Resep Pizza Teflon SimpeL dan Mudah, Yummy dan Bikin Ketagihan

Mirip telur dadar ya, karena saya suka kulit pizza yang tebal biar kenyang 😀

Assalamu’alaikum, Dears 🙂

Sepertinya selama ini saya belum pernah menulis resep apa pun di blog ini, ya. Jadi enggak ada salahnya sekali-sekali nulis itu biar badan gemukan dikit #ehhh qiqiqiiii…

Jadi ceritanya, pas awal Ramadan kemarin Lubna semangat banget minta dibikinin pizza sendiri di rumah. Dulu memang saya pernah iseng bikin pizza teflon pakai resep seorang netizen yang saya baca di Facebook. Karena itu uji coba perdana, tahu pastilah kalau hasilnya tak sesuai banget dengan harapan. Hasil pizzanya agak keras. Mungkin karena saya terlalu lama nguleni dan kebanyakan ngasih terigu kwkwk… * tangan keenakan nguleni, padahal kan adonan bisa mengeras kalau kelamaan diuyel-uyel dan ditambahi tepung terus 😀

Nah, apalagi waktu itu resep pizzanya enggak pakai telur sama sekali. Cuma minyak goreng dan tepung, plus ragi pengembang adonan roti. Kalau yang kedua kali ini dapat resep dari istrinya adik sepupu (makasih ya, dik Ani). Resepnya pakai telur, tapi cukup 1 aja, jadi teksturnya empuk dan ada kriuknya.

Ini nih, resep lengkapnya, catettt yaa…

Ini bahan-bahan sederhana yang saya pakai. Toppingnya cuma keju karena Lubna enggak doyan topping lainnya. Kalau teman-teman mau tambahin topping yang lain selain keju boleh aja.

Bahan

1/2 kg tepung terigu
1 sachet susu bubuk
1 butir telur
1/2 sdm Fermipan (ragi roti), dilarutkan dalam 1/3 gelas air hangat
Gula pasir sesuai selera
Garam sesuai selera
Bahan topping sesuai selera (keju, sosis, paprika, bawang bombay, dll)

Cara Membuat

  1. Masukkan semua bahan jadi satu. Tambah air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni sampai kalis (halus).
  2. Setelah itu diamkan sekitar 4 jam. Kurang dari 4 jam juga boleh jika dirasa telah cukup mengembang. Kalau saya waktu nyoba ini cuma diamkan 1 jam aja sudah jadi 2 loyang teflon ukuran 22 cm. Cukup kenyang, kan, ya? 🙂
  3. Olesi permukaan wajan anti lengket dengan mentega.
  4. Susun adonan pada teflon berdiameter 22 cm. Ketebalan bebas, ya. Untuk yang suka kulit pizza tipis, menyusun adonannya di loyang tipis aja,
  5. Tusuk-tusuk permukaan adonan dengan garpu, lalu olesi bagian atas adonan dengan topping sesuai selera (saos tomat, bawang bombay, potongan sosis, jagung, daging, keju, dll), setelah itu masak dengan api kecil sambil sesekali ditutup agar bagian atasnya juga matang.
  6. Setelah 10-15 menit, tusuk-tusuk kembali adonan dengan lidi untuk mengetahui sudah matang atau belum. Jika ada adonan yang masih menempel di lidi, artinya adonan belum matang.
  7. Dalam keadaan setengah matang, kamu juga boleh menambahkan lagi topping keju atau yang lainnya sesuai selera. Masak lagi hingga matang.
  8. Tarraaaa….. jadi deh pizza teflon simpel untuk dimakan sendiri 😀 .

Yah, meskipun rasanya mungkin tak se-yummy pizza impor yang diiklankan di televisi, tapi setidaknya gara-gara pizza ini Lubna sudah enggak terlalu pengen lagi minta dibeliin pizza. Padahal dulu tiap lihat iklan pizza di tv udah ribut aja minta beli. Sekarang? Alhamdulillah udah enggak respon lagi. Senyumin aja, kakk 🙂

Yuk, cobain! Saya aja yang enggak hobi masak bisa bikin pizza teflon simpel ini, apalagi teman-teman yang hobi masak, pasti punya resep yang lebih enak dari ini kan? Mau donggg sharing resepnya di kolom komentar, biar ibu Lubna tambah rajin ke dapur 😀

Baca juga

3 Hal yang Harus Kamu Perhatikan saat Memilih Jasa Penyedia Web Hosting

Image: Unsplash.com

Halooo…. adakah teman-teman yang gaptek dan enggak paham tentang masalah teknis blog seperti saya?  heheee… Orang gaptek kok bangga, ya! *tutup muka

Hemmm…  sebenarnya enggak bangga juga sih dengan kegaptekan ini. Adakalanya saat lagi sok paham masalah teknis dan pengen utak-atik blog, saya bisa keasyikan sampai berjam-jam juga. Pernah utak-atik blog dari jam 23.00 sampai jam 05.00 pagi saking kepo-nya, haduhh. Mentornya darimana lagi kalau bukan dari mbah Google kwkwk…. Padahal, kerjaan utama ‘kan bukan cuma utak-atik blog, ya? Masih ada cucian yang numpuk minta dicuci. Masih ada anak yang harus diurus keperluan sekolah dan ditemani belajarnya. Jadi, sejak memutuskan membeli domain blog sesuai nama saya, di situlah saya memilih untuk menyerahkan masalah teknis kepada jasa penyedia domain dan web hosting berbayar.

By the way busway, sedikit cerita, blog ini saya buat pertama kali pada tahun 2013 saat saya masih aktif berbisnis salah satu brand kecantikan dan perawatan tubuh alami dari Swedia. Waktu itu, banyak sekali ilmu internet marketing yang saya dapatkan dari bisnis yang dijalankan 80% secara online itu. Saya yang tadinya gaptek dan tidak pernah mengenal media sosial, apalagi blog, mau enggak mau harus aktif dan konsisten melakukan personal branding dan mengunggah postingan di media sosial setiap hari. Ternyata, sekarang semua itu sangat bermanfaat, karena aktivitas tulis-menulis yang akhirnya saya tekuni juga membutuhkan branding diri di semua media sosial yang dimiliki.

Meskipun blog ini sudah ada dari tahun 2013, tapi saya baru memutuskan untuk membeli domain dan hosting Hastinpratiwi.com di akhir tahun 2018. Wahh… lama amat, ya? Kenapa baru 5 tahun kemudian di-Top Level Domain-kan? Iya, karena di tahun-tahun awal, menulis blog-nya belum rutin. Saya merasa lebih nyaman bercerita dan menulis di media sosial daripada di blog, karena di medsos tinggal nulis aja, tanpa harus mikirin tema, judul, gambar, dll 🙂

Pilihan tempat pembelian domain dan hosting untuk blog di tahun 2018 itu akhirnya saya jatuhkan kepada RumahWeb.com, salah satu jasa hosting yang ada di Yogyakarta.

Sebenarnya, di tahun 2013 saya sudah pernah beli domain juga di Rumah Web, tapi bukan untuk blog ini, melainkan untuk website bisnis online yang saya jalankan saat itu. Setelah 1 tahun berlangganan di Rumah Web, saya memutuskan berhenti dulu menggunakan domain berbayar. Setelah itu, saya mencoba menggunakan jasa hosting lain yang memang sering mengadakan promo harga besar-besaran untuk layanan mereka. Sayangnya, setelah 2 tahun menggunakan jasa penyedia hosting lain, saya akhirnya menyadari bahwa dari segi pelayanan, Rumah Web memang lebih recommended.

Kenapa bisa begitu? Apakah ada masalah?

Yup, saya pernah meminta jasa hosting lain tadi untuk membantu mengatasi masalah teknis di website bisnis saya saat itu. Sayangnya, saya diminta melakukan penyelesaian masalah sendiri berdasarkan panduan teknis dari mereka. Duhh…. berhubung gaptek dan enggak paham, yassudahlah, enggak kelar-kelar solusinya hehheheee…. Selain itu, koneksi web bisnis saya juga sering error/down dan enggak bisa dibuka. Ini bikin illfeel pastinya, karena kita sudah promo di media sosial, ternyata web enggak bisa diakses, bikin para prospek jadi kecewa. Jadi setelah masa kontrak dengan perusahaan jasa hosting itu expired, saya putuskan enggak lanjut lagi menggunakan layanan mereka, meskipun harganya sering banget promo.

Tahun 2018 kemarin, comeback-lah saya beli domain dan hosting ke Rumah Web lagi. Alhamdulillah, dari awal setting blog ke domain baru, semuanya saya pasrahkan ke tim teknisi Rumah Web 🙂 Bahkan satu minggu lalu, ketika mendadak blog saya enggak bisa diakses, padahal ada artikel pesanan klien yang harus saya setorkan hari itu juga, pihak teknisi Rumah Web gerak cepat banget menyelesaikan masalah teknis itu dalam beberapa menit. Masya Allah, legaaaa rasanya…. 

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi saya tadi, ada baiknya kamu yang ingin mencari jasa penyedia domain dan hosting profesional sudah ada baiknya memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Tergiur Diskon Harga Domain/Hosting Boleh Saja, Tapi Perhatikan Juga Akses Layanan Hosting-nya

Untuk masalah satu ini kamu sebaiknya banyak bertanya kepada teman yang paham dan jangan lupa juga mencari referensi sendiri di internet.  Saat ini memang banyak  bermunculan jasa layanan domain dan hosting yang bagus, tinggal kitanya saja lebih mantap menggunakan yang mana. Biasanya setelah bekerja sama dengan mereka minimal 1 tahun, kamu sudah bisa melihat bagaimana kredibilitas perusahaannya. Seperti misalnya, akses hosting-nya cepat atau lambat, apakah server mereka sering down, dll.

  • Kecepatan Layanan Customer Service-nya

Pilih layanan hosting yang memiliki layanan customer service 24 jam sehari, 7 hari seminggu, baik melalui email maupun chat online. Dari kecepatan dan kesigapan respon mereka, kamu dapat menilai sejauh mana mereka menghargai customer-nya.

  • Jika Ada Masalah Teknis, Meskipun Kamu Mampu Menanganinya, Sekali Waktu Lakukan Tes Pelayanan dengan Meminta Bantuan Jasa Hosting Langgananmu

Dari cara mereka menangani masalahmu, meskipun itu hanya masalah kecil, kamu dapat mengetahui keseriusan mereka menjaga hubungan dengan pelanggannya. Jujur, ketika jasa layanan hosting yang kita harapkan membantu menyelesaikan masalah teknis di website kita ternyata tak mampu menyelesaikannya, di situlah saya merasa sedih.

Apa yang saya tulis di atas berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami, ya, man-teman, jadi bisa jadi sangat subjektif bagi sebagian orang. Kalau kamu punya pengalaman lain terkait cara  memilih web hosting ini silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Pastinya bermanfaat sekali infonya.

Terima kasih sudah membaca….

Baca juga