Tips Memilih Sepatu Superga yang Membuat si Kecil Tetap Bergaya

Alhamdulillah … tidak terasa ya, sudah masuk bulan Ramadan tahun 1442 Hijriah. Ini artinya, sebentar lagi bulan Syawal di depan mata dan sekolah offline di tahun ajaran baru pun semakin dekat waktunya. Insya Allah. 😀 Kalau sudah begini, keperluan untuk si kecil bergaya tidak bisa disepelekan lagi. Ya wajarlah, sudah setahun lebih sekolah online gitu, lo. Sepatu dan baju sudah pada sesak semua karena perkembangan fisik anak kita yang luar biasa. Nah, satu hal penting yang perlu teman-teman ketahui, untuk urusan sepatu, Superga adalah salah satu brand berkualitas yang wajib banget jadi pilihan.

By the way, pabrik sepatu Superga didirikan di Turin, Italia pada tahun 1911. Produk pertamanya adalah sepatu Classic Superga 2750. Dalam perkembangannya, selain memproduksi sepatu untuk dewasa, brand ini juga mengeluarkan beberapa seri untuk keperluan sepatu anak. Lebih dari 100 tahun bertahan dalam industri sepatu rasanya menjadi bukti bahwa brand satu ini tak perlu diragukan lagi.

Jenis Sepatu Anak dari Brand Superga

Ada beberapa jenis sepatu yang dikeluarkan khusus untuk anak-anak dari brand Superga. Untuk mengetahui detail produknya, sebaiknya teman-teman selalu mengikuti update terbaru dari brand ini. Berikut beberapa jenis sepatu anak terbaru yang dikeluarkan Superga.

1. Superga Baby

Untuk balita dibawah usia 1 tahun, ternyata brand ini juga mengeluarkan sepatu khusus yang dirancang dengan teliti dan dibuat dari bahan terbaik sehingga menghasilkan sepatu bayi yang nyaman dan aman untuk kaki bayi.

2. Superga Kids Collection

Untuk anak berusia di atas 3 tahun, Superga Kids Collection dapat menjadi pilihan. Tentu saja, bahan yang digunakan adalah bahan terbaik agar nyaman digunakan, terutama oleh anak. Sol yang empuk dan elastis menjamin keamanan penggunaan meski harus seharian menggunakan sepatu.

3. Classic Kids

Bagaimana dengan usia di atas 5 tahun? Wah, ternyata Superga juga mengeluarkan jenis sepatu khusus, lo. Classic Kids ini memiliki desain yang trendi sehingga dapat mendukung fesyen anak sesuai gaya mereka. Tentu saja, aspek kenyamanan tetap diutamakan agar sepatu tidak menghambat pertumbuhan anak.

4. Kids Fantasy

Nah, kalau anak kita menyukai tema fantasi, brand sepatu ini juga mengeluarkan desain tersendiri. Dengan hiasan karakter yang lucu, Kids Fantasy memiliki daya tarik tersendiri sesuai dengan usia anak. Bahan yang digunakan juga tetap terjamin kualitasnya sehingga tahan lama saat digunakan.

5. Suebin

Sepatu jenis ini khusus digunakan untuk bayi, terbuat dari bahan yang halus dan ringan, nyaman digunakan. Suebin memiliki variasi paling sedikit dibanding jenis lain, tetapi kenyamanan dan kualitas sepatu tetap nomor satu.

Nah, dari kelima jenis sepatu Superga di atas, teman-teman dapat menjadikannya referensi dan memilih mana yang sesuai dengan usia masing-masing anak. Bahan dan desain Superga dijamin akan memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna, jadi anak-anak betah menggunakan sepatu tanpa perlu merasa tak nyaman.

Tips Memilih Bahan Sepatu Superga yang Pas untuk Anak

Memilih bahan yang pas untuk kebutuhan kaki anak memang enggak bisa asal pilih kalau kita ingin anak merasa nyaman maksimal saat menggunakannya. Beruntungnya, brand ini memberikan aneka variasi bahan yang dapat dijadikan perbandingan dari segi kenyamanan dan tampilan sehingga pengguna dapat menyesuaikan sendiri dengan kebutuhannya.

Untuk sepatu anak, bahan paling nyaman dan pas yang digunakan sebaiknya berasal dari kain katun. Superga juga memiliki sepatu berbahan katun ini pada seri Suebin. Kain katun sendiri memiliki beberapa kelebihan saat digunakan sebagai bahan sepatu.

Pori-pori kain katun yang cukup terbuka membuat sepatu dari bahan ini memungkinkan kaki mudah bernapas. Kelembaban pada bagian dalam sepatu juga akan terjaga sehingga menjamin kebersihan kaki penggunanya. Sensasi sejuk dapat dirasakan ketika pengguna menggunakan sepatu berbahan katun.

Last but not least, bahan katun cukup elastis sehingga tak perlu khawatir mengganggu pertumbuhan kaki anak, yang kita tahu cepat mengalami perkembangan sesuai usianya. Itu sebabnya, bahan katun banyak digunakan sebagai salah satu bahan pembuat sepatu untuk usia anak-anak.

Setelah membaca tips memilih sepatu anak di atas, semoga teman-teman jadi lebih paham cara memilih sepatu berkualitas, terutama untuk anak, ya. Brand Superga bisa banget kamu jadikan referensi karena kualitas bahan yang digunakan sudah teruji dan memiliki desain yang up to date.

tips memilih sepatu superga

Pengalaman Ruqyah di BRH Centre, Yogyakarta

pengalaman ruqyah BRH Centre Yogyakarta

Beberapa tahun yang lalu, saya ingat sekali, metode penyembuhan dengan cara ruqyah atau di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut dengan rukiah, menjadi metode penyembuhan yang cukup populer. 

Begitu populernya metode ini sehingga stasiun televisi swasta banyak yang menayangkan proses penyembuhan lewat terapi ruqyah sebagai program rutin mingguan yang peminatnya terus meningkat. Biasanya, ruqyah untuk tayangan program televisi ini dilakukan secara masal di dalam satu ruangan dengan banyak orang sekaligus. Terdapat beberapa ustaz dan ustazah yang membantu mengawasi jalannya ruqyah, sekaligus menenangkan para pasien yang di-ruqyah.

Lalu, kesan pertama apa yang nyantol di kepala saya saat itu?

Yup … kesan pertama adalah, ruqyah hanya diperuntukkan bagi penyakit-penyakit nonmedis saja, seperti gangguan jin, guna-guna, dan gangguan tak kasat mata lainnya yang berhubungan dengan sesuatu yang gaib.

Kedua, proses penyembuhan yang terjadi saat pasien di-ruqyah cukup bikin saya gemetar dan merinding. Kalau enggak teriak-teriak, guling-guling, mual, muntah, sampai kepada proses yang menurut saya cukup ekstrem, yaitu tak sadarkan diri.

Sampai di sini, itu dua kesan pertama yang saya rasakan gara-gara dulu sering melihat program ruqyah di televisi. Benarkah faktanya memang demikian? Apakah proses penyembuhan pasien ruqyah harus selalu ekstrem seperti itu? Yuk, baca cerita saya selanjutnya!

Manfaat Ayat Al-Qur’an

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. ”

(QS. Al-Isra’: 82)

Sekitar tahun 2012, saya pernah mengantar Ibu ke salah satu klinik pengobatan thibbun nabawi atau metode pengobatan Islam yang disunahkan Rasulullah saw., yaitu melalui ruqyah dan bekam (al hijamah). Jika ruqyah adalah pengobatan hati dan psikis melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, bekam adalah metode pengobatan secara fisik dengan cara menyedot darah kotor dari dalam tubuh agar penyumbatan darah tidak terjadi. Istilah kerennya, bekam adalah proses detoksifikasi yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit dalam tubuh kita.

Saat itu, ibu saya mengalami batuk berkelanjutan yang akhirnya membuat napas beliau menjadi sesak dan cepat lelah. Efek lainnya, batuknya sudah mulai bercampur darah. Ini cukup mengkhawatirkan. Selain melakukan pengobatan ke dokter, atas saran keluarga, Ibu juga berobat ke salah satu klinik ruqyah dan bekam sebagai pengobatan alternatif selain pengobatan medis. Inilah pertama kalinya saya punya pengalaman mengantar Ibu melakukan penyembuhan dengan cara ruqyah.

Metodenya sama dengan yang saya saksikan di program tayangan televisi beberapa tahun sebelumnya, dengan cara pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Ustaz yang menerapi Ibu. Bedanya, ruqyah dilakukan di dalam ruangan tersendiri, seperti ruang klinik di rumah sakit modern.

Saya yang ikut masuk ke dalam ruangan klinik mendadak terdiam dan menunggu dengan deg-degan saat Ustaz yang menerapi melantunkan ayat suci dengan bacaan yang sangat indah. Apakah Ibu juga akan mengalami mual, muntah, atau efek lain seperti yang saya lihat di televisi? Alhamdulillah, ternyata tidak, Gaesss …. Ibu terlihat khusyuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an sampai selesai. Setelahnya, Ustaz bertanya, apa yang Ibu rasakan? Kata Ibu, dia merasakan aliran hangat di bagian punggung atas.

Terapi ruqyah terhadap Ibu ini dilakukan beberapa kali dalam waktu 2 atau 3 bulan bersamaan dengan terapi bekam sekaligus, sampai akhirnya kondisi Ibu membaik dan pernapasannya kembali lega. Masya Allah.

Dari pengalaman ini, kesan saya bahwa terapi ruqyah hanya diperuntukkan bagi mereka yang terkena penyakit nonmedis menjadi sirna seketika. Ternyata kekuatan ayat Al-Qur’an memang luar biasa sebagai penyembuh bagi segala macam penyakit.

Oya, teman-teman pernah membaca artikel tentang hasil penelitian ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto belum? Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Masaru Emoto melakukan penelitian adanya hubungan antara kekuatan doa dan perubahan bentuk molekul air. Molekul air yang dibacakan kalimat doa memiliki bentuk yang indah dan teratur, sementara air yang diberi kata hujatan atau kebencian memiliki bentuk molekul tak teratur, pecah, dan berantakan.

terapi penyembuhan ruqyah
Foto molekul air sesuai kalimat yang diucapkan. (Image: Pinterest.com/beforeitsnews)

Kalau air yang benda mati saja mampu berubah strukturnya menjadi lebih baik setelah dibacakan doa, apalagi kita yang dikaruniai miliaran sel otak sebagai makhluk hidup terbaik ciptaan-Nya.

Dari hasil penelitian ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa air yang telah dibacakan ayat Al-Qur’an dapat digunakan sebagai sarana terapi bagi siapa pun yang sedang sakit. Bukankah 75℅ tubuh kita terdiri atas cairan?

Ini bukanlah hal yang berbau syirik atau terlarang, asal tidak dicampur dengan metode lainnya, seperti mantra, pengobatan menggunakan hewan, memindahkan penyakit ke makhluk hidup lain, dan perbuatan sejenis yang dilarang agama.

Pengalaman kedua berhubungan dengan ruqyah kembali saya alami saat mengantar anak saya yang saat itu berusia 3 tahun untuk melakukan ruqyah. Wah, kok dari dulu tugas saya cuma mengantar aja, ya? Kapan nyobain ruqyah sekalian? Ya mau gimana lagi, wong yang sakit bukan saya, kok. Alhamdulillah, saya merasa sehat-sehat aja secara lahir dan batin. Malah saya baru tahu saat itu bahwa anak saya ternyata memang agak “sensitif” dengan hal-hal yang enggak kelihatan. Jadilah, salah satu terapi yang harus dilakukan adalah dengan cara ruqyah.

Pengalaman Pertama Ruqyah secara Syar’i

Siapa sangka … tahun 2021 ini ternyata Allah mengizinkan saya untuk melakukan ruqyah, meski di klinik yang berbeda dengan klinik terdahulu. Sebenarnya keinginan ruqyah ini sudah tebersit sejak tahun 2018 lalu. Entah kenapa, rasanya pengen aja membersihkan diri. Namun, keinginan ini tidak pernah terwujud. Saya selalu merasa ragu-ragu. Apa boleh kalau orang yang enggak sakit minta di-ruqyah? Berdosa enggak? Berbagai macam pikiran berkecamuk di benak saya.

Saya pernah membaca status di media sosial tentang pengalaman seorang pebisnis perempuan dan internet marketer yang melakukan terapi ruqyah karena ingin mencoba sekaligus membersihkan dirinya. Saat di-ruqyah, dia merasa tenang dan khusyuk mendengar ayat-ayat yang dibacakan. Tidak ada masalah apa pun dalam dirinya. Namun tetap saja, setelah membaca postingan tersebut, saya masih tetap ragu, apakah diperbolehkan melakukan ruqyah tanpa ada penyakit apa pun?

Sebenarnya tahun 2018 lalu, ada seorang sahabat yang bilang ke saya, “Mbak, kok aku merasa antara aku dan kamu tuh kayak dipisahkan ‘tembok’, ya? Aku enggak bisa merasakan apa yang kamu pikirkan.” Waktu itu, saya dan dia memang sedang duduk bersisian. Saya cuma bengong. Apa maksudnya? Teman saya juga cuma diam. Tampaknya, dia masih menerka perasaannya.

Saya enggak kaget dengan sahabat satu ini. Dia memang punya indra yang “sensitif”. Dia ingin sekali menghilangkan indranya ini dengan berbagai cara karena sering merasa tersiksa–katanya. Namun, qadarallah, kemampuannya ini belum hilang juga, malah tambah peka seiring usia.

Saya sebagai sahabatnya kadang kasihan juga, tetapi hanya bisa mendoakan, semoga Allah Swt. selalu memberikan kesabaran dan perlindungan terbaik kepadanya. Saya bilang, kalau memang sudah sering ruqyah, tetapi kemampuannya belum hilang juga, terima saja. Yang penting tidak merembet menjadi hal yang dilarang sebagai seorang muslim, seperti jadi peramal kayak Roy Kiyoshi, misalnya. 😀

Singkat cerita, teman saya bilang, dia seperti melihat ada “tembok” yang memisahkan antara dia dan saya. Waktu saya tanya lebih detail, dia enggak tahu itu tembok apaan. Baiklah, saya pun akhirnya mengabaikannya. Sebenarnya sudah ada dorongan untuk ruqyah, tetapi saya ragu karena teman saya juga tidak menyarankan apa-apa.

Setelah 3 tahun berlalu, qadarallah, Allah memberi jalan dan solusi lewat seorang tetangga yang bertamu ke rumah saya. Tetangga ini berkunjung sambil membawa cucunya yang masih kelas 5 SD. Sepulang dari rumah kami, esoknya si Nenek bercerita bahwa cucunya yang punya indra sensitif itu ternyata melihat ada pagar tak kasat mata yang mengelilingi saya. Yaa Robb … kok bisa sama ya dengan apa yang dilihat sahabat saya tahun 2018 lalu? Saya yang enggak paham soal aneh-aneh begini cuma bisa istigfar, sekaligus bersyukur.

Alhamdulillah, ada banyak sekali orang baik yang ditunjuk Allah untuk selalu membantu dan menyayangi saya. Ya, meskipun yang enggak suka juga pasti ada, tetapi tidak perlulah kita fokus ke hal tersebut, ya. Bukankah tugas kita sebagai manusia adalah berbuat kebaikan semaksimal mungkin dan selalu memohon tetap istikamah di jalan-Nya? Menjadi sempurna tentulah tak mungkin. Pasti sesekali ada khilaf yang kita lakukan sebagai manusia.

Akhirnya, saya disarankan ruqyah oleh si anak kecil yang masih kelas 5 SD itu untuk membersihkan halangan-halangan yang tak terlihat. Jadilah, saya kemudian googling tempat ruqyah di Yogyakarta. Dari banyak klinik ruqyah yang ada di Yogyakarta, akhirnya pilihan jatuh pada Baitul Ruqyah wal Hijamah (BRH) Centre yang ada di Jl. Nyi Pembayun No. 14, Kotagede, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 14 kilometer dari rumah. Lumayan jauh, sih, tetapi saya mantap memilih klinik itu.

klinik bekam ruqyah BRH Centre Yogyakarta
Klinik Ruqyah BRH Centre, Yogyakarta. (dok. pribadi)

Saat saya tiba di BRH Centre, klinik dengan bangunan sederhana ini tampak sepi, tidak ada antrean seperti testimoni yang saya baca di Google Maps. Mungkin karena masih masa pandemi juga, ya. Saya bersyukur langsung dilayani oleh seorang Ukhti di bagian pendaftaran dan disuruh menunggu sebentar karena ustaznya sedang keluar. Saat saya mengantre, datang lagi pasien baru hendak mendaftar. Seorang ibu muda yang tampak enerjik ingin mendaftarkan anaknya yang autis untuk di-ruqyah. Masya Allah, terbukti, ternyata ayat-ayat Allah memang penyembuh dari berbagai macam penyakit, batin saya.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, Pak Ustaz akhirnya datang. Saya diminta berwudu terlebih dahulu oleh Ukhti yang melayani pendaftaran, kemudian mengenakan mukena, dan diminta masuk ke ruangan kecil untuk ruqyah. Ruangan ini terbuka dan bisa dilihat dari luar. Pak Ustaz meminta saya duduk menghadap kiblat. Entah kenapa, hati saya mulai dag dig dug duerrrrr …. Haduh, apa yang akan terjadi dengan saya selanjutnya? Bagaimana kalau nanti saya mual, jatuh, atau pingsan? Lebay deh pokoknya kalau ingat waktu itu.

Saat Ustaz mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, bibir saya juga komat-kamit mengikuti bacaan tersebut tanpa bersuara. Meski bibir ikut mengaji, tetapi tak dapat dibohongi, hati saya masih deg-degan. Saya berusaha menenangkan diri dan meyakinkan bahwa saya sadar secara penuh dan baik-baik saja.

Pandangan saya mulai fokus pada satu kotak tisu dan ember kecil yang diberi kantung plastik bersih di depan saya. Kalau seumpama mual, berarti saya harus langsung mengambil ember itu, pikir saya. Tentu saja, masih dengan pikiran yang tidak karuan.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya saya mulai tenang dan enggak mikir aneh-aneh lagi. Kenapa sih saya harus takut dengan prosesnya? Bukankah ini untuk kebaikan? Mual, muntah, dan sejenisnya yang saya lihat di televisi mungkin tergantung kekuatan tubuh masing-masing orang. Ibu dan anak saya saja dulu waktu di-ruqyah baik-baik saja, enggak sampai ekstrem seperti itu. Lagian, bukankah efek itu menandakan adanya proses detoksifikasi dan pembersihan tubuh? Saya berusaha meyakinkan diri sendiri.

Sekitar 20 menit mungkin proses ruqyah dilakukan. Sampai akhir ayat dibacakan, saya masih duduk diam dan dalam keadaan sadar, tanpa ada ketakutan seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya. Saya ingat, Ustaz sempat memegang ubun-ubun dan menepuk-nepuk punggung saya ketika membaca ayat Al-Qur’an tadi. Hati saya pun menjadi lega. Alhamdulillah. Terima kasih, Ya Allah, saya sudah berhasil melawan ketakutan saya sendiri.

Oiya, saat memegang kepala dan menepuk punggung saya, Ustaz menggunakan sarung tangan berbahan kulit tebal sehingga kita tak perlu merasa khawatir bersentuhan dengan yang bukan mahram. Prosesnya syar’i, insya Allah.

Setelah selesai, saya diberi minum segelas ramuan herbal seperti jamu. Beliau kemudian menanyakan, apa yang saya rasakan, dan sudah berapa lama merasa badan enggak beres. Saya pun menceritakan semua yang saya alami dengan penuh kepolosan. Iya, saya polos banget kalau soal yang aneh-aneh begini. 🙂

Beliau bilang, memang ada sedikit gangguan, tetapi tidak perlu dibahas gangguan itu asalnya dari mana. Ustaz juga bertanya, apakah saya sering mimpi buruk? Karena adanya gangguan juga bisa ditandai dari mimpi buruk.

Pokoknya, kalau ada rasa enggak nyaman di tubuh kita, segera cari obat dan solusinya, itu lebih baik, pesan beliau. Tidak perlu memikirkan masalahnya dari mana, yang penting fokus ke solusinya. Masya Allah, adem sekali hati saya mendengar nasihat Ustaz yang sudah paruh baya dengan jenggot putih di bawah dagu.

Sepulang dari sana, Ustaz membawakan sebotol air putih yang sudah dibacakan doa. Beliau juga berpesan agar kita sering melakukan ruqyah mandiri di rumah dengan segelas atau sebotol air yang dibacakan ayat Kursi, surah An Naas, dan Al Ikhlas sehabis salat Magrib.

Apa yang Dirasakan Setelah Ruqyah?

Sesampai di rumah, saya kembali googling tentang Klinik Ruqyah BRH Centre. Kalau besok ada saudara atau teman di Yogyakarta yang sakit, pasti saya akan merekomendasikan klinik ruqyah ini karena penyembuhannya sesuai dengan syariat. Memangnya ada, ya, ruqyah yang tidak syar’i? Berdasarkan referensi yang saya baca, kalau metode penyembuhan ruqyah-nya dicampur dengan metode lain yang tidak ada panduannya, seperti tenaga dalam, atau menggunakan penerawangan, dan semacamnya, dianggap tidak sejalan dengan syariat. (Hidayatullah.com, 16/4/2014)

Saya juga baru tahu kalau BRH Centre merupakan klinik ruqyah pertama yang ada di Yogyakarta sejak tahun 2009. Pemiliknya Ustaz Fadhlan Adham Hasyim, Lc. , yang merupakan perintis sekaligus Ketua ARSYI (Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah Indonesia). Masya Allah, bersyukurnya saya bisa diterapi oleh beliau.

Lalu, apa yang saya rasakan setelah di-ruqyah?

Yang pertama, lega. Alhamdulillah.

Yang kedua, seperti merasa lahir kembali. Bingung enggak, lahir kembali itu rasanya kayak apa? 😀 Hmmm … gimana jelasinnya, ya?

Yang ketiga, sampai satu minggu setelah selesai ruqyah, badan terasa ringan, melayang-layang. Ini seperti kalau kamu habis pijat, badannya jadi enak dan lemas.

Yang keempat ini agak susah kalau kamu lagi banyak kerjaan. 😀 Iya, karena badan terasa enak, jadinya malah ngantuk terus. Akhirnya saya menggunakan kesempatan itu untuk lebih banyak beristirahat. Kerja online tetap, tetapi saya kurangi porsinya. Lebih mengikuti maunya tubuh aja gimana.

Jika ingat pengalaman ruqyah beberapa minggu lalu, tak henti-hentinya saya mengucap syukur kepada Allah Swt. Betapa Dia Yang Mahakuasa sudah begitu baik kepada saya yang fakir ilmu dan banyak dosa ini. 🥺 Tak terhitung lagi betapa banyak limpahan rahmat dan karunia-Nya. Hikss … jadi terharu ….

Teman-teman yang membaca tulisan ini, apakah ada yang pernah punya pengalaman ruqyah juga? Kalau iya, apa yang teman-teman rasakan setelahnya? 🙂

Baca Juga

pengalaman ruqyah yogyakarta

Perempuan, Ghosting, dan Pengembangan Diri secara Online

kursus gratis online

“Kecerdasan intelektual seorang anak diwarisi dari gen ibunya.” Beberapa tahun lalu, saya pernah membaca artikel ini di salah satu grup parenting dan pengembangan diri online yang saya ikuti. Percaya tidak percaya, ternyata faktanya memang demikian.

Teman-teman harus tahu, University of Washington pernah melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki hanya memiliki satu kromosom X.

Ini berarti, perempuan memiliki kesempatan dua kali lebih besar mewariskan kecerdasan genetiknya daripada laki-laki. Bahkan, seorang anak yang sejak lahir memiliki hubungan sangat baik serta sering diberikan motivasi oleh sang ibu, memiliki bagian otak hipokampus yang lebih besar daripada anak lain yang kurang dimotivasi dan diperhatikan oleh ibunya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipokampus adalah area otak tempat memproses informasi dari luar, termasuk emosi dan memori.

Wow … menurut saya, ini luar biasa! Meskipun kecerdasan secara keseluruhan bukan mutlak berasal dari faktor genetik semata, melainkan dipengaruhi juga oleh lingkungan, pendidikan, dan banyak hal lainnya, artikel tersebut membuat saya kian semangat untuk belajar.

Yup … sebagai ibu, saya jadi merasa punya tanggung jawab besar untuk meningkatkan kecerdasan anak, apalagi punya anak perempuan yang baru memasuki usia ABG. Banyak hal baru yang tentunya dia ingin tahu, bukan melulu membahas pelajaran di sekolah saja.

Bersyukurnya, sejak tahun 2017, saya banyak mengikuti berbagai kelas belajar online gratis, baik melalui grup di media sosial maupun lewat berbagai platform belajar online. Mulai dari ilmu internet marketing, parenting, motivasi, pengembangan diri, dll. Bukan hanya ikut kelas belajar online gratis saja, saya juga mulai ikut kelas berbayar. Di luar dugaan, saya yang tipikal introver ini merasa nyaman melakukannya.

Apa Kabar dengan Ghosting?

Nah, sejak merebaknya masa pandemi COVID-19 dan muncul aneka kebijakan baru–termasuk bekerja dan belajar–harus dilakukan dari rumah secara online , saya sudah tidak kaget lagi. Aneka platform belajar online mulai bermunculan. Bukan hanya bagi pelajar dan mahasiswa, melainkan juga untuk para profesional, termasuk kaum perempuan dan ibu rumah tangga. Kursus gratis online pun tak melulu hanya lewat platform dan aplikasi belajar online, banyak yang mengadakan pembelajaran hanya lewat grup di media sosial atau channel di aplikasi chat.

Mengutip pernyataan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan 13% setiap tahunnya, di mana jumlah pengguna internet perempuan memiliki persentase yang hampir seimbang dengan laki-laki, yaitu sekitar 48,57% dari jumlah total pengguna internet. Bisa dibayangkan, betapa perempuan adalah sasaran empuk sekaligus komoditi yang menjanjikan bagi industri di dunia maya.

Berbagai informasi dan berita bisa menjadi viral di internet, salah satunya berasal dari para perempuan yang ikut mengomentari, menyebarkan, atau membagikan (share) informasi yang mereka anggap penting. Berita yang berkaitan dengan figur publik, terutama topik yang menyentuh sisi psikologis mereka sebagai perempuan, bisa banget membuat informasi tersebut terdongkrak ke jajaran trending topic terkini. Sebut saja, topik ghosting salah satunya. 🙂

“Perempuan bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu lepas semaumu. Mereka terhormat dan memiliki haknya.”

(Umar bin Khattab)

Saya baru paham bahwa istilah ghosting ternyata memiliki dua arti yang berbeda. Secara harfiah, ghosting memiliki arti berbayang, sementara secara istilah di dalam suatu hubungan/relasi, ia dapat diartikan sebagai menggantung. Maksudnya, ghosting adalah tindakan menghilang secara tiba-tiba dari hubungan percintaan atau pertemanan, tanpa ada alasan ataupun pemberitahuan sebelumnya. Orang yang melakukan ghosting sering disebut dengan istilah ghoster, sementara orang yang ditinggalkan alias sasaran objek penderita disebut ghostee.

Sejenak … saya sempat tercenung melihat banyaknya komentar warganet di media sosial terkait ghosting. Maklummmm … saya juga punya anak perempuan. Naluri keibuan membuat saya tergerak mencari referensi topik ini. Apalagi tanggal 8 Maret 2021 lalu diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional (Hari Perempuan Sedunia) di mana saya juga terlibat dalam sebuah kampanye secara online tentang kekerasan dan pelecehan yang kerap kali dialami kaum perempuan. 🙁

platform belajar online Indonesia
Platform belajar online QuBisa. Aku bisa, Kamu bisa. (Image: QuBisa.com)

Pencarian saya berhenti di salah satu platform belajar online Indonesia. Platform kursus online bernama QuBisa ini menurut saya memiliki desain web yang menarik dengan warna dan tampilan eye catching. Setelah berselancar beberapa menit, ternyata banyak sekali kategori pembelajaran di platform kursus online ini. Ada kategori Business, Finance & Accounting, IT Software, Human Resource, IT Development, Lifestyle & Health, Personal Development, Sales & Marketing, dan Teaching & Academics.

Di antara banyak kategori aplikasi belajar online QuBisa, saya menemukan video tentang ghosting di fitur kursus online gratis Personal Development. Ada tujuh video pendek berdurasi 1 sampai 3 menit yang disampaikan dengan sangat menarik dalam bentuk tanya jawab antara host dengan salah seorang instruktur QuBisa, Selfi Nanda Surya Ning Tyas.

Pertama kali melihat video pembelajaran dalam bentuk microlearning ini sungguh membuat saya terkesan sambil senyum-senyum sendiri. Ada, ya, instruktur kayak gini? Cara bicara dan pembawaan Selfi Nanda sebagai pembicara yang ceplas-ceplos, riang,
medok aksen Jawa Timur-nya, tetapi tegas, bikin peserta kursus online gratis yang nonton videonya dijamin enggak bosan belajar di kelasnya.

Pas banget, Selfi punya pengalaman pernah jadi ghostee alias objek ghosting. Jadilah, dia banyak memberikan solusi yang simpel dan efektif melalui cerita dirinya sendiri saat mengalami ghosting. Satu kesimpulan penting yang saya ambil dari video kursus online gratis Personal Development ini adalah, untuk kamu atau siapa pun yang pernah kecipratan lumpur ghosting, jangan pernah menjadikan alasan ini untuk membalas dendam di kemudian hari dan mengubah dirimu yang baik hati menjadi seorang ghoster. Enggak banget, ya!

Mencintai diri sendiri dan terus memperbaiki diri adalah jalan terbaik agar kamu bertemu dengan orang yang selevel dengan dirimu, dibanding sibuk memikirkan si ghoster yang telah menghilang entah ke mana. Memangnya yang suka sama kamu cuma dia aja? *ehhh jadi ikutan ngamuk 😀 Bukankah jodoh merupakan cerminan dari diri kita? 🙂

kursus online gratis personal development
Video kursus gratis online kategori Personal Development. (Image: QuBisa.com)

Topik pengembangan diri seperti ini menurut saya penting banget disampaikan kepada anak perempuan kita sejak dini agar tak ikut-ikutan arus kebucinan yang kerap digaungkan menjadi trending topic.

Kamu adalah apa yang kamu baca, kamu dengar, dan kamu makan sehari-hari. Bukankah mindset di dalam pikiran bawah sadar terbentuk karena kebiasaan kita sendiri? Pikiran kita ibarat gadget yang bisa diisi data apa pun juga. Jadi, kamu yang harus memutuskan, mau diisi data yang baik-baik, atau data yang bikin nyesek.

Setuju?

Belajar Pengembangan Diri secara Online

Lanjut, ya ….

Sebagai platform belajar online Indonesia, QuBisa hadir untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, para profesional, atau siapa pun yang ingin belajar dengan menggunakan metode microlearning (cepat, ringkas, dan efektif). QuBisa merupakan “jembatan” bagi pemberi materi (instruktur) dan penerima materi (siswa/siswi) untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi dengan pola yang cepat.

Selain melalui video, QuBisa juga menawarkan pembelajaran lewat beragam artikel menarik sesuai kategori yang bisa kamu pilih berdasarkan minat. Saya sendiri tertarik dengan artikel-artikel bertema psikologi yang membahas berbagai karakter manusia dalam kaitannya dengan cara berkomunikasi yang baik dalam dunia bisnis.

Oya … kalau kamu malas membaca dan lebih suka belajar secara visual, jangan khawatir, QuBisa juga menyediakan pembelajaran lewat sesi webinar, baik dalam bentuk webinar gratis Indonesia maupun webinar Indonesia berbayar.

Nah, di bulan Maret ini, ada 16 jadwal webinar Indonesia yang dapat kamu ikuti:

  • 22 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “Komunikasi Penjualan yang Tepat untuk Sukses dalam Negosiasi”.
  • 22 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Thinking Skill and Creativity: How to Improve It”.
  • 23 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “Toxic Trilogy 2: Moms Shamming”.
  • 23 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Awas, Jangan Asal Diet!”
  • 25 Maret 2021 (10.00 WIB) => Webinar “All England 2021, Kami Kecewa!”
  • 25 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “Game-Bassed Assesment Simulation”.
  • 25 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Make a Wish: Instagrammer & Content Creator di 1 Tahun Corona”.
  • 26 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “Cara Menulis Press Release yang Menarik di Mata Media”.
  • 26 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Final Trilogy: Toxic Relationships”.
  • 28 Maret 2021 (10.00 WIB) => Webinar “Apa Kabar Pariwisata? Kapan ke Banyuwangi (lagi)
  • 29 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “Mystery Shopping”.
  • 29 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Road Safety: Pesepeda vs Kendaraan Bermotor, Salah Siapa?”
  • 30 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “The Art of Financial Success”.
  • 30 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Tugas Istimewa: Menjaga Perdamaian di Tanah Konflik”.
  • 31 Maret 2021 (16.00 WIB) => Webinar “Scale Up Your Business!”
  • 31 Maret 2021 (19.30 WIB) => Webinar “Revolusi Guru 4.0”.

Bagaimana menurutmu? Topik webinar-nya menarik, bukan?

By the way busway … di antara jadwal tersebut, ada beberapa tema yang merupakan webinar gratis Indonesia, sementara tema lainnya ada juga yang berbayar, meski tidak banyak.

Terus, ada jadwal webinar di bulan selanjutnya enggak? Ada, dong …. Langsung aja ke platform belajar online QuBisa, ya, untuk cari tahu webinar gratis Indonesia selanjutnya.

Keunggulan dan Manfaatnya Apa, sih?

Pasti pada tanya, apa bedanya dengan belajar di platform atau aplikasi belajar online lainnya? Memangnya ada manfaatnya?

Nih, beberapa keunggulan belajar di QuBisa berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan:

aplikasi belajar online
  1. Metode pembelajaran yang digunakan adalah microlearning alias pembelajaran yang bersifat mikro atau jangka pendek. Maksudnya, materi yang disampaikan ringkas, singkat, dan tidak berbelit-belit.
  2. Instrukturnya interaktif, tetapi tetap profesional. Teman-teman boleh cek sendiri, deh, ke webnya. Bahasa yang digunakan santai dan bikin kita enggak terasa kalau sedang belajar.
  3. Materi yang dipelajari dapat diulang, bahkan bisa banget dijadikan sebagai bahan referensi atau rujukan kalau kamu ingin menulis artikel, atau bahkan buku.
  4. Alih-alih membosankan, belajar di platform kursus online ini justru bikin ketagihan. Bagaimana tidak? Setelah menyimak video untuk satu topik, ternyata kepo lagi lihat video untuk topik lainnya. Gemas ‘kan?
  5. Kategori pembelajarannya banyak sekali. Mulai dari emak-emak biasa seperti saya, sampai ke pekerja kantoran, pebisnis, mahasiswa, atau siapa pun kamu yang hobi belajar, bebas memilih aneka topik yang ingin dipelajari melalui platform kursus online QuBisa ini. Recommended!

Balik lagi ke topik awal bahwa kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh kecerdasan genetik yang dimiliki ibunya. Ini sebenarnya menjadi alasan, kenapa perempuan harus selalu belajar meningkatkan konsep keilmuan yang dimiliki, tak peduli sudah menikah, memiliki anak, atau bahkan menimang cucu. Apa pun caranya, meski secara non-formal lewat aplikasi belajar online, ilmu pengembangan diri yang dihasilkan tetap bermanfaat sebagai fondasi peradaban generasi.

Baca Juga

bahasa indonesia

Pengajuan Asuransi Kesehatan secara Online

“Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya ….”

asuransi kesehatan secara online

Ungkapan tersebut sering saya dengar sejak kecil dahulu, tetapi kerap kali dianggap sebagai angin lalu. Yup, betapa perencanaan terhadap kesehatan masih sangat minim dilakukan, meski kita tahu bahwa asuransi kesehatan penting untuk masa depan. Bukan hanya diri sendiri, melainkan juga untuk kebutuhan perawatan seluruh anggota keluarga.

Tahukah teman-teman bahwa meningkatnya pengguna internet di Indonesia dari tahun 2019 yang berjumlah 171 juta pengguna menjadi 196,7 juta jiwa di tahun 2020 memunculkan banyak layanan digital yang semakin memudahkan masyarakat mengakses segala sesuatu secara online. Salah satu pelopor marketplace di bidang layanan finansial, asuransi, dan investasi yang banyak membantu penggunanya adalah CekAja.com.

CekAja yang didirikan pada bulan April 2014 di bawah perusahaan C88 Financial Technologies Pte. Ltd ini menyediakan banyak layanan finansial secara online, antara lain dalam bentuk pemberian kredit tanpa agunan (KTA), pinjaman untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), asuransi, hingga investasi.

Dengan karyawan berjumlah sekitar 185 orang, situs CekAja.com mengalami peningkatan kunjungan menjadi 28 juta pengguna pada tahun 2017 atau meningkat sebesar 65% dari tahun 2016. Ini membuktikan bahwa CekAja sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena kemudahan, keamanan, dan kualitas yang ditawarkan.

Berbeda dengan layanan sejenis lainnya, CekAja tidak hanya menjual produk saja, tetapi juga menyediakan layanan perbandingan antara produk satu dengan lainnya sehingga pengguna bebas memilih sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, untuk layanan asuransi kesehatan, CekAja bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi, seperti Cigna, Ciputra Life, dan PFI Mega Life. Pengguna bisa memilih dan membandingkan jenis asuransi yang ditawarkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, baik dari jumlah uang pertanggungan, premi yang harus dibayar, sampai keuntungan lain dari masing-masing perusahaan asuransi tersebut. Membantu sekali pastinya.

Kita sama-sama tahu ‘kan bahwa pengguna asuransi kesehatan setahun terakhir ini memang mengalami peningkatan pesat. Pandemi COVID-19 membuat banyak masyarakat kian sadar, betapa pentingnya mempersiapkan dana cadangan agar kondisi keuangan tetap stabil saat ada anggota keluarga yang sakit. Asuransi kesehatan juga membantu penggunanya lebih disiplin mengelola keuangan untuk hal yang bermanfaat.

Pengajuan Asuransi Kesehatan Online Melalui CekAja

Lalu, bagaimana cara pengajuan asurasi kesehatan melalui situs CekAja? Perhatikan langkah berikut ini, ya!

  1. Kamu tinggal membuka situs CekAja.com dan memilih menu Asuransi Kesehatan di halaman utama.
asuransi kesehatan online
Langkah 1

2. Pilih asuransi yang diinginkan, lalu klik tombol biru Cek Aja di Sini.

asuransi kesehatan online
Langkah 2

3. Pilih tombol biru Permintaan Penawaran .

asuransi kesehatan online
Langkah 3

4. Silakan isi formulir kelengkapan data diri dan ikuti panduan selanjutnya.

asuransi kesehatan online
Langkah 4

Setelah formulir pengajuan asuransi kesehatan online diisi secara lengkap, jangan lupa menyertakan beberapa dokumen lain yang dibutuhkan, yaitu:

  1. Fotocopy/scan KTP
  2. Akta Kelahiran
  3. Kartu Keluarga, dan
  4. Bukti pembayaran premi pertama

Nah, bagaimana? Proses pengajuannya sangat mudah, bukan?

Keuntungannya Apa Saja, sih?

“Lo, ‘kan sudah ikut asuransi BPJS dari pemerintah? Kenapa harus ikut asuransi kesehatan lainnya?” Pertanyaan ini mungkin ada dalam benak sebagian orang.

Perlu kamu ketahui, asuransi kesehatan swasta memiliki beberapa fasilitas layanan yang dapat dijadikan nilai plus. Kerja sama dengan banyak rumah sakit, pelayanan yang lebih cepat, memperoleh uang santunan (uang pertanggungan) adalah kelebihan dari asuransi swasta. Jadi, jika memungkinkan, ada baiknya kamu juga menjadi peserta asuransi kesehatan swasta disamping sebgai peserta jaminan kesehatan dari pemerintah. Apalagi pengajuan dokumen sebagai peserta asuransi kini sangat mudah dilakukan.

Melalui asuransi kesehatan online yang difasilitasi oleh CekAja.com, kamu tidak perlu datang langsung ke perusahaan asuransi yang bersangkutan karena semuanya dapat dilakukan dengan bantuan internet. Pembayaran premi asuransi dan pengajuan klaim pun dilakukan secara online setelah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Manfaat lainnya, asuransi kesehatan setidaknya dapat memperkecil kesulitan keuangan yang terjadi akibat sakitnya salah satu anggota keluarga. Biasanya kita baru sadar akan pentingnya asuransi setelah mengalami sesuatu yang tidak diinginkan sehingga pengeluaran tak terduga menjadi bertambah.

Bagaimanapun, doa terbaik senantiasa terpanjat untuk teman-teman semua, semoga diberikan kesehatan dan kehidupan yang berkah. Untuk informasi tentang asuransi kesehatan secara online lainnya, kamu bisa baca di https://www.cekaja.com/asuransi-kesehatan ya. Salam sehat selalu dari saya. 🙂

Baca Juga

asuransi kesehatan secara online

Yuk, Perhatikan 7+ Cara Penulisan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Ini meski Kamu Bukan Seorang Penulis Profesional

bahasa indonesia

Keterampilan berbahasa, terutama bahasa Indonesia, merupakan satu hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi di masa pandemi, ketika hampir semua bidang kehidupan beralih menggunakan internet sebagai alat komunikasi utama.

Situs Literasi Nusantara (14/5/2020) melansir, di antara empat keterampilan berbahasa yang ada, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, menulis merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan saat ini.

Kamu pasti setuju dengan saya bahwa hampir 24 jam waktu kita dihabiskan setiap harinya untuk membuka internet dan membaca aneka informasi di media sosial. Bahkan, menurut survei dari APJII (Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia), sepanjang tahun 2019 hingga 2020 pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 64,8 persen dari tahun 2018, atau naik sekitar 25,5 juta.

Hampir semua yang kita lihat di internet selalu berhubungan dengan tulisan. Media sosial Facebook, Instagram, Twitter, dan aplikasi lainnya menjadikan tulisan sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Untuk menulis caption atau takarir sederhana di media sosial pun sebenarnya kita membutuhkan keterampilan menulis dengan kalimat sederhana yang mudah dipahami dan dimengerti. Ini artinya, keterampilan menulis sederhana wajib kamu miliki agar teman-teman di dunia maya mengerti apa yang kamu tulis.

Dari kebiasaan menulis di media sosial secara teratur, bukan tidak mungkin kesempatan menjadi seorang profesional di bidang tulis-menulis semakin terbuka lebar, baik sebagai penulis artikel, penulis buku, penulis blog (bloger), wartawan media cetak dan media elektronik, influencer, atau naik ke level yang lebih tinggi lagi, yaitu sebagai seorang editor.

Dari apa yang saya amati dan ilmu yang saya pelajari selama ini, ternyata ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan dalam menulis agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya rangkum aja ya secara ringkas menjadi tujuh poin singkat supaya enggak enek bacanya, kwkwkwk. *pusing pala Barbie kalau kebanyakan, eeuyy 😀

Apa saja tujuh cara penulisan yang harus diperhatikan tersebut? Cek di bawah ini, ya!

bahasa indonsia
Sumber gambar: Pexels.com/JessicaLewis

Penulisan Kata Majemuk

Kata majemuk sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai gabungan kata. Salah satu kata majemuk yang akhir-akhir ini banyak sekali mengalami perubahan penulisan adalah kata terima kasih. 🙂 Penulisan terima kasih yang seharusnya dipisah, entah kenapa sekarang malah sering disatukan menjadi terimakasih. Mungkin karena mereka lama berjauhan dan jaga jarak di masa pandemi, ya, jadi ada keinginan untuk mendekat, meski sebenarnya sudah ditakdirkan untuk saling berjauhan. *kwkwkwk …. 😀

Berikut beberapa contoh kata majemuk yang sering mengalami kesalahan dalam penulisan:

Terimakasih (SALAH) => Terima kasih (BENAR)

Orangtua (SALAH) => Orang tua (BENAR)

Olah raga (SALAH) => Olahraga (BENAR)

Seringkali (SALAH) => Sering kali (BENAR)

Ada kalanya (SALAH) => Adakalanya (BENAR)

Penulisan di sebagai Kata Depan dan di– sebagai Awalan

Poin nomor dua ini masih banyak yang mengabaikan. Mungkin karena mereka memang belum paham, ya, bukan karena disengaja. Untuk kamu yang belum tahu, kata di bisa berfungsi sebagai awalan, dan bisa juga berfungsi sebagai kata depan.

1. Di- sebagai awalan

Sebagai sebuah awalan, kata di- harus disambung dengan kata sesudahnya. Biasanya kata sesudahnya ini adalah kata kerja bentuk dasar.

Contoh:

Dikejar => kejar adalah kata kerja.

Dicari => cari adalah kata kerja.

Ditulis => tulis adalah kata kerja bentuk dasar dari menulis.

2. Di sebagai kata depan

Fungsi di sebagai kata depan ini penulisannya harus dipisah dengan kata yang mengikutinya. Biasanya kata yang mengikuti di sebagai kata depan adalah keterangan tempat.

Contoh:

Di sana => sana adalah penunjuk tempat.

Di rumah => rumah adalah tempat (kata benda).

Di luar => luar adalah keterangan tempat.

Untuk teman-teman yang belum terbiasa menulis, mungkin masih bingung dengan poin nomor dua ini, ya. Namun, tak mengapa. Setidaknya kamu sudah mulai belajar bagaimana cara membedakan kedua fungsi kata di ini.

Penulisan Namun dan Tetapi

Untuk poin nomor tiga, jujur deh, awalnya saya juga belum paham. Dulu, saya anggap tak ada bedanya antara penggunaan dua kata ini di dalam suatu kalimat. Faktanya, kata namun hanya boleh digunakan di awal kalimat, dan kata tetapi harus berada di tengah kalimat setelah didahului dengan tanda koma. Setelah mengetahui hal ini, saya jadi lebih berhati-hati saat memakai dua kata ini.

Contoh:

Aku ingin sekali tertawa, tetapi tak bisa.

Berbuat kesalahan itu hal yang wajar, bukan? Namun, bukan berarti kita tak perlu belajar dan hanya mengharapkan pemakluman.

Jelas ‘kan ya, bedanya?

Penulisan Jam dan Pukul

Nah, penulisan kata jam dan pukul ini juga mirip dengan penulisan namun dan tetapi. Terlihat serupa, tetapi tak sama. Faktanya, jam dan pukul digunakan untuk hal yang berbeda.

Jam => digunakan sebagai satuan waktu.

Contoh:

Penerbangan Jakarta-Istanbul memiliki waktu tempuh sekitar 12 jam.

Huh, 1 jam mana cukup? Butuh waktu lama membahas masalah pelik ini!

Pukul => digunakan untuk menyatakan waktu.

Contoh:

Oke, tunggu aku pukul lima sore, ya!

Waktu menunjukkan pukul dua dini hari saat aku terbangun mendengar suara aneh itu.

Kata yang Tidak Boleh Diletakkan di Awal Kalimat

Memangnya ada ya kata khusus yang enggak boleh diletakkan di awal kalimat? Ternyata ada, Milea! Catat ya, ada tujuh kata:

Dan, atau, tetapi, serta, padahal, sedangkan, melainkan.

Tujuh kata di atas harus berada di tengah kalimat. Ya … memang enggak gampang sih praktiknya. Pintar-pintarnya kita aja bagaimana caranya supaya tujuh kata itu enggak ada di awal kalimat.

Penulisan Bentuk Terikat

Bentuk terikat itu apa, sih, Esmeralda? Gini lo, Fernando. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bentuk terikat itu maksudnya unsur bahasa yang harus digabung dengan unsur lain agar menghasilkan makna atau arti yang jelas. Dengan kata lain, bentuk terikat tidak dapat berdiri sendiri dan harus disambung dengan kata setelahnya. Ada beberapa kata yang termasuk dalam bentuk terikat ini.

Contoh:

Antar- => Antarkota, antarprovinsi, antarkabupaten.

Multi- => Multilevel, multitalenta.

Pasca- => Pascasarjana, pascareformasi.

Anti- => Antioksidan, antibodi.

Swa- => Swadaya, swafoto.

Penulisan Kata Ganti Ku- dan Partikel pun

Penulisan ku- dan pun ini juga sering menimbulkan kebingungan. Ada yang menulis terpisah dengan kata sebelum dan setelahnya, dan ada juga yang menuliskan dengan disambung seperti bentuk terikat. Mana yang benar, sih?

Ayo deh, kita belajar bareng!

1. Penulisan ku-

Ku- adalah singkatan dari aku yang merupakan bentuk terikat. Jadi, penulisannya harus disambung dengan kata berikutnya.

Contoh:

Banyak yang ingin kuceritakan padamu, wahai belahan jiwa.

Ingin rasanya kupecahkan gelas minum itu.

2. Penulisan pun

Penulisan pun ini sedikit unik. Ada yang dipisah dengan kata sebelumnya, ada juga yang harus disambung.

Penulisan pun yang disambung bisa kamu lihat di bawah ini, ya. Ada 12 kata. Kalau perlu, kamu hafalin deh semua. 😀

*Adapun; andaipun; ataupun; bagaimanapun; biarpun; kalaupun. kendatipun; maupun; meskipun; *sekalipun; sungguhpun, walaupun.

Selain dari 12 kata tersebut, penulisan partikel pun harus dipisah dengan kata sebelumnya.

Contoh: Siapa pun, apa pun, aku pun, ke mana pun.

*Pengecualian

Untuk kata *adapun dan *sekalipun bisa dipisah penulisannya kalau makna pun di situ bisa diartikan sebagai juga.

Contoh:

Dia ada pun, aku belum tentu mau menemuinya. (pun di sini bisa diartikan sebagai juga)

Belum pernah sekali pun aku bertemu dengannya.
(pun di sini bisa diartikan sebagai juga)

Nah, tujuh poin cara penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah saya rangkum secara singkat. Gimana, tambah puyeng ya? Enggak apa-apa kok, namanya juga belajar. Bukankah keterampilan berbahasa, khususnya menulis, bukan sesuatu yang pasti? Karena ia akan terus berubah menyesuaikan diri dengan kondisi.

Oiya, mumpung saya lagi baik dan semangat nulis, boleh tambah satu poin lagi, ya? Hahahahaaa …. Jadi, ada 7+1 rangkuman hari ini biar saya juga enggak lupa, dong, dan bisa nyontek di sini sewaktu-waktu diperlukan.

Yuk … ini poin terakhir deh, janji! 😀

Penulisan Kata Baku

Teman-teman, kata baku dapat diartikan sebagai kata yang dijadikan sebagai standar atau acuan dalam berbahasa. Untuk bahasa Indonesia, kata baku terbaru dapat dilihat di KBBI daring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamu bisa gunakan link ini untuk pengecekan kata baku terbaru, ya => KBBI Daring Kemdikbud.

Beberapa bahasa gaul kekinian sudah banyak, lo, yang masuk dalam kata baku bahasa Indonesia, seperti kepo, alay, pengin, enggak, lu, gue, baper.

Begitu juga dengan kata serapan asing, seperti gadget, kover, bloger, fesyen, mekap (bahasa Inggris = makeup), reviu, netizen, gim (bahasa Inggris = game), istigfar, dan banyak lagi.

Tentunya, ini semakin memudahkan kita menulis dengan bahasa yang baik dan benar, tanpa harus kehilangan ciri khas alias gaya menulis masing-masing. Pemerhati bahasa Indonesia, Ivan Lanin, pernah menulis dalam bukunya yang berjudul Recehan Bahasa bahwa “Bahasa yang baku tak mesti selalu kaku.”

Teman-teman bloger yang tulisannya banyak dibaca secara terbuka di blog ataupun media sosial bisa banget menjadi perantara pengenalan bahasa Indonesia yang baik dan benar ini kepada netizen, terutama generasi muda kita.

Yup, belajar bahasa memang tak bisa dilakukan sekaligus, seperti juga keterampilan menulis yang membutuhkan latihan berulang-ulang agar menjadi kebiasaan. Ia akan terus berkembang seiring dengan waktu dan banyaknya jam terbang.

Kamu setuju?

Baca Juga

bahasa indonesia

Referensi

kbbi.kemdikbud.go.id

ivanlanin.wordpress.com/2012/02/26/terima-kasih/

ivanlanin.wordpress.com/2020/01/18/namun-tetapi-dan-tapi/

literasinusantara.com/4-keterampilan-berbahasa/

Ini 9 Alasan Kenapa Kamu Harus Menggunakan Aplikasi Telegram daripada WhatsApp

Akhir-akhir ini saya sering mendapat notifikasi beberapa daftar kontak pribadi di HP mendadak punya akun di aplikasi Telegram. Ada apakah gerangan? Agak kaget juga awalnya kenapa aplikasi yang jarang digunakan orang-orang di sekitar saya ini mendadak mulai naik popularitasnya, padahal banyak teman selama ini malas menginstal Telegram dengan alasan sepi dan jarang yang pakai. 😀

telegram
Aplikasi Telegram di Play Store.

Saya sendiri sebenarnya sudah menjadi penggemar setia aplikasi Telegram sejak tahun 2016. Saking sukanya dengan aplikasi ini, saya sampai menuliskan detail tentang Telegram di blog. Kamu bisa baca di postingan Aplikasi Telegram for Android. Apa saja fitur dan keunggulan yang dimiliki Telegram sudah saya tuliskan di sana, meskipun ada beberapa fitur pembaruan yang belum saya tambahkan.

Kecintaan dengan Telegram semakin bertambah ketika saya menemukan banyak channel alias saluran informatif di aplikasi tersebut, seperti aneka kajian dari para ustaz dan ulama besar di tanah air, sampai kepada channel para motivator nasional, plus banyak grup pembelajaran online juga saya temukan di aplikasi ini.

Beberapa tahun terakhir, saya bahkan menggunakan aplikasi Telegram sebagai sarana menyimpan foto, video, dan aneka dokumen pekerjaan dalam berbagai format. Dengan cara ini, saya bisa menghapus file-file lama yang tersimpan di HP agar penyimpanan di perangkat berkurang dan HP tidak menjadi lemot.

Pada tahun 2017, popularitas Telegram sempat mencuat ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memutuskan memblokir Telegram versi web karena dianggap sering digunakan pihak teroris untuk berkomunikasi sebelum melancarkan aksinya. Syukurlah, setelah pendiri Telegram -Pavel Durov- datang ke Indonesia dan berdialog dengan Kemkominfo, pemblokiran pun dibuka kembali.

Bulan Januari 2021 ini mendadak popularitas Telegram kembali mencuat setelah pihak WhatsApp mengeluarkan peraturan baru terkait kebijakan privasi dan aturan layanan. Dikutip dari Kompas.com (7/1/2021), salah satu aturan baru ini menyebutkan, pihak WhatsApp akan membagikan data pengguna kepada Facebook yang masih satu perusahaan dengan WhatsApp terkait data nomor telepon pengguna, interaksi pengguna dengan orang lain, data transaksi, dan lain-lain. Pengguna WhatsApp bebas memilih untuk menerima kebijakan ini, atau sebaliknya, menolak kebijakan dengan risiko akun WhatsApp akan dihapus.

Setelah kabar ini muncul, banyak rekan dan sahabat mulai membuat akun di aplikasi Telegram. Saya sendiri sebetulnya lebih suka kalau grup chat menggunakan Telegram, dengan alasan, penyimpanan chat dan file di Telegram berbasis cloud alias penyimpanan di awan. Jadi, enggak membuat perangkat HP lemot dan ruang penyimpanan pun lebih lega.

Perbedaan Aplikasi Telegram dengan WhatsApp

Pavel Durov sebagai pendiri aplikasi Telegram cukup sering membandingkan keunggulan produk miliknya dengan aplikasi WhatsApp dalam channel pribadinya, Durov’s Channel, meski tak dapat dimungkiri, setiap aplikasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan WhatsApp sendiri terletak pada kemudahan penggunaan oleh berbagai rentang usia, mulai remaja hingga lanjut usia, ditambah fitur story 24 jam yang dimilikinya seperti fitur di Facebook dan Instagram. Yah, Facebook dan Instagram memang satu perusahaan juga kan dengan WhatsApp? 🙂

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum Pavel Durov mendirikan Telegram dengan kakaknya, Nikolai Durov, ia juga sempat membuat aplikasi media sosial semacam Facebook yang sangat populer di negaranya, bernama VKontakte. Media sosial VK ini diklaim mengungguli kepopuleran Facebook di kalangan anak muda Rusia sehingga Durov berhasil menjadi miliarder di usianya yang masih muda.

Sayangnya, masalah politik di Rusia memaksa Durov harus keluar dari negaranya dan menjual saham VK kepada pemerintah Rusia. Perjalanan Pavel Durov dalam membangun idealismenya ini juga pernah saya tulis di blog dengan judul Pavel Durov dan Telegram Indonesia.

Terus, apa dong perbedaan lain antara Telegram dengan WhatsApp selain fitur story-nya? Baiklah, ini sembilan alasan kenapa kamu harus menggunakan aplikasi Telegram daripada WhatsApp (versi saya):

1. Ringan dan cepat

Aplikasi Telegram itu memiliki kapasitas yang lebih kecil daripada aplikasi WhatsApp. Kapasitas kecil ini membuat Telegram lebih ringan sehingga memiliki akses lebih cepat daripada WhatsApp.

2. Aman

Sejak awal dibuat, pendiri Telegram sudah berjanji tidak akan pernah memberikan data pengguna Telegram kepada pihak ketiga. Dengan kata lain, Telegram sangat aman digunakan.

Lo, memangnya WhatsApp enggak aman dibanding Telegram? Yup, kemudahan dalam penggunaan WA justru membuat seringnya aplikasi ini diretas atau di-hack oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa bulan terakhir, banyak teman saya yang mengalami peretasan nomor WA. Tiba-tiba nomor WA-nya tidak berfungsi, dan ternyata nomornya dibajak.

Ketidakamanan lainnya dari WhatsApp terletak pada foto dan video di story yang kita upload. Story itu akan tersimpan di dalam penyimpanan internal HP milik orang lain. Kok bisa? Coba deh kamu buka menu File Manager di HP, lalu cari folder WhatsApp. Di sana banyak foto/video milik orang lain yang berasal dari story yang mereka upload dan kita bebas mengunduhnya tanpa sepengetahuan mereka.

3. File tersimpan di cloud

Yang saya suka, semua file chat Telegram disimpan secara cloud (penyimpanan awan), bukan penyimpanan internal di perangkat HP. Jadi, enggak ada istilah Telegram eror karena memori penuh seperti kejadian berulang yang saya alami di WhatsApp karena kelupaan membersihkan chat. Akibat chat WA eror, sering banget beberapa riwayat chat penting ikut menghilang dan tidak dapat dikembalikan lagi. Berasa kehilangan harta karun berharga ‘kan kalau ada chat yang sudah dibintangi tetapi akhirnya hilang?

4. Bisa mengirim aneka jenis file dalam ukuran besar

Telegram memiliki kemampuan mengirim berbagai bentuk file, baik doc, pdf, zip, dll sampai kapasitas 1,5 GB setiap file-nya, sedangkan WhatsApp hanya dapat mengirim file maksimal 16 MB. Saya sendiri sejak tahun 2020 memiliki kantor virtual di Telegram dan menjalankan aktivitas sebagai editor buku secara online melalui aplikasi Telegram. Alhamdulillah, semua pengiriman file selalu lancar dan tidak pernah mengalami kendala lewat aplikasi ini.

5. Satu grup bisa berisi lebih dari 5000 orang

Ini kelebihan lain Telegram dibandingkan WhatsApp. Banyak channel di Telegram yang anggotanya bahkan lebih dari 500.000 orang. Oya, di Telegram, kita bisa membuat channel (satu arah) dan juga bisa membuat grup (dua arah). Apabila ingin menggunakan kedua fitur ini untuk kelas pembelajaran online misalnya, materi pembelajaran biasanya dikirimkan satu arah lewat channel, kemudian diskusi antarpeserta dilakukan di grup secara dua arah. Kedua fitur ini dapat dihubungkan satu sama lain agar saling terintegrasi.

6. Tempat menyimpan dokumentasi foto

Nah, kalau ini fasilitas yang saya temukan sendiri wkwkwkwk… Berawal dari kebingungan mau disimpan di mana berbagai foto dan video karena dulu sempat punya HP yang memorinya kecil banget, akhirnya ketemu deh solusinya. Semua file dokumen, foto dan video penting saya simpan di aplikasi Telegram dengan cara membuat channel pribadi terlebih dahulu. Sewaktu-waktu dibutuhkan, semuanya bisa diunduh kembali.

7. Telegram bisa disinkronisasi lewat berbagai perangkat

Berbeda dengan WhatsApp Web di PC/laptop yang hanya dapat dibuka apabila WhatsApp di HP dalam kondisi aktif, aplikasi Telegram bisa digunakan secara langsung, lo, di PC atau laptop tanpa membutuhkan HP. Telegram di PC/laptop bisa dibuka lewat browser, atau bisa juga dengan cara menginstalnya di perangkat PC/laptop.

8. Telegram memiliki fitur polling di channel/grup diskusi

Saat melakukan interaksi di channel/grup diskusi, pengguna Telegram dapat mengirimkan polling untuk meminta anggota grup memilih suatu hal yang ingin diputuskan. Asyik ‘kan? Ehm… jadi, mau makan apa hari ini? *ehh

telegram
Fitur polling di aplikasi Telegram.

9. Nomor HP bisa disembunyikan

Berbeda dengan WhatsApp, nomor pengguna Telegram bisa dirahasiakan. Kita bisa memilih agar yang tampil di akun Telegram hanya nama pengguna yang kita gunakan untuk mendaftar, seperti halnya di media sosial Facebook atau Instagram. Ini salah satu hal yang saya suka juga karena nomor HP tidak tersebar sembarangan ke pihak lain yang tidak diinginkan.

Nah, itu dia sembilan alasan versi saya kenapa kamu harus menggunakan aplikasi Telegram daripada WhatsApp. Meskipun pihak WhatsApp mengklaim penggunanya mencapai angka 2 miliar pada tahun 2020, tetapi adanya kebijakan baru di awal tahun 2021 membuat banyak pengguna WhatsApp beralih ke Telegram. Aplikasi Telegram pun menjadi semakin populer, bahkan di awal Januari ini mencapai kenaikan angka pengguna aktif sebesar 500 juta.

Kamu sendiri sudah punya aplikasi Telegram belum?

telegram daripada whatsapp

Kenali 17 Tabel Emosi pada Skala Hawkins, Kamu Berada di Level Mana?

Tabel emosi pada Skala Hawkins? Apakah itu? Bagi sebagian orang, hal ini bukanlah sesuatu yang menarik, tetapi untuk saya yang suka dengan topik yang berhubungan dengan sains, otak, pikiran, dan emosi, selalu ada keinginan untuk lebih jauh lagi belajar tentang hal seperti ini.

Ceritanya, beberapa hari lalu saya menemukan artikel dan video dari seorang ulama kita, yaitu K.H. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang menyampaikan pesannya saat masih dalam masa penyembuhan virus Corona yang memapar beliau.

Aa Gym menyebutkan, dari buku yang beliau baca, virus semacam Corona memiliki frekuensi 5,5 Hz. Agar tubuh kita tidak terpapar virus, atau tidak bertambah buruk kondisinya jika sudah telanjur kena virus, usahakan kondisi tubuh berada pada frekuensi lebih tinggi daripada frekuensi virus. Semakin tinggi getaran tubuh kita, semakin mudah tubuh melakukan penyembuhan alami terhadap suatu penyakit. 

Nah, buku yang beliau baca itu berjudul Power vs Force karya David R. Hawkins. Meskipun nama David R. Hawkins, M.D., Ph.D. sudah pernah saya dengar sebelumnya sebagai seorang ahli di bidang psikologi–lebih tepatnya lagi beliau adalah seorang psikiater, dokter, sekaligus peneliti dan dosen, tetapi saya belum pernah mencari referensi secara langsung terkait bukunya yang populer ini, Power vs Force: An Anatomy of Consciousness, The Hidden Determinants of Human Behavior. Ternyata, buku best seller ini merupakan hasil riset Hawkins selama 20 tahun tentang level atau tingkat kesadaran diri manusia yang berhubungan dengan emosi yang dihasikan.

Bingung enggak sih baca kalimat saya? Heheheee…. semoga enggak, ya. Ngomongin hal yang bersifat kejiwaan gini kadang harus pakai bahasa yang enak agar mudah dimengerti. Setuju, enggak? 😀

Apa Pentingnya Memahami Tingkatan Emosi Sendiri?

Menurut KBBI, emosi adalah keadaan dan reaksi psikologis (berhubungan dengan kejiwaan) dan fisiologis (berhubungan dengan organ, jaringan, atau sel makhluk hidup). Emosi juga dapat diartikan sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat. 

Apa pentingnya mengetahui tingkat emosi dalam diri kita sendiri?

1. Sebagai fondasi agar diri sendiri tetap stabil menghadapi hal-hal tak terduga dalam hidup

Bukan berarti sebagai manusia kita enggak boleh sedih, lo, ya. Sedih dan terluka atau kecewa itu manusiawi, tetapi dengan memiliki kecerdasan emosi yang baik, sedih dan kecewanya itu ada batasannya, enggak perlu merembet ke mana-mana, apalagi sampai pada tahap kehilangan kemampuan mengontrol diri. Kita mampu memberi batas waktu, “Tiga bulan setelah ini, aku harus mulai tersenyum.” Atau, “Cukup 6 bulan pertama aja sedihnya. Setelah itu, move on!”

2. Memiliki lingkungan pergaulan yang sama frekuensinya

Teman-teman pasti pernah mendengar ungkapan “Berteman dengan penjual parfum, kita ikut tepercik wanginya. Bergaul dengan pandai besi, kita terkena percikan apinya”. Ini memang berlaku dalam pergaulan sesungguhnya. Bahkan Rasulullah saw. bersabda,

“Roh itu seperti pasukan yang berkelompok. Yang saling kenal akan menjadi akrab, adapun yang tidak saling mengenal akan berselisih.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dengan menjaga diri agar selalu berada dalam kontrol emosi dan kesadaran yang baik, artinya kita sedang mengundang segala hal yang baik untuk mendekat kepada kita. Otomatis, seperti hadis tadi, semua yang tidak selevel akan terpisah dengan sendirinya. Inilah hukum alam yang sesungguhnya karena saya pun sering mengalaminya. Alhamdulillah, Allah begitu baik mempertemukan saya dengan orang-orang yang selalu menjadi wasilah (jalan kebaikan) agar saya selalu memperbaiki diri. *curhatttt 😀

Yuk, lanjut lagi!

Tabel Emosi pada Manusia Berdasarkan Skala Hawkins  

Ada 17 tingkatan alias tabel emosi yang ada pada Skala Hawkins, lengkap dengan nilainya masing-masing. Semakin besar nilainya, semakin tinggi pula tingkat kesadaran emosi yang dimiliki individu tersebut.

Oya, tabel emosi pada Skala Hawkins ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu force (getaran negatif) dan power (getaran positif).

Force => berada pada angka rendah, mulai 20 hingga 175.

Power => berada di level 200 sampai 1000.

Kamu enggak sabar dan pengen tahu apa aja sih 17 tabel emosi itu? Yuk, cekidot!

tabel emosi skala hawkins
Sumber gambar: Pinterest/Google.co.uk

Force (Skala 20 sampai 175)

  • Rasa Malu (nilai 1-20) =>  rendah diri, kurangnya penghargaan terhadap diri. 
  • Bersalah (nilai 30) =>  suka menyalahkan lingkungan, tidak bisa memaafkan diri sendiri.
  • Apatis (nilai 50) =>  putus asa, tak berdaya.
  • Kesedihan (nilai 75) =>  sering menyesali peristiwa yang terjadi, merasa kehilangan.
  • Takut (nilai 100) => selalu merasa cemas dan dihantui perasaan tidak tenang.
  • Keinginan (nilai 125) =>  memiliki hasrat berlebih dan terobsesi terlalu kuat. Dapat menimbulkan depresi jika mengalami kekecewaan.
  • Marah (nilai 150) =>  emosi ini bisa menimbulkan dendam dan kebencian.
  • Bangga (nilai 175) =>  sombong dan terlalu bangga dengan apa yang dimiliki.

Power (Skala 200 sampai 1000)

Pada skala nilai 200 ke atas ini, getaran negatif (force) mulai berangsur membaik ke tingkat yang positif (power). 

  • Berani (nilai 200) =>  memiliki kekuatan untuk melawan ketidakberdayaan.
  • Netral (nilai 250) =>  merasa rileks, santai, dan lebih percaya diri . 
  • Kemauan (nilai 310) =>  mulai muncul keinginan menjadi lebih baik dan berkomitmen.
  • Penerimaan (nilai 350) =>  menerima kondisi, bersyukur, dan menyadari kebahagiaan berasal dari diri sendiri. 
  • Memiliki Akal/Berpikir (nilai 400) =>  mampu berpikir rasional dan memahami kondisi.
  • Cinta (nilai 500) =>  punya rasa empati, kasih sayang, dan welas asih tanpa batas.
  • Suka Cita (nilai 540) =>  dimaknai dengan ketenangan yang luar biasa pada seorang individu. 
  • Kedamaian (nilai 600) =>  memiliki kebahagiaan yang luar biasa.
  • Pencerahan (700-1000) =>  tingkat emosi tertinggi yang hanya dimiliki oleh para nabi dan rasul. Mereka yang berada pada level ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi dan membantu individu di tingkat emosi lebih rendah agar dapat memperbaiki diri dengan kelebihan (mukjizat) yang mereka terima dari Zat tertinggi.

Teman-teman yang muslim sendiri dapat berkaca dari perilaku lemah lembut Rasulullah saw. yang dikisahkan dalam suatu riwayat, begitu sabar dan telaten menyuapi seorang Yahudi tua dan buta yang kerap kali menghina Rasulullah. Sifat welas asih ini dilakukan Rasulullah saw. hingga akhir kehidupan beliau dan si Yahudi buta baru menyadari bahwa orang yang ia benci ternyata selalu menyuapinya setiap pagi. Masya Allah.

Kisah ini menjadi pengingat bagi saya untuk selalu memperbaiki diri di tingkat energi power, meskipun kadang, energi force juga muncul sesekali mencari kesempatan dalam kesempitan. Sampai saat ini, saya masih berada di level penerimaan. Adakalanya pada saat tertentu turun ke level yang lebih rendah. Setidaknya, dengan mengetahui berada di tingkatan mana, kita dapat melakukan pengendalian diri agar tidak jatuh ke skala energi force.

Lalu, bagaimana caranya meningkatkan getaran positif di dalam tubuh kita?

Cara Meningkatkan Energi Positif dalam Diri

Apaaa? Pakai susuk dan pelet? Enggaklahhh yawww … 😀 Jauh-jauh deh dari hal begituan. Hikss …. Sama-sama berdoa saja ya agar Allah selalu rida dengan diri kita. Ridanya Allah adalah jalan bagi kita untuk mencapai ketenangan dan keberkahan di dalam hidup.

Berdasarkan pada pengalaman pribadi dan teori yang saya pelajari, ada beberapa tips yang saya lakukan agar kondisi emosi menjadi stabil dan pikiran lebih rileks sehingga energi positif dapat mengalir lebih banyak lagi.

1. Bagi muslim/muslimat seperti saya, bacalah Al-Qur’an dengan mengeluarkan suara agar getarannya menaikkan frekuensi ruangan di sekeliling kita. Hidup pada ruangan dan lingkungan yang energinya baik itu sangat penting karena berpengaruh pada hidup kita sehari-hari.

2. Menulis tangan di buku atau kertas secara rutin tentang hal-hal baik yang kita inginkan terjadi di dalam kehidupan. Buatlah daftar apa saja yang ingin diwujudkan dan tulislah secara berulang setiap hari agar masuk ke pikiran bawah sadar. Percayalah, pikiran kita akan bekerja mencari jalan untuk mewujudkan hal baik tersebut.

3. Mulai melakukan decluttering alias membereskan barang-barang di rumah yang sudah tidak terpakai lagi. Entah disumbangkan kepada yang membutuhkan, dibuang, atau dijual lagi, yang penting sediakan ruang baru agar sesuatu yang baru juga dapat masuk ke dalam rumah kita. Kalau soal ini jadi PR banget buat saya karena termasuk penyayang barang-barang lama, apalagi kalau ada nilai historisnya. *tepok jidat

Oya, decluttering ini bukan hanya untuk barang di rumah aja, ya, tetapi juga berlaku pada pikiran. Artinya, semua hal yang menumpuk di pikiran kita juga sebaiknya sedikit demi sedikit mulai dibersihkan dan dinetralkan. Pikirlah sesuatu yang perlu dan penting saja agar otak juga memiliki banyak kapasitas untuk menampung tugas berikutnya. 🙂

4. Olahraga juga dapat meningkatkan energi positif dan menghasilkan hormon endorfin. Tahu ‘kan hormon endorfin? Hormon ini adalah hormon bahagia yang mampu menghilangkan stres dan mengurangi rasa sakit. Males olahraga yang berat-berat? Samaaa … saya cuma jalan kaki aja, kok. Naik sepeda kadang-kadang , tapi kalau jalannya menanjak itu males banget, wkwkwk ….

5. Kalau mau, kamu bisa mulai belajar meditasi yang sederhana seperti yang saya lakukan 3 bulan terakhir ini. Enggak usah yang berat, cukup tafakur (berdiam diri) sejenak sekitar 10-15 menit sambil fokus kepada keluar-masuknya napas dari hidung. Boleh sambil istigfar, zikir, atau mengucapkan kalimat afirmasi positif di dalam hati. Meditasi ini manfaatnya sangat banyak untuk pengobatan berbagai macam penyakit dan menghasilkan hormon endorfin juga seperti aktivitas olahraga. Setelah berdiam diri sejenak, biasanya pikiran menjadi lebih rileks dan lebih tenang.

Itu dia beberapa hal yang saya lakukan untuk meningkatkan getaran positif di dalam tubuh sebagai imunitas alami agar selalu sehat, baik di masa pandemi maupun di waktu-waktu mendatang.

Mungkin pada awalnya terasa sulit, tetapi bukankah sesuatu yang baik memang butuh pembiasaan agar menjadi terbiasa?

Bagaimana dengan teman-teman? Setelah membaca tabel emosi pada Skala Hawkins di atas, berada di level manakah tingkat kesadaran emosimu? 

Baca Juga

tabel emosi skala hawkins

Bukan Sekadar Ujian, Jadikan Masa Pandemi Virus Corona sebagai Tantangan dan Peluang Bersama ASUS Chromebook Flip C434

“Kami sekarang beralih ke bisnis makanan, mengikuti permintaan pasar. Yah, apa boleh buat ….” 

pandemi virus corona
Masa pandemi virus Corona membutuhkan kebesaran hati kita untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Kalimat tersebut meluncur perlahan, nyaris tak terdengar, dari bibir seorang teman saat pertemuan kami satu bulan yang lalu. Ya, teman saya ini adalah seorang pelaku bisnis UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang terkena imbas di masa pandemi virus Corona. Usaha batiknya yang berada di wilayah Bantul, Yogyakarta, terpaksa harus banting setir menjadi usaha makanan rumahan yang dirasa lebih banyak peminatnya.

Saya yakin, Mas Aryo-sebut saja begitu-bukanlah satu-satunya pelaku UMKM yang mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi virus Corona. Masih banyak Aryo-Aryo lain juga mengalami hal yang sama. Beruntungnya, Aryo bersama istrinya cepat tanggap dan segera mengubah haluan bisnis, dari fesyen menjadi kuliner.

Ada lagi kisah seorang teman lainnya yang juga bergerak dalam bisnis fesyen dan melakukan kolaborasi bersama beberapa pelaku UMKM lainnya dalam bentuk pameran aneka produk secara online. Luar biasa menurut saya. Dalam keadaan apa pun, seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu kreatif dan mencari celah, meski di dalam lubang sempit sekalipun. 

Pemerintah Indonesia sendiri bukannya tak peduli akan kondisi ini. Sejak bulan Agustus 2020 lalu pemerintah telah mengucurkan dana kepada 12 juta pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan. Salah satu syaratnya adalah pelaku usaha mikro yang menerima bantuan bukanlah seorang ASN, bukan anggota TNI/Polri, bukan karyawan BUMN, dan tidak sedang menerima bantuan kredit lainnya dari perbankan, atau unbankable. (Sumber: Kontan, 24/8/2020)

Apa yang dilakukan oleh teman-teman pelaku UMKM yang saya ceritakan di atas sejalan dengan poin-poin yang diungkapkan oleh nara sumber dalam webinar yang saya ikuti beberapa minggu lalu. Webinar bertajuk Sustainable Growth with ChromeBook ini merupakan kerja sama antara Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dengan ASUS Indonesia. 

Webinar Sustainable Growth with Chromebook di Masa Pandemi Virus Corona

pandemi virus corona asus chromebook
Webinar Sustainable Growth (Pertumbuhan Berkelanjutan) Pelaku UMKM di Masa Pandemi Corona kerja sama antara ASUS dan IIDN.

Teman-teman pasti tahu bahwa ASUS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perangkat teknologi informasi dengan produk-produknya yang sudah tidak asing lagi. Didirikan di Kota Taipei pada 2 April 1989, produk ASUS yang semula hanya berupa motherboard mulai berkembang pesat sehingga memunculkan produk lainnya, seperti monitor, berbagai kebutuhan teknologi komputer dengan kualitas tinggi, dan saat ini mulai memproduksi perangkat teknologi pintar lainnya, seperti telepon genggam dan tablet.

Webinar Sustainable Growth with ChromeBook yang diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 2020 ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Ir. Victor Asih, MBA., M.T. yang merupakan seorang motivator, pengusaha, penulis buku bestseller, serta konsultan bisnis dan teknologi informasi. 

Dengan sederet pengalaman yang beliau miliki, Bapak Victor menjelaskan dengan gaya yang santai, bahasa yang sederhana, dan pemahaman yang mudah dimengerti oleh para peserta webinar. Beberapa poin penting dari webinar ini saya rangkum secara singkat di bawah ini.

1. Tingkatkan Soft Skill

Banyak yang mengira bahwa untuk dapat meraih keberhasilan dalam segala bidang hanya dibutuhkan hard skill semata, tanpa memedulikan soft skill. Faktanya, hard skill hanya dibutuhkan sekitar 20 persen saja, sementara soft skill memiliki kadar yang lebih banyak, yaitu 80 persen.

Masih bingung soft skill itu apa? Dikutip dari laman The Balance Careers, semua keterampilan yang berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar atau bersifat interpersonal, seperti kemampuan berkomunikasi, mengontrol emosi, kemampuan menghadapi tekanan, kreativitas, etos kerja, dan semacamnya termasuk dalam kategori soft skills. Keterampilan ini tidak dapat dipelajari lewat bangku pendidikan formal seperti halnya hard skill, tetapi bisa kita dapatkan melalui buku-buku, pengalaman, dan kemauan untuk memperbaiki diri.

2. Miliki Pemikiran yang Terbuka

Masa pandemi virus Corona bukan ajang untuk mengeluh, depresi, apalagi berkecil hati sehingga semua menjadi tak berarti lagi. Waktu terus berjalan, meskipun kita tak pernah menginginkan. Dengan mengizinkan pikiran kita untuk menerima hal-hal baru sebagai bagian dari perubahan, artinya kita telah selangkah lebih maju untuk belajar dan menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Memiliki pemikiran yang terbuka membuat kita bisa lebih jeli melihat berbagai peluang bagus yang hadir di sekeliling kita.

3. Ciptakan Peluang dari Hal yang Sederhana

Banyak teman sesama ibu rumah tangga seperti saya yang awalnya tidak memiliki bisnis sama sekali, ternyata di masa pandemi virus Corona ini justru memiliki bisnis baru yang awalnya tidak mereka rencanakan. Yang memiliki hobi menjahit contohnya, mulai tertarik membuat aneka masker kain berbagai motif.

Begitu pula ibu-ibu lain yang selama ini berkreasi di dapur hanya sebagai rutinitas, kemudian mulai percaya diri mempromosikan hasil olahan kulinernya sebagai produk komersial yang diperjualbelikan. Awalnya hanya sebagai pengisi waktu luang, siapa sangka akhirnya keterusan dan menjadi pemasukan. Ini bukti bahwa peluang dapat tercipta dari hal yang sederhana.

4. Jadilah Kreatif

Mungkin ada di antara kita yang merasa sama sekali tidak kreatif dan sering kehabisan ide. Kamu tak sendiri karena saya pun kerap mengalami hal ini. Seandainya teman-teman tahu bahwa Prof. Margaret Borden dari University of Sussex telah melakukan riset tentang kreativitas selama lebih dari 30 tahun lamanya. Ia sampai pada kesimpulan bahwa kreativitas merupakan dasar kecerdasan manusia secara umum.

Kecerdasan ini tidak berhubungan dengan seni atau musik, tetapi tentang bagaimana otak kita mencari jalan keluar setiap kali ada masalah yang harus diselesaikan. Dengan mengamati kondisi sekitar, bukan tidak mungkin ide-ide baru akan bermunculan di kepala. Seandainya tak memiliki ide baru pun, sebenarnya sah-sah saja menyontek ide kompetitor, asalkan tetap disesuaikan dengan karakter dan keunikan masing-masing pelaku bisnis. Jadi, tetap saja harus ada kreativitas dari diri kita sendiri.

5. Lakukan Kolaborasi

Contoh poin nomor lima ini seperti yang saya ceritakan di awal tulisan tadi, tentang seorang sahabat yang melakukan kolaborasi dengan teman-teman sesama pelaku UMKM. Mereka mengadakan pameran produk antarkomunitas secara online sehingga memudahkan konsumen mencari aneka produk yang dibutuhkan dalam satu wadah saja.

Ini juga dapat membuka peluang pasar yang baru dengan adanya daya jangkau konsumen yang lebih heterogen dari sebelumnya. Yup, betapa sinergi dan kolaborasi sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi saat ini.

Berkaca dari poin-poin di atas, pelaku UMKM mau tak mau harus mulai beralih ke bisnis digital jika tak ingin bisnisnya terpuruk di masa pandemi. Yang tadinya tak terpikir untuk membuat etalase produk dalam bentuk website misalnya, sekarang harus mulai dilakukan agar produk dapat menjangkau wilayah penjualan yang lebih luas.

ASUS Chromebook Flip C434, Apa sih Kelebihannya?

Senada dengan yang disampaikan oleh Bapak Victor Asih dalam webinar tersebut, ASUS sebagai produsen perangkat teknologi informasi juga tak ketinggalan mengeluarkan produk kreatif yang dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi pandemi virus Corona yang sekarang masih berlangsung. Penjelasan tentang produk ASUS Chromebook Flip C434 dalam webinar ini disampaikan oleh Rifan Fernando, Commercial FAE dari ASUS Indonesia.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS

Laptop ASUS Chromebook Flip C434 dengan beberapa fitur menarik yang tampak elegan, simpel dan ringkas, sangat sesuai digunakan oleh para pelaku UMKM yang umumnya ibu rumah tangga, maupun para pebisnis digital yang membutuhkan perangkat teknologi untuk membantu melebarkan bidang usahanya.

Bloger seperti saya pun sejatinya termasuk pebisnis digital karena menjual produk dalam bentuk tulisan yang informatif sehingga dipercaya oleh pembeli-dalam hal ini adalah klien-untuk dapat bekerja sama secara berkesinambungan. Pastinya, saya juga membutuhkan perangkat teknologi yang nyaman dan sesuai dengan mobilitas sebagai pebisnis online di era digital.

Apa yang membuat  ASUS Chromebook Flip C434 ini menarik sehingga patut diperjuangkan sebagai hak milik kita? Pengen dong ya punya laptop ini pastinya. 😀

pandemi virus corona asus chromebook
Spesifikasi produk ASUS Chromebook Flip C434. (Sumber data: ASUS.com)

1. Stylish, ringkas, spesifikasi kuat

Sudah bukan rahasia lagi bahwa stylish menjadi salah satu syarat untuk para pengguna gadget memilih produk yang ingin mereka gunakan. Stylish di sini dimunculkan oleh ASUS dalam bentuk desain elegan dari badan laptop yang keseluruhannya terbuat dari metal, bukan plastik seperti produk lainnya. Ringkas dan memiliki spesifikasi kuat juga merupakan salah satu ciri khas ASUS dalam peluncuran produk-produknya yang bisa kita lihat di penjelasan berikutnya.

pandemi virus corona asus chromebook
Badan laptop yang terbuat dari metal membuat tampilan menjadi elegan. (Sumber gambar: ASUS)

2. Layar NanoEdge 14-sisi empat-sisi baru dengan bezel ultrasim

Tebal tipisnya bezel atau bingkai bagian luar dari sebuah gadget merupakan hal yang juga menjadi perhatian. Dengan ukuran bezel yang tipis atau tanpa bezel sama sekali, tentunya pengguna dapat memaksimalkan pandangan di layar monitor secara lebih luas. 

ASUS Chromebook Flip C434 dengan layar NanoEdge yang lebar memiliki ukuran bezel sangat tipis (ultraslim) 5 milimeter dan lapisan anti-silau (matte), serta rasio layar ke tubuh sebesar 87 persen. Ini menghasilkan pengalaman visual kita lebih mendalam saat menangkap tampilan gambar di layar monitor. Rasio layar ke tubuh di sini merupakan ukuran seberapa besar permukaan layar mewakili seluruh tampilan dalam perangkat tersebut.

pandemi virus corona asus chromebook
Bezel tipis memungkinkan pandangan pada layar menjadi lebih luas. (Sumber gambar: ASUS)

3. Engsel ErgoLift yang dapat diputar 360 derajat untuk kenyamanan penggunaan

Teknologi engsel 360 derajat ErgoLift ini unik sekali karena dapat menahan layar dengan aman dari sudut mana pun, dan layar monitor juga dapat diputar sehingga pengguna dapat memilih posisi yang nyaman saat menggunakan.

Wow, makin mupeng pakai laptop ini jadinya.

pandemi virus corona asus chromebook
Dengan engsel 360 derajat ErgoLift yang membuat layar dapat dibalik dengan posisi keyboard tertutup di bagian bawah. (Sumber gambar: ASUS)

4. Ramping dan tipis dengan berat yang ringan

Layar monitor pada ASUS Chromebook Flip C434 ini berukuran 14 inci, tetapi tampilannya sangat ringkas, bak monitor 13 inci.
Tampilan perangkat juga sangat ramping dan tipis, lo, dengan ketebalan hanya 15,7 milimeter dan berat 1,45 kilogram. Laptop ini termasuk ringan dibandingkan beberapa produk sejenis dengan resolusi tangkapan layar yang sama. Produk laptop yang ringan dan tipis pastinya sangat sesuai untuk pebisnis perempuan seperti kita agar bisa dibawa ke mana-mana.

Saya sendiri pernah punya pengalaman malas bawa laptop karena merasa berat. Saat itu saya harus bertemu dengan seorang perempuan pebisnis UMKM inspiratif yang menjadi pengepul rajungan di Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Beliau dianggap inspiratif karena berhasil memberdayakan perempuan lain dan memfasilitasi para nelayan di desanya melalui usahanya. Terpaksa, saya yang tidak membawa laptop, harus meminjam laptop teman lain yang berada di lokasi acara yang sama.

Bisa dibayangkan, enggak banget ‘kan ya kalau pakai acara pinjam-meminjam laptop orang? Itulah mengapa produk ASUS Chromebook Flip C434 yang ramping ini menjadi salah satu produk impian saya.

pandemi virus corona asus chromebook
Bayangkan kalau kamu yang menggunakan produk ini. (Sumber gambar: ASUS)

5. Hemat daya pada baterai dengan RAM up to 8 GB dan storage up to 128 GB

Baterai pada ASUS Chromebook Flip C434 ini dirancang sedemikian rupa agar hemat daya dan tahan hingga penggunaan 10 jam untuk sekali pengisian. Sangat sesuai untuk penggunaan dengan mobilitas tinggi tanpa harus khawatir kehabisan daya.

Kapasitas RAM yang besar (lebih dari 8 GB) juga mencegah terjadinya hang pada laptop saat pengguna melakukan multitasking sekaligus. Ditunjang pula dengan ruang penyimpanan pada perangkat (storage) lebih dari 128 GB untuk kapasitas simpan dokumen dan file yang lebih besar.

pandemi virus corona asus chromebook
Bekerja di mana pun menjadi lebih nyaman dengan daya tahan baterai yang lebih dari 10 jam. (Sumber gambar: ASUS)

6. Menggunakan prosesor Intel terbaru dan sistem operasi Chrome OS

Prosesor merupakan hal yang sangat penting dipertimbangkan sebelum memilih laptop yang akan digunakan, Ibarat otak, tugas prosesor adalah meneruskan perintah dari pengguna kepada perangkat keras lainnya.

ASUS Chromebook Flip C434 menggunakan prosesor Intel terbaru untuk ketahanan luar biasa saat melakukan beberapa aktivitas sekaligus, seperti mengetik sambil mendengarkan musik, atau mengedit video.

Oya, untuk kamu ketahui, sistem operasi yang digunakan pada laptop ini adalah Chrome OS, yang selangkah lebih maju daripada sistem operasi Windows dan MacOS.

Bedanya apa, sih?

Yup, sistem operasi Chrome OS ini adalah sistem yang berbasis pada Linux dan dikembangkan oleh Google. Jadi, sistem ini sangat sesuai untuk pengguna internet karena lebih kebal dengan virus, terhubung dengan seluruh produk Google, dan waktu yang dibutuhkan untuk booting (proses loading saat menyalakan komputer pertama kali) bisa lebih cepat.

pandemi virus corona asus chromebook
Prosesor Intel terbaru memudahkan pengerjaan banyak tugas dalam satu waktu secara nyaman. (Sumber gambar: ASUS)

7. Menggunakan USB 3.1 Gen 1 Type-C untuk konektivitas

ASUS Chromebook Flip C434 dilengkapi dengan dua port USB 3.1 Gen 1 Type-C yang akan membantu pengisian daya baterai pada laptop dan membantu terhubungnya laptop ke perangkat lain secara fleksibel karena pemasangan kepala kabel USB yang dapat dibolak-balik (reversible). Terdapat pula tambahan port USB 3.1 tipe standar dan slot microSD untuk membantu dalam penyimpanan tambahan,

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS

8. Koneksi Wi-Fi stabil karena menggunakan Wi-Fi 5 (802.11ac)

Koneksi Wi-Fi 5 ini menjadikan sinyal lebih kuat dengan kecepatan transmisi data lebih dari 867 Mbps, dan tidak terganggu dengan perangkat lain yang bekerja pada frekuensi sejenis. Lebih cepat 6x lipat daripada Wi-Fi 4.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS


9. Audio yang dihasilkan lebih jelas dan powerfull

Siapa yang hobi nonton film Korea atau mendengarkan musik di sela-sela menyelesaikan pekerjaan menggunakan laptop? Nah, ASUS Chromebook Flip C434 ini menghadirkan audio kece dengan dua speaker stereo khusus berkualitas tinggi.

Ruang resonansinya yang ekstra besar juga menghasilkan efek suara yang bagus agar pengguna dapat rileks sejenak saat sedang menggunakannya. Kalau sudah begini, bekerja sambil refreshing bukan lagi sekadar impian.

pandemi virus corona asus chromebook
Bekerja sambil refreshing bukan lagi impian. (Sumber gambar: ASUS)

10. Keyboard yang nyaman

Keyboard yang terdapat dalam produk ini didesain sedemikian rupa sehingga membuat penggunanya merasa nyaman. Antara lain dengan adanya backlit, yaitu lampu pada keyboard yang memudahkan pengetikan dalam kondisi cahaya gelap atau temaram.

Keyboard pada ASUS Chromebook Flip C434 ini juga berbeda dengan yang lain karena tidak terdapat tombol F di bagian atas, melainkan langsung tombol Refresh, Back, dll. Touchpad-nya juga lebar, lo, sehingga memungkinkan jari-jemari kita mengetik dengan nyaman.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS


11. Terdapat layanan Google Assistant

Untuk membantu efektivitas dalam menyelesaikan pekerjaan, ASUS Chromebook Flip C434 tak ketinggalan dilengkapi juga dengan Google Assistant. Kita bisa mendengarkan musik, mengirim e-mail, menemukan dokumen, hanya dengan mengatakan, “Hai, Google”, tanpa berpindah layar. Google Assistant akan segera merespons apa yang kita inginkan.

pandemi virus corona asus chromebook
Sumber gambar: ASUS

12. Dibuat lengkap dengan fitur keamanan bagi pengguna

ASUS Chromebook Flip C434 dengan tagline-nya, The Best Just Got Better, hanya memberikan yang terbaik dari yang terbaik bagi para penggunanya. Adanya proteksi anti-virus dan pembaruan otomatis membuat keamanan data pribadi dalam bentuk dokumen maupun foto lebih terjamin dan perangkat selalu up to date. Jaminan keamanan ini rasanya sangat sesuai dengan yang dibanderol untuk produk ini, yaitu sekitar 11 juta rupiah. Worth it lah, ya.

pandemi virus corona asus chromebook
The Best Just Got Better. (Sumber gambar: ASUS)

Kesimpulan

Laptop ASUS Chromebook Flip C434 dengan segala kelebihan dan keunikannya yang ringkas, ramping, dan elegan, sangat direkomendasikan untuk para pelaku bisnis digital dan pemilik UMKM yang mau tidak mau harus lebih banyak bekerja secara online di masa pandemi. Terutama untuk kita kaum perempuan, yang suka malas membawa barang berat ke mana-mana, produk ini bisa banget menjadi solusi.

Oya, satu lagi. Kalau teman-teman terbiasa menggunakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Google, seperti Gmail, drive Google, atau spreedsheet, maka produk gadget dengan sistem operasi Chrome OS ini adalah pasangan yang tepat karena saling berintegrasi dengan semua produk Google.

Nah, siap menjadikan masa pandemi virus Corona sebagai tantangan dan peluang, bukan sekadar ujian, seperti ASUS yang telah menghadirkan rangkaian produk baru di masa pandemi ini? Bismillah ya, kita ikhtiar sama-sama dengan doa dan keyakinan. Tetap semangat semuanya!

Referensi

https://nasional.kontan.co.id/news/umkm-dapat-bantuan-rp-24-juta-simak-pengertian-dan-kriterianya

https://www.asus.com/About-ASUS-History/

https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-Chromebook-Flip-C434TA/Features/

https://ind.4meahc.com/what-is-bezel-what-does-bezel-less-mean-11298

https://www.asus.com/id/support/FAQ/1038282/

https://www.ubergizmo.com/what-is/display-to-body-ratio/

http://synapticpotential(dot)com/creativity/creativity/

https://www.thebalancecareers(dot)com/what-are-soft-skills-2060852

https://indoworx(dot)com/perbedaan-prosesor-core-i3-i5-dan-i7/

https://id.wikipedia.org/wiki/Chrome_OS

https://murdockcruz(dot)com/2017/05/31/antara-windows-chrome-os-dan-macos-mana-yang-memiliki-keamanan-terbaik/#.X-uCJjgzbDc

https://www.digitaltrends.com/computing/windows-vs-mac-vs-chrome-os-best-operating-system/

Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan, Sungguh di Luar Dugaan

Setiap musim durian tiba, saya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat cara para penggemar buah ini menyantap buahnya. Rasanya kok nikmaaattt sekali, ya? Maklum, saya enggak pernah suka buah ini. *hiksss. Sejak kecil, saya hanya suka dengan aromanya. Kadang dalam bentuk permen, atau sebagai esens aroma untuk kue kering yang dibuat oleh Ibu. Sampai pada akhirnya, saya menemukan potongan artikel tentang manfaat buah durian di salah satu surat kabar.

manfaat buah durian
Manfaat buah durian ternyata luar biasa bagi tubuh kita. (Sumber: Pexels.com/TomFisk)

Buah durian yang memiliki nama latin Durio zibethinus ini merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara dan sering disebut dengan King of Fruit, alias rajanya buah. Di Indonesia sendiri, daerah penghasil durian terbesar ada di Pulau Kalimantan.

Dengan ciri khas kulit yang berduri, daging bertekstur krim, serta aroma yang menyengat, buah ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah durian juga memiliki kandungan nutrisi berupa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Kamu kepo enggak, apa saja manfaat buah durian untuk kesehatan? Yuk, kita baca bareng-bareng, ya!

1. Melancarkan Pencernaan

Manfaat buah durian yang pertama adalah melancarkan pencernaan. Durian mengandung serat yang tinggi sehingga dapat mengatasi sembelit dan meningkatkan kekuatan pencernaan. Wah, bagus dong untuk kamu yang sehari-hari kurang serat.

Selain itu, durian juga mengandung thiamin dan niasin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Berarti saya seharusnya mengonsumsi buah ini, dong, agar nafsu makan lebih stabil dan terjaga. Maklum, saya sering lupa kalau sudah tiba waktu makan. Kadang juga merasa cepat kenyang, padahal makanan yang dikonsumsi belum seberapa dan berat badan juga di bawah berat ideal.

2. Mencegah Depresi 

Poin kedua ini jujur, bikin saya tercengang. Manfaat buah durian selanjutnya adalah sebagai anti-depresi alami. Tahukah kamu bahwa durian kaya akan vitamin B-6 yang sangat penting untuk memproduksi serotononin? Serotonin adalah hormon yang berperan dalam memunculkan rasa bahagia dan mencegah depresi. Kadar serotonin yang rendah tentunya bisa memicu depresi. Nah, dengan mengonsumsi buah durian, kadar serotonin dalam tubuh kita akan meningkat sehingga dapat mengatasi depresi. 

Selain itu, buah durian juga mengandung triptofan, yaitu asam amino yang dibutuhkan dalam pertumbuhan. Saat triptofan memasuki otak, akan dikonversi menjadi serotonin yang dapat memacu perasaan relaksasi dan kebahagiaan. Kelebihan serotonin ini kemudian akan dilepas dalam bentuk hormon melatonin ke dalam aliran darah yang bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks. Luar biasa, bukan?

3. Menguatkan Tulang

Manfaat buah durian lainnya yang tidak pernah saya duga adalah untuk menguatkan tulang. Hal ini disebabkan buah durian kaya akan kandungan kalsium, kalium, dan vitamin B. Semua kandungan tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang. Kamu pasti tahu bahwa kalsium sangat penting untuk perkembangan, pertumbuhan, dan pemeliharaan tulang. 

Menurut penelitian, mereka yang kurang mengonsumsi kalsium sebelum usia 20-25 tahun akan memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena osteoporosis (kerapuhan tulang) di kemudian hari.

4. Sumber Energi

Tahukah kamu bahwa dalam setiap 100 gram buah durian terkandung sekitar 21 persen kebutuhan karbohidrat harian yang kita perlukan? Buah durian ini kaya akan sumber karbohidrat sehingga dapat membantu mengisi kembali tingkat energi dalam tubuh.

Karbohidrat sendiri sangat bemanfaat sebagai sumber energi untuk aktivitas sehari-hari, termasuk olahraga, sehingga durian sangat cocok dijadikan camilan sebelum berolahraga. Dengan mengonsumsi buah durian, kamu akan lebih kuat selama melakukan aktivitas menyehatkan ini.

5. Mencegah Penuaan Dini

Waduh, kalau manfaat buah durian yang satu ini perlu banget diketahui, terutama oleh kaum wanita. 😀 Yup, seperti buah nangka, ternyata buah durian juga kaya akan vitamin C. Sudah tahu ‘kan bahwa vitamin C merupakan sumber antioksidan dan sangat efektif untuk membantu menjaga tingkat stres oksidatif yang ditimbulkan akibat radikal bebas. Jadi, semakin rendah tingkat stres oksidatif, semakin lambat pula terjadi proses penuaan. Masih nolak nih, makan durian? 🙁

6. Membuat Gula Darah Menjadi Stabil

Manfaat buah durian yang terakhir ini juga enggak kalah penting, Guys, yaitu menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. Buah durian ini memiliki indeks glikemik (Glycemic Index = GI) yang lebih rendah dibandingkan buah tropis lainnya. Jadi, semakin kecil angka indeks glikemik, makin sedikit pula dampak makanan tersebut terhadap kondisi gula darah.

Selain itu, durian juga mengandung mangan yang cukup untuk membantu pengaturan serta pemeliharaan kadar gula di dalam tubuh kita. 

Daging buah durian ini dapat dikonsumsi secara langsung maupun dicampur dalam variasi kuliner lainnya, seperti cake durian, kue kering, es teler, dll. untuk mendapatkan manfaatnya. (Sumber: Pixabay.com/SpencerWing)

Sungguh di luar dugaan saya, ternyata manfaat buah durian untuk kesehatan sangat banyak, ya? Kalau sudah begini, masihkah saya kukuh enggak mau makan buah ini? wkwkwkwk …. Hemmm, harus dicoba sedikit-sedikit nih pastinya. Berawal dari es durian aja dulu deh untuk membiasakan, baru perlahan beralih ke buahnya. 😀

Kamu sendiri tim apa, nih? Baru belajar makan buah durian seperti saya, atau sebaliknya, tim fanatik durian yang kalau makan durian juga sambil dicampur nasi? Heheheee …. Apa pun itu, semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca Juga

Vaksin Virus Corona Moderna, Ketahui Efektivitas dan Efek Sampingnya

Saya mengembuskan napas dan membuka mata perlahan. Tidak terasa, sudah memasuki hari ke-70 rutinitas meditasi ini saya lakukan. Yup, saya memang masih belajar. Namun, sungguh di luar dugaan, aktivitas sederhana ini mampu membuat pikiran lebih tenang, terutama di masa pandemi yang tak berkesudahan. Lo, bukannya sudah ada vaksin virus Corona, ya? Kenapa harus khawatir? Pasti pada bilang gitu, kan? 😀

Teman-teman tahu enggak, beberapa hari ini saya menemukan artikel mengenai hubungan antara pandemi virus Corona dengan delirium. Apakah itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), delirium adalah kondisi gangguan mental yang ditandai dengan adanya halusinasi, ketegangan otak, atau kelelahan fisik. Tanda-tanda ini mulai banyak ditemukan pada pasien Corona, terutama mereka yang telah berusia lanjut. (Sumber: Kompas.com 12/12/2020)

Ngeri-ngeri sedap enggak, sih, dengar berita seperti ini?

vaksin virus corona
Menjaga kesehatan mental adalah salah satu upaya pencegahan terpapar virus Corona. (Sumber gambar: Pexels.com/cottonbro)

Masa pandemi yang telah berlangsung selama 9 bulan ini saja sudah cukup membuat banyak masyarakat di berbagai belahan dunia nyaris depresi karena tak bisa bebas pergi ke mana-mana seperti dulu. Apalagi ditambah kondisi kesehatan mental akut seperti delirium tadi, siapa yang mau? Jadi, enggak heran kalau saya tetap rutin melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti di bawah ini:

1. Menjaga protokol kesehatan 3M 

Seperti yang dianjurkan oleh pemerintah, 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan) selalu saya terapkan dalam aktivitas sehari-hari.

2. Menjaga kondisi fisik tetap fit

Olahraga sederhana seperti jalan kaki dan menjaga asupan nutrisi menjadi pilihan saya untuk poin nomor 2 ini, meskipun jujur, ritme mengonsumsi makanan sering kelupaan dan cenderung belum teratur. *hadehh, jangan ditiru, ya 🙁

3. Menjaga kondisi psikis dan pikiran agar tetap sehat dan bahagia

Hemmm… nomor 3 ini enggak gampang, Guys! Pengen makan HP aja rasanya, wkwkwk. Eh, sebentar … enggak gampang bukan berarti enggak bisa, ya! Selain makin rajin berdoa dan bersedekah untuk menolak musibah, saya mulai belajar meditasi sederhana seperti yang saya tulis di awal paragraf tadi. Berdiam diri sejenak selama 10-15 menit sambil memfokuskan pikiran pada napas yang masuk dan keluar dari hidung ternyata sangat efektif, lo, untuk menstabilkan emosi, memperkuat rasa syukur, dan membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Enggak percaya? Enggak apa-apa, tapi kamu harus coba. 😀 Meditasi itu semacam tafakur alias berdiam diri sejenak untuk introspeksi, mengingat Allah, dan merilekskan pikiran serta anggota tubuh.

4. Berkonsultasi pada dokter apabila dirasa ada keluhan

Sudah melakukan poin nomor 1 sampai 3, tetapi kondisi tubuh tetap gelisah dan tidak nyaman? Ada baiknya kamu segera konsultasi ke dokter terdekat. Duh, lagi pandemi gini males banget pergi ke dokter. Ada yang berpikir begitu?

HaloDoc, Solusi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Teman-teman sudah punya aplikasi HaloDoc?

Sekadar info, aplikasi ini didirikan pada tahun 2016 lalu di bawah naungan perusahaan kesehatan MHealth Tech yang telah banyak membantu masyarakat (pasien) mendapat akses layanan kesehatan secara mudah melalui HP. 

vaksin virus corona
Aplikasi HaloDoc memudahkan pasien terhubung dengan layanan kesehatan di mana pun berada. (Sumber gambar: Halodoc.com)

Beberapa fitur yang tersedia dalam aplikasi HaloDoc antara lain:

1. Chat Dokter 

Ada lebih dari 16.000 dokter dari seluruh Indonesia yang siap menerima keluhanmu melalui fitur ini.

2. Buat Janji dengan Dokter

Jika dirasa keluhan kita membutuhkan tindakan lebih lanjut, tentunya diperlukan pemeriksaan langsung secara tatap muka oleh dokter. Enggak usah khawatir, bahkan untuk bikin janji dengan dokter pun dapat kamu lakukan secara online melalui aplikasi ini, tanpa perlu antre. Sangat membantu pastinya, ya!

3. Beli Obat

Pembelian obat-obatan dan vitamin yang tersedia di apotek juga dapat dilakukan melalui HaloDoc, tanpa harus datang langsung ke apotek. Obat akan diantar ke rumah dalam kondisi rapi oleh kurir yang bekerja sama dengan HaloDoc.

4. Informasi Kesehatan Terkini

Untuk kamu yang hobi membaca aneka tips dan artikel kesehatan, HaloDoc juga punya kanal khusus yang menyajikan informasi seputar kesehatan terkini. Pastinya, artikel di sini bebas hoaks, lo, karena ditinjau oleh dokter dan tim redaksional yang kompeten.

Sampai di sini, menurut teman-teman, ada lagikah tindakan pencegahan Corona yang efektif dilakukan selain beberapa hal di atas? Vaksin virus Corona mungkin bisa menjadi jawabannya, ya.

Vaksin Virus Corona Moderna, Salah Satu Tindakan Pencegahan yang Efektif

“Vaksin Corona telah tiba di Indonesia.” Judul berita ini mulai menjadi perbincangan hangat dan sering saya lihat di berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun media online. Banyak pertanyaan terkait vaksin virus Corona ini, mulai dari diberikan kepada siapa saja, harganya berapa, apakah diberikan secara gratis ataukah harus mengeluarkan biaya, sampai kepada efek samping yang ditimbulkan.

Untuk kamu ketahui, ada enam jenis vaksin virus Corona yang ditetapkan penggunaannya di Indonesia oleh pemerintah, yaitu:

  1. Vaksin dari Bio Farma

2. Vaksin Astra Zeneca

3. Vaksin Sinopharm

4. Vaksin Moderna

5. Vaksin Pfizer Inc and BioNTech

6. Vaksin Sinovac

Meski demikian, pemberian vaksin virus Corona baru bisa dilakukan apabila sudah ada izin edar atau persetujuan penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi, menurut saya, sekarang hilangkan dulu deh semua pertanyaan dan kekhawatiran yang mendera di kepala. 🙂

vaksin virus corona
Moderna, salah satu vaksin virus Corona produksi Moderna Inc, Amerika. (Sumber gambar: Usatoday.com)

Di antara enam daftar vaksin virus Corona di atas, vaksin Moderna merupakan salah satu vaksin yang diklaim memiliki efektivitas 94,5 persen. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Amerika, Moderna Inc dan direncanakan akan mendapatkan izin resmi penggunaan di Amerika dalam beberapa hari mendatang.

Wow, dengan efektivitas 94,5 persen itu adakah efek samping yang ditimbulkan?

Dari beberapa sumber referensi yang saya baca, efek samping yang dapat terjadi antara lain nyeri pada bagian yang disuntik, sakit kepala, ruam kemerahan pada area penyuntikan, hingga rasa lelah pada sekujur tubuh.

Ngeri enggak sih menurut kamu? 😀

Eitsss… nanti dulu. Pihak Moderna Inc meyakinkan bahwa efek samping yang ditimbulkan ini bersifat ringan karena akan segera membaik dalam waktu kurang dari 12 jam. Kalau saya ingat-ingat, hampir setiap proses vaksinasi yang dilakukan, entah itu vaksin virus Corona atau bukan, biasanya memang terjadi efek yang berbeda pada setiap orang bukan? Saya sendiri pernah mengalami efek pegal dan sedikit kram pada lengan setelah melakukan vaksinasi Meningitis sekitar 2 tahun lalu, tetapi tidak sampai 12 jam, kondisi lengan segera membaik kembali.

Nah, setelah membaca tulisan ini, apakah kamu masih tetap khawatir dengan efek samping vaksin virus Corona ini? Mungkin teman-teman bisa sharing di kolom komentar apa harapan dan keinginan dengan hadirnya proses vaksinasi ini? Satu doa dan harapan dari saya, semoga kita semua selalu sehat, ya! Aamiin.

Baca Juga

My Life, My Journey