Semua Penyakit Berasal dari Pikiran, Percayakah Kamu?

Image : Slideshare.net

.

Siapa sih yang tidak mau hidup sehat, bahagia dan selalu terbebas dari kondisi tubuh yang kurang nyaman? Tubuh yang bermasalah sudah pasti akan sangat mengganggu aktivitas kita, bahkan dapat menghambat produktivitas dan performa kerja. Apalagi kalau kamu seorang ibu rumah tangga, yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setahun tidak pernah berhenti bekerja alias tak ada cuti maupun tanggal merah. Ye kan? πŸ™‚

Saya sendiri punya penyakit lumayan banyak *ngaku πŸ˜€ Tapi masya Allah, beberapa tahun terakhir ini qodarulloh, Allah selalu memberi kesehatan dan kondisi fisik yang cukup baik kepada saya. Bukannn…. bukan berarti saya enggak pernah sakit dan sehat terus. Tetap adakalanya lelah dan cenut-cenut, tapi Alhamdulillah sakitnya ya berkisar penyakit ringan, semacam flu, sakit kepala, atau pegal-pegal. Itu pun enggak lama dan biasanya sembuh sendiri. Padahal, sebenarnya saya punya penyakit maag dan iritasi lambung yang kalau sudah kambuh membuat diri tak berdaya, hanya bisa tiduran aja. Tapi Alhamdulillah, tidak pernah kambuh lagi beberapa tahun belakangan ini.

By the way busway, saya termasuk orang yang malas ke dokter kalau sakit *maaf ya untuk teman-teman yang berprofesi sebagai dokter πŸ™‚ Bukan masalah enggak suka minum obat, cuma enggak begitu suka aja dengan efek samping obat yang diminum. Kadang ada rasa kantuk, atau jantung berdebar, pikiran melayang dan tubuh menjadi lemas. Makanya kalau enggak terpaksa banget, saya jarang sekali minum obat.

Nah, ceritanya, selama satu bulan ini saya mengikuti kelas online bertajuk The Healing Code dari mbak Mutya Dita, seorang Hipnoterapis dan Grafolog yang selama ini sering saya ikuti kelasnya. Kelas pembelajaran di WA grup ini berisi tentang ilmu penyembuhan diri dari berbagai macam penyakit medis secara alami. Pesertanya cukup banyak dan dari berbagai macam latar belakang profesi, termasuk dokter dan perawat pun ada di kelas ini. Wow… kalau dokter saja tetap semangat untuk belajar, apalagi saya yang awam dan sangat kurang ilmunya ini, harusnya lebih semangat lagi, kan?

Kelas The Healing Code batch 1

.

Di jadwal, tertulis kelas ini hanya berlangsung selama 3 hari, mulai 22-25 Januari 2019. Tapi nyatanya, seperti kelas-kelas sebelumnya, selalu lebih panjang durasinya. Dan ternyata The Healing Code baru selesai di akhir Februari 2019. Kalau ikut kelas online dan durasinya diperpanjang senang enggak, pemirsa? Kalau saya pasti senanglah… Itu berarti ilmu yang diajarkan juga bertambah, bukan hanya sekadarnya saja.

Darimana Penyakitmu Berasal?

Apakah teman-teman percaya bahwa 90% penyakit yang kita derita sebenarnya berasal dari PIKIRAN? Kalau enggak percaya juga tak apelah πŸ™‚ Saya sendiri baru sadar kenapa penyakit maag yang dulunya cukup mengganggu mulai berkurang, bahkan tidak pernah kambuh lagi.

Dalam tabel penyakit yang diberikan di kelas pembelajaran, tertulis bahwa penyakit maag disebabkan karena adanya rasa stres dan khawatir yang berlebihan. Jika kita tidak ingin penyakit itu muncul lagi, artinya kita harus mampu melatih kontrol diri agar lebih tenang, rileks, dan nyaman.

Ada lagi, penyakit alergi, misalnya. Alergi terjadi karena adanya penolakan terhadap kemampuan diri. Atau penyakit yang semakin banyak penderitanya saat ini, yaitu kanker, lebih disebabkan karena penderitanya mengalami tekanan perasaan yang disembunyikan dan tak mampu diungkapkan selama bertahun-tahun πŸ™

Tidak semua orang percaya dengan pernyataan di atas. Dan saya pun tak hendak mengajak orang lain untuk 100% percaya. Hanya sekadar berbagi, bahwa apa yang kita alami pada tubuh, sebenarnya ada andil dari pikiran yang tidak benar alias pikiran negatif di situ.

Secara pikiran sadar, pasti banyak yang mengelak dan protes,
“Ahh… enggak kok, aku enggak pernah berpikiran aneh-aneh. Aku selalu percaya diri…”

Hihiii…. iya, itu kan secara pikiran sadar.
Tapi di sini, yang menjadi penyebabnya adalah secara pikiran BAWAH SADAR.
Pikiran bawah sadar ini terbentuknya sudah lama, berpuluh-puluh tahun, sejak kita lahir, bukan hanya saat ini saja. Terkadang kita bahkan tidak menyadari pola yang sudah terbentuk sejak kecil itu.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Kenali dahulu masalah apa yang mengganggumu

Bohong kalau orang hidup tak punya masalah πŸ™‚ Masalah ini bisa dilihat dari 2 sisi, sebagai bencana, atau justru kita syukuri sebagai berkah. Bersyukur kala ditimpa masalah bukan sesuatu yang mudah, keleussss πŸ˜€ *pasti pada ngomong gitu, kan? Justru itu, step by step memang harus dilatih. Sebagai orang beragama semua sudah ada panduannya, bahwa setiap detik, jam dan waktu yang kita syukuri selalu berbeda hasilnya dengan mereka yang hidup dengan penuh keluhan dan kemarahan.

  • Ucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepada dirimu

Yang belum pernah melakukan ini pasti mikir, “Ngapain sih pakai acara beginian segala?” πŸ™‚ Ini sebenarnya hampir sama dengan ketika kita selesai salat, kemudian melakukan istighfar, mohon ampun dan keikhlasan untuk menerima semua yang telah terjadi.Β  Jangan lupa, bahwa seluruh anggota tubuh kita ini sangat berharga. Ketika salah satu dari mereka rusak, atau butuh perbaikan, artinya kita tidak bisa 100% beraktivitas dengan benar. Maka lakukanlah pemeliharaan dari dalam, salah satunya dengan ucapan terima kasih dan permintaan maaf, betapa tubuh kita ini sangat berharga.

  • Ucapkan dan tuliskan apa hal positif yang kamu inginkan (selftalk)

Misalnya, “Bismillah, aku selalu sehat, segar, bahagia…” Ucapan selftalk ini sama dengan DOA yang kita panjatkan berulang-ulang setiap hari. Harus berulang-ulang? Pasti! Ibarat menyusun batu-bata, setiap doa yang kita panjatkan akan terus bertambah tinggi mencapai langit πŸ™‚

  • Lakukan secara rutin (repetisi)

Tidak ada hasil baik yang didapat dari usaha secara instan. Hasil yang baik pasti memerlukan suatu PROSES. Mi instan aja harus dimasak, kan? Setiap hari selalu banyak peristiwa atau kejadian yang kita alami, baik yang bahagia, atau sebaliknya, menyedihkan dan tidak menyenangkan. Setiap hari, racun dalam tubuh dan pikiran kita terus bertambah. Itu kenapa, langkah pembersihan atau bahasa gaulnya “detoksifikasi” harus terus dilakukan.

Udah, ya, segini dulu curhatnya. Saya ambil poin-poinnya aja dari kelas The Healing Code batch 1. Hayuu…. mulai praktik sedikit demi sedikit agar kita dapat meminimalisir sekecil apapun penyakit yang mengganggu setiap bagian dari organ tubuh.

Kelas The Healing Code batch 2

.

Oiya, akhir Maret ini ada lagi kelas lanjutannya,Β The Healing Code batch 2 (28 Maret-10 April 2019).Β  Jangan khawatir, biayanya amat sangat terjangkau, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Kalau kamu berminat, boleh hubungi saya, ya, nanti saya bantu teruskan ke tim Healing Code.

Semoga tulisan ini bermanfaat, barakallahu fiikum…

Baca juga

.

#SETIP_Day9 #SemingguTigaPostingan #Estrilook Community

Spread the love

37 thoughts on “Semua Penyakit Berasal dari Pikiran, Percayakah Kamu?”

  1. Setuju bangeet, 90% penyakit berasal dari pikiran.. Bahkan ketika seseorang terdiagnosa terkena suatu penyakit, pikiran positif akan sangat membantu proses penyembuhannya.
    Bisikin dong mbak, berapa biaya buat ikutan healing class nya

    1. Betul mbak, pikiran yg bahagia adalah obat yg paling manjur.
      Biaya kelasnya 87ribu saja mbak Novri, sangat terjangkau insya Allah…
      Bisa WA saya di 0856-2877-573 kalau berminat, nanti saya hubungkan dengan timnya.

  2. emang sih penyakit dari pikiran ini yang tak disadari yes, sulit dideteksi mah. heu. Nah abis baca tulisan bunhas jadi paham dah, jangan2 selama ini sakit-sakit saya karena pikiran tapi enggak sadar, heu, wkwk. duh duh. makasih bunhas atas tulisannya yang sangat mencerahkan kulit saya *lah emang pake skincare, wkkwkw.

  3. Aku setuju mba, kalau penyakit kebanyakan datangnya dari pikiran. Tapi alhamdulillah semenjak kerja, aku selalu berpikir tennag jangan sampai sakit. Dan selama 4 tahun kerja baru 1 kali cuti karena diare. Tapi gak dipungkiri juga mba, stres mah sering melanda. Kalau sampai parah stresnya, badan sampai lemas tidak bertenaga.

  4. Bener banget mbak, apa yang terjadi pada diri kita itu datangnya dari pikiran…”the power of pikiran”…hiks..kudu selalu berpikir positif dan positif. makasih mbak sharingnya

  5. Kalau saya malah rajin ke dokter. Sayangnya, saya malas minum obat. Rasanya, begitu pulang dari klinik udah langsung sembuh aja bawaannya. Makanya, di rumah obat-obatan seabrek.

  6. Pikiran menjadi faktor utama penyebab penyakit adalah benar. Pantas saja 3 kunci hidup sehat itu meliputi :
    1. Menjaga gaya hidup sehat (pola makan dll)
    2. Eliminasi stress (terkait pikiran)
    3. Aktivitas tubuh (olahraga)

    Thanks for sharing mbakπŸ™

  7. Jadi ingat tugas bikin poster di mata kuliah psikologi bbrapa tahun yang lalu, saya bikin tentang berpikir positif dan memasukkan data2 hubungan pikiran dan kesehatan ^^

  8. Saya percaya banget kok soal ini. Waktu kuliah saya sering sakit lumayan parah sampai dibawa ke UGD. Tapi hasilnya nihil. Akhirnya, orang tua saya membawa saya ke psikiater untuk menjalani pengobatan.

    Sayangnya, berobat ke psikiater itu bukan hnya butuh hadir, tapi kesiapan untuk disembuhkan. Dan saya belum punya itu. Saya diberi beberapa obat yang salah satunya adalah obat penenang.

    Proses untuk bisa lepas dari penyakit itu butuh proses. Tak jarang saya harus melalui proses yang amat menyakitkan untuk bisa menerima bahwa semuanya adalah hal terbaik dalam hidup saya.

  9. saya termasuk yang percaya kalau penyakita baerasal dari pikiran. ditambah dengan mpola makan yang kurang baik maka semakin cepatlah penyakit itu datang. thanks mbak sharingnya, ini bermanfaat banget.

  10. Jazakillaah sharing ilmunya mbak. Klu saya sih percaya sebagain besar penyakit itu ada hubungannya dengan pikiran. Cintoh paling sederhananya saja saat stress pasti bakal mudah juga terseranh penyakit. Iya kan mbak?

Tinggalkan Balasan ke Ludyah Annisah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.