Pikiran Bawah Sadar

recordings-2117786_640
Source : pixabay.com

Alhamdulillah… 

Terima kasih Ya Allah. Hari ini berkurang satu lagi jatah kehidupan hamba di dunia 💙💜💚 

Bahagia, sedih, naik, turun, belok kiri, belok kanan, miring kiri, miring kanan, semua telah Engkau berikan 😅

Terima kasih telah membuatku tegak berdiri hingga hari ini, tetap istiqomah di jalan-Mu. Dan tetap berdoa agar terus istiqomah & lebih baik lagi dari sebelumnya.

Btw, hari ini saya mendapat kado terindah dari Yang Maha Mengetahui 🙂

Alhamdulillah… saya dapat kado ILMU manfaat di pagi hari tanggal 25 Juli ini.
Allah tau saja bahwa saya sedang butuh ilmu untuk me-recharge energi menjadi lebih baik 💜

Silahkan dibaca ya, mudah-mudahan bermanfaat…

Sekitar jam 8 pagi tadi bukan kebetulan, ada acara live streaming siaran radio dari mba Meuthia Rizky, seorang High Performance Trainer yang selama ini saya follow di fb, sekaligus senior saya di Oriflame.
Mba Meuthia ini biasa mengajar tentang pikiran bawah sadar & merupakan promotor dari tes sidik jari STIFIn untuk menentukan bakat seseorang dilihat dari pola sidik jarinya.

.

FB_IMG_1500972628646
Source : FB Meuthia Z Rizky

Tema siaran radio tadi pagi adalah tentang bagaimana mengembangkan pikiran bawah sadar yang memang sedang saya pelajari beberapa minggu terakhir. Meski terlambat dengerinnya udah lewat 30 menit, tapi lumayanlah masih ada ilmu yang bermanfaat untuk saya bagikan disini. 

Saya rangkum aja secara ringkas apa materinya ya :

– Menurut mba Meuthia, kalau ada hal negatif yang tidak kita inginkan, apabila hal itu kita pikirkan secara terus menerus di dalam pikiran, maka hal negatif itu tetap akan terjadi. Dan benar saja…, karena saya sudah membuktikannya selama ini. Jadiii…. berhati-hatilah dengan PIKIRAN kita 😊

– Dalam mencapai sesuatu, sebenarnya gak perlu menjadi terlalu yakin. Yang paling penting adalah TAHU CARANYA .

Nahhh.. lalu bagaimana caranya ??

.

1. Input data ke dalam otak kita

Contoh :
Kita jalanin bisnis. Pengen punya omset 1 miliar.
Pertanyaannya, pernah lihat uang 1M gak? Pernah pegang uang 1M gak?
Kalau belum pernah pegang atau lihat, berarti TIDAK AKAN KEJADIAN, karena gak ada DATANYA.

Perbedaan antara IMPIAN & KHAYALAN terletak pada DATA.
Impian ada datanya, sementara khayalan hanya keinginan semata tanpa ada input data dalam pikiran.
Karena PIKIRAN adalah sekumpulan DATA yang terkumpul di otak.

Ini sudah terbukti pada IMPIAN saya untuk bertemu dengan beberapa tokoh/orang yang saya idolakan. Mulai idola sejak ABG (baca di postingan ini May 24th, 2016) hingga tokoh favorit saat usia tak muda lagi (baca Seminar 100 Juta Pertama Ippho Santosa).

Ada lagi 1 tokoh yang saya kagumi saat masih kuliah dulu, namanya Jeffrey Winters. Beliau adalah pengamat ekonomi politik Indonesia asal Amrik. Saya kagum dengan pandangan-pandangannya yang sangat cerdas & kritis. Tahun 1997 entah kenapa saya berkata dalam hati ingin dapat bertemu Winter. Sempat gak yakin, apa mungkin bakal terwujud? Bukankah saya ada di Yogya, sementara dia di Amrik, khayalan banget pikir saya waktu itu hihhiii.. Ternyataaa gak perlu menunggu terlalu lama. Tahun 1999 saya akhirnya bertemu dengan Winters di Mabes Polri ketika saya masih magang sebagai seorang Jurnalis di TVRI. Sangat mudah, mengalir saja semuanya jika Allah sudah berkehendak.

Dari semua peristiwa itu, kalau saya perhatikan, mereka semua seolah-olah datang sendiri kepada saya, seperti sudah ada yang mengatur. Nah.. pola seperti ini bisa saja terjadi ketika input data tentang impian kita sudah ada & tertanam secara mendalam. Impian itulah yang akhirnya mendekati kita..

Balik lagi pada impian ingin omset 1M.
Gimana caranya?
Salah satunya, cari teman/lingkungan yang punya kehidupan 1M.
Kenalan, berteman dengan baik, nikmati & lihat kehidupannya seolah-olah kita punya kehidupan itu.

*Pesan moralnya :
Kalau punya teman kaya jangan dijutekin yaa.. Justru harus dideketin wkwkwkwk… 😀

.

2. Edit Pikiran

Antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar ada semacam PINTU GERBANG. Pintu itu yang harus kita kendalikan dan kita harus mampu memfilternya. Edit pikiran yang masuk agar yang terjadi yang baik-baik saja. Banyak baca buku-buku motivasi yang bener, cari lingkungan yang baik dan sugesti pikiran agar selalu positif.

Sebenarnya masih ada beberapa cara lainnya kata mba Meuthia, tapi yang dibahas hari ini cukup segitu dulu 🙂
Segini aja menurut saya udah cukup lumayan, tinggal kita yang harus rajinin praktek agar makin terlatih. Practice makes perfect, right?
Banyak teori kalau gak pernah praktek juga percuma kan…?? Ayooo semangat belajar mengatur pikiran bareng-bareng.. 😊

Pavel Durov & Telegram Indonesia

Berawal dari tanggal 14 Juli 2017.
Hingga tulisan ini diposting, 9 hari sudah Kementerian Komunikasi & Informasi RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran terhadap aplikasi chat messenger Telegram (versi web), karena dianggap banyak digunakan oleh kelompok teroris untuk berkomunikasi dalam melakukan aksinya di Indonesia.

Saya masih ingat, sekitar 1 tahun yang lalu pernah menulis sedikit review tentang aplikasi chat ini dalam postingan Aplikasi Telegram for Android     

Saat itu entah kenapa, saya langsung falling in love dengan aplikasi chat berbasis kecepatan & keamanan ini.

Telegram memang memiliki beberapa fitur yang sangat berbeda dengan Whats App.
Yang paling saya suka adalah penyimpanan file & dokumen tidak otomatis tersimpan di perangkat, melainkan tersimpan di aplikasi. Jadi nggak akan bikin hp penuh sehingga harus bolak balik menghapus file.
Penciptanya sendiri mengatakan, bahwa nilai unik Telegram dibanding aplikasi chat sejenis terletak pada privasi chatnya (enscryption chat) yang tidak akan dapat dibaca oleh pihak ketiga manapun.

Pemblokiran yang dilakukan pemerintah Indonesia (hingga tulisan ini diketik masih terjadi), membuat banyak netizen protes, termasuk saya 😅
Bukan apa-apa. The trouble is, banyak sekali channel pembelajaran, grup bisnis & file-file penting tersimpan disana. 

Dan rata-rata netizen menggunakan channel Telegram untuk proses pembelajaran dalam grup yang besar, bisa menampung hingga puluhan ribu member, selain juga menggunakannya untuk kepentingan bermain game.

Trending topic tentang Telegram di Indonesia mencuatkan nama si pencipta sekaligus sang CEO, Pavel Durov.
Hemmm… saya juga baru tahu ternyata penciptanya masih muda & good looking buangettt 😁 (duhhh emak-emak ini… hehheeehee…)

-Jz8l4Rr_400x400
Source : Durov’s Channel

Sebenarnya Pavel nggak sendirian kok membuat Telegram. Ia dibantu oleh kakak laki-lakinya, Nikolai Durov. Dan aplikasi chat ini adalah produk ciptaannya  yang kedua, setelah sebelumnya Pavel sukses menciptakan aplikasi sosial media terkenal dari Russia, VKontakte (VK) di tahun 2006. VK disebut-sebut mengungguli Facebook dalam hal penggunaan di kalangan anak muda Russia. VK-lah yang membuat Pavel Durov menjadi milyarder di usia muda & idola baru remaja Russia.

Saat membaca kisah perjalanan hidup seorang Durov, menjadi pembuktian bahwa PASSION tidak bisa dikalahkan oleh apapun.
Pavel memutuskan keluar dari Russia setelah dipaksa menjual saham VKontakte kepada penguasa setempat & mengalami banyak intimidasi, akibat tidak mau membocorkan data rahasia pihak oposisi pemerintahan presiden Vladimir Putin yang tersimpan di akun VKontakte saat masa kampanye pemilihan presiden.

Saya seperti mengikuti alur cerita sebuah film, tentang passion anak muda yang mengikuti idealismenya.

Setelah menjual saham VK & dipecat dari perusahaan yang dibangunnya, Pavel keluar dari Russia, kemudian menciptakan Telegram di Berlin pada tahun 2013.
Setelah itu Pavel & tim programernya memutuskan untuk berpindah-pindah tempat (nomaden), agar tidak ada satu pemerintahan pun yang akan mampu mengintimidasi produk ciptaannya yang mengutamakan nilai privasi penggunanya.
Trauma masa lalu di Russia dimana negara selalu melakukan penyadapan dalam masalah komunikasi warga negaranya diakui Durov amat menyakitkan & tidak ingin diulanginya kembali 😥 Miris sekali yaa.. Dalam beberapa pernyataan & tulisannya, Pavel jelas-jelas memilih diblokir di suatu negara & siap kehilangan market potensialnya, daripada harus membuka data percakapan privasi para pengguna Telegram.

PicsArt_07-23-01.01.51

Dengan kondisi seperti ini saya jadi berpikir, apa iya pihak Telegram akan mengabulkan tuntutan pemerintah Indonesia untuk membangun kantor perwakilan di Indonesia? Mengingat mereka sendiri lebih suka bekerja dengan  berpindah tempat dan negara setiap 2-3 bulan sekali.
Entahlah… Hanya bisa berdoa, semoga pemblokiran tidak berlanjut pada aplikasi di hp yang saat ini masih bisa dibuka.

Toh pihak Durov sendiri sebenarnya telah berjanji kepada pemerintah Indonesia, akan menghapus channel/kannal yang digunakan pihak teroris & membuka saluran komunikasi khusus dengan pihak Indonesia untuk membahas isu-isu terorisme secara lebih cepat.
Kalau ini dianggap belum cukup, mungkin kita para pengguna Telegram yang harus pindah ke negara lain agar tetap bisa mengaksesnya… wkwkwk… 😂
Just kidding lah yaaa…

#SaveTelegramIndonesia 💜