Seuntai Kalimat Ini Akan Menyadarkanmu Untuk Selalu Bersyukur dan Bahagia

 

Referensi pihak ketiga

 

Bagi sebagian orang, tujuan kehidupan yang diinginkan adalah kebahagiaan. Menjadi insan yang bahagia lahir dan bathin adalah penyemangat dalam setiap langkah melewati hari demi hari.

Namun sesungguhnya jika kita renungkan lebih dalam, bahagia tidak seharusnya menjadi tujuan akhir. Apabila bahagia adalah tujuan akhir perjalanan ini, dan hal itu telah tercapai, bukan tidak mungkin kita akan mengalami perasaan stagnan atau berada di zona nyaman. Tak ada impian, tak ada keinginan, tak ada lagi cita-cita.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu, sesungguhnya kebahagiaan selalu ada di sekitar kita dan senantiasa mengiringi kemanapun kita pergi.

Referensi pihak ketiga

 

Ketika engkau masih bisa makan nasi rames lengkap dengan lauk dan sayur di warteg, sementara ada tukang ojek yang hanya bisa makan mi instan di warung mi, maka itu adalah suatu kebahagiaan.

Ketika engkau pergi bekerja menggunakan angkot, sementara ada seorang bapak tua penjual gorengan yang harus mengayuh sepedanya setiap hari pulang pergi tanpa henti, dengan hasil yang tak seberapa, maka itu juga adalah kebahagiaan.

Sesungguhnya kebahagiaan selalu ada di sekitar kita dengan wujud dan tampilannya masing-masing. Tapi ironisnya, begitu banyak orang yang kurang mensyukuri dan menganggap kebahagiaan harus dicari.

Bersyukur dalam setiap detik perjalanan di muka bumi adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Betapa engkau adalah seorang pembelajar sejati, manakala dalam segala ujian dan rintangan yang menghalangi engkau mampu bersyukur dengan sepenuh hati.

Bersyukur masih diberi umur panjang, bersyukur masih dapat berjalan, bersyukur dengan karunia pendengaran, dan nikmat sehat yang tiada terkira.

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?

 

 

*Tulisan ini pernah dimuat sebagai Ghost Writer untuk akun di UC News

Ketika Passion Beradu dengan Kesempatan & Waktu

170106174209
Foto : pixabay

Haii… ūüėÄ lama gak ketemu kamu, wahai blogku ūüėĄ¬†#sambilelus-elusblog

Ya, beberapa bulan terakhir saya ada beberapa proyek menulis yang cukup menyita manajemen waktu. Semuanya mengalir dengan sendirinya sampai membuat saya terharu.

Tapi Alhamdulillahnya sih pekerjaan ini bisa dikerjakan dari rumah. Jadi sangat fleksibel ya terutama untuk kamu yang mungkin sudah berkeluarga atau memiliki halangan untuk bekerja di luar rumah.

Oya, sebenarnya menulis bagi saya bukan hal baru ūüėä Inget banget dulu waktu SD punya buku khusus yang isinya tulisan-tulisan saya semua.
Seiring berjalannya waktu,  saya lebih tertarik menulis artikel-artikel lepas atau berita-berita singkat karena background pendidikan saat kuliah lebih fokus ke jurnalistik, khususnya jurnalistik televisi.
Tapi gak perlu kuatir kok, siapapun kamu dan apa pun backgroundmu, MENULIS adalah soal PEMBIASAAN. Pembiasaan mengumpulkan 10.000 jam terbang.
Lebih bagus lagi jika menulis sudah menjadi bagian dari passionmu. Dibayar atau pun tidak, kamu akan tetap menulis dan berbagi suara hati kepada orang lain.
So, keep writing yaa…!! ūüėČ

Ini yang Akan Terjadi Apabila Bumi Benar-benar Datar

Perbedaan pendapat bahwa Bumi tempat tinggal kita adalah datar, bukan bulat, kerap melahirkan teori-teori baru dari mereka yang menganut paham Bumi datar, termasuk dari Flat Earth Society (Komunitas Bumi Datar). Padahal sejak dahulu kala telah banyak ilmuwan yang berhasil membuktikan keberadaan bentuk Bumi yang bulat.
Benarkah Bumi datar? Sumber : pexels.com

 

Eratosthenes, ahli matematika asal Yunani, pada tahun 276 SM membandingkan bayangan pada dua kota berbeda di Mesir, yaitu Aswan dan Alexandria. Hasilnya, saat petang, tidak ada bayangan di Aswan, namun terdapat bayangan di Alexandria.Jika Bumi berbentuk datar, maka tidak mungkin ada perbedaan antara keberadaan 2 bayangan tersebut karena posisi Matahari akan dianggap sama bagi tiap titik di Bumi, seperti dilansir ancientcode.com (retrieved, 31/1/2018)

Terlepas dari bukti bahwa Bumi memang bulat tersebut, sebuah blog dari Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Universitas Colombia (ldeo.colombia.edu 28/1/2018) mencoba menjelaskan secara logika apa yang akan terjadi jika planet kita dianggap sebagai planet berbentuk datar :

1. Tidak ada gravitasi

Teori “Bumi datar” memunculkan suatu pertanyaan, bagaimana dengan masalah gravitasi? Tidak jelas bagaimana gravitasi akan bekerja apabila bumi ini datar, padahal telah terbukti bahwa buah apel yang jatuh dari pohon adalah akibat adanya gaya gravitasi. Demikian pula adanya gravitasi memungkinkan bulan mengorbit Bumi dan semua planet mengorbit mengelilingi matahari.

Bayangkan apabila Bumi ini datar, maka semua gaya tarik akan berpusat di tengah Bumi. Air akan tersedot ke pusat Bumi, pepohonan pun akan tumbuh secara diagonal, karena mereka berkembang ke arah yang berlawanan dengan tarikan gravitasi.

Gravitasi pada teori Bumi datar. Sumber : shutterstock.com

 

2. Matahari kemungkinan akan jatuh ke Bumi karena tidak adanya gaya momentum linier & tegak lurus

Dalam teori tata surya kita yang didukung bukti ilmiah, Bumi berputar mengelilingi matahari, namun tidak jatuh ke bawah karena sedang melakukan perjalanan di orbitnya. Dengan kata lain, gravitasi matahari tidak bekerja sendiri. Ada momentum linier dan gravitasi matahari yang bergabung, sehingga menghasilkan orbit melingkar mengelilingi matahari.

Sementara dalam teori Bumi datar, Bumi dianggap sebagai pusat alam semesta, namun tidak dikatakan bahwa matahari mengorbit Bumi. Ini artinya matahari memancarkan cahaya dan kehangatan ke bawah seperti lampu meja memancarkan sinarnya. Tanpa adanya gaya momentum linier dan tegak lurus, mustahil matahari dan bulan mampu melayang di atas Bumi, apalagi ukuran matahari adalah 100x lebih besar dari ukuran Bumi.

3. Tidak akan ada satelit & GPS

Apabila Bumi datar, kemungkinan tidak akan ada satelit, karena satelit bekerja dengan cara mengorbit pada benda lain.. Tidak ada satelit artinya juga tidak akan ada GPS. Dengan tidak ada GPS artinya sistem navigasi juga akan mengalami kekacauan.

Satelit sedang mengorbit bumi. Sumber : pixabay.com

 

4. Tidak akan ada musim, gerhana & fenomena lainnya

Jika matahari dan bulan berputar mengelilingi satu sisi Bumi yang datar, kemungkinan masih dapat terjadi proses siang dan malam. Tapi itu tidak akan menjelaskan bagaimana munculnya musim, gerhana dan banyak fenomena lainnya dapat terjadi apabila Bumi dianggap datar.

5. Tidak ada medan magnet

Jauh di bawah pusat Bumi terdapat suatu medan magnet. Dikutip dari infoastronomy.org (15/5/2016), medan magnet Bumi akan melindungi kita dari badai matahari dan radiasi kosmik. Kekurangan medan magnet berarti menyebabkan lebih banyak radiasi dapat menembus atmosfer Bumi.

Apabila Bumi dianggap datar, maka medan magnet harus diganti dengan yang lain. Mungkin dengan logam cair. Namun teori ini pun tampak tidak masuk akal bagi para ilmuwan dan ahli sains terkemuka.

Foto Bumi bulat. Sumber : nasa.gov

 

Menurut seorang sejarawan, Jeffrey Burton Russell, belum ada ilmuwan dalam era peradaban barat yang percaya bahwa bumi berbentuk datar.

Bahkan Pythagoras yang diikuti oleh Aristoteles, Euclid, dan Aristarkhus, mengamati bahwa bumi adalah sebuah bola sejak abad ke-6 SM.

Nah, bagaimana menurut Anda? Masih tetap percaya bahwa Bumi itu datar?

 

*Artikel ini pernah dimuat dalam platform UC News

Mengejutkan! Mantan Ilmuwan NASA Ini Menjadi Orang Pertama yang Memodifikasi DNA-nya

Seorang mantan ilmuwan NASA, Dr. Josiah Zayner, menjadi orang pertama yang memodifikasi dirinya secara genetis. Dilansir dari blog pribadinya ifyoudontknownowyaknow.com (13/10/2017), Zayner menulis bahwa ia ingin membantu manusia memodifikasi diri untuk menciptakan kelas spesies baru.

Dalam proyek ini, Dr. Zayner memberi kekuatan pada ototnya dengan mengeluarkan protein yang menghambat pertumbuhan otot di lengan kirinya menggunakan teknik CRISPR.

Dikutip dari gakkin-idn.co.id (25/1/2017), CRISPR atau Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats merupakan sebuah metode modifikasi gen yang telah banyak digunakan pada beberapa sistem model, termasuk zigot hewan dan sel manusia.

 

Siapakah sebenarnya Dr. Josiah Zayner?

Zayner memperoleh gelar doktor Ph.D. dari Departemen Biokimia dan Biofisika Molekuler di Universitas Chicago pada tahun 2013. Salah satu karir terbesarnya adalah sebagai ilmuwan riset NASA dan terlibat dalam Program Biologi Sintetis di planet Mars pada tahun 2016.

Saat ini Zayner merupakan pendiri dan CEO The Odin, perusahaan yang berbasis teknologi genetik. Ia menjalankan aktivitas sebagai Biohacker, bahkan menjual peralatan teknik genetik dasar secara online, meskipun badan resmi pangan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) telah menjelaskan bahwa penjualan produk terapi gen tanpa persetujuan resmi pemerintah termasuk dalam tindakan ilegal.

Zayner dengan latar belakang peralatan modifikasi genetikanya (Foto : ifyoudontknownowyaknow.com)

 

Pada tahun 2017, Dr. Zayner berhasil meraup keuntungan sebesar $ 200.000 dari bisnis penjualan peralatan modifikasi gen miliknya.

Tujuan dari eksperimen yang ia lakukan, menurut Zayner, sebenarnya bukan semata-mata untuk mengubah kekuatan super ototnya, melainkan karena ia menganggap manusia memiliki hak asasi untuk menentukan gennya sendiri. Ini dapat terjadi karena alasan medis, ilmu pengetahuan, atau hanya karena manusia menginginkan sesuatu yang baru dan ingin berbeda dari biasanya. Mantan ilmuwan NASA ini yakin manusia pada akhirnya akan berkembang menjadi generasi baru manusia super-kuat berkat rekayasa genetika yang luas.

Teknik modifikasi gen CRISPR (Foto : ancient-code.com)

 

Hmmm… bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?¬†Apakah Anda sependapat dengan Dr. Zayner?

 

 

*Tulisan ini pernah dimuat dalam platform berita UC News

My Life, My Journey