebih maksimal dan bisa bangun dalam keadaan yang lebih segar.

2. Matikan Handphone

Ini kerap saya lakukan apabila sudah terlalu lelah melihat layar HP dan di pikiran sedang menumpuk banyak PR internal yang harus diselesaikan heheeee….. Menenangkan diri itu penting, dan salah satu caranya adalah dengan menghindari aneka panggilan telepon dan chat yang terkadang menambah tumpukan file baru di pikiran.

3. Menyantap Makanan atau Minuman Favorit

Enggak perlu mahal, makan es krim saja sungguh sudah bisa membuat hati saya merasa lumer dan bahagia *eeaaaa 😀 Hilangkan deh pikiran “Duhhh…. kayak anak kecil aja, sih!” Justru saat me time itulah kita dapat kembali menjadi diri kita apa adanya seperti masa kecil dulu, tanpa harus berubah menjadi sosok yang baru karena ada beban pikiran terhadap profesi atau pekerjaan.

4. Bermain Game atau Kuis Kepribadian

Qiqiqiiii….. jangan diketawain, ya! Tapi ini bisa jadi me time yang murah meriah untuk saya. Dengan bermain game atau kuis sejenak, ada rasa seru, bahagia, deg-degan dan rasa lainnya yang sangat membantu mengurangi perasaan was-was, sehingga pikiran menjadi lebih rileks.

5. Mengaji dan Introspeksi Diri

Kalau beban dan isi kepala sudah terlalu banyak, mengaji dan mentadaburi arti/tafsir yang terkandung di dalam setiap ayat Alquran merupakan cara me time yang sangat baik dan tentunya dianjurkan. Hati menjadi lebih tenang, dan kalau pun saat itu sedang gusar, Allah pasti akan mengirimkan keikhlasan dan ketenangan sesudahnya.

6. Pijat

Memanggil mbak tukang pijat tuna netra ke rumah juga menjadi cara me time paling mudah untuk saya. Jika tubuh sedang lelah, kamu pasti memerlukan tukang servis untuk mereparasi badanmu agar fungsinya dapat kembali seperti semula. Ibarat kendaran, anggota tubuh juga membutuhkan servis dan perbaikan berkala, bukan? 🙂

7. Browsing

Berselancar membuka mbah Google (bukan membuka media sosial, ya, karena justru bikin tambah pusing) untuk sekadar mencari tahu informasi yang saya inginkan, baik tentang kehidupan artis, informasi travelling, kesehatan, makanan, dan aneka informasi ringan lainnya bisa juga menjadi alternatif me time paling mudah. Tapi sebaiknya dibatasi durasinya, karena paparan radiasi yang terlalu lama mengenai kepala dan mata berisiko membuat tubuh kembali lelah.

8. Olahraga

Ini me time yang mengasyikkan, karena sehatnya dapat, refreshing-nya juga dapat. Kamu bisa memilih olahraga yang sesuai dengan minatmu. Yoga, berenang, jogging, senam, fitness, dan masih banyak lagi sederet olahraga lain yang dapat kamu pilih. Kalau saya sukanya jalan kaki dan bersepeda. Sayang, sepedanya masih di toko, belum dibawa pulang kwkwkwk…. Jadi untuk saat ini, berolahraga jalan kaki, terutama melalui hamparan sawah, menjadi sarana me time yang sangat menyenangkan untuk saya.

9. Jalan-Jalan

Kalau ini mah saya enggak pernah nolak hehehee…. Ke pantai atau gunung, hayoo aja, suka semuanya. Zaman masih muda dulu *ketauan deh sekarang sudah tua, jalan-jalan ke luar kota menggunakan sepeda motor melewati hamparan sawah dan pedesaan merupakan salah satu cara me time saya. Apalagi kalau melewati hamparan sawah dan jalanannya sepi, di situlah serasa dunia milik sendiri, yang lainnya anggap aja ngontrak 😀

Itu dia 9 cara me time mudah ala saya yang mungkin juga teman-teman lakukan, meski tidak sama persis semuanya.

Atau mungkin kamu punya cara me time lainnya yang lebih unik dari 9 hal di atas? Boleh banget kalau mau berbagi di kolom komentar, ya 🙂

Baca juga

#ODOP #EstrilookCommunity #Day5

Pentingnya Personal Branding untuk Kamu yang Bekerja di Ranah Online

Image: Unsplash.com

Di tulisan kali ini saya ingin mengakui dengan sejujurnya bahwa sebenarnya saya ini dulunya adalah seorang perempuan yang gaptek dan enggak paham kalau sudah berurusan dengan media sosial 🙂

Lo… memangnya ada apa sih kok mendadak bikin pengakuan jujur begini? kwkwk…

Iya, saya pengennya siapa aja perempuan yang hari ini masih mengaku gaptek, semakin menyadari bahwa kegaptekan itu ternyata bisa dipelajari, sama seperti ketidakbisaan lainnya 😀

Sejak tahun 2013, ketika saya memberanikan diri untuk menekuni bisnis penjualan langsung (direct selling) salah satu produk kosmetika dan perawatan tubuh alami dari Swedia, banyakkkk sekali ilmu yang saya pelajari dari bisnis itu. Yang utama dan hingga kini masih saya gunakan adalah tentang pentingnya personal branding di media sosial.

Yup! Bisnis yang saya jalankan waktu itu 80% kerjanya adalah online. Kerja dari rumah, training-training pun dari rumah. Ini suatu kemudahan untuk para perempuan dan ibu rumah tangga yang tidak bisa terlalu sering meninggalkan rumah karena masih memiliki tanggungan, punya anak bayi atau balita, dan sederet kesibukan lainnya.

Waktu itu modal saya cuma HP. Itu pun belum punya smartphone canggih layar sentuh macam sekarang. Zamannya BBM masih ngehits, tapi sayangnya, saya pun tak punya Blackberry. Tapi itu sama sekali bukan halangan kalau kita punya alasan dan tujuan jelas kenapa dan demi apa kita harus mengerjakan sesuatu. Ye kan?

Laptop pun waktu itu saya enggak punya. Komputer ada, tapi sudah rusak, dan teknisinya sudah nyerah memperbaiki. Katanya, mending beli baru aja, mbak… *wah bikin nangis ini, hikssss

Terus, saya nyerah dan mundurkah? Alhamdulillah, enggak! Gini-gini, meski dari luar terlihat kalem alias kalempit-lempit, saya orangnya ternyata keras kepala, lo. Be careful ya, hati-hati kalau ketemu… hahhaa…

Dulu, saya rajin sekali ke warnet, lo. Hampir setiap pagi setelah anak berangkat sekolah, saya usahakan untuk ke warnet, meskipun hanya sebentar. Mengulang aneka training online yang sudah diberikan, kemudian mempraktikkannya langsung melalui komputer yang ada di warnet. Salah satu training yang saya praktikkan di warnet adalah cara membuat blog.

Tahukah kamu, blog ini adalah blog pertama yang saya buat di warnet selama 6 jam lamanya. Apaaa??!! 6 jam? Hehehee… Niat amat, ya! Sampai keringetan waktu itu karena merasa gagal paham utak-atik sendiri 😀

Makanya saya sungguh tak menyangka, blog ini masih bertahan hingga sekarang dan justru semakin bervariasi isinya. Bahkan di bulan Desember 2018 lalu, saya memberanikan diri membeli hosting dan domain dengan nama sendiri, Hastinpratiwi.com. Ternyata saya yang gaptek ini bisa ngerti juga sedikit demi sedikit dengan urusan yang beginian, yang awalnya enggak terpikir sama sekali.

Sampai sekarang, setiap hati sedang malas atau lelah mengerjakan sesuatu, saya selalu mencoba mengingat masa-masa tak mudah itu. Saat harus bolak-balik ke warnet hanya demi upload foto di media sosial, demi sebuah branding bisnis yang saya jalankan. Itu semua saya jalankan dengan rida, karena punya tujuan yang jelas untuk apa saya menjalankannya.

Nah, kalau sekarang tinggal pencet smartphone di teras, atau tinggal buka lappy sambil selonjoran, alangkah malunya saya ketika masih harus mengeluh. Allah sudah memberikan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Yah, sekali-sekali lelah dan bosan itu wajar, tak apa. Tapi tak perlulah mengeluh. Syukuri saja… Senyumin aja… Masih banyak orang yang lebih prihatin hidupnya daripada kita.

Ini sebetulnya saya mau nulis apa sih? 😀
Topik utamanya tadi sebenarnya tentang personal branding kan, ya? Tapi kenapa jadi ngalor ngidul enggak karuan, sih. Buruan simak lanjutannya kalau gitu, yuk!

Personal Branding

Image: Unsplash.com

Hampir semua teman-teman yang saya kenal saat ini menjalankan bisnis online. Mereka punya produk untuk dipasarkan secara online. Jualan baju, tas, produk kecantikan, makanan, kerajinan, ataupun yang bergerak di bidang jasa semacam saya, penulis, influencer/buzzer, motivator, pembuat iklan, illustrator, dan masih banyak lagi. Kita semua memerlukan yang namanya personal branding, yaitu nilai-nilai seperti apa yang ingin kita tampilkan kepada para netizen di dunia maya.

Sepenting itukah? Iyess… begitulah….

Mau enggak mau, suka enggak suka, kalau kamu punya target untuk mencapai hasil tertentu dalam pekerjaan yang kamu jalankan, netizen di dunia maya adalah pangsa pasarmu. Karena mereka adalah pangsa pasarmu, penting untuk memperkenalkan diri kepada mereka “Who are you?” Siapa kamu, dan seperti apa kamu ingin dikenal oleh mereka?

Tukul Arwana, Syahrini, Deddy Corbuzier dan Master Limbad adalah sederet nama artis yang sukses dengan personal branding mereka. Syahrini belum tentu bakal populer seperti sekarang kalau gaya bicaranya enggak dibuat menjadi “manjah syantik” seperti saat ini. Master Limbad pun mungkin sama saja seperti yang lain kalau ciri khasnya diam seribu bahasa tidak ia pertahankan dulu di awal karirnya. Jadi, ada satu nilai penting yang harus kita perhatikan dalam menerapkan personal branding di media sosial, yaitu nilai konsisten. 

Apa Saja yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Personal Branding?

1. Perhatikan media sosialmu

Media sosial adalah jendela terdepan para netizen melihat keseluruhan dirimu. Kalau kamu sudah memutuskan menggunakan media sosial baik Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, dll sebagai sarana bisnismu atau media untuk mem-branding diri, mulailah dengan memperbaiki terlebih dahulu bagian nama dan biodata.

Tulis nama asli dan profesi atau bidang usaha yang kamu tekuni dengan jelas di bagian biodata ini. Jangan lupa, gunakan kalimat yang baik dan menggambarkan dirimu secara jujur, namun tetap profesional.

Mau dong dikasih contoh.. *kata netizen, hihiiii… Beklah

Contoh: Di bagian biodata media sosial Facebook, kamu bisa menulis info data diri seperti ini,

“Owner di Renata Boutique Muslimah. Seorang ibu rumah tangga yang suka belajar dan ingin selalu menginspirasi melalui desain pakaian muslim yang simpel, namun elegan..”

Informasinya cukup singkat, kan? Tapi insya Allah dari info itu netizen sudah paham tentang diri kita.

Setelah itu lanjutkan dengan sering membuat status yang positif dan bermanfaat bagi pembaca, sesuai dengan minatmu. Sesekali posting jualan atau bisnismu tak apa, tapi jangan terus-terusan agar netizen enggak bosan. Selingi dengan postingan lainnya. Kalau saya sendiri lebih suka posting tentang tulisan motivasi dan inspirasi, yang sebenarnya juga menjadi pengingat untuk diri sendiri.

2. Kenali karakteristik setiap media sosial

Yang tidak kalah penting kita pelajari adalah tentang karakteristik masing-masing media sosial. Instagram misalnya, cenderung lebih fokus kepada gambar atau video. Caption yang terlalu panjang seperti di Facebook tak terlalu dibutuhkan. Yang dibutuhkan di Instagram adalah tagar sesuai isi atau pesan yang ingin kamu sampaikan dalam setiap postinganmu.

Berbeda lagi dengan Twitter, yang lebih fokus kepada tulisan-tulisan pendek, sekadar menyampaikan sekilas informasi atau curhatan singkat dari pemiliknya. Meskipun, saat ini banyak juga yang menuliskan kisah bersambungnya di Twitter dan menjadi viral, serta dibukukan. Hal ini wajar, karena pengguna Twitter memang didominasi oleh para netizen milenial.

3. Kembangkan networking melalui media sosial

Dunia maya memang memungkinkan siapa pun dan di mana pun mereka berada untuk bersosialisasi dan terhubung tanpa ada batasan jarak dan waktu. Kamu bisa menggunakan momen ini sebagai sarana mengembangkan bisnismu.

Salah satu kuncinya adalah rajin berinteraksi dengan teman-teman di media sosial. Rajin memberi komentar dan nge-like postingan mereka dapat menjadi salah satu cara mengembangkan jaringan di media sosial. Yah, kadang memang lelah sih, tapi ini penting jika kamu ingin mendapatkan interaksi yang sama dari para netizen.

Bergabung dengan banyak komunitas yang sesuai dengan minat kita juga dapat menjadi solusi terbaik mengembangkan relasi ini. Jika kamu tak memiliki cukup waktu untuk stalking status teman di media sosial, saat ini banyak program untuk saling like dan saling komen untuk meningkatkan engagement rate (nilai interaksi antara kita dengan netizen).

Biasanya grup-grup seperti ini banyak di Instagram, termasuk juga komunitas untuk menambah follower. Penambahan jumlah follower ini diperlukan untuk mencari tawaran pekerjaan di beberapa profesi, misalnya jika kamu adalah seorang blogger dan buzzer/influencer, di mana pihak klien membutuhkan interaksi yang banyak antara kita dengan netizen agar produk yang mereka promosikan melalui kita banyak dilihat oleh konsumen.

Bekerja di dunia online itu sepintas memang seperti pengangguran ya? 😀 Terkesan tak ada kerjaan karena bekerjanya nyaris tidak kelihatan. Tapi sebenarnya banyak sekali yang harus kita pelajari dari dunia internet marketing ini. Apalagi yang namanya dunia maya cepat sekali berubah dan mengalami perkembangan. Nah, tinggal kitanya aja nih, sanggup beradaptasi enggak?

Hanya kamu sendirilah yang tahu mana yang terbaik untuk dirimu….

Kuyyy, tetap semangkaaaa!!! 😉

#ODOP #EstrilookCommunity #Day4

Review si Mungil British Propolis, Lebih dari Sekadar Propolis Biasa

Image: Beepropolis.web.id

Siapa yang tidak kenal dengan hewan kecil imut bernama lebah? Sepintas, lebah terkesan menakutkan karena sengatannya terasa begitu panas dan menyakitkan. Saya baru satu kali tersengat lebah, dan itu pun rasanya sudah cukup, enggak mau deh nambah lagi.

Tapi di balik sengatannya yang menyakitkan, ternyata begitu besar manfaat hewan kecil ini bagi manusia. Allah Swt bahkan mengkhususkan pembahasan tentang ini di dalam Surat An Nahl yang juga berarti “lebah”.

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan…” (QS. An Nahl:69)

By the way busway, sebagian dari kita mungkin mengira kalau lebah hanya menghasilkan madu sebagai obat herbal alami yang bermanfaat. Padahal, ada lo bahan alam berkhasiat lainnya yang juga dihasilkan oleh lebah, yaitu royal jelly, bee pollen dan propolis. Sudah pernah dengar kan? Yuk, kita bahas sedikit satu demi satu, ya…

Royal Jelly

Dulu saya pernah mengonsumsi royal jelly ini. Bentuknya berupa cairan, tapi agak padat, seperti jelly atau krim. Royal jelly merupakan hasil sekresi dari bahan baku madu dan bee pollen (serbuk sari bunga yang diambil oleh lebah pekerja). Royal jelly ini digunakan sebagai bahan makanan khusus bagi larva calon ratu lebah. Fungsi royal jelly yang terdiri atas karbohidrat, protein dan beberapa macam mineral adalah membantu proses perbaikan jaringan tubuh dan bagus banget untuk fungsi reproduksi.

Bee Pollen

Kalau bee pollen ini sepertinya saya belum pernah konsumsi, deh. Atau sudah ya? Lupakkk euyy… 😀 Pollen ini merupakan serbuk sari dari bunga. Serbuk ini diambil oleh lebah pekerja dan disimpan pada kaki lebah (pollen basket). Pollen sering digunakan lebah sebagai sumber protein. Manfaatnya juga sangat banyak, antara lain untuk antioksidan, anti bakteri, anti virus, mengurangi tekanan stres, kelelahan fisik dan meningkatkan vitalitas tubuh.

Propolis

Nah, kalau propolis ini beda banget rasanya dengan royal jelly. Seingat saya, royal jelly rasanya ada manisnya, sementara propolis cenderung pahit. Teksturnya agak kental dan berwarna hitam pekat. Ternyata oh ternyata, propolis ini berasal dari getah kulit pohon yang bercampur dengan air liur lebah. Pantesss aja rasanya pahit dan agak sepat.

Berdasar informasi dari mbah Google, propolis digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah. Fungsinya untuk menjaga agar sarang lebah senantiasa steril dan terbebas dari serangan virus dan aneka bakteri. Waww…. Masya Allah, keren ya!

Jadi rasanya enggak perlu heran, ya, kalau manfaat propolis ini juga luar biasa bagi tubuh manusia. Meningkatkan sistem imun, sebagai antioksidan dan sekaligus pembersih tubuh dari aneka penyakit adalah fungsi propolis yang banyak dirasakan oleh mereka yang pernah mengonsumsinya.

Beberapa bulan yang lalu Allah memberi kesempatan saya bertemu dengan teman semasa SMA yang sekarang berdomisili di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Teman saya ini bernama Husniyati. Zaman SMA di Yogya, beliau ini selalu menjadi bintang kelas. Sampai saat kami bertemu beberapa bulan lalu di rumah orang tuanya di Yogyakarta, tak ada yang berubah. Dia tetap sederhana, rendah hati dan apa adanya. Padahal mungkin kalau dia mau sombong di depan saya sih bisa aja ya, hehehee… Maklumm, beliau adalah seorang pengusaha, dokter hewan, sekaligus PNS di Sulawesi Tenggara. Pendidikan S2-nya didapatkan melalui beasiswa pula karena kecerdasannya, Masya Allah. Tapi ya gitu deh, enggak ada yang berubah pada dirinya. Ciri khasnya masih tetap seperti dulu, selalu bersemangat dan berapi-api kalau bicara 🙂

British Propolis

Dokter hewan Husniyati (kiri) bersama Ippho Santosa (image: Facebook.com/HusniYutakana)

Meskipun seorang PNS, ternyata dokter Husni lebih menyukai aktivitasnya sebagai seorang pengusaha di bidang kesehatan, yaitu sebagai distributor British Propolis. Ada yang pernah dengar?

British Propolis ini sudah lama saya ketahui karena merupakan produk yang didistribusikan langsung dari negara asalnya, Inggris, oleh Ippho Santosa, salah satu motivator nasional yang pernah saya baca bukunya dan ikuti seminarnya.

Waktu bertemu dengan Husni, saya diberi satu botol British Propolis berukuran 6 ml. Kecil memang, tapi satu botol itu bisa untuk sekitar 110 kali tetes. Cukup hemat, bukan?

Botolnya terbuat dari bahan kaca, berwarna coklat gelap, lengkap dengan pipet tetesnya. Cairan propolis di dalamnya agak kental, berwarna kehitaman. Botol kaca ini masih dibungkus lagi dengan kotak kardus kecil berwarna merah, menggambarkan bendera negara Inggris.

Lalu, cara minumnya bagaimana?

Cukup teteskan dalam segelas air hangat, lalu diaduk menggunakan sendok (hindari sendok logam ya, gunakan sendok plastik atau yang lainnya, asalkan bukan berbahan logam). Setiap 10 kilogram berat badan cukup 1 tetes saja. Jadi, misalnya berat badan kita 40 kilogram, cukup konsumsi 4 tetes dalam segelas air hangat.

Apa sih Manfaat dan Kelebihannya?

British Propolis adalah propolis yang dihasilkan oleh lebah yang hidup di Inggris. Berbeda dengan propolis merek lain, British Propolis dihasilkan oleh lebah Inggris yang hidup dalam kondisi alam yang cukup ekstrem. Saat musim dingin mencapai suhu minus 10 dan saat kondisi panas mencapai 30 derajat, sehingga lebah Inggris sangat kuat dalam beradaptasi dengan alam.

Tahukah kamu? Untuk menghasilkan 1 botol kecil berukuran 6 ml saja diperlukan sekitar 6000 lebah yang bekerja dalam 1 tahun. Selain itu, kandungan bioflavonoid dalam British Propolis ini 3x lebih kuat daripada propolis biasa, sehingga dikategorikan sebagai propolis premium.

Lalu, senyawa flavonoid yang terkandung dalam British Propolis itu apa sih? Kenapa begitu penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita? Hemmm… ternyata manfaatnya banyak, euyy, saya juga baru tahu 🙂

Manfaat Senyawa Flavonoid

  1. Mencegah penuaan dini
  2. Sebagai antioksidan, anti virus dan anti bakteri
  3. Mencegah aneka penyakit mematikan (jantung, stroke, tumor, dll)
  4. Mencegah berbagai penyakit alergi
  5. Melawan radikal bebas dan aneka racun dalam tubuh, dan masih banyak lagi.

Kalau senyawa flavonoid di dalam British Propolis saja sudah sedemikian banyak manfaatnya, apalagi manfaat British Propolis sendiri sudah tidak diragukan lagi khasiatnya.

Testimoni Saya

Biasanya manfaat British Propolis di tubuh kita sudah langsung terasa kurang dari 21 hari setelah pemakaian. Saya sendiri karena ingin menaikkan berat badan, dianjurkan untuk mengonsumsinya setelah makan.

Apa yang saya rasakan saat pertama kali mengonsumsinya? Alhamdulillah, perut yang terasa kembung karena masuk angin, langsung lega beberapa menit setelah minum tetesan British Propolis dalam setengah gelas air hangat Beberapa waktu kemudian saya sadari juga, ternyata British Propolis menyamankan kondisi tubuh saat PMS (pre menstruation syndrome). Yang biasanya 1 minggu sebelum kedatangan “tamu tak diundang” area kepala dan di atas mata terasa cenut-cenut, so far setelah minum British Propolis terasa berkurang sakitnya.

Bagaimana, kamu mau coba juga? Kesehatan memang mahal harganya, jadi jangan sampai mengabaikannya, ya, karena sesal kemudian tak berguna.

Baca juga

#ODOP #EstrilookCommunity #Day3

3 Cara Menghindari Fitnah sebagai Seorang Wanita, Sudah Siapkah Kamu?

Image: Google.com

.
Siapa pun tahu bahwa saat ini peran dan aktivitas wanita begitu besar di tengah masyarakat. Hampir semua tugas pria yang tadinya begitu mustahil dilakukan wanita, saat ini menjadi mungkin dikerjakan oleh kaum hawa. Arsitek, petugas keamanan, supir, sampai kepada pekerja bangunan, wanita tetap bisa ambil bagian. Seolah tak ada pekerjaan yang tak mampu kami kerjakan.
.
Namun di balik itu, jangan lupa, bahwa ada kehati-hatian yang harus tetap kita jaga sebagai seorang wanita, terutama bila kita adalah seorang muslimah. Baik sebagai muslimah yang singlelillah, maupun yang telah memiliki pasangan. Akan ada banyak fitnah dan kerusakan yang timbul apabila seorang wanita tidak dapat menjaga diri dan adab dirinya, termasuk rasa malunya.
.
Hal ini telah dikatakan oleh Rasulullah Saw sejak dahulu kala, bahwa di antara fitnah harta, dunia, dan anak-anak, fitnah wanitalah yang paling berbahaya bagi kaum pria.
.
“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)
.
Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir adanya fitnah terhadap diri pribadi seorang wanita, khususnya bagi para muslimah. Ini sekaligus sebagai pengingat juga untuk saya, karena sungguh, godaan bagi wanita di akhir zaman ini sangat berat dan tipis sekali batasannya antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi jika kita tidak mau mempelajari lebih dalam lagi.
.
Perbaiki Adab dan Akhlakmu
.
Bukan rahasia lagi bahwa seorang wanita adalah calon ibu dari anak-anaknya. Sekolah pertama bagi buah hatinya. Dan perhiasan terindah bagi suaminya. Maka mutlak diperlukan keindahan akhlak dan adab untuk diwariskan, terutama bagi generasi penerusnya kelak. Tentunya semua butuh waktu dan proses, tidak bisa langsung instan mengubah diri secara sempurna. Maka, belajar dan terus menimba ilmu rasanya menjadi sebuah kewajiban bagi seorang ibu. Bukankah saat ini belajar dapat dilakukan dari mana saja? Kuliah WA, ceramah di FB, kajian live di IG? Masya Allah, semuanya Allah permudah tanpa kita harus keluar rumah.
.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah…”
(HR. Muslim no 1467)
.
Tutuplah Auratmu
.
Seorang muslimah diwajibkan menutup auratnya agar ia lebih terjaga dari gangguan dan sebagai identitas untuk dirinya. Batasan aurat bagi wanita telah disebutkan di dalam hadis dan beberapa ayat Alquran, yaitu seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan wanita.
.
“Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (Rasulullah berkata seraya menunjuk muka dan telapak tangannya…” (HR. Abu Dawud)
 .
Dalam suatu kajian pernah disebutkan bahwa seorang pria jika diibaratkan adalah seperti kucing yang selalu merindukan ikan asin 🙁
Apabila ia mencium bau ikan asin dari kejauhan, ia akan terus mencari dan mendekati ikan asin itu. Apabila ikan asin dibiarkan terbuka dan sama sekali tidak terjaga, tentunya kucing tersebut akan mudah menemukan dan menyantap ikan tadi. Namun, apabila ikan asinnya dalam keadaan tertutup dalam wadah yang rapat dan terlindungi, kucing tak akan mampu menemukan dan mengoyaknya begitu saja.
.
Begitu pula analogi antara pria sebagai kucing, dan wanita sebagai ikan asin. Sederhana, tetapi cukup masuk di akal. Bahwa hijab kita sebagai penutup aurat setidaknya akan mampu membendung syahwat dari para lawan jenis.
.
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang….” [QS. Al Ahzab : 59].
.
Di sini jelas disebutkan, “Mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka…” Berarti jilbab yang disyariatkan memang sudah tertulis secara detail ya, man-teman 🙂 Harus panjang dan menutupi seluruh tubuh. Hanya saja kita, *termasuk saya pastinya yang masih jauhhh dari sempurna, kadang sering tergoda menggunakan beragam gaya 🙁 Padahal jilbab yang baik adalah yang sederhana dan tak mengundang banyak lirikan mata.
.
Jagalah Hatimu dan Miliki Rasa Malu
.
Hati adalah cerminan seluruh tubuh. Kebaikan hatimu akan tercermin dalam pikiranmu. Pikiranmu akan muncul dalam lisanmu. Lisanmu akan menampilkan karakter dirimu. Maka pandai-pandailah kita menjaga hati dan mengontrol diri.
.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati…” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Satu lagi yang mulai terkikis di zaman ini adalah mulai hilangnya perasaan malu. Padahal sesungguhnya, Allah Maha Pemalu, seperti sabda yang Rasulullah Saw ucapkan,

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup aib, dan mencintai rasa malu dan sikap suka menutup aib…” (HR Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani).

Bahkan yang bikin hati sedikit miris, sempat baca sebaris nasihat di media sosial, bahwa wanita di akhir zaman ini lebih mementingkan kecantikan dan permasalahan jodohnya, daripada menyibukkan diri untuk memperbaiki ilmu agamanya.

Tulisan ini merupakan selfreminder juga buat saya. Semoga kita sebagai muslimah senantiasa Allah jaga dari fitnah dan segala keburukan dunia yang mengakibatkan kehormatan diri menjadi tak berarti lagi.
.
Na’udzubillahimindzalik.
.
#ODOP #EstrilookCommunity #Day2

Pertama Kali ke Luar Negeri? Ini 5 Tips saat Nyasar di Negeri Orang ala Saya

Ini adalah pengalaman nyasar alias salah jalan paling mendebarkan seumur hidup yang belum pernah saya ceritakan kepada siapa pun. Satu-satunya orang yang pernah saya ajak cerita adalah ibu saya. Itu pun setelah satu tahun peristiwa ini terjadi, dan seperti dugaan saya, beliau tetap saja merasa kaget, berkali-kali mengucap syukur karena anak perempuannya ini bisa kembali ke rumah dengan selamat dan tak lupa menahan gejolak jantungnya yang serasa mau copot saat mendengar kisah ini. Was-was dan khawatir itu pasti, meskipun sudah berlalu satu tahun yang lalu 😀

Peristiwa ini terjadi pada bulan April 2018 saat perjalanan dari Jakarta menuju Madinah via Istanbul. Waktu itu pesawat Turkish Air yang saya tumpangi transit di Bandara Ataturk, Istanbul selama 12 jam. Saat akan melanjutkan penerbangan ke Madinah itulah saya terpisah dari anggota rombongan lainnya.

Bandara Ataturk, Istanbul saat Subuh tiba. Masih lengang.

Kondisi badan saya saat itu memang sedang kurang fit, sedikit menggigil dan kedinginan. Mungkin karena lebih dari 24 jam terpapar AC terus-menerus, mulai penerbangan dari Yogya – Jakarta – Istanbul, lalu saat keliling kota seharian naik bis, ditambah kondisi temperatur musim semi di kota Istanbul yang sedang berada di kisaran 15 derajat celsius. Apalagi saya termasuk orang yang alergi dengan hawa dingin, terutama kalau terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

Sebenarnya saya tidak terpisah sendiri. Ada 2 orang ibu-ibu anggota rombongan lainnya yang sudah sepuh (lanjut usia) juga berjalan bersama saya. Salah saya juga sebenarnya karena waktu itu minta tolong kepada Ibu Yanti (salah satu dari mereka) untuk memerhatikan anggota rombongan lainnya yang berada di depan, agar jangan sampai terpisah dari yang lainnya. Nah, qadarallah, ibu Yanti ini salah melihat jalan.

Ketika ada persimpangan di ruang tunggu bandara, ibu Yanti memilih tetap berjalan lurus, sementara anggota rombongan lainnya ternyata berbelok ke arah kanan. Karena saya hanya mengikuti instruksi ibu Yanti, akhirnya saya pun juga memilih jalan lurus bersamanya dan ada satu ibu lagi, sebut saja ibu Ana, yang juga sudah lanjut usia, sebaya dengan ibu Yanti.

Setelah berjalan menyusuri koridor ruang tunggu Bandara Ataturk hampir 10 menit dan tak menemukan satu pun anggota rombongan lainnya, sadarlah saya bahwa kami bertiga telah tersesat dan nyasar, alias salah jalan. Heeuuu… enggak usah dibayangin seperti apa rasanya. Kepala langsung cenut-cenut, jantung berdetak kencang seperti lagi balapan naik motor 100 km/jam, ketambahan badan juga lagi enggak karuan. Tapi saya enggak boleh begini terus. Pikiran sadar saya mulai bekerja.  Buru-buru cek nomor pintu keberangkatan di tiket yang saya bawa. Qadarallah, pintu keberangkatan belum tertulis di sana. Tambah lemaslah badan saya, huhuhuuu…. Mau telepon dan kirim kabar ke grup WA juga enggak bisa karena paket kartu provider saya hanya bisa digunakan di Saudi Arabia, bukan di Turki. Sebenarnya di bandara ada free wifi, tapi payahnya, pikiran saya sama sekali enggak mikir ke situ, sudah terlanjur panik duluan.

Opsi selanjutnya, akhirnya saya perhatikan layar monitor keberangkatan yang terpampang di ruang tunggu, di mana tertulis nama pesawat, negara tujuan, dan nomor pintu keberangkatan. Sayangnya, ada ratusan informasi penerbangan yang berubah begitu cepat. Mata saya tak sanggup mengikutinya. Paris-Milan-Amsterdam-Berlin-London-Moskow, dan beberapa nama kota di benua Eropa sebenarnya cukup membuat hati saya terpekik bahagia. “Allahhhhh….. aku sudah sampai di Eropaaaa…. terima kasihhh!!!!”  pekik girang dan lebay sebagian hati saya, sementara separuh hati saya yang lainnya sedang berguncang hebat dan gemetar karena sadar sedang dalam masalah besar.

Saya ingat, waktu itu sempat melirik arloji di tangan. Sudah hampir pukul 20.30 waktu Istanbul, padahal di tiket yang saya bawa tertulis, pesawat dijadwalkan take off ke Madinah pada pukul 21.00. Yaa Robb, bibir saya komat-kamit berdoa, “Hanya Engkau yang mampu menolong hamba. Kalau sampai tertinggal di sini hamba tak bisa pulang….” pinta hati saya pasrah.

Beberapa kali saya mencoba bertanya kepada petugas yang lalu lalang, tapi tak pernah digubris sama sekali karena mereka juga sedang sibuk. Yup, di Turki semua orang bergerak serba cepat. Jalan aja mereka gesit banget. Memang sih mereka cakep-cakep, enggak ada deh yang jelek, persis seperti terlihat di serial Turki televisi 😀 Tapi secara karakter, ternyata orang Turki itu keras dan kaku 🙁 Sempat melintas seorang petugas wanita di depan saya. Saya pun mencoba bertanya kepadanya dengan sopan. Sayangnya, ia membentak karena saat yang bersamaan telepon genggamnya juga berbunyi, “Heiiii kamu enggak lihat telepon saya sedang bunyi??!!” semburnya. Beuhhh…. jutek amat sikk, pekik saya dalam hati. Iya, cuma dalam hati, karena orang bingung kan itu dilarang ngeluh ya, apalagi ngedumel. Bolehnya cuma berdoa 😀

Setelah lelah menyusuri koridor ruang tunggu sampai keringat dingin keluar semua dan napas yang sudah tak karuan, saya lalu berhenti di depan layar monitor informasi keberangkatan. Kali ini saya coba tenangkan diri dan berdamai dengan diri sendiri. Satu demi satu tulisan yang bergerak cepat itu saya perhatikan. Setelah beberapa menit terpaku pasrah di depan layar monitor, Alhamdulillah, muncul juga informasi keberangkatan pesawat Turkish Air yang saya tumpangi beserta nomor pintu keberangkatannya. Benarlah bahwa pertolongan Allah datangnya justru pada saat kita sudah dalam kondisi pasrah, sepasrah-pasrahnya. Allah ternyata ingin melihat sejauh mana ikhtiar kita mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi.

Setelah dapat nomor pintu keberangkatan, saya bergegas mengajak dua orang ibu-ibu yang hanya mampu mengikuti saya sedari tadi menuju pintu keberangkatan yang dimaksud. Apakah langsung ketemu? Enggak juga, kan pintu keberangkatannya juga ada puluhan (atau mungkin ratusan? Entahlah, mana sempet ngitung… ) Tapi untungnya, di pertengahan jalan kami bertemu dengan putra ibu Ana yang ternyata juga sedang mencari-cari ibunya. Nah, di sini saya jadi heran. Kok bisa sih anak ibu Ana membiarkan ibunya terpisah dari dirinya? Kalau saya bawa orang tua pergi, apalagi ke luar negeri, enggak bakalan deh saya jauh-jauh dari orang tua. Pokoknya orang tua harus selalu di dekat saya. Gitu kan ya seharusnya?

Dari kejadian di atas, saya simpulkan, ada beberapa tips ala saya yang sebaiknya dilakukan pada saat kita sedang dalam kondisi nyasar dan terpisah dari rombongan, sehingga tak tahu apa yang harus dilakukan.

1. Be Calm

Tenang. Kata ini mungkin enggak populer pada saat kita sedang panik. Tapi sebenarnya ini bisa jadi jalan keluar pertama agar akal kita bekerja pada jalur yang sebenarnya. Pada saat kita sedang panik atau kemrungsung (bahasa Turki ehh Jawa 🙂 ), saat itulah semua jalan seolah tertutup. Kepala panas, jantung berdebar kencang, di atas mata terasa cenut-cenut tak karuan. Kalau sudah begini, coba deh tarik napas panjang, tahan 7 hitungan, lalu hembuskan perlahan-lahan. Dulu saya belum tahu cara ini, asal menenangkan diri aja. Setelah beberapa kali kamu lakukan tarikan napas itu, mulailah berpikir dengan akal sehat apa solusi pertama yang harus dilakukan.

2. Berdoa

Apalah daya kita tanpa tuntunan dan kekuatan dari-Nya. Doa itu sesuatu yang rasanya abstrak, tak berbentuk. Tapi uniknya, keajaiban justru berasal dari situ.

3. Berpikir Positif

Mungkin ini terdengar sungguh klise, ya. Mana sempat sih lagi cemas dan ketakutan kok disuruh mikir positif. Tapi ini bener, lo! Panik itu boleh, enggak ada yang larang. Cuma enggak perlu lama-lama. Waktu itu saya sempat berpikir, bagaimana seandainya ketinggalan pesawat dan enggak bisa lanjut penerbangan ke Madinah? Artinya saya harus tinggal di Turki, padahal uang saku enggak cukup buat beli tiket pulang ke Indonesia. Tapi buru-buru pikiran buruk itu saya usir. Kalau kita kelamaan berandai-andai, kapan ketemu solusinya? Ye kan?

4. Lakukan Semua Solusi yang Ada di Pikiranmu, Tapi secara Step by Step

Apa pun solusi yang terbersit di pikiranmu, lakukan saja! Just do it! Kalau masih bisa menghubungi keluarga atau teman seperjalanan, segera hubungi secepatnya. Tapi pada kasus saya di atas, di mana tidak ada jaringan seluler, maka satu-satunya cara adalah bertanya pada orang yang ada di sekeliling kita. Jika satu orang tak memberi jawaban memuaskan, cari orang lainnya. Kalau perlu, hubungi polisi atau petugas resmi yang terpercaya. Apalagi untuk traveller baru seperti saya yang rawan terkena kasus penipuan, sebaiknya bertanya kepada orang yang dapat dipercaya. Lakukan saja semua solusi yang terbersit di pikiran saat itu, tapi satu per satu, step by step. Kita tak pernah tahu mana dari berbagai cara itu yang akan menghasilkan jalan keluar terbaik. Tapi, percayalah, pasti ada solusinya.

5. Mandiri

Satu kesalahan saya adalah, terlalu menggantungkan diri pada orang lain. Seharusnya dalam keadaan tak enak badan pun saya harus mandiri, tidak sekadar mengikuti orang lain yang juga sama tidak pahamnya tentang situasi dan kondisi yang ada seperti saya. Seandainya ingin minta bantuan, saya seharusnya meminta bantuan kepada koordinator rombongan. Sikap mandiri dalam melakukan perjalanan ini mutlak diperlukan, meskipun kita sedang bepergian bersama pasangan, keluarga, ataupun teman-teman, karena segala sesuatu bisa terjadi. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di dalam perjalanan nanti. Bisa saja terpisah, tertinggal, kehilangan jejak, miskomunikasi, dll.

Akhirnya… Alhamdulillah, bisa juga saya melanjutkan perjalanan ke Madinah malam itu dengan tubuh dan pikiran yang sudah luluh lantak tak karuan. Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga buat saya. Tapi di satu sisi, peristiwa nyasar dan terpisah dari rombongan ini juga menumbuhkan keberanian untuk saya, bahwa yang namanya perjalanan pasti akan membawa banyak hal dan pengalaman berharga. Tak perlu ada yang ditakutkan di dunia ini selama ada Allah di hatimu. Jangan pernah takut atau trauma bepergian lagi, asal pastikan kamu selalu dalam kondisi yang aman.

Untuk kamu yang muslimah, sebenarnya ada larangan agar tidak bepergian tanpa didampingi oleh mahrom. Tetapi beberapa pendapat lagi membolehkan, asal bersama rombongan dan terjamin keamanannya, bukan pergi seorang diri.

Baca juga

#ODOP #EstrilookCommunity #Day1