BTPN Syariah, Fokus pada Pemberdayaan Keluarga Prasejahtera dan Kaum Perempuan Melalui #BankirPemberdaya

 
Kondisi ini menjadi salah satu dasar dari PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah, Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan BTPN Syariah untuk kemudian seratus persen memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif dan pemberdayaan kaum perempuan di Indonesia.
Untuk teman-teman  ketahui, BTPN Syariah resmi dibentuk pada 14 Juli 2014. Tapi beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada bulan Maret 2008, BTPN Syariah telah memiliki kantor cabang syariah pertamanya di Bandung dengan 49 orang karyawan. Peresmian kantor cabang pertama di tahun 2008 itu dilakukan setelah membentuk beberapa Unit Usaha Syariah yang bertujuan memenuhi kebutuhan perbankan syariah, mendanai UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) dan menyediakan fasilitas gadai bagi nasabahnya.

Bagi BTPN Syariah, melayani segmen keluarga prasejahtera produktif yang sering disebut dengan istilah “unbankable”  tentunya bukan hal yang mudah. Ini merupakan tantangan, tapi sekaligus juga peluang. Karenanya, BTPN Syariah berusaha menciptakan produk dan memberi layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.

Salah satu lini terdepan yang berperan penting dalam pemberian motivasi kepada para nasabah yang mayoritas adalah kaum perempuan dari keluarga prasejahtera produktif, adalah tim Community Officer BTPN Syariah. CO BTPN Syariah yang terdiri dari para lulusan SMA dan disebut dengan Melati Putih Bangsa ini menjadi role model bagi para nasabah BTPN Syariah agar memiliki sikap Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS).

By the way, BTPN Syariah saat ini memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia dan 41 Kantor fungsional operasional. Ada sekitar 12.000 Community Officer yang siap mendatangi langsung ke sentra-sentra nasabah di hampir 70% total kecamatan di Indonesia. Tentunya nasabah yang berada di pedesaan sangat terbantu, ya, dengan adanya sistem jemput bola seperti ini.

Dan satu lagi, sebagai bank yang juga menghimpun dana, saat ini ada sekitar 20.000 orang nasabah sejahtera yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nah, hampir 100% dana yang berasal dari nasabah sejahtera tersebut kemudian disalurkan lagi kepada keluarga prasejahtera produktif yang saat ini jumlahnya mencapai 3,6 juta orang nasabah aktif.

Tidak mengherankan jika pada semester pertama tahun 2019 ini BTPN Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang sehat sebesar 24%, yaitu dari Rp 6,87 triliun menjadi Rp 8,54 triliun pada periode yang sama di tahun 2018.

Pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan ini tentunya merupakan buah dari konsistensi perusahaan untuk terus memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif sejak tahun 2010.

Saya bersama Ainul Yaqin, Communication Head BTPN Syariah (tengah) dan drg. Decky (kanan). “Do Good Do Well” membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.

Seperti disampaikan oleh Ainul Yaqin, Corporate Communication Head BTPN Syariah, prinsip kemanfaatan dan pemberdayaan benar-benar dikedepankan oleh BTPN Syariah, sesuai visi dan misi untuk bersama-sama menciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti, sekaligus menjadi bank syariah terbaik untuk membantu mengubah hidup jutaan rakyat Indonesia.

Keyakinan untuk ‘Do Good Do Well’ (berkinerja baik sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata) inilah, yang membuat seluruh insan di BTPN Syariah memiliki satu identitas yang sama, yaitu #bankirpemberdaya.

Ayo… kamu juga bisa lo, berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan dengan segenap potensi dan passion yang kamu miliki! Dengan mengikuti berbagai komunitas yang sesuai dengan passion-mu, baik online maupun offline, dan melakukan banyak hal bermanfaat, insya Allah kita semua bisa benkontribusi demi perbaikan kehidupan yang lebih baik lagi. Setuju?

Mudah dan Lezat, Ini 3 Jenis Makanan Ringan yang Bisa Jadi Inspirasi Bisnis Kulinermu

Berbeda dengan menjual makanan yang mengenyangkan perut seperti nasi, memulai bisnis kuliner makanan ringan cenderung lebih mudah dan tentunya lebih murah dalam hal modal usaha. Selain itu, peluang bisnis makanan ringan pun juga tergolong lebih menguntungkan karena semua orang dari berbagai lapisan dapat menikmatinya tanpa terkecuali.

Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah semakin banyak jenis-jenis makanan ringan yang mulai bermunculan dan menjadikan inspirasi bagi para pelaku usaha lainnya. Hanya saja, perlu diketahui bahwa bisnis kuliner makanan ringan pun juga membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari jenis makanan ringan yang belum memiliki banyak kompetitor hingga modal usaha yang dibutuhkan.

Bagi kamu yang membutuhkan inspirasi dalam memulai bisnis kuliner makanan ringan, yuk, simak beberapa ulasan berikut ini, ya!

Jenis Bisnis Kuliner Makanan Ringan

1. Pisang Nugget

Pisang nugget (image: Pinterest.com)

Walaupun sudah mulai banyak penjual pisang nugget ditemukan di mana-mana, tetapi tak ada salahnya menjadikan jenis makanan ringan satu ini sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Dengan cara pembuatan yang cukup mudah dan modal usaha yang tidak besar, kamu bahkan berpeluang mendapatkan omzet hingga jutaan rupiah, lo.

Hanya saja, dikarenakan sudah mulai banyak penjual pisang nugget yang bertebaran, kamu bisa menciptakan keunikan tersendiri di produk pisang nugget yang kamu jual, agar setidaknya berbeda dari para kompetitor. Sebagai contoh, ciptakan cita rasa baru atau kombinasi baru yang belum banyak digunakan oleh para penjual pisang nugget lainnya.

2. Cake in Jar

Cake in jar (image: Bakingo.com)

Selanjutnya terdapat cake in jar yang masih hits hingga saat ini. Sesuai dengan namanya, cake in jar berarti kue yang disajikan di dalam jar atau stoples. Untuk idenya sendirinya sebenarnya cukup sederhana, hanya saja, kemungkinan kamu harus mengeluarkan modal lebih untuk memulai usaha ini.

Hal tersebut dikarenakan harga stoples kaca yang tidak murah, meskipun kamu membelinya secara online. Tak jarang, banyak pelaku usaha cake in jar ini yang menjual satu stoples kuenya di atas harga Rp50ribu, yang tentunya dengan harga itu memungkinkan pengembalian modal yang telah kita keluarkan.

Dengan rasa kue yang nikmat dan stoples yang bisa dijadikan sebagai wadah multi fungsi, pasti konsumen akan senang dan tidak kapok membeli. Agar lebih irit modal lagi, kamu bisa meminta konsumen yang melakukan repeat order untuk membawa kembali stoples yang mereka miliki untuk mendapatkan potongan harga.

Cara ini bukan hanya dapat menghasilkan keuntungan fantastis, kamu pun juga telah berhasil mengajak konsumen untuk turut berkontribusi dalam menyelamatkan bumi 🙂

3. Oreo Goreng

Oreo goreng (image: Ramesia.com)

Murah dan enak, itulah ‘julukan’ yang pas disandang untuk jenis makanan ringan satu ini. Dengan modal yang tak sampai Rp100ribu, kamu sudah bisa menghasilkan keuntungan dari berjualan oreo goreng ini. Bukan hanya itu saja, oreo goreng juga merupakan jenis makanan ringan yang disenangi oleh hampir semua usia, baik anak-anak hingga remaja, dan cara pembuatannya pun sangat mudah, kamu bisa melakukannya sendiri.

Sajikan satu bungkus kemasan berisi 5 biji oreo goreng untuk dijual dengan harga Rp5ribu hingga Rp6ribu. Bahan yang digunakan tidak mahal dan mudah kamu temukan, seperti produk biskuit oreo, tepung, telur, susu serta minyak yang digunakan untuk menggoreng oreo tersebut. Selain itu, untuk topping-nya kamu bisa mempersiapkan aneka macam topping sesuai selera, seperti gula putih halus, saus cokelat, es krim, cream, dan masih banyak lagi.

Memang, tak dapat dimungkiri bahwa modal usaha merupakan kunci utama dari berjalannya suatu bisnis. Tanpa modal, tentu bisnis tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Maka dari itu, tak jarang banyak pelaku usaha yang rela melakukan berbagai hal demi mengumpulkan modal yang diinginkan.

Nah, daripada kamu pusing memikirkan modal, pinjam saja melalui pinjaman online CekAja.com. Selain telah terdaftar di OJK, CekAja.com juga menyediakan fasilitas yang memungkinkanmu melakukan perbandingan mengenai produk pinjaman paling tepat yang dapat memenuhi kebutuhanmu.

Bingung mencari modal usaha dimana? Ya di CekAja.com saja!

Untuk informasi lebih lanjut, yuk kunjungi https://www.cekaja.com/small-business-banking/

Ingin Langsing? Ternyata Tak Perlu Diet Ketat, lo! Cukup Minum Air Hangat Saja

Air hangat ternyata banyak manfaatnya (image: Doktersehat.com)

Tidak dapat dimungkiri bahwa memiliki tubuh langsing merupakan impian bagi sebagian besar wanita. Anggapan bahwa tubuh langsing akan terlihat lebih menarik, khususnya di mata lawan jenis, membuat banyak wanita bahkan rela melakukan diet ketat demi mendapatkan berat badan ideal.

Hanya saja, banyak wanita yang belum menyadari, walaupun menjalankan diet ketat mampu memberikan mereka bentuk tubuh yang diinginkan, hal tersebut sekaligus juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Menjalankan diet hampir sama pula dengan membatasi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga memungkinkan seseorang untuk tidak mendapatkan nutrisi yang cukup bagi tubuhnya.

Tahukah kamu bahwa tanpa nutrisi yang cukup, kondisi tubuh menjadi tidak seimbang, yang pastinya berdampak kepada kondisi kesehatan. Nah, untuk kamu yang menginginkan tubuh langsing tanpa perlu menyiksa tubuh, saat ini sudah ada cara sederhananya, lo! Kamu bisa tetap bisa mengonsumsi jenis makanan apa pun tanpa takut gemuk 🙂

Kok bisa?

Yup! Minum air hangat secara rutin merupakan salah satu solusi yang bisa kamu lakukan. Salah satu manfaat minum air hangat adalah membantu dalam penurunan berat badan. Apalagi jika kamu mencampurkannya sekaligus dengan perasan jeruk lemon dan madu setiap habis makan, berat badan pun akan turun secara konsisten.

Kamu mau tahu manfaat air hangat lainnya? Yuk, simak ulasannya berikut ini, ya!

Manfaat Minum Air Hangat

1. Menurunkan Berat Badan

Air hangat merupakan salah satu cara menurunkan berat badan paling sederhana dan sekaligus paling efektif. Dengan meminum air hangat secara rutin dan konsisten, sama saja dengan kita meminum cairan peluruh cadangan lemak yang tersimpan di dalam tubuh yang membantumu dalam menurunkan berat badan.

Jika menginginkan efek yang jauh lebih efektif, kamu bisa mencampurkan air hangat tersebut dengan perasan jeruk lemon dan madu setiap habis makan. Hal tersebut dikarenakan lemon mengandung serat pektin yang mampu mengontrol rasa lapar serta ideal bagi orang yang tengah menjalankan diet alkaline.

2. Mengobati Sakit Kepala dan Hidung Tersumbat

Bagi kamu yang sedang mengalami sakit kepala atau hidung tersumbat karena flu, meminum air hangat bisa membantu dalam meredakan rasa sakit tersebut. Uap yang dihasilkan dari air hangat yang tidak sengaja dihirup ketika meminum air hangat mampu membantu melegakan sakit kepala sekaligus hidung tersumbat. Hal ini dikarenakan uap yang kita hirup dapat melonggarkan membran mukosa pada leher dan mencegahnya untuk terbentuk lagi.

3. Melegakan Saraf dan Stres

Sebuah penelitian menunjukan bahwa meminum air hangat dapat membantu dalam melegakan sistem saraf. Dengan fungsi sistem saraf yang optimal, fungsi tubuh pun akan berjalan dengan baik dan meminimalisir rasa sakit.

Selain itu, minum air hangat juga dapat membantu meredakan stres secara perlahan karena terbukti mampu membuat otot menjadi lebih rileks sehingga menurunkan level hormon kortisol yang menjadi penyebab timbulnya stres tersebut.

Jika dipelajari lebih dalam lagi, sebenarnya banyak sekali manfaat minum air hangat yang belum kita ketahui sebelumnya. Air hangat bukan hanya baik untuk kecantikan, tapi sekaligus juga baik bagi kesehatan. Jadikan minum air hangat sebagai rutinitas yang wajib kamu lakukan setiap hari. Dengan begitu, manfaatnya pun akan segera terasa.

Selain ketiga manfaat yang telah disebutkan di atas, sejatinya masih banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari segelas air hangat. Penasaran manfaat apa sajakah itu? Kamu bisa baca informasi selengkapnya di https://www.cekaja.com/info/rutin-minum-air-hangat-manjur-buat-diet-sampai-mengusir-stres/

Semoga bermanfaat ya, man-teman 🙂

Workshop ALT (Alpha Life Transformation): Pikiran adalah Kunci Kehidupan

Suasana workshop ALT by Meuthia Z Rizki

Serasa masih merinding nulis ini 🙂

Yup, lagi-lagi, ini impian besar ke sekian yang Allah kabulkan dalam kurun 2 tahun terakhir sejak saya mulai sedikit demi sedikit belajar tentang ilmu mindset dan pemberdayaan diri.

Sahabat dan teman-teman FB yang sering baca postingan di medsos pasti sudah baca beberapa keajaiban yang saya alami sejak tahun 2017. Mulai dari dapat doorprize sepeda motor, bisa pergi umroh + ketemu bunga tulip di negara impian Turki. Habis itu akhirnya kesampaian beli laptop. terus enggak nyangka 9 bulan terakhir ini akhirnya bisa bikin rumah. Dan di bulan Juli ini, 2 hari setelah tanggal kelahiran saya, terwujud deh impian pengen ikut workshop Alpha Life Transformation (ALT) pada tanggal 27 Juli 2019.

Kenapa cuma ikutan workshop begini aja jadi impian sih? Apa pentingnya? heheee…..

Jadi gini, ini berkaitan dengan pengalaman dan pelajaran hidup yang belasan tahun terakhir Allah kasih ke saya. Mungkin dari luar orang melihat saya fine-fine aja. Banyak senyum, jarang ngeluh, status di medsos baik-baik saja 🙂 Alhamdulillah, mungkin itu karena tipikal saya memang introvert, lebih suka menyimpan sendiri kalau ada masalah dan curhatnya terbatas hanya kepada Allah saja. Kalau pun harus curhat ke orang lain, saya sangat hati-hati memilih orang yang diajak curhat. Bukan apa-apa, sebenarnya ini untuk menghindari adanya kebingungan ketika harus mengambil keputusan. Semakin banyak opini dan nasihat kalau buat saya justru semakin membuat bingung. Makanya lebih aman dan nyaman curhatnya cuma ke Allah aja 🙂 Lahh…. maafkeun, kenapa ini malah jadi curhat di blog, ya, hehehee

Begitulah, banyak ujian hidup yang Allah berikan sejak lulus kuliah sampai belasan tahun kemudian. Alhamdulillah, saya bisa tetap istiqomah dan tak pernah sedikit pun berburuk sangka kepada-Nya. Entah kenapa, yakinnn aja, ada sesuatu yang “besar” di balik semua ujian itu.

Qadarullah, Allah mulai banyak memberi ilmu dan keajaiban di tahun 2017. Berawal dari menemukan grup dan komunitas online tentang sedekah, pemberdayaan diri, bisnis online, parenting, hingga akhirnya merembet sering ikut kelas online tentang mindset dan pikiran.

Kenapa tertariknya ke masalah mindset? Karena saya enggak mau berbagai masalah dan ujian di masa lalu membuat saya menjadi stres dan depresi. Kalau sampai itu terjadi, yang kasihan dan terkena imbasnya siapa lagi kalau bukan si buah hati?

Jangan lupa bahwa kita ini adalah seorang ibu. Jika ingin memiliki anak yang bahagia, kita sebagai ibu adalah orang pertama yang harus setting pikiran dulu supaya bahagia. Berawal dari bahagia itulah kita bisa menyusun apa langkah-langkah selanjutnya yang ingin dicapai dalam hidup.

Kebayang kan, apa jadinya kalau seorang anak punya ibu yang tiap hari bawaannya baper dan nangis mulu? Nah, saya ingin memperbaiki itu semua agar hidup bisa lebih nyaman, mendidik anak lebih baik, mendampingi ibu saya di masa tuanya dengan lebih sabar, bisa berbagi ilmu kepada orang lain, dan masih banyak lagi manfaat yang ingin saya capai melalui perubahan diri. Dan salah satu jalannya adalah dengan cara mempelajari segala hal yang berhubungan dengan pikiran, karena dia adalah kunci kehidupan. Kita mau baper, mau melow, atau sebaliknya, mau tertawa bahagia dan selalu berkecukupan, itu adalah pilihan kita masing-masing. Pikiran adalah salah satu kunci mewujudkan ketenangan hati yang kita inginkan.

Pikiran Bawah Sadar

Sebenarnya apa yang membedakan diri kita dengan hewan atau binatang? Bukankah sama-sama punya otak juga? Iya, bener. Kita dan hewan sama-sama punya otak, tapi hewan kan enggak punya akal dan pikiran? Padahal Allah Swt menjadikan manusia sebagai makhluk paling tinggi karena dikaruniai akal dan pikiran ini untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. Bukan rahasia lagi kan kalau di zaman now orang semakin lupa diri. Berantem di medsos, jelek-jelekin orang lain, disenggol dikit langsung bacok, hiiihhh seremmmm 🙁 Kalau kita enggak mampu memfilter pikiran dari hal-hal seperti itu yang sering dilihat setiap hari, bahayaa, gaesss…. Diam-diam bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita.

Pikiran itu kalau dianalogikan seperti segelas air putih. Kalau kita beri gula, rasanya akan manis, sebaliknya, kalau dimasukkan kopi rasanya jadi pahit. Jadi sebenarnya kita ini adalah MAJIKAN atau BOS untuk jalan pikiran kita. Tapi lucunya, yang terjadi justu sebaliknya kan? Kita yang sering dikendalikan oleh pikiran 😀 Bener apa bener?

By the way busway, menurut bapak psikologi analisis Sigmund Freud, pada dasarnya pikiran terbagi menjadi 3, yaitu pikiran sadar, pikiran prasadar, dan pikiran bawah sadar. Jika digambarkan, bentuknya seperti gunung es, yang bagian bawahnya terendam ke dalam air, sementara ujung atasnya hanya tampak sedikit di atas air. Bagian bawah gunung es yang terendam dalam air inilah yang diibaratkan seperti pikiran bawah sadar dan menguasai hampir 88% isi memori kita.

  1. Pikiran sadar –>> sifat ingatannya hanya sementara (jangka pendek). Ingatan yang muncul sudah disaring oleh sistem stimulus, sehingga sifatnya ringan dan mengalir (tidak menimbulkan sensitivitas mendalam).
  2. Pikiran prasadar –>> batas antara pikiran sadar dan bawah sadar. Peristiwa yang terjadi di sini merupakan gabungan antara keduanya. Bisa muncul dalam bentuk mimpi ketika tidur, atau salah ucap ketika bicara.
  3. Pikiran bawah sadar –>> semua pengalaman sejak lahir hingga dewasa, mulai dari pola pengasuhan orang tua, lingkungan sekitar kita, hingga efek mendengar lagu dan membaca buku, bisa masuk secara tidak sadar ke dalam pikiran ini. Memori inilah yang memengaruhi hampir sebagian besar cara pandang kita terhadap nilai-nilai kehidupan.

Sifat Pikiran Bawah Sadar

  • Bekerja 24 jam nonstop
  • Sangat penurut jika diperintah
  • Bekerja dalam keadaan kita sedang yakin ataupun tidak. Jadi, memang benar bahwa kita harus hati-hati ketika berbicara, karena bisa jadi, apa yang kita ucapkan dan dianggap guyonan ternyata betul-betul terjadi. Ini karena sifat PBS memang demikian, tidak dapat memfilter data yang masuk. Kita sendiri yang harus memastikan data yang masuk hanya yang baik-baik saja.
  • Jika dianalogikan, seperti layaknya handphone. Selama batreinya belum low bat dan ada manusia yang mengendalikannya, dia akan tetap on terus
  • Tidak dapat menghapus data masa lalu (makanya, kamu bisa aja suatu saat inget mantan karena memorinya memang enggak bisa dihapus 🙂 Tapi, kita bisa kok membuat rasanya menjadi biasa saja dengan cara menetralisir rasa itu). Coba ngakuuu, siapa yang kesulitan move on dari mantan? Boleh konsultasi sama saya, ya, cara biar cepet move on dari masa lalu 😀
  • Tidak mengenal kata negatif (tidak, jangan), akan, semoga, mudah-mudahan, karena PBS bersifat pasti

Cara Kerja Pikiran Bawah Sadar

1. Bekerja saat kita sedang rileks

Dulu, waktu belum paham cara PBS bekerja, setiap kali anak saya Lubna main game atau nonton televisi, saya sering memarahi dan memintanya untuk belajar. Apa yang salah dari peristiwa di atas? Bukankah memang seharusnya dia belajar, bukannya sekadar main dan lihat TV? Iyaaa…. sepintas tak ada yang salah dengan omelan saya. Tapi, cara saya memintanya belajar itu yang salah 🙁 Kalau saya omelin dia saat sedang asyik melakukan sesuatu, berarti yang masuk ke PBS-nya adalah omelan saya, bukan perintah belajar.

Ternyata, PBS bekerja pada saat seseorang sedang rileks atau menikmati sesuatu. Itu sebabnya kenapa kalau kita nonton film di bioskop kita tetap ingat jalan ceritanya meskipun sudah lewat bertahun-tahun lamanya, sementara pelajaran SMP atau SMA kita bahkan sudah lupa dan tak ingat lagi. Bisa jadi, kita jadi lupa pelajaran sekolah karena saat itu sedang dalam keadaan sadar, tegang dan tidak menikmati sama sekali.

Nah, setelah paham cara PBS bekerja, ketika menasihati Lubna, saya memilih melakukannya sambil bercerita, bukan lagi dengan omelan 😀 Entah saat dia sedang asyik menggambar, saat kami sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ke rumah, atau saat dia sedang membaca buku, nonton televisi, dan kegiatan santai lainnya.

Saya sendiri sejak akhir tahun 2017 mulai menuliskan semua impian yang diinginkan di sebuah buku tulis, setiap malam menjelang tidur. Saat kondisi rileks dan setengah mengantuk itu juga merupakan salah satu waktu yang tepat gelombang PBS (alfa dan teta) mulai bekerja. Dan ajaibnya, Masya Allah, ketika tahun 2019 ini saya baca ulang, satu per satu impian itu sudah Allah kabulkan, termasuk impian ikut workshop ALT yang baru bisa terwujud tahun ini karena dulu tahun 2017 belum ada rezeki terkumpul untuk mengikutinya.

Ada satu cerita unik lagi, yaitu tentang ketidaksukaan saya terhadap pakaian dan barang-barang berwarna merah 🙂

Sejak lahir hingga dewasa, di rumah saya memang jarang ada anggota keluarga yang menggunakan pakaian berwarna merah. Jadi wajar jika saya tak pernah suka dengan warna ini, karena tidak ada datanya di memori saya. Tapi lucunya, sejak 3 tahun terakhir, saya berusaha menyukai warna merah setelah ada seorang teman yang berkata, “Coba deh sesekali pakai baju warna merah biar kelihatan fresh dan percaya diri..” Oke, saya coba menghilangkan kebencian terhadap si merah. Hasilnya? Hemm… ternyata berhasil dan jadi keterusan pakai warna merah 😀 Asalkan kita pakainya tahu tempat dan waktu, ya, untuk acara-acara yang memang pantas menggunakan warna merah, bukan saat mengunjungi teman yang sedang sedih atau kesusahan.

Meskipun bukan orang yang sangat percaya diri, tapi kalau pakai warna merah memang jadinya terlihat lebih PD aja…
2. Lakukan repetisi (pengulangan)

Selain bekerja dalam keadaan rileks, kita juga harus rajin melakukan repetisi (pengulangan) terhadap si PBS agar apa yang ingin ditanamkan semakin menetap ke dalam PBS. Terapi PBS ini bermanfaat sekali digunakan dalam berbagai hal, seperti parenting yang saya contohkan tadi. Bisa juga untuk program kesehatan (mengurangi berat badan, tambah berat badan), kecantikan, kepercayaan diri, finansial, bisnis dan masih banyak lagi. Kalau kata trainer-nya, Meuthia Z Rizki, gini,

“Udah deh, enggak usah nyari-nyari dukun atau ilmu macem-macem lagi untuk bisa memperbaiki hidup, karena Allah Swt sudah memberikan kita kekuatan dari dalam diri sendiri yang bisa dioptimalkan….” 🙂

Mba Meuthia Z Rizki (kanan) bersama asistennya (ngareppp) wkwkwk :p
3. Gunakan kalimat yang jelas dan tegas, hindari kata negatif

Saat membuat kalimat perintah untuk pemrograman PBS, gunakan kalimat yang jelas, tegas dan to the point. Misalnya, “Mulai hari ini dan seterusnya, saya adalah wanita yang sehat, kuat dan bahagia…”

Tuliskan kalimat perintah di kertas/buku dan baca berulang-ulang setiap hari. Setelah 21 hari, tingkatkan lagi menjadi 90 hari sampai kita merasa kalimat tersebut bener-bener nyantol di pikiran. Hindari menggunakan kata negatif seperti: jangan, tidak. Hindari pula kata akan, atau, mudah-mudahan, semoga. Semakin detail apa yang kamu tulis, maka semakin baik agar PBS menangkap jelas apa yang menjadi perintah kita.

4. Visualisasikan

Gambarkan, bayangkan dan rasakan apa yang kita inginkan seolah-olah sudah terjadi. Contoh: saya dulu setiap selesai salat selalu membayangkan sedang ada di depan Ka’bah, menangis sesenggukan sambil khusyuk berdoa. Alhamdulillah, terwujud atas izin Allah seperti apa yang saya bayangkan. Begitu juga waktu pengen ke Turki, dalam bayangan, saya sedang menikmati indahnya Hagia Sophia, Blue Mosque dan ada di tengah kota Istanbul menikmati pemandangan aliran air seperti yang ada di serial Turki di televisi 😀 Terkesan lebay mungkin ya, tapi yang terpenting kan tercapai 🙂

5. Setelah melakukan program di PBS, lupakan dan lepaskan

Ini yang kadang tidak mudah. Setelah melakukan perintah dan pemrograman kepada PBS berulangkali, lupakan dan sibukkan diri kita agar perintah itu terlupakan sejenak. Kalau dianalogikan, ibarat kita melepaskan busur anak panah ke sasarannya. Jika anak panah kita tarik terus-menerus tanpa dilepas, anak panah tersebut tak akan mampu melesat ke sasaran yang diinginkan.

6. Ikuti saja jalannya, meski mungkin terkesan di luar logika

PBS punya cara sendiri untuk menuruti apa yang kita perintahkan. Entah bagaimana caranya, terima saja.

Saya ingat dulu saat punya keinginan membeli laptop. Enggak tahu kenapa, rezeki belum juga bisa terkumpul sejumlah harga laptop 🙂 Lha… kalau laptop aja enggak kebeli, apalagi mau umroh, gimana caranya? Nah, ternyata Allah memberi jalannya justru terbalik. Allah justru dahulukan impian umroh terwujud daripada membeli laptop. 8 bulan setelah saya umroh, barulah ada seorang sahabat yang tiba-tiba menawarkan laptopnya untuk saya beli, karena dia sayang kalau laptop itu jatuh ke tangan orang lain. Sahabat saya bilang, “Udah mba Tiwi, bawa aja dulu laptop ini. Bayarnya boleh dicicil sesukanya, kok. Harganya searching aja di Google, terserah mba Tiwi…”

Wow, takjub, kan? Terkesan di luar logika, tapi begitulah kalau Allah sudah berkehendak, semuanya mudahhhh aja, termasuk saat impian ikut workshop ALT ini terwujud.

Terus, kalau sudah ikhtiar dan usaha semampunya tapi keinginan kita belum terwujud juga bagaimana? Tidak apa-apa, di situlah Allah meminta kita untuk tawakal dan rida akan ketetapan-Nya. Yang penting kita sudah berusaha maksimal.

Dan Rabbmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu…” (Al Mu’min 40 : 60)

Hati-Hati dengan Kata-Kata

Saat workshop kemarin, mba Meuthia Rizki berkata kepada para peserta, “Coba tuliskan apa arti HIDUP di kertas yang ada di hadapan Anda. Saya beri waktu 15 detik!”

Spontan, saya menulis, HIDUP adalah “Bahagia, berlimpah, dan bermanfaat..” Setelah selesai dan dilakukan pembahasan kepada para peserta satu demi satu, ternyata ada yang kurang tepat dari pemahaman saya tentang hidup tadi 🙂 Mau tahu di mana? Yup, ternyata kata BERMANFAAT yang kurang tepat.

Anda mau selamanya dimanfaatkan?” tanya beliau. Dan ingatan saya pun menyisir perlahan menembus jalan kehidupan beberapa tahun terakhir. Ahhh iyaa…. pantes aja, ada yang kurang tepat dengan program yang nyantol dan terdoktrin di pikiran saya selama beberapa tahun ini. Dan akibatnya juga tak main-main, saya yang akhirnya kelimpungan sendiri.

Ada banyak peserta workshop lain yang definisi kehidupannya mirip seperti saya juga. Ada yang bilang, hidup adalah pengabdian. Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah pengorbanan. Ya jangan salahkan jika akhirnya yang terjadi adalah seperti apa yang kita programkan kepada pikiran 🙁 Jadi memang harus hati-hati sekali dengan setiap perkataan atau pemahaman yang tertanam di memori kita. Bisa jadi bahasanya terlihat positif dan tinggi, tapi maknanya negatif. Parahnya, diyakini atau tidak, jika kata-kata dan pemahaman negatif itu sudah nyantol di PBS, bisa saja langsung terwujud dan kita tak pernah menyadarinya.

Gitu ya, man-teman, sedikit rangkuman yang saya dapat dari workshop tanggal 27 Juli lalu. Kalau mau ditulis semua bakalan panjanngggg banget, jadi saya ringkas poin-poinnya aja, yang penting kita sudah paham caranya.

Oya, memerintah pikiran sama sekali bukan sulap, apalagi sihir. Sama seperti aktivitas lainnya, semua butuh latihan dan pembiasaan. Coba aja dulu lakukan perintah dari hal-hal yang kecil, baru bertambah kepada keinginan-keinginan yang besar.

Selamat belajar, ya dan teruslah mencoba karena setiap manusia punya kekuatan dari dalam diri yang Allah karuniakan kepada kita. Tak perlu mencari kekuatan dari luar dan percayalah pada diri sendiri. Yuk, ah, praktikkan!

Baca juga:

Resep Pizza Teflon SimpeL dan Mudah, Yummy dan Bikin Ketagihan

Mirip telur dadar ya, karena saya suka kulit pizza yang tebal biar kenyang 😀

Assalamu’alaikum, Dears 🙂

Sepertinya selama ini saya belum pernah menulis resep apa pun di blog ini, ya. Jadi enggak ada salahnya sekali-sekali nulis itu biar badan gemukan dikit #ehhh qiqiqiiii…

Jadi ceritanya, pas awal Ramadan kemarin Lubna semangat banget minta dibikinin pizza sendiri di rumah. Dulu memang saya pernah iseng bikin pizza teflon pakai resep seorang netizen yang saya baca di Facebook. Karena itu uji coba perdana, tahu pastilah kalau hasilnya tak sesuai banget dengan harapan. Hasil pizzanya agak keras. Mungkin karena saya terlalu lama nguleni dan kebanyakan ngasih terigu kwkwk… * tangan keenakan nguleni, padahal kan adonan bisa mengeras kalau kelamaan diuyel-uyel dan ditambahi tepung terus 😀

Nah, apalagi waktu itu resep pizzanya enggak pakai telur sama sekali. Cuma minyak goreng dan tepung, plus ragi pengembang adonan roti. Kalau yang kedua kali ini dapat resep dari istrinya adik sepupu (makasih ya, dik Ani). Resepnya pakai telur, tapi cukup 1 aja, jadi teksturnya empuk dan ada kriuknya.

Ini nih, resep lengkapnya, catettt yaa…

Ini bahan-bahan sederhana yang saya pakai. Toppingnya cuma keju karena Lubna enggak doyan topping lainnya. Kalau teman-teman mau tambahin topping yang lain selain keju boleh aja.

Bahan

1/2 kg tepung terigu
1 sachet susu bubuk
1 butir telur
1/2 sdm Fermipan (ragi roti), dilarutkan dalam 1/3 gelas air hangat
Gula pasir sesuai selera
Garam sesuai selera
Bahan topping sesuai selera (keju, sosis, paprika, bawang bombay, dll)

Cara Membuat

  1. Masukkan semua bahan jadi satu. Tambah air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni sampai kalis (halus).
  2. Setelah itu diamkan sekitar 4 jam. Kurang dari 4 jam juga boleh jika dirasa telah cukup mengembang. Kalau saya waktu nyoba ini cuma diamkan 1 jam aja sudah jadi 2 loyang teflon ukuran 22 cm. Cukup kenyang, kan, ya? 🙂
  3. Olesi permukaan wajan anti lengket dengan mentega.
  4. Susun adonan pada teflon berdiameter 22 cm. Ketebalan bebas, ya. Untuk yang suka kulit pizza tipis, menyusun adonannya di loyang tipis aja,
  5. Tusuk-tusuk permukaan adonan dengan garpu, lalu olesi bagian atas adonan dengan topping sesuai selera (saos tomat, bawang bombay, potongan sosis, jagung, daging, keju, dll), setelah itu masak dengan api kecil sambil sesekali ditutup agar bagian atasnya juga matang.
  6. Setelah 10-15 menit, tusuk-tusuk kembali adonan dengan lidi untuk mengetahui sudah matang atau belum. Jika ada adonan yang masih menempel di lidi, artinya adonan belum matang.
  7. Dalam keadaan setengah matang, kamu juga boleh menambahkan lagi topping keju atau yang lainnya sesuai selera. Masak lagi hingga matang.
  8. Tarraaaa….. jadi deh pizza teflon simpel untuk dimakan sendiri 😀 .

Yah, meskipun rasanya mungkin tak se-yummy pizza impor yang diiklankan di televisi, tapi setidaknya gara-gara pizza ini Lubna sudah enggak terlalu pengen lagi minta dibeliin pizza. Padahal dulu tiap lihat iklan pizza di tv udah ribut aja minta beli. Sekarang? Alhamdulillah udah enggak respon lagi. Senyumin aja, kakk 🙂

Yuk, cobain! Saya aja yang enggak hobi masak bisa bikin pizza teflon simpel ini, apalagi teman-teman yang hobi masak, pasti punya resep yang lebih enak dari ini kan? Mau donggg sharing resepnya di kolom komentar, biar ibu Lubna tambah rajin ke dapur 😀

Baca juga

3 Hal yang Harus Kamu Perhatikan saat Memilih Jasa Penyedia Web Hosting

Image: Unsplash.com

Halooo…. adakah teman-teman yang gaptek dan enggak paham tentang masalah teknis blog seperti saya?  heheee… Orang gaptek kok bangga, ya! *tutup muka

Hemmm…  sebenarnya enggak bangga juga sih dengan kegaptekan ini. Adakalanya saat lagi sok paham masalah teknis dan pengen utak-atik blog, saya bisa keasyikan sampai berjam-jam juga. Pernah utak-atik blog dari jam 23.00 sampai jam 05.00 pagi saking kepo-nya, haduhh. Mentornya darimana lagi kalau bukan dari mbah Google kwkwk…. Padahal, kerjaan utama ‘kan bukan cuma utak-atik blog, ya? Masih ada cucian yang numpuk minta dicuci. Masih ada anak yang harus diurus keperluan sekolah dan ditemani belajarnya. Jadi, sejak memutuskan membeli domain blog sesuai nama saya, di situlah saya memilih untuk menyerahkan masalah teknis kepada jasa penyedia domain dan web hosting berbayar.

By the way busway, sedikit cerita, blog ini saya buat pertama kali pada tahun 2013 saat saya masih aktif berbisnis salah satu brand kecantikan dan perawatan tubuh alami dari Swedia. Waktu itu, banyak sekali ilmu internet marketing yang saya dapatkan dari bisnis yang dijalankan 80% secara online itu. Saya yang tadinya gaptek dan tidak pernah mengenal media sosial, apalagi blog, mau enggak mau harus aktif dan konsisten melakukan personal branding dan mengunggah postingan di media sosial setiap hari. Ternyata, sekarang semua itu sangat bermanfaat, karena aktivitas tulis-menulis yang akhirnya saya tekuni juga membutuhkan branding diri di semua media sosial yang dimiliki.

Meskipun blog ini sudah ada dari tahun 2013, tapi saya baru memutuskan untuk membeli domain dan hosting Hastinpratiwi.com di akhir tahun 2018. Wahh… lama amat, ya? Kenapa baru 5 tahun kemudian di-Top Level Domain-kan? Iya, karena di tahun-tahun awal, menulis blog-nya belum rutin. Saya merasa lebih nyaman bercerita dan menulis di media sosial daripada di blog, karena di medsos tinggal nulis aja, tanpa harus mikirin tema, judul, gambar, dll 🙂

Pilihan tempat pembelian domain dan hosting untuk blog di tahun 2018 itu akhirnya saya jatuhkan kepada RumahWeb.com, salah satu jasa hosting yang ada di Yogyakarta.

Sebenarnya, di tahun 2013 saya sudah pernah beli domain juga di Rumah Web, tapi bukan untuk blog ini, melainkan untuk website bisnis online yang saya jalankan saat itu. Setelah 1 tahun berlangganan di Rumah Web, saya memutuskan berhenti dulu menggunakan domain berbayar. Setelah itu, saya mencoba menggunakan jasa hosting lain yang memang sering mengadakan promo harga besar-besaran untuk layanan mereka. Sayangnya, setelah 2 tahun menggunakan jasa penyedia hosting lain, saya akhirnya menyadari bahwa dari segi pelayanan, Rumah Web memang lebih recommended.

Kenapa bisa begitu? Apakah ada masalah?

Yup, saya pernah meminta jasa hosting lain tadi untuk membantu mengatasi masalah teknis di website bisnis saya saat itu. Sayangnya, saya diminta melakukan penyelesaian masalah sendiri berdasarkan panduan teknis dari mereka. Duhh…. berhubung gaptek dan enggak paham, yassudahlah, enggak kelar-kelar solusinya hehheheee…. Selain itu, koneksi web bisnis saya juga sering error/down dan enggak bisa dibuka. Ini bikin illfeel pastinya, karena kita sudah promo di media sosial, ternyata web enggak bisa diakses, bikin para prospek jadi kecewa. Jadi setelah masa kontrak dengan perusahaan jasa hosting itu expired, saya putuskan enggak lanjut lagi menggunakan layanan mereka, meskipun harganya sering banget promo.

Tahun 2018 kemarin, comeback-lah saya beli domain dan hosting ke Rumah Web lagi. Alhamdulillah, dari awal setting blog ke domain baru, semuanya saya pasrahkan ke tim teknisi Rumah Web 🙂 Bahkan satu minggu lalu, ketika mendadak blog saya enggak bisa diakses, padahal ada artikel pesanan klien yang harus saya setorkan hari itu juga, pihak teknisi Rumah Web gerak cepat banget menyelesaikan masalah teknis itu dalam beberapa menit. Masya Allah, legaaaa rasanya…. 

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi saya tadi, ada baiknya kamu yang ingin mencari jasa penyedia domain dan hosting profesional sudah ada baiknya memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Tergiur Diskon Harga Domain/Hosting Boleh Saja, Tapi Perhatikan Juga Akses Layanan Hosting-nya

Untuk masalah satu ini kamu sebaiknya banyak bertanya kepada teman yang paham dan jangan lupa juga mencari referensi sendiri di internet.  Saat ini memang banyak  bermunculan jasa layanan domain dan hosting yang bagus, tinggal kitanya saja lebih mantap menggunakan yang mana. Biasanya setelah bekerja sama dengan mereka minimal 1 tahun, kamu sudah bisa melihat bagaimana kredibilitas perusahaannya. Seperti misalnya, akses hosting-nya cepat atau lambat, apakah server mereka sering down, dll.

  • Kecepatan Layanan Customer Service-nya

Pilih layanan hosting yang memiliki layanan customer service 24 jam sehari, 7 hari seminggu, baik melalui email maupun chat online. Dari kecepatan dan kesigapan respon mereka, kamu dapat menilai sejauh mana mereka menghargai customer-nya.

  • Jika Ada Masalah Teknis, Meskipun Kamu Mampu Menanganinya, Sekali Waktu Lakukan Tes Pelayanan dengan Meminta Bantuan Jasa Hosting Langgananmu

Dari cara mereka menangani masalahmu, meskipun itu hanya masalah kecil, kamu dapat mengetahui keseriusan mereka menjaga hubungan dengan pelanggannya. Jujur, ketika jasa layanan hosting yang kita harapkan membantu menyelesaikan masalah teknis di website kita ternyata tak mampu menyelesaikannya, di situlah saya merasa sedih.

Apa yang saya tulis di atas berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami, ya, man-teman, jadi bisa jadi sangat subjektif bagi sebagian orang. Kalau kamu punya pengalaman lain terkait cara  memilih web hosting ini silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Pastinya bermanfaat sekali infonya.

Terima kasih sudah membaca….

Baca juga

Perhatikan 3 Hal Ini sebelum Melakukan Sewa Kantor Tidak Nyata (Virtual Office) untuk Kemudahan dan Penghematan Bisnis

Image: Pixabay.com

Kebutuhan akan ruang perkantoran, terutama di Jakarta, ternyata tak sebanding dengan adanya lahan yang tersedia. Selain itu, adanya pelarangan bangunan rumah menjadi kantor oleh Pemprov DKI juga melatarbelakangi munculnya banyak virtual office di Jakarta sejak awal tahun 2000 lalu (CNNIndonesia.com, 15/12/2015).

Dalam perkembangannya, virtual office tidak hanya ada di Jakarta. Bentuk kantor tidak nyata ini mulai hadir di beberapa kota besar, seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, bahkan Malang pun mulai tersedia.

Disebut kantor tidak nyata, karena hanya terdiri dari ruangan kecil yang tidak terlalu luas. Tak seperti kantor pada umumnya, virtual office adalah ruangan yang ditata sedemikian rupa dan dapat disewa oleh seseorang atau perusahaan. Sewa kantor ini dapat dilakukan mulai hitungan jam, harian, mingguan, bulanan, sampai tahunan, dengan tarif yang telah ditentukan oleh pihak pengelola virtual office.

Bentuk kantor virtual ini sangat menguntungkan dan mulai banyak digunakan oleh para pebisnis start up, UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), sampai kepada perusahaan besar. Melalui sewa kantor virtual ini pihak penyewa dapat menghemat biaya operasional hingga 90% dibandingkan dengan cara kerja konvensional yang menggunakan bangunan kantor secara fisik. Kebutuhan akan SDM maupun listrik, air, dll dapat dikurangi, karena para pengguna virtual office dan karyawannya umumnya lebih sering bekerja jarak jauh secara online, mengadakan meeting online, dan hanya sesekali saja melakukan pertemuan tatap muka secara langsung.

Ada beberapa fasilitas yang biasanya ditawarkan oleh pengelola kantor virtual bagi para penggunanya, antara lain:

– Fasilitas co working space atau ruangan bersama yang dapat digunakan sebagai ruangan pertemuan apabila penyewa kantor virtual ingin mengadakan meeting dengan klien atau karyawannya.
– Fasilitas ruangan kubikel atau ruang kerja khusus yang lebih eksklusif, dilengkapi dengan proyektor, printer, hingga mesin fotokopi.
– Penerimaan surat atau paket oleh resepsionis menggunakan alamat resmi bangunan sebagai alamat perusahaan virtual penyewa.
– Beberapa pengelola virtual office bahkan ada yang membantu pengurusan status penyewanya menjadi perusahaan resmi (legal).

Namun, sebelum memutuskan melakukan sewa kantor virtual, ada baiknya kamu memerhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Lokasi Virtual Office

Sebelum memutuskan melakukan sewa kantor virtual, kamu sebaiknya mempertimbangkan lokasi mana yang diinginkan. Apakah lokasi strategis di tengah kota, ataukah lokasi yang tidak terlalu ramai di pinggiran kota. Setiap pebisnis memiliki pilihan masing-masing demi kenyamanan bisnis yang dilakukannya.

2. Fasilitas yang Ditawarkan

Selain memiliki alamat yang jelas untuk keperluan surat menyurat, virtual office yang disewa sebaiknya juga memiliki layanan resepsionis, saluran telepon yang baik, lokasinya bebas pajak, koneksi internet yang lancar, juga faslilitas listrik dan air yang memadai.

3. Ketahui Berapa SDM yang Dibutuhkan

Sebelum melakukan sewa kantor virtual, hendaknya pastikan terlebih dahulu berapa orang karyawan yang akan rutin berkantor di lokasi virtual offce. Jika hanya skala kecil 4-5 orang saja, sebaiknya lakukan sewa ruangan yang kecil dan tidak terlalu besar.

Itulah beberapa alasan mengapa sewa kantor virtual menjadi hal yang praktis untuk saat ini, sekaligus hal yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum memutuskan melakukan sewa kantor virtual. Semoga bermanfaat ya, dan selamat bekerja dari mana saja.

Baca juga: 4 Alasan Tepat Kenapa Kamu Harus Membeli atau Menyewa Apartemen

4 Alasan Tepat Kenapa Kamu Harus Membeli atau Menyewa Apartemen

Image : Pexels.com

Beberapa bulan yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel tentang properti yang di-share di sebuah media sosial. Artikel itu menulis sebuah survei yang menyebutkan, bahwa generasi milenial saat ini merupakan salah satu penggerak berkembangnya ekonomi di Indonesia.

Dengan jumlah populasi lebih dari 80 juta orang dari total 68% masyarakat usia produktif di Indonesia, generasi yang lahir antara tahun 1980-1999 ini dikabarkan telah memiliki pergeseran kebutuhan. Dari kebutuhan akan konsumsi yang berorientasi pada barang, beralih menjadi kebutuhan akan hiburan dan kesenangan (Okezone.com, 1/3/2018).

Jika generasi sebelumnya beranggapan bahwa memiliki hunian dan kendaraan merupakan salah satu kebutuhan, tidak demikian halnya dengan generasi milenial. Mereka lebih berfokus pada kesenangan yang bersifat pengalaman, seperti traveling, makan-makan, berkumpul bersama teman, dan aneka kebutuhan akan hiburan lainnya.

Meskipun kebutuhan akan kesenangan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan, jangan lupa bahwa kebutuhan akan hunian juga merupakan hal yang pokok, terutama apabila kelak kamu berkeluarga. Tempat tinggal merupakan sumber berkumpulnya energi baru dan tempat seluruh keluarga memusatkan rutinitas aktivitas hariannya. Itulah mengapa ada ungkapan “Rumahku adalah surgaku”.

Bagaimanapun, generasi milenial harus berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk kebutuhan akan hunian, karena harga hunian yang semakin lama semakin meningkat. Untuk wilayah Jabodetabek saja, harga hunian diperkirakan terus naik sebesar 20% setiap tahunnya, sementara kenaikan gaji rata-rata karyawan/buruh hanya sekitar 10% per tahun.

Dahulu, sebagian masyarakat lebih memilih tinggal di rumah tapak daripada membeli apartemen atau hunian bertingkat. Namun saat ini, membeli apartemen dapat menjadi solusi bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas dan ingin tinggal lebih dekat dari tempat kerja. Kebayang kan, bagaimana lelahnya kamu harus bekerja lebih dari 8 jam sehari, sementara saat pulang ke rumah harus mengalami kemacetan luar biasa yang menguras energi serta pikiranmu?

Dari data tahun 2017 lalu, disebutkan bahwa harga rumah tapak di wilayah Jakarta Selatan saja telah berada pada kisaran di atas Rp1,5 miliar untuk daerah Kebagusan, Jagakarsa, dan sekitarnya. Sementara di daerah Bintaro mencapai kisaran Rp600 jutaan sampai Rp800 juta.

Nah, untuk kamu yang bekerja pada sektor publik di wilayah Jakarta Selatan dan belum memiliki cukup anggaran untuk membeli apartemen atau hunian impianmu, salah satu caranya adalah dengan melakukan sewa apartemen di Jakarta Selatan. Cara ini dapat menjadi alternatif terbaik sembari terus menabung untuk menyisihkan pendapatan setiap bulannya.

Tapi tunggu dulu, jangan terburu-buru! Tentunya kamu harus tahu apa saja kelebihan tinggal di apartemen untuk kamu yang memiliki dana terbatas dan juga tak cukup punya banyak waktu.

1. Menghemat Waktu dan Tenaga

Apartemen biasanya berada di tengah kota dan dekat dengan area perbelanjaan, kesehatan, perkantoran dan sarana publik lainnya. Pihak developer pun menyediakan berbagai fasilitas yang membuat nyaman para penghuni apartemen, seperti kolam renang, taman bermain, keamanan, dll. Ini tentu saja menghemat waktu dan tenagamu. Kamu tak perlu membutuhkan waktu yang lama saat berangkat bekerja dan memiliki cukup waktu pula untuk bersenang-senang, seperti olahraga, menonton, dan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.

2. Bebas Memilih Ukuran Sesuai Kebutuhan

Tinggal di apartemen memiliki kepraktisan sendiri, karena kamu bebas memilih ukuran yang kamu inginkan, apakah hanya 1 kamar saja, atau dengan banyak kamar jika kamu telah berkeluarga. Mungkin memang kamu tak bisa memiliki halaman luas seperti rumah tapak yang diinginkan sebagian orang, tapi justru di sinilah kepraktisan tinggal di apartemen. Kamu tak perlu lelah membersihkan rumah, karena ukuran ruangan yang cukup untuk kebutuhanmu.

3. Dapat menjadi Passive Income

Jika kamu membeli apartemen, tapi karena satu dan lain hal kemudian jarang dihuni, tak perlu sedih. Sewakan saja apartemenmu, maka kamu akan memiliki passive income dari bisnis yang semakin lama semakin meningkat kebutuhannya ini.

4. Praktis

Tinggal di apartemen membuatmu tak lagi harus berfokus pada masalah desain rumah dan perabot rumah tangga. Kamu dapat berhemat dengan memilih desain dan perabotan minimalis yang sesuai dengan ukuran apartemenmu, sehingga tak ada anggaran yang terbuang percuma hanya untuk mengisi hunianmu dengan pernak-pernik yang tidak terlalu diperlukan.

Tinggal di apartemen mungkin belum menjadi pilihan semua orang. Tapi saat ini mulai banyak dilakukan, terutama untuk mereka yang hidup di kota besar. Apartemen menawarkan sisi praktis dan ekonomis, terutama dari segi waktu dan tenaga, agar kamu memiliki ruang untuk sekadar menikmati hidup dan tak melulu dihabiskan di jalan karena alasan kemacetan.

Berbuka Puasa dengan Kurma, yuk, Bukan Sekadar dengan yang Manis

Air rendaman kurma (nabidz). Image : Pictame.com

Alhamdulillah, Ramadan telah tiba. Sudah masuk hari ke-4 bahkan, Guys! Dan seperti biasa, perjumpaan membahagiakan dengan si Ramadan selalu diiringi dengan naiknya harga berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti telur, sayuran, bumbu-bumbu. Yahhh…. you know this so well lah, yaaa….

Yup, orang Indonesia tidak pernah bisa lepas dari yang namanya budaya makan 😀 Budaya makan di Indonesia ini, mau enggak mau, suka enggak suka, memang telah menjadi tradisi peninggalan nenek moyang kita. Kamu enggak percaya? Coba perhatikan, Lebaran pasti heboh dengan opor ayam, rendang, gulai, dan aneka makanan bersantan dan berbumbu rempah yang menggugah selera. Satu bulan menuju Ramadan, tepatnya di bulan Sya’ban, di pulau Jawa terdapat tradisi yang dinamakan Ruwahan. Ruwahan alias nyekar, adalah aktivitas berziarah ke makam keluarga besar dan nenek moyang kita. Apakah hanya berziarah saja? Ohh, tentu tidak.

Nyekar di Jawa merupakan sarana berkumpul seluruh keluarga besar. Bahkan keluarga besar yang jauh pun kadang ikut datang di acara kumpul keluarga ini. Justru saat Lebaran tak semuanya dapat datang berkumpul karena kesibukan memiliki acara keluarga masing-masing. Nah, momen Ruwahan ini juga tak dapat dipisahkan dari yang namanya makanan 😀 Untungnya, saya tipikal orang yang biasa aja dengan aktivitas makan memakan ini hehehhee… Maklum, perut tak seberapa kuat untuk makan banyak, jadi ya sama aja. Mau banyak makanan ataupun tidak, teteuppp aja perutnya cuma muat segitu aja 🙂

Seiring dengan tibanya bulan Ramadan, di sekitar rumah sudah berjejer banyakkkkk penjual aneka minuman dan makanan untuk berbuka. Es campur, kolak, es teler, bubur sum-sum, es cincau, sampai ke minuman khas daerah lain, macam es pisang ijo dan es palu butung dari Sulawesi ada semua di sini. Duhhh…. pantessss aja banyak orang yang ngakunya puasa sebulan penuh, tapi nyatanya tambah gendats, yak! Padahal harusnya faktanya kan tidak demikian, ya 😉

Dulunya, saya juga termasuk salah satu penggemar aneka minuman warna-warni dan bersantan ketika tiba waktunya berbuka. Meskipun selalu mengawali dengan minuman hangat, setelah salat magrib biasanya mulai minum atau makan aneka jajanan tadi, semacam kolak, es campur, dll. Beruntungnya, badan teteupp segini aja. Berat justru cenderung turun saat bulan puasa, karena memang makannya pun sangat berkurang.

Sejak satu tahun yang lalu, sepulang umroh, Alhamdulillah, pola berbuka saya sedikit mengalami perubahan. Iya, saya mulai mengenal dan bersahabat baik dengan yang namanya buah kurma 😀 Deuhhh… ngapain aja baru bersahabat sekarang, emang dari dulu ke mana aja ya? kwkwkwk

Begitulah manusia, termasuk saya. Kalau belum dapat hidayah, meskipun itu hanya hidayah tentang sebiji kurma, meskipun sudah sering baca manfaatnya, tetap enggak tertarik untuk mengonsumsi jangka panjang. Nah, ceritanya, sejak saya mengenal yang namanya kurma jenis Sukari di Madinah, mulailah saya suka dengan buah ini. Dagingnya lembut, rasa manisnya juga enggak eneg. Padahal yang biasa saya temui di toko-toko dekat rumah belum mampu membuat saya betah mengonsumsinya.

Ketertarikan saya berbuka puasa dengan kurma juga semakin termotivasi setelah mendengar obrolan teman-teman di Geng Salihah Menulis tentang manfaaat berbuka dengan kurma, terutama yang direndam dengan air minum selama semalaman (8-12 jam). Setelah membaca banyak referensi, baru paham bahwa Rasulullah Saw juga menyukai minuman sirup rendaman buah (nabidz/naqi’), atau bahasa kerennya infused water. Selain airnya dapat diminum, buahnya pun menjadi lebih lembut dan lembek, sehingga enak untuk dimakan.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah r.a, “Kami biasa membuat perasan untuk Rasulullah Saw di dalam air minum yang bertali di atasnya. Kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari.” (H.R. Muslim)

Terus, manfaat apa saja yang terasa setelah minum air rendaman kurma ini?

Yang paling terasa untuk saya adalah pencernaan menjadi nyaman dan lancar. Yup, Guys, kurma itu kandungan seratnya tinggi, lho. Kalau selama ini saya enggak doyan makan langsung dalam bentuk buahnya, salah satu alasannya karena berserat. Nah, dengan direndam beberapa jam, kurmanya jadi lembut. Saat dikonsumsi lumer aja di mulut seperti makan cokelat 🙂

Cuma itu saja? Jangan salah, masih banyak manfaat lainnya.

Dari segi kesehatan, kurma sangat baik untuk menjaga stabilnya energi dan kekuatan daya ingat. Itulah kenapa, para penghafal Alquran dianjurkan mengonsumsi kurma agar hafalannya tetap terjaga. Berkaitan dengan energi, pasti kamu sudah sering mendengar bagaimana kuatnya fisik junjungan kita Rasulullah Saw yang jarang sakit dalam menjalani proses perjuangan dakwahnya.

Selain untuk menjaga energi dan kecerdasan (daya ingat), kurma juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan menjaga stabilnya kadar kolesterol. Kamu yang mulai panik dan takut dengan aneka penyakit zaman now yang diakibatkan oleh kacaunya pola makan dan gaya hidup, yuk, mulai beralih ke pengobatan secara alami ini, salah satunya dengan rutin mengonsumsi kurma.

Manfaat sirup nabidz ini juga pernah dikatakan oleh Abu Abdillah Al Maqdisi, yang hidup pada masa Rasulullah Saw. Jika air dingin dicampur dengan sesuatu yang bisa membuatnya menjadi manis, maka kandungan air tersebut dapat mengantarkan makanan (nutrisi) ke seluruh tubuh, menghangatkannya, menyebarkan panas alami, dan memperbaiki pencernaan. Ternyata, infused water yang dikenal di dunia pengobatan moderen sekarang, aslinya sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah dahulu kala. Luar biasa, ya!

Syaikh Ali Al Halabi dan Syaikh Salim Al Hilali juga mengatakan bahwa kurma memiliki banyak keberkahan yang memengaruhi hati dan pikiran. Manfaat ini tidak diketahui kecuali oleh orang-orang yang menjalankan sunah Nabi. Masya Allah.

Puasa tahun ini, Alhamdulillah, kebiasaan berbuka dengan air rendaman kurma ini mulai saya terapkan ke Lubna, my little girl yang sangat kritis dalam merespon sesuatu 😀 Apakah dia mau? Boro-boro heheeehee…. Jangankan minum air kurma, lha wong minum madu aja harus dipaksa-paksa 🙁 Kenapa bisa begitu? Iya, Lubna adalah anak yang penciumannya tajam. Seenak apa pun makanan atau vitamin, kalau dia sudah tidak nyaman dengan aromanya, agak susah memintanya untuk mengonsumsi. Dari berbagai macam jenis vitamin, yang berhasil masuk dan masih rutin dikonsumsi sampai sekarang cuma madu. Itu pun pilih-pilih madunya 😀 Makanya, ketika mengenalkan air rendaman kurma ini, saya campur juga dengan madu, sambil disuguhkan pakai sedotan agar minumnya tidak harus membaui aromanya. Sekali minum saat berbuka puasa, dia baru mampu minum setengah gelas kecil aja. Oke, enggak papa, yang penting rutin sudah 3 hari ini dilakukan 🙂

Kalau teman-teman sendiri bagaimana? Masih asyik buka puasa dengan aneka minuman bersantan yang tinggi gula dan lemak? Sebelum diteruskan, ada baiknya kita baca hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud ini,

“Biasanya Rasulullah Saw berbuka puasa dengan ruthab sebelum salat (Magrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air”. (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Ternyata Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma. Kalau enggak ada kurma, beliau minum beberapa teguk air. Jadi kalau ada yang bilang “Berbukalah dengan yang manis”, ternyata yang bilang adalah iklan sirup di televisi, ya 😀 Branding-nya kerennn banget sirup itu, bertahun-tahun tetap menggema. Jadi pengen kenalan sama tim pembuat iklannya 🙂 *ehh… out of topic jadinya….

Baiklah, Guys, hidup itu memang pilihan. Pasti kita semua butuh waktu dan proses menuju kepada detoksifikasi diri dan tubuh yang sebenarnya. Yang penting, kamu jangan pernah menyerah menuju perbaikan diri yang sesungguhnya ya, termasuk saya juga. Self reminder banget ini, karena bumi juga bertambah tua dan lapuk, bukan hanya kita aja yang makin menua…. *hiksss :'( Kenapa obrolannya jadi ke sana 🙁

Semoga kita semua Allah karuniakan kondisi fisik dan psikis yang selalu sehat wal’afiat, ya. Lancar dan fokus ibadahnya di bulan ini.

Aamiin Yaa Robb….



Momentum #AyoHijrah bersama Bank Muamalat, Ketika Komitmen Menjauhi Riba Allah Buktikan dengan Nyata

.
Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata “Hijrah”?

Kata ini sering sekali kita dengar dan baca akhir-akhir ini. Alhamdulillah, begitu banyak mereka yang mulai sadar dan perlahan mendekatkan dirinya kepada Sang Khalik, meninggalkan hiruk pikuk kehidupan dunia yang semakin lama makin tak jelas dan abu-abu batasnya.

Dilihat dari arti katanya, hijrah berarti melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Meninggalkan kondisi sebelumnya yang kurang nyaman dan dikhawatirkan dapat memengaruhi keadaan menjadi lebih buruk. Pada zaman Rasulullah Saw dahulu kala, makna hijrah ditandai saat Rasulullah memutuskan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah untuk menghindari tekanan dari kaum kafir Quraisy.

Untuk saya pribadi, makna kata hijrah mulai terasa selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Alhamdulillah, begitu banyak momentum hijrah yang Allah ajarkan kepada saya.

Dahulu, saya sering tidak percaya setiap mendengar cerita dan  nasihat seorang ustaz di televisi yang terkenal dengan metode sedekah dan shalawat-nya untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Ketidakyakinan yang dipicu oleh kurangnya ilmu agama dan masih tertutupnya diri ini dari hidayah-Nya.

Saat mendengar testimoni dari sang ustaz mengenai terkabulnya banyak hajat (keinginan) dalam hidupnya, termasuk keinginan putri beliau untuk memiliki laptop dengan perantaraan shalawat dan sedekah, hati kecil saya masih bertanya-tanya, “Apa iya bisa begitu caranya?”

Hemmm… sungguh, terasa di luar logika. Saya bahkan lupa bahwa tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berketetapan akan terjadinya sesuatu.

Keyakinan saya akan kekuatan sedekah mulai berangsur menjadi 100% setelah membaca banyak testimoni, salah satunya di grup Facebook milik Saptuari Sugiharto, seorang pengusaha muslim asal Yogyakarta dan Dewa Eka Prayoga, pengusaha muda asal Bandung.

Allah kemudian membuka mata saya lebih lebar lagi lewat seorang teman yang meminjamkan sebuah buku motivasi berjudul “Moslem Millionaire”, karya motivator nasional Ippho Santosa.  Tak berapa lama setelah itu, keajaiban pun mulai terjadi. Allah izinkan saya bertemu dengan Ippho Santosa dengan mudahnya, lewat salah satu seminar beliau yang diadakan di Yogyakarta. Seminar singkat itu sungguh membawa banyak perubahan dalam cara pandang saya tentang arti sedekah dan cara mewujudkan impian.

Seminar “100 Juta Pertama” Ippho Santosa, bulan Maret 2017 di Jogja Expo Centre

.
Seiring perjalanan saya mencari ilmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik,  ternyata bukan hanya ilmu tentang sedekah saja yang saya dapat.  Allah menunjukkan saya ilmu lainnya yang tak kalah pentingnya, yaitu tentang anjuran menghindari riba.  Masya Allah.

Riba, secara kaidah bahasa dapat diartikan sebagai “tumbuh dan membesar”. Secara umum, dalam hal jual beli dan utang piutang, riba adalah keharusan untuk memberi kelebihan pengembalian saat kita membayar pinjaman kepada si pemberi utang. Adapun apabila kelebihan itu kita berikan atas keinginan kita sendiri, tanpa paksaan dari si peminjam, maka itu bukan riba, dan diperbolehkan.

Misalnya, saya meminjam uang sebesar Rp900.000,- dari seorang sahabat. Kemudian saat pengembalian, saya melebihkan uangnya menjadi Rp1.000.000,- dengan alasan, sisa Rp100.000,- nya biarlah digunakan untuk membeli boneka bagi anak sahabat saya tadi. Maka ini bukan riba dan hukumnya diperbolehkan.

Yang dilarang adalah, apabila sahabat saya berkata saat saya meminjam uangnya, “Besok saat pengembalian pinjaman, kamu harus mengembalikan uangnya menjadi Rp1.000.000,- ya, bukan hanya Rp900.000,-” Ini dalam agama Islam termasuk riba, dan tentu saja hukumnya haram.

Imam Muslim rahimahullah pernah meriwayatkan suatu hadis Rasulullah dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba, yang memberi riba, penulisnya, dan dua saksinya,” dan beliau bersabda, “mereka semua sama.”

Dalam praktiknya, jujur saja, jangankan menerapkan praktik riba dalam kehidupan sehari-hari. Untuk masalah utang piutang, saya termasuk orang yang sangat takut mencicil barang atau meminjam uang kepada orang lain. 

Kalau membeli barang yang saya inginkan harus dengan mencicil atau berutang, sebisa mungkin saya hindari hal itu dan jauhi keinginan hati untuk memiliki barang tersebut 🙂 Intinya, saya takut dan tak cukup bernyali besar dengan masalah cicilan dan pinjam-meminjam ini. 

Ada satu kisah yang ingin saya bagikan ke teman-teman. Kisah nyata ini sudah pernah saya ceritakan ke beberapa orang teman, tapi belum pernah saya tulis di blog. Bukan sebagai ajang untuk eksis, tapi insya Allah bisa digunakan sebagai motivasi dan bukti  bahwa kecintaan serta ke-istiqomah-an kita di jalan Allah suatu saat pasti akan berbuah manis pada akhirnya.

Pada bulan Januari 2017, saya ingat, waktu itu ibu saya ingin membeli sebuah sepeda motor baru dengan cara mencicil. Saat itu kondisi sepeda motor yang biasa kami gunakan memang sedang butuh banyak perbaikan. Maklum, itu adalah kendaraan lama, keluaran tahun 1997. Meskipun mesinnya masih halus dan enak dipakai, sepeda motor itu mulai sering macet, apalagi dalam kondisi hujan lebat.

Ibu merencanakan membeli lewat salah satu dealer motor yang sering menyebarkan flyer promosinya di halaman rumah kami.

 Apa yang ada di benak saya saat itu?

Mendadak saya ingat satu hadis yang pernah saya baca, yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dan Al Baihaqi:

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya…”

Na’udzubilahiminzalik…. 

Buru-buru saya melarang ibu meneruskan niatnya. Saya yakinkan beliau, jika kita tidak sanggup membeli secara tunai dan harus mencicil secara kredit yang ada tambahan bunga dalam pembayarannya, lebih baik tinggalkan. Tetap bertahanlah dengan sepeda motor yang lama, sambil terus berdoa dan giat sedekah, terutama membagikan nasi bungkus pada hari Jumat dengan motor lama tersebut, meskipun mungkin penampilan kami tak sekeren pengguna jalan lainnya.  Dan akhirnya, ibu pun pasrah dan menurut pada anjuran saya.

Teman-teman tahu apa yang kemudian terjadi? Masya Allah, Allahu Akbar!!
.

Sepeda motor gratis, Masya Allah!

.
Tak perlu menunggu waktu lama. Di bulan Mei 2017, Allah buktikan semuanya. 

Saat itu instansi tempat almarhum bapak dulu bekerja menyelenggarakan perayaan ulang tahunnya. Seperti biasa, seluruh pensiunan instansi tersebut dan keluarga/ahli waris yang masih hidup diundang untuk menghadiri dan meramaikan perayaan tersebut. Dan seperti biasanya pula, banyak doorprize disediakan saat acara berlangsung. Salah satu hadiah utama saat itu berupa sepeda motor matic terbaru keluaran sebuah brand ternama. 

Qadarallah, seperti sudah tertulis dalam skenario-Nya, nomor doorprize milik ibu menjadi pemenang hadiah utama itu. Saya yang tak ikut hadir dalam acara tersebut hanya mampu termangu tak percaya saat ibu bercerita di rumah, betapa ia gemetarrrr mendengar nomornya dipanggil sebagai penerima hadiah sepeda motor itu.

Begitulah, Allah Swt sungguh menunjukkan kuasa-Nya. Sepeda motor yang kami impikan dan inginkan beberapa bulan terakhir ternyata hadir dengan sendirinya, tanpa kami harus mengeluarkan biaya sepeser pun, Masya Allah. Hingga saat ini, setiap kali mengingat hal itu, kami semakin yakin dan percaya bahwa janji Allah itu PASTI.

Hingga saat ini, sepeda motor hadiah tersebut masih tetap kami gunakan untuk membagikan sedekah nasi bungkus setiap hari Jumat, menggantikan motor lama yang masih terawat baik di rumah. Bahkan, lambat laun, banyak teman-teman lain yang juga ikut menitipkan rezekinya untuk kami salurkan kepada para tukang becak dan pemulung yang ada di Yogyakarta dalam bentuk sedekah nasi bungkus ini . Masya Allah. Terima kasih teman-teman semua.
.

Alhamdulillah, ibu yang berusia 70 tahun tetap bugar & selalu diberi kesehatan mendampingi saya membagikan nasi bungkus Jumat 🙂

 

Terima kasih ya titipan rezekinya, teman-teman. Semoga Allah balas dengan rezeki berlimpah dan barokah. Aamiin.

.
Mudah-mudahan sedikit cerita di atas dapat meyakinkan diri kita untuk terus istiqomah di jalan-Nya. Tidak penting orang percaya atau tidak akan pengalaman dan keajaiban hidup yang kamu alami, yang penting kamu sendiri harus bertambah yakin dan percaya bahwa ada kekuatan besar yang mengatur kehidupanmu di dunia ini. 

Mencari jalan kebaikan menuju perubahan itu memang tak semulus kulit wajah yang kinclong bersinar hasil menggunakan krim instan, sehingga lalat pun terpeleset dibuatnya 🙂 Mencari jalan hijrah itu butuh keberanian dan selalu diawali dengan banyaknya kerikil tajam, serta jalanan yang berliku, penuh tebing curam dan menakutkan. Tapi ketika kamu berhasil mencapai puncak dan menaklukkannya, kamu dapat tersenyum sesudahnya.

Momentum #AyoHijrah bersama Bank Muamalat Indonesia

Teman-teman, kisah nyata perbaikan diri yang penuh kekurangan ini menuju kehidupan yang lebih baik dan berkah ternyata senada dengan program #AyoHijrah yang diluncurkan oleh Bank Muamalat Indonesia.

Sebagai bank syariah pertama yang ada di Indonesia sejak 1 November 1991, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk mendapat dukungan penuh dari pemerintah karena digagas oleh para pengusaha muslim, termasuk MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Berbagai inovasi produk telah diluncurkan sejak tanggal 1 Mei 1992, seperti:
– Asuransi Syariah (Asuransi Takaful)
– Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat)
–  Multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia. 

Bahkan produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia”. Alhamdulillah, mantap nian perjalanan Bank Muamalat Indonesia ini, ya.

Nah, sejak bulan Oktober 2018 lalu, Bank Muamalat Indonesia kian gencar mengajak masyarakat untuk berhijrah, khususnya dalam hal layanan perbankan. 

Peluncuran program #AyoHijrah Bank Muamalat Indonesia (Foto: Bankmuamalat.co.id)

.
Chief Executive Officer
(CEO) Bank Muamalat Indonesia, Achmad K. Permana mengatakan, konsep berhijrah sendiri meliputi 3 hal penting, yakni:
– memulai
– melengkapi, dan
– menyempurnakan (kaffah)

Ketiganya sebenarnya  dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, lho. Tidak hanya berhijrah untuk tujuan ibadah saja, melainkan juga dalam penggunaan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat Islam.

Untuk mendukung program #AyoHijrah ini, Bank Muamalat Indonesia juga telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain:
– Seminar / edukasi tentang perbankan syariah 
– Pembukaan booth/stand di pusat kegiatan masyarakat
– Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
– Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah

Produk tabungan Bank Muamalat Indonesia pun turut diberikan nama baru dengan kata “Hijrah”, sebagai bentuk ikhtiar agar layanan kepada nasabah semakin berkah, seperti: 

  • Tabungan iB Hijrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah, dan masih banyak lagi produk unggulan lainnya

Kenapa Kamu Harus Memilih Bank Muamalat Indonesia?

Selain karena adanya program #AyoHijrah tadi, ada banyak alasan kenapa kamu sebaiknya menjadikan Bank Muamalat sebagai sarana yang barokah dan terpercaya dalam layanan finansialmu.

  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariahnya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas, seperti Mobile Banking, Internet Banking, jaringan ATM, serta Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

Nah, dengan strategi bisnis yang terarah ini, Bank Muamalat Indonesia diharapkan akan terus melaju mewujudkan visinya menjadi The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence” (Bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui di tingkat regional).

Kamu sendiri, kapan momentum hijrah terbesar dalam hidupmu? Yuk, segerakan momen #AyoHijrah-mu bersama Bank Muamalat Indonesia, ya!

Segera datangi Kantor Cabang Bank Muamalat terdekat di kotamu, atau ikuti akun media sosialnya di bawah ini:

Facebook : Bank Muamalat
Instagram : @BankMuamalat
Twitter : @BankMuamalat
Website : www.bankmuamalat.co.id

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Bank Muamalat Indonesia bertema “#AyoHijrah Berani Lebih Baik”.

My Life, My Journey